[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 238: Contract (2)



...****************...


" … Kau ingin membuat permintaan? Kau seharusnya tahu aturannya."


Meskipun bartender itu terkejut dengan tindakan Noelle yang tiba-tiba, dia tetap profesional dan melayani dengan tenang.


Hal ini justru membuat Noelle lega.


Noelle mengeluarkan dua koin perak kecil dari sakunya, lalu meletakkan itu di atas meja.


"Beri aku apa pun yang menurutmu enak."


"Baiklah, kau menang," ucap bartender itu sambil tersenyum dan mengangkat kedua bahunya.


Mengabaikan suasana aneh di belakang, Noelle dengan tenang duduk dan menunggu minuman yang dipesannya itu selesai.


Beberapa orang masih bergumam mengenai siapa sebenarnya dia, tapi beberapa yang lain hanya melihat dengan takjub pada Noelle.


Noelle sedikit melirik pada pemabuk yang baru saja dia lempar itu, lalu satu sudut bibirnya tanpa sadar terangkat.


Kursi yang dia gunakan untuk duduk itu adalah kursi yang bisa diputar, jadi Noelle dengan ringan memutar posisinya sedikit, dan beralih menatap pemabuk itu dari atas.


"Sekarang situasinya berbalik. Akulah yang melihatmu dari atas."


Si pemabuk itu masih tak berkutik. Dia terus berbaring di lantai meskipun kesadarannya sudah cukup jelas. Insting alaminya membuatnya tidak mampu melakukan apa pun selain berpura-pura pingsan di hadapan Noelle.


Tentu saja, Noelle tahu kalau dia hanya pura-pura.


Setelah menatap pemabuk itu dengan bosan sejenak, Noelle akhirnya menghela napas pasrah dan memutar kembali kursinya.


"Tidak peduli seberapa sering kau bertarung, selama lawanmu hanyalah seorang pecundang, maka kau juga hanya akan menjadi pecundang."


Kata-kata itu keluar tanpa ada maksud khusus dari pembicaranya. Noelle hanya mengucapkan kalimat acak yang pernah diucapkan padanya di masa lalu.


Tak lama kemudian, bartender kembali dan meletakkan sebuah cangkir kristal kecil berisi cairan putih kekuningan yang kental.


Baunya tidak terlalu menyengat, tapi butiran gelembung yang ada di permukaan cairan itu membuat Noelle yakin dengan seberapa besar kandungan alkoholnya.


Noelle tersenyum sejenak, lalu mengeluarkan selembar kertas dari saku mantelnya, dan memberikan itu pada bartender.


Bartender itu dengan cepat membaca semua tulisan yang ada di kertas, lalu segera pergi ke papan pengumuman yang posisinya tak jauh dari konter.


Di atas sebuah perkamen kulit yang tebal, bartender itu dengan ahli menyalin semua poin penting dari kertas yang Noelle berikan.


Konten yang disalin oleh bartender itu mencakup misi apa yang harus diselesaikan, dan biaya sebesar apa yang akan diberikan.


Kebanyakan Bounty Hunter bergerak sendiri, tapi ada juga kelompok yang terdiri dari beberapa Bounty Hunter lainnya.


Satu perwakilan dari masing-masing kelompok, dan setiap individu yang bertarung sendiri di sana mendekati papan pengumuman untuk melihat misi yang sudah diperbarui.


"Mencari informasi … Bayarannya … D-Dua ratus lima puluh Lunar?! "


Untuk seseorang yang tidak pernah memegang uang dalam jumlah besar seumur hidupnya, jumlah itu sudah cukup untuk membuatnya terkejut.


Sejenak, dia mulai membayangkan hidup mewah yang ia dambakan, tapi delusinya itu segera dihancurkan dengan kenyataan yang pahit.


Ada detail lain dalam misi, dan itu ditulis dengan tinta merah sebagai bentuk penekanan.


Itu adalah bagian resiko akan bahaya yang belum diketahui.


Segala jenis kecelakaan yang terjadi dalam misi memang akan ditanggung oleh pemberi misi. Namun, itu hanya berlaku jika pengambil misi masih bertahan hidup.


Jika dia sudah mati, maka tidak akan ada asuransi yang diberikan.


Meskipun mengetahui hal ini, semua orang tampaknya tidak peduli.


Sebagian besar dari para Bounty Hunter ini hanyalah para 'gelandangan' yang hidup berkecukupan, dan mereka membutuhkan uang untuk hidup.


Karena itulah, banyak dari mereka mulai mendaftar ke dalam misi ini tanpa memikirkan resikonya.


Tentu saja, ada banyak yang tidak bergabung karena paham betapa besar resikonya. Kebanyakan dari mereka yang menolak adalah orang-orang yang berpengalaman.


Di keterangan lain, bayarannya akan meningkat jika ada orang yang berhasil membawakan informasi yang berharga.


Tentu saja, dengan asumsi kalau akan banyak informasi berharga yang ditemukan.


Yang mereka incar kali ini adalah seorang wanita bernama Feran Cerces. Hanya nama dan kasus yang melibatkannya yang dicantumkan, sedangkan Noelle bahkan tidak menuliskan apa pun yang terkait dengan Swallow Life Order.


Bahkan meski ada sesuatu yang seharusnya tidak terjadi di sana, Noelle tidak perlu bertanggung jawab karena itu sudah tercantum di kertas permintaannya.


Dalam kertas itu, sudah tercantum bahwa pihak pembuat permintaan tidak akan bertanggung jawab atas resiko besar yang harus dihadapi. Pihak pembuat permintaan hanya akan bertanggung jawab jika ada insiden tertentu.


Noelle sengaja membuat kalimatnya terlihat membingungkan, karena ini adalah bagian dari rencananya untuk 'menjebak' para Bounty Hunter yang mengambil pekerjaan dari permintaannya.


Menjebak tidak dalam artian yang berbahaya, tapi hanya bertujuan untuk menghindari kerugian di pihaknya sendiri.


Noelle diam-diam tersenyum dan kemudian berdiri.


Dia menyisir rambutnya ke atas sejenak, lalu berkata dengan suara tegas, "Informasi apa pun yang kalian temukan, bawakan itu padaku. Jangan khawatir dengan bayaran, karena kalian akan dibayar sesuai dengan seberapa berharganya informasi yang kalian temukan."


Noelle berjalan beberapa langkah ke depan, dan kemudian berhenti seolah dia teringat sesuatu.


"Jangan berpikir untuk menangkap dan membawanya, karena itu tidak mungkin dilakukan. Tentu saja, kalau kalian memang bisa membawanya, jangan ragu untuk melakukan itu."


Senyum arogan terbentuk di wajahnya saat dia terus melangkah menuju pintu keluar. Dia lagi-lagi menginjak tubuh pemabuk yang sebelumnya.


"Kirimkan semua laporan beserta nama kalian ke alamat ini. Aku akan mempertimbangkan hadiahnya setelah melihat laporan kalian."


Mantel Noelle bergerak seolah ada angin kencang yang meniupnya, lalu beberapa lembar kertas dengan tulisan tangan yang indah muncul dengan berterbangan ke seluruh tempat.


Di masing-masing kertas itu, ada sebuah alamat yang di bagian bawahnya juga tercantum sebuah nama.


Grei Noctis.


Noelle menoleh ke belakang, lalu tersenyum.


"Lakukan apa yang bisa kalian lakukan. Aku mungkin tidak akan terlalu kecewa dengan hasilnya."


...****************...


"Aku kembali."


Setelah Noelle menyelesaikan urusannya di bar, dia segera kembali dan menemui Felice yang sedang duduk di bawah pancuran air.


Saat duduk, dia tampak bingung memikirkan sesuatu. Namun, saat Noelle muncul, ekspresinya langsung berubah senang dan dia juga dengan cepat berdiri.


"Noah, kamu cukup lama di sana. Apa yang kamu lakukan? "


Noelle menggeleng. "Aku sudah menyelesaikan semua tugas. Sekarang, kita hanya perlu menunggu sampai informasi yang kita inginkan itu datang."


Noelle tidak berniat memberi tahu Felice tentang tindakannya sebagai seorang Grei Noctis. Itu akan menjadi identitasnya setiap kali ia ingin melakukan sesuatu yang berbahaya.


Bagaimanapun, nama Noah Ashrain harus tetap bersih dari rekam jejak kriminal apa pun.


Tentu saja, Noelle tidak bisa menjaga ini sebagai rahasia untuk waktu yang lama. Keributan yang ia sebabkan di sana cukup besar, dan Felice bisa saja mengetahuinya.


Jika Felice mengetahui keributan itu, dia secara alami akan mengetahui misi yang dibuat oleh seorang pria bernama Grei Noctis. Jika itu terjadi, maka Felice pasti akan mengaitkannya dengan sosok Noah Ashrain.


Untuk mengatasi masalah itu, Noelle sudah membuat beberapa rencana pencegahan yang cukup baik. Jadi, bahkan meski Felice atau semua orang di bar Nautica tahu identitas Noelle sebagai Grei Noctis, itu tidak akan menjadi masalah yang begitu besar.


"Jadi … Sekarang, apa kita hanya perlu mencari informasinya sendiri? "


Atas pertanyaan Felice, Noelle dengan cepat mengangguk sebagai responnya.


"Tidak akan menjadi hal yang baik jika kita terlalu mengandalkan mereka. Karena itulah, kita masih harus bergerak sendiri sampai batas tertentu. Terlebih lagi, informasi yang mereka berikan belum tentu sama dengan apa yang akan kita temukan."


"Kurasa kamu benar. Peran kita sebagai informan hanya berguna untuk memberikan informasi pada yang lain. Kita juga masih harus mengurus bar."


Saat Felice mengatakan itu, ekspresinya berubah menjadi muram. Mungkin, tidak melakukan apa pun di saat semua orang mendapatkan tugas membuatnya merasa tidak nyaman.


"Jangan terlalu khawatir. Kita masih bisa mencari semua informasi itu dengan cara kita sendiri. Yahh, kurasa mengurus bar di waktu seperti ini akan menjadi tugas yang berat."


Semua pegawai pergi ke daerah tertentu untuk melakukan penyelidikan, dan hanya Noelle bersama Felice yang tersedia untuk mengurus bar.


Tian dan Mona akan sesekali berkunjung karena mereka masih punya peran yang penting di bar.


Tahap ke-dua dalam rencana Noelle, yaitu membuat permintaan di kalangan Bounty Hunter, telah selesai.


Sekarang, dia bisa bebas melakukan perburuan informasi.


Dalam hal ini, Noelle bingung apakah dia harus bertindak bersama Felice atau tidak. Menurutnya, Felice justru hanya akan menghambat mengingat Felice tidak memiliki kemampuan penyamaran atau kamuflase.


Kemudian, Noelle teringat dengan apa yang ingin ia tanyakan pada Felice sebelumnya.


"Tentang kontrak yang kamu sebutkan itu … Apa maksudnya? "


Noelle sedang berbicara tentang 'kontrak dewa' yang Felice sebutkan sebelum dia pergi membuat permintaan.


Felice terlihat kebingungan sejenak, tapi dia segera memahami maksud Noelle.


"Ahh … Setelah dipikir-pikir, kamu masih baru, ya … Kapten mungkin belum memberitahumu karena dia lupa, sedangkan Tian dan semua orang cenderung beranggapan kalau Kapten sudah memberitahumu … "


(Aku tidak tahu kalau dia pelupa … )


Noelle hanya mengangguk dengan senyum sedih, seolah memaklumi sifat pelupa Dolf.


"Dari mana aku harus menjelaskan … Ini sedikit rumit," ucap Felice sambil memasang ekspresi pasrah.


"Jelaskan dengan cara yang menurutmu sederhana."


Felice mengangguk sebagai jawaban atas kata-kata Noelle.


"Kalau begitu, akan lebih baik untuk mempraktikkannya lebih dulu."


Setelah mengatakan itu, keduanya berhenti berjalan, dan Felice mengambil langkah ke depan sebelum akhirnya berbalik.


Kini, dia berada dalam posisi berhadapan langsung dengan Noelle.


"Noah, cobalah untuk menyentuhku di mana pun."


"Eh … "


Bahkan meskipun Felice sendiri yang mengatakannya, Noelle tidak akan melakukan itu.


Noelle bukanlah tipe yang akan menyentuh wanita lain sesuka hati.


"Jangan khawatir. Ini adalah cara untuk membuktikannya padamu."


Felice mengatakannya seolah dia mengerti dengan kebingungan yang dirasakan Noelle.


"Kalau begitu … "


Tidak melihat adanya pilihan lain, Noelle mengangkat tangan kanannya dan berjalan mendekati Felice.


Postur dan pergerakan tubuhnya seolah dia ingin melakukan sesuatu yang tidak pantas pada gadis itu.


Untungnya, jalanan yang mereka lewati itu cukup sepi. Tidak ada orang yang lewat di sini.


Sorot matanya berubah, dan langkah kaki Noelle menjadi semakin cepat. Dia sudah sangat dekat dari Felice. Tangannya bisa menyentuh tubuh Felice kapan saja sekarang.


Namun, saat tangannya hampir menyentuh tubuh itu, Felice secara alami bergerak ke samping dan menghindari tangan Noelle.


"Teruslah berusaha menyentuhku," ucap Felice sambil tersenyum.


Noelle melakukannya persis seperti yang Felice katakan. Namun, tidak peduli seberapa cepat dan lincah dia bergerak, Felice akan menghindarinya dengan kelincahan yang lebih baik.


Akhirnya, keduanya berhenti bergerak, dan Felice tertawa kecil.


"Apa yang terjadi? Kamu tidak terlihat seperti gadis yang bisa menghindari itu semua … "


Noelle memang tidak serius, tapi pergerakannya tetaplah cepat. Terlalu cepat sehingga mata manusia normal tidak mungkin bisa mengikuti gerakannya.


Felice berhenti tertawa, lalu tersenyum. "Kamu pasti bingung. Sebenarnya, itu adalah efek dari kontrak yang kumiliki dengan Dewa Kemurnian. Apa kamu paham bagaimana cara kerja kekuatan itu? "


"Mungkin … Aku punya sedikit perkiraan tentang itu, tapi aku tidak yakin itu benar."


"Cara kerjanya sangatlah sederhana. Seperti nama'Nya', membuat kontrak dengan Dewa Kemurnian membuatku memiliki kemampuan untuk menjaga kemurnianku sendiri. Seperti tadi, sebenarnya aku tidak bergerak secara sengaja, tapi kekuatan dari kontrak ini mendeteksi keinginanku untuk menghindar, jadi tubuhku bergerak secara otomatis."


(Autopilot, kah … )


Secara garis besar, Noelle memahami cara kerjanya.


Sesuatu yang disebut kontrak ini, mungkin merupakan penghubung antara manusia dan dan dewa, yang membuat seseorang bisa menggunakan kekuatan yang sesuai dengan dewa tersebut.


Mungkin, akan lebih tepat untuk mengatakan bahwa itu mirip dengan berkah.


(Tunggu, bukankah aturannya adalah Dewa dilarang ikut campur dalam urusan dunia manusia? Apa yang terjadi? Apa sistemnya rusak? )


Tentu saja Noelle akan berpikir begitu.


Semakin lama dia memikirkannya, semakin tidak jelas jawaban yang ia dapatkan.


"Jadi … Tubuhmu akan bergerak dengan sendirinya selama kamu memiliki keinginan untuk menghindar? "


Felice mengangguk, lalu berbalik dan berjalan beberapa langkah, kemudian menendang sebuah batu kerikil yang ada di dekatnya.


"Itu benar. Tapi, tetap saja kemampuan ini hanya bisa digunakan untuk menghindar. Terlebih lagi, sejauh apa aku bisa menghindar akan bergantung pada seberapa baik kondisi fisikku."


"Maksudmu? "


Bukan berarti Noelle tidak mengerti. Justru, dia sepenuhnya paham dengan apa yang Felice katakan. Namun, dia memilih untuk bertanya karena instingnya menyuruhnya melakukan itu. Mungkin, jika dia tidak bertanya, maka Felice tidak akan melanjutkan penjelasannya.


"Aku masih harus melatih fisikku agar kemampuan menghindarku tetap efektif. Juga, kontrak ini hanya memberiku kemampuan untuk menghindar, dan bukan menyerang."


"Mungkin terlalu kasar, tapi … Itu terdengar cocok untukmu."


Felice menanggapi komentar Noelle dengan senyum tipis.


"Semua orang juga mengatakan hal yang sama." Hening sejenak, dia kemudian melanjutkan, "Tapi, bukankah rasanya sangat menyedihkan ketika kamu ingin melindungi sesuatu yang sangat berharga bagimu, tapi kenyataannya kamu hanya bisa menghindar untuk hidupmu sendiri? "


Kata-kata itu begitu kuat sehingga Noelle yang mendengarnya langsung melebarkan kedua matanya sendiri.


"Aku pernah kehilangan sesuatu karena aku hanya bisa menghindar. Karena itulah, aku melatih diriku sendiri untuk bertarung. Dengan begitu, setidaknya aku bisa memberikan perlawanan pada musuhku."


Noelle tentu saja mengerti itu.


Tidak memiliki kekuatan apa pun, dan tidak bisa melakukan apa pun selain menghindar dan melarikan diri. Itu adalah hal yang sangat menyedihkan bagi seseorang yang ingin melindungi sesuatu.


Mungkin, Noelle yang dulu tak akan memahami perasaan tak berdaya itu. Sejak awal, dia terlahir kuat dan ditakdirkan untuk menjadi kuat sehingga bisa menjaga semua yang dia miliki. Karena itulah, pemahaman Noelle terhadap Felice hanya sebatas kemauannya yang ingin melindungi sesuatu.


Namun, baru-baru ini, dia telah mengalami hal yang membuatnya merasa begitu tak berdaya.


Tidak bisa melakukan apa pun selain menghindar dan melarikan diri. Ini persis dengan situasinya saat bertarung melawan Noir.


"Yahh, berkat kontrak inilah aku masih hidup sampai sekarang, jadi aku tidak menyesal. Meskipun … Aku harus kehilangan beberapa hal sebagai gantinya … "


Noelle tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini lebih jauh lagi. Jika dia terus melanjutkannya, maka Felice pasti akan mengingat semua hal yang menyedihkan itu.


" … Bagaimana … Aku bisa membuat kontrak dengan dewa? "


Felice menoleh pada Noelle dan menatapnya sejenak, lalu tersenyum.


"Kamu bisa mencobanya kapan saja. Tapi, usahakanlah untuk mendapatkan izin dari Kapten atau Tian. Setelah kamu menerima izin mereka, aku akan menemanimu."


...****************...