![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Sore hari, setelah menyelesaikan tugas mingguannya di gereja.
Noelle langsung kembali ke apartemennya tanpa berkunjung ke bar.
Pada awalnya, Noelle berencana untuk pergi ke bar setelah menyelesaikan pekerjaannya, tapi kemudian dia sadar ada sesuatu yang harus dia lakukan.
Noelle mengunci pintu, dan berganti ke pakaian santai, lalu mulai menggunakan sihir pemanggilan untuk membawa Harold secara paksa ke tempat ini.
Harold adalah vampir yang masih terikat dengannya, jadi itu tidak sulit. Setelah sedikit waktu berlalu, sosok Harold muncul di hadapan Noelle.
Pria tinggi, dengan rambut merah yang mencolok. Harold memindai ruangan itu dengan kedua sorot matanya yang tajam.
Sebelumnya, dia berada di kamarnya sendiri di sebuah penginapan. Tiba-tiba dibawa ke tempat yang berbeda membuatnya sangat waspada. Terutama, saat dia menyadari kehadiran sosok pria muda berambut hitam dengan mata merah menatapnya.
Pria itu sedang duduk di sofa, menatapnya tanpa berkedip sedikit pun. Harold seketika melompat ke belakang dengan waspada, tapi kemudian pria itu sadar akan sesuatu.
"Benar, aku seharusnya mengubah penampilanku dulu."
Seketika itu juga, sosok pria muda di hadapannya berubah menjadi sosok yang ia kenal.
Rambut hitamnya perlahan memutih, dan mata merah darah itu berubah menjadi kelabu yang terang.
" … Sudah lama kau tidak memanggilku. Apa yang terjadi? "
Harold mencoba bertanya dengan tenang, tapi Noelle sendiri terlihat terkejut saat mendengarnya.
Barulah kemudian Noelle ingat. Harold belum tahu kalau dia telah memalsukan kematiannya. Jadi, dia tidak terlalu terkejut saat melihat Noelle masih hidup di sini.
Noelle tertawa kecil, dan mengangkat kakinya ke atas meja.
"Baiklah, tidak udah berbasa-basi. Aku ingin kau bergabung ke dalam organisasiku sebagai anggota bawahan."
"Organisasi? "
Harold mengerutkan keningnya dan menatap Noelle dengan sedikit tanda penasaran.
Respon Noelle adalah senyum tipis. Dia mengangkat tangannya, dan sebuah kristal berwarna violet muncul di atas telapak tangan Noelle, melayang dengan kecepatan konstan.
"Asterisk. Aku ingin kau bergabung sebagai anggota bawahan."
" ……… "
Sejenak, tak ada jawaban dari Harold. Dia terlalu terkejut sampai tidak tahu harus merespon seperti apa.
"Ha? "
Hanya dua detik kemudian dia baru bisa memberikan reaksi yang sesuai.
"Tunggu, apa maksudmu? Asterisk? Apa kau bagian dari mereka? "
Berita tentang Asterisk sudah sangat menyebar. Meski jarang dibahas oleh publik, keberadaan organisasi itu tetap menjadi perbincangan hangat di kalangan petualang atau tentara bayaran.
Keterkejutan Harold itu wajar, dan Noelle juga sudah menduga akan mendapat reaksi terkejut seperti itu.
Namun, berlawanan dengan yang ia duga, Harold justru cepat dalam menenangkan dirinya. Dia menatap Noelle dengan tenang, dan mendengus.
"Apa aku bisa menolak? "
Noelle tersenyum.
"Ini perintah."
Di saat yang sama dengan Noelle mengatakan itu, tekanan yang menyesakkan napas muncul, dan Harold mau tak mau terjatuh ke lantai dengan keadaan nyaris pingsan.
Sejak awal, memang tidak ada pilihan baginya untuk menolak. Noelle pada awalnya ingin sedikit melunak, tapi itu tidak mungkin.
Charlotte masih hidup di luar sana. Dan terlepas teori Noelle yang menyatakan gadis itulah dalang di balik penderitaannya sendiri, Charlotte bisa saja masih bertujuan untuk membunuh Harold.
Harold adalah target balas dendam Charlotte, jadi bisa saja Charlotte akan muncul untuk membunuhnya.
Noelle ingin membuat situasi di mana dirinya akan bermain di balik layar dengan aman.
Untuk sekarang, Charlotte masuk ke dalam daftar orang yang ia waspadai. Masih terlalu banyak pertanyaan tentang gadis itu, dan belum dipastikan juga berada di pihak mana gadis itu berada.
Akan bagus jika Charlotte mendukungnya, tapi jika tidak, Noelle harus bersiap untuk banyak kemungkinan.
"Baiklah, kurasa aku tidak perlu mengatakan apa pun lagi untuk sekarang. Pergilah, aku hanya akan memberimu misi sesekali, atau bahkan tidak pernah."
Bagaimanapun, diundangnya Harold ke dalam Asterisk sebagai bawahan bukanlah kehendak Noelle. Dia masih belum tahu apa yang akan dilakukan dengan para anggota bawahan ini.
Harold tidak diizinkan mengatakan apa pun. Dia terus berbaring di lantai dengan napas sesak, dan tanpa dia sadari, pemandangan di sekitarnya telah berubah.
Dia kembali ke tempat dia sebelumnya berada.
...****************...
"Sekarang, yang kedua … "
Noelle melakukan peregangan sejenak, dan kali mengubah penampilannya. Namun, kalian ini bukanlah sosok Noah Ashrain yang muncul, melainkan identitas lain bernama Grei Noctis.
Dalam hitungan detik, Noelle telah membiasakan diri dengan pandangannya yang menjadi lebih tinggi. Di saat yang sama, dia juga merasa kalau tubuhnya menjadi lebih berat dari biasanya.
"Aku sudah membuat Grei Noctis sesuai dengan kenyamananku, tapi … aku masih belum terbiasa dengan proporsi tubuh ini … "
Noelle lebih nyaman dengan tubuhnya yang biasa. Itu ramping, tanpa memiliki otot yang tidak berguna.
Tenaganya tetap besar, dan bisa dibilang itu adalah wujud paling optimal bagi Noelle saat ini. Tapi sepertinya itu pun belum menjadi tubuh paling optimal untuknya. Karena, dia masih bertumbuh.
Keabadian yang Noelle miliki akan membuatnya menghentikan pertumbuhannya saat mencapai tahap tertentu. Tepatnya, itu pada saat tubuhnya mencapai kondisi paling optimal, di mana dia bisa memaksimalkan potensinya.
"Kurasa aku tidak punya hak untuk mengeluh."
Noelle menghela napas berat, dan mengubah tubuhnya sendiri menjadi gumpalan kabut asap. Dia kemudian pergi dengan menyelinap melalui celah jendela.
Dia melakukan ini karena pengawasan gereja masih belum lepas darinya.
(Di mana aku bisa menemukannya? )
Noelle mencoba menajamkan konsentrasinya dan fokus untuk mendeteksi semua yang di sekitar. Hasilnya, dia menemukan apa yang dia cari. Jaraknya tidak terlalu jauh, tapi dia terus bergerak dengan cukup cepat.
"Apa ini seperti yang kupikirkan? "
Yang Noelle cari saat ini adalah Kino, seorang Bounty Hunter yang memberinya informasi lengkap mengenai Feran Cerces.
Tampaknya, bocah laki-laki itu sedang dalam pengejaran sekarang.
...****************...
"Cepat tangkap dia! "
Dia panik, tapi mencoba untuk menenangkan diri. Kino menarik napas panjang dan mulai menganalisa lingkungan sekitarnya.
Dia sudah cukup akrab dengan tempat ini. Dia hapal semua belokan, jalan pintas, dan rintangan apa saja yang ada. Jadi, ini akan sangat membantu.
Meski begitu, musuh juga tampaknya tidak bodoh. Mereka membagi kelompok menjadi beberapa bagian, dan menyebar untuk mengepung Kino.
Beberapa saat yang lalu, Kino sendirian dalam perjalanan menuju bar, tapi kemudian dia dihadang oleh sekelompok Bounty Hunter, dan berujung pada pengejaran ini.
Dari yang Kino dengar dari mereka, mereka mengira kalau perlindungan Grei Noctis padanya sudah tidak berlaku, dan mereka bisa mulai menyerang sekarang.
Itu mungkin benar, karena Kino belum pernah melihat Grei Noctis lagi sejak hari itu.
Kino memaksa kakinya untuk berbelok ke tikungan tajam, tapi di sana ada tumpukan sampah yang jelas baru saja ditambahkan.
Musuh benar-benar menyiapkan jebakan untuk menghentikannya.
Kino melihat ke atas, dan memanjat melalui dinding bata sebuah rumah. Dia berniat mengalihkan pengejaran dengan pergi ke atas, lalu kembali ke jalanan setelah perhatian ara pengejaran mulai teralihkan.
Namun, rencana itu gagal.
Salah satu pengejaran melemparnya dengan batu, dan mengenai tepat pada punggung tangan Kino yang menopang berat tubuhnya di dinding.
Kino sontak terjatuh, tapi tidak membiarkan dirinya melonggarkan kewaspadaan. Kino mengeluarkan sebuah belati untuk membela diri, tapi sayangnya kemampuan fisik dia tidak begitu bagus. Paling-paling, dia hanya sedikit lebih mahir dari bocah seusianya.
Kemampuan itu bukanlah tandingan para pengejar yang gila.
"Hehe, mau ke mana kau? "
Salah satu pengejar mendekatinya, dan menargetkan sebuah kantung berisi berbagai macam koin yang tersangkut di sabuknya.
Memang sudah cukup lama sejak terakhir kali Grei Noctis muncul, tapi kebanyakan orang masih segan pada Kino yang mendapatkan perlindungan darinya. Karena itulah, dia belum ditargetkan belakangan ini.
Para pengejar ini berpikir kalau Grei Noctis telah melepaskan perhatiannya. Namun, sayangnya itu salah.
Saat pengejar itu menerjang maju dengan niat merebut kantung koin Kino, sebuah tinju yang keras menghantam wajahnya, dan dia langsung terjatuh ke tanah.
Barulah kemudian Kini sadar. Sosok pria besar itu sudah ada di hadapannya, dengan mata tajam menatap semua pengejar.
"T-tidak mungkin …. Bukankah Grei Noctis seharusnya sudah pergi?! Kenapa dia masih di sini?! Apa informasinya salah?! "
Noelle mengerutkan keningnya saat semua isi percakapan itu masuk ke telinganya.
Siapa yang bilang kalau Grei Noctis sudah pergi? Noelle penasaran dengan itu.
Dia sudah menduga kalau ini akan terjadi, tapi tetap saja mengejutkan saat melihatnya.
Saat sebuah nama tiba-tiba melambung naik popularitasnya, akan ada satu atau dua orang yang bergerak seperti parasit, menempel pada orang itu tanpa memberikan kontribusi apa pun. Atau bahkan, situasi terburuknya, mereka akan menggunakan identitas orang itu.
Noelle menghela napas pasrah, dan berjalan maju. Kakinya dengan dingin menginjak wajah orang yang baru saja dia tinju sampai pingsan.
"Hei, beri tahu aku lebih banyak tentang itu."
Mengesampingkan suaranya yang santai, tidak satu pun dari mereka percaya akan hal itu.
"Bodoh, kenapa kami harus memberitahumu? Justru, kau seharusnya meminta maaf pada kami. Kenapa kau mengambil basis kami? "
Salah satu pria di kelompok itu maju, dan menatap Noelle dari dekat.
Tato di seluruh tubuhnya membuat otot yang tebal di sana terlihat mengerikan. Pada saat yang sama satu demi satu tonjolan pembuluh darah muncul, dan dia menatap Noelle dengan mata yang gila itu.
'Basis', Noelle tidak mengerti maksudnya. Tapi, menilai dari cara dia mengatakannya, basis itu pastinya bar tempat para Bounty Hunter berkumpul.
(Benar, sebelum Grei Noctis muncul, ada satu atau dua kelompok yang berkuasa di sini.)
Itu adalah apa yang Noelle ketahui setelah sedikit penyelidikan.
Tampaknya kemunculan Grei Noctis membuat pengaruh mereka menurun.
"Hehe, kurasa ini bagus."
Dengan begini, identitasnya sebagai Grei Noctis akan memiliki pengaruh yang cukup besar pada Bounty Hunter. Ini adalah keunggulan yang harus Noelle manfaatkan.
Norlle berjalan maju, dan menghadap pada kerumunan orang yang mulai mengepungnya.
"Bahkan meski dia datang di sini, seharusnya tidak mungkin dia bisa mengalahkan banyak orang."
(Itulah yang semua orang pikirkan sebelum mereka ditampar kenyataan.)
Salah satu orang itu mendekati Noelle dengan lidah terjulur. Dia hendak mengatakan sesuatu, tapi hentakan yang kuat menabrak dagunya, membuatnya mengatupkan gigi dengan kuat.
Akibatnya, lidah yang dia julurkan itu terputus, dan jatuh ke tanah dengan darah menyertainya.
Masih belum ada yang sadar dengan apa yang terjadi. Namun, saat mereka sadar, itu sudah terlambat.
Orang yang lidahnya baru saja terputus juga baru sadar, dan apa yang ia lihat adalah kaki panjang Grei Noctis yang menendang dagunya.
"Ahh … "
Dia mundur beberapa langkah, menutupi mulutnya sendiri yang terus mengeluarkan darah.
"Pecundang," ucap Noelle dengan senyum sinis sambil mengayunkan lengannya ke samping.
Satu per satu orang yang mengepungnya terjatuh, dan hanya satu orang yang tersisa.
Dia tidak tahu apa yang terjadi, tapi melihat tubuh rekan-rekannya sama sekali tidak terluka, dia bernapas lega. Namun, ketenangan itu runtuh ketika dia melihat senyuman Grei Noctis.
"Apa mereka tidak terluka? Yahh, tentu saja, karena yang hancur hanyalah jantung mereka."
Barulah kemudian dia sadar dengan keberadaan jarum tipis berwarna merah yang berserakan di tanah.
Semua jarum itu kemudian melebur menjadi cairan, dan pergi ke arah Grei Noctis, melapisi satu tangannya seperti sebuah sarung tangan.
Grei Noctis mendekati dia yang tidak bisa bergerak, dan menepuk bahunya dua kali.
"Sebaiknya kau beri tahu semua orang kalau aku belum pergi. Bocah ini juga masih dalam perlindunganku."
Usai mengatakan itu, Noelle kemudian melempar pria itu menjauh dari tempat kejadian, dan berbalik melihat Kino.
Kondisi Kino jauh lebih baik dari yang ia kira. Bocah itu tetap tenang meski ada banyak mayat di sekelilingnya.
Noelle melihat pada masing-masing mayat itu, dan memasukkan empat mayat ke dalam gudang spasialnya, dan membakar yang lain.
Empat mayat itu akan ia gunakan untuk rencananya nanti.
"Apa kau baik-baik saja? "
Noelle bertanya pada Kino, dan dibalas bocah itu dengan anggukan semangat.
"Ya, terima kasih sudah menyelematkanku."
"Tidak perlu dipikirkan. Ini bagian dari janjiku."
Sebenarnya, agak sulit untuk memberikan perlindungan dua puluh empat jam pada Kino. Bagaimanapun, Noelle tidak memiliki waktu menganggur selama itu, dan dia tidak bisa terus mengawasinya melalui familiar.
Jika Kino dalam bahaya dengan dirinya yang sedang tidak mengawasi, maka Kino pasti tidak akan bisa diselamatkan.
Kino adalah kandidat untuk anggota bawahan Asterisk. Bisa dibilang, dia adalah orang yang penting. Noelle tidak bisa membiarkan bocah itu berkeliaran dengan penjagaan yang rapuh.
Untuk mengatasi itu, Noelle telah menyiapkan rencana kecil.
"Hei, bagaimana kalau kau bekerja untukku? "
Kino memiringkan kepalanya. "Maaf, tapi apa maksudnya? "
"Bekerja menjadi agen informasi pribadiku. Kau dan semua anggota timmu akan dibayar dengan harga yang layak, dan tentu saja, kau masih bebas mengambil pekerjaan di luar asalkan itu tidak membocorkan informasi apa pun tentangku."
Tawaran yang sederhana, tapi sangat penting bagi Noelle.
Sulit baginya untuk mengumpulkan informasi sendirian. Jadi, akan lebih baik jika dia memiliki agen yang bekerja untuknya. Dengan begitu, dia bisa mendapatkan informasi tanpa perlu mengeluarkan banyak tenaga, dan dia bisa fokus pada hal lain.
Tapi tentu saja, Noelle tidak berharap kalau Kino akan menerimanya dengan mudah.
"Itu tawaran yang menggiurkan, tapi … aku masih harus membahasnya dengan semua timku. Apa itu tidak masalah? "
...****************...
"Kelompok yang kupimpim, Red Hood sebenarnya masih kelompok kecil. Awalnya itu hanya berisi tujuh orang termasuk aku, tapi kemudian bertambah menjadi tiga puluh setelah rekan-rekanku yang lain melakukan perekrutan," jelas Kino saat dia membuka pintu sebuah bangunan tua.
Bangunan itu ada di area pinggiran kota. Sebuah bangunan yang kelompoknya beli dengan harga murah. Tentu saja, fasilitasnya tidak seberapa, tapi Kino dan rekan-rekannya yang lain melakukan renovasi besar-besaran sehingga itu layak untuk disebut markas besar.
Saat ini, Kino sedang membawa Noelle, atau tepatnya Grei Noctis ke markas utama Red Hood, agen informasi yang dibentuk oleh Kino.
Saat masuk ke bangunan itu, apa yang menyambutnya adalah ruang tamu yang bisa ditemukan di rumah manapun. Menurut penjelasan Kino, tempat itu adalah ruang penyambutan tamu, dan tempat mereka menerima permintaan pribadi dari pelanggan.
Ruang berkumpul anggota Red Hood ada di lantai atas dan bawah tanah. Untuk saat ini, Kino membawa Noelle ke bawah tanah, karena memang di sanalah semua orang berkumpul.
"Kebetulan sekali, semua anggotaku sudah berkumpul setelah menyelesaikan penyelidikan terhadap Feran Cerces, jadi aku bisa mendiskusikannya dengan mereka sekarang."
Itu bagus. Dengan begini, waktu Noelle tidak akan banyak terbuang.
Setelah turun dari tangga, Noelle melihat ada banyak orang berkumpul di ruangan besar dengan banyak furnitur.
Ada dua meja biliar, papan dart, dan meja konter untuk minum.
Sebagian besar orang di sana duduk di beberapa kursi yang diletakkan secara acak, tampak sibuk bermain dengan tim mereka sendiri, sementara yang lainnya bersantai di sofa sambil bermain poker.
Saat Kino dan Noelle masuk, mereka menghentikan kegiatan dan memberi salam pada Kino. Beberapa bertanya-tanya tentang siapa orang yang dibawa oleh ketua mereka.
(Bocah seperti dia memimpin kelompok besar ini? Kurasa dia luar biasa …)
Noelle memang pernah menjadi admin suatu kelompok yang disebut Black Marine, tapi dia hanyalah salah satu admin pengurus. Masih ada banyak admin lain dengan posisi yang sama dengannya. Bisa dibilang, dia bukanlah pemimpinnya.
Memang, karena Hakui-lah yang membuat kelompok itu.
(Ohh ….)
Saat memindai sekelilingnya, pandangan Noelle tertuju pada satu orang.
Dia adalah seorang gadis, terlihat masih sangat muda dengan penampilan yang benar-benar pendiam.
Dia duduk di sudut, membaca sebuah buku dengan judul yang sudah tidak terlihat. Pandangan gadis itu juga tertuju padanya, dan dia seketika melebarkan mata dengan terkejut.
Noelle ingat namanya adalah Leyn, gadis itu adalah seorang penyihir yang menempatkan sihir pelacak pada Noelle, saat dia memeriksa informasi dari para Bounty Hunter di rumah sewaan.
Kino sadar dengan tatapan Noelle, dan dia buru-buru menjelaskan.
"Itu … kami kekurangan personil untuk pelacakan dan investigasi, jadi … aku merekrutnya untuk bergabung."
"Itu bagus," jawab Noelle sambil mengangkat bahunya dengan santai.
Dia tidak keberatan dengan kehadiran Leyn. Justru, itu semakin bagus karena Leyn adalah orang yang berbakat dan memiliki potensi besar.
Noelle tidak ingin gadis itu jatuh ke tangan orang lain.
Kino naik ke sebuah podium kecil, dan meminta perhatian semua orang dengan bertepuk tangan.
"Semuanya, aku memiliki sesuatu yang harus kita bicarakan."
Penjelasannya singkat. Tanpa memakan banyak waktu, Kino sudah menyampaikan tawaran Noelle pada semua orang di sana.
Hasilnya, banyak yang setuju, dan hanya beberapa yang ragu-ragu.
Ini memang kesempatan yang luar biasa. Dari sudut pandang lain, ini seperti mereka mendapatkan pelanggan tetap yang akan membayar mereka dengan biaya tinggi.
Terlebih lagi, beberapa orang di sana tahu betul kekayaan seorang Grei Noctis. Rasanya tidak mungkin untuk menolak tawarannya.
Secara alami, Noelle senang dengan hasil ini. Diskusi berjalan dengan baik, dan kelompok informan Red Hood yang Kino pimpin secara resmi berada di bawah naungan Grei Noctis.
Formalitas lain seperti surat kontrak akan diurus nanti. Untuk sekarang, hasilnya sudah ditetapkan.
Selain itu, Noelle masih memiliki tawaran lain.
Noelle maju beberapa langkah, mengeluarkan sebuah kursi dari gudang spasialnya, dan duduk di sana.
"Tawaran tambahan dariku. Bagaimana kalau satu atau beberapa dari kalian berubah ras menjadi vampir? "
Tawaran yang aneh. Semua orang, termasuk Kino secara alami berpikir begitu.
Bagi mereka, vampir adalah ras legenda yang keberadaannya sendiri masih menjadi tanda tanya. Tentu saja, rasanya tawaran itu seperti kebohongan. Tidak ada yang mau mempercayainya. Namun–
"Sebelum datang ke tempat ini, ketua kalian dikejar oleh sekelompok bajingan yang menganggap kalau aku sudah tidak ada. Sekarang kalian adalah aset yang berharga untukku, jadi aku tidak ingin kehilangan satu pun anggota. Menjadikan kalian vampir akan membuatku lebih mudah dalam melakukan pengawasan, dan bahkan meski aku tidak ada, akan ada salah satu di antara kalian yang bisa menyelamatkan Kino."
Setiap vampir yang Noelle ciptakan akan mengembangkan hubungan batin dengannya. Itu akan memudahkan Noelle dalam banyak hal, termasuk pengawasan.
Anggota yang menjadi vampir juga bisa menjadi pengawal Kino, karena kekuatan standar dari ras vampir sudah tidak bisa dibandingkan dengan manusia.
"Jadi, bagaimana? Apa ada yang akan menerima tawaranku? "
Noelle tidak berencana mengulangi tawaran ini lagi. Jika tidak ada yang mengajukan diri, maka dia hanya akan menciptakan hewan familiar baru untuk mengawasi Kino dan semua orang.
Meskipun itu sulit untuk dipercaya, alasan di balik penawaran Grei sangatlah masuk akal. Sulit untuk ditolak.
Meski begitu, hanya sebagian kecil orang yang mengangkat tangannya. Masing-masing dari mereka adalah enam pria dan dua wanita.
Total ada delapan orang, tapi itu sudah cukup. Mereka seharusnya bisa menjadi perpanjangan tangan Noelle.
"Baiklah, kurasa hanya kalian."
Noelle mengangkat bahunya dengan santai, lalu mengeluarkan dua tabung logam yang penuh dengan darahnya.
"Apa ini? " tanya salah satu kandidat. Dia adalah seorang wanita muda dengan wajah tegas.
"Darahku. Masing-masing dari kalian harus meminum ini. Terserah mau meminumnya kapan, tapi saat itu terjadi, kalian mungkin akan tertidur atau merasa lumpuh untuk beberapa waktu. Jangan khawatir, itu hanyalah efek samping yang berlangsung singkat. Kalian akan baik-baik saja setelahnya."
" ……… "
Agak meragukan, tapi mereka memilih untuk percaya.
Tentang efek sampingnya, itu tidak terlalu buruk. Noelle masih ingat dengan jelas rasa sakit yang ia dapatkan saat pertama kali berubah ras menjadi Raja vampir.
Namun mereka hanya akan menjadi vampir biasa, jadi itu seharusnya baik-baik saja.
(Yahh, ini akan baik-baik saja. Chloe juga begitu.)
...****************...