![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
" ……… Kita sudah menemukan targetnya, tapi … Dari mana kita harus menyerang? "
Noelle dengan bingung bertanya pada semua orang sambil terus menatap monster serangga itu.
Tidak satu pun orang di sana yang mampu menjawabnya.
Mereka hanya menatap monster itu dengan pandangan tertegun.
"Ini semakin merepotkan karena kita harus berhati-hati untuk tidak menghancurkan tubuhnya demi pengumpulan informasi … "
"Hentikan itu, Noelle. Kau membuat kami semakin bingung di sini," ucap Cryll sambil menunjukkan wajah pasrah.
"Apa boleh buat, 'kan? Maksudku, monster serangga itu– sebut saja 'Sage Mantis', memiliki ukuran yang jauh lebih besar daripada yang ada di laporan! "
Laporan rinci mengenai misi yang diberikan pada Noelle menjelaskan kalau monster itu memiliki ketinggian mencapai kurang lebih 20 meter.
Sedangkan, Sage Mantis yang ada di hadapannya saat ini memiliki ketinggian yang dapat dengan mudah mencapai ketinggian 50 meter.
Bagian kepala monster itu menjulang terlalu tinggi sehingga Noelle dan yang lain harus menyakiti leher mereka untuk mendongakkan kepala mereka ke atas.
"Mhmm … Sulit untuk menemukan celah ketika mengingat kemampuan yang dimiliki makhluk itu," ucap Noelle sambil tersenyum pahit.
Mereka terus memandangi Sage Mantis itu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari bibir mereka.
"Hey, apa yang akan kita lakukan? Kembali dan membuat laporan tentang ini? Mengingat informasi yang diberikan Terneth pada kita memiliki banyak kesalahan, kurasa Terneth akan memakluminya."
Noelle terus berbicara sambil menatap Sage Mantis itu dengan senjata di tangannya.
Ia kemudian menoleh ke arah Norman dan Dyland, menunggu keputusan mereka.
"Aku akan mengikuti apapun keputusan Yang Mulia, tapi … Menurutku akan lebih baik jika kita kembali dan melaporkan tentang ini pada Terneth."
Norman terlihat kebingungan sejenak dan menyipitkan matanya terhadap saran dari Noelle san Dyland, namun ia dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Tidak, kita lanjutkan seperti ini. Jika ada desa di sini, itu tidak menutup kemungkinan akan ada pemukiman lainnya. Kita harus menyelamatkan mereka semua."
"Sesuai perintahMu."
Dyland membungkukkan tubuhnya dan menjawab Norman dengan tegas, meskipun wajahnya dengan jelas menunjukkan ekspresi tidak nyaman.
(Ahhh sialan … )
Meskipun di dalam hatinya ia sangat ingin mengeluh atas keputusan Norman yang berbahaya, Noelle tetap menyiapkan Aligma dan bersiap menyerang dengan tembakan destruktif yang besar.
"Sage Mantis itu sama sekali tidak merasakan kehadiran kita, jadi lebih baik kita buat serangan pembuka secepat dan sekuat mungkin."
Selagi mereka saling berbicara untuk membuat keputusan, penghancuran area hutan terus dilakukan oleh sage mantis dan beberapa monster tipe humanoid lain seperti cyclops, orc, dan monster humanoid bersisik yang penampilannya secara dominan mirip seperti kadal.
Noelle menduga kalau itu adalah monster bernama Blafard yang tinggal di daerah rawa. Ia tak pernah melihatnya secara langsung, tapi ciri-cirinya mirip dengan yang ada di buku yang pernah dia baca.
"Apa aku boleh memberikan serangan pertama? " tanya Noelle sambil menunjukkan Aligma di tangannya.
"Tentu. Menjengkelkan mengakuinya, tapi saat ini kau satu-satunya orang yang memiliki cara untuk meluncurkan serangan yang kuat," ucap Dyland sambil mengangkat bahu.
Noelle tidak mengatakan apa-apa lagi dan mengangguk, kemudian dia segera mundur beberapa langkah dan membuat posisi duduk sambil mengarahkan moncong Aligma ke atas.
(Terlalu tinggi … Apa Aligma bisa mencapainya? Ini mulai meragukan … )
Jika ia berniat membuat luka yang fatal hanya dengan satu serangan, diperlukan serangan yang kuat yang diarahkan tepat ke arah bagian vital dari targetnya.
Dan kepala adalah bagian terbaik untuk itu,
Untuk membuat posisi menembak yang paling sempurna, Noelle harus mundur lebih jauh lagi agar jarak antara ketinggian tempat ia berada dengan ketinggian kepala sage mantis menjadi lebih stabil.
Begitu ia selesai memastikan jarak antara ia dan sage mantis, Noelle segera kembali ke tempat semua orang menunggu dan memberikan penjelasan dengan wajah frustasi.
" … Tekanan angin dan gravitasi bisa saja menghalangi lintasan peluru sihir dan membuat seranganku meleset, jadi aku akan mengambil posisi yang lebih baik. Komunikasi kita mungkin akan terganggu nanti, jadi lebih baik kita merancang semuanya saat aku masih di sini," kata Noelle.
Semua orang menganggukan kepala mereka dengan serius.
(Serius, bagaimana Terneth bisa membuat keputusan yang sangat gegabah untuk mengikutsertakan para pewaris rumah bangsawan … )
Suara tembakan yang dihasilkan oleh Aligma mungkin akan sangat memekakkan telinga, jadi ia meminta semua orang untuk berhati-hati.
"Selain itu, tepat setelah aku menembak sage mantis sialan itu, kalian harus bersiap untuk menghadapi serangan dari monster yang terkejut."
Usai mengatakan itu, Noelle kemudian mengeluarkan pedang hitam Langen dari sarungnya, lalu memberikannya pada Cryll.
"Kemampuan Geist tidak akan terlalu berguna melawan makhluk itu, jadi kau hanya bisa bertarung dengan pedang. Langen memang tidak akan mengeluarkan kemampuan khususnya saat digunakan oleh orang lain, tapi setidaknya itu tidak akan hancur dengan mudah."
"Mhmm … Ini bantuan yang cukup bagus, tapi … Aku sedikit bermasalah dengan ukuran ini … "
Cryll menatap Langen di tangannya dengan raut khawatir.
Bagaimanapun, Langen hanya dapat digunakan oleh Noelle, jadi ia menyesuaikan ukurannya sesuai dengan kenyamanan Noelle.
Ukuran Langen sekarang sudah hampir mencapai 2 meter, itu ukuran yang sedikit terlalu panjang bagi Cryll.
"Tapi … Yahh … Entah bagaimana aku akan mengatasinya," kata Cryll sambil mengayunkan Langen beberapa kali untuk membiasakan diri dengan ukurannya.
"Mhmm, itu bagus. Dan Charl, karena Centipede tidak akan terlalu berguna, cobalah untuk mendukung semua orang dengan sihirmu. Kau bisa menggunakan sihir air untuk membantu Livia agar ia bisa menghemat penggunaan kekuatan sihirnya."
"Oke~"
Charlotte dengan riang menjawabnya. Noelle memiringkan kepalanya dengan bingung saat melihat suasana hati Charlotte yang sedikit berbeda dari biasanya, namun ia segera menggelengkan kepalanya guna menghapus pikiran yang tidak penting itu.
"Lalu … Livia dan Chloe … Yahh, kalian hanya perlu menyesuaikan dengan yang lain."
" … Kurasa hanya aku yang tidak berguna di sini … "
Noelle mengabaikan erangan sedih dari Stella yang kepalanya sedang ditepuk Oleh Cryll.
(Mungkin aku akan mencari Folger Bow untuknya nanti … )
Sambil mengucapkan itu di pikirannya, Noelle berbalik dan menghadap kelompok Norman yang sudah menunggunya.
"Untuk kalian … Yahh, akan kuserahkan pengaturannya pada kalian sendiri."
Dyland dengan mudah mengangguk.
Karena Noelle tidak mengetahui apapun tentang kekuatan yang dimiliki kelompok pangeran, ia hanya bisa menyerahkan perencanaannya pada Dyland yang satu-satunya orang dewasa dengan banyak pengalaman di kelompok mereka.
"Kalau begitu, bersiaplah. Tembakan dariku adalah tandanya," ucap Noelle sambil berbalik dan berlari pergi meninggalkan semua orang.
...****************...
"Kurasa di sini sudah cukup … "
Setelah berlari menyusuri hutan untuk menemukan posisi menembak yang tepat, Noelle akhirnya berhenti dan memperhatikan sekelilingnya.
Tidak ada perubahan pemandangan, hanya pepohonan yang rimbun memenuhi pandangannya.
Setelah memastikan tempat itu aman, Noelle memfokuskan matanya dan melihat ke arah sage mantis berada.
Meskipun jaraknya sudah cukup jauh, sage mantis masih terlihat sangat besar bahkan bagi Noelle.
"Dengan ukuran seperti itu … Eisen akan langsung hancur … "
Noelle sudah sakit kepala hanya dengan memikirkannya.
"Yahh, entah bagaimana aku akan mengatasinya nanti … "
Noelle dengan jengkel mengacak-acak rambutnya, kemudian melompat setinggi mungkin ke udara.
"《Bloody Path》"
Setelah mencapai ketinggian yang dia inginkan, Noelle menggunakan kemampuannya dalam mengendalikan darah untuk membuat pijakan di udara.
"Sekarang … "
Noelle menyipitkan matanya dan mengarahkan moncong Aligma tepat pada kepala sage mantis yang masih diam untuk beberapa alasan.
Menggunakan penguatan pada matanya untuk membidik, Noelle segera memasukkan mana sebanyak yang ia bisa ke dalam batu sihir yang ada pada Aligma.
(Jaraknya sedikit bermasalah, tapi … Kurasa aku bisa mengatur itu dengan sihir angin dan gravitasi … )
Dua lingkaran sihir dengan warna masing-masing hijau dan ungu muncul tepat di sirkuit sihir Aligma.
Setelah memasukkan sejumlah besar mana, Noelle dengan cepat langsung menyiapkan jarinya untuk menarik pelatuknya dan menembakkan bola energi super padat yang penuh dengan kekuatan sihir Noelle.
"Makanlah 20% kekuatanku, sialan! "
Mengatakan itu sebagai pemicunya, Noelle segera menarik pelatuk dan menembakkan semua energi yang tersimpan di dalam Aligma,
Saat Noelle menarik pelatuknya, ia sempat terjatuh sejenak dan menghancurkan beberapa jari tangannya karena efek recoil yang gila.
Suara ledakkan yang begitu memekakkan telinga bahkan jika didengar dari jauh telah meledakkan gendang telinga Noelle, namun itu langsung beregenerasi tak lama kemudian.
Darah yang menetes dari telinga dan sudut matanya terjatuh dan menyatu dengan pijakan darah yang dia buat.
Ledakan sinar aurora terus menyembur dari moncong Aligma dan menabrak kepala sage mantis.
Sage mantis itu tetap tidak bergerak dan tampak mengabaikan serangan Noelle.
Menyakitkan untuk melihatnya, tapi serangan yang Noelle luncurkan dengan menggunakan Aligma tampaknya masih belum cukup untuk menembus pertahanan perisai energi dari sage mantis.
"Brengsek! Itu benar-benar mirip seperti AT Field! "
Noelle berteriak saat melihat perisai energi yang pernah ia lihat di suatu anime bergenre mecha tertentu. Ia tanpa henti terus menambahkan sejumlah besar energi sihir ke dalam Aligma.
Seolah meresponnya, semburan cahaya yang dikeluarkan Aligma menjadi lebih besar dan berubah menjadi sinar penghancur yang bahkan lebih kuat daripada polar cahaya yang menyerangnya sebelumnya.
Noelle menggertakkan giginya guna menahan gelombang kejut yang berasal dari moncong Aligma.
Matanya yang semula kelabu kini berubah menjadi merah tanpa ia sadari.
Noelle dengan susah payah mencoba mengambil posisi menembak paling optimal, namun gelombang kejut yang keluar dari Aligma terus menghalanginya.
"Ahhh sialan! Ini benar-benar senjata makan tuan! "
Teriakan keluhan keluar dari bibir Noelle yang telah meneteskan darah dari sudutnya.
Tak lama kemudian, perisai energi sage mantis mulai retak karena tak sanggup menahan intensitas tembakan energi super masif dari Noelle.
"Sedikit lagi! "
Noelle yang menyadari perubahan itu segera berteriak dan menambah jumlah energi sihir yang ia masukkan ke dalam Aligma.
Rasa mual dan pusing mulai menguasai perut dan kepala Noelle karena pengeluaran mana dalam jumlah besar yang terjadi secara tiba-tiba.
Retakan pada perisai energi sage mantis semakin menyebar dan tampak akan hancur kapan saja.
"Terkutuklah kalian."
Noelle dengan susah payah membuka matanya guna menjaga fokus agar tembakannya tidak melenceng terlalu jauh.
Retakan pada perisai itu disebabkan karena Noelle terus menembakkan sejumlah besar energi tepat di titik yang sama tanpa sedikitpun perubahan sasaran.
Daripada harus menyerang dengan kekuatan yang sangat besar untuk menghancurkan perisainya, akan lebih baik ia memfokuskan semua serangannya pada satu titik.
Dan tepat seperti yang Noelle pikirkan, retakan semakin membesar dan perlahan, perisai cahaya itu hancur.
...****************...
"Tidak peduli berapa kali aku melihatnya, dia benar-benar gila … "
Cryll bergumam dengan wajah tercengang saat melihat tembakan sinar energi super masif yang Noelle keluarkan.
Meskipun ia tercengang, Cryll tetap berusaha menjaga fokusnya pada para monster yang mulai bergerak dengan gelisah karena ledakan yang Noelle sebabkan.
Detik kemudian, perisai energi itu hancur, dan serangan Noelle dengan lancar menabrak kepala sage mantis.
Sage mantis itu berteriak kesakitan saat bola matanya yang besar meledak karena serangan dari Noelle.
"! Sekarang! "
Dengan kata-kata Cryll sebagai pemicu, Dyland segera melempar perisainya ke arah monster blafard yang berlari dengan liar.
Perisainya dengan lancar menabrak kepala blafard dan meledakkannya.
Seolah mendapatkan waktu yang tepat, Cryll segera melapisi tubuhnya menggunakan Sword Geist dan mulai membunuh banyak monster sekaligus dengan sambaran petirnya selagi ia mengayunkan Langen yang Noelle pinjamkan padanya untuk membunuh monster.
Tak hanya Dyland dan Cryll, orang-orang di kelompok Norman juga mulai menyiapkan serangan mereka masing-masing dan menghabisi monster yang ada di hadapan mereka.
Olivia dan Charlotte bergerak bersamaan untuk menggunakan sihir es dan membekukan kaki Sage mantis yang masih memberontak kesakitan.
Tubuh sage mantis yang begitu besar tak dapat ditahan sepenuhnya oleh sihir es Olivia, namun Charlotte mengeluarkan rantai berwarna hitam keemasan dan mulai mengikat bagian kaki yang mulai lepas dari pembekuan.
"Rantai itu … Apa itu kekuatanmu sebagai malaikat? "
"Begitulah, aku mulai ahli dalam mengendalikannya."
Charlotte menjawab pertanyaan Olivia sambil tersenyum.
"Yahh, selain itu, aku juga bisa melakukan ini."
Usai mengatakan itu, Charlotte menciptakan sebuah lingkaran sihir di telapak tangannya dan mengarahkan itu ke sage mantis.
"《Aqua Purpose》"
Begitu ia selesai mengucapkan nama sihirnya, lingkaran sihir di telapak tangan Charlotte mulai bersinar dan menyemburkan air dalam jumlah besar dan membasahi bagian kaki sage mantis.
"Sekarang bekukan itu! " teriak Charlotte.
Olivia tidak mengatakan apa pun dan menjawabnya dengan mengeluarkan sihir es dan membekukan semua bagian yang dibasahi oleh air dari Charlotte.
Selagi ia membantu Olivia untuk menggunakan sihir es, Charlotte juga mengayunkan Centipede dengan gerakan yang telah diajarkan Noelle padanya.
Bilah tajam dan berduri Centipede dengan lihainya menggeliat dan menghabisi semua monster yang ia lewati.
Di sisi lain, Cryll dengan gerakan yang tak dapat diikuti oleh mata orang normal mengayunkan Langen untuk menebas kaki lain sage mantis sambil menggunakan Geist untuk menyerang monster lainnya dengan sambaran petir.
Bahkan meskipun Cryll tidak dapat menggunakan kemampuan khusus Langen, Cryll masih bisa memberikan luka tebasan pada sage mantis meskipun itu sedikit.
Jika ada monster yang mendekatinya tanpa ia sadari, sebuah anak panah akan muncul dan menancap di kepala monster itu.
Orang yang menembakkannya tentu saja Stella yang dengan cepat menggunakan busurnya dan menghabisi semua monster yang ia lihat.
(Sialan! Jika terus seperti ini … Kita tidak akan sempat … )
Cryll mengerutkan keningnya dengan frustasi saat ia menyadari kalau situasinya sama sekali tidak membaik.
Ia sudah menghabisi banyak monster sambil terus menyerang sage mantis, tapi jumlah monster yang datang sama sekali tidak berkurang, dan justru bertambah semakin banyak.
Di sudut pandangannya, ia bisa melihat Dyland dengan susah payah membunuh semua monster dengan pedang dan perisainya, sedangkan Norman juga ikut menghabisi banyak monster menggunakan pedangnya.
(Ahhhh … Di mana Noelle sekarang … )
"Hey, Rico! Tidak bisakah kau berhati-hati dengan senjatamu?! "
"Berisik, ini lebih baik daripada tidak melakukan apa pun sepertimu, Kaira! "
Kaira dan Rico terus saling berteriak sambil tanpa henti menghabisi monster di sekitar mereka.
"Apa boleh buat, 'kan? Kemampuanku adalah membaca pikiran seseorang! Itu tidak berguna untuk melawan monster yang tak berakal! " Kaira balas berteriak pada Rico sambil menusukkan tombaknya di kepala cyclops yang sudah terjatuh.
"Ughhh brengsek … Kemampuanku tidak begitu berguna untuk melawan monster! " teriak Rico.
"! Rico! Di belakangmu! "
Sudah terlambat untuk Kaira meneriakkan itu, karena seekor cyclops baru saja muncul dan akan membanting pohon untuk membunuh Rico.
Tepat sebelum serangannya mencapai kepala Rico, tubuh cyclops itu tiba-tiba terbakar dengan sebuah tali yang melilit tubuhnya.
"Tali? Tidak, itu cambuk! "
Kaira tersenyum cerah saat melihat cambuk itu telah membakar tubuh cyclops sepenuhnya.
Detik berikutnya, orang yang menggunakan cambuk itu muncul di hadapan Kaira dan Rico.
"Bisakah kalian berhenti bermain-main? Lebih baik kalian lakukan sesuatu tentang ini atau aku akan membakar otak kalian."
Iris dengan wajah merendahkan menegur Kaira dan Rico dengan gagang cambuk di tangannya.
" " … Oke." "
"《Hecross》!!"
Saat Kaira dan Rico sedang terdiam di hadapan Iris, suara teriakan Dyland yang bergema di hutan dengan cepat mengumpulkan perhatian semua monster padanya.
Pedang dan perisai yang Dyland gunakan telah menyatu membentuk sebuah kapak yang bersinar.
Dyland membanting pedang– kapaknya ke tanah sambil mengucapkan nama skill-nya.
Berikutnya, sebuah pola salib raksasa yang bersinar menyilaukan muncul di tanah dan menenggelamkan semua monster yang ada di sekitarnya ke dalam lautan cahaya itu.
...****************...