![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Hei, apa yang terjadi pada kalian? "
Melihat wajah pucat Rico dan Kaira, Norman mau tak mau membentuk ekspresi khawatir saat dia menghampiri keduanya.
Namun, keduanya tiba-tiba mengangkat kepala mereka, dan dengan ekspresi kebingungan melihat ke sekelilingnya.
Reaksi itu membuat mereka terlihat seolah mereka tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Dari kelihatannya, mereka sepertinya juga sudah menghapus semua kekhawatiran itu.
Begitu Norman menghampiri mereka, Rico dengan curiga bertanya, "Norman, apa yang terjadi? "
"Eh … "
Langkah kaki Norman berhenti. Dia terdiam sejenak, lalu melihat ke belakang, pada Noelle dan Cryll yang masih menunggu.
Noelle juga memiliki pertanyaan yang sama dengan yang dimiliki Norman, jadi dia benar-benar ingin tahu jawabannya. Namun, sayangnya, tampaknya korbannya sendiri tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Noelle menoleh pada Cryll dan mengangguk secara bersamaan. Keduanya pun langsung berjalan cepat mendekati Rico dan Kaira.
"Apa yang terjadi pada kalian? "
Aku juga ingin tahu tentang itu … Rico berniat menyela, tapi segera membatalkan niatnya saat ia melihat keseriusan di mata tiga orang di hadapannya.
Dia segera diam dan memikirkannya, tapi tak berhasil menemukan apa pun.
"Eh … Aku … Tidak ingat apa pun! Katakan, sudah berapa lama kami berdua di sini?! "
Sebagai seseorang dengan keahlian analisis, Rico tentu saja menyadari keanehan ini dalam sekejap. Dia segera bertanya untuk memastikan, tapi segera dikejutkan dengan jawaban Noelle berikutnya. Noelle mengatakan, kalau dia dan Kaira sudah di tempat ini selama kurang lebih 10 menit. Tapi, Rico ingat dengan jelas, kalau dirinya baru ada di tempat ini selama sekitar tiga atau lima menit!
"Ada yang menghapus ingatan kita."
Rico segera menunduk dan menggigit kuku jarinya sendiri dalam frustasi saat dia berusaha menemukan jawabannya. Di sisi lain, Kaira juga mulai memahami situasi, dan ikut berpikir keras.
Noelle yang melihat itu mau tak mau merasakan sensasi deja vu yang luar biasa. Benar, apa yang baru saja dialami Rico dan Kaira ini … Identik dengan yang terjadi padanya dan semua orang saat masih di permukaan!
Saat itu, Noelle ingat dengan sangat jelas kalau dia sedang memandangi sesuatu, tapi ingatan itu langsung menghilang dalam sekejap, diikuti dengan ingatan semua orang tentangnya. Apa yang sebenarnya terjadi saat itu? Jika Noelle bisa menemukan jawabannya, maka dia akan menemukan petunjuk tentang segala hal yang berkaitan dengan dungeon.
Namun, dia tidak punya petunjuk lain. Satu-satunya petunjuk yang dia miliki di sini, adalah kasus serupa yang terjadi pada Rico dan Kaira.
(Ingatan yang mendadak hilang … )
Saat Noelle berpikir, dia kemudian mengingat sesuatu. Noelle menoleh pada Cryll dan Norman untuk menerima konfirmasi dari mereka.
"Beberapa saat yang lalu, mereka berdua sedang membahas sesuatu, 'kan? "
Cryll dan Norman juga mengingatnya. Apa yang Kaira katakan pada saat itu adalah ; "Sebenarnya … Apa yang baru saja kita temukan … "
Ketika Rico dan Kaira mendengarkan penjelasannya, mereka berdua langsung berubah suram. Berbagai perkiraan tentang situasi mereka sebelumnya langsung mengalir ke kepala mereka.
Dengan suara yang berat, Kaira kemudian menyela. "Mungkin … Ingatan kami hilang saat kami sudah menemukan kenyataan tentang sosok yang menciptakan dungeon ini. Tapi … Sebenarnya aku ragu dengan itu. Kurasa … Aku sedang memikirkan tentang sosok lain yang terkait … Rico, bagaimana denganmu? "
Tidak perlu konfirmasi langsung, Kaira sudah tahu jawabannya. Dia dan Rico cenderung memiliki cara berpikir yang sama, jadi keduanya bisa sampai pada kesimpulan yang sama dalam waktu yang relatif singkat.
Noelle mengangguk, dan berbalik, melihat taman yang ditutupi kabut abu-abu sejauh mata memandang.
(Apa yang mereka temukan, sehingga menyebabkan ingatan mereka tentang hal itu langsung menghilang? )
Noelle memiliki teori yang sedikit liar, tapi dia tidak repot-repot menyuarakannya, dan justru menunggu sampai orang lain di sana menyinggung tentang hal itu lebih dulu.
Secara alami, Noelle tahu kalau penjelasannya terkait dengan apa yang dia alami saat masih di permukaan.
Dengan mengabaikan Norman dan Cryll yang masih memeriksa situasi Rico dan Kaira, Noelle langsung berjongkok dan berusaha mencari pembenaran dalam teorinya.
Teori liarnya mengatakan kalau sosok lain yang menjadi dalang di balik terbentuknya dungeon ini adalah seseorang yang kekuatannya melebihi akal sehat, sehingga mampu memberikan reaksi yang acak pada semua orang.
Dalam keheningan, Noelle mulai menghubungkan semua titik yang ada.
Semua dimulai dari perjalanannya menuju pulau yang tidak dikenal, dengan tujuan untuk menyelamatkan Cryll. Setelah mencapai tujuannya, semua orang yang ikut memilih untuk beristirahat dan baru pulang keesokan harinya. Namun, semua rencana mereka digagalkan karena teleportasi paksa yang tiba-tiba muncul.
Juga, sebelum teleportasi itu, Noelle dengan jelas merasakan suatu kejanggalan.
Dia merasa seperti sudah melihat, atau menemukan sesuatu, tapi pada akhirnya melupakan semuanya seolah ia tidak pernah terlibat dengan hal itu.
Dalam hal ini, kesimpulan Noelle sama dengan situasi yang dialami oleh Rico dan Kaira.
Entitas lain yang menciptakan dungeon inilah yang mengendalikan ingatan mereka semua! Hal ini sesuai dengan nama kehormatanNya yang Noelle baca di prasasti itu.
Dalam benaknya, Noelle mulai mengingat semua isi yang telah ia lihat dari prasasti itu; "Si putih dan emas, yang menjadi penguasa misterius di alam mimpi, yang menguasai jalan cahaya dan kabut ilusi. Menikmati semua sajian, dan membagikannya pada pengikutnya. Yang memberikan bencana ketakutan pada musuhnya."
"Yang menyukai kisah indah dari dongeng dan masa lalu, serta 'Dia' yang tidak menyukai kesedihan. 'Dia' yang menciptakan taman imajiner, yang menunjukkan kenangan indah pada semua orang, juga yang menunjukkan mimpi buruk pada semua orang."
Semua kalimat itu menjelaskan tentang kekuasaan yang dimiliki 'makhluk' ini, baik itu secara langsung, atau bahkan tersirat.
Menghubungkan semua julukan yang ada pada nama kehormatan itu, Noelle akhirnya menemukan satu hal yang semakin memperkuat teorinya sebelumnya.
Semua yang dijelaskan di prasasti itu, secara tidak langsung telah mengatakan kalau entitas yang dimaksud memiliki kekuasaan terhadap mimpi dan masa lalu seseorang. Dalam hal ini, lebih spesifiknya adalah ingatan.
Hal ini sesuai dengan apa yang dialami olehnya bersama dengan Cryll dan Norman sebelumnya.
Dengan mengabaikan kemunculan mereka di sebuah gua dan pelarian di lorong panjang, semua yang mereka alami selanjutnya didasarkan pada apa yang pernah mereka bayangkan, atau impikan di masa lalu.
Baik itu sebuah pondok yang ada di dongeng berjudul 'Petualangan Pangeran Alexander di Tanah Penuh Keanehan', pasukan skeleton yang membawa senapan mesin, dan terjebak di suatu labirin yang Noelle duga sebagai backroom … Semua itu termasuk ke dalam hal yang mereka bertiga ingat. Mereka memiliki ingatan tentangnya, karena itulah dungeon ini memanifestasikan ingatan masa lalu mereka dan menjadikan itu sebagai tantangan. Atau setidaknya begitulah kesimpulan pertama Noelle.
" … Haha …… "
Usai menemukan suatu kesimpulan dari menghubungkan semua titik yang ada, Noelle hanya bisa tertawa kering sambil melihat ke arah Rico dan Kaira.
Keduanya masih bingung, tapi sepertinya mereka masih baik-baik saja karena mereka bisa menggunakan kekuatan mereka secara optimal seperti sebelumnya.
(Jika tebakanku benar, maka 'orang' ini pastilah yang menguasai tempat ini. Jika 'Dia' memang memiliki kekuatan yang terkait dengan ingatan dan masa lalu … Kurasa tidak heran kalau kami akan langsung kehilangan ingatan setelah menemukan beberapa petunjuk … Tapi, kenapa repot-repot menyingkirkan ingatan kami? Apa itu benar-benar kekuatannya? Atau bahkan hanya aturan dasar yang mengikat semua makhluk, bahwa makhluk dengan kasta yang lebih rendah harus tunduk pada yang ada di atas? )
Begitu Noelle memikirkannya, dia tiba-tiba sadar kalau kepalanya mulai merasakan sakit, seolah-olah dia telah melihat atau mendengar sesuatu yang tidak seharusnya.
(Ahh … Benar dugaanku … Aku harus berhenti memikirkannya sekarang … )
Kesimpulan akhirnya, jika seseorang entah bagaimana bisa mencapai pengetahuan tentang 'mereka', maka ingatan terkait tentang entitas itu akan langsung terhapus dari kepala mereka. Noelle masih belum tahu apakah ini terkait dengan kekuatan 'makhluk' itu, atau merupakan aturan dasar untuk semua makhluk hidup. Tapi, yang jelas dia telah mundur satu langkah dari tebing sekarang.
Sebenarnya, itu semua adalah sesuatu hal yang bagus. Noelle tidak bisa memikirkan keuntungan apa pun dari mengetahui keberadaan seperti 'mereka'. Yang ada, mengetahui tentang 'mereka' hanya akan membawakan rasa takut dan cemas yang berlebihan.
Seperti yang dikatakan banyak orang, 'Ketidaktahuan adalah berkah'.
Setelah mengorganisir pikirannya, Noelle kembali pada semua orang. Mereka untuk sejenak melupakan tentang masalah itu, dan berdiskusi untuk menentukan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
Yang menjadi masalah, sama sekali tidak ada petunjuk untuk jalan keluar. Memang benar kalau mereka belum menjelajahi tempat ini, tapi semua kabut ilusi yang ada di tempat ini hanya akan membuat mereka tersesat, yang kemudian akan menyebabkan semua orang saling terpencar satu sama lain.
Pada akhirnya, mereka sepakat dengan satu hal. Yaitu menunggu sampai kelompok lain tiba di sini. Itu akan meningkatkan jumlah mereka, dan bisa meredakan kecemasan mereka semua.
(Aku tidak tahu sampai kapan kami harus menunggu. Tapi … Ini adalah pilihan teraman sejauh ini.)
Noelle benar-benar tidak ingin mengambil resiko yang akan membahayakan dirinya dan Olivia. Jadi dia hanya bisa bermain aman.
...****************...
Di sisi lain ….
Stella dengan waspada melihat ke sekelilingnya saat tubuhnya bersembunyi di balik sebuah batu besar. Tangan kirinya menggenggam busurnya, dan tangan kanannya sudah siap menembakkan anak panah yang dilapisi sihir itu kapan saja.
Tak jauh di belakangnya, Chloe dan Lilith yang menggendong Levina dapat terlihat memiliki gerak-gerik yang serupa. Mereka semua dengan waspada berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Mereka dengan penuh kehati-hatian memilih langkah mereka, dan mencari tempat untuk bersembunyi.
Saat Stella melihat ke balik batu, dia menemukan kalau sosok raksasa itu masih tertidur di tengah tumpukan harta yang terbuat dari emas.
Sosok raksasa itu adalah apa yang mereka hindari selama ini. Mereka bergerak dengan sangat hati-hati hanya agar tidak membangunkannya.
Yang benar-benar menjadi masalah, raksasa itu tidur tepat di tengah satu-satunya jalan yang mereka miliki. Jadi, mereka tidak bisa sembarangan bergerak.
Mungkin penampilannya bodoh, tapi bisa saja raksasa itu memiliki pendengaran yang sangat sensitif sehingga akan terbangun dengan sedikit suara langkah kaki. Selain itu, dia mungkin memiliki deteksi yang cukup kuat terhadap getaran. Bisa dilihat dari bagaimana dia sesekali membuka matanya, dan kembali tidur setiap kali Stella mengambil langkah.
Setelah memastikan kalau raksasa itu masih tidur, Stella melihat ke belakang, dan memberikan kode pada Lilith dan Chloe yang ada di belakangnya.
Chloe, dan Lilith yang bersama Levina itu kemudian ikut berlari sambil memastikan untuk tidak membuat suara apa pun dengan kaki mereka.
Chloe menciptakan sebuah pijakan dari bayangannya, agar tidak menciptakan suara apa pun. Sedangkan Lilith menggunakan penghalang yang membungkus kakinya untuk memastikan tidak adanya suara yang keluar.
Untungnya Levina benar-benar tenang dan tidak mengatakan apa pun sejauh ini, jadi situasi mereka relatif aman.
Itu benar-benar berkah mengingat seorang anak seumuran Levina pasti akan menangis keras ketika terjebak dalam situasi seperti ini.
Setelah usaha yang cukup panjang, mereka semua akhirnya sudah dekat dengan jalan keluar yang dimaksud.
Namun, satu-satunya masalah, adalah raksasa itu memiliki tubuh yang sangat besar, sehingga memblokir semua jalan mereka.
Pada saat ini, hanya ada satu cara yang bisa mereka pikirkan; yaitu melewati tubuh raksasa itu dengan terbang atau lompatan yang besar.
Tapi, bagaimana cara melakukannya? Levina mungkin bisa menggunakan bayangannya untuk menciptakan pijakan, tapi itu akan menghasilkan suara gemericik saat bayangannya terbentuk.
Suaranya memang kecil, tapi ada jarak seperti ini, raksasa itu pasti akan langsung mendengarnya.
Sedangkan Lilith atau Stella … Mereka bahkan tidak memiliki sihir yang bisa melakukan itu.
Sejenak, Lilith berpikir untuk melapisi bayangan Chloe dengan penghalangnya agar tidak menghasilkan suara. Tapi, ide itu segera dia buang ketika cahaya redup terpancar dari tubuh kecil Levina.
Mereka bertiga sontak melihat ke arah Levina, dan menemukan sebuah simbol secara samar muncul di dahinya.
Belum sempat mereka mempertanyakan apa yang terjadi, mereka tiba-tiba melayang di udara, membuat ketiganya hampir mengeluarkan suara jeritan kecil. Untungnya, mereka bisa menahan suara mereka agar tidak keluar.
Akhirnya, mereka berempat sampai di sisi lain jalan yang dihalangi oleh tubuh raksasa. Namun, mau tak mau ketiganya dibuat kebingungan. Apa yang sebenarnya terjadi?
Pada saat itulah, Stella berusaha mengabaikannya dan mengaitkan kekuatan Levina dengan apa yang dia lihat saat penyerangan Nix Regina di Eisen.
(Memang, anak ini memiliki banyak misteri … Seperti … Kenapa anak ini bisa tiba-tiba muncul di antara Noelle dan Olivia? )
Stella mengingat penjelasan yang Noelle dan Olivia berikan saat mereka menunjukkan keberadaan Levina.
(Juga … Apa hubungannya dengan orang yang menyebut dirinya Nix Regina itu? )
Menggelengkan kepala untuk mengembalikan fokusnya, Stella kemudian melihat ke sekeliling.
Itu adalah sebuah pintu yang besar, ukurannya cocok dengan tubuh raksasa itu.
Dari sisi lain pintu, mereka bisa merasakan energi sihir yang cukup kuat terpancar dari sana. Bahkan Stella dan Chloe yang tidak begitu ahli dalam merasakan sihir pun sedikit terkejut karena mereka bisa dengan jelas merasakannya.
Mereka bertiga saling menatap sejenak, lalu sepakat untuk memeriksa apa yang ada di balik pintu itu. Kemudian, mereka berjalan melewati pintu, dan menemukan tumpukan harta emas yang menggunung hingga ke atas. Seolah, seseorang telah menimbun semua harta itu untuk waktu yang sangat lama.
Satu-satunya yang mereka pikirkan ketika melihat itu adalah raksasa yang ada di balik pintu, yang menghalangi jalan mereka sebelumnya.
Dia pasti sudah hidup untuk mengumpulkan semua harta ini, dan berusaha menjaganya.
Lilith tanpa ragu berjalan mendekati sebuah objek yang memancarkan energi yang sangat kuat, lalu melihat detailnya.
Untuk berjaga-jaga, dia sudah meninggalkan Levina bersama Chloe, dan dia juga mendekati benda itu bersama Stella yang sudah siap memberikan serangan.
Saat Lilith mengambil benda itu untuk melihatnya lebih dekat, sebuah kalimat yang diukir menggunakan bahasa Minerva kuno menarik perhatiannya.
Lilith tanpa sadar membacanya, dan menyebabkan sebuah gerbang tiba-tiba muncul.
" ……… "
Stella langsung menarik Lilit mundur dan siap untuk menyerang, tapi tak ada sesuatu yang berbahaya dari gerbang itu. Lilith dengan hati-hati melepaskan pegangannya terhadap anak panahnya, dan melihat pada Lilith.
"Apa ini? "
Lilith dengan cemas menggeleng. "Aku tidak tahu. Tapi … Mungkin ini adalah apa yang disebut dengan gerbang roh."
Lilith belum pernah melintasi gerbang roh sebelumnya, jadi dia tidak benar-benar tahu. Tapi dia bisa memahami karakteristiknya berdasarkan penjelasan yang pernah Norman dan Kaira berikan.
Mereka berdua saling menatap dalam keheningan, lalu beralih ada Chloe yang masih memeluk Levina dengan waspada.
Chloe merasakan tatapan mereka, dan mengangguk. "Ini sangat samar, tapi aku bisa merasakan koneksiku dengan Tuan mulai terbentuk kembali. Brackas, apa kamu merasakannya juga? "
Brackas tiba-tiba muncul dari bayangannya, dan mengangguk kecil, memastikan agar suaranya tidak sampai keluar. Setelah itu, dia benar-benar keluar, dan berjaga di belakang semua orang.
"Ayo masuk."
Setelah menenangkan Levina, Chloe maju, dan menyentuh cahaya yang terpancar dari gerbang itu dengan jarinya.
Akhirnya, bisikan-bisikan mengerikan mulai memenuhi telinganya, membuat Chloe secara otomatis melepaskan tangannya dan mulai berjongkok dengan mata yang terbuka lebar.
"Ahh … Harold … "
Dia bergumam dengan penuh kebingungan, dan menyebutkan nama yang tidak pernah dia ingat sebelumnya. Tidak, bukan berarti dia tidak tahu tentang nama itu. Itu adalah nama seseorang yang telah Tuannya bawa untuk bertemu dengannya sebelumnya. Seorang pria berambut merah dengan nama Harold.
Saat Stella dan Lilith dengan cemas menghampirinya, guncangan besar tiba-tiba muncul.
Mereka sontak melihat ke belakang, dan menemukan Brackas yang menggeram pada sosok raksasa yang muncul dari pintu.
Raksasa itu dengan penuh kebencian menatap mereka, dan dia mengangkat tangannya tinggi ke atas seolah berusaha menggapai sesuatu.
Akhirnya, sebuah palu raksasa terbentuk di tangan raksasa itu, yang kemudian ia ayunkan dengan sekuat tenaga pada mereka semua.
Brackas adalah serigala dengan jenis evolusi yang tidak diketahui, dan dia juga memiliki kecerdasan yang cukup tinggi. Jadi, ketika ia merasakan bahaya besar yang akan mendekat, hal pertama yang dia lakukan adalah mengeluarkan puluhan tentakel bayangan dari bawah kakinya, melilit tubuh semua orang dengan itu, dan melompat masuk ke dalam gerbang roh.
Dia tidak tahu resikonya, tapi dia harus melaksanakan tugasnya sebagai 'anjing penjaga' yang Noelle tugaskan untuk melindungi semua orang.
Segera setelah itu, berbagai bisikan yang tidak ia mengerti mulai memasuki telinganya yang sensitif, membuat Brackas ingin meringkuk kesakitan. Namun, kesadaran dan kebanggaannya akan tugas yang Noelle berikan membuatnya mengabaikan semua rasa sakit itu, lalu membungkus tubuh Chloe, Levina, Lilith, dan Stella dengan sihirnya sendiri.
Dengan begitu, setidaknya dia sudah memberikan tindakan pengamanan pertama pada semua orang.
Akhirnya, setelah beberapa detik yang terasa begitu lama, semua orang bisa keluar dan menemukan diri mereka di tempat yang sepenuhnya baru.
Itu adalah sebuah tempat yang dipenuhi dengan berbagai bunga, namun memiliki kabut abu-abu yang cukup tebal menutupinya.
Tak jauh dari sana, mereka akhirnya mendengar suara yang langsung membuat mereka tenang.
"Kalian … "
Itu adalah Noelle, yang datang bersama semua orang yang sudah lebih dulu tiba di tempat ini.
Begitu merasakan kehadiran Noelle, Brackas akhirnya mengendurkan dirinya sendiri, dan menjatuhkan dirinya ke tanah, berusaha menenangkan diri dari semua bisikan itu.
...****************...