![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Whoaa! kita mendapat ruangan yang cukup bagus di sini! "
Setelah 'bermain' dengan wanita resepsionis di lantai bawah, Noelle dan Olivia segera dibimbing ke kamar mereka.
Kamar mereka adalah kamar VIP sebagai bentuk pelayanan, dan itu terletak di lantai teratas penginapan.
Itu adalah kamar yang luas dan mewah, memiliki jendela yang menghadap langsung pada pusat kota, dan dengan 1 buah kasur besar di tengah ruangan.
Pemandu yang mengantar mereka menjelaskan kalau itu adalah ruangan yang sesuai dengan yang dipesan oleh Noelle dan Olivia, kamar untuk 2 orang.
"… Baiklah, letakkan barang-barang yang tidak diperlukan dan segera ganti pakaianmu"
"Nn? untuk apa? "
Setelah mengaggumi ruangan itu sejenak, Noelle berbicara sambil meletakkan tas kecil yang digantung di pundaknya. Meskipun mereka tidak membutuhkan tas apapun, Noelle masih mengatakan pada Olivia kalau mereka membutuhkan itu hanya untuk penyamaran.
Sementara Olivia bertanya kebingungan padanya, Noelle menjawabnya dengan tubuhnya yang mulai ditutupi kabut hitam sebagai efek dari spatial wardrobe.
"Hm? bukankah sudah jelas? kita akan berkeliling kota! kemarin kita tidak sempat melakukannya karena kita harus berdiam diri di penjara! tapi sekarang kita sudah bebas, jadi ini waktunya kencan! "
Noelle menjawab dengan semangat dan membuat wajah Olivia menjadi memerah seperti apel.
"Y-ya! kita akan berkencan! "
Mengatakan itu, Olivia segera ditutupi kabut dan berganti menjadi pakaian model gothic yang biasa dia gunakan. Namun dia tidak menyadari jeritan hati Noelle karena melihat Olivia tersenyum malu-malu.
Noelle dan Olivia sudah berganti pakaian dari zirah tempur menjadi pakaian santai mereka. Yang perlu dilakukan Noelle hanyalah melepas zirah jubahnya karena dia sudah memakai setelan kemeja dan rompi tuxedo di balik zirahnya.
"Baiklah, ayo Olivia"
Noelle mengulurkan tangannya pada Olivia dan membuat Olivia berkedip beberapa kali dan dengan wajah memerah seperti apel mulai meraih tangan Noelle sambil tersenyum malu karena bahagia.
Itu membuat Noelle bisa merasakan panas di wajahnya dan melakukan yang terbaik untuk mempertahankan ketenangan.
...****************...
"Whoaa! ini ramai! "
Noelle tidak sengaja membocorkan suara kekaguman saat ia melihat pemandangan di sekitarnya. Olivia juga melihat sekeliling dengan mata terkejut yang jarang terlihat di wajahnya.
Mereka berdua saat ini masih berada di depan pintu penginapan, tapi mereka sudah disambut oleh hiruk-pikuk kehidupan yang lalu lalang di jalanan.
Mereka tidak menyadarinya tadi karena mereka fokus untuk mencari penginapan, tapi kota Suiren adalah kota yang besar dan multi-ras. Banyak anggota ras elf, dwarf, ataupun werebeast di sekitar mereka.
'Vinka inn' tempat mereka tinggal di bangun di tengah kota, area yang sangat strategis untuk para wisatawan.
Noelle dan Olivia memandangi sekeliling mereka dengan mata berbinar. Beberapa orang yang berjalan di sekitar mereka memperhatikan itu dan tersenyum hangat.
Menyadari tatapapan orang-orang di sekitarnya, Olivia segera memerah karena malu dan berniat memanggil Noelle, tapi bocah berambut putih itu justru memandangi hal lain dengan tatapan fokus.
Olivia berkedut, tapi dia segera melihat ke arah yang dilihat oleh Noelle. Di sama adalah seorang wanita cantik dengan tubuh yang 'menggairahkan'. Noelle terus menatap ke arahnya, atau lebih tepatnya, ke arah telinga kucing yang ada di kepalanya.
Wanita itu adalah werebeast tipe kucing.
Memandang dengan mata kosong sejenak, akhirnya Olivia memutuskan berbicara pada Noelle dengan wajah cemberut dan nada kerinduan.
"… Apa kau benar-benar menyukai itu? "
Noelle akhirnya menyadari keberadaan Olivia yang muncul tiba-tiba di sampingnya dan menjawab dengan gagap karena Olivia bertanya padanya dengan wajah cemburu.
Saling menatap sejenak, Noelle dan Olivia segera melepaskan diri dan melihat ke arah hawa keberadaan yang mendekati mereka.
"… Berpikir kalau kalian bisa menyadari keberadaanku, seperti yang diharapkan"
Itu adalah seorang pria tua dengan umur sekitar 40-an, namun dia memancarkan aura yang kuat seolah penampilannya sebagai pria tua adalah ilusi.
"… Siapa kau? "
Noelle bertanya dengan waspada pada pria tua itu, tapi dia tidak bisa merasakan hawa permusuhan terhadap orang di depannya.
"Ahh, aku tidak bermaksud buruk padamu. Namaku adalah Charmon Starga, salam kenal, Noelle Lynneheim dan Olivia Landluven"
Pria itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, tapi Noelle masih bertanya dengan curiga.
"Salam kenal … Dan darimana kau tau nama kami? "
"Ahh, aku adalah kapten penjaga, aku mendengar tentang kalian dari Rangga saat laporan kemarin. Aku juga akan menjadi juri di turnamen besok"
Pria itu terus berbicara dengan lembut, itu membuat Noelle menjadi santai dan menjabat tangan pria itu. Tapi saat dia berjabat tangan dengan pria itu…
*Badump…
Noelle merasakan sesuatu yang aneh di hatinya. Itu adalah perasaan yang sangat aneh seperti nostalgia dan kerinduan, dan selain itu, dia juga sekilas melihat bayangan seekor naga di pikirannya.
Itu bukanlah naga biasa, tapi itu memancarkan aura yang menggambarkan keagungannya. Dia tidak bisa mengingat jelas gambaran naga itu karena bayangan itu hanya muncul sekilas, tapi dia bisa merasakan perasaan nostalgia yang aneh darinya.
Noelle merasa kalau pria tua yang ada di depannya dan bayangan naga yang muncul di benaknya adalah sesuatu yang sangat penting dan tidak boleh dia lupakan, tapi dia tidak bisa mengingat pria itu seberapa keraspun dia berusaha.
"Ada apa Noelle? "
Olivia bisa merasakan sesuatu yang aneh pada Noelle, dia bertanya dengan cemas, tapi Noelle hanya menjawabnya dengan 'bukan apa-apa, jangan khawatir' untuk menghilangkan kecemasan kekasihnya.
"… Ahh tidak, tidak ada waktu lagi, aku harus pergi. Kalau begitu sampai nanti Noelle, Olivia, aku menantikan pertandingan kalian besok"
Pria tua itu, Charmon berkata dengan tergesa-gesa dan berbalik untuk meninggalkan Noelle dan Olivia, tapi suaranya memiliki nada yang bercampur dengan emosi kesedihan dan kesepian.
Noelle masih ingin menanyakan sesuatu pada Charmon, tapi Charmon sudah meninggalkan mereka berdua. Jadi dia menyimpan pertanyaan itu untuk dirinya sendiri.
Seperti itu, Noelle dan Olivia memutuskan untuk lanjut berkeliling kota...
...****************...
Beberapa saat setelah Noelle dan Olivia pergi melanjutkan wisata mereka, Charmon sedang berdiri dan bersandar pada sebuah dinding. Dia menatap langit biru dengan matanya yang tajam.
"Jadi kau berhasil ya … Estelle …"
Charmon menggumamkan itu dengan suara yang bercampur dengan berbagai emosi. Kesedihan, kesepian, kerinduan, dan harapan. Semua itu bercampur pada suaranya yang lirih.
"… Bagaimanapun, kau harus memilih jalan yang berbeda dari yang kau lakukan sebelumnya"
Dia terus berbicara sambil menatap langit biru itu dengan mata yang penuh dengan tekad seolah ingin melindungi sesuatu, apapun yang terjadi.
"Kami memegang harapan kami padamu lho … Baiklah, sisanya ku serahkan padamu, Chronoa …"
Suara lirih itu hanya terbang terbawa angin tanpa siapapun yang bisa mendengarnya.