[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 235: Misi dan Hadiah



...****************...


"Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya. Noah dan Felice akan bertindak sebagai informan kalian. Jika kalian membutuhkan sesuatu, kalian bisa bertanya pada mereka. Apa kalian mengerti? "


"Baik! "


Semua orang secara bersamaan menjawab Dolf. Kemudian, Dolf mengambil selembar kertas dari kursinya.


"Noah, Felice, meskipun aku mengatakan kalau kalian akan bertindak sebagai informan, aku masih akan memberikan kalian tugas secara berkala. Nantikan itu."


(Yahh, aku sudah menduganya.)


Noelle sudah tahu kalau ini akan terjadi. Lagi pula, Dolf tahu kalau dia memiliki sumber daya yang terbatas, jadi dia harus mengerahkan semua yang dia miliki sebelum itu berakhir dengan buruk.


Kemungkinan besar, tugas tambahan yang akan Noelle dan Felice terima adalah tugas yang berkaitan dengan misi yang akan mereka jalankan nanti. Jika kebetulan misi mereka ada kaitannya dengan tugas baru itu, maka Dolf tidak akan ragu mengirim mereka berdua.


Noelle melirik ke arah Felice, dan menyadari kalau Felice sama sekali tidak terlihat keberatan. Dia kelihatannya sudah terbiasa dengan ini.


"Berikutnya, Mona dan Dexter akan menjalankan penyelidikan di area yang telah kami tentukan."


Dolf membuka liparan kertas yang ia pegang itu, dan menunjukkan sebuah peta pada semua orang.


Berdasarkan ingatannya, Noelle tahu kalau yang Dolf pegang itu adalah peta kota ini.


Ada bagian yang dilingkari di peta itu, dan ukurannya juga cukup besar. Bagian yang dilingkari meliputi wilayah universitas, area perumahan penduduk, dan meluas hingga lahan pertanian yang ada di kawasan perbatasan.


(Tidak mungkin dua orang bisa menangani wilayah itu … )


Sementara Noelle memikirkan itu, Mona dan Dexter secara alami juga mengerutkan keningnya.


"Dari skala yang kau tentukan, apa artinya kami akan bekerja sama dengan pihak lain? "


"Pertanyaan yang bagus, Dexter. Kau benar, kita tidak akan bekerja sendirian kali ini."


Dolf kembali melipat peta itu, dan menyimpannya di dalam kantung jasnya.


"Karena ini adalah misi berskala besar, kita mendapatkan dukungan dari beberapa pihak. Semua gereja yang ada di kota ini juga akan bergerak untuk menemukan keberadaan Feran Cerces."


"Mona dan Dexter tidak akan bergerak sendiri, tapi akan ada beberapa anggota dari organisasi gereja lainnya."


Karena skalanya hanya pada kota ini, maka mungkin hanya gereja yang ada di kota ini saja yang bergerak.


Itu artinya, selain Gereja Dewi Zelica, akan ada bantuan Gereja Dewa Pengetahuan Gerben, Gereja Dewi Cahaya Suci Lumine, dan Gereja Dewi Cinta dan Harapan Anastasia.


Itu bantuan yang cukup. Bahkan, menurut Noelle itu lebih dari cukup.


Dia masih bingung, kenapa untuk menangkap satu orang saja membutuhkan empat gereja untuk bergerak.


Dolf sepertinya membaca keheranan Noelle. Dia menatap Noelle sejenak, lalu bertanya, "Apa kau tahu berapa banyak anggota Swallow Life Order yang berhasil kami tangkap? "


Noelle cukup terkejut dengan Dolf yang tiba-tiba bertanya padanya. Meskipun begitu, dia tetap menjawab dengan tenang.


"Tidak."


"Kalau begitu, jawabannya adalah 'tidak ada'."


Noelle seketika melebarkan matanya.


Memang, organisasi bernama Swallow Life Order itu tidak diketahui kapan terbentuknya. Meskipun begitu, berdasarkan pengaruh mereka, Noelle yakin kalau mereka sudah memaku takhta mereka untuk waktu yang lama.


Tapi, ini benar-benar tidak terduga. Noelle tidak pernah menduga kalau anggota mereka bahkan belum pernah ada yang tertangkap.


Noelle tanpa sadar mulai menaikkan standarnya tentang bahaya yang dimiliki Swallow Life Order.


"Itu mungkin mengejutkan bagimu, tapi asal kau tahu, kami juga berpikir seperti itu pada awalnya. Tapi, setelah berulang kali menyelidiki tentang mereka, kami yakin kalau mereka sangat ahli dalam melarikan diri dan bersembunyi."


"Terutama, dengan sihir aneh mereka itu," ucap Tian guna menyambung penjelasan Dolf.


'Sihir aneh'. Begitu Noelle mendengarnya, dia seketika teringat dengan sosok Feran Cerces yang tiba-tiba meleleh menjadi gumpalan cairan hitam kemerahan yang aneh.


Ada juga kasus seperti yang terjadi pada anggota Swallow Life Order di sekitar Taman Kabut. Tubuhnya meleleh, dan dia akan memasuki mayat orang lain, lalu mengendalikannya seolah itu adalah tubuhnya sendiri.


"Kurasa aku mengerti … Mereka memiliki banyak cara untuk melarikan diri."


Dolf mengangguk. "Kau benar. Sampai sekarang, sangat sulit untuk menangkap ekor mereka. Karena itulah, kesempatan ini tidak bisa kita sia-siakan."


Tian menoleh pada Dolf sejenak, lalu menjelaskan pada semua orang.


"Pembagian kelompoknya seperti yang sudah Dolf jelaskan. Untuk Louen dan Rita, kalian berdua akan ikut denganku. Ini tugas yang agak berbahaya, tapi cocok dengan kemampuan kalian. Kita akan melakukan penyelidikan di kawasan barat."


Tidak ada lokasi yang lebih spesifik, itu artinya mereka akan menelusuri keseluruhan area itu. Noelle merasa ini agak terlalu berat, tapi kemudian dia tersadar.


Bagian barat di kota Féncen adalah kawasan industri dan termasuk dalam kawasan kumuh. Ukurannya tidak terlalu besar, tapi tempat itu terlalu padat untuk melakukan penelusuran secara mendetail.


(Apa ada sesuatu yang Tian sembunyikan? )


Noelle sudah cukup memahami kepribadian Tian, dan dia sangat yakin kalau pria tua itu tidak akan membawa orang lain ke dalam bahaya. Setidaknya, dia tidak akan membawa mereka ke dalam bahaya yang tidak bisa mereka atasi.


Tian mengajak Rita dan Louen secara langsung, apa ada sesuatu pada kedua orang itu? Secara alami, Noelle mulai memikirkan semuanya.


"Kemudian, aku akan berada di sekitar gejera untuk beberapa waktu, jadi kalian tidak akan menemukanku di sini." Dolf memberikan pengumuman itu tanpa ada perubahan apa pun ada ekspresinya.


"Lalu … Apa kami harus ke gereja setiap kali ingin bertemu denganmu? Itu merepotkan … "


Apa yang Dexter keluhkan itu bukan tanpa dasar. Jika Dolf benar-benar akan berada di gereja untuk waktu yang lama, maka itu artinya dia memiliki tugas penting lain di sana.


Noelle tidak terlalu mengetahuinya karena dia tidak pernah benar-benar mencoba bertemu seseorang di sana, tapi dia memiliki firasat kalau prosedur yang diperlukan untuk itu akan sangat merepotkan.


Sementara semua orang berpikir, Tian pergi ke belakang, dan mengeluarkan sebuah kotak kayu yang dipenuhi oleh benda aneh.


Benda aneh itu berbentuk persegi panjang, berwarna hitam gelap, dan memiliki beberapa batu putih cerah yang ditanamkan di dalamnya.


Tian memberikan itu pada semua orang satu per satu.


"Kalian bisa gunakan ini untuk mengirimkan sinyal padaku. Cukup alirkan energi sihir kalian ke dalamnya, dan ikatan telepati denganku akan terbentuk. Kita bisa berkomunikasi dengan ini."


"Juga, kalian bisa mengirimkan sinyal darurat pada yang lain menggunakan benda ini."


Noelle memperhatikan benda itu dengan teliti, dan secara sekilas dia bisa merasakan betapa kompleksnya struktur sihir yang ditanamkan pada benda kecil ini.


"Tunggu, mengalirkan sihir? Kau tahu aku tidak ahli melakukan itu." Dexter dengan tidak senang mulai melayangkan protes.


Noelle awalnya terkejut saat mendengarnya, tapi dia segera kembali tenang karena itu adalah hal yang normal.


Ada banyak orang yang tidak dilahirkan dengan bakat dalam sihir. Mereka tidak bisa mengendalikan energi sihir mereka dengan baik, dan mereka juga tidak bisa menyalurkannya pada sesuatu.


Terdengar sedikit menyedihkan mengingat sebagian besar perkembangan teknologi pada dunia ini selalu berhubungan dengan sihir. Untungnya, Republik adalah negara yang mau maju demi semua orang, tanpa mempedulikan bakat mereka dalam sihir, jadi mereka dengan cepat mengembangkan banyak hal yang bisa digunakan oleh orang tanpa bakat.


Salah satunya, adalah benda yang baru saja Tian berikan.


"Kau lihat sendiri, punyamu sedikit berbeda dari yang lain. Ada beberapa batu yang menonjol, 'kan? "


Dexter melihat pada benda di tangannya, dan segera mengangguk pada Tian.


"Untuk seseorang yang tidak bisa menggunakan sihir, kau bisa langsung menghancurkan salah satu batu itu untuk mengirimkan sinyal darurat."


"Tapi, ingatlah kalau jumlah batu yang tersedia hanya ada delapan. Itu adalah batas untuk sinyal daruratmu. Setelah itu habis, kau harus segera menemuiku untuk menggantinya dengan yang baru."


Benda yang dimiliki Dexter itu dibuat memang untuk sekali pakai. Membuang, lalu memakai yang lain akan lebih efektif daripada harus mengisi ulang, karena benda itu memang belum bisa diisi ulang secara bebas.


"Baiklah, aku mengerti."


Meskipun mikiknya sedikit berbeda, Dexter tidak keberatan karena fungsi dasarnya masih sama.


"Kalau begitu, aku sudah mengatakan semua yang perlu kukatakan. Aku akan memberi kalian semua informasi tentang Feran Cerces nanti. Untuk sekarang, kalian sebaiknya bersiap. Misi ini adalah misi jangka panjang, dan akan dimulai besok pagi."


(Masih ada waktu, tapi … Apa yang harus kulakukan? )


Noelle tidak tahu dengan tugasnya karena dia tidak pernah menjalani peran sebagai informan.


Bekerja sebagai agen intelijen terdengar seperti hal yang luar biasa, tapi Noelle benar-benar tidak tahu hal apa saja yang harus dia lakukan untuk menjadi sesuatu seperti itu.


Selama ini, dia hanya mengumpulkan informasi untuk dia gunakan sendiri. Bekerja mencari informasi tanpa tahu waktu adalah hal yang biasa baginya. Tapi sekarang, ada Felice yang berada di tim yang sama dengannya.


Dia ragu kalau ini akan berjalan dengan lancar, kecuali dia dan Felice berpisah dan mencari informasi sendiri-sendiri.


Singkatnya, dia tidak tahu caranya bekerja sama.


...****************...


Sore hari, seusai rapat.


Noelle sedang berada di belakang meja bar, membersihkan beberapa barang yang tersisa.


Rapat sudah selesai, dan dia bisa kembali ke rumahnya kapan saja. Tapi, untuk beberapa alasan Noelle masih ingin di sini.


Salah satu alasan mengapa ia belum pulang, adalah karena ia sedikit takut.


Rumah barunya, kamar apartemen yang diberikan padanya membuatnya merasakan ketakutan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Ketakutan itu bukanlah jenis yang akan membuatnya ciut. Jenis ketakutan yang ia hadapi saat di sana, adalah perasaan yang sejenis dengan kesepian.


Tidak ada siapa pun di sana. Hanya ada dirinya sendiri.


Tidak ada Olivia, tidak Chloe, Levina, Stella, atau bahkan Cryll. Tidak ada siapa pun, karena itulah Noelle ragu untuk segera kembali ke sana. Jika bisa, dia ingin tetap di bar ini sampai malam tiba.


Pulang lebih awal ke tempat yang baru, adalah hal yang cukup menakutkan.


Noelle tersenyum masam saat tatapannya terpaku pada cangkir kristal di tangannya.


Sekilas, bayangan sosok semua orang muncul di permukaan cangkir, tapi Noelle segera menyingkirkan bayangan itu dan fokus pada pekerjaannya.


Tanpa dia sadari, Dolf telah berdiri di belakangnya.


"Noah."


Tubuh Noelle seketika menegang. Jika dia tidak ingat kalau suara itu berasal dari Dolf, maka insting dan refleksnya sudah pasti akan mengeluarkan sebuah pedang dari udara kosong untuk menebas sosok itu.


Untungnya, Noelle masih bisa mengendalikan dirinya sendiri. Dia dengan tenang berbalik, dan tersenyum pada Dolf.


"Ada apa, Kapten? "


Dolf masih tak menunjukkan ekspresi apa pun. Dia kemudian merogoh saku mantelnya, dan mengeluarkan sebuah kantung kertas dari sana.


"Maaf kalau tidak seberapa. Ini adalah hadiah selamat datang dariku. Terima kasih karena sudah bergabung dengan kami."


" ……… "


Noelle tidak mengatakan apa pun. Dia masih bingung tentang bagaimana harus menanggapi ini.


Sementara itu, Dolf yang memberikan itu padanya hanya tersenyum masam.


Dolf kemudian mengambil salah satu tangan Noelle yang sudah bebas, lalu meletakkan kantung kertas itu di sana.


Sejenak, suara dentingan halus dari logam muncul. Tentu saja, Noelle memperhatikan suara itu. Hanya saja, dia terlalu bingung sehingga tidak tahu harus bereaksi seperti apa.


"Sudah lama sejak kami kedatangan anggota baru. Kehadiranmu di sini membuat semuanya jadi lebih ramai. Aku sangat berterima kasih untuk itu."


"Terimalah hadiah yang tidak seberapa ini, aku harap kau menyukainya."


Setelah mengatakan itu, Dolf berbalik dan berjalan pergi menuju pintu keluar.


"Kalau begitu, aku akan duluan. Kau adalah satu-satunya yang masih di sini, jadi kunci pintunya nanti. Jangan khawatir, aku punya kunci cadangan."


Dengan meninggalkan kalimat itu, Dolf melambaikan tangannya dan pergi. Keberadaannya sudah tidak dapat Noelle rasakan lagi berkat penghalang yang membatasi kemampuan deteksinya.


Untuk sejenak, Noelle benar-benar terdiam tanpa tahu harus mengatakan apa.


Baginya, ini adalah pertama kalinya dia menerima hadiah dari orang lain secara tulus.


Sebelum ini, dia hanya pernah menerima hadiah dari orang-orang terdekatnya, dan salah satunya adalah Olivia.


Selain dari itu, hanya ada para parasit yang mencoba merayunya dengan banyak hadiah yang sebenarnya tidak dia butuhkan.


" ……… "


Tatapan Noelle kemudian beralih pada kantung kertas di tangannya.


Selama beberapa waktu, tak ada yang ia lakukan selain menatap kantung kertas itu. Namun, beberapa saat kemudian, senyum kecil terbentuk di wajahnya.


Dia kemudian tanpa sadar meremas kantung kertas itu dengan tangannya, seolah sedang menjaga agar hadiah itu tidak pergi darinya.


"Kau terlalu baik pada orang asing, Kapten."


Matanya menyipit tajam, tapi bukan karena pemikiran licik atau jahat, melainkan karena perasaan sentimentil yang tiba-tiba bangkit.


" … Cryll bahkan tidak pernah memberiku hadiah. Dia harus belajar darimu … "


...****************...


Sesampainya di apartemen, Noelle tidak langsung mempersiapkan dirinya untuk hari esok, melainkan terus duduk di sofa, dan tatapannya fokus pada barang yang Dolf berikan sebagai hadiah.


Itu adalah sebuah jam saku, dengan bahan dasar perak dan bercampur emas yang indah di beberapa bagian.


Struktur di dalamnya juga sangat indah, bahkan Noelle yang tidak terlalu mengerti tentang estetika jam saja sangat menyukai kesan elegansinya.


Ketiga jarum jam itu bergerak dengan lancar, dan Noelle bisa sedikit melihat roda gigi yang bekerja di belakangnya berkat kaca kristal yang melapisi itu.


Rantai perak yang tersambung dengannya juga sangat indah. Noelle berencana menyambungkan itu dengan sabuk, atau bahkan gelang di tangannya nanti.


Ukurannya juga tidak terlalu besar. Cukup untuk berada di genggamannya.


" … Ini terlalu sempurna …… "


Tanpa dia sadari, dia memberikan senyuman tipis.


...****************...