[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 101: Reveal Your Secret!



...****************...


Noelle duduk di ranjangnya dan dengan frustasi menatap langit-langit kamar sambil menghapus sisa tetesan air mata di wajahnya.


Akan menjadi masalah jika Olivia melihatnya seperti itu, jadi ia memutuskan untuk memperbarui penampilannya sedikit.


Pakaiannya yang sebelumnya telah basah oleh keringat meskipun cuaca sedang cukup dingin karena musim gugur. Mungkin karena 'mimpi' atau kejadian aneh yang sebelumnya terjadi yang membuatnya mengalami hal ini.


Ia dengan bingung memikirkan apa yang terjadi sebelumnya sambil menyiapkan pakaian ganti untuknya sendiri secara manual.


Apa yang terjadi saat ia tidur? Ia tidak tahu. Ia sama sekali tidak mengingat apa pun yang terjadi di mimpinya meskipun ia memiliki keyakinan yang sangat kuat kalau telah terjadi sesuatu di sana.


Perasaan yang menjengkelkan ini, ia ingin menghapusnya entah bagaimana. Sebuah mimpi yang terus menghantui pikirannya tanpa henti seperti ini sangatlah menjengkelkan.


Ia bahkan tidak tahu apakah benar-benar terjadi sesuatu di sana, tapi ia selalu memikirkannya dengan cara yang berlebihan.


Akan lebih menjengkelkan lagi jika semua yang ia pikirkan selama ini ternyata hanyalah delusi atau halusinasi yang terbentuk karena rasa lelahnya.


Begitu ia selesai mengganti pakaiannya, ia langsung melempar pakaiannya sebelumnya ke keranjang pakaian di sudut kamar dan melakukan peregangan sedikit.


Sebuah kalung salib berwarna campuran antara perak dan hitam terlihat menggantung bebas di lehernya, melewati kaus v-neck hitam polos berlengan panjang yang ia kenakan.


Leher dan tengkuk putih pucat yang banyak terlihat dari celah kaus itu terlihat cukup kurus sehingga tampak akan hancur jika diperlakukan dengan kasar. Ia sendiri bahkan bingung bagaimana Olivia bisa menggigit menembus tengkuknya dengan taringnya yang cukup pendek itu.


Untuk saat ini, ia akan mencatat beberapa hal dan membuat ilustrasi kasar di buku catatan hariannya yang dibiarkan tergeletak di atas meja. Meskipun begitu … Ia bahkan tidak tahu apa yang harus ia catat di sana.


Sama sekali tidak ada hal yang bisa ia pikirkan mengenai apa yang baru saja terjadi padanya. Semua tampak begitu kabur dan samar. Ingatannya hanya menampilkan bagian yang tampak seperti layar televisi rusak.


(Menjengkelkan.)


Menghela napas dengan lelah, Noelle kemudian menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.


Tak lama kemudian, pintu kamarnya terbuka dan menunjukkan sosok Olivia yang membawa nampan bersamanya.


"Noelle? "


Olivia yang dibuat bingung dengan pemandangan Noelle yang sedang frustasi sambil menatap buku catatannya itu mau tak mau bertanya.


Ia langsung berjalan masuk dan meletakkan nampan berisi dua cangkir kopi panas dan sepiring penuh biskuit itu di meja.


Noelle tampak masih tak menyadari keberadaan Olivia dan masih menatap buku catatannya dengan lemah.


Melihat Noelle yang masih tidak menyadari keberadaannya meskipun pada jarak sedekar ini tentu saja membuat Olivia merasa aneh, jadi ia diam-diam pergi ke samping dan mencolek pipi Noelle dengan jarinya.


Begitu ia melakukan itu, Noelle akhirnya secara refleks langsung menoleh ke arahnya dan menunjukkan wajah terkejut yang sangat jelas.


"Sejak kapan kamu di sini? " tanya Noelle.


"Beberapa saat yang lalu. Noelle terlihat sedang berpikir dengan keras sampai tidak menyadari keberadaanku."


Olivia menjawabnya dengan pipi yang menggembung sedikit. Itu membuat Noelle terkejut sedikit. Namun, ia segera mengembalikan ketenangannya dan tersenyum ringan pada Olivia.


"Ahh, aku hanya sedang memikirkan beberapa hal saja. Itu bukanlah sesuatu yang penting."


Begitu ia mengatakan itu, Olivia langsung menurunkan alisnya dengan kecewa dan menatap Noelle dengan wajah yang terlihat agak marah.


" … Apa? "


"Noelle … Terlalu banyak menyembunyikan sesuatu belakangan ini … Itu membuatku merasa sedikit aneh … "


" ……… "


Noelle sama sekali tidak menjawab Olivia dan justru mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


Langit yang mendung dan ditutupi awan gelap adalah hal pertama yang ia lihat dari jendela kamarnya.


Tidak satu pun di antara mereka yang mau memulai percakapan. Keheningan yang canggung itu mendominasi ruangan.


Olivia menyandarkan kepalanya ke bahu Noelle dan bergumam dengan sedih.


"Noelle terlalu banyak merahasiakan sesuatu dariku belakangan ini. Itu … Sangat tidak menyenangkan."


Suaranya yang lemah terdengar dengan sangat jelas di telinga Noelle. Itu membuatnya merasakan rasa bersalah yang cukup parah sehingga tak sanggup membalas perkataannya. Ia hanya terus menatap langit mendung sambil sesekali melirik ke arah Olivia yang duduk tepat di sampingnya.


"Aku sudah bersabar untuk menunggu waktu Noelle menceritakan semuanya, tapi … Aku sudah tidak bisa menunggu lagi."


Usai mengatakan itu dengan suara pelan, Olivia kemudian berdiri dan meraih satu biskuit yang telah ia bawa ke kamar.


Ia diam-diam menggigit itu sedikit demi sedikit tanpa mengubah ekspresinya sedikit pun. Wajahnya masih menampilkan wajah yang tanpa ekspresi seperti biasa, tapi Noelle yang telah bersamanya selama bertahun-tahun jelas menyadari kalau ia sedang sedih saat ini.


"Tidak masalah jika Noelle merahasiakan satu atau dua hal dariku, tapi … Aku tidak mau Noelle menyembunyikan semuanya sendiri. Bukankah itu bagian dari koneksi《Oath of Blood》yang kita bentuk tujuh atau delapan tahun yang lalu? Itu melarang kita merahasiakan sesuatu terlalu banyak dari pasangan, tapi Noelle dengn jelas melanggar sumpah itu."


Bagi Olivia yang telah cukup banyak dipengaruhi oleh kultur dan kebudayaan vampir dari kastil yang telah ia tempati selama bertahun-tahun, sumpah dan koneksi yang dibentuk di atas《Oath of Blood》adalah hal yang sakral. Bagi vampir, itu seperti kontrak seumur hidup dengan seseorang yang memberikan banyak larangan pengkhianatan.


"Aku berniat menunggu sampai saat Noelle menceritakan semuanya sendiri, tapi … Kelihatannya itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat, ya … "


Senyum miris terbenruk di bibir Olivia begitu ia mengatakan itu.


Noelle sudah tak tahan lagi dengan itu dan menghela napas pasrah. Ia menyembunyikan matanya dengan satu tangan dan berbaring di ranjang.


" ……… Baiklah, aku akan memberitahumu … "


Setelah diam beberpa saat, ia akhirnya memberikan keputusannya dan membuat Olivia melebarkan mata karena terkejut.


" … Apa? Bukankah kamu yang memintanya? Kenapa kamu terkejut sekarang? "


"Tidak … Maksudku … Aku tidak menduga kalau Noelle akan menyetujuinya dengan cepat … "


" ……… "


Noelle tidak mengatakan apa pun lagi dan justru menatap Olivia dengan bingung dari celah di antara jari-jarinya.


Olivia sedang tersenyum simpul di sana. Hanya senyum kecil. Meskipun begitu, itu akan sangat berharga jika senyum itu dikeluarkan oleh Olivia yang jarang menunjukkan ekspresinya.


Ketika melihat pemandangan itu, Noelle tanpa sadar tersenyum lembut padanya dan membuat wajahnya menjadi sedikit memerah karena sadar telah diperhatikan.


...****************...


"Jadi begitu, ya … "


Setelah beberapa waktu menjelaskan banyak hal pada Olivia, Noelle akhirnya selesai menceritakan hampir semua yang ia rahasiakan selama ini.


Disebut 'hampir semuanya' karena Noelle berhati-hati untuk tidak menceritakan bagian-bagian yang sedikit sensitif yang mungkin akan mengguncang mental Olivia. Ia juga tidak menceritakan tentang percobaan yang ia lakukan pada Glantz.


Sebagai gantinya, ia menjelaskan tentang kejadian aneh yang baru saja ia alami saat ia tertidur.


Cangkir kopi dan piring yang tadinya penuh dengan biskuit kini sudah kosong, dan Olivia dalam diam membuatnya di dapur kamar sambil mendengarkan cerita Noelle dengan sepenuh hati.


Usai Noelle menjelaskan semuanya, Olivia mengangguk beberapa kali dan mulai membuat ilustrasi kasar di buku catatan tentang apa saja yang terjadi selama ini.


"Rahasia Noelle jauh lebih banyak dari yang kupikirkan … "


Olivia dengan dahi yang sedikit berkedut melihat ke arah buku catatannya yang sudah hampir penuh hanya untuk mencatat semua penjelasan Noelle.


Kehabisan lembaran kertas bukanlah masalah untuk keadaan ekonomi mereka saat ini, dan mereka juga memiliki banyak persediaan kertas yang siap untuk digunakan kapan saja jika mereka membutuhkannya.


Tapi, tetap saja Olivia mau tak mau langsung dibuat pusing dengan banyaknya informasi yang dimuntahkan Noelle dalam waktu singkat.


"Jadi, singkatnya … Tentang kejadian pemberontakan kemarin, Noelle sudah mengetahui rencana Ketua guild untuk melakukan itu karena Noelle menyelinap ke manisonnya, ya? "


"Mhmm, itu benar."


"Tapi … Kenapa Noelle tidak memberitahu Tuan Earl tentang itu? Bukannya itu akan menjadi lebih mudah jika Noelle memberikan informasi itu pada Earl? "


Tentu saja Noelle juga memikirkan itu, tapi semua kejadian dan takdir itu berjalan dengan cara yang aneh sehingga ia tak memiliki kesempatan untuk melakukannya.


Ia hanya mampu tersenyum kecut sambil menyesap kopi panas yang baru saja diseduh oleh Olivia.


Ia tidak mau mengakuinya, tapi terjadinya pemberontakan yang dilakukan oleh Terneth itu juga bagian dari salah Noelle. Jika saja Noelle memberitahu Earl tentang itu lebih cepat, maka semua kejadian itu dapat diminimalisir. Atau setidaknya itu adalah satu dari sekian banyak yang mungkin akan terjadi.


Kemungkinan terburuk dari 'pemilihan rute' itu yang dapat dipikirkan Olivia saat ini adalah, Terneth mungkin akan memberontak dan mengamuk saat menjalani pemeriksaan. Yang artinya, itu akan membawa bencana yang lebih besar dari pemberontakan yang sebelumnya.


Olivia menggelengkan kepalanya untuk menghapus kesimpulan yang gegabah itu. Bagaimanapun, itu hnya satu dari sekian banyak kesimpulan yang telah ia buat tentang pemberontakan yang dilakukan Terneth.


Meskipun begitu, tak ada satu pun yang berakhir dengan menguntungkan dirinya dan Noelle selain tetap menyembunyikan informasi ini dari semua orang.


Ada juga tentang praktek nekromansi, Olivia tidak begitu tertarik dengan praktek undead, tapi sama seperti Noelle, ia suka mengumpulkan banyak informasi baru sehingga ia dengan senang hati menerima semua pengetahuan yang dimiliki Terneth tentang praktek itu.


Meskipun, itu bukan berarti ia akan berani mencobanya.


"Tapi … Dalangnya ada dua orang, 'kan? Yang pertama adalah Ketua guild, dan yang satu lagi adalah pria yang tidak dikenal … Apa Noelle masih belum menemukan informasi tentang orang itu? "


Olivia bertanya pada Noelle dengan penasaran yang akhirnya hanya dijawab dengan gelengan kepala.


Menjengkelkan memang mengakuinya, tapi mereka telah membiarkan semua pelaku kekacauan ini melarikan diri dari semua orang.


Terneth telah melarikan diri saat mereka sibuk menenangkan Charlotte yang sedang mengamuk, dan pelaku yang satu lagi memang tidak pernah muncul sejak awal.


Selain mereka, ada juga tentang Harold yang memang sengaja dibiarkan hidup oleh Noelle. Olivia awalnya bingung dengan itu, tapi ia langsung mengerti begitu Noelle mengatakan 'demi informasi'.


Harold muncul karena panggilan dari Terneth, tapi mereka masih belum mengetahui dengan jelas alasannya memanggil orang itu. Yang Noelle miliki saat ini hanyalah bukti surat pemanggilan yang ditanda tangani langsung oleh Terneth.


Olivia ragu kalau ini terkait dengan urusan politik, begitu juga dengan Noelle. Alasan mereka tidak pernah memasukkan unsur politik ke dalam kesimpulan mereka tentu saja karena Terneth sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda keinginan akan menguasai sesuatu.


Lebih tepatnya, Noelle dan Olivia menduga kalau Terneth melakukan pemberontakan dengan alasan yang tidak jelas seperti 'pembalasan' atau sesuatu. Atau, bisa jadi kalau ia sebenarnya hanyalah boneka yang dikendalikan dari belakang layar oleh orang lain, dan pria yang Noelle temukan sedang bersamanya saat itu adalah orang yang menghubungkan antara sang manipulator dengan Terneth yang menjadi marionette.


"Selain itu … Tentang Harold, apa dia memang terkait dengan asal-usul Chloe? "


"Seharusnya itu benar, tapi … Aku masih belum menjamin itu sepenuhnya karena Harold sendiri tampaknya memiliki masalah dengan ingatan."


Setelah Noelle memikirkannya, ada kesamaan antara dirinya dengan Harold. Mereka berdua sama-sama memiliki suatu mimpi atau kejadian penting yang terjadi dalam tidur mereka. Namun, mereka berdua sama sekali tak mengingatnya saat bangun.


Olivia juga sudah memikirkannya, dan hasilnya ia juga menduga kalau Harold ada hubungannya dengan Chloe. Melihat bagaimana Harold bahkan menggunakan tubuhnya sendiri untuk melindungi Chloe sudah cukup untuk membentuk suatu kesimpulan di pikiran Olivia.


Meskipun begitu, ia tak tahu berapa persentase benarnya. Saat ini, ia tak bisa gegabah dalam mengambil suatu kesimpulan. Jika ada satu kesimpulannya yang salah, maka itu akan menghasilkan butterfly effect yang cukup memusingkan.


Olivia menggelengkan kepalanya guna mengalihkan pemikirannya dari permasalahan Harold dan Chloe. Ia mengambil satu biskuit dari piring dan menggigitnya secara perlahan.


" … Memikirkan tentang mereka akan memakan waktu yang sangat lama karena kurangnya informasi, tapi … Untuk saat ini, kita seharusnya aman karena Noelle sudah mengubah orang bernama Harold itu menjadi vampir … "


"Seharusnya … Tapi, jangan terlamu gegabah untuk bertindak di masa depan, kita masih belum tahu apakah dominasi darah akan berpengaruh kuat padanya."


Olivia mengangguk, menyetujui peringatan yang diberikan Noelle.


Karena Noelle sudah mengubah Harold menjadi vampir, ia seharusnya bisa mengendalikan orang itu sepenuhnya tanpa mendapat perlawanan, tapi Harold adalah orang yang kekuatannya masih misterius bagi Noelle, jadi ia harus tetap berhati-hati jika bertindak di sekitarnya.


Ia tidak tahu kapan pedang tajam yang ia dapatkan itu akan berbalik untuk melawannya. Harold seperti pedang bermata dua bagi orang yang memilikinya, itu cukup sulit untuk dikendalikan sehingga Noelle tak akan membiarkan siapa pun selain dirinya mendekati orang itu.


Memikirkan itu semua dengan serius membuat Noelle sedikit lelah. Ia menghela napas dan membuka lembar yang baru ia buat di catatannya.


Di sana ada ilustrasi kasar sebuah zirah lengkap dengan enam sayap di punggungnya, serta dua perisai besar mengambang di sekitar area pinggangnya.


Tidak salah lagi, itu adalah sosok malaikat dengan nama Metatron yang dikirimkan Anastasia sebagai bala bantuan kemarin.


Olivia yang melihat ilustrasi itu mau tak mau bertanya pada Noelle.


"Apa Noelle juga menyelidiki tentang malaikat? "


"Begitulah. Setelah aku memikirkannya, nama malaikat itu … Mirip dengan nama malaikat agung tertinggi, Seraphim Metatron. Itu membuatku penasaran, apa nama malaikat di sini sama dengan malaikat yang ada di kisah keagamaan di bumi? Jika memang begitu, apa itu memang suatu kebetulan, atau … "


Olivia memiringkan kepalanya dan berusaha mencerna semua informasi yang dilontarkan oleh Noelle. Tak perlu memakan waktu lama baginya untuk memahami semua itu.


Ada terlalu banyak kesamaan dalam sistem derajat di dunia para dewa. Dalam kisah yang ia ketahui dari bumi, Metatron adalah nama malaikat agung dengan julukan 'yang tertinggi di antara para malaikat'.


"Sejak awal, nama malaikat Metatron tidak begitu terkenal dalam kisah keagamaan. Beberapa kitab sekte agama Abrahamik dan Yahudi bahkan tidak mengakui keberadaannya. Jika itu tentang malaikat, maka yang paling terkenal adalah [7 Malaikat Agung], 'kan? "


Olivia mengangguk dengan serius sebagai tanggapan.


Mereka berdua bukanlah tipe orang yang begitu taat beragama dan juga tidak begitu mempercayai keberadaan Tuhan, tapi mereka memiliki cukup banyak pengetahuan tentang agama-agama yang ada di bumi dulu.


Olivia membuat gambaran kasar tentang malaikat yang ia ketahui berdasarkan ciri-ciri yang dijelaskan di beberapa kitab agama ke dalam buku catatan Noelle.


Sambil membuat sketsa kasar tentang itu, ia juga memberikan pemikirannya sendiri pada Noelle.


"Tapi … Jika itu tentang [7 Malaikat Agung], nama-nama mereka berbeda tergantung pada agama dan sektenya, 'kan? Jika begitu, ada terlalu banyak nama untuk menyimpulkan malaikat mana saja yang menjadi bawahan Anastasia."


Di semua agama yang dianut pastilah ada keberadaan yang disebut sebagai '7 Malaikat Agung', dan dari semua nama Malaikat Agung yang ada, hanya ada tiga yang selalu disebutkan dalam kisah malaikat di berbagai sekte agama. Mereka adalah malaikat Gabriel, Mikhael, dan Rafael.


Seharusnya ada tujuh yang disebutkan. Namun, hanya nama tiga malaikat itu yang selalu muncul, sedangkan empat lainnya berbeda-beda tergantung pada agamanya.


Noelle mengangguk dengan serius sambil melihat ke ilustrasi yang dibuat Olivia.


"Itu benar. Nama-nama Malaikat Agung itu selalu berbeda di setiap agama. Entah itu agama Islam, Kristen, Yahudi, atau bahkan Majusi. Semuanya memiliki gambaran yang berbeda terkait keberadaan para 'Malaikat Agung'. Meskipun begitu … Keberadaan para 'Malaikat Agung' selalu terkait dengan agama Abrahamik, ya … Kita bahkan tidak begitu mengenal kondisi keagamaan di dunia ini, jadi kita tidak bisa begitu saja mengambil suatu kesimpulan berdasarkan kepercayaan lama … "


"Nn."


Dalam naskah-naskah suci agama Majusi, ada enam sosok yang disebut sebagai [Enam Amesya Spenta Agung dari Ahura Mazda].


Mereka berdua tidak begitu tahu apakah dasar kepercayaan agama di dunia ini sama seperti di bumi, atau berbeda. Namun, melihat sosok dewa yang benar-benar nyata dan pernah menyelamatkan umat manusia dari bencana yang terjadi 700 tahun yang lalu, mereka berdua tentunya berpikir kalau dasar kepercayaan agama di dunia ini didasari akan keberadaan Dewi Anastasia yang telah menyelamatkan mereka.


Tak lama kemudian, Olivia selesai menggambar dan menunjukkannya pada Noelle. Gambar yang dibuat Olivia menampilkan dua sosok humanoid dengan jumlah sayap yang sama, yaitu enam.


Gambar yang di sebelah kiri adalah ilustrasi Seraphim yang dibuat berdasarkan ciri-ciri yang mereka ketahui dari bumi, dan gambar yang di sebelah kanan adalah wujud Seraphim yang mereka lihat langsung dua hari yang lalu.


Keduanya memiliki wujud yang sama, yaitu humanoid. Yang membedakannya hanyalah, Seraphim dari dunia ini sepenuhnya terdiri dari zirah kosong. Mereka berdua tidak tahu apakah zirah itu benar-benar kosong atau tidak, semua dibuat berdasarkan asumsi sendiri.


Noelle mengangguk begitu ia melihat semua detail gambar itu.


"Enam sayap … Dua sayap digunakan untuk menutupi kaki, dua sayap digunakan untuk menutupi wajah, dan dua sayap lagi untuk melayang atau terbang … Gambarannya benar-benar berbeda dengan Seraphim di dunia ini yang mengabaikan semua ciri-ciri itu."


"Nn, tapi secara keseluruhan, mereka sama," jawab Olivia.


Mereka berdua terdiam sejenak sambil memikirkan semua informasi yang sudah terkumpul hingga saat ini.


" … Kurasa akan memakan waktu yang sedikit lebih lama untuk mencapai kesimpulan, dan kita masih punya banyak kode yang harus dipecahkan," ucap Noelle sambil melirik tumpukan kertas yang ada di meja dan lantai.


Itu semua adalah kertas yang ia curi dari labolatorium bawah tanah mansion Terneth. Semuanya berisi kode yang tak ia mengerti. Alasan ia mengabaikan semua itu hingga saat ini adalah karena ia tak memiliki waktu untuk menguraikannya.


"Nn … "


Mereka berdua mengangguk setuju sambil tersenyum. Dengan begitu, usaha keras untuk menguraikan semua kode itu telah dimulai.


Hingga pada tengah malam, mereka masih belum mampu menguraikan semua kode yang ada. Meskipun begitu, ada beberapa kode yang sudah mereka pecahkan dan temukan artinya.


Itu semua begitu menguras tenaga, tapi itu tidak sia-sia. Mereka mendapatkan banyak informasi baru.


"Kalau begitu, selamat malam."


Olivia tersenyum padanya dan mulai menutup mata saat selimut mulai menutupi seluruh tubuhnya.


Setelah semua itu, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak dan melanjutkan penelitiannya pada pagi hari.


" … Malam," jawab Noelle.


Dengan itu, kesadaran keduanya menghilang sepenuhnya bersamaan dengan hembusan napas mereka yang lembut.


Saat mereka bangun, ada seorang gadis kecil tak dikenal yang tertidur tepat di tengah mereka...


Sementara Noelle dan Olivia yang belum sepenuhnya bangun hanya bisa menatap anak itu dengan bingung.


" ……… Siapa dia? "


...****************...