![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Hmm♪ hmm♪ … Ehehe.~"
Seorang laki-laki berambut hitam dan menggunakan topeng yang menutupi wajahnya sedang berjalan dengan riang menuju kursi khusus yang telah ia pesan bersama temannya.
Namun, perasaan yang aneh terus menghantuinya sejak saat ia menyelesaikan pertarungan di arena.
Meskipun pada akhirnya dia mengabaikan perasaan aneh itu dan berjalan untuk kembali ke kursinya.
"Hmm? Siapa mereka? "
Dia memiringkan kepalanya dengan penasaran saat melihat empat sosok yang ikut duduk di kursi yang telah ia pesan.
(Apa Cryll mengundang yang mengundang mereka …? )
" … Yahh, aku akan tahu jika aku ke sana."
Ia lanjut berjalan dengan riang sambil memasukkan pedangnya ke 《Spatial Storage》.
...****************...
"Hey, Cryll~ Apa kau mengundang tamu lagi? "
" ……… "
Setelah ia sampai di kursi khusus dan melepas topengnya, ia dikejutkan dengan sosok Cryll yang juga sudah melepas topengnya dan duduk di lantai batu—membeku tak berkutik sedikitpun.
Terlihat jelas tetesan keringat yang keluar dari dahinya.
Noelle terlihat bingung dan memiringkan kepalanya, lalu mengalihkan pandangannya pada para gadis yang duduk dengan tenang di kursi.
"Hey … Apa yang terjadi … "
Ekspresi kebingungan memenuhi wajahnya, otaknya bekerja dengan kecepatan penuh untuk menemukan jawaban dari situasi ini.
Barulah ia mengerti situasinya begitu keempat gadis itu melepas topengnya dan menunjukkan wajah mereka.
" ……… "
"M-maaf Noelle, aku sedikit lengah … "
Cryll dengan suara bergetar meminta maaf pada Noelle tanpa bergerak dari posisi duduknya.
Di belakangnya adalah Olivia yang menatapnya dengan mata kosong.
Noelle tanpa berkata apa-apa lagi langsung membuat posisi duduk seiza yang sempurna tepat di samping Cryll.
"Apa yang harus kita lakukan … "
Cryll berbisik padanya dari samping, dan Noelle langsung tersenyum kecil lalu menjawabnya.
"Kau bodoh, aku sudah menghadapi situasi ini ribuan kali sebelumnya, tentu aku sudah berpengalaman dalam melarikan diri."
"Jadi kau sudah sering mengalami ini, ya … Seperti yang diharapkan dari seorang Noelle, kurasa kau berhak mendapat gelar sebagai orang paling nakal sedunia karena masih melakukan hal yang sama bahkan setelah dimarahi habis-habisan oleh kekasihmu sendiri."
"Diamlah."
Mereka terus saling berbisik sementara Olivia tanpa berkedip sekalipun terus menatap mereka dengan mata kosong.
Gelombang mana putih yang terpancar dari tubuhnya semakin mempertegang suasana.
" … Bagaimana ini … "
Cryll dengan tegang bertanya dengan berbisik di sampingnya, ia melirik ke arah Noelle dengan pandangan penuh ketakutan.
"Tidak apa, serahkan padaku." jawab Noelle dengan suara tenang dan meyakinkan.
Noelle menarik napas panjang dan berbalik untuk menghadapi Olivia.
" … Noelle … Jelaskan."
Begitu Noelle memperbaiki posisinya dan menatap Olivia dari bawah, ia langsung bersujud dengan gerakan yang sempurna seolah ia sudah terbiasa dengannya.
Melihat Noelle yang membuat postur bersujud secara tiba-tiba tentunya sangat mencengangkan untuk Cryll dan yang lain di sana, sehingga mau tak mau mereka langsung menatap Noelle dengan pandangan terkejut.
Untungnya tempat khusus yang mereka duduki adalah sebuah ruangan dengan peredam suara yang sangat kuat dan mereka bisa mengatur kacanya untuk menjadi kaca satu sisi sehingga orang-orang di luar tidak akan mengetahui situasi di dalam.
Menarik nafas panjang, Noelle kemudian mengatakan 'pengakuan'nya pada Olivia.
"Maafkan aku! Maafkan aku! Aku terlalu berlebihan dalam bersenang-senang sehingga aku tidak ingat waktu! Tapi apa boleh buat, bukan? Ini sangat menyenangkan sehingga membuatku kehilangan akal sehatku dan membuatku tanpa sadar terus bermain! Lagipula di luar itu sangat membosankan! Sama sekali tidak ada hiburan yang bisa menarik perhatianku, kau tahu? Permainan di sini sangat membosankan dan bisa kuselesaikan dalam waktu cepat sehingga itu sama sekali tidak membuatku merasa bersenang-senang! Dan aku datang bermain ke sini karena Cryll yang mengajakku duluan! Benar, ini adalah salah Cryll yang membuatku tergoda untuk ikut bermain! Tapi untungnya kami mendapatkan sejumlah besar uang setelah bermain, jadi tidak masalah 'kan? Itu adalah hal yang menguntungkan 'kan? Ini juga salah Terneth tua itu yang memberitahu kami tempat ini, jadi ini adalah salahnya! Benar, ini sepenuhnya salah Cryll dan Terneth tua itu! Aku hanya korban yang tergoda di sini, jadi tolong maafkan aku! Ampunilah diriku yang bertindak kekanak-kanakan dan mudah tergoda oleh orang lain! Aku akan melakukan apapun yang kamu minta! Karena itu tolong lepaskan aku! "
" " " " ……… " " " "
Cryll dan yang lain menjadi benar-benar diam membeku saat melihat Noelle mengatakan semua yang ada di pikirannya hanya dalam satu tarikan napas, sedangkan Olivia tampak sudah terbiasa dengan itu, namun tetap memiliki pipi yang merona dengan merah muda.
Noelle yang melepaskan semua yang ada di pikirannya kini tampak lelah dan kehabisan napas.
Ia masih dalam posisi bersujud dengan napas yang tersenggal-senggal.
" … Alasan yang sama dengan yang sebelumnya," ucap Olivia dengan suara tak bernyawa.
" …… Maaf karena aku tidak sempat memikirkan alasan lain."
Lagipula Noelle benar-benar tidak menduga kedatangan Olivia.
Ia pikir koloseum bawah tanah itu adalah tempat yang benar-benar rahasia dan Olivia seharusnya tidak mampu menemukan jalan masuk ke sana, tapi semua perkiraannya langsung dipatahkan dengan sangat mudah.
(Jadi si brengsek ini sudah sering mengalami hal ini, ya … Tidak heran jika ia terlihat sangat terbiasa … Tidak, tunggu! Bukankah bajingan ini baru saja menyebut namaku sebagai pelaku …?!! )
"H-hey Noelle, apa maksudmu dengan-"
"Diam! Ini salahmu! Aku terlibat dalam masalah ini karena salahmu! Cryll brengsek! "
"Oke, dengar sini kau bajingan."
Mereka berdua terus bertengkar sampai akhirnya Olivia menghentikan mereka dengan paksa menggunakan tatapannya yang dingin seolah memancarkan hawa membunuh yang kuat.
Setelah itu mereka berdua menghabiskan waktu mereka dengan duduk seiza di tanah dengan keringat dingin
...****************...
"Apa yang serang kau lakukan? "
Keesokan paginya, Charlotte melihat Olivia yang sedang meminjam dapur penginapan tempat mereka tinggal.
"Aku sedang membuatkan puding untuk Noelle."
"Hee~"
Setelah kejadian semalam, Olivia dan Stella langsung menyeret Noelle bersama Cryll kembali ke penginapan.
Dan sesampainya mereka di penginapan, Olivia langsung 'memeras' Noelle hingga kering sebagai hukuman karena telah meninggalkannya sendirian begitu saja.
Olivia merasa sedikit bersalah karena hal itu, jadi ia memutuskan untuk membuatkan Noelle cemilan untuk ia nikmati pada waktu luangnya.
Saat ini Noelle dan Cryll sedang menghabiskan waktu mereka di perpustakaan kota untuk mengumpulkan informasi lanjutan tentang monster yang akan mereka lawan nanti, jadi Olivia akan membuat cemilan yang tidak akan mengganggu konsentrasi mereka.
Semua penginapan yang pernah mereka singgahi akan dengan senang hati meminjamkan dapur mereka pada pelanggan yang ingin memasak sendiri. Tentu saja dengan sedikit biaya.
" … Apa ada yang bisa kubantu? " tanya Charlotte sambil melihat Olivia yang sedang menggunakan sihirnya untuk mempercepat proses pendinginan.
"Tidak perlu, ini sudah selesai."
Olivia dengan wajah datar menunjukkan sebuah piring besar dengan puding di atasnya.
" … Bukankah itu terlalu banyak? "
"Tidak masalah, lagipula laki-laki di usia pertumbuhan memiliki selera makan yang besar."
Meskipun Olivia mengatakan itu, pada kenyataannya, ia hanya terlalu bersemangat sehingga ia tanpa sadar membuat puding yang terlalu besar untuk dihabiskan oleh satu orang.
Tapi itu seharusnya tidak masalah. Jika Noelle tidak bisa menghabiskannya, Noelle hanya perlu memakan itu bersama Cryll, atau paling tidak, Olivia bisa menyimpan sisa puding itu untuk dimakan nanti.
"Usia pertumbuhan … "
Charlotte sedikit berkonflik ketika mendengar kata-kata itu. Bagaimanapun, Noelle adalah seorang reinkarnasi sama sepertinya, dan usia mental mereka seharusnya sudah lebih dari 30 tahun sehingga tidak layak untuk mengatakan kalau mereka masih di usia pertumbuhan.
Untungnya jarak antara perpustakaan kota dengan penginapan mereka tinggal tidak terlalu jauh, sehingga Olivia dan Charlotte hanya perlu melewati beberapa jembatan untuk sampai di perpustakaan yang dibangun di pulau kecil di tengah kota.
Perpustakaan itu memiliki ukuran yang cukup besar sehingga hampir memenuhi bagian pulau tempat ia dibangun.
Dengan aksen pembangunan yang menggunakan gaya victoria seolah membedakan dirinya dari bangunan lain di sekitar.
"Di mana Noelle … "
Charlotte bertanya dengan kebingungan begitu ia memasuki gedung perpustakaan.
Bagaimanapun, bagian dalam gedung itu memiliki ukuran yang jauh lebih luas dari yang ia lihat di luar, barangkali diperluas menggunakan sihir ruang.
Olivia tanpa berkata apa-apa lagi langsung berjalan tanpa ragu menyusuri rak rak buku yang disusun sedemikian rupa sehingga hampir membentuk sebuah labirin.
"Ketemu."
Begitu mereka berdua sampai di bagian pusat dari susunan rak rak buku itu, mereka akhirnya menemukan dua orang yang mereka cari sedang duduk di kursi dengan jarak yang saling berjauhan.
Dengan tambahan seorang gadis berambut persik yang berdiri di hadapan rak buku yang menjulang.
Noelle dengan taatapan membosankan seperti biasa sedang membaca beberapa buku sekaligus, sedangkan Cryll terlihat tidak menyentuh bukunya sama sekali dan tampak telah menyerah untuk menemukan informasi.
"Noelle."
Olivia berjalan tanpa suara menghampiri Noelle lalu memanggilnya dengan suara pelan agar tidak mengganggu konsentrasinya.
"Hmm? Ahh … Olivia, dan Charl … Maaf, aku sedikit terlalu fokus."
Noelle merespon setelah mengangkat kepalanya dan menatap Olivia yang datang bersama Charlotte.
"Apa yang kamu baca? " tanya Olivia sambil menarik kursi di samping Noelle untuk ia duduki.
" … Sejarah asal-usul monster"
Noelle menjawab setelah hening sejenak. Jawabannya membuat Olivia dan Charlotte somtak memiringkan kepala mereka dengan heran.
"Bukankah itu … Tidak ada hubungannya dengan monster yang kita cari? " ucap Charlotte.
Noelle melirik Charlotte sejenak, lalu menghela nafas dan matanya kembali membaca buku di hadapannya.
"Tentu saja aku tahu itu, bodoh … Aku hanya berpikir kalau mungkin saja aku bisa menemukan informasi yang bisa kujadikan dasar untuk membuat kesimpulan, dan juga … Aku sedikit penasaran … "
" " ……… " "
Noelle tanpa menatap mereka membuka salah satu buku yang digeletakkan di atas meja yang berantakan itu.
" … Ini."
Setelah ia membuka halaman buku satu per satu dan akhirnya berhenti di halaman tertentu, ia langsung menunjukkannya pada Olivia dan Charlotte.
"Di buku ini dijelaskan kalau keberadaan monster muncul setelah Raja iblis muncul dan melakukan invasi di dunia manusia, jelas itu sangat tidak sesuai dengan apa yang pernah Anastasia ceritakan pada kita."
Anastasia menjelaskan pada mereka kalau sosok monster adalah hasil mutasi dari makhluk hidup yang terkontaminasi oleh energi dari pecahan bintang di zaman kuno, tapi itu tidak sesuai dengan yang dijelaskan di buku sejarah.
" … Bukankah wajar jika buku sejarah memiliki sedikit perbedaan dengan kenyataan? Di dunia kita dulu juga begitu 'kan? "
Charlotte dengan bingung bertanya sambil memiringkan kepalanya, jelas ia tidak mengerti dengan yang Noelle katakan.
Sedangkan Olivia mengerutkan keningnya lalu mengangguk dengan wajah serius.
"Memangnya apa? "
" ……… "
Noelle terdiam ketika melihat Charlotte yang sama sekali tidak mengerti apa yang ia maksud, meskipun ia merasa sudah menjelaskannya sebaik mungkin.
Noelle menghela napas panjang sejenak dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian ia menjelaskan maksudnya pada Charlotte.
"Seharusnya kau sudah mengerti dengan bagian yang tidak konsisten dari penjelasan itu … "
" ……… "
"Ingat apa yang Anastasia katakan pada kita? Dia menjelaskan kalau 'monster berasal dari makhluk hidup yang bermutasi', sedangkan di semua buku sejarah yang sudah kita baca, diceritakan kalau 'monster berasal dari dunia iblis, dan datang bersamaan dengan invasi Raja iblis' … Dari bagian itu, bisa kita simpulkan kalau 'ada titik kosong di antara kedua waktu'."
" ……… "
Charlotte tidak mengatakan apapun dan hanya mengerutkan keningnya atas penjelasan Noelle.
Melihat itu, mau tak mau Noelle langsung merasa jengkel, namun tetap menahannya dan lanjut menjelaskan.
"Jika monster memang berasal dari makhluk hidup yang bermutasi di zaman kuno, mereka pasti sudah sangat lama ada di dunia ini, tapi … Kenapa sama sekali tidak ada catatan tentang monster sebelum invasi Raja iblis seribu tahun yang lalu? Bukankah itu aneh? "
"Ahh … "
Akhirnya Charlotte mengerti apa yang Noelle ingin jelaskan. Ia kemudian mengerutkan keningnya dengan serius dan fokus mendengar Noelle.
Olivia yang duduk di samping Noelle sudah meletakkan puding buatannya di atas meja dan mulai membaca salah satu buku yang ada di atas meja.
"Kau menyadarinya 'kan? Sama sekali tidak ada catatan tentang para monster … Tidak, lebih tepatnya … Tidak ada catatan apapun tentang kehidupan lebih dari seribu tahun lalu."
"Semua sejarah baru dimulai sejak seribu tahun yang lalu, sejak kemunculan Raja iblis! Bukankah itu aneh? "
Noelle mulai tersenyum dengan gila seiring dengan penjelasannya.
"Kita tidak pernah menyadari itu dan menerima itu semua dengan normal, sampai saat Anastasia sendiri yang menjelaskannya pada kita."
"Tentu agak meragukan untuk percaya dengan Anastasia."
Berdasarkan apa yang diakui Anastasia, ia baru terlahir di dunia ini sebagai seorang 'Dewa', sebagai perwujudan dari konsep 'Cinta dan Harapan' sejak 700 tahun yang lalu, bersamaan dengan kemunculan pertama pahlawan Aaron.
Yang artinya, Anastasia seharusnya tidak tahu pasti tentang apa yang terjadi di zaman kuno, tapi ia justru dengan yakin menceritakan semuanya pada mereka bertiga.
"Tentu ada kemungkinan kalau ia terlahir dengan 'ingatan' atau 'informasi' penuh tentang apa yang terjadi sejak penciptaan dunia oleh Dewa pencipta Chronoa, tapi … Tetap saja itu meragukan. Itu terlalu bagus untuk menjadi kenyataan! Terlebih lagi … "
Senyum dan ekspresi gila yang terpampang di wajah Noelle perlahan memudar seiring menegangnya suasana.
"Konsep 'Cinta dan Harapan' seharusnya sudah ada bahkan sebelum invasi Raja iblis, tapi … Kenapa ia baru 'terlahir' di saat dunia Baru benar-benar terancam? "
Apakah kekuatan konsep yang terkumpul tidak mencukupi untuk kelahiran seorang Dewa baru? Atau ada faktor eksternal lain yang diam-diam mengendalikan semuanya?
Dalam hal ini, perkiraan terbaik yang bisa Noelle pikirkan adalah perkiraan kedua, meskipun itu adalah perkiraan yang mengerikan.
Konsep 'Cinta dan Harapan' seharusnya sudah ada sejak terciptanya makhluk pertama yang mendiami planet.
Seseorang menikah, lalu berharap untuk memiliki anak. Hanya dengan hal itu, seharusnya sudah cukup untuk meningkatkan 'kekuatan konsep' untuk 'melahirkan' seorang Dewa.
"Tentu kita tidak tahu pasti sudah berapa lama waktu yang berjalan sejak zaman kuno, tapi … Aku cukup yakin kalau konsep yang melahirkan Anastasia seharusnya sudah cukup untuk kemunculannya jauh sebelum invasi Raja iblis."
Menggunakan 'masa invasi' sebagai dasar, Noelle memperkirakan kalau zaman kuno sudah terjadi sejak jutaan atau bahkan puluhan juta tahun yang lalu.
Layaknya kemunculan dan kepunahan dinosaurus di bumi, Noelle tidak bisa menebak dengan pasti tentang apa yang terjadi.
Terlalu sedikit informasi untuk membuat kesimpulan.
Namun, satu hal yang diyakini Noelle adalah, terjadi sebuah kesalahan dalam 'kelahiran' Anastasia.
Noelle benar-benar tidak ingin menjelaskan ini lebih lanjut. Ia belum siap untuk menceritakan teori-teori gila yang ia miliki di kepalanya.
Ia tidak cukup berani untuk menceritakan itu, lagipula itu semua bukanlah sesuatu yang seharusnya ia ketahui.
Sebagai seorang makhluk fana, ia seharusnya tidak ikut campur dengan masalah ini. Karena itulah, ia ingin menghindar dari terlibat lebih jauh.
Ia tidak cukup sombong untuk menyatakan dirinya sebagai 'sosok yang kuat', sementara mungkin masih ada banyak keberadaan yang jauh diluar akal sehatnya di luar sana.
Mungkin saja ada sosok yang jauh melampaui apa yang bisa ia pikirkan yang mengendalikan semua kejadian di dunia ini tanpa ia sadari.
Dan saat ia memikirkan itu, mau tak mau ia langsung menyadari betapa kecilnya dirinya di dunia yang luas.
Mungkin saja 'sosok itu'lah yang menyebabkan 'kekosongan' dalam sejarah dunia ini, dan terlibat dalam kesalahan 'kelahiran' Anastasia.
Bagaimanapun, Noelle benar-benar tidak ingin terlibat dengan itu semua. Tidak masalah jika rasa penasarannya tidak pernah terpenuhi, apapun agar ia tidak menyesal nanti.
Satu-satunya hal yang bisa Noelle pikirkan tentang situasi ini adalah 'kemungkinan yang mengerikan'.
...****************...