[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 71: Identitas (2)



...****************...


(Nahh … Apa yang harus kulakukan sekarang … )


Senyum menantang di bibir Noelle semakin jelas bahkan saat dahinya mengeluarkan keringat dingin.


Ia tidak tahu pasti tentang identitas orang di depannya, tapi dia memiliki dugaan samar tentang itu.


Wajah dan bentuk tubuhnya ditutupi jubah hitam yang panjang sehingga Noelle tidak dapat melihat mereka. Ia hanya menebak berdasarkan suara yang ia dengar sebelumnya.


Noelle tampak bingung dengan situasi ini, namun otaknya tetap berusaha keras untuk menemukan solusi.


Noelle belum benar-benar menyediakan solusi apapun untuk situasi ini. Lagipula, sejak awal ia tidak menduga akan ada penyusup lain selain dirinya.


Ia hanya mampu tersenyum pahit saat memikirkan kecerobohannya sendiri.


(Ini beresiko, tapi … )


Noelle mulai menutupi tubuhnya dengan sihir, dan tubuhnya perlahan melebur di udara menjadi asap hitam.


Noelle baru saja menggunakan skill karakteristik vampir, 《Transformation》 untuk berubah menjadi semacam kabut.


Meskipun itu beresiko meninggalkan jejak mana miliknya di sekitar, ia mau tak mau harus menggunakan itu.


Ada pilihan aman untuk bertransformasi menjadi kelelawar, tapi tubuh kelelawar cukup sulit untuk dikendalikan, jadi Noelle menolak gagasan itu.


Ia harus menyiapkan rencana jikalau skenario yang di mana ia harus melarikan diri secepat mungkin tiba-tiba terjadi.


Dan transformasi menjadi kabut adalah satu-satunya solusi yang paling tepat … Mungkin.


Namun, transformasi menjadi kabut juga memiliki kekurangannya sendiri.


Mana yang digunakan untuk transformasi akan menyebar ke sekitar dan meninggalkan jejak-jejak samar sihirnya.


Itu akan berbahaya jika 'mereka' mendeteksi pemilik dari jejak sihir itu.


Tapi itu seharusnya tidak masalah, Noelle cukup yakin dengan kemampuannya dalam menyembunyikan diri.


Dan tepat saat Noelle mencoba untuk menyembunyikan dirinya dengan transformasi, salah satu pintu di koridor di belakangnya terbuka dan menampilkan dua sosok pria dengan pakaian formal.


untungnya, transformasi Noelle tepat waktu dan ia berhasil menyembunyikan dirinya dengan baik.


Begitu pula dengan orang berjubah yang Noelle duga sebagai Cryll itu.


Begitu ia mendengar gerak-gerik dua orang dari luar pintu, jubah hitam yang ia gunakan langsung berkibar dan mulai menghilang ke udara, bersama dengan tubuhnya.


Noelle yang sedang dalam wujud kabut sedikit terkejut saat melihat orang itu tiba-tiba menghilang, tapi ia segera mengembalikan ketenangannya dan memasuki pintu itu.


Tidak lama kemudian, dua pria dengan pakaian formal itu masuk ke ruangan dan mulai duduk di sofa dengan berhadapan dan dipisahkan sebuah meja kaca yang di atasnya terdapat set penyeduh teh dan beberapa lembar kertas amplop.


Salah satu pria itu adalah orang yang baru-baru ini Noelle temui.


Terneth zava Gurazzud, ketua guild cabang Eisen.


Sedangkan pria satunya adalah orang yang tidak pernah Noelle lihat sebelumnya.


Noelle sedikit terkejut ketika melihat Terneth ada di sana. Berdasarkan apa yang Glantz jelaskan padanya, Terneth seharusnya tidak akan ada di mansionnya sampai besok karena urusan pekerjaan.


Tapi keberadaan Terneth jelas ada tepat di depan mata Noelle.


Noelle tanpa sadar mulai menyipitkan matanya sambil mengamati mereka berdua.


Aneh untuk menyebutkan kalau dia menyipitkan matanya sedangkan wujudnya saat ini adalah kabut tipis.


Namun, meskipun tubuhnya saat ini tidak lebih dari kepulan uap yang melayang di sekitar ruangan, Noelle anehnya dapat dengan jelas merasakan tubuhnya seolah ia masih berwujud manusia.


Noelle sedikit bingung dengan fenomena itu, namun ia memilih untuk mengabaikannya dan fokus pada penyelidikannya.


Saat mereka berdua sedang duduk saling berhadapan, Terneth tampak gelisah dan memperhatikan sekelilingnya.


"Ada apa? Apa ada sesuatu yang mengganggumu? " tanya pria di depannya.


Terneth masih terlihat gelisah dan mulai menyipitkan matanya dengan ekspresi curiga, ia pun menghadap ke pria di depannya dan berbicara dengan tenang.


"Berhati-hatilah, ada seseorang yang baru saja menyusup ke tempat ini."


Tidak hanya pria di depannya, tapi Noelle juga ikut terkejut ketika mendengar perkataan Terneth.


"Penyusup? Di tempat ini? Itu tidak mungkin, 'kan? "


Pria di depannya mulai berbicara sambil tersenyum seolah peringatan Terneth sebelumnya hanyalah lelucon.


Sebaliknya, Terneth masih memperhatikan sekelilingnya dengan gelisah, dan akhirnya tatapannya berhenti tepat di tempat Noelle bersembunyi sebelumnya.


"?!! "


Noelle sedikit panik saat Terneth memperhatikan tempat ia berada sebelumnya, dan senyum menantang mulai terbentuk si bibirnya tanpa ia sadari.


Sementara pria di depannya masih tersenyum dengan penuh percaya diri, Terneth kembali menatapnya dengan pandangan serius.


"Aku tidak tahu pasti kapan, tapi ada seorang penyusup yang masuk ke tempat ini sebelumnya. Ada jejak sihir tepat di depan pintu."


Terneth mengatakannya dengan penuh keyakinan, itu membuat pria di depannya tertegun sejenak, dan kemudian memajukan tubuhnya lalu menatap Terneth dengan serius.


"Aku ragu ada pengangguran yang begitu bodoh untuk menyusup ke tempat ini, tapi jika itu yang kau katakan … Apa kau tahu siapa penyusupnya? "


Terneth menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak yakin. Jejak sihirnya begitu tipis dan halus, kurasa ia sudah lama pergi, tapi … Ada baiknya untuk berjaga-jaga."


Terneth menjentikkan jarinya, dan sebuah kubah cahaya yang menyilaukan muncul dan menutupi mereka berdua.


Noelle terkejut ketika melihat Terneth dengan mudah merapalkan mantra penghalang fisik dan sihir disaat yang bersamaan.


Bahkan itu cukup sulit untuk Noelle yang seorang vampir, tapi Terneth melakukannya semudah bernapas.


Saat itu Noelle langsung teringat kalau Terneth adalah mantan penyihir dari party yang sama dengan Luna dan Glantz. Jadi wajar jika ia memiliki keterampilan yang lebih tinggi sebagai penyihir.


Terlebih, ia sudah sangat berpengalaman.


Noelle berusaha menenangkan dirinya dan mencoba memasuki penghalang itu, tubuhnya bisa masuk dengan normal karena memiliki wujud gas, dan bukan fisik padat.


Namun, Terneth segera menyadari suatu keanehan yang memasuki penghalangnya.


"Ada apa? Apa penyusup itu masih ada di sini? "


Pria di depannya bertanya dengan cemas.


Terneth hanya menyipitkan matanya, lalu menggelengkan kepalanya seraya mengatakan 'tidak, itu mungkin hanya perasaanku … '


Noelle tetap diam dalam wujud kabutnya dan fokus memperhatikan Terneth.


Detik berikutnya, Terneth kembali mengalihkan pandangannya ke titik di mana tidak seorangpun berdiri di sana.


"Ada apa? "


" ……… "


Terneth tidak menjawab, melainkan menyipitkan matanya dan membuat ekspresi tidak nyaman.


" … Sejak tadi aku merasakan kehadiran seseorang, tapi … Seperti yang kuduga, itu mungkin hanya perasaanku."


Menggelengkan kepalanya sejenak, Terneth kemudian kembali menatap dan berbicara pada pria di depannya.


Meskipun Terneth berkata kalau itu hanyalah perasaannya, itu berbeda dengan Noelle.


Saat Terneth dengan gelisah melihat ke sekelilingnya tadi, Noelle langsung membuat kesimpulan kalau sosok yang menyusup seperti dirinya telah memasuki penghalang Terneth entah bagaimana caranya.


Tidak seperti biasanya, deteksi kehadiran Noelle anehnya sama sekali tidak berguna sekarang.


Ia sama sekali tidak bisa merasakan kehadiran sosok tadi.


Mungkin karena kemampuannya dalam bersembunyi jauh lebih tinggi, atau bahkan karena pengaruh alat sihir, Noelle sama sekali tidak dapat menemukan keberadaannya meskipun itu hanya jejak samar.


Terneth dan pria di depannya mungkin berpikir kalau mereka sudah aman hanya dengan memasang penghalang fisik dan sihir, namun ada dua orang penyusup yang sedang mengintai mereka dari jarak yang sangat dekat.


Noelle berpikir kalau itu adalah hal yang konyol. Ia berusaha mempertahankan ketenangannya dan menyimak pembicaraan Terneth dengan pria itu.


"Kembali ke pembicaraan. Jadi, bagaimana dengan situasinya sekarang? "


Pria itu bertanya pada Terneth dengan raut wajah serius.


Terneth balas menatapnya dan dengan ringan mengangkat bahu.


"Dengan kecepatan kita saat ini, mungkin rencana ini akan terlaksana dalam waktu sekitar dua atau tiga bulan … Tentu saja dengan asumsi kalau tidak akan ada gangguan pihak luar."


( ……… )


Noelle terus menyimak mereka meskipun ia tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.


"Begitu ya … Bagaimana dengan perkembangan para subjek setelah dibangkitkan? "


Pria itu bertanya sekali lagi.


"Ada beberapa subjek yang mengalami kegagalan dalam perkembangannya dan berakhir menjadi Zombie liar yang tak dapat dikendalikan, tapi … Sebagian besar subjek telah menunjukkan proses perkembangan layaknya manusia biasa, dan bahkan ada satu subjek yang telah berhasil membangkitkan ingatan mereka, itu benar-benar sebuah kejutan."


" … Itu benar-benar mengejutkan … Kupikir mereka hanyalah daging tak berotak yang dapat berkembang, tapi … Untuk berpikir kalau salah satu dari mereka mampu mengembalikan ingatan … "


Pria yang duduk di hadapan Terneth tampak terkejut saat mendengar pernyataan Terneth, ia mengangkat tangannya dan memegangi dagunya sambil berpikir.


"Tunggu, jika dia membangkitkan ingatannya … Bukankah itu akan membuatnya menumbuhkan ego dan mampu melepaskan diri dari kendali kita? Itu akan menjadi hal yang berbahaya."


Terhadap dugaan yang diucapkan sambil takut-takut seperti itu, Terneth hanya tersenyum percaya diri dan melambaikan tangannya dengan ringan.


"Tidak masalah, 《Fortis Domination》 milikku memiliki pengaruh terhadap semua orang yang lebih lemah dariku. Levelku saat ini adalah 94, seharusnya tidak ada satupun orang di antara subjek yang memiliki level yang lebih tinggi dariku."


"Begitu ya … Kalau begitu aku bisa tenang. Lagipula levelmu adalah salah satu yang tertinggi di kota ini."


"Nah, Anda terlalu melebih-lebihkanku, jika dibandingkan dengan Glantz, levelku masih cukup rendah."


Terneth dengan senyum masam melambaikan tangannya untuk menolak pujian itu.


"Memang, jika dibandingkan dengan Glantz yang seorang Werebeast sekaligus petarung garda depan, levelmu masih cukup rendah, tapi … Itu adalah pencapaian yang hebat untuk seorang manusia. Terlebih lagi, kau mencapai level itu hanya dalam beberapa bulan setelah memulai debutmu menjadi petualang."


(Glantz adalah … Werebeast?! Dia bahkan tidak memiliki ciri fisik yang sesuai dengan ras itu! Penampilannya sangat mirip dengan manusia, tapi … Mungkin ada beberapa hal yang belum kuketahui … )


Noelle benar-benar terkejut saat mengetahui kenyataan kalau Glantz adalah seorang werebeast, tapi ia segera menenangkan dirinya dengan membuat beberapa kesimpulan acak.


Mungkin saja ada sebuah 'kecelakaan' di masa lalu sehingga ia harus kehilangan ciri fisiknya sebagai seorang werebeast.


Noelle berusaha menenangkan dirinya dan kembali fokus mendengarkan percakapan antara Terneth dengan pria itu.


"Nahh, kembali ke topik. Meskipun salah satu subjek telah mendapatkan ingatannya kembali, bukan berarti itu akan berpengaruh pada banyak hal."


"Maksudmu? "


Pria itu bertanya dengan ekspresi bingung.


Melihat itu, Terneth hanya tersenyum tenang dan kembali berbicara sambil menyipitkan matanya.


"Subjek yang telah membangkitkan ingatannya adalah seorang anak berumur sekitar 15 tahun."


"Hah?! Tunggu! Bagaimana itu bisa terjadi?! "


Pria itu tampak tercengan dan membanting tangannya ke meja dengan kasar.


"Nahh, aku juga terkejut dengan itu. Kita hanya memiliki satu subjek yang berumur 15 tahun, dan ia memiliki tubuh yang lemah sejak awal, tapi entah bagaimana ia mampu menjadi yang pertama membangkitkan ingatannya."


" ……… Lalu? Bagaimana dengan tindakannya setelah mendapatkan ingatannya kembali? "


Begitu pria itu melontarkan pertanyaannya, Terneth tampak membuat ekspresi sedih, namun bibirnya tetap tersenyum.


"Awalnya ia berhasil lepas dari 《Fortis Domination》, tapi untungnya dia bersamaku saat dia membangkitkan ingatannya, jadi aku dapat dengan cepat memasang skill-ku."


"Meskipun itu membutuhkan waktu beberapa menit sih," tambah Terneth.


Pria itu tampak termenung sejenak, namun Terneth dengan santai mengangkat bahunya dan berbicara seolah ia sama sekali tidak memiliki masalah.


"Yahh, itu adalah sebuah kemajuan, jadi tidak masalah untuk menghabiskan lebih banyak waktu untuk menanamkan doninasi yang kuat padanya. Meskipun dia adalah subjek terlemah yang kita miliki, ini tetaplah kemajuan, jadi aku tidak berencana membuangnya."


Terneth mengucapkan kalimat terakhir itu dengan penuh tekanan.


Secara tersirat, ia menyatakan akan melindungi subjek itu apapun yang terjadi, dan tidak akan membuangnya meskipun ia mendapat perintah.


" ……… "


"Nahh, daripada menjelaskannya dengan panjang lebar, akan lebih baik untuk melihatnya secara langsung, 'kan? "


Terneth tersenyum dan bangkit dari sofa, kemudian menjentikkan jarinya.


Lapisan kubah penghalang yang melindungi mereka berdua telah hilang, dan Noelle dapat menjadi lebih tenang ketika ia sedang berpikir keras.


(Nahh … Haruskah aku mengikutinya? Ini terdengar seperti masalah yang nerepotkan, tapi … Rasa penasaranku membunuhku … )


Noelle tersenyum di dalam pikirannya dan mengikuti Terneth yang telah meninggalkan ruangan bersama pria itu.


...****************...