![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Setelah berada di jarak yang cukup jauh dari bar tempat para Bounty Hunter berkumpul, Noelle segera mengubah penampilannya menjadi Noah Ashrain, dan menggunakan kemampuannya untuk berubah menjadi asap hitam.
Dengan wujud itu, dia segera pergi menuju lokasi yang sudah ia tandai. Itu adalah penginapan tempat para agen kepolisian berada.
Noelle bisa bergerak dengan cepat dalam wujud ini, jadi dia tiba di lokasi hanya dalam waktu kurang dari 5 menit.
Setelah sampai, Noelle lagi-lagi merubah wujudnya menjadi seekor kelelawae kecil dan menyelinap masuk ke salah satu kamar penginapan.
Di kamar itu, seorang wanita yang sudah cukup Noelle kenal penampilannya sedang duduk diam menatap selembar kertas di atas meja.
"Sibuk memikirkan laporan? "
" … Ya."
Wanita itu sudah tidak terkejut lagi dengan kemunculan Noelle yang tiba-tiba. Dia sudah cukup terbiasa dengannya.
"Apa yang kau inginkan? " tanya wanita itu.
Noelle yang sudah kembali ke wujud manusianya itu duduk di tepi jendela, dan tersenyum. Dia kemudian menyilangkan kakinya dan berbicara dengan suara tegas pada wanita itu.
"Aku ingin kau mengumpulkan yang lain. Ada sesuatu yang harus kulaporkan."
Wanita itu berhenti menatap pada kertas, dan menoleh ke arah Noelle.
...****************...
Setelah semua agen kepolisian yang ada di sini berkumpul, Noelle dengan cepat membuka percakapan dengan salam singkat.
"Maaf karena mengganggu kalian, tapi aku memiliki sesuatu yang harus kulaporkan."
"Apa ini tentang Feran Cerces? "
Atas slah satu pertanyaan salah satu pria di sana, Noelle mengangguk.
"Aku yakin kalian mengetahuinya, kita bekerja sama dalam penyelidikan Feran Cerces."
Noelle kemudian mengeluarkan tiga lembar kertas salinan laporan yang baru saja ia buat. Di kertas itu, tercatat informasi tentang Feran Cerces yang baru saja Noelle dapatkan.
Masing-masing dari mereka melihat laporan itu, dan membacanya dengan fokus. Tak lama kemudian, perubahan pada ekspresi mereka dengan jelas mengungkapkan apa yang mereka pikirkan.
"Dari mana kau mengetahui semua ini? "
"Dari sumber yang kurasa bisa dipercaya."
Sulit dipercaya. Ketiga agen itu secara alami berpikir begitu. Informasi tentang Feran Cerces yang berhasil Noah berikan pada mereka bisa dibilang sangatlah berguna.
Bahkan pihak kepolisian masih menghadapi jalan buntu saat menyelidiki apa saja yang dilakukan Feran Cerces sebelum terjerat kasus.
Informasi ini praktis memberikan mereka jalan pintas yang luar biasa singkat.
"Jika kita menyelidiki dari sana, mungkin kita bisa menemukan semua jejak yang berhubungan dengan Swallow Life Order … "
(Permisi, bukankah misi kalian adalah memantau pergerakanku? )
Noelle hampir tidak bisa menahan tawanya yang akan keluar.
"Dengan semua ini, aku yakin kalian akan mendapatkan poin kontribusi yang cukup untuk kenaikan pangkat atau gaji. Tapi, semua informasi ini tidak gratis. Kalian tahu itu, 'kan? "
Satu-satunya wanita di kelompok itu diam sejenak, tapi segera mendengus setelah memikirkan kata-kata Noelle.
"Kami sudah lebih dulu lihat informasinya. Katakan apa yang kau inginkan, tergantung pada tingkat kesulitannya, kami akan menyelesaikannya secepat mungkin."
Noelle dengan tenang mengangguk. Ini sesuai dengan yang dia inginkan. Semakin cepat mereka memulai misi yang akan dia berikan, maka hasilnya akan semakin baik.
Juga sebaliknya. Jika mereka membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan tugas yang Noelle berikan, maka itu akan menjadi kekacauan yang cukup besar. Bagaimanapun, ini adalah perlombaan melawan waktu.
Noelle merogoh saku mantelnya, dan mengeluarkan selembar kertas di sana.
Di kertas itu, tercantum biodata dan riwayat hidup seseorang.
"Kau ingin kami memeriksa orang ini? "
Nama yang tercantum di sana adalah 'Gild'. Tidak ada nama keluarga, dan usia juga tidak diketahui. Satu-satunya informasi lain yang tercantum di sana adalah riwayat keberadaannya, dan di mana dia berada saat ini.
Sayangnya Noelle tidak memiliki gambar Gild, jadi dia tidak bisa memberikan petunjuk lebih lanjut.
"Kenapa kau ingin menyelidiki orang ini? "
Senyum tetap terpajang di wajah Noelle, dan nada suaranya menjadi semakin datar sering dengan jawaban yang ia berikan.
"Aku yakin kalian tahu kalau aku bekerja untuk Lunatic Order. Orang bernama Gild ini … Memiliki hubungan dengan hal yang baru-baru ini kami alami. Aku berencana menyelidikinya sendiri, tapi aku tidak dalam kondisi yang bisa bergerak ke luar kota dengan leluasa."
Peraturan dari Lunatic Order mengharuskan Noelle untuk selalu berada di kota ini. Dia tidak bisa pergi ke kota lain tanpa izin pihak atasan.
"Bagaimana dengan resikonya? "
Tentu saja mereka akan menanyakan itu. Noelle sudah menebaknya. Tidak mungkin mereka akan mengambil pekerjaan tanpa mempertimbangkan resikonya.
Jika resikonya terlalu tinggi, wanita itu berniat untuk menolak permintaan Noelle. Dia juga akan menolak informasi yang Noelle berikan karena ia tidak bisa membayarnya.
Noelle yang sudah memprediksi semua reaksi mereka pun hanya bisa tersenyum. Matanya menyipit, dan satu jarinya menelusuri meja tempat ketiganya berkumpul.
"Bisa dibilang … Resikonya tidak terlalu tinggi. Kalian hanya perlu mencari informasi, tidak perlu terlibat langsung. Seharusnya, kalian cukup ahli dalam hal itu, 'kan? "
"Bukan berarti kami tidak bisa, tapi … Apa ada tingkat prioritas? Seberapa penting informasi tentang orang ini? Kecepatan kerja kami akan sangat bergantung pada hal itu." Salah satu pria di sana berkomentar sambil mengelus dagunya.
Untuk pertanyaan yang satu itu, Noelle sudah menyiapkan jawabannya sejak lama.
"Aku masih belum tau dampaknya, tapi kemungkinan ini akan menyangkut hidup mati seseorang."
Tidak ada perubahan khusus pada ekspresi ketiganya. Mendengar suatu kejadian akan berdampak pada kematian seseorang adalah hal yang sangat biasa bagi mereka. Tidak ada kejutan khusus.
Penilaian harus dilakukan secara objektif. Itu adalah hal yang sangat dasar.
" … Baiklah, kami terima kesepakatan ini. Informasi tentang Feran Cerces yang kau berikan tidak akan kami gunakan sampai pekerjaan ini selesai. Apa kau setuju? "
Noelle tersenyum dan mengangguk.
"Baiklah, kalau begitu, semua sudah diputuskan. Senang bekerja sama dengan kalian."
Setelah mengatakan itu, sosoknya dengan cepat berubah menjadi gumpalan asap hitam yang kemudian menghilang tanpa jejak.
...****************...
Di sebuah gang yang agak jauh dari lokasi sebelumnya, Noelle kembali ke wujud fisiknya sebagai Noah Ashrain, dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Dia memakan waktu setengah jam lebih hanya untuk semua itu, dan kini Felice mungkin sudah menunggu di kamar apartemen barunya.
Karena kamar sebelumnya digunakan untuk kepentingan penyelidikan, Felice terpaksa dipindahkan ke kamar baru, yang sebenarnya berada di lantai yang sama dengan Noelle.
Jarak antara posisinya sekarang dengan apartemen tidak terlalu jauh. Apartemennya ada di sisi lain jalan, dan dia hanya perlu beberapa kali menyebrang.
Bagaimanapun, Noelle sampai di apartemennya hanya dalam waktu kurang dari lima menit.
"Maaf membuatmu menunggu."
Sesampainya dia di depan kamar apartemen Felice, dia langsung mengetuk dan masuk setelah mendapatkan jawaban dari Felice.
"Tidak apa, aku juga masih membereskan beberapa hal. Apa kamu bisa membantuku mengangkat beberapa barang? "
Melakukan pekerjaan berat bukanlah masalah bagi Felice karena dia bisa menggunakan sihir penguatan tubuh, tapi Noelle ada di sini, dan akan lebih baik jika dia menyerahkan pekerjaan berat pada seorang pria.
Ini juga masuk dalam masalah etiket, jadi Noelle tidak menolak.
"Tentu."
Sebelum mencapai tempat ini, Noelle telah lebih dulu melepas mantelnya, dan kini dia hanya menggunakan kemeja putih panjang yang sederhana.
Noelle menggulung lengan kemejanya sampai ke siku, lalu mulai memindahkan beberapa barang yang dianggap mengganggu.
Sambil melakukan pekerjaannya, Noelle juga memikirkan bagaimana dia bisa melakukan penyelidikan yang lebih lanjut lagi terhadap dua kasus yang sedang dia hadapi.
...****************...
Di hari yang sama.
Sekarang sudah sore hari, tapi kepadatan tempat ini sama sekali tidak berkurang.
Sebuah bangunan mirip kastil yang sebenarnya merupakan universitas lokal yang cukup terkemuka itu dibangun di pinggiran Danau Chaser yang indah.
Di area pemukiman yang tak jauh dari universitas, Dexter dan Mona yang sedang duduk di bangku taman itu tampak sibuk sambil melihat pada beberapa lembar kertas.
Masing-masing lembaran kertas itu berisi informasi yang baru mereka dapatkan sejak pagi tadi. Salah satunya adalah informasi yang baru diberikan oleh Noah beberapa waktu yang lalu.
"Luar biasa, dia sudah mengumpulkan semua informasi ini … Kita bahkan masih tersesat tanpa menemukan apa pun … "
Mona membaca lampiran yang disampaikan melalui Tian, kemudian menghela napas.
"Itu terlalu bagus. Apa kau yakin dia bukan mantan kriminal atau semacamnya? "
Sebenarnya, Dexter menyimpan beberapa kecurigaan terhadap Noah.
Normalnya, seorang rekan yang berguna akan sangat disanjung karena kehebatannya. Namun, karena kehebatan itulah Dexter jadi mencurigai Noah.
Mona yang duduk di sebelahnya sudah sadar akan pemikiran itu, dan dia menanggapinya hanya dengan senyuman tipis.
Di umurnya yang sudah berkepala tiga ini, sangatlah mudah bagi Mona untuk membaca isi pikiran Dexter.
"Bahkan meski dia adalah mantan kriminal, kurasa dia tidak akan melakukan hal yang merugikan kita. Bagaimanapun, Kapten dan Tian sudah menyelidikinya sendiri, dan mereka juga tidak mungkin sembarang menerima anggota."
Usia Dexter masih 24 tahun, jadi Mona berharap agar Dexter setidaknya bisa akrab dengan Noah.
" … Setidaknya dia bekerja dengan baik."
Itu adalah satu-satunya kalimat yang bisa Dexter ucapkan. Setelah mengatakan itu, dia berdiri dan melakukan peregangan singkat.
"Apa kau sudah selesai istirahat? Kita sebaiknya melanjutkan penyelidikan. Ada beberapa hal yang mencurigakan dari laporan yang orang-orang itu berikan."
'Orang-orang' yang Dexter maksud adalah para mahasiswa yang bersedia memberinya laporan tentang beberapa hal mencurigakan yang terjadi baru-baru ini.
Dexter dan Mona sudah mendapatkan laporannya beberapa waktu yang lalu, dan sekarang hendak pergi menyelidiki.
Mona mengangguk. "Mereka mengatakan beberapa mahasiswa tiba-tiba menghilang tanpa jejak semenjak beberapa hari yang lalu, tapi keamanan di sini cukup kuat. Seharusnya pihak kepolisian bisa memantau mereka."
Dexter dan Mona sudah mengunjungi kantor kepolisian sebelumnya, dan mereka diberi tahu kalau memang ada beberapa laporan tentang mahasiswa yang menghilang, tapi pihak kepolisian sedang kekurangan tenaga sehingga penyelidikan menyeluruh belum melakukan.
Dexter bukanlah orang yang layak disebut pintar, tapi dia memiliki intuisi yang baik. Entah bagaimana dia mampu mengaitkan masalah ini dengan kasus yang sedang dia selidiki.
"Tugas utama kita sekarang adalah menemukan jejak para mahasiswa yang menghilang. Aku harap kau bisa memanfaatkan intuisimu yang baik itu, Dexter."
" … Ya."
Dexter hanya mengangguk dan mengucapkan satu kata. Setelah itu, dia tidak mengatakan apa pun lagi dan melihat ke arah bangunan universitas yang indah di belakangnya.
Sorot matanya dengan tajam menatap bangunan itu, seolah dia telah melihat sesuatu yang sangat mencurigakan.
Area pertama yang akan diperiksa oleh timnya, adalah universitas itu.
Tak jauh di belakangnya, beberapa bayangan yang sebenarnya merupakan anggota bantuan dari gereja lain sedang sibuk mengamati situasi, sambil menunggu tindakan Dexter dan Mona selanjutnya.
...****************...