![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Mhm, sudah kuduga itu cocok untukmu."
Noelle mengangguk dan tersenyum saat melihat Cryll yang tampak berbeda dari biasanya.
Cryll menggunakan setelan jas formal milik Noelle yang dibuat oleh Olivia untuk bersenang-senang.
Itu adalah jas putih dengan pinggiran yang dijahit dengan benang emas. Motifnya sederhana, namun sangat cocok untuk penampilan Cryll yang sudah mewah sejak awal.
Noelle memasangkannya dengan kemeja dan celana putih agar melengkapi penampilan Cryll.
Beberapa aksesoris seperti batu permata zamrud digunakan di lehernya sebagai pengait dasi.
"Sudah lama aku tidak menggunakan pakaian seperti ini … "
Cryll memperhatikan penampilannya di cermin besar di hadapannya.
Saat ini Noelle dan Cryll ada di salah satu toko pakaian pria untuk meminjam kamar ganti mereka.
Cryll sedikit tidak nyaman karena sudah lama sejak terakhir kali dia berpakaian formal seperti ini.
Dia hanya menghela nafas pasrah saat dijadikan boneka dandan oleh Noelle. Ketika ia dengan bingung melirik Noelle di sampingnya, mau tidak mau Cryll langsung bertanya.
"Hey, aku ingin menanyakan ini sejak kita masih di Suiren, tapi … Kenapa kau selalu menggunakan pakaian hitam? "
Noelle di sampingnya menggunakan set yang sama dengan Cryll, hanya saja dia memiliki warna hitam abu-abu yang biasa disebut warna monochrome untuk jas dan celananya, serta permata ruby sebagai pengait dasi.
Penampilan itu tidak berbeda dengan penampilan Noelle yang biasanya. Dia hanya menambahkan sedikit kesan formal pada pakaiannya.
Bagaimanapun, Cryll tetap penasaran mengapa Noelle selalu menggunakan set dengan warna yang sama setiap saat.
"Apa aku harus menggunakan set serba putih untuk menunjukkannya padamu? " tanya Noelle dengan nada dingin.
Cryll mulai membayangkan penampilan Noelle dengan pakaian serba putih seperti miliknya.
" … Kau benar."
Cryll dengan senyum masam mengangguk ketika ia berhasil menemukan jawabannya.
Bukan berarti Noelle tidak ingin menggunakan warna lain, hanya saja hitam adalah yang paling cocok untuknya.
(Bahkan aku sendiri menyesali kenyataan kalau aku hanya memiliki sedikit zat melanin di tubuhku … )
Noelle sekali lagi melihat dirinya di cermin lalu menghela nafas lelah.
Rambut serta kulitnya memiliki warna putih cerah, tidak seperti kebanyakan orang, serta pupil matanya juga memiliki warna abu-abu gelap.
"Yahh, tidak ada gunanya membicarakan ini … Ayo pergi."
"Tunggu, bagaimana dengan Stella dan yang lain? "
Saat Noelle akan beranjak pergi, Cryll bertanya padanya dari belakang.
"Nah, para gadis membutuhkan waktu lebih lama untuk berdandan, jadi sebaiknya kita menunggu mereka di restoran."
"Apakah itu tidak apa? "
"Apa maksudmu? "
"Tidak, maksudku … Kelompok Nona Olivia jelas akan sangat mencolok nanti … "
"Ahh … "
Noelle mengerti kekhawatiran Cryll, tapi dia tidak mau menghabiskan waktunya untuk menunggu mereka di luar.
Bagaimanapun, Noelle lebih suka menunggu mereka langsung di restoran.
"Yahh, Olivia akan melakukan sesuatu untuk itu, untuk sekarang lebih baik kita memesan meja."
Noelle berjalan pergi dengan Cryll mengikutinya dari belakang.
Tentu saja dia mengirimkan telepati secara diam-diam pada Olivia kalau ia akan menunggunya di restoran.
Cryll sedikit khawatir, tapi ia akan mempercayai dan menyerahkan segalanya pada Noelle dan Olivia.
...****************...
Saat Noelle dan Cryll memasuki pintu restoran, suasana tenang disertai aroma makanan yang lewat segera membanjiri mereka.
Noelle sedikit gugup karena ini adalah pertama kalinya ia mengunjungi restoran mewah di dunia ini, tapi ia tetap berusaha mempertahankan poker face-nya yang sempurna.
"Permisi, tolong meja untuk 6 orang."
Noelle berbicara dengan tenang pada waiter yang menyambut mereka di depan pintu.
Setelah Noelle mengatakan itu, waiter itu langsung membungkuk dan berkata 'tolong ikuti saya', lalu berbalik pergi memimpin Noelle dan Cryll di belakangnya.
Begitu Noelle dan Cryll masuk lebih dalam ke restoran, ia semakin yakin dengan kode etik berpakaian itu.
Semua orang yang menjadi pelanggan restoran ini jelas memiliki pakaian dan aksesoris yang mewah.
"Kita sampai."
Setelah berjalan menyusuri ruangan restoran yang luas, mereka akhirnya tiba di salah satu meja besar yang terletak di tengah ruangan bersama meja besar lainnya.
"Silahkan, tuan."
waiter itu menarik salah satu kursi untuk Noelle duduki, dan seorang waiter lainnya datang untuk membantu Cryll.
Noelle dengan gerakan yang sangat alami duduk di kursi yang ditawarkan waiter itu, sedangkan Cryll juga mengikutinya sementara menahan kegugupannya agar tidak terlihat.
Noelle dan Cryll kemudian diberikan buku hitam tipis oleh waiter itu.
Membolak-balik halaman di buku itu sejenak, Noelle kemudian menghela nafas dan berbicara pada waiter yang menunggu mereka di belakang.
"Kami masih harus menunggu beberapa orang lagi sebentar, dan juga kami masih baru di kota ini, jadi … Aku akan senang jika kalian bisa memberi kami menu rekomendasi kalian hari ini."
"Itu tidak masalah tuan, kami akan menyajikan makanannya begitu semua orang yang anda tunggu telah datang." kata waiter itu dengan senyum ramah.
(Sialan, aku sama sekali tidak mengerti menu ini … Kenapa pihak restoran selalu memasang menu menggunakan bahasa dan kosa kata yang sulit dipahami …?)
Sementara ia benar-benar tenang di luar, Noelle terus mengoceh di pikirannya sejak ia memasuki restoran.
(Ahh sialan … Apa-apaan ini? apa itu 'Hintern Vacca'? Apa itu sejenis Sirloin? Setidaknya berilah penjelasan di menu kalian sialan … Hmm? Apa ini? Wine, ya … )
Saat ia sedang berpikir sendiri, Noelle tiba-tiba tertarik pada suatu bagian di menu.
Noelle sekali lagi berbicara pada waiter yang menunggunya.
"Hey, apa kota ini memiliki pabrik produksi wine sendiri? "
"Tentu tuan, kota ini juga terkenal dengan produksi wine-nya yang sangat lezat, kami juga memasukkan wine itu ke dalam menu rekomendasi kami, apa anda mau memesannya? "
"Tentu, bawakan itu pada kami berdua."
"Seperti yang anda minta, lalu bagaimana dengan tuan yang di sana? "
Waiter itu membungkuk sambil tersenyum, lalu bertanya pada Cryll.
"Ahh, aku juga baru di kota ini, jadi beri aku menu yang sama dengan yang dia pesan."
Dia yang dimaksud adalah Noelle, waiter itu secara alami mengetahuinya.
"Seperti yang anda minta, kalau begitu silahkan menunggu sampai pesanan anda diantar."
Waiter itu sekali lagi membungkuk dan pergi meninggalkan Noelle dan Cryll di meja.
Cryll menghela nafas lelah untuk yang kesekian kalinya hari ini, dia menatap Noelle dengan pandangan jengkel.
"Kau seolah sudah terbiasa dengan ini … "
"Yahh, aku memperhatikan bagaimana keluargaku dulu memesan makanan di restoran seperti ini, selain itu … Cryll, kau tadi mengatakan kalau kau belum pernah ke kota ini, apa itu benar? "
"Tentu saja itu bohong, aku pernah ke sini beberapa kali, tapi aku belum pernah memasuki restoran ini."
"Begitu ya … "
"Daripada itu, bukankah Stella terlalu lama? "
Cryll mulai mencemaskan Stella, tapi Noelle hanya tersenyum kecut dan berbicara dengan tenang seolah tidak ada yang terjadi.
"Aku sudah mengatakannya kan, para gadis membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyiapkan diri mereka, itu adalah hal yang normal."
"Tapi … "
"Tenang saja, ada Olivia bersama mereka … Untuk sekarang, kita lebih baik menikmati waktu luang ini." kata Noelle sambil melirik seorang pramusaji yang mendatangi mereka sambil membawa se-ember es dengan botol anggur.
"Ini wine-nya tuan, apa saya harus menyajikannya untuk anda? "
Pramusaji itu bertanya dengan sopan.
Normalnya pramusaji akan langsung membantu pelanggan untuk menyajikan minuman mereka, namun itu tidak berlaku di sini karena setiap orang memiliki selera yang berbeda dalam cara penyajian wine.
"Nah, tidak perlu … Kami bisa melakukannya sendiri."
"Baiklah, kalau begitu saya izin pamit … Anda bisa membunyikan loncengnya jika anda butuh bantuan."
Pelayan itu membungkuk dan berniat pergi setelah meletakkan lonceng emas kecil di meja Noelle.
Tapi Noelle menghentikannya sebelum ia meninggalkan mereka.
"Ada apa tuan? Apa masih ada yang kurang? " tanya pramusaji itu dengan khawatir.
Noelle langsung tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak, itu benar-benar pelayanan yang sempurna, ini untukmu."
Noelle memberikan dua keping koin emas pada pramusaji itu.
Pramusaji itu awalnya tampak bingung dengan apa yang dilakukan Noelle, namun ia langsung tersenyum cerah setelahnya.
"Terimakasih tuan, silahkan menikmati minuman anda."
Ia berbalik dan meninggalkan Noelle dengan senyum cerah.
(Hehe, kudengar memberikan tip yang besar pada pelayan akan meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan pada kami, tampaknya itu benar … )
Noelle bersenang-senang di pikirannya saat tangannya dengan lancar menuangkan red wine di gelas cembung yang disediakan.
"Ku dengar kau tidak boleh sembarangan menuangkan wine, tapi … Apa hubungannya? "
Cryll bertanya saat dia melihat Noelle perlahan membuka botol dan menuangkan isinya di gelas itu.
"Yep, tergantung bagaimana kau membuka dan meng-anginkan wine akan secara langsung mempengaruhi rasa dan aroma wine-nya."
"Begitu ya … "
Cryll tampak tercengang saat melihat pengetahuan yang dimiliki Noelle terkait wine, tetapi pada kenyataannya, Noelle mengetahui itu semua setelah dia dengan iseng melakukan browsing di internet.
Dia sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam menuangkan wine.
Setelah selesai, Noelle langsung duduk sambil menggoyangkan gelasnya untuk mengeluarkan aroma dari wine.
Selama itu, ia juga mengirimkan telepati pada Olivia.
{Olivia, berapa lama lagi kalian selesai …?}
{Nn, sebentar lagi … Hanya Chloe yang tersisa.}
{Begitu ya … Saat kalian datang, minta pelayan untuk mengantar kalian ke meja yang sudah ku pesan atas namaku.}
{Nn, baiklah.}
Noelle memutuskan telepatinya dan lanjut minum dengan tenang.
Rasa manis asam dan pahit yang tercampur dengan sempurna benar-benar menempel di lidahnya.
Wine itu juga memiliki kandungan alkohol sekitar 12 persen, jadi Noelle merasa sedikit segar setelah meminum itu.
Jika ini adalah bumi, maka Noelle tidak akan berani meminum minuman beralkohol karena ia masih dibawah umur, tapi ini adalah dunia lain, jadi tidak masalah.
Selain itu, secara mental dia sudah melewati usia 20 tahun.
"Huh? Ahh, Cryll! Kita bertemu lagi! "
"Ugh-"
Saat Noelle dengan tenang meminum wine-nya, sebuah suara datang dari belakang mereka dan memanggil nama Cryll dengan riang.
Menanggapi itu, Cryll langsung menunjukkan ekspresi seolah dia telah menggigit serangga pahit.
Noelle menoleh ke belakang dan melihat orang itu.
"Hmm? Cryll, apa dia temanmu? "
"Ya dan tidak."
Cryll memeloti Noelle dengan ekspresi tidak senang.
Noelle tidak mengatakan apapun lagi karena itu akan membuat suasana hati Cryll menjadi lebih buruk, jadi ia segera berbalik dan bertanya pada orang itu.
"Aahh … Permisi, apa kau kenalan orang ini …! "
Noelle yang awalnya bertanya dengan tenang kemudian menegangkan ekspresinya begitu ia menatap orang itu.
(Sialan! Sensasi ini … Tidak salah lagi! Reinkarnasi …!)
Noelle merasakan sensasi yang sudah lama tidak dia rasakan sejak pertemuannya dengan Charlotte.
Ia sudah menduga kalau suatu saat ia akan bertemu dengan para reinkarnator lainnya, tapi ia benar-benar tidak menyangka kalau itu terjadi dalam waktu yang sangat cepat.
Berdasarkan apa yang dikatakan Anastasia, lebih dari setengah para reinkarnasi sudah tewas karena beberapa kejadian seperti bunuh diri, kecelakaan, dan lainnya, dan Noelle juga sudah mengetahui siapa saja reinkarnasi yang tewas dan siapa saja yang masih hidup, sekaligus status mereka di masyarakat saat ini.
Lagipula ia mengenal semua orang yang mati bersamanya kecuali pak supir bus.
Karena itulah, Noelle sudah memperkirakan siapa yang akan ia temui cepat atau lambat.
Noelle hanya mengetahui nama dan status mereka, tapi tidak dengan wajah dan penampilan mereka. Karena itulah dia sedikit lengah ketika melihat orang di depannya.
"Umm, permisi … Apa kau baik-baik saja? Kau terlihat pucat, selain itu … Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Wajahmu tampak tak asing … "
"-! "
Noelle tanpa sadar diam membatu saat dia melihat orang itu sehingga tanpa ia sadari, ia sudah menatap orang itu untuk beberapa waktu.
"Ahh ya … perkenalkan, aku adalah Norman vilce Nothernos, aku dan Cryll berteman sejak kami masih di akademi."
...****************...
[AN: Selamat (malam) tahun baru (≧∇≦)/]