[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 144: Cryll Rescue Act (1)



...****************...


"Apa pun yng terjadi, kamu tidak sendirian."


...****************...


Dini hari, Eisen.


Beberapa bayangan tampak sedang berlarian melompati bangunan yang masih dalam tahap perbaikan. Gerakan mereka sangat lincah. Mereka semua melompati segala hal halang rintang yang menghalangi jalan mereka.


Langit masih gelap, dan matahari juga belum terbit sepenuhnya.


Jika ada warga sipil yang melihat bagaimana sekelompok orang itu dengan mudahnya berlarian dan melompat dari atap ke atap, maka habislah mereka.


"Kenapa kita harus pergi saat dini hari? "


Salah satu dari mereka berkomentar dengan suara yang terdengar seperti tidak senang. Meskipun begitu, dia tidak menghentikan langkahnya dan dengan teliti menghindari semua titik yang termasuk dalam jangkauan pengawasan penjaga.


"Apa kau bodoh? Jika kita tidak berangkat sekarang, mereka akan menemukan kita. Aku tidak keberatan jika itu hanya aku, tapi akan jadi hal yang sangat merupakan jika mereka menemukan kalian."


Suara itu berasal dari Noelle yang tubuhnya ditutupi oleh jubah hitam besar. Dengan jubah itu, tidak mungkin orang lain akan mengenalinya.


Noelle kembali melompat saat melihat sebongkah batu besar yang menghalanginya, dan dengan mudah melewati itu.


Seseorang yang berlari di sisinya, Olivia juga mengikuti gerakannya dengan sangat sempurna. Sama sekali tidak ada keraguan sari gerakan mereka.


Sementara itu, Rico yang sebelumnya mengeluh kini hanya bisa berusaha menyamai kecepatan Noelle bersama yang lain.


Saat ini, mereka dalam perjalanan untuk menyelamatkan Cryll.


Dari segi waktu ini mungkin masih terlalu dini, tapi saat ini adalah waktu yang sangat sempurna untuk berangkat.


Sebisa mungkin, Noelle ingin menghindari pengawasan Earl. Karena itu ia memutuskan untuk berangkat pada dini hari, agar penjagaan mereka lengah.


"Jangan mengeluh dan fokuslah pada misi. Ini adalah bagian dari kontrak kalian," ucap Noelle dengan penuh penekanan.


Dia kemudian mendarat, dan berhenti tepat di sebuah bangunan sebelum mencapai gerbang kota.


"Ada apa? "


Norman dengan waspada bertanya padanya, berusaha memastikan situasi.


Sebagai catatan, Norman, Kaira, dan Iris telah kembali saat tengah malam sebelumnya. Dan saat itu juga mereka langsung diberitahukan tentang rencana Noelle untuk menyelamatkan Cryll.


Norman tentu saja dengan mudah menyetujuinya. Lagipula, dia juga ingin menyelamatkan Cryll, orang yang selalu ia anggap sebagai teman.


Rico benar-benar bersyukur karena semua berjalan dengan lancar. Pilihannya untuk tidak memberi tahu Norman tentang 'sandera yang meledak' sebelumnya adalah hal yang tepat.


" … Tidak ada. Ayo lanjut."


Begitu selesai memastikan situasinya, Noelle kembali melompat dan melewati gerbang dengan sangat mudah. Diikuti oleh Olivia, Stella, dan semua orang di belakangnya.


Chloe tidak ikut karena ia harus menjaga Levina di dalam《Reign》.


"Hei, Noelle. Bisakah aku bertanya sesuatu? "


Saat mereka semua telah keluar dari kota, dan berlari menyusuri hutan di pinggir sungai, Kaira berinisiatif untuk menanyakan sesuatu pada Noelle.


"Apa? "


Nada bicara Noelle terdengar ketus, seolah menunjukkan kalau ia tidak tertarik dengan apa yang akan Kaira tanyakan.


Kaira tentunya menyadari itu. Namun, dia hanya mengabaikannya dan lanjut memberikan pertanyaan yang sudah memenuhi kepalanya sejak tadi.


"Tentang misi ini … Apa kau tahu di mana lokasi Cryll ditahan berada? "


"Tentu saja aku tahu. Jika tidak, tidak mungkin aku akan mengusulkan rencana ini."


Noee hanya menjawabnya dengan wajah jengkel.


"Dan? Di mana itu? "


Untuk pertanyaan yang ini, Noelle sudah memiliki jawabannya, tapi bingung tentang bagaimana ia harus menjawab.


"Itu … Aku tidak bisa menjelaskannya secara detail. Tapi, lokasinya ada di salah satu pulau kecil yang berada di wilayah laut dekat dengan Eisen. Lokasinya cukup dekat, jadi kita akan sampai ke sana dalam waktu dekat."


Kaira memikirkannya sejenak, sebelum akhirnya menemukan kejanggalan.


"Tunggu, kalau tempatnya memang ada di pulau di laut Eisen, bukankah kita bisa ke sana lewat pelabuhan? "


Apa yang Kaira katakan itu memang benar. Tapi, apa yang menjadi jawaban Noelle berikutnya akan dengan mudah mematahkan opini itu.


"Apa kau bodoh? Bagaimana kita akan menyeberang? Kau berharap untuk menyewa atau mencuri kapal? Itu hanya buang-buang waktu. Rute yang kupilih sekarang adalah jalan pintasnya."


Bahkan meskipun Noelle mengatakan itu, hampir tak ada orang yang percaya dengan apa yang dia katakan.


Lagipula, lokasi mereka saat ini sudah semakin jauh dari pusat kota Eisen. Mereka saat ini berada di sebuah hutan besar yang dilintasi oleh sungai panjang. Arus sungai itu mengarah langsung ke lautan yang ada di wilayah Eisen, dan mereka saat ini sedang berjalan berlawanan arah dari arus itu.


Jelas kalau mereka akan curiga dengan rute yang dipilih Noelle.


Namun, Noelle hanya dengan tenang menghadapi mereka.


"Untuk saat ini, ikuti saja aku. Akan lebih baik jika kalian melihatnya langsung."


"Jika kau mengatakannya begitu … "


—Maka tidak ada pilihan lain selain mempercayainya, adalah apa yang ingin Norman katakan.


Noelle dan Olivia saling melirik sejenak, sebelum akhirnya mereka berdua mengangguk secara bersamaan.


Sebelumnya, Noelle telah memberi tahu Olivia rute yang akan mereka tempuh. Jadi mereka berdua bisa bergantian dalam tugas navigasi dan penanganan monster.


Hanya butuh beberapa menit sebelum akhirnya mereka sampai di tempat yang Noelle maksud.


Itu adalah sebuah jalan buntu. Dihalangi oleh sebuah tembok batu raksasa yang muncul entah dari mana.


Noelle mengangguk saat melihatnya, dan menempelkan telapak tangannya sendiri ke dinding itu.


Begitu dia memasukkan sejumlah energi sihirnya ke dalam, dinding itu menunjukkan reaksi berupa getaran besar yang disertai dengan munculnya sebuah lubang besar di tengah dinding.


Lubang itu perlahan melebar, dan membentuk suatu gerbang dengan berbagai pola hiasan yang sempurna.


Tak ada satu pun di antara mereka yang dapat melihat ke dalam gerbang. Itu karena gerbang yang tiba-tiba muncul itu memiliki cahaya yang sangat terang keluar dari dalamnya.


"Apa ini … Semacam portal? "


Norman yang sudah cukup akrab dengan pemandangan magis serupa menoleh pada Noelle untuk memastikan. Dan jawaban Noelle juga tak mengecewakan.


"Benar. Coba kau pikirkan lagi. Musuh tiba-tiba muncul begitu saja entah dari mana, 'kan? Jika asal mereka memang dari sebuah pulau yang ada di lautan, mereka pastinya harus menggunakan kapal untuk mencapai Eisen."


" … Kau benar! "


Tampaknya Rico sudah menyadari apa yang Noelle maksud. Dia mendapatkan tatapan kebingungan dari Norman dan semua orang yang ada di kelompoknya.


Menyadari kebingungan mereka, ia hanya bisa dengan pasrah menjelaskan.


"Seperti yang Noelle katakan sebelumnya. Musuh harus menggunakan kapal untuk mencapai Eisen. Tapi, Eisen memiliki tingkat keamanan yang sangat kuat baik itu di laut, atau bahkan udara. Karena itu, musuh seharusnya tidak akan bisa menyusup menggunakan kapal."


Begitu Rico mengatakannya, semua orang akhirnya mengerti.


"Jadi mereka memakai gerbang teleportasi untuk mencapai Eisen, ya … Tapi, Noelle … Bagaimana kau tahu ini semua? "


Noelle mengangkat bahunya, dan menjawab dengan ambigu. "Yahh, aku memiliki cukup banyak sumber informasi."


"Yahh, mari bahas itu semua nanti. Untuk sekarang … "


Noelle tanpa ragu langsung memasuki portal itu, diikuti oleh Olivia dan Stella yang berjalan tepat di belakangnya.


Norman dan yang lain hanya saling menatap dengan bingung, dan kemudian mengikuti mereka bertiga.


...****************...


"Bagaimana aku harus mengatakan ini … Ini benar-benar gila … "


Suara penuh keheranan itu datang dari Rico yang menatap sekelilingnya dengan kagum.


Setelah mereka semua keluar dari portal, hal pertama yang menyambut mereka semua adalah barisan pohon yang berdiri dengan sangat rapih. Itu sedikit terlalu rapih sehingga siapa pun yang melihatnya pasti akan berpikir kalau semua pohon itu ditanam dan diposisikan sedemikian rupa secara sengaja.


Tak hanya barisan pepohonan yang rindang, sungai kecil yang arusnya mengarah tepat ke barat itu tampak sangat menenangkan sehingga membuat pemandangan di sekitarnya tampak tak nyata.


Noelle secara alami setuju dengan apa yang Rico katakan. Meskipun begitu, ini bukan waktunya untuk merasa kagum.


Dia harus memprioritaskan penyelamatan Cryll. Semakin cepat rencana ini berjalan, maka semakin bagus.


Selagi musuh belum menyadari kehadiran dia dan semua orang yang ikut bersamanya, dia bisa menjalankan rencananya dengan relatif mudah.


Noelle berjalan dengan barisan pepohonan itu sebagai pemandunya. Dan begitu ia mencapai titik yang telah ditandai dalam peta, Noelle kembali dibuat terkejut.


Itu karena bangunan besar yang ada di hadapannya saat ini memiliki struktur yang sangat aneh.


Semua bagian pada bangunan itu dibuat dengan logam yang sangat kuat, dan dilapisi lagi menggunakan pelat logam di bagian-bagian tertentu.


Noelle menyadari kehadiran Norman dan yang lain yang berjalan semakin dekat dengannya. Dia pun langsung mundur dan menghentikan mereka.


"Apa? " tanya Norman.


"Bangunan itu mungkin memiliki sistem deteksi yang kuat. Akan berbahaya jika kita mendekatinya langsung."


"Noelle."


Saat Noelle dengan waspada memindai sekelilingnya, Olivia berjalan mendatanginya dan menarik ujung bajunya. Dia lalu menunjuk ke satu titik sambil menatap Noelle.


"Di sana. Ada bangunan lain."


Noelle melihat ke arah yang Olivia tunjuk, dan menemukan sebuah bangunan kecil yang sepenuhnya tertutup oleh pelat logam yang tipis.


Jika hanya itu saja tidak akan membuat Noelle merasa curiga sama sekali. Tapi, ada sesuatu yang membuat Noelle tertarik untuk ke sana.


Itu adalah rantai yang telah terpotong dengan sangat rapih, dan bekas potongan pada bagian pintu logam itu.


Noelle tanpa kata langsung menghampirinya dan mulai menyelidiki tempat itu.


Di belakangnya, Norman, Kaira, serta Alan memberi instruksi pada semua orang untuk tetap waspada dan memaksimalkan penyembunyian mereka.


"Noelle, ini … "


Noelle mengangguk pada Olivia yang dengan curiga menelusuri sisa potongan yang tidak terlalu rata itu menggunakan jarinya.


Berdiri secara diagonal di belakang mereka, Stella dengan mata yang terbuka lebar telah menemukan sesuatu yang mungkin dapat menjadi petunjuk.


"Rambut Cryll! "


Itu benar. Apa yang baru saja Stella temukan adalah potongan rambut pirang mengkilap yang indah dengan kondisi telah tertutup pasir sebagian.


Tidak salah lagi, itu adalah rambut Cryll.


Noelle mengambil rambut itu dari Stella, dan mulai menyelidikinya dengan berbagai cara.


Pertama, ia mencoba untuk memainkan rambut itu dengan jari guna memeriksa teksturnya. Lalu, dia pun meneteskan air dari ujung jarinya untuk menyingkirkan pasir yang telah menodai rambut itu.


"Ini rambutnya."


"Kenapa Noelle bisa tahu itu? "


Olivia yang melihat semua yang Noelle lakukan untuk menyelidiki rambut itu mau tak mau menatapnya dengan mata kosong.


Dia benar-benar tidak menyangka kalau Noelle akan mampu mengenali rambut laki-laki lain hanya dengan tekstur dan warnanya.


"Sama seperti ciri rambut kita berdua. Rambut Cryll memiliki ciri yang kontras dengan rambut orang biasa. Warnanya lebih cerah, dan teksturnya agak sedikit kasar. Aku tidak pernah menyentuh rambut pirang lain selain milik Cryll dan Charl, jadi kurasa mudah untuk membedakannya."


"Begitu, ya … "


Meskipun jawaban Noelle itu terdengar sangat masuk akal, Olivia masih sulit untuk menerimanya.


Di sisi lain, Stella hanya memasang wajah khawatir sepanjang waktu sambil memperhatikan bangunan itu.


Noelle tentu saja menyadarinya. Jadi dia dengan cepat menyusun beberapa kalimat yang mungkin akan membuatnya tenang.


"Bangunan ini sudah kosong. Tapi, aku bisa merasakan beberapa jejak yang menandakan kalau Cryll pernah ada di sini sebelumnya."


Jejak yang Noelle maksud itu tentu saja rambut yang sebelumnya ditemukan Stella. Selain itu, dia juga menemukan beberapa potongan logam yang jelas tidak cocok berada di tempat yang tampaknya menjadi sebuah gudang itu.


Logam itu memiliki bentuk panjang seperti pipa, tapi salah satu ujungnya telah dipatahkan sedemikian rupa sehingga menghasilkan gerigi tajam yang akan menyakiti siapa pun yang menyentuhnya.


Satu-satunya orang yang terlintas di pikiran Noelle adalah Cryll. Noelle secara alami tahu kalau Cryll memiliki keterampilan bertahan hidup yang tinggi. Dia pasti akan menciptakan senjata dari barang di sekitarnya untuk berjaga-jaga.


Tapi, ada satu hal janggal yang Noelle pikirkan.


Itu adalah tentang kecocokan antara waktu di mana Cryll berada di tempat ini, dengan Cryll yang muncul di pesan ancaman yang dikirimkan Nuko.


Yang artinya, rekaman itu diambil tepat setelah Cryll melarikan diri dari bangunan itu.


(Si bodoh itu … Dia kabur dari sangkar hurung, hanya untuk memasuki sangkar harimau … Benar-benar bodoh.)


Mau tak mau, Noelle hanya bisa menghela napasnya dengan pasrah saat membayangkan semua hal yang telah Cryll lakukan.


Sekarang, dia bingung apakah dia harus memberi tahu Stella tentang ini.


(Kurasa akan lebih baik jika dia tidak mengetahuinya.)


Saat Noelle mengalihkan pandangannya, dia menemukan tumpukan serbuk putih di pinggiran pintu logam itu.


Noelle tanpa mengatakan apa pun lagi langsung menghampiri serbuk itu, dan mencicipinya.


"Ini … "


Rasanya manis, dan sedikit memabukkan. Kepalanya terasa sangat ringan, dan tubuhnya juga menjadi lebih rileks. Aroma manis yang dihasilkan serbuk itu tampaknya mengundang semua orang mendekatinya. Mereka semua dengan bingung memperhatikan Noelle yang sedang diam itu.


"Noelle? "


Olivia mendekatinya dan memanggilnya dengan nada khawatir. Namun, Noelle kemudian menunjukkan senyum yang mengindikasikan kalau ia baik-baik saja.


"Itu narkoba. Jangan disentuh."


Saat dia mengatakan itu, Rico dengan wajah tercengang kemudian bertanya padanya.


"Kau baru saja mencicipinya, 'kan? "


"Hmm? Ya, tentu saja."


" … Bagaimana kau tahu kalau itu narkoba? "


" ……… "


...****************...