[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 218: Identitas Baru (2)



...****************...


Noelle pada awalnya tidak mau mengakuinya, tapi ia sekarang sadar kalau perpisahannya dengan semua orang membuatnya menjadi semakin leluasa dalam bertindak.


Dia tidak perlu memikirkan resiko lagi karena semua itu akan ditanggung oleh dirinya seorang, dan tidak akan pernah berakibat pada orang-orang yang coba ia lindungi.


(Sekarang aku bisa melakukan penyelidikan dengan lebih leluasa. Tapi, aku kehilangan salah satu petunjuk paling penting, dan itu adalah Levina. Keberadaannya tidak bisa diabaikan, dan dia adalah poin penting dari semua petunjuk yang ada. Tapi … )


Noelle sudah selesai membaca semua bukunya, dan dia sebentar lagi akan keluar dari perpustakaan. Untuk menghabiskan sisa waktu, dia memutuskan untuk memikirkan beberapa hal.


Tentang semua petunjuk yang ia miliki, tidak diragukan lagi kalau beberapa di antaranya sangat terkait erat dengan Levina. Namun, masih ada beberapa pertanyaan lain yang kemungkinan sama sekali tidak terkait dengan sosok gadis kecil itu, dan itu adalah tentang Charlotte dan Chloe.


Noelle sudah menemukan hipotesis tentang adanya pengulangan waktu, dan itu semua terkait dengan Charlotte. Namun, pada saat Noelle menunjukkan topeng hitam itu, mengapa Chloe juga ikut terpengaruh? Ini adalah pertanyaan paling krisual saat ini.


Tidak diragukan lagi, Charlotte benar-benar baru mengenal Chloe saat di turnamen Suiren dulu. Sebelum itu, Noelle yakin tidak pernah ada interaksi antara Charlotte dengan Chloe.


Tapi, itu semua adalah hal yang terjadi di waktu sekarang. Bagaimana jika sebenarnya mereka sudah saling kenal di alur waktu sebelumnya? Jika itu benar, maka Noelle harus memperbaiki beberapa poin dari kesimpulan awalnya.


Apa tujuan Charlotte mengulang waktu? Noelle awalnya mengira kalau itu untuk membuat Charlotte di waktu sekarang mendapatkan skill《Wrath》, dan berevolusi menjadi seorang malaikat jatuh.


Namun, setelah spekulasi tentang Chloe yang ikut terlibat, Noelle mulai memikirkannya kembali. Dia yakin ini tidak sesederhana yang dia bayangkan.


"Abyss Clanman … Kekaisaran El-Gustavia … Archon … "


Begitu Noelle menggumamkan poin-poin penting itu, dia tanpa sadar melebarkan matanya.


Noelle segera mengeluarkan buku catatan dan membuat sketsa dasar tentang keterkaitan kasus ini.


Menurut yang dikatakan Olivia, reaksi Archon Nix Regina saat melihat Charlotte yang tiba-tiba muncul itu hanya bisa disebut sebagai keterkejutan, dan histeria yang jelas. Yang artinya, meskipun tidak terlalu banyak, ada keterkaitan antara Charlotte dengan para Archon, terutama Nix Regina.


(Tunggu, apa aku pernah memikirkan ini sebelumnya? Yahh, lupakan.)


Levina dalam keadaan hilang ingatan, dan melihat Charlotte tidak membangkitkan kenangan apa pun padanya. Jadi, jelas kalau hubungan antara Levina dan Charlotte di alur waktu lain tidak begitu erat. Hal itu juga berlaku untuk hubungan antara Levina dengan Archon Nix Regina.


Di saat Nix Regina mengungkapkan jati diri yang sudah Levina lupakan, Levina terlihat sedikit terkejut dan takut, tapi hanya itu, dia tidak memiliki reaksi lain.


Tidak diketahui ada berapa banyak jumlah Archon, tapi Noelle akan menghitungnya menjadi delapan orang sekarang, mengingat kalau Nix Regina adalah Archon ke-delapan.


Noelle membuat ilustrasi delapan orang yang berbeda di buku catatannya, dan dia menambahkan dua sosok lagi di pinggir. Kedua sosok itu melambangkan Charlotte dan Chloe, sementara yang lainnya adalah para Archon.


Noelle membuat lingkaran yang mengelilingi gambar Levina, lalu membuat lingkaran lain yang melambangkan Nix Regina. Dia mengulangi proses yang sama dengan semua gambar di sana. Kemudian, dia menghubungkan lingkaran Nix Regina dengan garis menuju lingkaran milik Charlotte, dan lingkaran Charlotte dengan Chloe.


" ……… "


Untuk waktu yang tidak diketahui, Noelle terus memperhatikan ilustrasi yang dia buat. Kemudian, dia menyadari satu masalah.


"Aku kekurangan petunjuk … "


Tidak ada gunanya memikirkan sesuatu yang tidak ada jawabannya. Noelle memikirkan itu sambil menutup kembali buku catatannya.


Dia membawa semua tumpukan buku yang ia pinjam sebelumnya, dan berjalan menuju meja resepsionis. Di atasnya, ada beberapa keranjang yang diletakkan secara berjejer.


Kemudian, dia meletakkan semua buku itu di salah satu keranjang, lalu berjalan keluar tanpa berkata apa pun.


Noelle pergi keluar dari perpustakaan, dan untuk sejenak diam memandangi langit.


"Hujan … "


Masih hujan, tapi itu tidak begitu deras. Namun, tampaknya hujan tidak akan berhenti dalam waktu dekat dengan semua awan hitam itu.


Noelle mengacak-acak rambutnya, lalu menggeleng. Dia kemudian mengeluarkan sebuah payung dari gudang spasialnya, dan berjalan dengan itu.


Sepatu bootnya terbuat dari kulit monster yang elastis dan tahan air, jadi dia tidak khawatir dengan genangan air yang ada. Selain itu, sol sepatunya juga cukup tebal, melebihi ketinggian genangan air yang ada.


Untuk sejenak, Noelle bingung apa dia benar-benar harus berjalan menuju kediaman Damian, atau harus menggunakan transportasi umum. Namun, yang menjadi masalahnya, sama sekali tidak ada transportasi umum yang aktif di saat ini.


"Kurasa tidak ada pilihan lain, huh … "


Dia memutuskan untuk berjalan sampai keluar dari taman, lalu mencari tempat untuk bersembunyi dan langsung mengubah tubuhnya menjadi kelelawar.


Dia tidak bisa berubah menjadi asal hitam karena saat ini hujan, dan itu akan meleburkan konstruksi tubuh asap dan kabutnya.


Dengan wujud kelelawar, dia bisa terbang dan tidak butuh waktu lama baginya untuk sampai di tempat Damian.


Noelle menyelinap melalui cerobong asap, dan langsung tiba di kamar tempat dia berada sebelumnya.


Damian sedang duduk di belakang meja kerjanya, tampak sibuk mengurus tumpukan kertas. Dia menoleh sejenak dan memajang senyum sinis.


"Kukira seekor kelelawar benar-benar menyelinap melalui cerobong asapku. Tidak kusangka itu kau."


Damian belum mengetahui kalau Noelle adalah vampir, jadi dia tidak begitu tahu tentang kemampuan Noelle dalam mengubah wujudnya. Dia mengira kalau Noelle menggunakan kekuatan yang sama dengan yang digunakan Noelle untuk mengubah penampilannya.


"Ini kemampuan karakteristik. Bukan hal penting. Selain itu, bagaimana dengan dokumen identitasku? "


Damian mengangkat cangkirnya, dan menyesap sedikit isinya. Setelah itu, dia mengeluarkan dua amplop besar dari laci, dan melemparkan semuanya pada Noelle.


"Semua yang kau butuhkan sudah ada di situ, dan aku membuatkan satu lagi untuk cadangan. Semua sesuai dengan yang kau inginkan. Periksalah untuk memastikan tidak ada kesalahan."


Noelle mengangguk dan memasukkan satu amplop itu ke dalam gudang spasialnya, lalu membuka yang satu lagi.


Semua sudah sesuai. Noah Ashrain, pria, usia 20 tahun. Tidak ada yang salah. Bahkan tanggal lahirnya juga sesuai.


Namun, sesuatu menarik perhatian Noelle, dan itu adalah bagian yang menyebutkan kota asalnya.


Di sana, tertulis kota D'Cani. Itu adalah nama kota yang belum pernah Noelle lihat atau dengar sebelumnya.


(Yahh, aku hanya perlu melihatnya di peta nanti.)


"Baiklah, kelihatannya tidak ada masalah dengan dokumenmu. Kalau begitu, ke mana tujuanmu berikutnya? "


Setelah Damian menanyakan itu, Noelle langsung memasukkan kembali dokumennya, dan meletakkan itu di atas meja tamu, dan dia sendiri duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya.


Noelle mengeluarkan sebuah amplop kecil dari sakunya, dan melempar itu pada Damian.


Amplop yang sudah lusuh itu mendarat tepat di tangan Damian, dan dia langsung melihat alamat tujuannya; Kota Féncen.


"Féncen, kah … Itu tujuan yang bagus, tapi jaraknya cukup jauh. Mungkin bisa ditempuh dalam satu minggu dengan kereta uap … "


"Tunggu, ada kereta di sini? "


Noelle tanpa sadar mulai bersemangat. Dia tidak pernah melihat adanya kereta uap di semua kota yang dia kunjungi di Nothernos. Selain itu, dia tidak menyangka kalau mesin uap sudah ditemukan di sini.


Damian mengangguk singkat. "Hanya di beberapa kota. Itu masih bentuk awal, dan dibutuhkan dana yang besar untuk membuatnya. Tapi kau beruntung, kota ini sudah memiliki akses untuk kereta itu."


"Apa kau punya peta rutenya? "


Noelle sudah memutuskan untuk mencoba menaiki kereta itu. Awalnya dia berencana untuk terbang, tapi mengingat itu sangat melelahkan dan menghabiskan banyak mana, dia segera memikirkannya kembali.


Noelle sekarang sudah tidak memiliki pasangan kontrak untuk membuat proses penghisapan darah menjadi lebih efektif, karena itulah ia khawatir kalau ia akan kehabisan mana di tengah jalan.


Jika itu terjadi, maka ia harus beristirahat lebih lama untuk memulihkan kekuatan sihirnya secara alami, dan itu akan menjadi proses yang menyebalkan.


"Peta yang kuberikan padamu juga menyertakan rute kereta."


Noelle melebarkan matanya untuk sejenak. Dia belum memeriksa peta negara, jadi dia tidak yakin.


Peta besar itu dibuka, dan Noelle mencari kota tempatnya berada saat ini.


"Memang benar … Ada jalur kereta yang mengarah langsung ke kota Féncen. Berapa harga tiketnya? "


"Aku tidak tahu, kau bisa memeriksanya sendiri di stasiun. Apa kau mau diantar? "


Noelle memikirkannya sejenak, lalu menggeleng. "Tidak perlu. Kau kelihatannya sibuk, aku tidak ingin merepotkanmu lebih jauh lagi."


Selain itu, Noelle juga tidak mau menambah hutangnya pada Damian.


"Baiklah. Kurasa sebaiknya kau pergi sekarang. Sudah hampir malam, dan aku ragu kalau stasiun akan tetap buka untuk menunggu penumpang lain."


Noelle mengangguk dan berdiri. Dia mengambil kembali surat yang dia lemparkan pada Damian, dan memasukkan amplop itu ke dalam kopernya.


(Aku harap ada tiket kelas satu … )


Amplop berisi dokumen identitasnya dia simpan di balik jas, dan tas koper berwarna cokelat tua yang terlihat berat dan keras itu ia bawa dengan satu tangan.


Noelle berjalan menuju salah satu jendela, membukanya, dan berdiri di sana seolah ia siap melompat keluar.


"Kalau begitu, aku pergi."


Damian hanya mengangguk, tidak menghalangi apa pun yang Noelle lakukan.


Dengan begitu, Noelle berhasil keluar dengan melompat dari jendela.


...****************...


"Di sini … "


Setelah turun dari kereta kuda yang ia sewa, Noelle akhirnya turun dan sampai di sekitar stasiun yang dibicarakan Damian.


Stasiunnya masih buka, jadi Noelle bisa dibilang beruntung. Hujan sudah berhenti sejak tadi, tapi langit masih mendung.


Noelle, dengan tangan kirinya yang membawa koper, dan tangan kanannya yang dimasukkan ke saku celana berjalan masuk. Dia segera menuju meja resepsionis, dan memperhatikan harga masing-masing tiket yang terpampang jelas di papan.


(Syukurlah ada tiket kelas satu di sini.)


Noelle menghela napas lega dan mengeluarkan beberapa koin emas dari sakunya. Kelihatannya kota ini sering menerima orang dari negara lain, jadi mereka mematok harga dengan dua jenis mata uang.


Yang pertama adalah mata uang asli Republik, dan yang kedua adalah mata uang yang banyak digunakan di seluruh negara, yaitu koin dari Kerajaan.


Harga untuk tiket kelas satu seperti yang Noelle duga, cukup mahal. Tapi hanya dengan melihat deskripsi fasilitas yang diterima, Noelle tanpa ragu mengeluarkan uangnya untuk tiket itu.


Tiap tujuan memiliki harga yang berbeda, dan untuk kota Féncen yang menjadi tujuan Noelle, harganya sekitar 24 koin emas.


Noelle segera memberikan dokumen identitas dan uang dalam jumlah yang sesuai pada resepsionis, lalu diam dan membiarkan resepsionis itu melakukan pekerjaannya.


"Noah Ashrain, kelas satu, tujuan Kota Féncen. Tuan, apa itu sudah benar? "


Noelle mengangguk atas pertanyaan resepsionis itu, lalu menerima tiket yang diberikannya.


Noelle juga menerima kembali dokumen identitasnya, dan berbalik meninggalkan bagian resepsionis.


Antrian di belakangnya tidak cukup panjang, tapi tetap saja ada beberapa penumpang lain dengan tujuan yang sama dengannya. Jadi, Noelle tidak akan sendirian di kereta.


Kereta akan tiba sekitar jam setengah tujuh malam, dan akan berangkat lagi tepat pada pukul setengah delapan. Jadi, sambil menunggu waktunya tiba, Noelle memilih untuk duduk di bar terdekat dan mencari informasi lain.


Noelle duduk tepat di bangku konter, dan langsung memesan minuman dengan kadar alkohol rendah.


Meskipun dia tahan dengan alkohol, Noelle lebih suka menahan diri dari minuman keras.


Noelle meletakkan dua koin perak sebagai pembayaran, lalu mulai menyesap minumannya hampir tanpa suara.


Pada saat yang sama, dia juga mempertajam pendengarannya.


"Hei, apa kau sudah dengar beritanya? Garis pertahanan Kerajaan mulai berhasil ditembus."


"Benarkah? Itu sangat cepat! Jika semua berjalan dengan lancar, pikirkan berapa banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan! "


Pendengaran Noelle difokuskan untuk mendengar semua percakapan tiga orang pria yang duduk tak jauh darinya. Mereka berpenampilan kasar, tapi tampaknya mereka tidak begitu bodoh sehingga bisa memahami masalah politik dan militer sampai batas tertentu.


"Lupakan tentang semua keuntungannya. Kita tidak akan mendapatkan apa pun."


"Eh? Kenapa? " tanya salah satu pria dengan terkejut.


Pria lain memejamkan matanya dan mengangguk, kemudian meminum semua bir yang tersisa di cangkirnya.


"Dari yang kudengar, tampaknya Kerajaan sengaja mundur untuk mempersiapkan musim dingin. Seperti yang kau tahu, musim dingin di perbatasan sangat keras, dan wilayah yang baru-baru ini dipertahankan oleh Kerajaan adalah wilayah kosong yang sama sekali tidak berguna. Mungkin karena itulah mereka membiarkan wilayah itu jatuh ke tangan kita."


(Ahh … Permasalahan pasokan dan transportasi, ya … )


Noelle sepenuhnya memahami masalah ini. Jika pihak Kerajaan terus mempertahankan wilayah tak berguna itu di musim dingin, maka mereka hanya akan membuang lebih banyak tenaga untuk berbagai macam kegiatan transportasi, seperti pengantaran pasokan makanan, obat-obatan, dan senjata.


Kuda tidak akan bisa bergerak di tengah tebalnya salju, jadi semua persediaan itu hanya bisa diantar dengan mengandalkan tenaga manusia sendiri.


Mereka tidak bisa menggunakan monster yang dijinakkan, karena sebagian besar monster tipe pengangkutan seperti itu akan memasuki fase hibernasi.


Dalam hal ini, membuang satu wilayah adalah pilihan terbaik, dan mereka akan mengambilnya kembali saat situasi mulai berbalik.


"Tapi, yahh … Kita nantikan saja hasil berikutnya. Kurasa sudah menjadi rahasia umum kalau Kerajaan dan Republik sedang dalam situasi yang buruk. Ini bisa menjadi perang besar jika salah satu pihak tidak berhati-hati."


Meskipun kedua belah pihak saat ini dalam fase perang dingin, dan bisa secara resmi memulai perang kapan saja, mereka tidak dalam kondisi yang baik untuk berperang satu sama lain. Pihak Kerajaan memiliki banyak sekutu kuat seperti Kekaisaran Alacrylia dan Kerajaan Suci Quinnella, namun Republik memiliki banyak rahasia yang belum terungkap pada publik, jadi ini membuat semua pihak waspada.


Selain itu—


(Perang tidak akan pecah dalam waktu dekat, karena Raja saat ini tidak tertarik untuk memulainya.)


—Noelle mengingat semua yang ia bicarakan dengan Knight of Round Lucius Roux saat ia berada di Rondo.


Berbagai kata yang Noelle lontarkan untuk membuat Lucius ragu tampaknya benar adanya. Raja dari Nothernos bisa memulai perang kapan saja, tapi dia memilih untuk tidak melakukannya karena alasan yang tidak diketahui.


Sejak awal, konflik ini bermula dari permasalahan sederhana; berupa perebutan tanah yang ternyata mengandung banyak mineral, dan merupakan tambang zamrud berkualitas tinggi.


"Hmm, aku masih tidak mengerti. Kenapa Kerajaan dan Republik harus berperang, padahal mereka sudah bekerja sama dalam banyak hal. Aku memiliki keluarga di Kerajaan, jadi aku agak khawatir dengan kondisi mereka."


"Tentang itu, kurasa kau bisa tenang. Koneksi kita dengan mereka mungkin terputus, tapi kedua pihak sama-sama memperhatikan situasi penduduk sekitar. Sejauh ini, aku belum mendengar ada kabar warga biasa yang tewas."


"Keluargaku juga berada di Kerajaan, dan aku pergi ke sini untuk menjalani bisnis baru. Tapi, aku kehilangan semua kontak kami sejak terakhir kali aku menerima surat dari istriku. Dia mengatakan kalau dia baik-baik saja, tapi kemudian dia tidak pernah membalas suratku lagi."


"Wah, itu sudah pasti selingkuh."


Salah satu pria menjawab begitu dengan tujuan bercanda, tapi lawan bicaranya tampak tidak dalam suasana yang tepat untuk menanggapi. Dia hanya dengan pasrah menunduk sambil sesekali meminum bir yang ia pesan.


Noelle mendengarkan setiap percakapan mereka tanpa meninggalkan satu detail pun. Kemudian, dia beralih ke kelompok lain, dan muali mendengarkan percakapan mereka.


Setelah hampir setengah jam diam di bar, Noelle akhirnya memutuskan untuk pergi. Masih ada sepuluh menit sebelum kereta dijadwalkan tiba, tapi akan lebih baik untuk berjaga-jaga.


Noelle keluar dari bar, dan pergi ke ruang tunggu di stasiun. Dia memesan makan malam dari bagian kafetaria, dan makan di ruang khusus yang ia sewa untuk dirinya sendiri.


Setelah selesai, Noelle keluar dan menunggu keretanya datang. Hal itu tidak berlangsung lama karena suara mesin bertenaga uap mulai bergema.


Kereta datang, dan Noelle langsung memperhatikan semua detail yang bisa ia lihat.


Dia sadar, kalau kereta ini tidak semengesankan yang ia kira, tapi tetap saja menakjubkan baginya saat melihat perkembangan nyata di dunia yang kuno ini.


Noelle menenteng kopernya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya dia masukkan ke dalam saku.


Dia terus diam menunggu di peron, sampai akhirnya sebagian besar penumpang sebelumnya turun.


Setelah itu, Noelle kemudian masuk ke gerbong, menyerahkan tiketnya pada petugas, lalu berjalan menuju gerbong yang telah diarahkan petugas.


Penumpang dengan tiket kelas satu akan memiliki ruangan pribadi dengan beberapa ruangan tambahan untuk pelayan dan semacamnya, tapi sejak awal Noelle datang sendirian, jadi dia dengan mudah membiarkan ruangan itu kosong tanpa ada yang mengisinya.


Setelah memasuki ruangan yang sudah disediakan untuknya, Noelle segera mengunci pintu, meletakkan kopernya di samping meja, dan tanpa mengatakan apa pun langsung melemparkan dirinya sendiri ke kasur.


Ranjangnya empuk, dan tubuhnya memantul beberapa kali sebelum akhirnya tenggelam di sana.


Masih ada satu jam sebelum kereta berangkat, dan Noelle memutuskan untuk beristirahat lebih awal karena ia sudah memakai otaknya secara berlebihan.


Jika bisa, Noelle ingin memanjakan dirinya dan memeluk Olivia sekarang, tapi itu tidak mungkin.


" … Heh, berhentilah berkhayal, dasar bodoh."


Senyum sedih terbentuk di wajahnya saat ia berguling dan menatap langit-langit yang tidak dikenalnya.


Noelle mengangkat tangan kanannya, seolah berusaha meraih sesuatu, namun itu tidak dapat menjangkau apa pun, dan dengan ringan terjatuh ke samping.


"Aku harus segera membiasakan diri … "


...****************...


(AN: Selamat Tahun Baru! Semoga segala sesuatu menjadi lebih baik tahun ini~)