![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Pandangannya yang sebelumnya buram karena ditutupi kabut mulai menjadi semakin jelas setiap detiknya.
Tempatnya berada saat ini adalah tempat yang gelap dan dipenuhi dengan kabut putih yang mengganggu pandangan. Di tengah semua kabut itu, samar-samar ia dapat melihat keberadaan orang lain selain dirinya.
Saat pandangannya semakin jelas, ia melihat kalau semua orang di sana juga sedang memperhatikan sekeliling mereka dengan bingung. Jelas mereka tidak tahu apa pun tentang situasi yang baru mereka temui ini.
Beberapa saat kemudian, kabut yang menutupi pandangan mereka telah sepenuhnya menghilang dan membuat mereka dapat melihat semuanya dengan jelas.
Meskipun begitu, kabut itu tetap tidak menghilang sepenuhnya. Kabut yang tadinya menutupi wajah mereka sekarang berkumpul di tanah dan menutupi tanah tempat mereka berpijak, membuat kaki mereka menjadi tak terlihat.
" … Hei, apa kalian tahu apa yang sedang terjadi sekarang? "
Muak dengan rasa penasaran dan kesunyian yang terus berkuasa, Noelle memutuskan untuk memulai percakapan lebih dulu dengan bertanya tentang apa yang terjadi.
" … Tidak, aku tiba-tiba terkirim ke sini saat kabut itu menelanku."
Yang menjawab pertanyaannya adalah seorang gadis yang kira-kira seumuran dengannya. Gadis itu sedang berbaring di sebuah bantal besar yang melayang di udara. Meskipun mereka semua sedang dilanda kebingungan, wajah gadis itu anehnya tetap santai dan tampak seperti mengantuk.
"Lalu … Bagaimana kalian semua datang ke sini? "
Noelle bertanya dan memandangi semua orang yang ada di sana.
Termasuk dirinya, ada total delapan orang yang datang ke tempat aneh ini, dengan lima laki-laki termasuk dirinya, dan tiga orang perempuan. Mereka semua memiliki aura yang menarik dan tampak benar-benar berbeda dari manusia kebanyakan.
Seorang pria berwajah tegas dan mata dingin dengan zirah dan jas militer yang memiliki aksen putih dan biru, serta pedang panjang menggantung di pinggangnya dengan curiga membalas pertanyaan Noelle.
"Aku juga dikirim ke sini karena kabut itu. Bagaimana dengan kalian? "
"Aku juga."
"Kabut sialan itu yang membawaku kemari."
"Nn."
"Kurasa kita senasib."
"Kabut apa itu? "
Berbagai jawaban yang berbeda datang secara berurutan untuk menjawab pria itu. Dimulai dari seorang pria muda yang membawa tombak, lalu dilanjutkan oleh pria tanpa pakaian atas dengan penampilan yang tampak kasar, seorang gadis muda berambut hitam yang membawa sabit besar, wanita dewasa dengan mata yang ditutupi oleh kain hitam dan menggunakan tudung putih transparan, dan diakhiri oleh seorang anak laki-laki yang menggunakan setelan tuxedo berwarna ungu.
Masing-masing dari mereka memiliki penampilan yang menarik minat Noelle, tapi dia masih belum bisa banyak bertindak sekarang.
Keheningan lagi-lagi memenuhi udara di sekitar mereka. Noelle sedang sibuk memikirkan beberapa hal tentang situasi ini sehingga ia tak mempedulikan orang-orang di sekitarnya, dan semua orang di sana juga tampaknya melakukan hal yang sama dengan yang ia lakukan.
Jelas kalau mereka semua sedang tenggelam dalam dunia mereka sendiri.
Kenapa mereka bisa ada di tempat ini? Untuk saat ini, pertanyaan ini adalah hal yang paling krisual bagi Noelle.
Asalkan ia bisa menemukan jawaban dari pertanyaan ini, ia bisa membentuk beberapa kesimpulan acak di kepalanya, lalu menyeleksi semuanya hingga ia menemukan jawaban yang paling tepat.
Berdasarkan jawaban semua orang di sana, baik dirinya mau pun mereka datang ke tempat ini tepat setelah ditelan oleh kabut misterius itu. Jadi, untuk saat ini, Noelle harus mencari tahu tentang apa kabut itu sebenarnya.
Tampaknya semua orang juga memikirkan hal yang sama dengannya karena mereka juga memperhatikan kabut di tanah dengan serius.
Namun, tidak peduli apa yang ia pikirkan, ia sama sekali tak dapat menemukan jawaban yang pasti mengenai situasi yang saat ini ia alami.
Noelle tanpa sadar mendecakkan lidahnya dan menarik perhatian semua orang.
" … Apa? "
Meskipun ia tidak begitu keberatan dengan kesunyian yang canggung, ia tidak senang jika ditatap banyak orang seperti itu.
Seorang wanita yang menggunakan penutup mata dan kerudung putih transparan yang berdiri beberapa meter darinya itu kemudian tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Aku hanya merasa kalau kita semua secara kebetulan sedang memikirkan hal yang sama, ya? "
"Benarkah? " tanya seorang pria dengan tombak.
"Kalian semua sedang berpikir tentang bagaimana semua bisa jadi seperti ini, 'kan? Kalau begitu, kita sama."
(Tidak. Tidak juga.)
Noelle ingin membantah langsung ucapan wanita itu, tapi dia memutuskan untuk menahannya dan tetap diam.
Adalah hal yang wajar untuk memikirkan apa yang baru saja terjadi jika seseorang terlibat dalam situasi yang mengejutkan. Itu bukanlah hal yang aneh. Justru, mereka semua yang sedang memikirkan hal yang sama pada saat yang sama adalah hal yang sangat alami.
"Kalau begitu … Apa yang kalian lakukan sebelum kabut itu menelan kalian? Mungkin ada petunjuk yang bisa menuntun kita di sini," kata Noelle.
Mereka semua membuat gerakan berpikir sejenak, lalu menjawab Noelle secara berurutan, dimulai dari wanita dengan penutup mata itu.
"Aku sedang membaca kitab keagamaan kuno yang baru saja kutemukan di suatu gereja kecil."
"Kalau aku, aku sedang menikmati waktuku dengan kekasih kesayanganku setelah menaklukkan labirin," ucap pria yang tidak menggunakan pakaian atasan itu.
Pria dengan seragam militer lengkap itu memikirkan beberapa hal sebelum akhirnya ikut menjawab.
"Saat itu aku sedang membuat beberapa rencana yang akan kuberikan pada para bawahanku."
"Jika itu aku, aku hanya menikmati waktuku sendirian di kuil."
" … Berburu monster … Di dungeon," ucap seorang gadis dengan sabit besar di tangannya.
"Kalau aku … Aku sedang membasmi para 'serangga', lalu beristirahat untuk membaca beberapa buku aneh yang baru kutemukan di sana," jawab seorang gadis yang sedang berbaring di bantal besarnya yang melayang.
Dia benar-benar tampak santai di sana.
Noelle kemudian menoleh ke seorang anak laki-laki yang menggunakan setelan tuxedo ungu dengan pita kupu-kupu berwarna merah di atas kemeja putihnya.
Laki-laki itu tampak seumuran dengannya. Namun, aura yang dipancarkan laki-laki itu jauh lebih kekanak-kanakan jika dibandingkan Noelle.
"Aku? Aku sedang dalam istirahat singkat dari pekerjaanku sebagai bartender di area kumuh! Jika diingat-ingat, saat itu aku juga sedang membaca surat yang datang entah dari mana. Dan kau? Apa yang kau lakukan sebelum kabut itu menelanmu? " tanya laki-laki itu sambil menatap Noelle.
Noelle hanya mengangkat bahu dengan ringan dan menjawabnya tanpa rasa keberatan sedikit pun.
"Aku sedang dalam penyelidikan reruntuhan aneh yang baru saja ditemukan. Saat itu aku juga sedang membaca beberapa kalimat yang ada di salah satu dinding reruntuhan."
Noelle kemudian menunjukkan buku catatannya pada semua orang di sana. Ia menganggap kalau informasi yang dia dapatkan dari reruntuhan itu bukanlah rahasia yang harus dijaga dengan ketat, jadi ia dengan senang hati menunjukkannya.
Lagipula menunjukkan informasi yang ia miliki seperti ini adalah hal yang penting untuk menemukan kesimpulan bersama.
"Aku tidak pernah melihat tulisan dalam bahasa ini, tapi … Itu memiliki arti yang sama dengan teks yang kubaca sebelumnya," ucap wanita dengan penutup mata itu.
Noelle yang melihat itu mau tak mau bertanya.
"Hmm? Kau bisa melihatnya? Dengan penutup mata itu? "
" … Aku memiliki clairvoyance … "
Ia memutuskan untuk berpura-pura tak mendengar nada kemarahan dari wanita itu, dan mengalihkan pandangannya pada semua orang.
"Bagaimana dengan kalian? Apa kalian mengenal bahasa ini? "
Semua orang di sana tanpa kecuali langsung menggelengkan kepala mereka. Jelas kalau itu sangat asing. Noelle dapat dengan mudah menerjemahkannya karena ia memiliki skill pemahaman bahasa yang dimiliki semua reinkarnator.
"Aku tidak tahu tentang bahasa itu, tapi … Aku juga baru saja membaca kalimat yang sama sebelum kabut itu muncul."
Yang pria dengan tombak itu maksud adalah terjemahan dari bahasa asing yang baru Noelle tunjukkan. Noelle menganggukkan kepalanya dengan penuh pengertian sambil membuat beberapa skema di kepalanya.
"Singkatnya, bisakah aku menyimpulkan kalau kalian tidak mengerti bahasa ini, tapi kalian membaca hasil terjemahannya di suatu sumber lain sebelum kabut itu muncul … Benar, 'kan? "
"Begitulah," jawab pria dengan setelan militer lengkap.
Noelle mencatat beberapa hal di buku catatannya dan membuat beberapa kesimpulan kecil. Satu-satunya kesamaan yang mereka miliki sebelum mereka datang ke tempat ini adalah, mereka membaca kalimat yang sama sebelum kabut itu memindahkan mereka.
Keheningan sekali lagi menguasai situasi, sebelum akhirnya dipecahkan oleh getaran hebat yang terjadi di tanah tempat mereka berpijak.
Semua orang di sana termasuk Noelle seketika langsung menyiapkan senjata mereka dan mengantisipasi serangan yang akan datang. Namun, serangan yang dimaksudkan itu justru tak pernah muncul.
Tanah terus bergetar dengan hebat dan menghasilkan suara gemuruh yang memekakkan telinga. Kabut yang memenuhi lantai tempat mereka berpijak sebelumnya perlahan bergeser seolah dihempaskan oleh tenaga lain yang tiba-tiba muncul.
Beberapa saat kemudian, sinar terang memenuhi tempat itu, memunculkan sosok patung wanita tanpa wajah raksasa dengan tangan yang membentang, dan dua sosok bayi bersayap yang menempel di kedua tangannya.
Tidak salah lagi, itu adalah patung dengan model yang sama dengan susunan kaca patri yang Noelle lihat beberapa saat yang lalu.
Kristal ungu di dahi patung wanita itu mengeluarkan sinar yang langsung menyorot tepat ke arah mereka berdelapan seolah sedang memindai mereka.
Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh detik, sinar yang memindai tubuh mereka itu langsung menghilang, bersamaan dengan lenyapnya getaran besar yang tadinya menguasai tanah tempat mereka berpijak.
Namun, tak butuh waktu lama sampai akhirnya getaran yang lebih kuat muncul dan membuat semua orang kecuali gadis yang berbaring di bantal besar itu kehilangan keseimbangan.
Noelle terjatuh dengan posisi duduk sambil menggenggam pedangnya dengan sangat erat. Ia juga mengeluarkan beberapa pedang lain yang melayang di sekitarnya dan bersiaga untuk serangan.
Getaran semakin kuat dan tanah di hadapan mereka semua perlahan memunculkan patung batu raksasa yang tak terhitung jumlahnya, berdiri mengelilingi patung wanita itu sebagai pusatnya.
Patung wanita itu berdiri tepat di tengah delapan patung yang muncul secara bersamaan, lalu di belakang delapan patung itu muncul delapan patung lainnya yang berbaris dengan rapih secara diagonal yang akan membentuk pola melingkar jika dihubungkan dengan patung di belakangnya. Adegan itu terus terjadi sampai pandangan mereka dipenuhi oleh patung batu raksasa.
Hanya ada patung batu raksasa yang tak terhitung jumlahnya sejauh mata mereka memandang. Setiap barisan hanya ada delapan patung yang berdiri secara horizontal, sedangkan bagian barisan garis lurus terus memanjang hingga ke belakang, ke tempat yang tak dapat mereka lihat.
Delapan patung yang berdiri di barisan paling depan masing-masing memiliki tangan kanan mereka yang diangkat sejajar dengan pinggang, dan telapak tangan mereka yang terbuka terdapat sebuah kristal melayang yang berbeda warna di setiap patungnya.
masing-masing kristal itu memiliki warna yang berbeda-beda. Noelle menggali ingatannya dan menemukan kalau kristal itu adalah salah satu detail yang ada pada susunan kaca patri yang ia lihat di reruntuhan sebelumnya.
" … Apa yang terjadi? "
Saat situasi sudah mereda dan getaran di tanah perlahan menghilang, gadis dengan sabit besar itu bertanya dengan waspada sambil bersiap menyerang kapan saja dengan sabitnya.
Seolah menjawab pertanyaannya, sebuah layar hologram besar tiba-tiba muncul di hadapan patung wanita raksasa itu, menampilkan kalimat yang tidak begitu mereka mengerti artinya.
『[Asterisk], generasi ke-47 telah dikumpulkan. Memulai ritual pewarisan harta suci.《Souris》,《Ortis》,《Ructus》,《Tristan》,《Mordred》,《Auger》,《Caver》,《Pauper》』
Seolah mengikuti instruksi yang ada pada layar hologram itu, delapan kristal yang masing-masing ada di tangan patung itu kemudian berputar dengan cepat, lalu melayang mendekati Noelle dan yang lain.
Salah satu kristal berwarna violet gelap dengan layar hologram yang mengambang bertuliskan《Souris》itu mendekati Noelle dan berputar di hadapannya.
Noelle berpikir kalau tulisan《Souris》yang ada pada layar hologram di hadapannya itu adalah nama dari kristal violet itu sendiri. Begitu ia menyadarinya, layar hologram segera menghilang dan kristal violet itu langsung berpindah tempat dan melayang tepat di atas telapak tangan kanannya.
Saat ia menoleh ke arah lain, ia melihat masing-masing kristal dengan warna dan tulisan di layar hologram yang berbeda itu telah mendekati orang-orang yang ada di sana.
Pria dengan setelan militer lengkap itu mendapatkan kristal berwarna hijau terang dengan tulisan《Ructus》pada layar hologramnya, sedangkan pria dengan tombak itu mendapatkan kristal merah darah dengan nama《Tristan》.
Proses itu terjadi pada semua orang di sana sampai mereka semua mendapatkan masing-masing satu kristal.
Kristal kuning dengan nama《Ortis》didapatkan oleh laki-laki yang menggunakan setelan tuxedo, dan pria yang tak menggunakan pakaian atasan dan terlihat kasar itu mendapatkan kristal berwarna cokelat dengan nama《Caver》.
Gadis muda dengan sabit besar itu mendapatkan kristal biru tua dengan nama《Mordred》, lalu gadis yang sejak tadi berbaring di bantalnya itu mendapatkan kristal merah muda yang memiliki nama《Pauper》, dan yang terakhir adalah wanita yang kedua matanya ditutupi oleh kain itu. Ia sendiri mendapatkan kristal emas yang memiliki nama《Auger》.
Begitu mereka sudah menerima semua kristal itu, layar hologram besar tadi seketika menghilang, dan semua kristal di tangan mereka langsung bersinar dengan sangat terang.
Noelle merasakan sensasi yang sangat menyakitkan yang menyerang kepalanya secara tiba-tiba. Meskipun ia memiliki resistensi terhadap rasa sakit, entah mengapa ia dapat dengan jelas merasakan sensasi nyeri yang menyerang kepalanya secara membabi-buta.
Tidak hanya Noelle, tapi semua orang yang memiliki kristal itu juga mengalami hal yang sama karena mereka membuat wajah yang menyakitkan.
Noelle memegangi kepalanya untuk meredakan rasa sakit yang terus menyerangnya tanpa henti. Namun, bukannya mereda, rasa sakit itu justru semakin parah. Seolah, sesuatu yang ada di kristal itu telah menyelinap masuk ke dalam kepalanya dan mengacak-acak apa yang ada di dalam sana.
Seketika, gambaran mengenai tentang apa yang harus mereka berdelapan lakukan tiba-tiba muncul di kepala mereka masing-masing.
Berbagai gambaran mengerikan mengenai kejadian yang ada di masa depan, hal-hal itu terlalu mengerikan untuk mereka lihat sekaligus, membuat wajah mereka semua menjadi semakin pucat.
Ini benar-benar mengerikan. Mereka tidak tahu apa pun tentang alasan mereka dibawa ke tempat ini, dan sekarang, mereka justru dipaksa untuk mendapatkan gambaran masa depan mereka yang terlalu mengerikan. Tidak mungkin mereka mau menerima ini.
Berbagai gambaran itu terus memasuki kepala mereka tanpa henti, membanjiri kepala mereka dengan berbagai informasi yang mengerikan. Meskipun begitu, wajah mereka tampak begitu tenang. Atau lebih tepatnya, mereka memaksanya untuk terlihat seperti itu.
"Apa ini … Tugas kita …? "
Suara Noelle yang menanyakan itu benar-benar terdengar lemah dan datar seolah tak ada emosi di dalamnya. Tak hanya dia, tapi semua orang di sana juga seperti itu.
Pria dengan tombak yang berdiri tak jauh darinya langsung mengerutkan keningnya sambil menunjukkan wajah penuh kebencian yang jelas.
"Asterisk … Kristal warisan ini memberi kita gambaran tentang masa depan, dan tugas yang harus kita lakukan untuk mencegahnya … Benar-benar tak masuk akal."
Mereka semua menampilkan ekspresi yang berbeda-beda. Namun, yang menyamakan semuanya adalah raut kebencian yang menguasai aura dan suara mereka.
"Mereka … Keberadaan mereka tidak bisa dibiarkan hidup. Kita harus melakukannya."
Meskipun mereka masih belum begitu mengerti tentang apa yang terjadi sekarang, setidaknya mereka sudah mengetahui beberapa hal dari kristal warisan yang mereka miliki.
Itu membantu mereka untuk tetap tenang dan menjaga kewarasan mereka saat melihat gambaran masa depan itu.
Orang-orang yang ada di gambaran tentang masa depan di kepala mereka, mereka harus menghabisi semua orang itu. Orang-orang itu adalah benih bencana yang sesungguhnya untuk kehidupan mereka.
Mereka berdelapan memiliki kesamaan lain. Yaitu, ketidakpedulian mereka terhadap dunia dan orang lain sebenarnya cukup tinggi. Tapi, lain halnya jika itu adalah sosok atau keberadaan yang mereka anggap berharga. Mereka akan melakukan apa pun jika itu untuk melindunginya.
Bahkan, jika mereka semua harus melakukan sebuah tindakan yang dapat merubah hidup mereka sepenuhnya.
...****************...
Di saat yang sama, Cryll yang sedang menyelidiki reruntuhan yang berbeda dari Noelle dikejutkan dengan pemandangan di hadapannya.
Apa yang ada di hadapannya adalah ratusan tombak yang tumbuh dari tanah dan menusuk menembus tubuh orang-orang yang jelas sudah tak bernyawa.
Tubuh orang-orang itu dipenuhi dengan berbagai luka tebasan dan tusukan yang tampak mengerikan. Pemandangan mereka yang ditusuk sedemikian rupa terlalu mengerikan sehingga orang normal mana pun akan langsung muntah saat melihatnya.
Organ dalam yang menjuntai keluar dari perut mereka yang telah dilubangi oleh tombak itu telah mengerut dan membusuk, sedangkan darah yang ada di sekitar semua mayat itu telah mengering dan mengeluarkan bau yang sangat busuk dan menyakitkan untuk hidung.
Berdasarkan hal itu, Cryll dapat menyimpulkan kalau mereka semua sudah mati sejak beberapa hari atau minggu yang lalu. Tapi, itu akan menghasilkan sebuah kontradiksi yang tak ia temukan jawabannya.
Jika mereka memang benar-benas sudah mati untuk waktu yang lama, kenapa agen yang dikirimkan Earl justru tak memberikan laporan tentang ini? Apakah karena dia adalah pelakunya? Kemungkinannya cukup kecil.
"Aku penasaran apa yang akan Noelle katakan jika dia melihat ini … "
Senyum kecut terbentuk di bibir Cryll. Hanya dengan memikirkannya, ia dapat dengan jelas membayangkan kalau Noelle akan langsung menolak untuk datang ke tempat ini.
Bagaimanapun, Noelle memiliki indera penciuman yang terlalu tajam sehingga tempat busuk ini akan menjadi semacam neraka baginya.
"Tapi … Tetap saja … Siapa yang menyebabkan semua ini …? "
Cryll sama sekali tidak memiliki tebakan untuk itu. Setidaknya, ia tidak kenal seseorang dengan cara membunuh yang brutal seperti ini.
Dan juga, siapa orang-orang yang menjadi korbannya ini? Kenapa mereka bisa ada di area reruntuhan yang belum dipetakan? Terlalu banyak pertanyaan untuk Cryll jawab sendiri.
Untuk saat ini, ia akan membereskan semua mayat itu dan melanjutkan penyelidikannys di reruntuhan, sebelum akhirnya memberikan laporan pada Earl tentang hal yang baru ia temukan.
Atau setidaknya itulah yang ia pikirkan sebelum akhirnya ia menghela napas pasrah dan menarik pedangnya sambil melirik ke arah puluhan orang yang tiba-tiba muncul dengan senjata mereka yang diarahkan padanya.
"Kurasa ini akan sedikit merepotkan … "
Cara bertarung Cryll tidak begitu bagus untuk digunakan di hutan yang penuh dengan pepohonan. Karena, efek sambaran petir dari senjatanya akan dengan mudah membakar hutan itu.
Membakar hutan tidak ada di dalam persetujuan kontrak yang ia tanda tangani bersama Noelle saat mereka menerima pekerjaan yang diberikan Earl.
Ia memang benci mengakuinya, tapi …
"Di saat seperti ini, Noelle adalah orang yang paling berguna … "
...****************...