![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Dungeon.
Itu adalah sebutan untuk sebuah struktur misterius yang selalu muncul secara tiba-tiba tanpa peringatan.
Masih banyak yang belum diketahui tentangnya. Namun, pengetahuan umum menyatakan bahwa dungeon adalah sesuatu yang secara alami akan muncul untuk menciptakan monster.
Hanya itu yang publik ketahui tentang sebuah struktur yang dinamakan 'dungeon'.
Bagaimanapun, Navi memiliki pengetahuan yang jelas jauh lebih banyak dari siapa pun jika itu berkaitan dengan dungeon. Karena itulah, semua penjelasannya terasa masuk akal bagi Noelle.
"Meskipun selalu muncul tiba-tiba, bukan berarti kau tidak bisa memprediksi kemunculannya. Aku selalu bisa merasakan 'gelombang' yang berasal dari dunia bawah, jadi memprediksinya adalah hal yang cukup mudah. Yahh, kurasa tidak semua orang bisa melakukan itu."
"Jadi itu benar, ya? Dungeon memiliki kaitan yang kuat dengan dunia bawah …."
Noelle merenung sejenak, merasa kalau semua tebakannya masuk akal sekarang. Dia telah menduga tentang hal itu, tapi tidak benar-benar tahu apakah itu benar atau tidak, mengingat dia tidak memiliki cara untuk membuktikannya.
Navi mengangguk.
"Itu benar. Ketika aliran gelombang itu mulai mencapai tingkat yang tidak wajar dan terakumulasi di suatu tempat, maka sudah dipastikan sebuah dungeon akan muncul di sana. Setidaknya, itulah yang kuyakini selama ini. Aku tidak yakin apakah ada jawaban lain atau tidak, tapi kau bisa jadikan ini sebagai acuan."
"Acuan? Untuk apa?"
"Entahlah, tapi kau mungkin akan membutuhkannya nanti. Bagaimanapun, Tania sudah mengajakmu untuk menaklukkan dungeon bersama, jadi kau harus tahu seluk beluk tentang tempat itu."
Noelle sedikit mengerutkan keningnya. "Aku tidak yakin. Sejak awal, aku tidak bisa merasakan gelombangmya, jadi tidak perlu bagiku untuk mengetahui semua itu."
Lagi pula Noelle tidak akan banyak berurusan dengan dungeon.
"Apa kau bercanda? Simpan saja informasi itu, kau mungkin akan membutuhkannya nanti."
Apa yang Navi katakan mungkin benar.
Sejak awal, Noelle memiliki tujuan lain yang belum bisa ia selesaikan dalam waktu dekat, dan itu adalah mengunjungi Dungeon of Greed di ibu kota Kerajaan.
Dia masih belum melupakan tujuannya untuk mendatangi Chronoa yang menurutnya ada di sana. Tapi tentu saja, tujuan itu adalah hal paling bodoh dan nekat yang bisa dipikirkan makhluk hidup mana pun, dan Noir juga secara terang-terangan melarang Noelle mendekati tempat itu dengan kekuatannya yang sekarang.
Singkatnya, itu adalah tujuan yang tertunda.
"Lalu … kenapa kalian begitu terobsesi untuk menaklukkan dungeon?"
Noelle ingat, Tania pernah bercerita kalau dirinya telah menaklukkan banyak dungeon yang tersebar di berbagai negara. Noelle tidak bisa melihat itu sebagai hobi, jadi Tania dan Navi pasti memiliki tujuan lain.
"Sebelum aku menjawab itu, aku harus memberitahumu satu hal."
Navi mengangkat satu jari dan menatap kuat pada Noelle.
"Pada dasarnya, dungeon adalah satu-satunya penghubung antara dunia bawah dengan dunia fisik yang kita tinggali ini. Gerbang menuju dunia bawah ada di bagian terdalam dari sebuah dungeon, dan itu selalu dalam kondisi tertutup."
"Jadi?"
Navi langsung menyipitkan matanya, seketika membuat suasana yang serius untuk pertanyaan baru, meski sepertinya usaha untuk mengendalikan suasana itu agak gagal.
"Apa kau tahu apa yang terjadi pada dungeon yang sudah lama tidak ditaklukkan?"
Noelle menggeleng sekali. Dia memang nyaris tidak mengetahui apa pun tentang dungeon. Sejauh ini, pengetahuannya sedikit terpelintir, karena itu dia tidak akan menggunakan pengetahuannya sendiri, melainkan mencari informasi dari pihak lain.
Jika dia ingat dengan pasti, Dungeon of Greed di ibu kota Kerajaan sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu, dan itu belum pernah ditaklukkan sekali pun.
"Aku tidak yakin, tapi apa ada masalah yang akan terjadi?"
Navi mengangguk. "Seperti yang sudah kukatakan, gerbang menuju dunia bawah yang ada di kedalaman dungeon akan selalu muncul dalam keadaan tertutup. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, gerbang itu sedikit demi sedikit akan terbuka."
Karena gerbangnya terhubung langsung dengan dunia bawah, terbukanya gerbang itu adalah hal yang paling ingin dihindari.
Jika gerbangnya terbuka, maka itu akan menghasilkan banyak miasma mematikan, dan berbagai monster dengan kekuatan di luar nalar pun akan ikut bermunculan.
Semua itu adalah hasil yang didapat jika gerbangnya terbuka. Tidak ada apa pun selain bencana.
(Benar-benar … lebih buruk dari kotak Pandora, ya?)
Noelle melirik tajam ke langit, pada tiga objek angkasa yang mengorbit pada planet, tepatnya pada salah satunya, sebuah satelit yang bernama 'Pan-dora'.
Navi tidak menghiraukan Noelle, dan kembali melanjutkan penjelasannya.
"Dan daripada obsesi, ini lebih seperti kewajiban."
Kalimat itu menarik perhatian Noelle.
"Kewajiban?"
Kenapa mereka memiliki kewajiban yang merepotkan seperti itu? Noelle bertanya-tanya, tapi tidak dapat menemukan jawaban yang tepat.
Kemudian, sebuah tebakan terlintas di benaknya.
(Tania pernah berada di dunia bawah. Kalau begitu ….)
"Apa ada yang terjadi selama kalian di dunia bawah?"
Noelle tidak memotong dan membiarkan Navi melanjutkan jawabannya.
" … Aku juga tidak yakin untuk menyebut ini sebagai kewajiban. Karena selama ini, hanya inilah yang bisa aku dan Tania lakukan."
Ekspresi Navi terlihat melankolis saat dia mengatakan itu.
Noelle tidak begitu sadar karena ekspresi itu sering muncul di wajah Tania, tapi mungkin ada hal yang lebih besar lagi yang tersembunyi di balik ekspresinya itu.
"Kenapa?"
Noelle tidak bisa menahan diri. Meski dia berusaha untuk tidak terlibat terlalu dalam pada hidup seseorang, dia tidak bisa menahan dirinya.
(Kenapa … ada dorongan yang kuat, yang memaksaku untuk menanyakan itu?)
Navi pun tersenyum. "Bukankah akan jadi tidak menyenangkan kalau kuceritakan semuanya di sini? Sebenarnya, kau akan mengetahuinya sendiri kalau kau menyelidiki dua kata kunci yang sudah kuberikan padamu."
" ……."
Noelle tidak mengatakan apa pun, hanya melirik Navi sejenak, sebelum kembali ke Pan-dora yang mengeluarkan saya tarik misterius, yang membuat Noelle selalu menatapnya bahkan tanpa Noelle sadari.
Jika apa yang Navi katakan itu memang benar, maka tidak masalah untuk menunda jawabannya. Noelle tertarik untuk mengetahuinya, tapi masih ada masalah lain yang harus diurus.
Untuk sementara, dia harus menekan perasaan kuat yang timbul di hatinya.
Navi bisa merasakan ketetapan yang baru saja Noelle buat, dan dia pun tertawa kecil.
Anehnya ekspresi senang itu terasa menyegarkan. Memang yang mengendalikan tubuh Tania sekarang adalah Navi, tapi Noelle tertarik untuk melihat Tania mengeluarkan ekspresi itu secara alami tanpa dipaksa.
Itu mungkin akan menjadi ekspresi yang sangat indah.
"Hehe, kalau begitu, Noah. Sekali lagi, aku akan memperingatkanmu."
Meski Navi mengubah nadanya menjadi lebih serius, Noelle sudah tidak bisa kembali ke suasana itu. Dia terbawa suasana santai yang sebelumnya telah Navi ciptakan.
Navi pun menyadari itu, karena dia hanya tersenyum kecil seolah kesulitan untuk berkespresi lebih jauh dengan wajah kaku Tania.
"Noah, meski Tania bersikap santai, tolong anggap ini sebagai hal yang serius. Sebenarnya, aku agak khawatir dengan penaklukkan dungeon kali ini. Aku yakin, ada sesuatu yang berbeda dari biasanya."
"Apa maksudmu?"
Navi mengangguk sekali, dan mulai menjelaskan.
"Sejauh yang kupahamk, dungeon itu mirip seperti sistem antibodi pada tubuh manusia. Dungeon tercipta karena sudah terlalu banyak 'kotoran' yang tertampung di dunia bawah. Ketika semua kotoran itu mencapai tingkat tertentu, sebuah dungeon akan tercipta untuk menguranginya. Gelombang yang kurasakan itu adalah arus dari 'kotoran' yang kusebutkan barusan."
"Gerbang itu bisa terbuka lebar kapan saja. Tidak ada yang tahu waktunya. Tapi, kau tahu apa yang akan terjadi kalau gerbangnya terbuka, 'kan?"
Tentu dia tahu. Navi sudah menjelaskannya beberapa menit yang lalu.
Dunia bawah mampu melahirkan monster dengan bentuk dan kekuatan yang di luar nalar manusia. Selain itu, seluruh bagian dari tubuh mereka adalah racun bagi manusia. Dan sebenarnya, tidak hanya manusia, tapi juga vampir.
Noelle sendiri ingat dengan pasti saat dia merasakan pikirannya menggila karena meminum darah dari makhluk yang sudah ternoda oleh aura dunia bawah.
"Baiklah, sepertinya tidak ada kesalahan dari pemahaman yang kau miliki. Kurasa aku bisa tenang sekarang. Tania akan curiga kalau dia bangun dengan tubuh yang kelelahan, jadi aku akan pergi sekarang."
Navi melakukan peregangan sejenak, lalu mengulurkan tangannya sebagai tawaran untuk jabat tangan.
Noelle berkedip bingung, tapi dia dengan normal menerima jabat tangan itu.
"Sekali lagi, mohon kerja samanya, Noah."
" … Tentu."
Setelah satu kata itu keluar dari mulut Noelle, mata Tania perlahan menutup, dan tubuhnya kehilangan keseimbangan, hendak jatuh dalam posisi yang agak menyakitkan.
Untungnya, Noelle ada di sana dan menahan tubuh Tania, sebelum mengembalikannya ke posisi tidurnya semula.
Navi sudah mengembalikan kontrol pada Tania, tapi Tania sedang tertidur pulas, tidak menyadari semua percakapan yang telah terjadi.
Noelle pun hanya menatap Tania sejenak, lalu tersenyum tipis. Dia kemudian merapihkan poni Tania, dan akhirnya menyelimutinya dengan lembut.
" … Ini aneh. Aku … tidak pernah merasa begitu penasaran terhadap seseorang. Aku ingin tahu … siapa atau apa kau bagiku, Tania?"
Tidak ada jawaban yang datang dari Tania. Itu tentu saja.
Tania hanya bernapas lembut, tampak tidak menyadari bahwa tubuhnya baru saja dipakai untuk pembicaraan panjang antara Navi dengan Noelle.
" … Kau benar-benar lengah."
Noelle menjelajahi fitur wajah Tania dengan punggung jari telunjuknya, lalu menyipitkan nata dengan senyum tipis.
Jika dia adalah seorang pria yang tidak bermoral, maka keinginan untuk menodainya pasti telah mengambil alih sekarang. Tapi, bagaimanapun juga, Noelle masih mampu menahan dirinya.
"Siapa … atau apa, ya …?"
...****************...