[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 313: Tanda Seorang Ratu (1)



...****************...


Noelle dan Tania berdiri, hendak keluar dari tempat yang Rudra jadikan rumah ini.


Namun, sebelum keduanya dapat mengambil satu langkah pun ke luar, Rudra memanggil mereka sambil tetap duduk di tempat.


"Tunggu sebentar."


Secara alami, ini membuat Noelle cukup senang. Ini sesuai dengan apa yang rencanakan.


Sejak mengetahui identitas Rudra, Noelle sudah mengharapkan bantuannya. Memang, semua akan lebih mudah jika Rudra turut membantu. Bagaimanapun, dia mengenal sosok asli Ratu Bengis lebih dari siapa pun yang masih hidup saat ini.


Rudra bangkit dari duduknya, lalu berjalan mendekati Noelle dan Tania. Dia melihat baik-baik antara kedua orang yang baru dikenalnya ini.


"Semua cerita kalian membuatku sangat terkejut. Dan aku benar-benar bersyukur karena Yang Mulia dan semua orang berhasil selamat dari bencana itu. Meski … aku sama sekali tidak menyangka kalau bencana masih belum menghilang sepenuhnya."


Suaranya tenang, tapi mengandung banyak emosi yang terasa begitu menyakitkan. Sekarang Noelle mengerti kenapa Rudra membutuhkan waktu yang agak lama untuk mencerna semua cerita Noelle.


Bagi Rudra, ini adalah pertama kalinya dia mendengar tentang kabar dari ratu yang dicintainya, beserta semua keturunan para penduduk yang berhasil ia selamatkan. Wajar baginya untuk merasakan banyak emosi kompleks itu pada saat yang sama.


Seolah menarik napas panjang sejenak, Rudra kemudian lanjut berbicara, "Dan karena bencana ini belum usai, adalah tugasku untuk menyelamatkan Yang Mulia. Karena itu, kumohon, libatkan aku dalam hal ini."


Sebenarnya, Rudra tidak membutuhkan izin dari Noelle untuk membantu. Dia mungkin hanya melakukannya karena merasa yakin bahwa Noelle dan Tania-lah yang sesungguhnya dapat memberikan bantuan pada Ratu Clament. Bukan dirinya.


Dan sejak awal, Noelle akan dengan senang hati menyambut bantuannya, karena ini akan menurunkan tingkat kesulitan misi secara drastis.


"Kalau begitu, mohon kerja samanya, Rudra."


Noelle mengangkat tangannya untuk berjabat tangan, dan Rudra menerima itu.


"Rudra ini akan mengerahkan segala yang dia punya untuk membantumu," ucap Rudra saat dia menjabat tangan Noelle.


Tania yang sejak tadi diam pun turut mengangguk senang, dan semakin mendekatkan dirinya pada Noelle sebelum akhirnya mengucapkan salam pada Rudra.


"Senang bisa bekerja sama denganmu."


Dua orang yang diramalkan, dan seorang kesatria dari masa lalu. Ketiga orang dengan berbagai latar belakang itu pun akhirnya saling bekerja sama untuk menyelesaikan misi penting, yaitu membangkitkan Ratu Bengis yang telah bersemayam di dalam segelnya selama ratusan tahun.


...****************...


"Apa hanya tiga katalis itu yang dibutuhkan? "


Beberapa saat setelah hubungan kerja sama dibentuk, Noelle dan Tania dibawa masuk ke salah satu ruangan yang ada di 'rumah' Rudra.


Di sana, Rudra mengajukan pertanyaan sambil mengeluarkan berbagai barang dari lemari besar yang terlihat sangat usang.


"Untuk sekarang, ya, itu benar. Ketiga katalis itu harus dikumpulkan terlebih dahulu sebelum kita bisa lanjut ke ritual pembangkitan yang sesungguhnya."


"Seperti apa ritualnya? "


"Tidak terlalu sulit. Ini membutuhkan doa-doa dari para pengikut Ratu Bengis, yang sekarang disebut sebagai suku Artof. Sisa ritual bisa kulakukan dengan sihirku sendiri."


Noelle menjelaskannya dengan cara yang sebisa mungkin dapat Rudra mengerti. Rudra sudah hidup sejak lama, tetapi dia tidak pernah pergi dari bekas ibu kota Kerajaan Fortenia. Karena itulah, Noelle yakin akan ada kesenjangan besar dalam hal pengetahuan.


Meskipun Noelle sendiri tidak terlalu ahli dalam ritual pelepasan segel, dia masih memiliki beberapa pengetahuan terkaitnya berkat semua buku yang pernah ia baca di kastil vampir. Karena itulah, Noelle cukup percaya diri kalau ini akan berhasil.


Tapi tanpa katalis dan doa para pengikut Ratu Bengis, ritual yang akan Noelle lakukan pun tidak akan berhasil.


"Kau sudah mendapatkan persetujuan dari semua orang di suku Artof, dan dalam perjalanan untuk mengumpulkan katalis yang tersisa, ya? "


Untungnya, Rudra memahami semua itu dengan cepat.


Rudra akhirnya kembali dengan membawa satu kotak kayu dengan ornamen yang indah tetapi terlihat sangat kuno.


Setelah menyingkirkan semua debunya, Rudra membuka kotak itu dan menunjukkan isinya pada Noelle dan Tania.


"Ini …."


Noelle mengambil benda yang ada di kotak, dan menyadari kalau itu adalah kain yang terlipat. Terlebih lagi, ukurannya terlalu besar untuk dipegang sendirian.


Tania membantu Noelle memegang kain itu dan membentangkannya. Hasilnya, terlihat sebuah bendera merah dengan garis putih diagonal dari sudut kiri atas. Di bagian tengah, terdapat lambang ujung tombak dan kepingan kristal es di atasnya.


Noelle sudah melihat ini dari gambar. Ini adalah bendera resmi Kerajaan Fortenia.


"Tepat sebelum kerusuhan total itu pecah, aku sempat menurunkan bendera Kerajaan yang berkibar di puncak kastil dan menyembunyikannya di suatu tempat. Ini adalah bendera asli, yang dijahit sendiri oleh Ratu pertama sekaligus istri pendiri, Yang Mulia Ratu Antine sil Fortenia."


Yang artinya, bendera itu sudah ada bahkan sebelum wabah menyerang kerajaan ini.


Namun, meski banyak waktu telah berlalu, anehnya bendera itu terlihat masih sangat baru, seolah mempertahankan penampilannya ketika itu diciptakan.


Menyadari kebingungannya, Rudra pun dengan baik hati menjelaskan.


"Putri dari Kerajaan kami selalu memiliki bakat untuk sihir yang diwariskan secara turun temurun. Yang Mulia Ratu Clament sangat ahli dalam sihir es, sedangkan Yang Mulia Ratu pertama memiliki kecakapan luar biasa dalam sihir restorasi dan spasial."


Sihir restorasi dan spasial. Sejak awal, tidak ada banyak orang yang mengetahui kedua sihir itu, terutama restorasi.


Spasial cukup diketahui, tetapi memiliki sangat sedikit pengguna karena tingkat kesulitan penguasaannya. Sedangkan sihir restorasi nyaris tidak diketahui siapa pun karena keberadaannya sendiri hampir dianggap 'tidak ada'.


Bukan hanya karena tingkat kerumitannya yang melebihi spasial, sihir restorasi membutuhkan energi sihir yang luar biasa besar untuk memberikan dan mempertahankan efeknya.


Noelle sendiri menyerah untuk menciptakan kamera yang lebih baik ketika dia menyadari bahwa sihir restorasi itu terlalu rumit.


Seseorang bisa mempelajari sihir restorasi ketika mereka sudah mencapai tingkat keahlian tertentu dalam sihir penyembuhan. Keduanya bisa dibilang terkait satu sama lain, karena pada dasarnya 'restorasi' adalah versi yang lebih lanjut dari 'penyembuhan'.


Ratu pertama pasti menggunakan sihir restorasi itu untuk mempertahankan kondisi bendera nasional seperti saat pertama kali itu dibuat. Efek sihirnya juga permanen. Selama itu mendapatkan pasokan mana dari udara, maka sihir restorasi akan bekerja dengan sendirinya.


Kembali ke topik, katalis pertama, yaitu bendera sudah diamankan. Selanjutnya mereka hanya perlu mengumpulkan dua katalis lagi.


Yang menjadi masalah, bagaimana mereka bisa menemukannya? Tiara dan darah Ratu Clament terdengar mudah untuk didapatkan, tetapi sebenarnya sangatlah sulit.


Sudah lebih dari 600 tahun berlalu semenjak Ratu Clament melarikan diri dari Kerajaan dan berubah identitas menjadi Ratu Bengis. Sampai saat itu, bisa jadi tiaranya sudah hancur atau menghilang entah ke mana. Selain itu, darahnya juga terdengar mustahil untuk didapatkan.


Tidak mungkin ada darah yang bisa bertahan selama 600 tahun lebih. Dan bahkan meski ada, mustahil untuk mengidentifikasinya mengingat Noelle tidak memiliki cara untuk memeriksa DNA Ratu Clament.


"Apa kau tahu di mana tiara dan darahnya? "


"Tidak, tapi aku punya firasat tentang di mana itu berada."


Noelle juga memiliki firasat untuk itu, tapi dia tetap diam dan meminta Rudra untuk mengatakan tebakannya.


"Ingatanku tentang kejadian itu masih sangat jelas. Di tengah kepanikan, Yang Mulia membimbing semua penduduk yang selamat untuk melarikan diri ke tempat lain. Dan di saat aku membantu membersihkan jalan untuk mereka, aku melihat Yang Mulia masih menggunakan tiara itu."


"Yang artinya itu ada di luar, huh …."


Tebakannya meleset. Memang, sejak awal konyol untuk berpikir kalau semua katalis itu ada di satu tempat yang berdekatan.


"Selanjutnya kita harus memikirkan darah, ya …."


"Tapi, Grei … darah yang sudah terpapar udara selama enam ratus tahun … apakah itu masih berguna? "


Tania memiringkan kepalanya saat dia menanyakan itu.


Memang, pertanyaannya masuk akal dan sangat logis. Tapi jawaban yang Noelle berikan dapat dengan mudah membantah logika seperti itu.


"Aku bisa memakai《Dominasi》untuk mengembalikan itu ke kondisi awalnya."


Sejauh ini, Noelle hanya menggunakan otoritas dominasi untuk mengubah wujud sesuatu, termasuk dirinya sendiri. Namun, dia ingat kalau Noir pernah menggunakannya untuk 'mengendalikan waktu'.


Selain itu, Noir sendiri sudah mengakui kalau otoritas dominasi tidak terikat pada hukum fisik, melainkan sampai ke tahap konseptual yang mencakup banyak hal mustahil, salah satunya adalah waktu.


Noelle ingat bagaimana Noir pernah membimbingnya untuk 'mendominasi' sebuah jejak kaki, dan jejak kaki itu menjadi semakin jelas ketika dihadapkan pada kekuatan otoritasnya. Rupanya, yang saat itu dia lakukan juga termasuk dalam kategori 'dominasi waktu'.


Noelle benci menggunakannya, tapi otoritas ini benar-benar jauh lebih berguna dari yang dia harapkan.


Tania dan Rudra tidak terlalu paham tentang apa itu otoritas, tapi mereka hanya mengangguk dan meyakini kalau Noelle telah merencanakan sesuatu yang bagus.


"Kalau kamu berpikir itu bisa berguna, maka tidak apa," ucap Tania sambil tersenyum tipis padanya.


Meskipun tidak memahaminya dengan jelas, Tania memiliki sedikit gambaran tentang kekuatan dari otoritas dominasi. Navi pernah menceritakannya tentang hal itu.


Dia berpikir kalau kekuatan otoritas sangatlah mengerikan, tapi bisa menjadi sangat berguna tergantung situasinya. Tania masih agak takut untuk berhadapan dengan kekuatan itu, tapi dia hanya bisa yakin karena Noelle yang akan menggunakannya.


Tania yakin kalau rencana Noelle akan memiliki hasil yang sempurna. Karena itulah dia hanya bisa yakin dan turut membantu untuk menjalankannya.


"Kalau begitu, langsung saja. Kita akan mencari jejak darah Yang Mulia."


Noelle dan Tania mengangguk, kemudian bangkit dan berjalan mengikuti Rudra ke luar rumahnya.


...****************...


"Tania … kau mempercayai ideku, 'kan? "


Di tengah reruntuhan di mana puing-puing bangunan berserakan, Noelle dalam wujudnya sebagai Grei Noctis menatap Tania dari dekat, dan terus menekankan pertanyaan ini untuk beberapa waktu.


Bahkan Tania yang cenderung tidak mempedulikan apa pun bisa merasa kesal.


"Berapa kali aku harus menjawabnya? Aku mempercayai rencana yang kamu buat. Dan aku juga akan melakukan segala sesuatu yang tidak akan mengganggu rencanamu, Noah."


Rudra ada di kejauhan, jadi dia tidak bisa mendengar. Karena itulah Tania bisa dengan santai memanggil Noelle dengan sebutan Noah. Jika ada Rudra, dia terpaksa mengganti panggilannya menjadi Grei lagi.


"Kau mengatakan itu, tapi … ekspresimu sama sekali tidak bisa dipercaya."


Noelle menunduk dengan kecewa saat dia menatap pada puing-puing bangunan yang berserakan di bawah kakinya.


Memang, seperti yang Noelle katakan, terdapat keanehan pada ekspresi Tania.


Meski dia mengatakannya dengan yakin, Tania justru memiliki senyum hampa dengan mata kosong di wajahnya.


"Itu karena … aku pikir saat kamu mengatakan rencanamu, kamu sudah punya gambaran tentang di mana kita harus mencari. Aku tidak tahu kalau kita masih harus mencarinya di seluruh tempat di kota ini, Noah."


Benar. Saat ini, kelompok dalam masalah yang cukup besar.


Memang benar kalau ide Noelle untuk menggunakan otoritas dominasi itu cukup bagus. Hanya saja, dia tidak tahu di mana dia bisa menemukan sisa darah Ratu Clament di tengah kota yang sangat besar ini.


Terlebih lagi, hampir seluruh bagian kota tertutup oleh reruntuhan bangunan. Secara alami, tidak mungkin untuk menemukan sisa darah dari satu identitas yang spesifik.


Meski mereka menemukan darah, bisa jadi itu bukan darah Ratu Clament, melainkan darah orang lain.


Ada perang saudara yang terjadi berkat kepanikan, dan itu menyebabkan cukup banyak orang tewas dan terluka. Secara alami, darah mereka yang membanjiri tanah sudah tidak dapat diidentifikasi lagi karena sudah bercampur dengan darah banyak orang.


Ide Noelle sudah bagus. Hanya saja mereka kekurangan informasi spesifik tentang di mana sisa darah Ratu Clament berada.


Tania masih menatapnya dengan mata kosong, dan itu membuat Noelle tidak nyaman. Dia pun mengalihkan pandangannya ke arah Rudra yang sibuk mencari sendiri.


Meski terdengar mustahil, Rudra benar-benar bertekad untuk menemukannya. Ini membuat Noelle merasa berkecil hati karena kemungkinan besar dia akan mengecewakan Rudra.


Bisa dimengerti kalau darah dan tiara ratu tidak dapat ditemukan di mana pun. Lagi pula sudah sangat lama semenjak pelarian Ratu Clament ke area Hutan Dingin.


Yang jadi masalahnya sekarang, kedua katalis itu sangatlah penting untuk ritual kebangkitan. Tanpa keduanya, ritual tidak diragukan lagi akan langsung gagal.


Masih dengan ekspresi yang sama, Tania kali ini berbicara dengan kepala sedikit tertunduk.


"Selain itu, Rudra berkata kalau dia sudah berkeliaran di tempat ini selama ratusan tahun. Aku sangat yakin kalau dia menghapal tempat ini seperti rumahnya sendiri. Tidak akan sulit baginya untuk mengingat di mana darah sang ratu berada."


Apa yang Tania katakan itu sangatlah masuk akal. Bagi Rudra yang telah berkeliaran tanpa tujuan di kota ini selama ratusan tahun, adalah hal yang wajar baginya untuk mengingat semua bagian kota.


Tapi dia masih mencari sekarang, yang artinya dia tidak pernah menemukan jejak sarah sang ratu di perjalanan tanpa arahnya selama ratusan tahun.


"Ini mungkin jalan buntu."


Darah bisa saja sudah terhapus, tapi apa Ratu Clament benar-benar tidak memperkirakan itu?


Noelle sangat yakin, kalau Ratu Clament sendirilah yang merancang ritual pembukaan segelnya. Dan Noelle percaya kalau Ratu Clament tidak mungkin melupakan detail yang begitu penting, bahwa darah pasti akan menghilang seiring dengan berjalannya waktu.


Tapi sekarang Noelle tiba-tiba memikirkannya. Segel yang mengurung Ratu Clament itu memiliki ritual yang bisa digunakan untuk membukanya. Dikatakan bahwa Ratu Clament mengurung dirinya sendiri di sana, tanpa ada keterlibatan pihak kedua atau pihak ketiga.


Itu berarti dia sengaja merancang sebuah segel yang dapat dibuka oleh seseorang yang telah menemukan semua katalis yang dibutuhkan.


Jika Ratu Clament benar-benar menghapus katalis untuk ritual pembukaan, maka semua rancangan pembukaan segel yang telah dibuat hanya akan berakhir sia-sia.


Tapi sekarang, Noelle dihadapkan pada satu pertanyaan.


"Apa tujuan Ratu Bengis merancang sebuah segel yang bisa dibuka orang lain? "


Tania mengangkat alisnya, membuktikan bahwa dia sama sekali tidak memikirkan itu.


"Sekarang kamu menyebutnya, ini aneh. Dikatakan kalau Ratu Bengis menyegel dirinya sendiri untuk melindungi suku Artof dan dunia luar dari invasi para Penjajah Kristal. Tapi, kalau memang begitu …."


Kata-katanya terhenti, dan Noelle yang melanjutkan itu. "Tidak ada gunanya merancang sebuah segel yang bisa dibuka orang lain."


Secara logika, jika Ratu Bengis benar-benar ingin mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan dunia luar dari invasi para Penjajah Kristal, maka yang terbaik adalah menyegel dirinya sendiri tanpa cara untuk dibebaskan.


Mengerikan, tapi itulah jalan terbaik.


Kecuali, Ratu memiliki tujuan yang masih belum diketahui dengan jelas.


(segel yang bisa dibuka, pola lingkaran sihir teracak pada gerbang, tiga katalis yang dibutuhkan ….)


Noelle dengan cepat menghubungkan semua titik yang ada, lalu—


"Mungkin … Ratu ingin memberi kita ujian? "


...****************...