[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 24: Turnamen (1)



...****************...


"…… Yosh, sepertinya sekarang aku siap! "


Suara yang penuh ketegangan itu berasal dari Noelle, yang saat ini sedang membelakangi cermin.


Hari sudah cukup siang, lonceng pertama sudah dibunyikan yang menandakan jam 9 pagi. Noelle dan Olivia sudah mengganti pakaian mereka menjadi zirah untuk persiapan turnamen, tapi...


Dengan wajah yang penuh tekad, Noelle akhirnya memutuskan untuk berbalik dan menghadap ke cermin.


"……Ugghhh!! "


Melihat penampilannya, dia langsung berlutut dan mengeluarkan erangan yang terdengar penuh penderitaan.


Mau bagaimana lagi, penampilannya saat ini sangat menyiksa matanya sendiri. Dengan rambut putih salju, mata abu-abu, zirah jenis jubah berwarna hitam, pedang kembar yang menggantung di pinggang kirinya memiliki warna perak dan hitam, dan semua perlengkapannya yang lain juga berwarna hitam.


Itu sangat menyiksa mentalnya karena penampilannya benar-benar mengingatkannya pada masa lalu yang sangat memalukan.


"Aku tidak terlalu mempedulikan penampilanku dengan zirah, aku juga hanya pernah bercermin dengan pakaian casual, tapi saat aku bercermin dengan zirah lengkap … Ini sangat menyebalkan! "


"…… Apa itu benar-benar tidak menyenangkan? "


Olivia yang sejak tadi menonton, berbicara padanya dengan suara lembut, tentu saja Noelle langsung menjawabnya dengan 'Tentu saja!! ' seperti itu.


"… Begitu … Penampilanmu saat ini sangat chuunib— muguu—"


"Tidak akan kubiarkan kau mengatakannya! "


Sebelum Olivia selesai berbicara, Noelle langsung menggerakkan tangannya untuk menutup mulut Olivia dengan tatapan memaksa. Tentu saja itu membuat wajah Olivia langsung memerah dan mengangguk dengan penuh semangat pada Noelle.


Memang, penampilan Noelle saat ini bisa dikenal dengan karakter penghayal. Jika saja dia memiliki penutup mata dan lengan palsu di tubuhnya, dan dia juga hanya perlu berteriak sesuatu seperti 'Ughh, lengan kiriku mengamuk lagi! ' seperti itu, dia bisa disebut 'penghayal lengkap'.


……… Yahh, pria selalu memiliki masa lalu yang memalukan, seperti di saat-saat mereka mencapai usia tertentu, mereka akan menjadi aktif dalam berkhayal seperti berpura-pura memiliki kekuatan khusus atau apapun dan akan menyesali itu ketika menjadi dewasa.


Melihat Noelle yang mati-matian menghilangkan ingatan yang memalukan, Olivia langsung memiliki keinginan untuk menjahilinya sedikit. Dia memiliki senyum yang seperti iblis ketika berbicara dengan Noelle.


"… Setelah ku ingat-ingat, kau pernah mengangkat kedua tanganmu dan meneriakkan 'kame-kam*ha' di halaman belakang rumah saat kita berusia 8 tahun … Kau juga pernah mengatakan padaku kalau kau sedang dikejar oleh organisasi jahat yang mengincar kekuatanmu … Itu saat kita 14 tahun mungkin? … Dan saat …"


Olivia terus mengeluarkan ingatan memalukan Noelle semudah bernafas dan membuat Noelle menjadi terbaring sekarat di lantai.


Semua itu adalah kelakuan bodoh yang pernah dilakukan Noelle di masa lalu. Karena Noelle dan Olivia sudah tinggal bersama sejak mereka kecil, tentu saja Olivia mengetahui hampir semua hal tentangnya.


(Sepertinya aku sudah berlebihan huh...)


Olivia akhirnya berhenti memuntahkan informasi memalukan itu dan melihat Noelle yang terbaring sekarat di lantai.


"… Baiklah Noelle, ayo kita pergi sekarang! "


Dia dengan indah mengabaikan jeritan hati Noelle dan berjalan sambil menyeret Noelle di tangannya.


Pada dasarnya, Olivia tidak berhak mengatakan itu semua pada Noelle ketika dia sendiri memiliki set zirah hitam...


Tapi karena itu sangat cocok untuknya dan dengan rambut peraknya, jadi Noelle tidak bisa membantahnya.


...****************...


"Whoa! Rame! "


Decakan kagum itu berasal dari Noelle yang saat ini sedang duduk di bangku peserta yang ditempatkan di area khusus colosseum.


Saat ini ada hampir 300 orang yang mengikuti acara. Ada banyak orang dengan senjata yang berbeda-beda.


Semua peserta yang mendaftar diwajibkan untuk mendapatkan kartu nomor dari resepsionis untuk menentukan lawan.


Noelle mendapatkan nomor 64 sedangkan Olivia 65 karena mereka mendaftar pada saat yang sama.


Ketika Noelle menutup matanya untuk meningkatkan pendengarannya, dia bisa mendengar para veteran sedang bertaruh siapa yang akan menang atau kalah. Meskipun itu ilegal, para petinggi bahkan tidak melarang mereka karena itu untuk menambah keseruan.


Saat ia membuka matanya, Noelle tersenyum lembut pada Olivia yang menatapnya dari samping saat suara yang penuh semangat itu bergema.


『YOOOSSSHH! Apa kalian semua siap untuk acara hari pertama?!』


Saat suara itu bergema, seketika sorakan dan teriakan para penonton menjadi menggila dan penuh semangat. Bagaimanapun, turnamen ini adalah salah-satu hiburan untuk orang-orang di kota Suiren, jadi wajar untuk mereka menjadi seperti itu.


『Aku Fionne akan menjadi komentator kalian hari ini! Tapi sebelum itu! Ayo kita sambut para juri yang akan menilai kalian! 』


"… Terlalu berisik, ayo pindah … Olivia"


Noelle yang memiliki indera pendengaran yang lebih tajam dari manusia normal mulai tidak tahan dengan suara-suara yang penuh semangat itu, begitu juga dengan Olivia yang mulai mengerutkan keningnya atas kebisingan yang terjadi.


Jadi Olivia langsung menerima usulan Noelle untuk pindah ke tempat yang lebih tenang sementara perkenalan para juri masih berlanjut.


Rupanya, Orang-orang yang akan menjadi juri mereka adalah penguasa kota, Duke Moran von Suiren, pemimpin kesatria, Charmon Starga, dan adventurer guild master, Roland Antonio.


Ke-tiga orang itu adalah petinggi kota yang akan menjadi juri mereka, ada juga beberapa bangsawan kecil yang duduk di kursi kehormatan sebagai tamu.


"Ahh maaf"


Saat mereka berdua berjalan ke area yang lebih tenang, Noelle tidak sengaja menabrak seseorang.


Ketika Noelle meminta maaf sambil menarik tangan orang itu, dia menyadari kalau orang yang dia tabrak adalah seorang gadis.


"… Uhh, apa kau baik-baik saja? "


Hanya ketika Noelle mengatakan itu, gadis itu akhirnya melihatnya dan menjawabnya dengan senyum tipis.


"… Aku baik-baik saja"


Gadis itu memiliki rambut keemasan yang dipotong pendek sampai bahu, mata biru langit, menggunakan kemeja putih tanpa lengan, rok hitam selutut, stocking hitam yang menutupi keseluruhan kakinya, dan sarung tangan panjang sampai siku.


Jelas kalau dia memiliki penampilan yang sangat cantik, hanya saja, mata biru langitnya itu memiliki pandangan yang tajam dan dingin terhadap semua hal. Itu membuat Noelle merasakan es di punggungnya.


Dia juga memiliki pedang panjang yang menggantung di pinggangnya.


"… Apa kau juga akan mengikut turnamen? "


Entah apa yang dipikirkan Noelle, dia justru bertanya pada gadis itu. Dia tidak mengerti, tapi dia merasa kalau dia harus bertanya pada gadis itu, dia juga merasakan sensasi de javu dari gadis di depannya. Untungnya gadis itu menjawab dengan senyum tipis di wajahnya.


"Nn? ahh ya, aku akan ikut … Apakah kalian juga? "


"…… Begitulah, kami berdua akan mengikutinya"


Gadis itu bertanya pada Noelle dengan mata yang masih memiliki pandangan kosong. Dia tidak terlalu mengerti, dan dia juga tidak ingin mengorek terlalu banyak, tapi Noelle merasa kalau gadis di depannya telah mengalami banyak hal di dunia.


『OOOHHHH! Peserta nomor 18, Gorgon si pengamuk memenangkan ronde ke-dua!! Ini adalah kemenangan berturut-turut!! Semua penantang langsung disingkirkan! 』


"… Ah, sudah dimulai … Kalau begitu aku pergi dulu! "


Rupanya, saat mereka mengobrol santai, acara sudah dimulai sejak tadi. Menyadari itu, gadis berambut emas itu memutuskan untuk pergi, tapi sebelum itu, dia berbalik dan berbicara dengan Noelle dan Olivia.


"… Ngomong-ngomong, bisakah aku mengetahui nama kalian? "


"Ahh, aku Noelle. Noelle Lynneheim, gadis di sampingku adalah Olivia Landluven"


Noelle memperkenalkan dirinya dan Olivia menggunakan setting bangsawan jatuh, gadis itu sedikit melebarkan matanya ketika mendengar nama mereka.


"… Begitu … Kalau begitu, sampai jumpa lagi Noelle, Olivia …"


Gadis itu lanjut berbalik untuk pergi, tapi Olivia yang sejak tadi diam justru bertanya padanya. Itu karena sejak tadi dia merasakan perasaan yang familiar dari gadis di depannya, tapi dia tidak bisa mengingat itu.


"… Siapa namamu? "


Berbalik lagi, gadis itu menyebutkan namanya dengan senyum tipis namun anehnya memiliki kesan sedih.


"… Namaku? Aku adalah … Charlotte … Hanya Charlotte"


Setelah itu, gadis itu langsung menghilang diantara kerumunan orang dan meninggalkan Noelle dan Olivia yang kebingungan dengan perasaan aneh yang mereka rasakan.


Pada akhirnya, Noelle dan Olivia tidak mengerti perasaan De javu yang mereka rasakan dengan gadis itu sementara turnamen terus berlanjut.


...****************...


『Baiklah! Peserta selanjutnya adalah peserta nomor 64, Noelle Landluven! 』


『… Lawannya adalah … Oohh!! Yang akan menjadi lawannya adalah Charlie Rossweise si kilat! 』


(ADA APA DENGAN JULUKAN YANG MEMALUKAN ITU ?! )


Saat mendengar julukan lawannya, alis Noelle langsung berkedut. Terlebih lagi, lawannya, Charlie Rossweise menggunakan zirah full plate emas yang berkilau seperti orang bodoh.


Tapi Noelle menghilangkan itu dari pikirannya ketika Charlie menarik pedang emas yang bersinar terang.


Berhenti menggunakan sesuatu yang menyilaukan di siang hari sialan!


Tapi saat Charlie menarik pedangnya, para penonton menjadi semakin ribut dan memiliki pandangan seolah melihat idola mereka. Charlie memiliki rambut pirang sebahu meskipun dia laki-laki, dia juga memiliki wajah yang cantik.


Noelle berpikir kalau dia adalah tipe yang akan meniduri wanita yang berbeda setiap malamnya. Memang, ada banyak wanita yng bersorak untuknya.


Meskipun penampilan Noelle tidak kalah dengannya, dia masih kurang dalam hal popularitas, tapi dia tidak mengkhawatirkan itu karena dukungan Olivia sudah lebih dari cukup untuknya.


Memikirkan itu, Noelle akhirnya menarik kedua pedang yang tergantung di pinggangnya. Pedang hitam di tangan kanan dan pedang perak di tangan kiri.


Noelle segera menurunkan pusat gravitasinya dan bersiap meluncur kapan saja. Itu adalah kuda-kuda yang dia ciptakan sendiri untuk menyesuaikan cara bertarungnya dengan pedang ganda.


Charlie memiliki ekspresi yang sombong di wajahnya, tapi diam-diam dia juga mengambil posisi.


『Kalau begitu, kita mulai pertarungannya!!』


Begitu suara Fionne, komentator bergema, kerumunan penonton sontak bersorak dengan bersemangat.


Bagitu juga dengan Noelle yang langsung meluncur ke depan dengan meninggalkan afterimage di belakangnya.


*Clank!


Saat suara itu bergema di arena, para penonton langsung melebarkan mata mereka. Begitu juga dengan Charlie yang secara refleks langsung menangkis serangan 2 pedang Noelle dengan pedang emasnya.


『A-apa yang terjadi?! peserta Noelle langsung muncul di hadapan Charlie! apakah anda bisa menjelaskan?!』


Suara kebingungan Fionne bergema di colosseum yang menjadi diam. Tapi kebingungannya segera terjawab oleh suara pria tua yang duduk di kursi juri.


Charmon si pemimpin kesatria yang menjawab kebingungan semua orang.


『Hmm, peserta Noelle bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti mata orang biasa, tapi Charlie juga hebat karena bisa menangkis itu secara refleks』


『...』


Fionne tidak bisa mengatakan apapun atas kejutan itu. Sangat jarang bagi Charmon untuk memuji seseorang, tapi dia memuji kecepatan Noelle dan reaksi Charlie dengan senyum sengit di wajahnya.


Kembali ke arena.


Charlie yang entah bagaimana langsung menangkis serangan Noelle, memiliki keringat dingin di punggungnya. Dia tidak pernah mengira kalau Noelle akan memiliki kecepatan yang sangat gila.


Tapi itu belum berakhir, tepat saat Charlie berniat membalas, 2 pedang lain muncul entah dari mana dan menyerangnya dari kedua sisi.


Itu membuatnya melompat mundur kebelakang hampir secara refleks. Tapi 3 pedang lagi muncul terbang ke arahnya dari depan.


(Apa itu ?! )


Jelas ada ketakutan samar di mata Charlie, sedangkan Noelle hanya bisa berdiri mengambil posisi sambil tersenyum kecil.


5 pedang yang tadinya menyerang Charlie sudah kembali dan memutari Noelle seperti satelit.


『A-apa itu?! Semua pedang itu terbang memutari peserta Noelle?!』


Semua orang memiliki pertanyaan yang sama dengan Fionne, hanya Olivia yang memiliki senyum saat dia menonton dari bangku peserta.


『… Begitu … Peserta Noelle mengendalikan semua pedang itu dengan sihir non-elemental』


Saat suara Charmon bergema, semua orang kembali melihat Noelle yang dikelilingi kelima pedang itu.


Jawaban Charmon benar namun salah, lebih tepatnya adalah Noelle menggunakan kekuatan pedang perak di lengan kirinya untuk mengendalikan semua pedang itu.


Noelle dan Olivia memutuskan untuk sedikit menahan diri ketika mereka berada di kota, dan keputusan mereka adalah:




Noelle hanya boleh mengendalikan 5 pedang menggunakan Psychokinesis. Akan menjadi bencana jika dia membuat naga pedang di tempat umum.




Olivia tidak boleh menggunakan kekuatan penuhnya dengan sihir es. Lagipula itu akan menghabiskan kekuatan sihirnya seperti air terjun.




Noelle dan Olivia hanya boleh mengeluarkan skill terkuat mereka ketika keadaan terdesak. Meskipun mereka tidak tau kapan itu akan terjadi.




Seperti itu.


Kekuatan utama Noelle terletak pada kemampuannya dalam berpedang dan kecepatannya. Dia selalu melatih kecepatannya sampai-sampai dia mendapatkan skill tsukuchi hanya dengan latihan.


Sedangkan Olivia juga memiliki kekuatan utama terletak pada kemampuannya dengan rapier. Sihir es hanyalah pelengkap karena entah bagaimana Olivia memiliki keunggulan dalam elemen gabungan itu.


Seperti itu, Noelle kembali meluncur kedepan untuk menebas Charlie dengan kedua pedangnya dan 5 pedang di sekelilingnya.


Charlie hanya bisa melihatnya dengan ketakutan ketika bagian selangkangannya menjadi basah.


Tapi dia dengan putus asa mengayunkan pedang emas itu secara vertikal pada Noelle. Noelle segera mengikuti instingnya dan melompat ke samping.


Pilihannya tepat, karena tempat dia berdiri tadi, dan tempat yang akan dia jadikan tujuan tadi langsung hancur seketika.


Merasakan keringat dingin di punggungnya, Noelle segera menghilangkan kekhawatiran itu dan melompat ke depan sambil bermanuver di udara untuk menebas Charlie.


"A-aku menyerah!! "


(Hmm? )


Atas deklarasi Charlie yang tiba-tiba, Noelle menjadi kebingungan dan secara refleks menggunakan sihir gravitasi untuk menarik tubuhnya di udara dan melompat ke belakang sementara Charlie terduduk dengan bau pesing di selangkangannya.


『…… Pe-pemenangnya adalah Noelle Lynneheim!!!』


(Hmm? hm?! aree... ini aneh...?)


Sorakan penonton bergema di seluruh arena sementara Noelle hanya berdiri linglung di tengah itu semua. Begitu juga Olivia yang menyipitkan matanya dengan penuh kecurigaan.


Ini adalah sesuatu yang telah mengganggu mereka sejak awal.


Bukankah manusia di dunia ini terlalu lemah?


Orang yang bisa disebut kuat bahkan bisa dihitung dengan jari.


Entah kenapa semua manusia yang mereka hadapi sangatlah lemah. Mulai dari para bandit yang membunuh semua orang di desa, Orang-orang di desa yang dipimpin Gouki Renichi, bahkan semua bandit atau perampok yang mengejar mereka di perjalanan.


Mereka sangatlah lemah.


Kematian semua warga desa, surat dengan kata-kata terakhir dari Vain, kastil vampir, evolusi penguasa vampir, perasaan nostalgia dengan Charmon Starga, bayangan naga hitam yang muncul di benaknya, dan yang lain.


Noelle tidak bisa menolak kemungkinan semua itu terlibat. Noelle sendiri tidak begitu mengerti kenapa dia bisa sampai pada kesimpulan itu, semuanya terjadi begitu alami sehingga Noelle tidak bisa menyimpulkan apapun dari situasinya.


Dia tidak mengerti, terlalu banyak keanehan sejak mereka ber-reinkarnasi di dunia lain...


Tidak, tepatnya hanya Noelle yang merasakan keanehan tersebut. Ketika dia bertanya pada Olivia, Olivia hanya memiringkan kepalanya kebingungan.


Tapi Olivia langsung mempercayai Noelle ketika dia merasakan sesuatu yang aneh. Begitulah, kepercayaan Olivia pada Noelle yang tanpa syarat, Olivia sendiri memiliki kepercayaan yang mutlak pada Noelle.


Noelle memikirkan itu sementara dia dengan bingung berjalan keluar dari arena dan kembali ke tempat duduk nya di samping Olivia.