[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 197: Kabut Mimpi (2)



...****************...


Saat Noelle hendak menjawab pertanyaan Olivia, sebuah ledakan kembali terjadi. Itu berasal dari arah yang sama dengan arah terpentalnya Noelle palsu.


Sejenak, Noelle bingung harus melakukan apa. Namun, dia segera sadar akan bahaya yang akan datang.


Dengan niat melakukan tindakan pencegahan lebih awal, Olivia langsung memeluk tubuh kecil Noelle, dan dengan lembut mengangkatnya menggunakan kedua tangannya.


Noelle seketika dalam posisi digendong oleh Olivia. Itu membuat harga dirinya terusik sejenak, tapi dia segera sadar kalau dia tidak memiliki puluhan lain.


Setelah memastikan keselamatan Noelle, Olivia langsung berlari, berusaha menghindari bahaya yang mengincar di belakangnya.


Noelle palsu muncul, dan kini dia memiliki beberapa tentakel darah yang tajam keluar dari pangkal lengannya.


Saat melihatnya, Noelle yang asli mau tak mau merasa merinding. Itu karena dia sendiri pasti tidak akan menggunakan cara seperti itu untuk bertarung.


Sementara pikirannya masih berputar-putar tidak jelas, Olivia yang menggendongnya dengan satu tangan telah lebih dulu melompat jauh ke arah yang berlawanan.


Dia kemudian berbalik, dan bersiap dengan pedangnya untuk berhadapan dengan Noelle palsu.


Ini adalah situasi yang buruk. Noelle secara alami berpikir begitu. Dia bisa menyimpulkannya seperti itu karena ia tahu perbedaan kekuatan dan gaya bertarungnya dengan Olivia.


Sebelumnya, dia sudah membuat tebakan kalau bayangan dari dirinya itu datang dari cermin yang memindai sosoknya sebelumnya.


Saat tampil di cermin, dia sedang dalam wujud anak-anak, jadi kemungkinan besar cermin itu telah memindai langsung ke jiwanya, dan mengambil bentuk terkuat dari sosoknya sendiri.


Hasilnya, Noelle dpat dengan jelas mengetahui seberapa besar kekuatan yang dimiliki bayangan dirinya saat ini.


Noelle mencoba menggunakan telepati untuk memperingatkan Olivia, tapi ia sadar kalau itu tidak berfungsi. Tidak hanya telepatinya, tapi bahkan sihir, penguatan fisik, dan semua kekuatan spiritualitasnya juga tidak berfungsi.


Apa itu artinya, semua kekuatannya menghilang karena ia telah kembali ke wujud anak-anaknya, seorang anak manusia normal yang sangat lemah? Noelle diam-diam menyimpulkan. Kemudian, dia menggeleng, mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ini bukan waktunya untuk memikirkan hal seperti itu.


Noelle hendak memperingatkan Olivia, tapi Olivia telah lebih dulu maju sambil menghunuskan pedangnya ke depan dengan kekuatan dan kecepatan yang mengerikan. Kabut putih perlahan muncul seiring mendekatnya posisi Olivia dengan Noelle palsu.


Seketika, lusinan tombak es muncul dari tanah, mengarah langsung ke tubuh Noelle palsu. Itu membuat Noelle palsu langsung melompat tinggi ke atas, dan siap memberikan serangan perlawanannya. Namun, Olivia telah lebih dulu mengambil kesempatan dari gerakan pengecoh tadi.


Olivia berada tepat di belakang Noelle palsu, dengan ujung rapiernya yang telah bersinar dengan cahaya yang menakutkan. Kemudian, dengan kekuatan yang telah dikonsentrasikan di ujung pedang itu, Olivia langsung menghunuskannya.


Ujung rapier menyentuh punggung Noelle, dan menyebabkan ledakan kecil terjadi, membuat punggungnya memiliki luka parah yang terbuka lebar hingga memperlihatkan tulangnya.


Setelah mendaratkan serangannya, Olivia langsung menggunakan sihir gravitasi untuk meningkatkan berat tubuhnya, lalu mendarat di tanah.


Setelah itu, dia langsung berlari.


" ……… "


Noelle yang asli hanya bisa terdiam saat melihat Olivia dapat dengan mudah mengalahkan bayangannya, tapi kebingungan itu segera direspon oleh Olivia dengan senyum kecil.


"Meskipun penampilan dan kekuatan Noelle telah secara sempurna ditiru oleh makhluk itu, tingkat kekuatannya masih tidak akan seberapa karena pikiran yang mengendalikan kekuatan itu adalah pikiran dari sosok yang berbeda."


Secara jelas, dia mengatakan kalau semua kekuatan yang besar tidak akan ada gunanya jika digunakan oleh seseorang yang tidak memahaminya.


Noelle dapat dengan lancar menggunakan semua kekuatannya, dan menggunakan berbagai trik untuk memperbesar kemungkinannya untuk menang, itu semua karena dia paham dengan kekuatannya sendiri. Namun, itu tidak berlaku untuk musuh yang meniru dirinya dan kekuatannya barusan.


Dari kelihatannya, dia hanyalah makhluk yang tidak memiliki pengetahuan apa pun selain cara menyerang musuh. Dia sama sekali tidak tahu cara memanfaatkan kekuatannya secara penuh, sehingga bisa imbang dengan Olivia.


(Tidak, kurasa tidak sesederhana itu. Livia … Bahkan jika tiruanku tidak tahu cara memanfaatkan kekuatanku secara penuh, kamu seharusnya masih kalah dari segi kekuatan mentah. Ini aneh … )


Untuk sementara, Noelle akan berasumsi kalau tiruan itu mewakili kekuatan yang terkompres dari sosok yang ditirunya.


Itu berkebalikan dengan teknik peniruan wujud yang digunakan pada Barsio. Saat itu, kekuatan Barsio telah ditingkatkan secara drastis dengan metode ini, tapi itu membutuhkan biaya yang cukup mahal. Untuk mendapatkan tiruan dengan kekuatan yang lebih besar, seseorang harus mengorbankan tubuh utama dari sosok yang akan ditiru.


Dalam benaknya, Noelle tiba-tiba mengingat pemandangan sosok Barsio yang ia dan Rico lihat di ruang bawah tanah.


Tiruan itu jelas diciptakan dengan metode yang berbeda, dan bukan menggunakan media cermin seperti yang baru saja ia alami.


Setelah menghabiskan beberapa waktunya untuk berpikir, Noelle mengangguk, menyetujui perkataan Olivia sebelumnya. Kini dia benar-benar bersyukur karena hanya kekuatannya saja yang hilang, dan bukan akal pikirannya.


Tak lama kemudian, mereka berdua akhirnya sampai di luar.


Tempat Noelle berada sebelumnya ternyata merupakan salah satu ruangan yang ada di menara kastil raksasa yang dilihat Olivia sebelumnya.


Menara itu memiliki tinggi sekitar 70 meter, dan sepenuhnya berwarna hitam dengan sedikit merah gelap. Warnanya mengingatkan Noelle pada kastil vampir, tapi ukuran seperti itu hanya memungkinkan untuk ditinggali oleh para raksasa. Selain itu, menara tempat ia berada sebelumnya adalah menara terpendek jika dibandingkan dengan semua struktur bangunan yang melengkapi kastil itu.


Noelle tidak bisa membayangkan seberapa besar ukuran penghuninya.


Selama perjalanan, Noelle dan Olivia berbagi informasi, yang memungkinkan mereka untuk menemukan jawaban tentang situasi yang mereka hadapi saat ini.


Hasilnya, mereka sama-sama setuju dengan fakta kalau mereka mungkin terjebak di dunia mimpi.


Tentang bagaimana mereka masih bisa mempertahankan kesadaran dan dapat berinteraksi secara bebas masih belum diketahui, tapi Noelle berasumsi kalau itu karena berkah Anastasia yang melekat pada jiwa mereka.


Namun, itu menghasilkan pertanyaan lain. Noelle yang saat ini adalah Izaya saat masih anak-anak. Jika mengikuti kejadian sebelumnya, maka dia seharusnya sama sekali tidak memiliki berkah yang tertanam di jiwanya.


Atau mungkin, dunia mimpi ini hanya bisa mempengaruhi tubuh dan kekuatan spiritualitasnya saja? Tidak, pasti tidak begitu. Noelle yakin kalau sumber kekuatan sihir atau spiritualitas seseorang pastilah melekat pada jiwa, yang menjadi inti dari tubuh roh itu sendiri.


Jadi, tidak mungkin jika berkah dari Anastasia masih menempel di jiwanya, sementara semua kekuatan sihir dan mana yang dia miliki telah lenyap sepenuhnya. Kecuali, berkah Anastasia adalah sesuatu yang menolak segala macam pengaruh seperti itu. Dengan begitu, berkah itu akan terus menempel tidak peduli metode pembersihan apa yang dilakukan.


Noelle mengangguk pada dirinya sendiri, dan membiarkan Olivia memilih rute. Pada saat ini, dia tidak dalam kondisi yang bisa menentukan jalan, jadi dia akan menyerahkan segalanya pada Olivia.


Kabut tanpa pengaruh apa pun sudah semakin tebal tanpa mereka sadari; dan sekarang, mereka akhirnya menemukan sosok orang lain di tempat yang cukup jauh dari kastil itu.


Dia adalah Kaira yang masih memiliki ekspresi penuh akan kewaspadaan di wajahnya. Dia tanpa mengubah caranya menatap bergegas menghampiri Noelle dan Olivia, sebelum akhirnya berhenti dan menatap kosong pada sosok Noelle.


Noelle tahu dengan apa yang dipikirkannya, jadi dia segera berdeham dan berbicara dengan suara yang agak cadel, "Ceritanya agak panjang, aku akan senang jika kau tidak menanyakan apa pun. Untuk sekarang, apa kau punya petunjuk tentang apa yang kita alami sekarang ini? "


Kaira merasa sedikit kecewa. Dia penasaran dengan situasi Noelle, tapi dia sendiri juga tahu kalau ini bukan waktunya untuk menanyakan hal seperti itu.


Kaira mengangguk sedikit pada Noelle, dan membalas, "Aku masih belum tahu pasti. Tapi, jika melihat dari kalian berdua, sekarang aku yakin kalau kita sedang terjebak di dunia mimpi. Tentang detailnya aku masih belum tahu, tapi kurasa kita akan bisa memahaminya kalau kita segera menemukan Rico."


(Rico, ya …. )


Noelle berusaha menahan dirinya untuk menghela napas. Dia dalam keheningan mencoba berpikir, lalu mengangguk.


Kaira menggeleng. "Tidak, tapi … Aku masih bisa merasakan kehadirannya tak jauh dari sini. Aku berniat pergi mencarinya sebelumnya, tapi kalian datang lebih dulu."


"Kalau begitu, ayo pergi sekarang."


Noelle tidak membuang waktu, dan segera meminta Olivia untuk pergi ke arah yang Kaira beritahukan.


Alasan mengapa ia terkesan terburu-buru adalah karena ia tidak tahu pasti efek tinggal terlalu lama di dunia ini. Jika itu menghasilkan sesuatu yang buruk, maka lebih baik bagi mereka untuk pergi secepatnya.


Olivia dan Kaira mengangguk, dan langsung berlari menuju lokasi Rico.


...****************...


Mereka berlari selama kurang lebih 10 menit, dan selama itu, mereka telah menghadapi berbagai jenis monster.


Tidak seperti sebelumnya, kini Olivia lebih banyak menghadapi makhluk aneh yang mirip dengan burung. Hanya saja, kulitnya lentur seperti karet, tidak memiliki bulu, dan berwarna biru kehijauan. Sayap kulitnya sedikit terkoyak, dan ada banyak bekas luka di sekujur tubuhnya.


Makhluk itu terbang, dan membuat mereka sedikit kerepotan karena mobilitasnya yang luar biasa.


Pada akhirnya, mereka sampai di tempat yang diduga sebagai lokasi Rico. Namun, mereka tidak dapat menemukan keberadaan Rico di mana pun.


Kaira, orang yang paling mengenal Rico di sini tidak membuat kesimpulan yang acak. Dia melihat ke sekeliling, berusaha menemukan petunjuk yang ditinggalkan oleh teman baiknya itu.


Akhirnya, dia menemukan satu petunjuk. Itu adalah gambar dan simbol asing yang dibuat di atas tanah. Kabut abu-abu yang cukup tebal itu sedikit menghalanginya, sehingga dia tidak bisa langsung menemukannya.


Kaira mendekat, dan melihat pada gambar itu. Tak butuh waktu lama baginya untuk segera menguraikannya.


"Dia memang ada di sini. Lebih tepatnya, dia muncul di sini. Tapi, dia sudah pergi ke arah barat. Dia meninggalkan beberapa petunjuk yang tidak begitu kupahami, apa kalian tahu maksudnya? "


Kaira menyerahkan selembar kertas yang cukup besar pada Noelle dan Olivia. Kertas itu mencakup semua kode yang dibuat oleh Rico, sehingga tidak mungkin untuk memalsukannya begitu saja.


Setelah memperhatikan lembaran itu untuk beberapa waktu, Noelle kembali diam. Dia memanfaatkan waktunya untuk berpikir, berusaha menemukan jawaban dari maksud sinyal Rico.


Tak lama kemudian, dia akhirnya mampu memecahkan kodenya.


"Dia bilang dia sudah bertemu dengan beberapa orang asing dalam perjalanan sebelum akhirnya kembali ke titik awal. Semua orang asing itu tidak menunjukkan tanda perlawanan, dan dengan patuh menjawab hampir semua pertanyaannya. Setelah itu, dia memastikan beberapa hal tentang di mana kita sekarang berada."


" … Lalu? "


"Orang asing itu menjawab kalau mereka sebelumnya ada di atas kapal, sedang berlayar menuju sebuah pulau di seberang laut Senor. Orang asing itu bilang kalau dia datang bersama puluhan orang yang tergabung dalam tim gabungan petualang dengan para pemburu harta terkenal."


Informasi yang dimasukkan di sana mau tak mau membuat Kaira terkejut. Bagaimana tidak, laut Senor adalah nama lautan yang lokasinya berada sangat jauh dari Kerajaan Nothernos. Sebenarnya, itu berada di sisi lain kerajaan, bagian selatan dari benua Gardiant.


Sebelum datang ke dungeon, mereka semua ada di sebuah pulau yang diperkirakan tidak begitu jauh dengan wilayah Eisen dan Houzen. Tapi, kenapa mereka justru ada di tempat yang sama dengan kelompok petualang dari tempat yang sangat berlawanan?


Hanya satu jawaban yang bisa mereka bertiga pikirkan.


Mereka telah keluar dari dungeon, dan dipindahkan ke tempat yang benar-benar berbeda dari sebelumnya!


Di salah satu petunjuk yang ditinggalkan Rico, Rico menjelaskan kalau kemungkinan besar mereka semua berada di alam mimpi kolektif, yang mencakup gabungan mimpi dari semua orang yang ada di sana.


Singkatnya, di tempat yang misterius itu, mimpi semua orang disatukan, dan mereka semua dimasukkan ke dalamnya secara bersamaan!


Ini tidak masuk akal, mereka bertiga secara alami berpikir begitu. Ada banyak hal yang membuat mereka sangat kebingungan, sehingga mereka tidak sadar kalau banyak waktu sudah terlewati.


Rico sudah lama berpindah dari posisinya, dan meninggalkan petunjuk karena dia yakin kalau seseorang dari timnya pasti akan sampai ke tempat itu. Tapi, petunjuk yang dia tinggalkan itu benar-benar gila.


Bagaimana mungkin mimpi semua orang digabungkan menjadi satu, lalu memasukkan mereka semua ke dalamnya? Noelle tidak bisa memikirkan kekuatan seperti apa yang bergerak di balik ini semua.


Mengesampingkan itu semua, bagaimana mungkin mereka bisa ada di tempat yang sama dengan tim penjelajah yang sedang berada di laut Senor? Laut Senor selalu terkenal dengan keganasan ombak dan cuacanya yang tidak menentu, menyebabkannya menjadi sangat tidak disarankan untuk dijelajahi. Selain itu, laut Senor juga masih menyimpan banyak misteri yang belum dipecahkan.


Apa ada sesuatu yang menarik perhatian para penjelajah itu? Selain itu, bagaimana para penjelajah bisa sampai ke taman kabut sebelum dimasukkan ke alam mimpi kolektif?


(Tidak, bukan begitu … )


Noelle menggelengkan kepalanya dan langsung mengganti pertanyaannya, "Bagaimana mungkin, kita yang sebelumnya berada di dungeon, bisa sampai ke seberang benua dan mencapai area misterius di tengah laut Senor …. "


Mereka bertiga telah sampai pada kesimpulan yang sama. Bukan para penjelajah yang secara tiba-tiba masuk ke taman kabut itu, tapi merekalah yang menjadi penyusupnya.


Belakangan, mereka tahu kalau yang menciptakan dungeon itu adalah seorang dewa tak dikenal dari dunia luar, jadi kemungkinan dewa itu memiliki banyak kekuatan yang tersisa, sehingga bisa menggunakan gerbang roh untuk mentransfer mereka semua ke taman kabut itu.


Taman kabut sendiri mengacu pada taman bunga yang dipenuhi kabut, tempat di mana semua orang berkumpul sebelumnya. Kini, Noelle telah menebak kalau taman itu sebenarnya berada di area tertentu di tengah laut Senor.


"Livia, gunakan persepsi spiritualmu untuk melihat aliran mana di sekitar tempat ini. Apakah ada keanehan? "


Olivia segera mengalirkan energi sihir ke matanya, dan melihat ke sekitar. Kemudian, dia menggeleng. "Tidak ada yang aneh, tapi … Samar-samar, aku bisa mendengar banyak bisikan aneh. Juga, ada beberapa area dengan tingkat kepadatan mana yang aneh. Ini seolah tempat itu telah rusak, dan mana yang terkandung di sana akan menyebabkan kita kehilangan kendali jika menyerapnya."


Kehilangan kendali yang Olivia maksud itu adalah kondisi berserk yang akan tercapai hanya jika seseorang mencapai tingkat korupsi mental tertentu.


Selain dengan akumulasi emosi negatif yang menumpuk selama bertahun-tahun, tingkat korupsi mental yang tinggi dapat dicapai jika seseorang berinteraksi dengan sesuatu yang 'rusak', seperti:


Mana, atau kekuatan sihir yang kotor dan memiliki banyak pengaruh jahat di dalamnya, benda mistis yang tercipta karena pengaruh jahat, dan lain sebagainya. Itu semua dapat menyebabkan naiknya tingkat polusi mental seseorang, membuat mereka bisa kehilangan kendali dengan mudah.


Noelle mengangguk, dan meminta Olivia untuk mendekati area itu untuk penyelidikan lebih lanjut. Namun, tanpa dia duga Olivia menolaknya.


Saat Noelle dengan bingung menatap Olivia, Olivia hanya bisa tersenyum masam sambil menurunkannya. Dia kemudian berjalan menuju tempat yang dia lihat sebagai area dengan kepekatan mana kotor yang mengerikan.


Alasan mengapa Olivia tidak membiarkan Noelle untuk mendekati tempat itu adalah karena kondisinya yang masih sangat lemah. Saat ini, mereka tidak tahu apakah berkah Anastasia masih menempel pada jiwa Noelle atau tidak, jadi akan sangat berbahaya jika korupsi mental Noelle meningkat secara drastis.


Begitu Olivia mendekat, bisikan yang didengar telinganya menjadi semakin kuat, dan berbagai pemandangan aneh mulai muncul di pengelihatannya.


Apa yang dia lihat adalah beberapa sosok yang tampaknya mewakili kelompok atau faksi tertentu, sedang mengalami pertempuran yang sengit.


Salah satu sosok itu adalah seorang wanita, dengan kulit putih yang sangat pucat, rambut hitam panjang, memakai gaun hitam yang menutupi seluruh tubuhnya, serta memiliki selendang hitam transparan yang menutupi kepala dan wajahnya. Di belakangnya, ada sosok serigala hitam raksasa, bermata biru, dan memiliki delapan kaki dengan dua ekor kembar secara total.


Sosok itu sedikit tidak asing bagi Olivia. Dia memeriksa ingatannya, dan menemukan satu sosok yang sesuai.


Vesperi Goddess Zelica!


...****************...