![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Pagi hari berikutnya, Noelle bangun dan membuka jendela kamar penginapan yang sudah ia sewa setelah kembali dari gereja.
Langit masih agak gelap, dan sinar matahari juga belum terlalu memanifestasikan keberadaannya. Namun, Noelle telah lebih dulu bangun karena dua alasan.
Alasan pertama adalah karena kebiasaannya sendiri, sedangkan alasan lainnya adalah alasan utama mengapa ia buru-buru membuka jendela.
Dia merasakan ada banyak kehadiran manusia yang mengamatinya. Jumlah mereka sekitar sepuluh, atau paling tidak sebelas orang. Mungkin ada lebih banyak lagi, dan Noelle tidak menyadarinya.
Untuk sejenak, Noelle kebingungan, tapi dia langsung sadar dan menemukan identitas di balik para pengintai itu.
(Setelah datang berdoa, dan memberikan donasi dalam jumlah besar, beginilah perlakuan mereka padaku … )
Noelle menghela napas dan tersenyum masam. Kemudian, dia kembali dan melihat dirinya sendiri melalui cermin besar.
Pakaian tidur itu segera berganti menjadi seragam formal dengan syal merah melilit lehernya setelah asap hitam muncul.
Noelle mengangguk dan melihat ke sekelilingnya. Selain koper yang hanya berisi beberapa barangnya, Noelle sama sekali tidak membawa apa pun. Semua hal penting sudah ia simpan dengan baik di gudang spasial miliknya.
Setelah mengambil kopernya, Noelle segera pergi keluar kamar dan berjalan menuruni tangga. Kamar yang ia sewa untuk menginap ini berada di lantai dua sebuah penginapan besar. Ada beberapa fasilitas yang menyenangkan seperti sarapan, makan siang dan makan malam gratis, jadi Noelle tidak keberatan mengeluarkan sedikit lebih banyak uang untuk kamar.
Sosoknya yang buru-buru keluar dari penginapan tentu saja menjadi hal yang mencurigakan, tapi Noelle memang sengaja melakukan itu.
Dia tidak berniat bersembunyi dari mereka sejak awal, jadi akan lebih baik baginya untuk langsung membangun koneksi awal.
Noelle berdiri di pinggir jalan, menunggu barisan kereta kuda lewat sehingga dia bisa menyeberangi jalan.
Namun, saat Noelle sedang diam menunggu, suara seorang pria memanggilnya dari samping.
"Noah Ashrain? "
Noelle tanpa sadar tersenyum, tapi dia berusaha menahan agar ekspresi itu tidak terlalu terlihat di wajahnya.
"Ya. Bisakah aku berasumsi kalau kau berasal dari gereja? "
Tanpa meliriknya sedikit pun, Noelle sadar kalau pria di sampingnya ini cukup terkejut. Dia kemudian menggunakan《Clairvoyance》untuk pengamatan yang lebih jelas.
"Dan? Bagaimana kau mengetahuinya? "
Nada bicara pria itu menjadi sedikit berbeda. Suaranya terdengar begitu mengancam saat matanya melirik tajam pada Noelle.
Masih tidak ada pergerakan yang berarti dari keduanya, tapi intensitas yang dipancarkan kedua sosok itu jelas cukup mencolok. Meskipun begitu, tidak ada yang menyadarinya.
Beberapa orang biasa mulai berkumpul dan menunggu kereta seperti yang Noelle lakukan, sedangkan rombongan yang bersama pria itu mulai bergerak dengan hati-hati untuk mengambil posisi yang lebih aman.
Noelle pun tertawa kecil. "Lain kali, ingatlah untuk melepaskan emblem Dewi sebelum kau mencoba untuk bertemu seseorang sambil menjaga identitasmu."
Dari pengamatannya menggunakan《Clairvoyance》, Noelle dengan mudah menemukan keberadaan sebuah pin kecil dengan ukiran bulan sabit dan beberapa bintang di sekelilingnya. Jelas, itu adalah lambang Gereja Dewi Zelica.
Pin itu menancap tepat di saku kemeja yang dikenakan pria di sampingnya. Selain itu, semua orang yang mengikutinya juga memiliki pin yang sama. Hanya saja, mereka memasangnya di tempat yang berbeda-beda.
"Omong kosong. Pin ini adalah lambang kesetiaan kami. Kau harus tahu itu."
Noelle hanya tersenyum masam dan mengangguk beberapa kali. Dia kemudian melihat lurus ke depan, lalu secara perlahan berjalan menyebrang bersama orang-orang di sekitarnya.
Arus kereta kuda mulai menurun, jadi Noelle bisa menyebrang sekarang. Pria yang merupakan kiriman dari gereja itu juga mengikutinya, tapi dia menjaga agar posisinya berada sedikit di belakang Noelle.
"Pastor mengirim kami. Dia ingin bertanya tentang maksud dan tujuanmu," ucap pria itu tanpa menghentikan langkahnya. Dia terus berjalan, dengan Noelle di sampingnya.
"'Aku ingin bergabung dengan kalian semua', berikan pesanku itu pada Pastor. Aku sudah memberinya 'uang muka' agar bisa percaya padaku."
'Uang muka' yang Noelle maksud di sini adalah surat Erwin. Meskipun Noelle tidak tahu apa yang ditulisnya, dia yakin kalau pesan yang disampaikan memiliki sifat yang cukup penting. Bagaimanapun juga, pastor bahkan mengirimkan banyak agen untuk membuntuti Noelle.
"Hanya itu? "
"Apa aku bisa mengajukan permintaan lainnya? "
"Tidak juga." Dengan meninggalkan kata-kata itu, pria yang sebelumnya berbicara dengan Noelle kemudian lenyap tanpa ada yang menyadarinya.
Noelle tersenyum masam, lalu merogoh sakunya sejenak. Di sana, selembar kertas yang terlihat seperti baru saja dilipat berhasil keluar.
Di kertas itu, terdapat alamat yang ditinggalkan pria tadi. Lokasinya tidak terlalu jauh, tapi akan memakan waktu lama jika dia hanya berjalan.
Namun, yang membuat Noelle penasaran, adalah tempat yang digunakan itu.
"Apa alamat ini benar? "
Alamat yang diberikan pria itu mengantarkannya ke sebuah bar, yang terlihat cukup mewah. Dari luar, Noelle hanya merasakan kehadiran beberapa orang di dalam, tapi itu karena saat ini masih sangat pagi. Bahkan, bar itu belum buka dan masih memiliki penanda tutup menggantung di pintunya.
Ada sebuah papan tulis hitam yang disandarkan pada dinding, dan papan itu bertuliskan 'Nautica Saloon' dengan kapur putih yang halus.
" ……… "
Setelah memeriksa bolak-balik antara kertas di tangannya dengan bar itu, Noelle akhirnya menghela napas. Dia menggelengkan kepalanya, lalu dengan pasrah berjalan mendekati pintu masuk.
Noelle mengetuk pintu beberapa kali, dan dia bisa dengan jelas merasakan pergerakan dari dalam. Seseorang sedang mendekat dari sisi lain pintu. Berdasarkan suara langkah kakinya yang ringan, Noelle menyimpulkan kalau dia adalah seorang perempuan.
Tak lama kemudian, pintu akhirnya terbuka, dan seorang gadis dengan usia sekitar 19 tahun muncul dari sisi lain pintu.
Gadis itu memiliki rambut cokelat rami yang indah, dikepang satu dalam bentuk yang besar, dan membiarkan itu menjuntai ke belakang seperti tali.
"Apa kamu perlu sesuatu? " Gadis itu memiringkan kepalanya, jelas bingung mengapa Noelle datang ke bar di jam sepagi ini. Semua pegawai selain dirinya bahkan belum datang sekarang.
"Aku diminta ke sini," ucap Noelle sambil menyerahkan kertas alamat yang ia pegang pada gadis itu.
Gadis itu hanya menerima kertas Noelle, dan mengamatinya untuk beberapa saat. Tak lama kemudian, ekspresinya tiba-tiba berubah.
Matanya berkilau, dan wajahnya jelas terlihat sangat bersemangat.
"Masuklah! Aku akan memanggil Kapten sekarang! "
Gadis itu membuka pintu dengan lebar dan membiarkan Noelle masuk, lalu dia sendiri berlari ke ruangan yang ada di belakang konter bar.
Noelle masuk dan duduk di salah satu kursi yang berhadapan langsung dengan konter. Setelah itu, dia mulai mengamati sekelilingnya.
Saat masih di luar, Noelle berhasil mendeteksi kehadiran beberapa orang, tapi mereka semua menghilang hanya sesaat setelah Noelle melangkahkan kakinya ke dalam bar.
Hanya ada dua kemungkinan untuk hal ini; yang pertama adalah semua orang yang kehadirannya berhasil Noelle rasakan itu, entah bagaimana mampu melarikan diri. Sedangkan kemungkinan lainnya adalah adanya suatu medan kekuatan yang menghalangi deteksi Noelle.
(Tapi … Bukankah itu juga tidak akan menguntungkan bagi mereka? )
Jika mereka juga tidak bisa merasakan kehadiran orang lain, maka penyusup bisa dengan mudah masuk tanpa disadari siapa pun.
Butuh satu menit penuh bagi gadis itu untuk muncul kembali. Noelle segera berdiri dan terpaku saat melihat seorang pria yang datang bersama gadis itu.
Garis hitam di bawah matanya terlihat sedikit tebal, tapi itu tidak mempengaruhi penampilannya sedikit pun. Justru, garis hitam itu membuat tatapannya menjadi lebih tajam.
"Selamat pagi, maaf karena membuatmu harus datang sejauh ini."
Pria itu dengan ramah membuka percakapan sambil mengangkat tangannya untuk bersalaman, sepenuhnya mengabaikan tatapan heran Noelle yang diarahkan padanya.
"Tidak masalah, ini memang waktu di mana aku biasa bangun."
Noelle mengangguk dan menerima jabat tangan pria itu, lalu kembali duduk dengan sedikit senyum tipis di wajahnya.
"Kalau begitu, langsung saja. Apa kau benar-benar ingin bergabung dengan kami? "
Hanya sesaat setelah keduanya duduk, pria itu sudah beralih ke percakapan lainnya. Gadis yang tadi sudah lebih dulu pergi ke sudut konter, tampak sibuk menyiapkan dua cangkir kopi.
"Ya. Aku sedikit ragu, tapi aku sudah membuat keputusan. Aku ingin bergabung dengan kalian."
(Bukan berarti kalian memiliki pilihan untuk menolakku.)
Noelle sudah tahu sistem perekrutan anggota dari setiap organisasi milik gereja.
Setelah seseorang tahu akan keberadaan organisasi itu, maka mereka tidak memiliki pilihan lain selain bergabung, atau sepenuhnya menyimpan informasi ini untuk diri sendiri.
Sebelumnya Noelle sudah dengan terang-terangan mengakui niatnya untuk bergabung dengan Lunatic Order, dan itu membuat pihak organisasi tidak memiliki pilihan lain.
Satu-satunya yang menjadi bahan pertimbangan mereka adalah asal-usul Noelle. Dokumen identitasnya menyatakan asal-usul yang jelas, tapi masih belum diketahui bagaimana dia bisa membuat koneksi dengan Erwin.
"Baiklah, kurasa aku tidak perlu berbasa-basi denganmu, mengingat kau sudah tahu banyak. Langsung saja, apa kau punya pengalaman sebagai petualang? "
"Aku punya, tapi aku tidak bergabung dengan guild secara resmi. Aku hanya berkeliling dan bergabung dengan orang-orang asing."
"Dan begitulah kau mengenal dengan Erwin? "
Noelle menganggukkan kepalanya sebagai respon positif.
Dia mengatakan 'tidak bergabung dengan guild secara resmi' bukan tanpa asalan. Itu untuk mengelabui semua orang, dan membuat riwayatnya agar lebih abu-abu.
Jika dia hanya mengatakan kalau dia punya pengalaman sebagai petualang, itu akan memancing anggota intelijen Lunatic Order untuk menyelidikinya. Mereka tidak akan menemukan apa pun yang terkait dengan Noah Ashrain, jadi Noelle akan dengan mudah ketahuan.
Sebaliknya, jika dia mengatakan kalau dia tidak pernah bergabung secara resmi, maka dia akan aman dari penyelidikan. Tentu saja, bukan berarti dia aman sepenuhnya.
Mendapat jawaban dari Noelle, pria itu pun mengangguk sambil tersenyum.
"Aku senang kau berinisiatif untuk bergabung dengan kami. Tapi, apa kau benar-benar tidak keberatan? Hanya mengingatkan, setelah kau masuk, kau tidak akan bisa keluar lagi, dan pergerakanmu akan menjadi lebih terbatas. Ini memberi kami akses dalam kehidupan pribadimu, dan kemungkinan akan ada beberapa rahasiamu yang terungkap. Tentu saja, kami menghargai privasi setiap anggota lebih dari apa pun."
"Apa yang akan terjadi padaku jika aku memberontak atau mencoba kabur? "
Pria itu tersenyum tipis sambil menyipitkan matanya. Gadis yang sebelumnya telah meletakkan dua cangkir kopi hangat tepat di hadapan keduanya.
"Aku yakin kau tidak mau memikirkannya."
Noelle mengangkat cangkirnya dan meminum kopi panas itu sedikit demi sedikit. Ini masih pagi, jadi bisa dibilang ini adalah waktu yang tepat untuk asupan kafein.
Setelah selesai meminum sedikit kopinya, Noelle kembali meletakkan cangkir itu, dan berkata, "Kalau begitu, katakan padaku apa saja persyaratan untuk bergabung."
...****************...
Mendengar permintaan Noelle, pria itu mau tak mau tersenyum puas.
"Syaratnya tidak terlalu rumit. Kau hanya perlu menandatangani kontrak dan surat perjanjian kerahasiaan. Setelah itu, kau bisa bergabung dengan kami. Tentu saja, divisi di mana kau berada akan ditentukan setelah aku mengetahui mana yang layak untukmu, tapi normalnya para pemula akan ditempatkan di divisi investigasi."
Noelle belum terlalu memahami struktur anggota dalam organisasi Lunatic Order, tapi itu bukan masalah karena dia bisa mempelajarinya kapan saja.
"Baiklah, itu mudah. Kapan aku bisa menandatanganinya? "
"Tunggu sebentar, biarkan aku membuatnya."
" ……… "
Organisasi ini pastinya sangat jarang kedatangan anggota baru. Mereka bahkan tidak punya persediaan untuk surat kontrak dan surat jaminan kerahasiaan.
"Hehe, tolong abaikan itu. Kapten tidak terlalu suka suasana yang formal, jadi dia sering kali akan mencari cara untuk meredakan suasana."
Gadis yang menyambutnya tadi sudah kembali dan duduk secara diagonal di hadapannya.
"Ngomong-ngomong namaku adalah Felice, kamu bisa memanggilku dengan sebutan apa pun, tapi kebanyakan orang akan memanggilku Felis atau Elis, jadi ingat itu."
"Baiklah, terima kasih atas pelayanannya, Elis. Kamu mungkin sudah tahu, tapi namaku adalah Noah Ashrain, salam kenal."
Felice tersenyum masam pada Noelle. Dia menggelengkan kepalanya beberapa kali, lalu berkata, "Tidak perlu terlalu formal di sini. Kamu lebih tua dariku, jadi seharusnya akulah yang harus bersikap sopan. Selain itu, aku belum benar-benar mengetahui namamu. Bagaimanapun, aku hanya anggota staf umum di sini."
"Maaf, tapi … Apa hubungannya dengan itu? "
"Yahh, staf umum sepertiku tidak begitu diprioritaskan dalam hal penyebaran informasi. Sebelumnya, aku hanya mendapat kabar kalau seseorang mungkin akan bergabung, tanpa tahu identitas orang yang dimaksud, jadi aku bersiap-siap lebih awal, sibuk memilih biji kopi yang layak untuk disajikan."
"Begitu, ya … "
Setelah penjelasan Felice, Noelle mulai sedikit paham tentang struktur anggota.
Anggota tingkatan terendah disebut sebagai staf umum, sedangkan yang lainnya adalah divisi yang lebih terorganisir.
Sesuai namanya, staf umum bertugas dalam kegiatan di luar maupun di dalam organisasi.
"Kamu harus ingat kalah nama Kapten adalah Dolf. Ahh, dia datang."
Melihat ke belakang, Felice dengan cepat menyadari kehadiran Dolf. Dia pun langsung berdiri dan berlari kecil dengan tujuan menjauh dari Noelle.
Sekarang adalah sesi wawancara Noelle, jadi dia tidak boleh menganggu, atau Dolf akan menegurnya.
Dolf kembali dengan membawa beberapa lembar kertas yang ditulis secara manual dengan model tulisannya yang indah.
"Hanya ada tiga dokumen yang perlu kau tandatangani. Yang pertama adalah surat kontrakmu, lalu ada surat kontrak perjanjian, dan lembar terakhir adalah pernyataan persetujuan. Fungsinya sama dengan surat kontrak, tapi itu ia mencakup keseluruhan yang tidak ada di dalam surat kontrak itu.
Ada banyak hal yang tertulis, tapi Noelle memutuskan untuk hanya membacanya sekilas, lalu membalik ke halaman yang memiliki lembar yang penuh dengan tulisan. Di sana, tertera berbagai aturan yang harus Noelle patuhi selama beraktifitas sebagai anggota Lunatic Order.
Tanpa menghabiskan banyak waktu untuk membaca, Noelle langsung menandatangi tiga dokumen itu, lalu menyerahkannya pada Dolf.
Dolf menerimanya dengan senang hati, dan senyum hangat yang terpampang di sana membuat suasana suram di sekitarnya berubah. "Selamat, dengan ini kau sudah resmi bergabung. Kau akan mendapatkan seragam dan lambangmu nanti. Untuk sekarang, bersiaplah untuk pergi ke asrama tempatmu akan tinggal."
"Baiklah … Tunggu, asrama? "
...****************...