![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Keesokan harinya, Noelle dan Chloe dengan santai berjalan di kota untuk pergi ke guild dan mencari misi yang bisa mereka selesaikan dalam perjalanan ke ibukota.
Alasan Noelle pergi bersama Chloe adalah karena Olivia dan Charlotte sedang pergi berbelanja mempersiapkan barang-barang yang akan mereka butuhkan.
Noelle menggunakan banyak senjata saat penyerbuan monster sehingga kebanyakan senjata itu mulai rusak, jadi Noelle meminta Olivia untuk mengisi ulang persediaan senjata untuknya.
Membeli persediaan senjata untuk menggantikan senjata yang rusak cukup menghabiskan banyak uang, tapi mereka tidak memiliki masalah finansial berkat semua uang yang mereka jarah dari kastil Vampir, dan keuangan mereka juga sedang dalam keadaan yang sangat baik berkat penghasilan yang mereka dapatkan setelah menyelesaikan 'Stampede'.
"Hey, tuan … Kenapa kita harus mengambil misi? "
Chloe bertanya pada Noelle sambil memiringkan kepalanya. Sejak diselamatkan oleh Noelle, Chloe mulai secara inisiatif memanggik Noelle dengan sebutan 'tuan' sebagai tanda penghormatan.
Noelle sedikit bermasalah dengan panggilan itu karena banyak mata mulai menatapnya dengan penasaran karena dipanggil tuan oleh seorang gadis cantik seperti Chloe.
Secara penampilan, Chloe memang sangat cantik. Dia memiliki tubuh seperti remaja 13 tahun, wajah polos dengan kulit putih porselen. Rambut dan mata hitam yang sangat gelap itu juga terlihat mencolok dan menarik banyak minat orang lain.
Matanya yang bulat itu tampak bersinar saat ia menatap Noelle.
Noelle menilai kalau Chloe benar-benar mirip seperti boneka.
Noelle lalu membuat gerakan berpikir dan kemudian menjawab Chloe.
"Yahh, kita memang harus menangkap Harold dengan cepat sebelum dia melarikan diri lagi, tapi … Aku ingin mengambil misi karena aku kebetulan sedang bosan, dan juga … Ini bagus untuk menaikkan peringkat kita", Noelle menjawab dengan santai sambil mengangkat bahunya.
Noelle merasa kalau ia selalu berpergian tanpa tujuan yang pasti, jadi ia mengambil misi dari guild untuk melampiaskan kebosanannya. Sampai saat ini, Noelle telah mengambil banyak misi yang ia lakukan sendirian, kebanyakan misi itu adalah penjelajahan dan membunuh monster, tapi itu belum cukup untuk meredakan hasratnya akan sesuatu yang baru.
Jadi Noelle berpikir mengapa ia tidak mengambil misi yang bisa ia selesaikan sambil melakukan perjalanan ke ibukota? Dengan begitu, perjalanan yang seharusnya membosankan akan menjadi lebih menyenangkan baginya.
"Begitu … "
Chloe dengan serius mengangguk setelah ia mendengar penjelasan Noelle.
(Sangat imut … ) Pikir Noelle, namun dia tiba-tiba merasa kedinginan untuk suatu alasan.
Namun itu mungkin hanya perasaannya saja.
...****************...
Setelah beberapa menit berjalan dan menembus keramaian, Noelle dan Chloe akhirnya tiba di depan guild.
"Chloe", Noelle memanggil Chloe dan mengukurkan tangannya.
Chloe tampak kebingungan sejenak, namun dia tetap menurut dan memegang tangan Noelle dengan erat.
"Jangan terlalu jauh dariku atau aktifasi skill akan batal"
" … Oke"
Chloe tidak mengerti, tapi dia tetap menuruti Noelle dan mendekat padanya.
Perlahan Chloe bisa merasakan kalau dirinya seolah menyatu dengan udara sekitar. Dia kebingungan dan menatap Noelle untuk bertanya.
"Akan merepotkan jika orang-orang di guild melihat kita, jadi lebih baik untuk masuk secara diam-diam", Noelle menjawab kebingungan Chloe seolah membaca pikirannya.
Chloe tidak mengatakan apapun dan menuruti Noelle. Mereka berdua masuk ke guild dengan menggunakan skill 《Stealth》.
Seperti yang Noelle katakan, tidak seorangpun menyadari keberadaan mereka. Noelle dan Chloe berjalan dengan santai tanpa mengeluarkan sedikitpun suara dan kehadiran.
Begitu mereka mencapai konter, Noelle menonaktifkan skill-nya dan berbicara pada gadis yang sedang mengerjakan sesuatu di konter.
"Permisi~"
"Hm? Ahh! Noelle kau da-"
Sebelum gadis itu selesai berbicara, Noelle dengan cepat menutup mulutnya dan memberikan kode dari tatapannya.
'Jangan berisik ! '
'O-oke '
Gadis itu mengangguk dengan cepat seolah mengerti apa yang Noelle isyaratkan.
Noelle menghela nafas lega dan perlahan menarik tangannya yang menutupi mulut gadis itu.
"Pwahh~ Apa yang kau pikirkan menutup mulut seorang gadis dengan paksa Noelle?! "
Gadis itu mulai berbicara lagi dengan suasana hati yang buruk pada Noelle, namun Noelle hanya tersenyum kecil dan mengabaikan protesnya.
"Nah, aku akan pergi ke ibukota tidak lama lagi … Apa kalian punya misi yang bisa kalian berikan padaku? "
Noelle dengan santai berbicara pada gadis itu.
Chloe tampak kebingungan saat ia menatap gadis itu, namun dia tiba-tiba melebarkan matanya setelah mengingat identitas gadis di depannya.
Dia adalah Kenny, gadis yang menjadi komentator saat turnamen berlangsung. Chloe tidak terlalu mengenalnya karena dia hanya pernah melihatnya sekali, tapi Chloe masih ingat wajah dan namanya.
Itu membuat Chloe menatap Noelle dengan mata bersinar seolah kagum padanya, Chloe menilai kalau Noelle memiliki kemampuan berbicara yang sangat baik sehingga sanggup berbicara dengan Kenny tanpa rasa canggung.
Namun kenyataannya, Noelle telah sering datang ke guild untuk menerima misi dari Kenny sehingga mereka berdua menjadi cukup akrab untuk melakukan percakapan kosong.
Chloe seharusnya mengetahui itu jika dia memiliki ingatannya dalam 3 bulan belakangan ini, namun dia kehilangan ingatan itu sehingga ia tidak mengetahui hubungan antara Noelle dan gadis resepsionis Kenny.
"Kau akan pergi? ", Kenny bertanya padanya dengan sedih, tapi Noelle hanya menatapnya dengan dingin sambil mengatakan 'Jangan sok imut '.
"Begitulah, kupikir aku akan menjadi 'Bounty Hunter ' sekarang", Kata Noelle dengan sedikit bercanda.
"Nyufufu~"
Menanggapi itu, Kenny terkikik sedikit kemudian menatap Chloe yang sedang berdiri di samping Noelle
"Jadi, kau bersama gadis kecil ini hari ini … Dasar kau playboy~ Apa kau berniat mengambilku juga nanti? ", Kata Kenny tanpa menahan seringai di wajahnya.
"Nah, Chloe hanya menemaniku hari ini, Olivia dan Charl sedang berbelanja untuk keperluan kami nanti, dan aku juga tidak memiliki niat untuk merebutmu … Aku sudah cukup muak dengan tatapan kebencian yang diarahkan padaku dari para pria itu", Kata Noelle sambil sedikit melirik ke belakangnya.
Di belakangnya ada beberapa pria yang menatap Noelle dengan pandangan iri dan benci sambil menggumamkan sumpah serapah seolah Noelle adalah orang yang membunuh keluarga mereka sehingga menyebabkan dendam.
Noelle menjelaskan sedikit, lalu kembali ke pertanyaannya.
"Jadi, apa ada misi yang bagus? "
"Hmm … Biar kulihat sebentat~ Misi yang mengarah ke ibukota … Ahh! Ini dia"
Kenny kemudian meletakkan beberapa lembar kertas di atas meja dan menunjukkannya pada Noelle.
"Ada beberapa misi yang cocok dengan pemrintaanmu, tapi … Aku tidak tahu apa itu akan cocok dengan keinginanmu atau tidak"
Noelle menatap Kenny sebentar kemudian beralih ke kertas di meja.
Noelle membaca semua kertas itu dalam waktu singkat dan kembali menatap Kenny di depannya.
"Aku pilih yang dua ini", Kata Noelle sambil menunjuk dua lembar kertas yang dia letakkan di atas meja.
Di kertas itu tertulis misi penaklukan sisa monster yang melarikan diri dari penyerbuan dan mengantar barang ke ibukota.
"Katakan, monster apa saja yang ada di sana? Jika mereka benar-benar sisa dari penyerbuan, itu artinya mereka adalah jenis Orc atau semacamnya kan? ", Noelle bertanya dengan tatapan serius.
Kenny yang ada di depannya tampak tak terpengaruh dengan tatapan itu, dengan senyum kecil ia menjelaskan pada Noelle.
"Begitulah, setidaknya itulah yang dikatakan pengintai kami"
"Begitu ya … Maka ini akan mudah", Gumam Noelle sambil menatap kertas itu.
Kenny menghela nafas lelah sejenak, lalu kembali berbicara pada Noelle sambil menatapnya dengan pandangan bosan.
"Meskipun mereka memang lawan yang mudah untukmu … Monster-monster itu termasuk kategori monster yang bisa menghancurkan sebuah desa dengan mudah kau tahu? "
"Ya ya baiklah … Jadi, apa aku bisa mengambil kedua misi ini? ", Noelle berbicara sambil dengan indah mengabaikan keluhan Kenny.
"Tentu kau bisa, dan ngomong-ngomong … Misi pengantaran barang itu adalah misi nominasi yang secara khusus akan diserahkan padamu"
" ……… Siapa yang membuat permintaan ini? ", Noelle menyipitkan matanya dan bertanya.
"Tertulis di sudut kertas"
Kenny mengarahkan jarinya pada sudut kertas yang ditulis dengan beberapa kata dengan gaya tulisan tangan yang indah.
"Ketua guild? Ahh, setelah diingat-ingat … Wanita itu sedang ada di ibukota ya? ", Noelle terlihat bingung sejenak, lalu dia kembali menunjukkan wajah pengertian setelah menghela nafas lelah.
Kenny yang ada di depannya menunjukkan senyum kecut.
"Begitulah, nyonya meninggalkan barang yang seharusnya ia bawa"
"Meskipun dia adalah orang yang cukup berpengaruh, dia terlalu ceroboh"
Noelle dan Kenny tidak bisa menahan wajah lelah mereka saat mengingat seseorang yang sudah sering merepotkan mereka, sementara Chloe hanya menatap mereka dengan wajah kebingungan.
"Hmm? Ahh, setelah dipikir-pikir … Chloe belum pernah bertemu dengannya ya … "
"Eh? Ahh … Nn, belum", Chloe dengan semangat mengangguk pada Noelle.
"Nah, kau mungkin akan memiliki kesempatan untuk menemui wanita sialan itu saat kita sampai di ibukota nanti"
" ……… "
Chloe tidak tahu hubungan apa yang dimiliki Noelle dan ketua guild cabang Suiren, tapi Chloe yakin kalau Noelle tidak terlalu menyukai namun juga tidak membenci orang itu.
Chloe bisa mendapatkan kesimpulan itu berkat suara dan wajah jengkel yang dikeluarkan Noelle saat membicarakan ketua guild.
Dan Chloe juga cukup yakin tentang alasan dibalik kedekatan antara Noelle dan Kenny adalah karena kesamaan nasib mereka sat berurusan dengan ketua guild.
"Bicara tentang mengantar barang ketua guild … Dia menominasikan misi ini untukku 'kan? "
"Eh? Ahh … Yaa, begitulah … "
Noelle bertanya dengan cukup serius saat dia mengingat-ingat, itu membuat Kenny tergagap sejenak, namun Kenny kembali menyesuaikan posturnya dan menjawab dengan tenang.
"Jika wanita sialan itu memberikan misi khusus untuk mengantar barang ke ibukota … Itu artinya dia tahu kalau kami akan ke ibukota bahkan sebelum kami membuat rencana"
"Eh? Setelah kau mengatakannya … Nyonya membuat permintaan khusus ini kemarin pagi … Nyonya menghubungi kami menggunakan alat sihir komunikasi, tapi … Noelle … Kapan kau membuat rencana untuk pergi ke ibukota? "
"Kemarin sore"
" " ……… " "
Noelle dan Kenny tiba-tiba merinding dan mengeluarkan keringat dingin dari punggung mereka sementara Chloe hanya menatap kebingungan karena tidak mampu mengikuti percakapan.
...****************...
Sore hari, di kamar penginapan yang disewa Noelle dan Olivia.
Noelle dan para gadis berkumpul untuk membahas tentang mereka ketika pergi ke ibukota.
"Jadi, Noelle mengambil misi untuk dikerjakan saat kita dalam perjalanan nanti? ", Olivia bertanya dengan wajah mengantuknya yang biasa.
"Begitulah", Noelle menjawab Olivia tanpa mengubah ekspresi di wajahnya.
"Dan misi yang kau ambil adalah satu misi penaklukan dan satu lagi misi nominasi, mengantarkan barang"
Olivia yang suaranya semakin dingin bergema di ruangan, tapi dia tidak menghentikan tangannya yang memegangi cangkir teh dengan cara yang elegan.
" … Ya, begitulah … Lagipula itu bagus untuk menjadi pelatihan Charl dan Chloe"
"Begitu … "
Suasana tegang yang tadinya memenuhi ruangan tampaknya sudah menghilang, Noelle diam-diam menghela nafas lega saat suasana hati Olivia mulai membaik.
Olivia saat ini dalam suasana hati yang baik karena dia sedang menikmati camilan teh sore harinya, tapi begitu Noelle mengatakan kalau ia akan mengambil misi tambahan, suasana hatinya yang baik itu tiba-tiba menghilang dan berganti menjadi aura setan.
Untuk saat ini Noelle bisa merasa lega dan kembali ke kegiatan yang sejak tadi ia lakukan.
Berguling di kasur.
"Sangat bosan … Sekarang aku mengerti dampak buruk menjadi budak internet … "
"Ahhh … Aku ingin menonton film … Aku ingin membaca beberapa novel atau komik … Aku merindukan bermain game … "
"Aku juga merindukan mie instant … Ahh tunggu, kupikir aku hanya perlu menyeduhnya … Olivia membuatkan banyak saat itu … "
Berbagai keluhan mulai datang dari Noelle yang berguling-guling di kasurnya dengan mata tak bernyawa.
Biasanya, Noelle akan menghabiskan waktunya dengan mengerjakan beberapa misi, atau berkeliling kota. Namun karena Noelle dan para gadis akan pergi mulai lusa, ia tidak bisa mengambil misi apapun karena waktu normal yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu misi adalah 1 atau 2 hari.
Noelle juga tidak bisa berkeliling kota karena ia sudah melakukannya puluhan atau bahkan ratusan kali sehingga ia mengingat setiap inchi bagian kota ini.
Noelle juga memiliki keinginan untuk bersenang-senang di kasino, tapi nama dan wajahnya sudah dimasukkan ke daftar hitam sehingga ia tidak diizinkan untuk masuk lagi.
Ada kalanya Noelle akan menggunakan sihir penyamaran untuk mengubah wajah dan suaranya sehingga ia bisa masuk ke kasino, tapi sihir penyamarannya justru dibatalkan setiap kali ia melewati pintu masuk.
Setiap kali ia ketahuan akan masuk ke kasino, pihak pengelola dan para pelayan akan langsung mengusirnya sambil bersujud dan menangis pada Noelle agar dia tidak menghabiskan semua uang mereka.
Noelle juga sudah menggunakan banyak cara agar dia bisa masuk ke kasino, seperti menyelinap melalui atap, menggali terowongan, berubah menjadi kabut untuk menyusup, bahkan sampai menggunakan sihir teleportasi yang akan sangat berbahaya jika fakta kalau ia bisa menggunakannnya terungkap.
Namun, semua usahanya berakhir dengan kegagalan. Saat dia menyelinap melalui atap, beberapa penjaga langsung datang dan menyergapnya seketika, kemudian mereka melempar Noelle ke luar jendela. Lalu saat ia menggali terowongan, beberapa staff menemukan terowongan yang misterius tepat di bawah kasino mereka, namun Noelle yang menjadi pelakunya masih belum ketahuan sampai saat ini.
Begitu pula saat dia berubah menjadi kabut dan menggunakan teleportasi untuk masuk, itu semua berujung pada kegagalan. Kasino itu adalah kasino yang mewah dan memiliki penjagaan yang sangat ketat sehingga mereka memiliki penghalang anti-magic dan yang dipasangkan di pintu masuk dan setiap celah ruangan.
Meskipun kemampuan Noelle dalam merubah wujudnya menjadi kabut adalah skill bawaan ras Vampir, skill itu tetap menggunakan mana sebagai bahan bakar untuk aktivasi, jadi skill itu akan langsung dibatalkan begitu 'anti-magic barrier' digunakan.
Bahkan Noelle sempat berpikir kalau keamanan di kasino sudah setingkat dengan istana Vampir yang dia dan Olivia tinggali sebelumnya.
Jadi Noelle biasanya hanya bisa duduk dan minum di bar dengan cemberut sambil mendengarkan percakapan orang lain.
Noelle bisa saja mengalahkan penjaga dan masuk ke kasino, tapi dia tidak ingin membuat masalah yang akan merepotkan dirinya di masa depan.
Dan sekarang, Noelle benar-benar bingung harus melakukan apa.
Dia benar-benar menjadi Raja Vampir pengangguran.
"Baiklah … Kalau begitu, ayo ringkas rencana kita saat ini … ", Noelle kembali memimpin pembicaraan tanpa menutupi kemalasannya.
"Hari ini kita sudah selesai berbelanja persiapan dan mendapatkan cadangan senjata untuk menggantikan semua senjata yang kukorbankan … Dan kita akan berangkat besok lusa sehingga kita memiliki waktu kosong besok, kalau begitu … Kita akan mengisi waktu luang itu dengan berpamitan pada semua orang … "
"Nn, baiklah"
"Tidak keberatan"
"Aku tidak mengenal siapapun di kota ini, tapi baiklah"
Olivia, Charlotte, dan Chloe dengan berurutan menjawab Noelle.
"Baiklah, kalau begitu … Semua sudah ditentukan … Perkiraanku kita akan sampai di ibukota setelah 7 atau 8 hari perjalanan … "
"Hah? Secepat itu?! "
Kali ini Charlotte bertanya dengan terkejut.
"Memangnya kenapa? ", Noelle balik bertanya pada Charlotte sehingga membuatnya tertegun sejenak, namun Charlotte kembali berbicara.
"Jarak antara kota Suiren ini dan ibukota Kerajaan cukup jauh kau tahu? Bahkan kau membutuhkan kurang lebih 2 bulan dengan kereta kuda tercepat"
" " … Benarkah? " "
Kali ini Noelle dan Olivia dengan kompak menyuarakan keterkejutan mereka seolah mereka baru saja mengetahui sesuatu yang gila.
"Bagaimana kalian bisa tidak tahu itu? Bukankah kau seharusnya sudah memperkirakan itu saat melihat peta? "
"Ahh, tidak … Maksudku, 7 atau 8 hari itu adalah hasil perhitunganku setelah mengamati peta dengan memperhatikan detail jaraknya … ", Kata Noelle sambil dengan canggung menggaruk pipinya.
"Ha? "
" "Hmm? " "
Noelle, Olivia, dan Charlotte sama-sama menyuarakan kebingungan mereka seolah masing-masing dari mereka adalah orang yang baru saja mengatakan sesuatu yang bodoh.
Sedangkan Chloe hanya menatap kosong ke udara karena dia sama sekali tidak bisa mengikuti maksud dari percakapan mereka.
"Bukankah itu terlalu cepat? Cara apa yang akan kita gunakan untuk pergi ke ibukota? ", Charlotte bertanya setelah dia berhasil memilah informasi di kepalanya.
Mendapatkan pertanyaan dari Charlotte, Noelle menunjukkan wajah sombong sejenak, kemudian menjawab dengan semangat.
"Tentu saja, terbang! "
...****************...
Noelle dan para gadis berdiri di depan gerbang kota sambil berbincang-bincang dengan pria yang menggunakan zirah dan membawa tombak di tangannya.
Ini adalah hari keberangkatan mereka, dan Noelle berencana untuk pergi dari pagi hari sehingga mereka dapat dengan leluasa menggunakan kemampuan mereka untuk terbang.
Noelle dan yang lain sudah berpamitan dengan semua kenalan mereka sehari sebelumnya, jadi saat ini mereka berniat pergi.
Saat ini mereka sedang berpamitan dengan si prajurit penjaga gerbang, Rangga.
"Kalau begitu, kami akan pergi~"
"Ya, sampai jumpa lagi~"
Rangga melambaikan tangannya saat ia menatap punggung Noelle dan para gadis mulai menghilang dari pandangannya.
...****************...
[Baca juga ->> 'Sekigan Petals' di NOVELTOON]