[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 200: Taman di Atas Kabut (2)



...****************...


Semenjak pembicaraan terakhir, hampir satu jam telah berlalu.


Sebelumnya, tepat setelah sepuluh menit sejak percakapan mereka, mereka semua telah sepakat untuk menjelajah tempat itu, demi menemukan jalan keluar yang akan membawa mereka kembali.


Kini, mereka ada di atas sebuah kapal hantu yang mereka temukan sedang mengambang di perairan.


Rupanya, taman yang dipenuhi kabut itu adalah salah satu lembah yang ada di area besar ini. Ukurannya kemungkinan hanya mencakup satu pulau kecil, membuatnya tidak sulit untuk dijelajahi. Hanya saja, kabut abu-abu itu benar-benar berbahaya karena menyebabkan jarak pandang mereka berkurang secara drastis.


Kapal hantu yang mereka temukan itu juga terlihat seperti kapal terbengkalai yang sudah lama ditinggalkan. Saat pertama kali mereka menemukannya, ada banyak kerangka manusia yang tergeletak di geladak kapal dan berbagai ruangan, bersama dengan pasokan makanan dan minuman yang sudah rusak kualitasnya.


Mereka semua menaiki kapal, dan membuat kapal itu berlayar di sekitar selama hampir 40 menit lamanya.


Saat ini, kapal yang mereka tumpangi ada di area perairan yang memiliki kabut abu-abu tebal menutupinya.


Kapal itu memiliki cukup banyak ruangan, sehingga mereka bisa beristirahat secara bergantian untuk melakukan tugas penjagaan; dan sekarang, adalah giliran Noelle dan Olivia untuk mengawasinya.


Awalnya Noelle berpasangan dengan Cryll, tapi Olivia memutuskan untuk menukar rotasi itu karena ia memiliki sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Noelle.


Dia sudah memutuskannya, bahwa dia akan memberi tahu Noelle tentang apa yang ia lihat di area dengan mana kotor itu.


Noelle sedang duduk diam di tengah geladak, memusatkan semua fokusnya untuk mendeteksi semua jenis keberadaan yang ada di sekitar kapal. Namun, ia tak menemukan sesuatu yang tampaknya berbahaya.


Itu membuatnya menjadi lebih santai.


Noelle menyandarkan tubuhnya di tiang kayu yang besar, dan menghela napas lega. "Untungnya kapal ini bisa mengemudikan dirinya sendiri … "


Itu benar-benar menjadi berkah bagi dirinya dan semua orang di sana. Sebenarnya, tidak ada satu pun di antara mereka yang bisa mengemudikan kapal. Jika mereka memaksa untuk mencoba mengemudikannya tanpa memahami sistem navigasi, maka itu hanya akan menyebabkan kekacauan.


" … Laut yang aneh … "


Ingatan tentang peta yang dia dan Norman temukan di ruang kapten tiba-tiba terlintas di benaknya.


Dia sudah mengingat hampir semua detail pada peta itu, membuatnya secara samar memahami lokasinya sekarang.


Tampaknya, mereka semua sedang berlayar di area Laut Senor sekarang. Laut yang dirumorkan memiliki banyak bahaya yang tidak diketahui, dan tidak pernah dijelajahi bahkan oleh pihak kesatria dan gereja.


Udara di sekitar laut itu benar-benar berat, membuat mereka secara bertahap mengalami kerusakan mental. Tidak peduli seberapa tinggi statistik atau ketahanan mereka, psikologis mereka akan terkikis sedikit demi sedikit ketika memasuki tempat ini.


Itu mungkin bukan masalah bagi kelompok reinkarnator yang memiliki berkah dewi, tapi beberapa orang lainnya seperti Cryll, Stella, Chloe dan Levina memiliki kondisi yang agak menyedihkan.


Mereka semua sedang terbaring sekarang, mencoba untuk mengurangi efek negatif yang menyerang pikiran mereka.


Namun, dalam kasus Levina, dia tampaknya tidak terlalu terpengaruh.


Saat itu, persepsi kehadiran Noelle sedikit terpicu, dan dia melihat ke belakang. Di belakangnya, ada sosok Levina yang muncul bersama dengan Olivia.


Olivia memiliki senyum hangat di wajahnya, sementara Levina terlihat sedikit cemas.


"Apa yang kalian lakukan? "


Mengesampingkan Olivia yang memang sedang dalam jadwal penjagaannya, Levina seharusnya ada di kamar sekarang, terbaring dan tidur bersama Chloe dan Brackas.


Tentu saja, itu dengan asumsi kalau Levina terkena efek dari udara di sekitar laut yang menyebabkan kerusakan mental. Levina adalah makhluk yang disebut sebagai Archon, dan meskipun asal-usulnya masih belum jelas, konstitusi tubuhnya sudah pasti tidak seperti manusia normal.


Dia mungkin memiliki beberapa ketahanan terhadap efek udara dan kabut ini.


Saat Noelle termenung memikirkan jawabannya, Olivia sudah lebih dulu duduk di sampingnya, dengan mudah menempatkan tubuh Levina di atas pangkuan Noelle.


Noelle yang masih bingung hampir tidak merespon, hanya ketika dia menyadari beban tambahan pada tubuhnyalah dia akhirnya melihat ke bawah.


Levina duduk di pangkuannya, berpose sopan dan seolah menahan dirinya sendiri agar tidak memberikan beban tambahan pada Noelle. Selain itu, wajahnya terlihat agak gugup, dan dia akan sesekali melirik pada Noelle, kemungkinan bertanya-tanya tentang apa yang Noelle pikirkan.


Bagaimanapun, Noelle hanya menghela napasnya. Dia kemudian menarik tubuh Levina semakin dekat dengan dadanya sendiri. Gadis kecil itu kini bersandar tepat di dada Noelle.


Mengabaikan keterkejutan Levina, Noelle memperkuat pelukannya pada Levina dan menoleh untuk menatap pada Olivia.


"Apa ini yang kamu inginkan? "


Olivia tidak menutupi kebenarannya saat dia mengangguk dengan senyum hangat. Dia suka saat melihat Noelle bisa dekat dengan Levina. Sejauh ini, yang paling banyak berinteraksi dengan Levina hanyalah dirinya dan Chloe, sementara Noelle yang seharusnya memiliki hubungan paling erat dengannya justru sedikit menghindar.


Noelle sekali lagi menghela napasnya dan melihat ke bawah. Saat itu, dia menemukan Levina yang ekspresinya hampir seperti biasa. Hanya saja, Noelle bisa dengan jelas tahu kalau dia sedang senang.


Jika Noelle tidak memperhatikannya, Levina mungkin sudah mengayunkan kakinya sekarang.


Pemandangan itu membuat senyum tipis muncul di wajah batu Noelle. Dia pun melihat ke samping, menunggu Olivia mengatakan sesuatu.


Dia sudah terbiasa dengan semua gelagat Olivia, jadi dia tahu perbedaan ketika Olivia ingin mengatakan sesuatu, atau hanya ingin duduk di dekatnya saja.


Kali ini, Noelle yakin kalau Olivia ingin mengatakan sesuatu. Topiknya mungkin menjadi sesuatu yang tidak akan menjadi masalah meski Levina mendengarnya.


Setelah hening sejenak, Olivia akhirnya menganggukkan kepalanya. "Noelle, ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengan Noelle."


"Apa itu? "


Olivia menjawab, "Ini tentang apa yang sebenarnya kulihat di alam mimpi kolektif itu."


...****************...


"Pertempuran para dewa, mana kotor yang mengandung kekuatan'Nya', dan sisa-sisa pertempuran yang masih membekas di tempat ini … Kurasa aku mulai memahaminya … "


Hampir 20 menit berlalu, dan Olivia sudah memberi tahu Noelle tentang semua yang is lihat, termasuk beberapa kesimpulan acak yang ia temukan.


Selama proses bercerita, Noelle hanya dengan patuh mendengarkan sambil sesekali menanyakan detail yang tidak disebutkan Olivia, sementara Levina yang duduk di pangkuannya hanya dengan gembira bermain dengan boneka kecil yang Noelle berikan.


Akhirnya, Olivia selesai menceritakan semuanya, menunggu Noelle untuk berbagi pemikiran dengannya.


Ada pun tentang alasan mengapa Olivia tidak menceritakan ini di depan Kaira dan yang lainnya, Noelle sudah tahu jawabannya, jadi dia tidak menanyakan apa pun.


Tentang mengapa Olivia menunggu waktu yang tepat untuk hanya memberitahukannya pada Noelle, alasannya bisa dibilang sederhana. Sebenarnya, dia tidak ingin mengambil resiko apa pun, jadi dia hanya akan memberi tahu Noelle tentang hal ini. Dengan begitu, segala macam resiko akan diminimalisir, dan semua jenis efek negatif dari cerita ini hanya akan menargetkan mereka berdua.


Ini hampir bisa disebut sebagai bentuk pengorbanan diri, tapi alasan lainnya sebenarnya karena Olivia penasaran.


Dia tidak menceritakannya pada yang lain karena ia tahu kalau mereka pasti akan memberikan jawaban yang berbeda dari yang ia pikirkan. Jadi, untuk sementara, ia hanya akan mengumpulkan pemikirannya sendiri dan Noelle untuk kemudian dibandingkan dengan pemikiran yang lain.


Dia diam-diam membuat rencana terstruktur untuk ke depannya, sementara Noelle telah lebih dulu mengangkat kepalanya seolah telah tercerahkan.


"Mungkin … Dulunya tempat ini memang menjadi lokasi pertempuran antara para dewa. Kita tidak tahu pasti seberapa besar kekuatan para dewa itu, tapi yang jelas, itu pasti sangatlah besar sehingga sisa-sisa kekuatan mereka masih ada di sini hingga saat ini."


"Dari penjelasanmu, ada enam dewa yang terlibat, salah satunya adalah Dewi Kesuburan. Kemungkinan besar, sisa kekuatan mereka yang masih ada di sini menyebabkan banyak anomali pada tempat ini."


Dewi Kesuburan adalah dewi yang tidak begitu dikenal, dan hanya menjadi bagian dari agama minoritas saja. Namun, di beberapa negara di selatan, sosok'Nya' sangatlah dihormati, terutama di tempat yang menggunakan sektor pertanian dan peternakan sebagai penopang hidup mereka.


Tentang kekuatan apa yang dilambangkannya, Noelle masih belum tahu. Namun, melihat dari kejadian beberapa waktu yang lalu, Noelle yakin akan beberapa hal.


Yang pertama, kekuatan yang membuat mereka masuk ke alam mimpi pasti disebabkan oleh sisa kekuatan Vesperi Goddess Zelica yang membekas di tempat itu. Vesperi Goddess Zelica sendiri dikenal sebagai Dewi Penjaga Malam. 'Dia' juga memiliki gelar lain berupa 'Queen of Dream World', dan 'Horror Empress'.


Berdasarkan nama kehormatan itu, sangat mudah untuk menentukan hubungan yang 'Dia' miliki dengan kekuatan yang menarik semua orang ke alam mimpi.


Lalu, yang ke-dua adalah anomali yang kemungkinan besar disebabkan oleh sisa-sisa dari kekuatan God of Tempest, Dargon, yang juga dikenal sebagai Dewa Badai.


Kekuatan yang diwakili oleh'Nya' adalah 'irasionalitas'.


Pemuja Dewa Badai sering kali disebut sebagai kumpulan orang gila. Ada pun alasan untuk itu, sebenarnya itu karena nama kehormatan'Nya'.


Dewa Badai memiliki beberapa nama kehormatan, yang salah satunya adalah 'Tirani yang Berkuasa'. Itu cocok dengan 'irasionalitas' yang Noelle pikirkan.


Irasionalitas sendiri dapat ditemukan secara langsung di sekitar Laut Senor.


Itu diwujudkan dengan angin dan kabut yang secara perlahan mengikis kewarasan makhluk hidup, dan membuat mereka semua mengalami kerusakan mental setelah beberapa saat.


Lalu, ada God of Knowledge, Gerben, yang juga sering disebut sebagai Dewa Pengetahuan, atau Dewa yang Maha Tahu. Dalam salah satu baris di kitab sucinya, ada paragraf yang menyatakan kalau 'Dia' adalah perwujudan dari kecerdasan dan pengetahuan yang dimiliki oleh Tuhan, atau Pencipta Sejati.


Secara singkat, bisa dibilang kalau keberadaan'Nya' adalah yang paling dekat dengan manifestasi dari Pencipta Sejati.


Anomali yang diwakili oleh'Nya' kemungkinan besar adalah 'bisikan pengetahuan' yang hanya bisa didengar secara jelas oleh Werli.


Informasi tentang ini sedikit samar karena Noelle tidak tahu detailnya, tapi ia cukup mengerti kalau bisikan yang Werli dengar itu menjadi semakin kuat saat di dunia mimpi.


Tentang bagaimana dia bisa tahu kalau Werli memiliki kemampuan untuk mendengar apa yang tidak bisa orang lain dengar, Norman dan Kaira sudah memberitahunya lebih dulu, membuatnya secara samar memahami garis besar masalah ini.


Namun, dari informasi itu, Noelle masih merasa ada sesuatu yang aneh.


Dari cara Werli menjelaskannya, bisikan itu bisa menjadi lebih kuat di alam mimpi bukan karena berkah Anastasia yang menekannya menjadi melemah, tapi karena bisikan itu sendiri menjadi benar-benar kuat, jauh lebih kuat dari biasanya. Itu menyebabkan berkah Anastasia yang biasanya meredamnya, menjadi agak tidak berguna.


Dalam hal ini, bisa disimpulkan kalau bisikan itu kemungkinan besar adalah anomali yang terkait dengan God of Knowledge, Gerben.


Kekuatannya saling tumpang tindih dengan sisa kekuatan Vesperi Goddess Zelica, sehingga menyebabkannya melebur menjadi anomali yang hanya akan muncul di alam mimpi.


"Sisanya hanya Dewa Matahari dan Dewi Cahaya … "


Dari semua hal, kedua bagian inilah yang membuatnya bingung.


Berdasarkan nama kehormatannya, jelas kalau True Sun God Qulhod, dan Holy Light Goddess Lumine memiliki elemen yang sama, yaitu cahaya.


Sedangkan sesuatu yang mewakili cahaya sama sekali tidak muncul dalam alam mimpi kolektif, maupun dunia nyata.


Bulan merah? Kemungkinan besar itu tidak ada hubungannya. Bagaimana pun, True Sun God Qulhod dan Holy Light Goddess Lumine sama sekali tidak memiliki nama atau gelar kehormatan yang berkaitan dengan bulan merah.


Satu-satunya dewa atau dewi yang memiliki kaitan samar dengan bulan merah adalah Vesperi Goddess Zelica. 'Dia' memiliki gelar tambahan yang berupa 'Sinar yang Menerangi Malam', yang secara jelas menyebutkan kalau 'Dia' adalah sinar bulan. Namun, 'Dia' tidak punya nama kehormatan yang bisa menjelaskan tentang bulan merah itu …


Noelle secara bertahap mulai frustasi karena ketidakmampuannya untuk sampai pada suatu kesimpulan.


Pemikirannya macet, dan dia tidak dapat memberikan pandangannya lebih lanjut lagi. Dia terdiam sambil memikirkan masalah ini.


Tak lama kemudian, dia selesai berpikir, dan menatap Olivia.


"Kurasa kita bisa simpan masalah ini. Untuk sekarang, kita sudah tahu kaitan antara tiga dewa dengan kekuatan yang ada di lautan ini. Tapi, ada baiknya untuk berhati-hati dengan sisa kekuatan yang lain."


Olivia mengangguk dengan serius. Dia kemudian melirik sedikit pada Levina yang masih duduk diam di pangkuan Noelle dengan mata yang perlahan terkulai.


"Dia akan segera tertidur … Akan lebih baik kalau Noelle membiarkannya lebih lama lagi."


Olivia ingin membuat Levina senang dengan memberinya pelukan hangat dari Noelle sebelum benar-benar jatuh tidur.


Dia tidak ingin menjadi wanita yang egois, jadi dia akan berbagi kehangatan yang biasanya ia rasakan itu kepada Levina.


Setelah memastikan Levina, dia kembali menatap Noelle dengan bingung. "Tapi, Noelle … Meskipun kita sudah menemukan jawaban untuk itu … Bagaimana kita akan keluar dari lautan ini? "


Noelle tidak langsung menanggapinya. Dia diam sejenak, lalu menjawab, "Tentang itu … Aku sebenarnya sudah memikirkannya. Tapi, aku tidak tahu apakah ini akan berhasil atau tidak … "


Metode yang telah Noelle pikirkan cukup sederhana. Itu adalah dengan membalikkan proses ritual yang membuat dia dan semua orang masuk ke Taman Kabut sebelumnya.


Mungkin saja, dengan melafalkan nama kehormatan dari 'Dia' yang menciptakan dungeon itu, akan membuat mereka kembali ke tempat semula.


Bagaimanapun, Noelle belum mencobanya, jadi dia tidak tahu apakah itu akan berhasil atau tidak. Semua bergantung pada keberuntungan.


Noelle diam-diam berdoa untuk keberuntungan semua orang, sebelum akhirnya melihat Olivia yang telah berpindah ke posisi yang lebih dekat dengannya.


Dia masih duduk di sampingnya, tapi kedua lengannya yang agak pendek bisa dengan mudah memeluk Noelle melalui perutnya.


Wajahnya didekatkan dengan telinga, dan dagunya bertopang di bahu Noelle.


" … Apa yang kamu lakukan? "


Noelle sudah terbiasa dengan tingkah laku Olivia, tapi tetap saja mengejutkan baginya untuk tiba-tiba bertindak begini.


"Hanya mengisi kembali energiku. Aku dan Noelle sudah tidak bertemu selama beberapa waktu, dan itu rasanya sangat tidak menyenangkan. Aku kehilangan banyak energi, jadi biarkan aku mengisi ulang di sini. Aku juga akan membantu Noelle menghilangkan kelelahan yang Noelle alami."


" ……… Lakukan sesukamu."


Noelle hanya tidak tahu bagaimana harus menanggapinya.


Sementara itu, Olivia tersenyum dengan penuh kemenangan. Pelukannya menjadi semakin kuat, dan dia menenggelamkan wajahnya di leher Noelle, secara alami menancapkan taringnya di sana.


"Jika kita sendirian dan ada di kamar, aku mungkin sudah mendorong Noelle sekarang … " ucapnya setelah menjilati beberapa tetes darah kental yang tersisa di bibirnya.


...****************...