[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 20: Ayo membuat keributan! (1)



...****************...


"…Sungguh menakjubkan melihat kalian berdua masih bisa bersantai……"


Pagi hari, Rangga berkunjung ke ruangan tahanan untuk melepaskan Noelle dan Olivia, tapi dia malah melihat pemandangan yang tidak seharusnya dilihat di dalam penjara...


"Lupakan, lagipula kami hanya akan ditahan selama sehari, jadi tidak masalah untuk bermalas-malasan sebentar"


Di hadapan Rangga saat ini adalah Noelle yang sedang bermalas-malasan dengan bantal pangkuan dari Olivia yang membelai kepalanya dengan lembut.


"…Ya sudahlah, kalian sudah bisa keluar sekarang"


Mengatakan itu sambil menghela nafas, Rangga mengambil kunci dari sakunya dan membuka sel yang menahan Noelle bersama Olivia.


"Serius? … Kalau begitu, kita akan keluar"


Noelle segera berdiri bersama Olivia untuk keluar dari pintu penjara. Tapi Rangga menghentikan mereka dan mengatakan sesuatu.


"… Ah, sebaiknya kalian segera membuat kartu identitas, karena tidak akan ada waktu berikutnya"


Rangga mengatakan itu dengan wajah serius agar Noelle dan Olivia mendengarkannya.


"… Ya, kami akan mendaftar ke guild hari ini untuk mendapatkannya"


Kali ini Olivia yang berbicara dengan ekspresi senyumannya yang biasa.


"… Oke, tapi aku menyarankan untuk mendaftar besok"


"hmm? kenapa? "


Ketika Rangga menyarankan mereka untuk mengundurkan waktu pendaftaran, Noelle mau tidak mau bertanya dengan sedikit memiringkan kepalanya.


"Kalian akan mendaftar ke guild petualang bukan? "


"ehh? y-ya, bagaimana kau tau? "


"Tentu saja perlengkapan kalian, kalian memakai perlengkapan pertarungan yang lengkap. Aku menyarankan untuk mendaftar besok karena besok akan ada turnamen"


"Turnamen? "


Kali ini Olivia bertanya dengan memiringkan kepalanya. Olivia tidak diragukan lagi adalah gadis cantik, dengan rambut perak dan mata hitam yang terlihat polos. Karena itu Rangga langsung tersentak karena kecantikannya.


"…Ahh y-ya, itu adalah acara yang diadakan setahun sekali … Kalian seharusnya tau kan, kalau kalian mendaftar melalui guild, kalian akan mendapatkan rank terendah dan harus bekerja untuk menaikkannya? "


"Ya … Kami tau itu, lalu? "


"Nah, jika kalian ikut turnamen ini, kalian tidak perlu berusaha menaikkan rank kalian. Rank kalian akan ditentukan berdasarkan kemampuan kalian di sana. Itu adalah turnamen bertarung"


(Jadi itu seperti Collosium ya … Menentukan yang terkuat…)


"Kebanyakan orang juga akan mendaftar disana untuk melewati peringkat. Jadi turnamen ini selalu ramai setiap tahunnya … Ahh, dan juga, rank tertinggi yang bisa diraih dengan turnamen hanya sampai rank-C. Itu untuk meminimalisir kekacauan"


(Rank petualang di guild seharusnya terdiri dari 8 tingkat dari A sampai G, dan dengan rank-S sebagai yang tertinggi. Untuk melewati sampai C, itu sudah sangat nyaman)


Noelle berpikir seperti itu di dalam hatinya, sepertinya Olivia juga memikirkan hal yang sama dengannya karena dia menunjukkan wajah pengertian pada Noelle sementara Rangga terus melanjutkan penjelasannya.


"Tapi hanya sedikit orang yang bisa mencapai tingkat itu, bahkan tidak ada satupun yang bisa mencapai D tahun kemarin. Semua jurinya adalah para petinggi di kota, dan mereka semua sangat ketat dalam menyeleksi. Itu mungkin karena kota Suiren ini berbatasan dengan hutan yang penuh dengan monster berbahaya"


(Suiren … Jadi nama kota ini Suiren ya … Bagaimanapun, aku dan Olivia sudah mendapatkan informasi yang berguna)


"… Jadi begitu ya … Baiklah, kalau begitu terimakasih atas informasinya, kami akan pergi sekarang"


"Ahh tidak perlu berterimakasih padaku, aku hanya melakukan yang seharusnya"


Rangga berkata dengan merendahkan dirinya dan tersenyum lembut pada Noelle dan Olivia. Dia bisa mendapatkan banyak wanita jika dia menggunakan senyum itu!


"Kalu begitu, kami akan pergi dulu, Rangga"


"Oke~ Aku tidak sabar melihat kemampuan kalian, Noelle, Olivia"


"… Darimana kau tau nama kami"


Noelle bertanya dengan waspada sementara Olivia dan Rangga memandanginya dengan mata kosong.


"……… Bukankah kau yang memberitahu ku kemarin? "


...****************...


"…… Kupikir disini … Papan itu menunjukkan kata 'Vinka Inn' "


"… Nn"


Noelle dan Olivia saat ini sedang berdiri di depan sebuah bangunan besar 5 tingkat. Itu adalah penginapan yang direkomendasikan oleh Rangga sebelum mereka bertiga berpisah.


Nama penginapan itu adalah 'Vinka Inn'. Itu adalah penginapan yang paling disarankan oleh Rangga, tapi dia mengatakan kalau biaya menginap disini cukup mahal karena pelayanan yang mereka berikan.


Beruntung Noelle dan Olivia tidak memiliki masalah dengan uang karena mereka sudah merampas semua uang dari kastil vampir dan beberapa bandit yang menyerang mereka di perjalanan.


"Baik, ayo masuk"


"Nn"


Noelle dan Olivia akhirnya membuka pintu besar yang ada di hadapan mereka. Itu menyebabkan lonceng yang digantung di atas pintu menjadi berbunyi sebagai tanda pengunjung.


Meskipun mereka baru masuk, Noelle dan Olivia sudah dikejutkan dengan pemandangan di hadapan mereka. Itu adalah ruangan besar dan tertata rapih seperti di hotel.


Meja resepsionis memanjang di ujung ruangan, dan di sebelahnya ada bagian lain yang menjadi ruangan kantin. Sebagai catatan, Kantin dan bar dipisahkan untuk menjaga ketenangan pengunjung. Bar berada di tempat yang lebih tertutup untuk meredam suara dari dalam.


Dan ada ruangan lain untuk disewa yang sepertinya menjadi ruangan pertemuan.


Mengagumi itu sejenak, Noelle dan Olivia langsung memulihkan ketenangan mereka dan dengan santai berjalan menuju meja resepsionis.


"Permisi~ kami ingin menyewa kamar~"


Noelle dengan riang berbicara dengan wanita yang sepertinya menjadi pengurus resepsionis. Menyadari keberadaan Noelle dan Olivia, wanita itu melirik sejenak dan berbicara dengan nada tidak tertarik.


"Hmm? ahh, hanya anak-anak … Jika kalian tidak punya uang, pergilah, jangan membuang waktu ku"


(Sudah kuduga akan seperti ini huh…)


Noelle sudah menebak kalau akan terjadi perkembangan seperti ini, jadi dia masih dengan santai berbicara sementara Olivia hanya mengamati mereka dengan tatapan bosan.


"Ehh~ Tapi aku punya uang~ "


"Haa? dilihat dari manapun kalian berdua hanyalah anak-anak, tidak mungkin kalian memiliki biaya untuk menyewa kamar disini, pergi sana"


(Sudah kuduga, dia masih tidak mau yaa … Kalau begitu…)


"Hee~ begitu yaa~ baiklah kalau kau tidak ingin menerima uang kami~"


"Haa? apa yang— ?! "


Terhadap Noelle yang berbicara dengan santai sambil menggunakan nada sedih yang dibuat-buat, resepsionis wanita itu menoleh padanya dan menunjukkan ekspresi terkejut yang tidak pernah dia tunjukkan.


Keterkejutan nya jelas karena uang yang dengan santai dimainkan oleh Noelle. Itu adalah 2 koin platinum. Sebagai catatan, uang di dunia itu memiliki sistem keuangan yang benar-benar klise dalam cerita fantasi.


Berurutan dari yang terendah yaitu: perunggu - perak - emas - emas putih - platinum. Dengan perbedaan 100: 1 untuk setiap koinnya.


Dan yang ada di tangan Noelle saat ini adalah yang memiliki nilai tertinggi dari segalanya. Jadi wajar untuk wanita resepsionis langsung membelalakkan matanya karena terkejut. Bahkan beberapa pelanggan di sekitar mereka juga tidak melewatkan keributan itu.


Tentunya semua orang di sekitar mereka langsung berpikir 'darimana bocah ini mendapatkan itu?! ', seperti itu.


(Yosshaa! ahaha! benar-benar menyenangkan melihat ekspresi terkejut mereka! bagian paling menyenangkan dalam cerita fantasi adalah ketika karakter protagonis mengejutkan semua orang dengan yang ia miliki !)


Sementara Noelle memikirkan itu di kepalanya, ia masih memiliki ekspresi sedih di wajahnya berkat kemampuan akting yang ia miliki. Hanya Olivia yang menyadari pikirannya dan tersenyum lembut seolah melihat anak yang bermasalah sambil bergumam 'ya ampun~'.


"Baiklah, karena kami tidak diterima disini, kami akan mencari tempat lain~ ayo Olivia~"


Kata-kata Noelle itu membuat resepsionis wanita kembali sadar dan berusaha menahan Noelle dan Olivia dengan membungkuk pada mereka dan berbicara menggunakan nada formal dengan senyum bisnis terbentuk di wajahnya.


"Tunggu! maafkan atas kekasaran saya! saya akan memberikan kamar VIP sebagai gantinya! karena itu mohon menginap disini! "


(Binggo~)


"Tentu~ satu kamar VIP untuk kami berdua~"


Dan sebagai hasilnya, mereka mendapatkan pelayanan istimewa karena resepsionis itu mungkin mengira mereka sebagai anak dari keluarga bangsawan atau pedagang kaya...