![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Noelle melihat papan nama itu dalam diam, dan perasaan tegang mulai membanjiri dirinya.
(Mulai sekarang, semua tidak akan sama lagi. Sekarang aku sendirian, tidak ada yang menemaniku. Tapi … Ini tidak apa, aku bisa melakukan ini semua sendirian.)
Dengan satu tangan, Noelle sedikit mengendurkan dasinya. Dia mengeluarkan cermin kecil dari saku, dan memeriksa penampilannya sendiri.
Tidak ada yang salah. Penampilannya masih sama seperti yang dia atur untuk identitasnya sebagai Noah Ashrain.
Untuk sejenak, matanya memancarkan perasaan haus darah yang cukup jelas, tapi dia berhasil mengendalikannya.
Untungnya, matanya telah ia ubah menjadi merah darah, sama seperti transformasi karakteristik vampir. Jadi, tidak akan ada yang menyadari perubahan pada dirinya.
Noelle menghela napas sejenak, lalu memasukkan cermin itu kembali ke sakunya. Dia kemudian membuka pintu dan langsung masuk ke dalam.
Dentingan bel ringan muncul sebagai tanda kehadiran pelanggan, tapi tidak ada yang merespon itu selain seorang bartender tua yang sedang menggunakan kain kecil untuk mengeringkan cangkir kristal yang mewah di tangannya.
Bartender tua itu menatap Noelle sejenak, lalu tersenyum ramah. Setelah itu, dia melanjutkan aktifitasnya tanpa terganggu sedikit pun.
Ini masih siang, tapi sudah ada beberapa pelanggan di bar.
Rupanya, tempat ini bukan hanya sebuah bar, melainkan lebih mirip seperti kafe yang menyediakan segala hal, termasuk minuman beralkohol. Noelle baru menyadarinya saat dia melihat daftar menu.
Noelle mengangguk pada bartender itu sejenak, lalu memasuki sebuah ruangan yang pintunya memiliki papan kecil bertuliskan 'Khusus Staf' menggantung di permuaannya.
Di ruangan itu, ada beberapa pintu lagi yang akan mengarahkannya ke ruangan yang berbeda-beda. Noelle tanpa ragu langsung mengetuk salah satu pintu, sebelum akhirnya membuka dan masuk ke ruangan di baliknya.
"Selamat siang, maaf karena membuatmu menunggu."
Noelle segera membungkuk dan tersenyum pada orang yang menunggunya, Dolf.
"Tidak masalah. Sebenarnya, kau datang lebih cepat dari yang kuperkirakan."
Dolf tertawa kecil dan mulai mencondongkan tubuhnya ke depan.
Saat ini, Dolf sedang duduk di kursinya, yang berada tepat di belakang meja kerja sederhana.
Dia ada awalnya sedang menghisap cerutu, tapi dia segera mematikan itu saat melihat Noelle datang.
Aroma yang kuat dari tembakau masih ada di ruangan ini, tapi itu bukan masalah karena Noelle masih bisa menahannya.
"Silahkan duduk," ucap Dolf.
Noelle tetap mempertahankan senyumnya, lalu menarik kursi di hadapan Dolf. Dia kemudian duduk di sana, sambil melihat beberapa lembar kertas yang berserakan di atas meja.
"Maaf karena agak berantakan. Ada banyak yang harus kami lakukan belakangan ini."
Sambil melihat Dolf membereskan berkas-berkas itu, Noelle hanya menggeleng lembut. "Tidak masalah. Semua orang memang sangat sibuk sekarang."
Bahkan meski Noelle tidak tahu apa pun tentang wawancara kerja yang sesungguhnya, dia masih memiliki sedikit pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana harus menghadapi calon atasan.
"Baiklah, seperti yang sudah ku katakan sebelumnya, tidak sulit untuk bergabung dengan kami. Tapi, kau sudah menandatangani kontrak persetujuan, yang artinya kau sudah tidak bisa keluar lagi. Itu juga berarti kami memiliki hak atas kebebasanmu."
" … "
Noelle memberikan anggukan singkat.
"Baiklah, kurasa kau sudah tau itu semua. Ini semua perlengkapan yang kau butuhkan. Kami tidak memiliki seragam asli untuk menjaga agar keberadaan kami tetap tidak diketahui. Tapi, ada pakaian dan jubah pendeta yang harus digunakan saat kau bertugas di gereja. Selain itu, kami juga memiliki kode berpakaian. Aku akan menjelaskannya nanti."
Dolf mengeluarkan satu set pakaian pendeta dari kursi di sampingnya, dan meletakkan semua itu di atas meja.
Pakaian dan jubah pendeta itu memiliki model jubah langsung berwarna biru tua dengan tambahan hitam dan emas di beberapa bagian. Selain itu, ada juga kemeja dan celana panjang sederhana yang warnanya juga cocok untuk dipadukan dengan jubah pendeta. Kemeja dan celana itu dimaksudkan untuk menjadi dalaman saat menggunakan jubah.
"Jangan khawatir tentang ukurannya. Itu dibuat dari kain sihir yang berasal dari monster ulat sutra di pegunungan Chilamord. Kau bisa mengatur ukurannya sesuka hati asal kau memiliki energi sihir. Yahh, kurasa itu bukan masalah untukmu karena aku bisa dengan jelas merasakan betapa luasnya kolam mana yang kau miliki."
(Pegunungan Chilamord … Kalau tidak salah, itu adalah pegunungan yang ada di bagian utara Republik, 'kan? )
Noelle mulai memeriksa ingatannya tentang peta detail Republik, sementara di saat yang sama juga terus fokus mendengarkan Dolf.
"Dan ini adalah emblem Gereja Dewi. Kau wajib menggunakan ini saat beraktifitas sebagai anggota gereja."
Dolf mengeluarkan sebuah pin kecil berbahan logam campuran antara emas dan perak. Lambang Gereja Dewi terlihat bersinar dengan cahaya perak, sementara dasar yang berbentuk bulat itu berwarna emas pucat.
"Ahh … "
Noelle sudah melihat emblem itu tadi pagi, tapi dia tidak menduga kalau itu memang wajib digunakan bahkan saat perekrutan anggota.
Setelah menerima semua perlengkapan, Noelle menatap semua itu sejenak, sebelum akhirnya mengemukakan pertanyaan yang selama ini sudah ia simpan.
"Aku sudah ingin kebanyakan ini sejak tadi, tapi aku tidak punya kesempatan. Sebenarnya … Kenapa markas kalian ada di sebuah bar? "
Jawabannya terkait dengan informasi yang Damian berikan padanya saat itu; organisasi di bawah naungan gereja pasti akan memiliki sesuatu untuk menjadi kedok mereka. Organisasi Diamond Heart milik Gereja Dewi Anastasia berhubungan langsung dengan beberapa rumah sakit, dan Gereja Dewa Pengetahuan pastinya juga memiliki hubungan dengan institut penemu di beberapa tempat.
Jadi, tidak sulit untuk menebak kalau kafe bar tempatnya berada saat ini adalah salah satu kedok milik organisasi di bawah Gereja Dewi Penjaga Malam.
Dolf tersenyum saat mendengar pertanyaannya. Dia kemudian mengambil beberapa lembar kertas yang ia singkirkan sebelumnya, lalu mulai memeriksanya dengan teliti. Pada saat yang sama, dia juga menjawab Noelle.
"Organisasi kita, Lunatic Order memiliki beberapa kedok yang selalu kami gunakan untuk tampil di hadapan publik. Kafe bar ini adalah salah satunya."
"Salah satunya, ya … Apa ada markas lain di kota ini? "
"Tidak. Meskipun agama kita adalah mayoritas di negara ini, kita tetap hanya memiliki satu cabang di setiap wilayah. Tentu saja, skalanya akan berbeda tergantung pada ukuran wilayah yang diawasi."
Diam sejenak untuk menandatangani berkas pertama, Dolf kemudian melanjutkan, "Kota Féncen ini memiliki ukuran yang cukup besar, jadi kita memiliki skala pengawasan yang lebih besar dari beberapa kota lainnya. Tapi, itu tidak menutupi kenyataan bahwa ada beberapa bagian wilayah yang tidak sanggup kita awasi."
"Dan di sanalah organisasi lain akan berperan. Kita memang sedikit lebih berkuasa, tapi organisasi milik gereja lain tetaplah memiliki otoritas tergantung pada apakah ada gereja mereka di kota ini atau tidak."
" …… Aku mengerti … "
Pada dasarnya itu hanyalah pembagian peran yang sederhana. Organisasi yang lebih besar akan menyelimuti wilayah yang bisa mereka sisir, sedangkan organisasi yang lebih kecil akan mengawasi daerah yang luput dari perhatian organisasi besar. Ini semua tidak lebih dari kerja sama yang saling menguntungkan.
Tentu saja, keuntungannya sedikit berat sebelah pada sisi mayoritas.
"Aku sudah melihat data dirimu, dan aku tahu kalau kau tidak berasal dari kota ini. Jadi aku akan menjelaskannya secara singkat."
Saat ini jam makan siang, tapi tampaknya tidak terlalu sibuk karena Dolf masih bisa dengan santai menjelaskan materi sambil mengerjakan beberapa lembar dokumen.
"Meskipun jumlahnya sedikit, masih ada beberapa gereja agama lain yang tersebar di seluruh kota. Kurasa kau sudah tahu, tapi ini hanya informasi tambahan; jumlah penganut terbanyak setelah gereja kita adalah gereja yang memuja Dewi Cinta dan Harapan Anastasia. Gereja mereka tersebar di mana-mana, dan organisasi milik mereka juga cukup berpengaruh pada beberapa sektor."
"Selain itu, ada juga Gereja Dewi Cahaya Lumine, dan Gereja Dewa Pengetahuan Gerben. Yahh, hanya ada empat secara total, tapi itu yang hanya ada di kota ini. Ada lebih banyak lagi di kota besar seperti ibu kota."
"Apa setiap gereja akan bekerja sama? "
Untuk pertanyaan Noelle kali ini, Dolf hanya tersenyum masam. Dari reaksinya, Noelle yakin kalau Dolf sudah menghadapi pertanyaan yang sama berulang kali.
"Hanya pada situasi tertentu. Tapi, di sebagian besar waktu, kami tidak melakukan apa pun selain mengurus masalah internal. Karena tidak banyak pekerjaan sipil yang membutuhkan bantuan kita."
Dolf kemudian memberikan penjelasan tambahan, yang membuat Noelle langsung paham.
Berkat apa yang dijelaskan Dolf, Noelle jadi tahu kalau organisasi milik gereja tidak bisa mengambil pekerjaan, atau misi secara sembarangan.
Bagaimana pun, masih ada unit pelayanan publik, dan para petualang yang siap melakukan pekerjaan kasar.
Tugas-tugas yang dihadapi organisasi milik gereja seringkali melibatkan pada aktifitas ilegal yang tidak bisa dikendalikan oleh pihak berwenang.
Jika ada tugas yang tidak bisa diselesaikan oleh pihak-pihak tertentu seperti tim penjaga, kepolisian, atau petualang, maka tugas itu akan dilemparkan ke gereja untuk diurus secepatnya.
Tentu saja, pihak-pihak itu harus berusaha agar misi yang mereka miliki dapat terselesaikan dengan baik tanpa perlu mengandalkan pihak lain. Karena hanya dengan begitulah mereka dapat mempertahankan citra mereka di hadapan gereja.
Salah satu pekerjaan yang paling sering dilemparkan pada gereja, adalah pekerjaan yang melibatkan organisasi bawah tanah lainnya.
Selain organisasi milik gereja, pastinya ada lebih dari satu organisasi rahasia bersifat jahat yang bersembunyi di negara ini. Mengurus mereka, adalah tugas dari organisasi gereja.
Singkatnya, organisasi-organisasi milik gereja memiliki pekerjaan yang lebih tersembunyi, dan pekerjaan mereka juga tidak mungkin bisa diketahui oleh orang biasa.
Sekarang Noelle baru menyadarinya; bahwa dia tahu telalu sedikit tentang dunia—atau lebih tepatnya negara tempatnya tinggal sebelumnya.
Kerajaan adalah negara yang besar, dan setiap kota yang Noelle kunjungi adalah kota dengan ukuran dan populasi yang besar juga. Namun, di bawah itu semua, ada beberapa kelompok rahasia yang terus bergerak tanpa disadari siapa pun.
Tentu saja Noelle terkejut. Namun, di saat yang sama dia juga heran.
Di kota Eisen sebelumnya, dia yakin kalau kekacauan yang melanda kota itu telah melampaui batas wajar. Namun, kenapa tidak ada satu pun organisasi itu bergerak? Pertanyaan ini membuatnya kebingungan.
Apakah karena organisasi itu tidak peduli? Tidak, itu tidak mungkin. Bagaimanapun, mereka tetaplah bagian dari gereja; sekelompok orang bermoral yang memiliki peran penting dalam perlindungan semua orang.
(Pasti ada alasan lain … )
Noelle tertarik untuk menanyakannya, tapi dia tahu kalau dia belum pantas untuk mengetahui itu. Terlebih lagi, menanyakan tentang suatu insiden di negara lain akan menjadi hal yang sangat mencurigakan bahkan untuknya.
Apa pun itu, Noelle akan mencaritahunya sendiri nanti. Untuk sekarang, dia dihadapkan pada pertanyaan lain.
Dari semua yang telah disebutkan Dolf, Noelle berhasil menemukan sesuatu.
Dia menggabungkan semua itu dengan semua informasi yang dia miliki tentang gereja dan organisasinya, tapi tetap menemukan kejanggalannya.
Semua nama yang dia ketahui itu, sama sekali tidak ada yang berhubungan dengan sosok Dewa Pencipta, Chronoa.
...****************...