![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Setelah semua pelanggan keluar, Felice dengan cepat memasang papan penanda tutup tepat di depan pintu. Setelah itu, dia langsung masuk ke dalam dan mengunci pintu bar sehingga tidak akan ada yang bisa membukanya dari luar.
"Apa benar-benar sudah tidak ada pelanggan lagi? "
Rita dengan cemas bertanya pada Felice, sedangkan orang yang menerima pertanyaannya itu justru hanya mengangguk.
"Aku sudah memeriksa semua tempat, termasuk toilet. Tidak ada pelanggan lain. Alat sihir yang mendeteksi kehadiran manusia juga tidak mendeteksi siapa pun selain kita."
Setelah mendengar jawaban Felice, Rita langsung menghembuskan napas lega.
(Kenapa kalian terlihat panik? )
Meskipun Noelle tidak menanyakannya, ekspresi di wajahnya dengan jelas menggambarkan semua pertanyaan itu.
Felice menatapnya sejenak, lalu tersenyum masam.
"Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Sebenarnya, kami tidak perlu melakukan pemeriksaan tambahan, tapi … Ini hanya untuk mencegah kejadian lama terulang kembali."
"Kejadian lama? " tanya Noelle dengan penasaran.
Felice mengangguk, dia kemudian berjalan menuju meja konter dan merapihkan semua yang ada di atasnya sambil menjelaskan.
"Beberapa bulan sebelum kamu bergabung, ada warga sipil yang secara tidak sengaja bergabung dengan kami dalam rapat. Ternyata, dia berada di toilet saat kami menutup bar, jadi dia tidak sempat keluar dan justru mengikuti kami sampai ke ruang rapat."
" … Lalu … Apa yang terjadi padanya? "
Apa dia dibungkam secara paksa? Noelle secara alami berpikir begitu.
"Dia sekarang menjadi anggota di cabang lain. Setelah dia mendengar semua pembicaraan kami di rapat, kami tidak bisa membiarkannya begitu saja. Dexter awalnya menyarankan untuk mencuci otaknya untuk menghapus semua ingatan terkait, tapi cara itu terlalu sulit dilakukan sehingga Kapten terpaksa mengambil jalan tengah."
"Membuatnya bergabung dengan organisasi, ya … "
Saat ini, orang yang dimaksud sedang bekerja sebagai staff sipil di cabang lain, jadi Noelle tidak terlalu tertarik untuk mendengar ceritanya lebih jauh.
"Lalu … Untuk rapat hari ini, di mana tempatnya? "
"Kamu berdiri tepat di atasnya, tahu? " Rita yang sedang duduk di kursi tiba-tiba menyela.
Noelle melihat ke sana, dan menemukan Rita yang sedang menyilangkan kedua kakinya sambil memegang cangkir kaca yang mewah.
"Di atasnya … Maksudmu, itu ada di bawah kita? "
Noelle dengan tidak percaya melihat ke lantai tempatnya berpijak. Tidak peduli seberapa keras dia mencoba, dia tidak dapat merasakan apa pun dari bawah sana.
Kelihatannya seperti tanah padat yang normal, tidak ada ruang kosong yang cukup untuk ditempati satu manusia.
Kemudian, Noelle teringat dengan hal serupa yang ia rasakan saat belum bergabung dengan Lunatic Order. Saat itu, dia berhasil merasakan beberapa kehadiran manusia dari dalam bangunan bar, tapi semua itu menghilang setelah dia melangkahkan kakinya ke dalam.
Itu juga cocok dengan penjelasan Felice sebelumnya. Karena kemampuan deteksi mereka terganggu efek penghalang, mereka harus memakai alat sihir yang bisa memberi mereka akses untuk merasakan kehadiran semua orang yang ada di bangunan ini.
Ruang rahasia di bawah tanah bukanlah hal yang mengejutkan atau pun aneh. Meskipun begitu, Noee tetap merasa bersemangat saat mendengarnya.
"Noah, kenapa kamu terlihat sangat bersemangat? "
Rita merasakan antusiasme Noelle, dan memutuskan untuk bertanya.
"Ahh, entahlah. Hanya saja … Setiap kali aku mendengar sesuatu tentang bangunan bawah tanah, itu membuatku bersemangat," jawab Noelle sambil tersenyum kecil.
Setelah percakapan singkat, ketiganya akhirnya pergi.
Mereka memasuki ruang khusus pegawai, dan melewati salah satu pintu. Di balik pintu itu, ada tangga yang panjangnya tidak diketahui, mengarah langsung ke bawah.
Noelle masih belum mengetahui apa pun tentang tempat ini, jadi dia tidak bisa memaksa untuk pergi lebih dulu. Pada akhirnya, dia hanya berjalan menuruni tangga dengan mengikuti Felice dan Rita di depannya.
Sedikit mengejutkan, jumlah anak tangga yang Noelle lalui ternyata jauh lebih sedikit dari yang ia lihat sebelumnya. Ini cukup aneh, tapi bukan berarti Noelle akan sangat terkejut.
Dia telah mengalami banyak hal aneh lainnya, jadi tangga ilusi seperti ini tidak akan ada apa-apanya.
(Kurasa tidak sopan membandingkan tempat ini dengan perangkap yang diciptakan dewa … )
Noelle tersenyum masam sambil terus mengikuti Felice dan Rita. Akhirnya, dia tiba di sebuah ruangan yang cukup besar dengan banyak kursi dan meja.
Semua kursi dan meja di ruangan itu disusun dengan menghadap pada arah yang sama, yaitu dua buah kursi dan sebuah papan tulis kapur yang ukurannya cukup besar.
Mereka bertiga bukanlah orang pertama di ruangan ini. Pada saat mereka masuk, sudah ada orang yang lebih dulu datang dan menunggu semuanya.
"Apa kamu yang pertama datang ke sini? "
Noelle dengan alami langsung mengambil tempat duduk tepat di samping Louen, sedangkan pria yang dia ajak bicara itu membalas sapaannya dengan senyum hangat yang menenangkan.
"Tidak, Tian ada di sini beberapa saat yang lalu, tapi dia tiba-tiba keluar mencari Kapten."
Noelle tidak terlalu heran saat melihat Louen sudah datang lebih dulu darinya. Lagi pula, Louen ada di jadwal siang, tepat setelah pemberitahuan rapat itu diberikan. Karena itulah, dia sudah siap untuk pergi ke bar sejak awal.
"Maaf karena tidak membantumu dan Rita tadi. Panggilan tugas yang tiba-tiba memang selalu merepotkan." Louen dengan tidak nyaman menundukkan kepalanya sedikit. Dari kelihatannya, dia benar-benar menyesal karena telah melewati shift-nya hari ini.
Dari hari ini sampai Sabtu, Louen memiliki jadwal shift yang cukup mirip dengan Noelle. Satu-satunya yang membedakannya adalah jam mulai dan jam selesai.
"Tidak masalah, kami bisa mengatasinya. Fokuslah pada tugasmu sendiri." Noelle dengan cepat membalas sambil melambaikan tangannya sedikit.
Tak jauh dari tempatnya, Felice dan Rita juga sedang duduk dan mengobrol ringan berdua.
Semua berlanjut dengan santai, sampai akhirnya semua orang sudah berkumpul.
Ada beberapa wajah yang tidak pernah Noelle lihat sebelumnya, tapi dia mengetahui nama dan usia mereka berkat buku daftar pegawai.
Ada seorang pria yang duduk di sampingnya, membuatnya berada di tengah antara pria itu dan Louen.
Jika Noelle tidak salah mengingat namanya, maka pria itu pastilah Dexter, yang sudah berusia 24 di tahun ini.
Lalu, ada juga seorang wanita yang muncul dan membuat kelompok wanita di ujung ruangan menjadi semakin lengkap.
Sejak awal, cabang Lunatic Order di kota ini tidak memiliki banyak anggota wanita. Totalnya hanya ada tiga orang termasuk Felice dan Rita.
Wanita yang baru muncul itu bernama Mona, dan dia adalah seorang bendahara sekaligus sekretaris yang mengatur hampir semua lembar kegiatan dan keuangan untuk tim di bar kafe ini.
Ketiganya sedang sibuk mengobrol sambil tertawa sesekali, sedangkan barisan para pria hanya diam tanpa sepatah kata pun.
Mereka semua sedang menunggu orang yang tersisa, yaitu Dolf dan Tian.
Merasa bosan, Dexter yang ada di samping Noelle pun menoleh ke samping, menatap langsung pada Noelle.
"Apa kau anak baru yang bernama Noah? Kau terlihat lebih baik dari yang kubayangkan. Senang bekerja denganmu, kau mungkin sudah tahu, tapi namaku adalah Dexter. Panggil aku sesukamu."
Noelle mengangguk ringan sambil tersenyum. "Senang bertemu denganmu, Dexter. Senang bisa bekerja sama denganmu."
Sementara Noelle memperkenalkan dirinya sendiri, pintu tiba-tiba terbuka, dan dua sosok yang sudah ditunggu itu akhirnya tiba.
Semua orang, termasuk Noelle seketika berdiri, memberikan penghormatan formal sampai akhirnya Dolf mengizinkan semua orang untuk kembali duduk.
Setelah semua orang duduk, Dolf melihat mereka satu per satu, sebelum akhirnya tatapannya berhenti di Tian.
Dolf mengangguk, dan Tian membalasnya dengan anggukan singkat sebelum akhirnya berdiri dan mendekati papan tulis.
Tian mengangkat satu kapur putih, mulai menggambar sesuatu seperti peta konsep di sana. Sementara itu, Dolf akhirnya berbicara.
"Selamat sore, semuanya. Maaf karena mengganggu kalian semua. Tapi, seperti yang kalian tahu, rapat ini tidak akan diadakan jika kita tidak memiliki alasan yang kuat untuk melakukannya."
Berdeham sejenak, Dolf mulai mengambil posisi duduk dengan bagian atasnya sedikit condong ke depan.
"Sebelum tengah hari tadi, Gereja mengirimkan surat pada kita. Surat itu berisi penjelasan mengenai apa yang harus kita semua lakukan selanjutnya."
Tian masih sibuk dengan papan tulis, tapi Dolf tidak menghentikan penjelasannya.
"Aku yakin kalian semua sudah mengetahuinya. Ada seorang buronan di kota ini. Itu terdengar normal, bukan? Yang menjadi masalahnya, buronan ini terkait dengan organisasi jahat yang sudah kita kejar selama ini."
Setelah kata-kata itu diluncurkan, Noelle langsung memiliki firasat buruk tentang ini.
"Buronan yang kumaksud adalah Feran Cerces, seorang wanita penghibur yang banyak mengenal pejabat di Republik, sekaligus pelaku di balik pencurian dan penggelapan aset berharga dari beberapa tokoh masyarakat. Sejauh yang kami ketahui, dia sudah membawa lari lebih dari tiga juta Lunar."
(Ahhh, tentu saja namanya akan disebut … )
"Itu jumlah yang besar." Dexter tanpa sadar langsung berkomentar. Dia benar-benar terkejut dengan jumlah uang sebanyak itu.
"Aku setuju denganmu. Namun, bukan itu yang menjadi masalah kita. Feran Cerces, wanita itu telah dikonfirmasi sebagai anggota dari Swallow Life Order, yang sudah kita cari selama ini."
"Apa mereka akhirnya akan muncul ke permukaan? Para tikus pengecut itu akhirnya menunjukkan diri, ya? "
Dexter tampaknya suka berkomentar tanpa berpikir panjang.
Tapi, apa yang dia katakan memang benar. Meskipun Swallow Life Order akan membuat keributan besar setiap kali muncul ke permukaan, mereka selalu bersembunyi saat hampir tertangkap. Itu membuat mereka menjadi kelompok yang paling menyusahkan untuk dilawan.
"Begitulah, singkatnya … Gereja meminta kita untuk menyelidiki semua hal tentang Feran Cerces, mulai dari latar belakangnya, fakta di balik pekerjaannya, alasannya mencuri semua uang itu, dan banyak lainnya. Untuk itu, kita akan membagi tugas."
Setelah Dolf selesai mengatakannya, Tian secara bersamaan juga berhenti menulis. Dia bergerak menyingkir dari papan tulis, lalu memperlihatkan itu pada semua orang.
(Pembagian kelompok, ya … Huh, kenapa aku dipasangkan dengan Elis? )
Dari semua kelompok yang ada, Noelle dipasangkan dengan Felice. Tentu saja, itu semua bukan tanpa alasan.
"Aku yakin kalian bingung dengan ini, tapi … Aku sudah mempertimbangkan semuanya. Noah, aku menerima laporan bahwa kau adalah saksi saat Feran Cerces pertama kali menunjukkan ulahnya. Jadi, aku ingin kau berpasangan dengan Felice untuk mengumpulkan, serta memberikan informasi kepada semua anggota yang tersisa."
"Itu tidak masalah." Noelle langsung menjawabnya.
Dia tidak keberatan dengan ini. Lagi pula, semua sesuai dengan keinginannya.
Untuk beberapa waktu, Noelle ingin menghindari garis depan. Jadi, bekerja di belakang meja dengan menjadi seorang informan akan menjadi langkah yang baik.
Selain itu, sebagai seorang saksi di tempat kejadian, dia memiliki akses yang lebih banyak terhadap informasi yang ditutupi oleh berbagai pihak.
(Kurasa ini tidak akan menjadi masalah.)
...****************...