[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 304: Katalis Pembangkit



...****************...


Tania menyipitkan matanya saat dia mendengarkan semua penjelasan Noelle. Doa sudah mengetahui itu, tapi semakin menyadari kengeriannya seiring dengan berlangsungnya cerita.


Sebuah kerajaan yang damai, memiliki pemimpin yang baik, seketika hancur ketika wabah yang tidak diketahui ktu muncul.


Sebelumnya, Tania nyaris tidak tahu apa pun tentang Wabah Kristal. Tapi, dia sekarang memiliki pengetahuan yang lebih besar dari orang biasa berkat koneksinya dengan Asterisk.


Selain itu, kisah Ratu Bengis terasa seperti sebuah dongeng. Tania tidak akan percaya akan keasliannya jika dia tidak melihat langsung semua kristal itu.


"Noah."


Noelle langsung mengangguk ketika Tania memanggil namanya.


"Dari yang kita ketahui berdasarkan informasi Auger, Wabah Kristal seharusnya merupakan wabah buatan, yang disebabkan oleh percobaan Voyager."


"Tapi waktunya …."


"Tidak cocok."


Noelle melengkapi kalimat Tania seolah dia sudah tahu apa yang ingin dia katakan.


"Wabah Kristal yang kita tahu terjadi sekitar dua sampai tiga dekade yang lalu. Dan itu pun terjadi di negara kecil antara Kerajaan dan Kekaisaran Alacrylia. Mengingat lokasi dan waktunya, Wabah Kristal yang kita ketahui dan yang menimpa Kerajaan Fortenia ini …."


"Berbeda," ucap Tania sambil mengangguk.


Noelle menghempaskan kertas tebal di tangannya, dan bersandar ke sofa dengan napas berat.


"Ini semakin membingungkan," ucapnya saat dia menerima usapan kepala dari Tania yang masih dalam posisi berbaring di sofa.


"Tapi … setelah aku memikirkannya kembali, ini masuk akal."


"Masuk akal? "


Tania memiringkan kepalanya dengan bingung, mempertanyakan maksud dari kata-kata Noelle.


Noelle pun mendengus sambil tersenyum tipis, sebelum akhirnya menjawab, "Kita memang belum tahu alasannya, tapi Voyager telah melakukan percobaan dengan virus itu. Hasilnya, adalah Wabah Kristal yang menyebabkan genosida masif. Kita tahu itu. Tapi, apa kau sadar? "


Noelle mengangkat selembar kertas yang dilipat rapih, memberikannya pada Tania. Setelah dibuka, rupanya kertas itu berisi deretan penjelasan yang belum Tania ketahui.


"Ini hanya asumsiku, tapi aku cukup yakin kalau virus ini bukan dibawa oleh Voyager, melainkan muncul secara alami, yang kemudian dijadikan sebagai subjek percobaan oleh mereka."


Sambil mendengarkan penjelasan Noelle, Tania telah membaca habis semua penjelasan di kertas itu. Dan itu sesuai, masuk akal dengan apa yang terjadi sehingga Tania mau tak mau mempercayainya.


"Jadi maksudmu … virus kristal itu muncul dengan sendirinya ratusan tahun yang lalu, dan kemudian Voyager muncul dengan membawa virus itu bersama mereka sebagai subjek percobaan …. Begitu, 'kan? "


Noelle mengangguk. "Benar. Syukurlah kau mengerti dengan cepat."


"Tapi …." Noelle melanjutkan, "kita masih belum tahu itu dengan pasti. Dan karena itulah aku akan mencoba memastikannya nanti."


"Dengan cara? "


Tania masih tidak tahu dengan apa yang Noelle rencanakan. Dan meski dia tahu, dia tidak akan terlalu mengerti sebelum Noelle menjelaskan semuanya secara langsung.


Menanggapi itu, Noelle tersenyum simpul, lalu menoleh ke belakang untuk menatap Tania secara langsung.


"Saat ini, aku mengenal dua keberadaan yang mengetahui cukup banyak hal tentang Voyager. Yang pertama adalah Auger, lalu yang kedua … 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu'."


Itu adalah nama yang tidak Tania kenal, tapi dia merasa akrab dengan gelar semacam itu. Hanya dengan mendengarnya, dia sudah dapat membayangkan seperti apa keberadaan yang dimaksud itu.


Navi yang berbicara di pikirannya pun memperingatkan agar dia berhati-hati, karena Noelle mencoba menghubungi keberadaan yang diluar nalar—seorang dewa.


Noelle sadar kalau Tania semakin waspada. Karena itu dia mencoba menenangkannya dengan bersikap santai.


"Tolong jangan terlalu khawatir. Aku tidak bisa jamin, tapi saat ini kami memiliki hubungan kerja sama yang cukup baik."


Itu benar, Noelle dan 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu' memiliki hubungan kerja sama yang saling menguntungkan. Noelle akan mencari cara untuk membebaskanNya, dan 'Dia' akan bekerja sama jika Noelle meminta.


Di saat seperti inilah hubungan kerja sama itu berguna.


"Yahh, aku tidak berniat menghubunginya sekarang. Paling tidak, aku akan mencobanya besok."


Noelle mendengus senang, lalu bangkit dari posisinya, dan membereskan semua kertas yang berserakan di lantai dengan kekuatan telekinesisnya.


"Nah, untuk sekarang kita bisa mengesampingkan masalah virus itu. Kita akan mengetahuinya cepat atau lambat. Yang harus kita fokuskan sekarang adalah …."


"Bagaimana cara membebaskan Ratu Bengis, ya? "


Noelle mengangguk. "Itu benar. Kita sudah menemukan petunjuk, tapi tetap saja sulit untuk memastikan jawabannya."


Dalam proses penyelamatan itu, yang terpenting adalah keikutsertaan suku Artof. Jika mereka setuju untuk bekerja sama, maka semua mungkin akan berjalan lancar, seperti yang Noelle rencanakan.


Satu-satunya masalah, adalah bagaimana dia bisa memenuhi syarat untuk membebaskan Ratu Bengis. Bagaimanapun, syaratnya cukup merepotkan.


Sebenarnya, mereka hanya membutuhkan tiga hal; tiara yang Ratu Bengis gunakan saat masih menjadi penguasa Fortenia, bendera Kerajaan Fortenia, dan darah sang ratu itu sendiri. Ketiganya dibutuhkan karena merupakan katalis yang terkait erat dengan jiwa Ratu Bengis.


Meski sederhana, Noelle kerepotan hanya dengan memikirkan bagaimana bisa mengumpulkan semuanya.


Karena bagaimanapun juga, Kerajaan Fortenia telah hancur. Bahkan sampai sekarang pun kerajaan itu masih menjadi reruntuhan, dengan hantu rakyatnya yang terus bergentayangan tiada akhir, menunggu sampai sang ratu membawakan kebebasan pada mereka.


"Dengar aku baik-baik, Tania, dan pastikan kau tidak membongkar ini pada suku Artof."


Setelah membereskan semua kertas yang berserakan, Noelle segera berbalik menghadap Tania yang sudah duduk memeluk kakinya di atas sofa.


"Kemungkinan besar– tidak, aku yakin dengan ini. Ratu Bengis sudah mati."


Itu adalah informasi baru. Tania belum mendengar atau mengetahui itu.


"Kau pasti berpikir bagaimana aku bisa berpikir begitu. Baiklah, jawabannya adalah karena Ratu Bengis masih manusia pada saat melawan Penjajah Kristal."


"Kalau begitu, bagaimana dia …."


"Bisa 'melindungi suku Artof'? "


Noelle dengan sempurna melanjutkan kalimat pertanyaan yang ingin Tania keluarkan. Dia pun memberikan senyum tajam, senyum yang meremehkan. Bukan pada Tania, tapi pada sosok yang mungkin hanya ada di pikirannya sendiri.


"Ratu Bengis adalah manusia, setidaknya sampai saat dia mengurung diri bersama kolam Wabah Kristal itu"


"Jangan bilang–! "


Tania sudah bisa menebaknya. Tapi dia tidak sempat mengutarakan apa yang ada di pikirannya, karena lagi-lagi Noelle telah mendahului.


"Itu benar. Sama seperti yang dia lakukan pada suku Artof, Ratu Bengis mencoba memaksakan evolusi pada dirinya sendiri. Namun, evolusi itu tidak seperti yang dialami suku Artof, karena evolusi pada mereka hanya dimaksudkan untuk melindungi mereka dari wabah dan suhu dingin yang ekstrim."


Evolusi yang dialami oleh Ratu Bengis itu berbeda.


Itu adalah jenis evolusi, yang membawanya ke jalan eksistensi yang lebih tinggi.


Noelle berbalik memunggungi Tania dan menatap bulan menggantung cerah di langit melalui jendela.


"Itu benar, Tania. Ratu Bengis sedang menapaki jalan menuju pendewaan."


...****************...


Dia pikir itu adalah hal yang mustahil.


Namun, rupanya itu benar-benar ada, jalan pendewaan.


Noelle tidak akan percaya jika bukan Noir yang mengatakannya.


Itu benar, sebelum dia sempat membuat kesimpulan akhir tentang situasi yang dialami Ratu Bengis, Noir telah bangun dari tidurnya dan mengatakan kalau Ratu Bengis mungkin memaksakan dirinya untuk memasuki jalan pendewaan.


Noelle awalnya tidak mau percaya, tapi sampai sekarang Noir belum benar-benar memberinya informasi jebakan. Jadi, bisa dibilang kalau informasi itu benar.


Sekarang setelah dia memikirkannya, semua menjadi masuk akal jika Ratu Bengis dengan paksa memasuki jalan pendewaan.


Karena bagaimanapun juga, dia tidak lebih dari manusia saat masih menjadi ratu di Kerajaan Fortenia. Tidak mungkin dia masih hidup sampai sekarang dan melindungi suku Artof dari balik gerbang raksasa itu.


Penjelasan yang paling masuk akal adalah dia mencoba menjadi dewa, makhluk dengan jangka hidup paling lama di dunia, agar dia bisa terus melindungi suku Artof.


Tapi sepertinya dia tidak berhasil, juga tidak gagal. Itu ada di tengah-tengah antara keberhasilan dan kegagalan.


Dia berhasil membangkitkan tubuh dan jiwanya sebagai seorang dewa baru, membuatnya menjadi eksistensi yang lebih tinggi dari manusia. Namun, di saat yang sama dia harus mengorbankan kesadaran, atau bahkan 'nyawanya' sendiri.


Jadi yang melindungi suku Artof dari balik gerbang raksasa bukanlah Ratu Bengis yang sesungguhnya, melainkan 'kesadaran semu' yang tersisa dari sang ratu, yang terus melakukan tugasnya bahkan sampai detik ini.


Kesadaran semu itu telah bekerja keras tanpa henti demi menjalankan tugas terakhir ratu, yaitu melindungi suku Artof.


Ratu tidak mati karena dia masih memiliki pengikut, yaitu suku Artof.


Dan dari sanalah Noelle dapat menemukan ide untuk membangkitkan Ratu Bengis.


Seorang dewa, pada dasarnya abadi. Selama konsep dan akar yang menyusun keberadaannya masih ada. Karena itu, suku Artof yang telah menjadi akar dari keberadaannya kini membuatnya terus hidup meski hanya sebagai kesadaran semu.


Dengan suku Artof sebagai pengikut dan akar penyusun, serta 'harta suci' ratu berupa tiga katalis yang terkait erat dengannya, Noelle yakin kalau dia bisa merangsang kebangkitan sang ratu yang ada di balik gerbang.


Dan ketika itu terjadi, Ratu Bengis kemungkinan besar akan benar-benar bangkit.


...****************...