[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 149: Cryll Rescue Act (6)



...****************...


"Tunggu."


Tepat sebelum Noelle benar-benar meninggalkan mereka, Kaira memanggilnya dan membuat Noelle seketika berhenti.


Noelle berbalik dan menatap Kaira dengan pandangan bertanya-tanya, bingung dengan alasan ia tiba-tiba memanggilnya.


Entah itu di bumi, atau bahkan di dunia baru ini, Kaira tidak memiliki hubungan yang dekat dengan Noelle. Mereka berdua menganggap diri masing-masing sebagai orang asing yang tidak perlu terlibat dalam banyak hal.


Jika Kaira sampai memanggil Noelle seperti itu, maka itu seharusnya menjadi hal yang penting.


"Ada sesuatu yang penting yang harus kami beri tahukan padamu. Bisakah kita melanjutkan misi ini bersama? Jangan khawatir, kami sudah tahu lokasi Cryll. Jadi tidak ada alasan bagimu untuk menolak tawaran ini, 'kan? "


" … Lakukan dengan cepat," ucap Noelle dengan raut wajahnya yang sama sekali tidak berubah.


Dengan begitu, Kaira mulai menceritakan semua hal yang ia temukan. Selama penjelasan, Noelle tetap diam dengan wajah serius, tampak jelas kalau ia benar-benar menyimaknya.


Begitu selesai, Noelle langsung menghela napas lelah.


"Jadi begitu, ya … Mereka punya pendapat sendiri yang mereka buat berdasarkan sudut pandang mereka sebagai korban … Itu informasi yang bagus, kurasa."


"Apa maksudmu? "


Kaira tidak mengerti maksudnya. Ia hanya bisa memiringkan kepalanya dengan bingung di hadapan Noelle yang bergumam dengan suara yang rendah.


" … Tidak, tidak ada. Abaikan saja apa yang kukatakan barusan. Daripada itu … Kau ingin aku membawanya ke dalam《Reign》, 'kan? "


Noelle melirik pada Lilith yang masih belum bangun, dan membuat Kaira mengangguk.


"Ya. Jika kau bisa, maka buatlah dia agar berlindung di dalam《Reign》milikmu. Gadis bernama Chloe itu seharusnya masih berada di sana, 'kan? "


Kaira menunjukkan tatapan penuh harap pada Noelle. Dia benar-benar tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Selagi Noelle masih bersamanya sekarang, maka ia bisa menyembunyikan Lilith di tempat yang aman.


Jika dibiarkan begitu saja, Lilith mungkin hanya akan menjadi beban. Jadi Kaira yakin kalau Noelle tidak akan ragu membantunya.


Meskipun begitu, belum tentu pula Noelle mau membantu dirinya, mengingat hubungan mereka yang telah memburuk dalam waktu belakangan ini.


Menyadari apa yang Kaira pikirkan, Norman maju dan berdiri di sampingnya, lalu menatap Noelle.


"Noelle, mari lapukan semua maslah pribadi itu sejenak. Untuk saat ini, kita harus fokus pada penyelamatan Cryll, 'kan? Jika kau tidak ingin dia menjadi beban, maka kau bisa memasukkannya ke dalam《Reign》."


Di kelompoknya, sama sekali tidak ada orang yang ahli dalm menggunakan sihir berelemen spasial. Jadi tidak mungkin untuk meniru teknik Noelle.


Karena itu, mereka hanya bisa meminta Noelle untuk melindungi Lilith. Yahh, walaupun ada beberapa orang yang diam-diam memiliki keinginan untuk ikut bersamanya, dan menikmati waktu di dalam《Reign》tanpa terlibat dalam masalah.


Menanggapi permintaan itu, Noelle hanya bisa mengangguk. Bukan karena tekanan, dan bukan karena ia tidak memiliki pilihan lain. Semua itu dia lakukan hanya untuk menyingkirkan beban yang mungkin akan mengganggunya.


Noelle tahu betul bagaimana sifat Lilith, jadi dia khawatir kalau Lilith mungkin akan menghalangi beberapa rencananya.


Noelle menghentakkan satu kakinya ke tanah, dan mengeluarkan seekor serigala raksasa dari dalam bayangannya.


"Brackas."


Brackas menggonggong sekali sebagai tanda setuju, dan langsung menghampiri Rico.


Rico dengan bingung menatap Noelle, bertanya-tanya apakah itu hal yang aman atau tidak. Namun, dia memutuskan untuk menyerahkan Lilith pada Noelle sekarang.


Rico dengan hati-hati membaringkan Lilith di punggung Brackas yang besar, dan membuatnya dalam posisi yang seimbang sehingga tidak akan terjatuh.


Setelah itu, sosok Brackas tenggelam ke dalam bayangannya sendiri, bersama Lilith yang masih kehilangan kesadarannya.


"Kalau begitu, bisakah kita melanjutkannya? " ucap Noelle sebelum ia akhirnya berbalik, berniat berjalan dan meninggalkan semua orang.


Namun, lagi-lagi ia dihentikan.


"Noelle."


Itu adlah Anzu, yang memanggilnya dengan nada lesu dan wajah mengantuk yang biasa.


Noelle menatapnya dengan pandangan bertanya-tanya, penasaran dengan apa yang dia inginkan.


Anzu menoleh dan menatap semua orang satu per satu, sebelum akhirnya berbicara. "Aku ingin berbicara dengan Noelle sebentar. Kalian bisa duluan. Jangan khawatir, aku sudah mengingat semua rute yang dipetakan."


Bukan itu yang akan mereka khawatirkan...


Mereka hanya khawatir kalau Noelle akan menyerang Anzu secara tiba-tiba. Kepercayaan mereka pada Noelle belum tumbuh sedikit pun sejak penaklukan sage mantis pada hari itu.


Jika Anzu benar-benar memiliki urusan pribadi dengan Noelle, maka itu seharusnya menjadi hal yang penting. Anzu tidak akan berbicara dengan Noelle hanya untuk berbasa-basi, terutama pada situasi seperti ini.


Secara alami, itu membuat semua orang penasaran. Tapi, mereka memilih untuk mempercayai Anzu dan melanjutkan perjalanan mereka mengikuti rute yang telah ditentukan, meninggalkan Noelle dan Anzu di belakang.


" … Apa yang kau inginkan? "


Begitu merasa semua orang telah menjauh, Noelle memulai pembicaraannya.


"Ini bayaran karena telah membuatku terlibat dengan hal yang merepotkan ini."


" … Apa maksudmu? "


Meskipun baru saja ditampar oleh seorang gadis, Noelle sama sekali tidak terlihat kecewa. Justru, senyum di wajahnya semakin dalam, sementara tatapannya yang tajam itu memindai seluruh tubuh Anzu.


"Jangan berlagak bodoh di hadapanku, Iza. Menjengkelkan mengakuinya, tapi aku adalah orang yang paling mengenalmu di sini. Tentu saja aku sadar dengan apa yang telah kau lakukan."


"Hmm~ Aku tidak mengerti maksudmu~"


Noelle masih berlagak bodoh, meskipun Anzu telah mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi.


"Aku tidak keberatan meski kau banyak bertindak di balik layar. Itu bukan urusanku. Tapi, aku tidak ingin kau melibatkanku dalam banyak hal merepotkan yang kau lakukan secara diam-diam."


"Jadi, kau mau mengatakan kalau aku telah mengatur semua hal ini? Tentang semua tahanan itu? "


"Apa aku bisa menganggap itu sebagai pengakuan? "


Mereka saling menatap dengan tajam untuk beberapa saat. Tapi, itu tak berlangsung lama. Noelle mendengus dan memasang senyum kecil di wajahnya.


"Kau tidak perlu khawatir, Shion. Apa pun yang kulakukan saat ini, aku sama sekali tidak akan melibatkanmu. Karena aku tahu, kalau kau akan menjadi penghalang yang merepotkan."


"Tentu saja akan begitu."


Anzu membalas kata-katanya dengan senyum jengkel di wajahnya. Meskipun Noelle dengan terang-terangan mengatakan kalau ia adalah pengganggu yang akan menghalanginya, Anzu sama sekali tidak keberatan. Karena itu memang benar adanya.


Anzu adalah tipe orang yang lebih memilih untuk tetap diam di zona nyaman, dan menyerahkan semua peristiwa di sekitarnya pada orang-orang di sekitarnya juga.


Secara alami, orang seperti dirinya tidak akan membiarkan dirinya sendiri terseret dalam masalah yang merepotkan.


Anzu memang menyukai tantangan, tapi ia tidak menyukai itu sampai pada tahap fanatik sehingga akan membuat dirinya terluka.


Dibandingkan itu, Anzu akan memilih untuk mengendalikan semua hal yang ada di sekitarnya. Dalam hal ini, dia cukup mirip dengan Noelle.


"Kalau begitu, Noelle–tidak, aku akan memanggilmu Iza saat kita sendiri."


" … Sebisa mungkin, tolong panggil aku Noelle."


"Aku tidak peduli. Pada intinya, apa yang sebenarnya kau rencanakan di sini? "


"Bukankah itu sudah jelas? Aku ingin menyelamatkan Cryll."


Tidak, bukan itu tujuannya. Anzu mendapatkan perasaan seperti itu dari tatapan yang diberikan Noelle.


Meskipun samar-samar, Anzu dapat merasakan kewaspadaan Noelle meningkat.


"Aku tidak bisa percaya itu. Kau bukanlah orang yang akan melakukan sesuatu seperti ini hanya untuk menyelamatkan seseorang. Terlebih lagi, hubungan yang kau dan Cryll miliki tidak cukup dalam sehingga kau bisa meninggalkannya kapan saja."


"Tapi," Anzu kemudian melanjutkan, "Kau justru memilih untuk datang ke sini, dan berniat menyelamatkannya. Tentu saja aku berpikir kalau kau memiliki tujuan lain yang ingin kau capai."


Keheningan menguasai udara di sekitar mereka. Tak ada yang mau mulai berbicara lebih dulu. Keduanya hanya terdiam dan saling menatap, seolah menyelidiki sosok masing-masing.


" … Hei, Shion. Apa kau tahu? Apa yang kau katakan itu memang benar adanya. Kau cukup mengenalku, dan kau juga yakin kalau aku bukanlah tipe orang yang akan melakukan banyk hal untuk orang lain. Tapi … "


Anzu memiringkan kepalanya. Tanpa sadar, ia telah menunggu Noelle untuk melanjutkan perkataannya.


"Aku mungkin hanya tidak ingin melihat Stella bersedih. Livia sudah berteman dekat dengannya, dan dia tampak senang dengan itu. Saat Stella bersedih, aku bisa merasakan perbedaan pada Livia. Dia bersedih. Aku bisa dengan jelas merasakannya, meskipun dia menyembunyikannya dengan sempurna."


" … Apa itu benar-benar alasanmu? "


"Jika kau masih tidak percaya, maka izinkan aku bertanya satu hal padamu."


" … Apa itu? "


Anzu menunggu jawaban dari Noelle dengan waspada. Ia mungkin sedikit berharap akan mendapatkan kejutan di sini.


"Apa salah bagi seorang laki-laki untuk mengkhawatirkan kesehatan emosional gadis yang dicintainya? Setelah memperhatikannya untuk beberapa waktu, aku menyadarinya. Stella telah memiliki pengaruh yang kuat pada kestabilan emosi Livia. Meskipun Livia masih selalu menempel dan bersifat manja padaku, aku bisa dengan jelas merasakan kalau dia telah sedikit melonggarkan dirinya agar tak terlalu bergantung padaku. Ini adalah sebuah kemajuan."


" … Apa kau ingin mengatakan kalau kau melakukan semua ini hanya untuk Ayano? Kau gila. Kau melibatkan semua orang itu hanya untuk hal semacam itu."


Meskipun dia sendiri bukanlah orang yang baik-baik, Anzu tetap tak akan pernah melakukan hal gila seperti yang Noelle lakukan. Memanipulasi segala hal yang ada, dan membuat semua orang bertindak seperti yang ia inginkan. Anzu sanggup melakukan itu, tapi ia tak begitu kejam sehingga mau mengorbankan banyak pion hanya untuk satu tujuan yang remeh.


"Sepertinya kau sedikit salah paham, Shion. Ada banyak hal yang tak aku kuasai di sini. Kau sedikit terlalu melebih-melebihkan kemampuanku. Mau bagaimanapun, aku ini tetaplah seorang remaja normal."


(Tidak mungkin aku bisa mempercayaimu, dasar bodoh. Kau adalah pelaku di balik insiden kematian ratusan siswa sekolah yang tak bersalah di bumi dulu. Bagaimana aku bisa mempercayaimu.)


Itu adlah sekilas hal yang Anzu pikirkan.


Tapi, meskipun ia tahu semua itu, dan memiliki firasat tentang apa yang sebenarnya Noelle inginkan, Anzu tetap tak dapat membantahnya.


Anzu hanya bisa menggigit bibir bagian bawahnya, dan dengan wajah jengkel berjalan meninggalkan Noelle.


...****************...