![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Saat ini sudah tengah malam, waktu yang tepat untuk menjalani proses 'tidur cantik'.
Begitulah yang Noelle lakukan. Berbaring di ranjangnya yang nyaman, tidur dengan tenang, sampai akhirnya sebuah getaran di sekujur tubuhnya membuatnya seketika melompat.
"Apa … "
Bangun dengan cara seperti itu bukanlah hal yang menyenangkan. Noelle bahkan belum sempat memproses kejadian sebenarnya.
Dia menatap linglung pada ruang kosong, tapi kemudian sadar kalau getaran itu bukan berasal dari faktor eksternal.
"Serius? Di waktu ini? "
Suara yang mengisyaratkan kejengkelan murni.
Noelle dengan kesal mengacak-acak rambut hitamnya, dan mengangkat tangan kanannya ke depan. Telapak tangan diposisikan menghadap ke atas.
Seketika, cahaya samar muncul, dan sebuah kristal violet yang memancaekan cahaya dan aura suci terbentuk di atas telapak tangannya, terlihat mengambang sambil berputar dengan kecepatan rendah.
Itu adalah kristal Souris, yang dia miliki sebagai anggota Asterisk.
"Siapa pun yang membuat organisasi ini pastinya tidak memiliki adab."
Dia bergumam guna menyindir sosok yang tidak ia kenal, tapi kemudian benang-benang cahaya tipis keluar dari kristal Souris, dan menyelimuti dirinya.
Pemandangan kamar apartemennya yang biasa seketika digantikan oleh kegelapan total, dengan kabut abu-abu yang menyelimuti.
Noelle langsung duduk di kursinya tanpa menunggu kabut itu menipis, dan dia merasakan beberapa kehadiran lain tiba-tiba muncul.
Setelah kabut abu-abu yang menutupi pandangan mereka menghilang, kedelapan Asterisk, termasuk Noelle saling menatap untuk beberapa saat.
Noelle bisa melihat beberpa wajah yang jelas masih sangat mengantuk. Itu termasuk dirinya, Tania, dan Pauper Colyn yang memang selalu terlihat begitu.
Anehnya, semua orang selain mereka bertiga masih terlihat segar meski tidak memancarkan suasana yang baik.
"Apa yang terjadi? " Noelle membuka percakapan dengan bertanya, tapi tidak satu pun dari Asterisk lain bisa menjawab.
Lagi pula, mereka juga tiba-tiba mendapatkan sinyal dari kristal, yang kemudian membawa mereka ke sini.
Secara alami, tidak ada yang tahu alasan mengapa mereka tiba-tiba mendapatkan panggilan.
Damian dengan tenang menganalisis situasinya sambil melihat pada kristal besar yang mengambang di tengah meja. Kristal itu terlihat tak mempedulikan reaksi setiap orang, dan melanjutkan putaran dengan kecepatan rendah.
Tak lama kemudian, beberapa nama dengan detail tugas muncul di pikiran mereka.
Berbagai reaksi datang dari mereka semua, tapi yang paling mencolok berasal dari Noelle dan Tristan Asher.
"Setelah mengabaikan kita untuk waktu yang cukup lama, apa dia akhirnya memberi kita pekerjaan? "
Caver Arnaz mendengus kesal saat nama-nama dan detail misi itu menghilang dari pikirannya.
Arnaz menggunakan kata 'dia' untuk menggambarkan orang yang menciptakan kelompok kecil bernama Asterisk ini. Dan memang benar, sudah cukup lama sejak Asterisk mendapatkan misi pertama mereka. Sejak saat itu, mereka tidak pernah mendapatkan pekerjaan apa pun yang melibatkan organisasi. Paling-paling, mereka hanya mengurus masalah kecil seperti saat membantu Noelle mengubah identitasnya.
"Terlebih lagi … misinya kali ini adalah perekrutan, ya …. Ini akan sedikit merepotkan, karena aku tidak terlalu mengenal nama-nama itu," ucap Damian setelah menghela napas ringan.
Ya, misi kali ini bukanlah sesuatu yang besar, tapi merupakan misi perekrutan anggota bawahan. Itu tertera jelas dalam detail yang sebelumnya muncul di kepala mereka.
Alasannya masih belum diketahui, tapi yang harus dilakukan kali ini hanyalah merekrut delapan orang untuk menjadi anggota bawahan Asterisk.
Menjadi anggota bawahan, bukan berarti mereka tahu kalau mereka terlihat dengan Asterisk. Tapi, ini lebih seperti Asterisk akan mengendalikan mereka tanpa sepengetahuan mereka sendiri.
Tapi tentu saja, apakah mereka mengetahuinya atau tidak bukanlah masalah, karena detail misi yang diberikan menyatakan kalau Asterisk bebas memberi tahu mereka atau tidak.
"Sialan … "
Noelle diam-diam mendecakkan lidahnya, tapi segera berharap untuk tidak didengar siapa pun. Sayangnya, Lucia yang duduk tak jauh darinya menyadari itu, dan menatapnya melalui kain hitam yang menutupi kedua matanya.
"Apa kau memiliki masalah, Souris? "
Noelle ingin menggeleng, tapi sadar kalau itu sia-sia. Pada akhirnya, dia hanya bisa menghela napas dan melambaikan tangannya dengan ringan.
"Aku mengenal beberapa dari mereka. Tepatnya, tiga di antaranya."
Ungkapan itu membuat sebagian besar orang di sana terkejut.
Tiga orang, itu jumlah yang cukup banyak, mengingat mereka hanya perlu mengumpulkan delapan.
Dengan asumsi Noelle bisa merekrut mereka semua dengan lancar, maka Asterisk lain hanya perlu mengumpulkan lima orang lagi.
"Itu mengejutkan. Dari semua nama itu, siapa saja yang kau kenal? " tanya Lucia dengan sedikit ketertarikan pada suaranya.
Orang-orang yang harus Asterisk kumpulkan berjumlah delapan orang, dan nama-nama mereka adalah; Nantz sil Grandbell, Kino, Saint Leticia, Harold Elgustav, Fitz Walstein, Wilbert, Dolca, dan Arcal.
Dari semua nama itu, yang Noelle ketahui dengan pasti adalah Nantz. Itu tertera dengan nama lengkapnya, dan dia juga baru saja bertemu pria itu tadi siang.
Yang menjadi masalahnya, dia tidak yakin dengan dua nama. Itu adalah Kino, dan Harold Gustav.
Ada banyak orang dengan nama Kino, dan bisa saja Noelle salah mengira. Namun, deskripsi tambahan untuk orang tanpa nama keluarga jauh lebih detail, sehingga Noelle yakin kalau Kino yang dimaksud adalah Kino yang sama dengan yang memberinya informasi tentang Feran Cerces.
Lalu ada orang bernama Harold Elgustav. Tidak banyak deskripsi mengenai dirinya, tapi mendengar namanya saja Noelle sudah yakin. Itu adalah Harold yang ia kenal.
Tidak sulit untuk mengetahuinya, karena dia bisa menghubungkan nama Harold dengan Elgustav yang menjadi nama keluarganya. Lagi pula, Elgustav kemungkinan besar memiliki makna El-Gustavia, sebuah Kekaisaran kuno yang berdiri pada zaman penyerangan raja iblis.
(Jadi nama lengkapnya adalah Harold Elgustav, ya?)
Mengesampingkan pertanyaan yang terlintas di benaknya, Noelle memberi tahu semua orang tentang siapa saja yang dia kenal.
Setelah mendengar itu, Lucia dan Damian sepertinya saling menatap sejenak, lalu mengangguk seolah sepakat akan sesuatu.
"Itu bagus. Apa kau bisa merekrut mereka? "
Noelle dengan santai mengangkat bahunya. "Entahlah, tapi aku akan mencoba."
Mungkin Harold bukan masalah, dan dia bisa memanfaatkan Nantz karena kesepakatan yang baru saja dibuat siang tadi. Namun, Kino akan sedikit bermasalah.
Noelle hanya mengenal Kino dari misi yang dia keluarkan untuk para Bounty Hunter, dan Kino pastinya mengenal lebih dari seratus orang, mengingat dia menguasai jaringan intelijen yang sangat luas.
Selain itu, dia dan Kino hanya menjalin hubungan kerja sama sementara, dan Noelle tidak yakin bisa membawanya begitu saja.
Karena itulah, alih-alih memberikan jawaban yang penuh dengan keyakinan, Noelle memberikan jawabannya disertai dengan sedikit keraguan, agar mereka tak terlalu berharap padanya.
Semua orang di sana, kecuali Colyn mungkin mengerti itu karena mereka mengangguk padanya.
"Dengan begitu, ada lima orang tersisa. Aku tidak keberatan mengurus Fitz Walstein karena aku tahu beberapa hal tentangnya, hanya saja … ada baiknya bagi kalian untuk tidak terlalu berharap," ucap Asher sambil memejamkan matanya.
Kedua matanya kemudian terbuka, menampilkan sorot tatapan yang tajam.
"Tapi, aku menolak untuk menjadikan Saint Leticia sebagai anggota bawahan kita."
"Bisa kau jelaskan kenapa? " Lucia bertanya, sedikit heran dengan itu.
Asher biasanya orang yang tenang, karena itulah Lucia sedikit heran saat melihatnya begitu keras dalam menyampaikan pikirannya.
Tak lama kemudian, Asher akhirnya menjawab, "Saint Leticia adalah Saint Gereja Lumine yang berada di bawah perlindunganku. Aku tidak akan pernah melibatkannya dalam hal berbahaya yang berkaitan dengan kelompok ini."
Itu alasan yang masuk akal.
Asher adalah seorang kesatria suci, atau di Gereja Lumine lebih dikenal sebagai Kesatria Templar.
Meskipun ada banyak divisi dengan tugas yang berbeda-beda, pada dasarnya mereka memiliki satu tugas prioritas yang mutlak; yaitu melindungi Saint, wajah dari gereja dan dewa yang mereka layani.
Meskipun fakta bahwa Saint Leticia adalah teman masa kecil Asher tidak begitu tersebar, hanya mengetahui kalau Asher adalah Kesatria Templar sudah cukup bagi para Asterisk untuk membuat pemikiran sendiri.
Pilihan Asher untuk menolak menjadikan Saint Leticia sebagai anggota bawahan sangat masuk akal, sehingga tidak siapa pun dapat membantahnya.
Tapi, bukan berarti mereka memiliki pilihan lain.
Mereka sadar betul bahwa Asterisk tidak akan menerima tugas yang begitu sepele. Meski hanya pernah menjalankan satu perintah resmi, mereka sudah tahu kalau misi itu memiliki dampak yang begitu besar pada masa depan.
(Ohh, ini akan sulit.)
Noelle menyilangkan lengannya sambil memejamkan mata. Dia kemudian berusaha berpikir keras agar tindakan itu tidak membuatnya tertidur.
"Aku tidak peduli tentang sisanya, tapi aku tidak akan membiarkan Leticia terlibat. Apa yang akan kalian lakukan sekarang? "
Pertanyaannya tidak mengandung maksud buruk sedikit pun, tapi rasanya itu seperti kalimat provokatif yang kuat.
Beberapa orang, seperti Arnaz dan Colyn tidak ingin terlalu memikirkannya. Mereka hanya diam sambil berusaha menjaga diri agar tetap tersadar di tengah rasa kantuk yang luar biasa.
Kemudian, suara halus dari sebuah lonceng kecil muncul. Itu datang dari Lucia yang mengangkat tangannya. Lonceng itu merupakan aksesoris yang dipasang di telinga seperti anting.
"Kelihatannya, diskusi ini tidak akan berakhir dengan baik. Karena itu, bagaimana kalau kita menunda keputusan untuk Saint Leticia? Kita tidak tahu situasi apa yang menunggu di depan, tapi ada baiknya untuk tidak meributkan hal ini."
Noelle membuka mata, sedikit terkesan pada Lucia yang dengan tenang menjadi penengah di antara Asher dan Damian.
Pilihannya untuk mengundur permasalahan ini bukanlah hal yang salah. Lagi pula, diskusi sudah berakhir menemui jalan buntu sejak Asher menolak untuk menjadikan Saint Leticia anggota bawahan.
Bahkan meski Asterisk akan bergerak tergantung suara yang lebih banyak, mereka masih akan berpikir panjang untuk menentang Asher yang seorang Kesatria Templar. Terlebih lagi, jika ini menjadi masalah yang berkepanjangan, satuan Kesatria Templar sendiri pasti akan ikut campur.
Ini sama sekali bukan masalah yang sederhana.
Melihat situasinya, Noelle memilih untuk ikut dalam diskusi.
"Baik, mari keluarkan nama Saint Leticia dari daftar untuk sementara ini. Lalu tentang Fitz Walstein, aku berharap kau masih mau merekrutnya."
Damian kelihatannya tidak keberatan dengan perubahan arah diskusi ini. Dia menanggapi semuanya dengan tenang. Begitu pula dengan Asher.
Tiga orang yang masih tersisa adalah Wilbert, Dolca, dan Arcal. Tidak satu pun dari Asterisk mengenal mereka di dunia nyata.
Bahkan orang-orang dengan jaringan informasi luas seperti Damian dan Asher pun tidak.
Yang mengejutkan, Arnaz yang sejak tadi diam kini mengangkat tangannya.
"Aku memang tidak mengenalnya, tapi aku sering mendengar nama Arcal. Dia itu petualang yang cukup terkenal di Kekaisaran."
(Negara di timur, ya …. Itu terlalu jauh dari lokasiku.)
Republik sendiri berada di sebelah barat benua, bersama dengan beberapa negara kecil lainnya. Sementara itu, beberapa negara besar seperti Kekaisaran Alacrylia yang berbatasan langsung dengan Kerajaan Suci Quinnella berada di timur. Itu arah yang sangat berlawanan dari lokasi Noelle saat ini.
"Kekaisaran, ya …. "
Ini mungkin akan merepotkan. Baik Damian dan Asher langsung berpikir begitu.
Bagaimanapun, keduanya sama sekali tidak memiliki akses apa pun terhadap semua yang ada di sana.
Kekaisaran Alacrylia cenderung menutup diri dalam hal agama lain, dan agama mayoritas di sana adalah agama yang memuja True Sun God Qulhod.
Asher menganggapnya merepotkan karena gereja itu benar-benar mendiskriminasi pengikut agama lain. Dan meski petualang jarang terlibat dengan gereja, bisa saja orang bernama Arcal itu berhubungan dengan mereka.
Sementara itu, Damian adalah seorang petinggi militer. Dia mungkin bisa mendapatkan akses ke Kekaisaran Alacrylia, tapi tidak mungkin untuk terlibat dengan gereja. Jika dia ingin menarik perhatian mereka, maka dia harus mengubah agamanya sendiri.
Damian melihat ke seluruh anggota.
"Apa ada di antara kalian yang saat ini berada di Kekaisaran atau sekitarnya? "
Tidak ada yang menjawab, sampai akhirnya—
"Ughh … "
—Seorang gadis, Colyn mengangkat tangannya sambil menggeram tidak nyaman.
"Kenapa hanya aku yang ada di sekitar Kekaisaran? Caver, bukankah kau seharusnya ada di sana juga? "
Colyn mengenal Arnaz di dunia nyata. Bukan karena mereka memiliki hubungan, tapi karena koneksi sebagai petualang.
Biarpun Colyn sangat jarang muncul di publik (dia hanya akan muncul saat butuh uang), dia masih sering mendengar tentang petualang terkenal seperti Arnaz, yang telah menaklukkan banyak labirin mematikan.
Tentang bagaimana dia bisa menemukan hubungan antara petualang bernama Arnaz dengan Caver, adalah karena dia pernah melihatnya sekali di dunia nyata.
Merasakan tatapan dari banyak orang, Arnaz hanya mendengus kecil sebagai respon.
"Sayangnya hampir seminggu yang lalu aku pergi dari sana, dan sekarang aku sudah ada di Kerajaan Yves."
Kerajaan Yves adalah sebuah negara kecil, yang letaknya berada di selatan Republik. Tidak berbatasan langsung, tapi jaraknya cukup berdekatan.
"Itu tidak adil … "
Colyn sepertinya kesal karena mungkin hanya dia yang akan mendapatkan tugas merekrut Arcal.
"Fufu, kalau begitu, bagaimana kalau aku membantu? "
Refleks menoleh, Colyn menatap Lucia dengan mata berbinar seolah melihat harapan baru.
"Posisiku agak jauh dari Kekaisaran, jadi mungkin aku akan meminta bantuanmu untuk melakukan teleportasi. Bagaimana? "
"Setuju! Ayo lakukan! "
Akan sangat bagus jika Colyn bisa mendapatkan bantuan Lucia. Bagaimanapun juga, Colyn bukanlah tipe orang yang aktif dalam sosial, jadi akan sulit baginya untuk mendekati Arcal.
Sekarang hanya tersisa Wilbert dan Dolca. Tidak satu pun dari mereka mengenal nama itu. Namun—
"Wilbert adalah nama yang sering dipakai di Republik, jadi aku akan mengurus ini. Tentu saja, aku masih harus menyelidiki tentang siapa orang itu. Lalu untuk Dolca … "
Ini hanya pemikiran acak, tapi Damian memiliki ide tentang di mana Dolca berada.
Deskripsi Dolca adalah seorang gadis berambut putih dengan kulit yang agak gelap. Kemungkinan, dia berasal dari negeri di selatan, sekitaran Kawasan Netral Elfrieden tepatnya.
Hanya di bagian selatanlah orang-orang dengan ciri fisik seperti Dolca berada.
"Tristan, kau berada di selatan, kan? "
Asher mengangguk, "Tepatnya di kuil gunung suci Haten."
"Kalau begitu, apa kau bisa mengurusnya? "
"Aku tidak keberatan, tapi aku mungkin tidak memiliki banyak waktu untuk melakukannya."
Bagaimanapun juga dia adalah kesatria pelindung Saint.
Noelle mengetuk jarinya di permukaan meja sambil tertawa kecil. "Itu seharusnya tidak masalah. Tidak seperti sebelumnya, misi kita kali ini tidak dibatasi waktu. Yang artinya, kita bisa bebas melakukannya kapan saja."
Di tempatnya sendiri, Tania mengangguk dengan wajah mengantuk.
Beberapa kali Noelle meliriknya, tapi sepertinya dia tidak sadar akan hal itu. Dia juga sama sekali belum bergabung dalam percakapan kali ini.
(Yahh, kurasa dia memang pendiam.)
"Kalau begitu, pembagian tugas ini sudah selesai. Selain mengantar Auger dengan teleportasi, kita bisa pergi sekarang, kan? "
Masih ada Arnaz, Tania, dan Ethan yang belum kebagian tugas. Dari semua orang itu, Tania dan Ethan adalah yang paling tidak banyak bicara. Atau lebih tepatnya, Ethan bahkan belum berbicara sedikit pun.
Dia memejamkan matanya, tapi sesekali akan tersentak dan berusaha menjaga agar kesadarannya tetap ada.
Noelle menganggap itu sedikit lucu karena Ethan benar-benar menunjukkan perilaku yang sesuai dengan anak-anak.
Tepat sebelum diskusi diakhiri, Noelle mengangkat tangannya.
"Ada apa, Souris? " tanya Damian.
Noelle mengangjat bahunya sendiri, lalu bersandar pada kursi. "Ini tidak terkait dengan misi, tapi aku ingin membicarakan ini selagi sempat. Apa tidak masalah? "
Jika mereka tidak setuju untuk membicarakannya sekarang, maka itu tidak masalah. Lagi pula ini tidak begitu penting, dan Noelle bisa membicarakannya di pertemuan berikutnya.
Tapi, mempertimbangkan beberapa hal, Damian dan Asher langsung mengangguk setuju.
Tidak semua orang memiliki banyak waktu menganggur untuk menghadiri pertemuan, karena itulah, lebih baik bicarakan semuanya selagi sempat.
Noelle mengangguk sambil tersenyum sedikit, lalu dengan jarinya, dia menunjuk pada deretan patung di belakang.
Semua patung itu adalah patung anggota dari generasi sebelumnya, dengan total anggota 376 orang yang dibagi menjadi 47 generasi.
Tidak ada yang aneh dari mereka, tapi penyelidikan menyeluruh belum dilakukan, karena setiap anggota generasi ini sedikit terlalu sibuk, atau bahkan malas untuk mencaritahunya.
Noelle ingin menyelidiki patung-patung itu satu per satu, tapi itu akan memakan waktu yang sangat lama, jadi dia memilih untuk menundanya.
"Apa yang ingin kau bicarakan? "
Lucia Khora menoleh dan bertanya sambil tersenyum lembut padanya. Hal yang sama berlaku untuk beberapa orang lainnya. Mereka dengan jelas menunjukkan wajah penasaran pada Noelle.
Noelle tersenyum, dan berkata, "Asterisk adalah organisasi yang sudah berdiri selama 47 generasi, jika kita dihitung, maka itu akan menjadi 48, benar? "
Damian sepertinya sudah mengerti ke arah mana diskusi ini, karena dia mengangguk dengan ekspresi dalam.
Mengabaikannya, Noelle terus melanjutkan.
"Tapi ini aneh, selain dari generasi kita, aku belum pernah mendengar berita tentang generasi manapun, baik itu publik maupun jaringan intelijen gereja."
Tidak mungkin organisasi yang sudah berdiri entah sejak kapan seperti Asterisk tidak diketahui oleh dunia. Paling tidak, pasti ada beberapa catatan tentang mereka.
Itulah yang menjadi masalahnya. Noelle sama sekali belum pernah mendengar tentang Asterisk generasi lain selain generasi sekarang.
Akan masuk akal jika 47 generasi sebelumnya melakukan pekerjaan mereka secara diam-diam. Tapi meski begitu, seharusnya ada satu atau dua informasi tentang mereka, dan informasi itu akan kembali timbul ke permukaan ketika Asterisk generasi ini muncul.
"Itu benar, aku juga belum pernah menemukannya di arsip militer Republik. Mungkin aku melewatkannya, jadi aku akan mencari tahu lagi," ucap Damian sambil menghela napas.
Membayangkan 47 generasi sebelumnya sama sekali tidak diketahui publik, membuat Damian merasa sedikit takut.
Bahkan sampai sekarang, anggotanya sendiri masih belum tahu banyak tentang apa itu Asterisk sebenarnya. Mereka tidak mencoba mencari tahu, karena itu bisa jadi berbahaya, tapi … rasa penasaran umat manusia sering kali lepas kendali.
Asher, Lucia, dan Noelle satu per satu mengangguk. Anggota selain mereka, yang tidak memiliki jaringan informasi lain selain dari guild, tidak bisa melakukan apa pun.
Guild adalah organisasi yang dikelola langsung oleh asosiasi internasional, dan semua jenis informasi yang bersifat rahasia akan sangat dijaga, bahkan dari negara tempat cabang mereka berada. Tidak mungkin petualang biasa bisa mengetahui hal-hal itu.
(Aku ingin memeriksa arsip gereja, tapi … aku bahkan tidak memiliki otoritas di sana.)
Noelle sempat berpikir untuk menyelinap, tapi dia segera membuang pikiran itu. Lagi pula, dia masih belum tahu dengan jelas sistem pertahanan yang dimiliki gereja. Dia bisa saja langsung tertangkap saat berusaha menyelinap ke sana.
Menghela napas sejenak, Noelle kemudian menepuk tangannya sekali.
"Baiklah, itu saja. Beberapa orang kelihatannya sudah tidak memiliki tenaga untuk tetap bangun, jadi lebih baik kita akhiri di sini."
Lucia mengangguk, lalu melirik pada Ethan yang jelas sudah tertidur sambil bersandar pada mejanya.
"Kita akan berbagi laporan setiap satu minggu sekali. Apa kalian setuju? "
Masing-masing dari mereka mengangguk, termasuk Ethan yang telah dibangunkan secara paksa oleh Arnaz.
"Kalau begitu—"
Sosok mereka perlahan memudar, dan kabut abu-abu kembali mengisi dunia itu.
...****************...