[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 237: Contract (1)



...****************...


Setelah Noelle menyelesaikan percakapan singkatnya dengan seorang agen dari kepolisian, dia segera kembali ke apartemen tempatnya tinggal, lalu memeriksa kamar Felice.


Noelle mengetuk pintunya beberapa kaki, tapi tidak ada respon. Itu artinya, Felice sudah lebih dulu pergi.


"Apa dia memang selalu berangkat lebih awal dari jadwal? "


Memeriksa jam sakunya sejenak, Noelle kemudian menghela napas. Mau tak mau, dia langsung pergi ke bar Nautica tempatnya dan Felice bekerja.


Biar pun shift kerjanya masih cukup lama, Noelle berniat datang lebih dulu untuk bertanya tentang pengajuan dana.


Bagian pertama dari rencananya adalah mendapatkan dana bantuan dari atasan. Setelah dia mendapatkan itu, dia bisa mulai merekrut beberapa orang untuk menjadi informan.


Asalkan ia mendapatkan dana bantuan, maka sisanya akan sangat mudah.


Setelah berjalan santai selama beberapa menit, Noelle akhirnya sampai di tempat tujuannya.


Seperti yang sudah ia duga, bar itu masih tutup, tapi pintunya tidak terkunci, dan Noelle bisa langsung masuk ke dalam.


Di sana, ada Felice yang sedang membersihkan meja pelanggan.


"Ahh, Noah! Kamu akhirnya datang! "


"Kamu mencariku? "


Noelle melepas mantelnya dan bertanya pada Felice dengan lembut. Felice pun mundur beberapa langkah dn menundukkan kepalanya sedikit dengan malu-malu.


"T-tidak begitu. Aku mengetuk pintu kamarmu tadi, tapi kamu tidak ada. Jadi … Kupikir kamu ada di sini, tapi ternyata tidak ada juga. A-aku ingin membahas tentang rencana kita untuk menyelesaikan misi yang Kapten berikan."


Noelle tetap memajang senyumnya, kemudian berbalik dan berjalan menuju ruangan khusus pegawai.


"Jangan khawatir tentang itu. Aku sudah membuat susunan rencananya. Setelah ini semua selesai, kita tidak perlu melakukan apa-apa selain diam menunggu."


Kata-katanya itu setengah benar dan setengah bohong. Memang benar kalau dia dan Felice tidak perlu melakukan apa pun setelah rencana yang Noelle buat berjalan. Namun, Noelle bukanlah tipe yang bisa tetap diam sementara rencananya tetap berjalan.


Sifatnya yang terlalu hati-hati itu membuatnya selalu bergerak untuk memastikan apakah semuanya berjalan dengn lancar atau tidak. Selain itu, dia juga punya rencana untuk mencari informasi sendiri.


Pada dasarnya tidak mungkin dia akan terlalu mengandalkan Bounty Hunter yang dia sewa. Ada kemungkinan kalau mereka adalah agen ganda, dan itu akan berakibat fatal pada rencana Noelle.


Paling tidak, Noelle harus membuat dua atau tiga rencana cadangan yang bisa digunakan ketika situasi tidak terduga itu terjadi.


Selain itu, jangkauan pencarian informasi para Bounty Hunter tidak akan mencakup semua tempat. Karena itu, Noelle masih harus bergerak sendiri sampai tahap tertentu untuk mengisi bagian yang kosong.


Satu-satunya hal yang benar dari kata-katanya sebelumnya, adalah kenyataan bahwa Felice tidak perlu melakukan apa pun.


"Tunggu, apa itu artinya … Aku tidak perlu bekerja? "


"Ya," jawab Noelle singkat sambil masuk ke ruang pegawai.


Noelle menutup pintunya dan meletakkan mantelnya yang sudah dilipat ke dalam loker, lalu melepas kemeja abu-abu yang ia pakai sejak masih di apartemen.


Namun, pada saat ia melakukan itu, pintu yang menghubungkan ruang pegawai dengan ruang utama tiba-tiba terbanting dan terbuka dengan keras.


Felice muncul dari sana dengan ekspresi panik.


"T-tunggu, Noah! Jangan buang aku! Aku masih mau bekerja! "


Dia meneriakkan itu sambil mengabaikan kenyataan bahwa Noah yang ada di hadapannya sedang berganti pakaian.


Felice adalah gadis dewasa dengan nol pengalaman menghadapi laki-laki, jadi tentu saja dia akan malu dengan itu. Meskipun begitu, dia menghiraukan rasa malunya, dan menatap Noelle dengan panik.


"Jangan khawatir, bayarannya akan tetap kita terima."


"Bukan itu maksudku! "


( … Bukankah bagus kalau dia tidak perlu bekerja? )


Tentu saja Noelle akan berpikir begitu. Tidak perlu melakukan apa pun, dan semua masalah akan selesai dengan sendirinya. Itu adalah hal yang luar biasa.


Pemikiran 'untuk mencapai sesuatu dengan cara sesingkat-singkatnya, namun menghindari cara instan', telah ditanamkan ke kepalanya sejak dia masih menjadi Canaria Izaya. Karena itulah, Noelle tidak begitu memahami orang yang benar-benar ingin bekerja hanya untuk mencapai suatu hasil yang sederhana.


Dalam benaknya, dia menganggap kalau Felice adalah sosok workaholic yang tidak akan bisa hidup jika tidak bekerja.


Noelle tidak begitu memahaminya, tapi dia juga tidak mau menghabiskan lebih banyak waktu dalam kondisi ini.


"Baiklah, baiklah. Kamu akan ikut denganku dalam beberapa penyelidikan. Kamu akan tetap bekerja. Apa kamu mengerti? "


Noelle tidak ingin ini menjadi masalah yang panjang, jadi dia dengan cept mengakhirinya dengan cara menerima permintaan Felice.


Seperti yang sudah ia duga, ekspresi Felice dengan cepat berubah menjadi lega, sebelum akhirnya dia berlari dengan panik karena menghindari Noelle.


Noelle masih belum memakai pakaiannya, jadi wajar bagi Felice untuk bertindak seperti itu.


"Yahh, kurasa tidak ada pilihan lain," ucap Noelle sambil mengangkat bahunya.


...****************...


Pada saat shift kerjanya sudah dimulai, Noelle mengambil kesempatan untuk bertanya.


"Elis, apa aku bisa mendapatkan pinjaman dana untuk misi ini? "


Felice yang sebelumnya sedang duduk dan membaca majalah yang baru terbit tiba-tiba mengangkat kepalanya.


"Tentu saja kamu bisa. Semua biaya yang dikeluarkan untuk misi ini sepenuhnya akan ditanggung oleh pihak perbendaharaan gereja. Kamu hanya perlu membuat surat pengajuan, menerima tanda tangan dari Kapten, dan menyerahkannya pada Nyonya Mona."


Mona yang baru saja Felice sebutkan adalah seorang wanita berusia 34 tahun. Dia sudah bergabung dengan cabang ini selama enam tahun, dan bisa dibilang, dia adalah anggota paling senior ke-tiga setelah Dolf dan Tian.


Karena pengetahuan dan pengalamannya yang sudah cukup banyak, Mona diberikan kepercayaan untuk menjadi bendahara di cabang ini, dan mengurus semua persoalan keuangan yang ada di sini.


Setelah menyimak apa yang dijelaskan Felice, Noelle dengan cepat memahami cara kerja sistem pengajuan dana di sini.


Secara garis besar, cara kerjanya tidak terlalu beda dengan yang ia ketahui. Dia harus membuat surat pengajuan dana dengan alasan yang tepat, lalu menerima tanda tangan dari pemimpin di suatu kelompok atau organisasi, sebelum akhirnya bisa mengajukan itu pada bendahara.


Setelah bendahara menyetujui, barulah peminta akan menerima dana sesuai dengan jumlah yang ia minta sebelumnya.


(Aku harus memperkirakan jumlah pengeluarannya sendiri, ya … Berapa yang harus kuminta? Dua ratus lima puluh Lunar? )


250 Lunar setara dengan 25 koin emas di Kerajaan. Itu adalah jumah yang cukup besar, tapi entah mengapa Noelle merasa kalau jumlah itu masih kurang untuk mendapatkan informan luar.


(Kurasa aku memang harus memperkirakannya sendiri … )


Noelle menghela napas pasrah, dan kembali fokus ada pekerjaannya saat dering bel dari pintu muncul.


Di sana, datanglah seseorang yang menjadi pelanggan pertama Noelle hari ini.


...****************...


"Noah, aku akan menggantikanmu, jadi istirahatlah dulu."


Setelah waktu menunjuk tepat pada tengah hari, Noelle yang sedang melayani salah satu pelanggan tiba-tiba mendapat panggilan dari Felice.


"Tapi … Ini jam sibuk, apa kamu baik-baik saja? "


Saat ini, tidak ada pegawai lain selain mereka berdua, jadi wajar bagi Noelle untuk merasa khawatir.


Tengah hari adalah saat di mana aktifitas di bar menjadi sangat sibuk. Itu karena akan ada banyak pelanggan yang datang dari semua tempat, seperti universitas lokal, dan para pekerja yang sedang beristirahat.


Noelle memang sudah menyelesaikan beberapa pesanan, tapi masih banyak pesanan yang harus dipenuhi.


Felice menanggapinya dengan tersenyum lembut sambil mengangkat nampan berisi beberapa cangkir kristal yang indah.


"Tolong jangan khawatir. Ini adalah jam istirahatmu, jadi nikmatilah itu. Ahh, tapi tolong segeralah kembali setelah sepuluh menit, karena aku tidak mungkin bisa menangani mereka semua."


" … Baiklah."


Meskipun Noelle sedikit keberatan, dia tetap melakukan apa yang Felice katakan.


Lagi pula, dia memiliki urusan lain yang harus segera diselesaikan dalam waktu istirahat ini. Namun—


"Tunggu, Kapten sedang tidak ada, jadi … Siapa yang akan menandatanganinya? "


—Masalah membingungkan lainnya muncul.


Noelle berniat menyelesaikan surat pengajuan dana di hari ini juga, tapi tidak ada siapa pun yang bisa menandatangani itu. Jika dia tidak mendapatkan tanda tangan dari Dolf, maka permintaan bantuan dana tidak akan diberikan, dan rencana Noelle tidak akan bisa berjalan.


"Apa kau butuh sesuatu? "


Noelle yang sedang kebingungan itu langsung dikejutkan dengan keberadaan Tian yang muncul secara tiba-tiba.


Tentu saja, Noelle lagi-lagi nyaris menarik keluar senjatanya dan menyerang Tian, tapi dia segera menahan diri agar tidak melakukan sesuatu yang berbahaya seperti itu.


Kebiasaan Tian yang suka muncul secara tiba-tiba benar-benar tidak cocok dengan Noelle yang memiliki refleks mengerikan. Jika saja Noelle tidak menahan diri, maka beberapa pedang pasti sudah menancap di tubuh tua itu sekarang.


"Tian … Jangan tiba-tiba muncul seperti itu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku tidak bisa menahan diri."


"Maaf, kebiasaan lama memang sulit untuk dihilangkan," ucap Tian sambil tersenyum masam.


Tian kemudian melipat mantelnya dengan rapih, dan kembali menatap Noelle.


"Apa yang sedang kau pikirkan? "


"Itu … Aku berniat mengajukan surat pinjaman dana untuk menyelesaikan misi yang diberikan Kapten, tapi … Kapten pasti tidak bisa menanganinya sekarang … "


Sesuai dengan yang dibahas pada rapat kemarin, Dolf saat ini sedang bekerja di lingkungan gereja, dan meminta waktunya untuk menandatangani satu dokumen sangatlah tidak mungkin karena dia sangat sibuk.


"Tentang itu, kau bisa menyerahkannya padaku."


"Apa itu tidak masalah? "


Tian mengangguk sambil menyisir rambutnya yang terlihat sedikit berantakan. "Saat Dolf tidak ada, aku adalah pemegang otoritas terbesar di sini, jadi kau bisa menggunakan tanda tanganku untuk mengurus dokumennya. Ahh, sebagai catatan, ini hanya berlaku saat Dolf tidak ada, atau sedang sibuk menjalankan tugas."


"Benarkah itu? "


"Tentu saja. Apa kau sudah membuat lembar pengajuannya? kalau belum, sebaiknya kau membuatnya dengan cepat karena aku hanya berasa di sini sebentar."


Noelle dengan mudah menyembunyikan ekspresi senangnya dan mengangguk. Dia dengan cepat menarik kursi dan mengeluarkan selembar kertas dan pulpen sari gudang spasialnya.


(Aku harap aku belum melupakan cara membuat surat pengajuan … )


Noelle hanya pernah membuatnya beberapa kali di masa lalu, dan itu juga bukanlah keahliannya. Tapi, mengingat standar dunia ini, seharusnya tidak masalah untuk membuatnya sedikit berantakan.


...****************...


Hanya butuh sepuluh menit bagi Noelle untuk menyelesaikan surat pengajuan dananya. Sekarang, dia hanya perlu mendapatkan tanda tangan persetujuan dari Tian.


Jam istirahatnya sudah selesai, tapi Noelle belum kembali ke konter untuk membantu Felice, melainkan mencari Tian untuk meminta tanda tangannya.


Tian sedang ada di dapur, tampak tidak terlalu sibuk setelah menyelesaikan semua pekerjaannya.


"Tian, aku sudah menyelesaikan suratnya. Apa kau bisa tanda tangan si sini? "


"Hmm? Biar kulihat."


Setelah membersihkan tangannya, Tian mengambil kertas itu dari Noelle, dan mulai membacanya.


Tidak banyak yang terlampir. Semua yang Noelle tulis adalah salam penghormatan dan perkiraan berapa banyak yang dia butuhkan.


"Dua ratus lima puluh Lunar, ya? Seharusnya itu bukan masalah."


Mengambil pulpen dari sakunya, Tian dengan cepat menandatangani surat itu, dan mengembalikannya pada Noelle.


"Tulisanmu bagus, dan kau membuatnya dengan sangat terperinci. Mungkin aku akan merekomendasikanmu menjadi sekretaris nanti," ucap Tian sambil tertawa kecil.


(Tolong jangan.)


...****************...


Sore hari.


Karena misi yang harus terus dijalankan, bar terpaksa tutup lebih awal.


Noelle dan Felice yang sudah selesai membersihkan bar kemudian keluar dari sana, mengunci pintu, dan berjalan bersama menuju tempat tujuan pertama mereka.


Dana yang diberikan dari bendahara sudah ada di tangannya, jadi Noelle bisa memulai semua rencananya dari malam ini.


"Apa mereka benar-benar akan ada di sana? Aku belum pernah bertemu Bounty Hunter sebelumnya, jadi aku tidak tahu."


Felice terang-terangan menunjukkan keraguannya terhadap alamat yang Noelle dapatkan dari wanita agen itu.


"Yahh, kurasa kamu bisa tenang. Dalam situasi seperti ini, tidak ada untungnya bagi dia untuk menipuku dengan informasi palsu."


Wanita agen yaang membantu Noelle memiliki tugas untuk mengawasinya, dan mengajaknya bekerja sama dalam kasus ini. Tidak mungkin dia akan menipu Noelle dengan informasi palsu.


"Daripada mengkhawatirkan itu … Elis, setelah kita sampai, bisakah kamu menunggu dari jarak yang cukup jauh? Aku akan menyamar, jadi akan sulit kalau ada orang yang melihat kita bersama."


Noelle tidak ingin menggunakan identitasnya sebagai Noah Ashrain untuk membuat permintaan. Mau bagaimana pun, nama dan wajahnya kemungkinan besar telah tersebar di antara para anggota Swallow Life Order yang bersembunyi.


Jika dia terang-terangan membuat permintaan pencarian informasi tentang Feran Cerces dengan menggunakan namanya sendiri, maka akan ada banyak kemungkinan bahwa Feran akan melarikan diri.


Karena itulah, menggunakan identitas asing yang tidak seorang pun mengetahuinya akan lebih efektif.


"Eh? B-baiklah! "


Felice ingin membantu, tapi dia tidak memiliki kemampuan yang cocok untuk tugas penyamaran. Jadi, dia hanya bisa menunggu di sini sampai Noelle selesai.


"Kalau terjadi sesuatu, jangan ragu memanggilku! Aku memiliki banyak kekuatan yang bisa membantu berkat kontrakku dengan Dewa Kemurnian! "


" … Aku akan bertanya tentang itu nanti. Untuk sekarang … "


Tanpa disadari siapa pun, keduanya sudah hampir sampai di tempat tujuan.


"Tunggu di sini. Aku akan segera kembali."


Noelle segera berlari menuju lorong yang gelap dan jauh dari pengamatan publik. Di sana, tubuhnya seketika ditutupi gumpalan asap hitam yang aneh.


Tak hanya pakaiannya, kali ini wajah dan proporsi tubuhnya juga ikut berubah.


Rambut berwarna rami yang cerah, wajah tampan dengan tampilan dingin disertai mata biru gelap yang tak berperasaan, tubuh yang tingginya kemungkinan mencapai 190 sentimeter, dan otot tubuh yang terbentuk dengan sempurna.


Dia memakai mantel parit berwarna hitam dengan beberapa garis vertikal biru gelap yang dipisahkan dalam jarak tertentu. Di balik mantel parit itu, ada sebuah kemeja putih yang kancing bagian atasnya dibiarkan terbuka, dihiasi dengan dasi pita silang berwarna hitam bergaris putih sederhana di bawah kerahnya.


Melapisi kemeja, dan tepat di bawah mantelnya, ada sebuah rompi kain sederhana berwarna hitam polos.


Noelle melihat penampilannya sendiri di cermin kecil, lalu mau tak mau tersenyum saat melihatnya.


Ini adalah penampilan yang benar-benar asing, dan dia tidak pernah melihatnya sebelumnya.


Rambut rami cerahnya disisir ke atas dengan kasar menggunakan tangan, membuat beberapa helai rambut jatuh dan menutupi sekitar pelipis dan dahinya. Ini model yang serupa dengan penampilannya saat masih menjadi Izaya.


"Sekarang … "


Noelle dengan senyum percaya diri yang terlihat arogan itu berjalan dengan tenang. Setiap langkahnya menghasilkan suara gemerincing karena sepatu botnya memiliki beberapa aksesoris logam menggantung.


Bangunan yang menjadi tujuan Noelle adalah sebuah bar. Namun, yang membedakan bar ini dengan bar lainnya, adalah kenyataan bahwa ini memiliki fungsi yang hampir mirip dengan guild.


Di sinilah para Bounty Hunter berkumpul dan mencari permintaan.


Noelle tanpa mengatakan apa pun langsung masuk ke dalam, dan segera disambut dengan keributan yang hampir membuatnya tuli.


Suara teriakan semangat dari para Bounty Hunter di sini membuatnya merasa tidak nyaman, tapi Noelle tidak memiliki pilihan lain selain maju.


Menurut informasi tambahan yang diberikan agen itu padanya, jika dia ingin membuat permintaan, maka dia hanya perlu mendatangi konter bar dan memesan sebuah minuman, lalu katakan permintaan dan bayarannya.


Bagian dalam bar ini sangat ribut, dan Noelle menjadi kesulitan mendekati konter bar karena sesekali akan ada orang yang menghalangi jalannya karena mabuk.


Hingga akhirnya, salah satu pemabuk itu terjatuh dan menabrak Noelle.


Meskipun dia menabrak Noelle dengan keras, Noelle sama sekali tidak bergerak. Dia masih diam di tempatnya, sedangkan pemabuk yang sebelumnya itu kembali memantul hingga menghancurkan meja dengan punggungnya.


Biar pun tempat itu ribut, suara dari hancurnya sebuah meja tetaplah sangat menonjol. Pada akhirnya, perhatian semua orang mulai beralih pada Noelle dan pemabuk itu.


Beberapa dari mereka mulai bersemangat seolah menantikan perkelahian, sedangkan beberapa lainnya hanya diam tanpa tanda akan melakukan apa pun.


Tak lama kemudian, pemabuk yang menabrak Noelle sebelumnya akhirnya bangun. Dia berdiri dan memandang Noelle dengan kesal.


"Brengsek, apa kau mengajak bertengkar?! "


" ……… "


Noelle sudah menduga ini akan terjadi. Karena itulah dia benci suasana bar di waktu sore menjelang malam.


"Bajingan itu membuat keributan lagi, ya? "


"Minggu ini, sudah berapa kali dia bertengkar? "


"Entahlah, tapi itu sudah cukup banyak. Aku tidak tahu kenapa dia masih diizinkan di sini."


Berkat pendengarannya yang dipertajam, Noelle bisa mendengar semua bisikan orang di sekitarnya. Dengan cepat, dia mulai memahami apa yang terjadi.


Dia benar-benar sial karena harus bertemu dengan pembuat onar di waktu seperti ini.


" … Menyingkir." Noelle berbicara dengan suara rendah, namun mengandung intimidasi yang kuat.


Intimidasi itu sudah cukup untuk membuat beberapa orang terdiam, tapi beberapa lainnya justru menjadi bersemangat.


Pemabuk yang berdiri di hadapannya, termasuk dalam golongan orang-orang yang menjadi semakin bersemangat.


Dia menyeringai lebar, dan menatap Noelle dari atas dengan pandangan merendahkan.


Pemabuk itu tingginya sekitar dua meter. Hanya beberapa senti lebih tinggi dari Noelle, tapi berkat itu dia menjadi lebih percaya diri.


Sayangnya, ukuran yang lebih besar tidak berarti lebih baik.


"Aku akan membuat rekor baru! Tiga puluh pertarungan dalam satu minggu! Menyingkir kau bajingan kecil! "


Dengan ukuran tubuhnya yang lebih besar, pria itu mundur sampai ke ujung ruangan, lalu berlari maju ke arah Noelle. Gerakan tanpa kuda-kuda itu adalah tanda bahwa dia hanya ingin menabrak Noelle tanpa serangan tambahan apa pun.


Lantai bergetar seiring dengan langkah yang pria itu ambil. Namun, Noelle bahkan tidak bergerak dari posisinya.


Pria itu terus berlari untuk menutup jarak. Namun, tepat sebelum dia menabrak Noelle, tubuhnya telah berputar terbalik di udara.


Kedua kaki Noelle hanya sedikit ditekuk, sedangkan kedua tangannya dalam posisi menyilang karena setelah melempar tubuh pria itu.


Yang baru saja ia lakukan itu adalah gerakan sederhana untuk melempar lawan. Sebelum lawan mencapai dirinya, Noelle telah memajukan tangan kanannya ke depan, dan menyentuh bahu kiri pria itu, lalu mendorongnya ke bawah sedikit untuk mengubah posisi penyerang, sebelum akhirnya menangkap bagian perut kanan dengan tangan kirinya yang bebas.


Posisi yang tidak jelas, tapi sebenarnya itu adalah persiapan yang diperlukan untuk melakukan gerakan 'melempar lawan'.


Dengan posisi itu, Noelle mengerahkan tenaganya dan mendorong kedua tangannya ke arah yang saling berlawanan satu sama lain, sehingga tubuh penyerang yang disentuh oleh tangan itu bergerak sesuai dengan arah dorongannya.


Efek yang dihasilkan dari semua gerakan itu adalah persis seperti yang sudah terjadi.


Tubuh penyerangnya terlempar ke atas dalam keadaan berputar seperti kincir, sebelum akhirnya mendarat di lantai dengan keras.


Hening seketika.


Bantingan itu tidak terlalu keras, dan penyerang yang dalam kondisi mabuk itu jelas masih sadarkan diri.


Meskipun begitu, Noelle tidak peduli, dan lanjut berjalan.


Kakinya dengan santai menginjak tubuh pria itu, sebelum akhirnya sampai di depan meja konter.


"Aku ingin membuat permintaan."


...****************...