![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Noelle sambil meregangkan tubuhnya berjalan keluar dari rumah dan melihat Cryll yang sudah bersiap dengan pedangnya.
"Apa kakimu baik-baik saja? " tanya Noelle pada Cryll.
Mendengar suara Noelle dari belakangnya, Cryll berbalik dan balas menatap laki-laki albino itu.
"Entah bagaimana aku sudah cukup pulih, tapi … Aku masih belum bisa menggunakan《Accel》untuk saat ini."
(Yahh, tentu saja begitu.)
Noelle memutar matanya sambil berjalan dengan ringan ke arah Cryll.
"Jadi, apa yang mau kau lakukan sekarang? "
"Tentu saja latihan, 'kan? "
Cryll menatapnya seolah ia menanyakan pertanyaan yang tidak jelas.
Bagaimanapun, Noelle hanya mengangkat bahunya.
Masih ada waktu beberapa jam sebelum mereka berangkat untuk kembali ke kota, jadi Cryll memutuskan untuk menghabiskan waktunya untuk berlatih agar ia bisa segera memulihkan kakinya.
Mereka tidak tahu situasi apa yang akan mereka hadapi nanti, tapi ada baiknya untuk berjaga-jaga.
Cryll mulai membuat posisi dan mengayunkan pedangnya beberapa kali dengan gerakan yang terus diulang.
Melihat itu, Noelle mengangkat satu sudut bibirnya.
"Hei, bagaimana kalau kita latih tanding? " ucap Noelle sambil mengeluarkan dua buah pedang kayu dari gudang spasial miliknya.
" ……… Tentu."
Cryll menjawab dengan mudah setelah berpikir sejenak.
Mungkin tidak buruk untuk mengetes tubuhnya secara langsung dalam pertarungan tiruan melawan Noelle.
Setelah mendapatkan jawaban dari Cryll, Noelle melempar salah satu pedang kayu itu dengan senyum kecil di wajahnya.
Pedang kayu yang ia lemparkan melesat dengan cepat seolah membelah udara, namun Cryll dengan mudah menangkap tepat di gagangnya.
"Bagaimana dengan aturannya? " tanya Cryll.
Noelle diam sejenak untuk berpikir, lalu menjawab setelah dia memutuskan.
"Kau benar … Ayo lakukan seperti biasa."
-–Seperti biasa, itu artinya latihan pertarungan mereka akan terus berlangsung sampai salah satu dari mereka 'dilumpuhkan' atau jika waktu yang ditentukan sudah habis.
'Dilumpuhkan' artinya salah satu dari mereka dalam keadaan terdesak dan tak bisa menggunakan senjata mereka lagi untuk menyerang, seperti terjatuh, atau bahkan senjata yang hancur.
Noelle dan Cryll sudah bersiap di posisi mereka masing-masing dengan pedang kayu di tangan mereka.
Mereka saling menatap sejenak sebelum akhirnya Cryll tiba-tiba menendang tanah dan melompat mau menuju Noelle.
Gerakannya dilakukan terlalu cepat sehingga mata orang normal tak akan dapat melihat pergerakannya. Namun, Noelle dengan jelas memperhatikan setiap langkahnya.
Cryll menyerang ke arah leher Noelle dengan pedangnya, yang akhirnya Noelle tangkis menggunakan pedangnya sendiri.
"Bukankah terlalu berbahaya untuk mengincar leherku seperti itu? " tanya Noelle.
Cryll membalasnya dengan wajah bodoh seolah ia tidak mengerti maksudnya.
"Apa aku terlihat peduli? "
Noelle tersenyum, dan memberikan tenaga lebih pada tangannya agar ia bisa menyingkirkan Cryll.
Pedang yang ia gunakan untuk menangkis serangan Cryll dengan mudah menebas menembus udara seolah berat Cryll yang dibebankan padanya sangatlah kecil.
Cryll melompat mundur untuk menghindari tebasan. Namun, sebagai gantinya Noelle langsung maju dengan kecepatan yang gila dan menebas ke arah perut Cryll dengan pedangnya.
Beruntung bagi Cryll, ia secara refleks menggunakan pedangnya sendiri untuk menangkis itu. Namun, tegangan dan gelombang kejut yang dihasilkan dari tabrakan kedua senjata mereka terlalu kuat sehingga itu menyakitkan bahkan untuk mereka berdua.
Cryll memperbaiki posisinya di udara sementara Noelle juga berusaha mempertahankan posisinya dengan menancapkan pedang dan jari-jari tangannya ke tanah.
Berada di udara terlalu lama bukanlah hal yang menguntungkan bagi Cryll karena pergerakannya menjadi terbatas. Tapi, ia tanpa mengkhawatirkan apa pun langsung mengandalkan teknik akrobatnya untuk berputar di udara dan menangkis serangan Noelle yang sudah tepat berada di bawahnya.
Masing-masing dari mereka tersenyum sambil terus menabrakkan pedang mereka satu sama lain.
Cryll melompat mundur dengan jarak yang sangat jauh dari Noelle, namun ia segera melompat maju dan menyiapkan pedangnya untuk serangan tebasan secara horizontal.
Tepat saat Noelle menyiapkan pedangnya sendiri untuk menangkis itu, sensasi tabrakan yang begitu kuat tiba-tiba ia rasakan dari sisi perutnya.
Itu adalah Cryll yang menendang perutnya dengan sekuat tenaga sambil tersenyum.
Noelle terpental jauh di belakang, namun entah bagaimana ia berhasil mempertahankan posisinya dengan menggunakan rantai darah yang ia tancapkan di tanah.
"Senjata bintang tidak diizinkan, tapi senjata lain boleh," kata Noelle sambil tersenyum sengit.
Ia kembali menembakkan bilah pisau dengan rantai darah di belakangnya ke arah Cryll yang pada akhirnya dihindari dan sangat mudah.
Pisau yang ada di ujung rantai darah itu dengan mudah menancap di salah satu pohon di belakang Cryll dan membuat dahi Noelle sedikit berkedut.
Cryll tampa menghabiskan waktu lagi langsung memanfaatkan momen itu untuk meraih rantai Noelle dan menariknya ke arahnya.
Beban yang tiba-tiba menariknya dari sisi lain membuat Noelle hampir kehilangan keseimbangan, namun ia segera memperkuat pijakannya dan mengubah bentuk rantai itu menjadi rantai berduri.
Secara alami Cryll akan menyadari perubahan pada rantai, namun ia justru tersenyum dan melompat maju pada Noelle sambil menggunakan rantai darah berduri itu sebagai pijakan.
Ada resiko kalau Noelle tiba-tiba mengubah rantai itu kembali menjadi bentuk cairan, namun Cryll tanpa ragu terus berlari di atas rantai itu dan memberikan serangan tebasan pada Noelle.
Saat ia telah sampai di hadapan Noelle, wajah Noelle yang tersenyum dengan ganas membuatnya menyadari apa yang ia lewatkan.
Noelle tanpa menghilangkan senyumnya lalu menarik rantai itu sekuat tenaga dan membuat pohon tempat pisaunya mendarat itu tercabut dari tanah dan terbang menuju arahnya dan Cryll.
"Kau gila?! "
Cryll berteriak dengan panik sambil mengeluarkan jangkar kecil dengan benang tipis dari lengan bajunya.
Jangkar itu menancap di tanah dan menarik tubuh Cryll untuk menghindar dari tabrakan pohon yang terus terbang ke arahnya dan Noelle.
"Kau sendiri juga memiliki senjata rahasia," ucap Noelle sambil tersenyum.
"Ughh … "
Erangan tipis keluar dari Cryll yang masih terkejut karena gerakan tak terduga Noelle itu.
Jangkar dan benang yang ia gunakan untuk melarikan diri tadi sudah terlepas dari tanah dan kembali masuk ke lengan bajunya sementara Cryll masih memperhatikan gerakan Noelle dari jarak yang cukup jauh.
Dari sisi lain, dia bisa melihat beberapa orang yang ia kenal sedang menonton pertarungan mereka tanpa ia sadari sebelumnya.
Pohon yang sebelumnya ditarik oleh Noelle telah hancur menjadi ratusan serpihan karena pukulan Noelle yang menembus titik terlembut di batang pohon itu.
Noelle tanpa mengatakan apa pun lagi langsung menyiapkan pedangnya dan melompat maju sambil melempar beberapa serpihan kayu yang tajam ke arah Cryll.
Cryll dengan tubuhnya yang sudah menegang secara refleks langsung menghindari lintasan serangan serpihan kayu dan menangkis serangan Noelle dengan Pedangnya.
Namun, ia lupa kalau Noelle memiliki banyak trik dan teknik yang biasa ia gunakan dalam pertarungan.
Noelle dengan memanfaatkan kelenturan tubuhnya langsung berputar di udara selagi ia terpental mundur karena tangkisan dari Cryll.
Ia menggunakan darahnya sendiri sebagai pijakan dan melompat tinggi ke udara sambil mengarahkan tendangan vertikal ke arah Cryll.
Tendangan yang mengandalkan betis tidak begitu bagus untuk ditiru, karena betis termasuk salah satu otot lunak di tubuh manusia.
Jika itu menemui benturan yang sangat keras, maka bersiaplah untuk menanggung rasa sakit yang mengerikan.
Namun, itu bukanlah masalah bagi Noelle yang sudah tidak dapat merasakan sakit.
Ia menggunakan momentum dari tubuhnya sendiri dan menggunakan rantai darah yang sudah mencapai di tanah sebagai bantuan tarikan.
Cryll dengan panik menyiapkan tangannya untuk berlindung dari serangan Noelle. Namun, kaki Noelle tidak pernah mendarat di kepala atau bahkan tangannya.
Tanpa ia sadari, Noelle sudah berada tepat di belakangnya dalam posisi berjongkok.
Memanfaatkan kelengahan Cryll, Noelle langsung menggunakan kakinya untuk menendang kaki Cryll dan membuatnya terjatuh ke tanah tanpa sempat memperbaiki posisinya.
Noelle tanpa membuang-buang waktu langsung berdiri dan menindih Cryll dari atas, lalu mengarahkan ujung pedang kayu ke arah lehernya.
"Dengan ini, aku menang, 'kan? "
Noelle tersenyum yang dibalas Cryll dengan wajah pahit.
"Kau menggunakan rantai darah untuk menarik dirimu sendiri ke tanah dan menghancurkan pusat gravitasiku … Itu benar-benar curang."
"Tidak ada yang namanya curang dalam pertarungan. Itu salahmu sendiri karena melupakan kenyataan kalau aku memiliki segudang trik yang bisa kulakukan di pertarungan."
Noelle menjawab Cryll dengan santai sambil perlahan berdiri dan menyingkir dari tubuh Cryll yang terbaring di tanah.
"Yahh … Itu membuktikan kalau kau sudah cukup pulih," ucap Noelle dengan senyuman sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Cryll berdiri.
(Sungguh, sebenarnya seberapa bodoh keluarga Light itu? Mereka membuang Cryll meskipun dia sangat berbakat.)
" …… Terima kasih untuk itu. Tapi … Bagaimana kita akan membereskan kekacauan ini … "
Cryll dengan wajah pahit melihat ke sekelilingnya.
Tanpa mereka berdua sadari, latihan pertarungan yang mereka lakukan telah menyebabkan kerusakan yang terlalu besar.
Beberapa pohon sudah tumbang dengan akar yang masih menancap di tanah, dan retakan serta kawah-kawah besar juga terbenruk di tanah sebagai hasil dari gerakan mereka.
Bagaimanapun, kerusakan yang diterima area sekitar mereka itu terlalu besar untuk diciptakan oleh dua orang yang sedang berlatih.
" … Bisakah kita berpura-pura tidak tahu tentang ini? "
Noelle mengusulkan itu sambil berharap orang-orang yang melihat kerusakan itu di masa depan akan menganggap kalau kerusakan itu disebabkan oleh monster.
"Tuan."
"Chloe? Ada apa? " tanya Noelle.
Chloe terlihat bingung sejenak, namun ia kembali berbicara dengan ragu.
"Itu … Aku menemukan sesuatu yang aneh si sekitar sini … Aku ingin Tuan ikut memeriksanya."
Meskipun Noelle memiringkan kepalanya dengan bingung, ia tetap menyetujui ajakan Chloe untuk pergi memeriksa bersamanya.
"Cryll, kembalilah lebih dulu dan selesaikan persiapan bersama yang lain. Aku ada hal lain yang harus kuurus."
Cryll dengan pasrah menjawab, "Baiklah. Kembalilah dengan cepat."
Noelle mengangguk.
Setelah itu, ia pergi dengan mengikuti petunjuk Chloe.
Tempat Chloe membawanya terletak beberapa puluh meter dari lokasi perkemahan mereka, jadi itu jarak yang cukup dekat.
"Ini … "
Noelle langsung mengerutkan keningnya begitu ia menyadari sekitarnya.
Bagaimanapun, tempat itu adalah tanah kosong berbentuk lingkaran yang berdiameter sekitar 20 sampai 30 meter.
"Chloe."
Dipanggil oleh Noelle, Chloe langsung keluar dan membungkuk padanya.
"Periksa sekeliling tempat ini sekali lagi."
Mungkin ia terlalu waspada, tapi ia sudah tidak bisa lengah sekarang.
Ia sudah melewati tempat itu beberapa kali sebelumnya. Karena itu, ia tahu betul bagaimana tata letak pepohonan atau bebatuan yang ada di sekitar hutan.
Dan tanah kosong itu, sebelumnya tidak pernah ada di hutan.
Ia memikirkan beberapa kemungkinan tentang bagaimana area lingkaran itu tiba-tiba terbentuk.
Yang pertama adalah, para penebang kayu, atau pekerja hutan. Namun, kemungkinan ini memiliki persentase yang cukup kecil.
Itu karena lokasi hutan tempat mereka berada cukup jauh dari kota, dan rawan didatangi monster.
Secara teknis, hutan itu seharusnya dilarang untuk dikunjungi pekerja atau warga sipil.
Dan kemungkinan kedua adalah yang memiliki persentase kebenaran yang cukup besar.
Itu adalah petualang atau tentara bayaran lain yang secara kebetulan berada di sana.
Namun itu juga aneh untuk Noelle. Karena, sebelumnya Terneth sudah memberikan laporan kalau tidak akan ada petualang lain yang akan mengunjungi hutan itu selain mereka.
(Apakah itu tim pencari? Tidak, tidak mungkin.)
Noelle sempat memikirkan kemungkinan lain, namun hasilnya nihil.
Ada kemungkinan kalau Terneth mengirimkan bala bantuan untuk menyelamatkan Pangeran dan yang lain, namun itu seharusnya baru akan terjadi besok.
Itu terkait dengan perjanjian yang dimiliki Dyland dengan Terneth. Perjanjian itu dibuat untuk meningkatkan keamanan pada Pangeran.
Salah satu dari perjanjian itu adalah, Dyland diwajibkan untuk melapor setidaknya tiga hari sekali. Terlebih lagi, Dyland baru saja bangun pagi ini, dan masih dalam proses pemulihan.
Karena itu, Terneth seharusnya belum mengetahui tentang kondisi Pangeran dan yang lain.
"Tuan."
Saat Noelle tengah tenggelam dalam pikirannya, suara Chloe yang sedikit cadel memanggilnya dari belakang dan membuatnya kembali ke kenyataan.
"Ada apa? " tanya Noelle setelah menyadarkan dirinya dari pikirannya.
"Ada beberapa bekas tong anggur di sekitar sini. Semua sudah kosong, tapi … Menurut Brackas, itu masih memiliki isinya beberapa jam yang lalu."
Beberapa tong kayu kemudian muncul dari bayangan Chloe.
Noelle memperhatikan tong itu dengan seksama demi mencari jejak. Namun, ia sama sekali tidak menemukannya.
Akan lebih baik jika dia bisa menemukannya menggunakan sidik jari, tapi semua bagian tong itu dalam keadaan basah karena tersiram air. Semua jejak sidik jari mungkin sudah terhapus.
(Apakah aku harus melaporkan ini? Ahhh … Ini merepotkan … )
Noelle dengan jengkel menggaruk-garuk kepala belakangnya.
...****************...
"Jadi, begitulah. Laporan selesai."
Noelle menyelesaikan laporannya di dalam ruang pertemuan bersama Terneth.
Selain dirinya, Cryll dan Dyland memutuskan untuk ikut guna memberikan kesaksian yang lebih lanjut.
Sama seperti Cryll sebelumnya, Dyland masih mati rasa di kakinya, karena itu ia tidak boleh banyak bergerak sekarang.
Walaupun … Noelle bertanya-tanya bagaimana dia bisa bertahan mengikuti perjalan sejauh beberapa puluh kilometer dengan berjalan kaki.
"Begitu, ya … Kematian mereka memang sangat disayangkan, tapi … Aku senang Pangeran dan yang lain berhasil selamat."
Respon Terneth terdengar dingin dan tak berperasaan. Namun, baik Noelle maupun Cryll dan Dyland tidak keberatan dengan itu.
Untungnya, Norman tidak sedang bersama mereka sekarang. Karena Pangeran itu pasti akan marah pada Terneth karena telah menyepelekan kematian orang-orang itu.
Lagipula, prioritas Terneth di atas segalanya adalah keselamatan Pangeran dan yang lain. Ia tidak punya waktu untuk mengkhawatirkan orang lain.
"Aku sudah menerima laporan kalian. Aku akan membicarakannya lebih dulu dengan para petinggi mengenai laporan kalian tentang jumlah monster yang melebihi perkiraan. Bagaimanapun, silahkan beristirahat untuk memulihkan diri kalian sebelum instruksi berikutnya."
Dengan kata-kata itu sebagai penutup, rapat yang dilakukan selama kurang lebih setengah jam itu selesai.
Noelle diam-diam menahan untuk menunjukkan ekspresinya sementara matanya terus mengamati pergerakan wajah Terneth yang mulai tersenyum dengan mencurigakan.
...****************...
"Meskipun dia meminta kami untuk beristirahat, tapi … Sampai kapan? "
Noelle dengan bingung bertanya-tanya saat ia terus menyeret langkahnya untuk menyusuri jalanan utama yang ada di pulau kecil area distrik perbelanjaan.
Dari kata-kata Terneth sebelumnya, sangat jelas kalau Terneth masih akan mengirim Noelle dan yang lain untuk melakukan misi penaklukan.
Berkat waktu yang diberikan Terneth pada mereka, Cryll dan Dyland akhirnya bisa memulihkan kondisi tubuh mereka sepenuhnya dan akan siap untuk pertarungan sengit setidaknya dalam waktu tiga hari.
Walaupun, Noelle ingin masalah ini cepat selesai dan segera memutus hubungan yang ia miliki dengan kelompok Norman.
Setelah 'percakapannya' dengan Lilith, Noelle entah bagaimana mampu bertindak seperti biasa seolah tidak ada yang terjadi. Namun, suasana di sekitar Lilith dan reinkarnator lainnya jelas tidak begitu bagus.
Suasana mereka terlalu tidak bagus sehingga Cryll yang cenderung tidak peka dengan sekitarnya tiba-tiba menyadari hal itu.
Cryll sempat bertanya padanya mengenai situasi ini, namun Noelle tetap bersikeras untuk tidak memberitahunya dan langsung mengalihkan pembicaraan.
(Apa yang harus kulakukan sekarang … )
Saat Noelle dengan bingung memikirkan situasinya, ia tiba-tiba merasakan perubahan drastis pada lingkungan sekitarnya.
Noelle dengan bingung memperhatikan sekelilingnya.
Orang-orang yang tadinya berjalan di sekitarnya perlahan mulai menghilang dan membuat tempat itu menjadi kosong.
"Apa … "
Dia tidak tahu apa yang terjadi. Noelle menyiapkan senjatanya dan waspada dengan sekelilingnya, namun sama sekali tidak ada tanda-tanda penyerangan yang akan dilakukan.
Kepalanya tiba-tiba diliputi rasa pusing yang sangat menyakitkan bahkan untuknya.
Dia dengan putus asa memegangi kepalanya guna untuk mempertahankan kesadarannya.
Namun, tidak peduli apa yang dilakukan Noelle, lingkungan di sekitarnya justru semakin mengalami perubahan.
Pandangan matanya mulai terdistorsi dan membuatnya berjalan dengan sempoyongan.
Tak lama kemudian, rasa sakit yang menyerang kepalanya tiba-tiba menghilang, bersamaan dengan munculnya orang-orang di sekitarnya.
Kehadiran orang-orang yang sebelumnya menghilang tiba-tiba kembali muncul seolah tak ada yang terjadi.
Semua sudah kembali seperti semula. Setidaknya itulah yang ia pikirkan.
Orang-orang yang berjalan di sekelilingnya memiliki tindakan dan kelakuan berbeda dari yang sebelumnya.
"Apa … Yang terjadi? "
Noelle tidak bisa menahan wajah cemasnya, dan dia langsung berlari secepat mungkin menuju penginapan tempat Olivia berada.
Sesampainya ia di kamar tempatnya dan Olivia, Noelle dengan takut mencoba mengetuk pintu beberapa kali dan menunggu seseorang keluar.
tak perlu memakan waktu lama, pintu terbuka dan menampilkan sosok Olivia yang tidak berbeda dari biasanya.
Olivia yang melihat wajah cemas Noelle mengerutkan keningnya dan menunjukkan wajah khawatir yang sangat jelas.
"Noelle? Apa yang terjadi? "
Dia bertanya dengan khawatir, namun Noelle tidak menjawab dan langsung secara refleks memeluknya.
"Eh? No-Noelle? "
Olivia tidak mengerti. Noelle tiba-tiba kembali dengan wajah cemas yang jelas, dan langsung memeluknya.
Ia tidak mengerti situasinya, tapi ia berusaha menenangkan Noelle dan membawanya masuk ke kamar.
...****************...