[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 285: Panggung Baru



...****************...


Beberapa hari telah berlalu sejak pertunjukan besar itu. Bisa dibilang kalau drama itu merupakan sebuah kesuksesan.


Noelle kini duduk sambil membaca koran di kafetaria sebuah penginapan kelas menengah kota Vulip.


Dalam wujud Grei Noctis-nya, tidak siapa pun berani mendekatinya secara sembarangan. Tapi itu adalah kenyamanan bagi Noelle yang sedang tidak ingin diganggu siapa pun.


Saat ini tanggal 5 November. Hampir seminggu sejak kebakaran hebat di mansion keluarga Grandbell. Meski begitu, media berita seperti koran masih menceritakan kejadiannya.


Seperti yang Noelle duga, reputasi dan popularitas Nantz sil Grandbell sama sekali tidak bisa diremehkan. Bahkan berita kematiannya sanggup membuat kacau beberapa bagian administrasi Republik.


Memang, mengesampingkan dirinya yang merupakan satu-satunya anggota keluarga Grandbell, Nantz memiliki banyak peran penting yang mungkin belum bisa digantikan siapa pun. Salah satunya adalah masalah negosiasi yang terkait dengan urusan militer.


Noelle merasakan bersalah pada Damian karena hal ini, tapi dia dengan cepat menghiraukannya karena menganggap ini sebagai hal yang lebih penting.


Bagian terbaiknya, dia berhasil menarik Nantz sil Grandbell ke sisinya. Sekarang dia hanya perlu memanfaatkan orang itu, sebagaimana yang diinginkan Asterisk.


(Tidak ada tanda kecurigaan. Ini artinya skenario yang sudah kami buat berjalan dengan sangat lancar. Tapi, yahh …. )


Ada beberapa orang yang mengetahui kebenaran di balik skenario itu, tapi itu tidak masalah. Mereka semua masih bisa dianggap aman.


『Kau benar-benar percaya diri. Apa kau yakin dengan itu?』


Mendengar suara Noir tiba-tiba muncul di kepalanya membuat Noelle tersenyum masam. Sudah beberapa hari sejak Noir memutus koneksi. Baru hari inilah dia berbicara pada Noelle.


Tapi seperti biasanya, bahkan satu kata dari Noir pun membuat Noelle merasa kesal dan waspada.


"Bersikap optimis itu penting, tapi sejak awal aku tahu cara untuk berjaga-jaga."


Orang-orang yang mengetahui kebenaran di balik skenarionya bukanlah orang yang sembarangan. Setidaknya Noelle yakin kalau mereka tidak akan mencampuri urusan Noelle kecuali Noelle mengganggu mereka terlebih dahulu.


Ructus Damian adalah satu hal, tapi [Mata Tuhan] Ilya tidak mungkin akan menggunakan fakta itu sebagai bahan untuk mengancam Noelle. Mereka memiliki kesepakatan, dan tidak satu pun dari keduanya ingin mengganggu kesepakatan tersebut.


Buang Nantz dan Robert dari daftar kecurigaan. Mereka adalah orang yang terlibat langsung, secara alami mereka jauh lebih mementingkan rahasia ini dibandingkan apa pun.


(Benar, dalam negosiasi sebelumnya, Nyonya Ilya berkata kalau situasinya semakin memburuk. Apa maksudnya? )


Noelle sudah berencana menanyakan ini pada Noir, tapi dia baru sempat bertanya karena Noir baru muncul setelah sekian lama.


『Singkatnya, wanita serigala itu sudah kewalahan. Dia memang memiliki banyak pengikut yang menjadi sumber kekuatannya, tapi Lost Traveler itu berbeda.』


"Berbeda? "


Noelle tidak sengaja meninggikan suaranya, dan orang-orang yang duduk di meja di dekatnya mulai memandanginya.


Menyadari itu, Noelle segera menurunkan wajahnya, seolah-olah fokus pada koran di tangannya.


Jumlah pengikut sebagai sumber kekuatan sudah bukan hal yang asing bagi Noelle. Semakin banyak pengikut, semakin kuat pula sosok itu. Itu adalah pemahaman sederhana yang bahkan bisa dimengerti hewan seperti monyet.


『Tidak seperti Lost Traveler, Zelica bukanlah makhluk mitos yang terlahir secara alami. Dia sempat mengalami fase biologis, sampai akhirnya menyelesaikan ritual pendewaan.』


Dari kedengarannya saja, Noelle sudah bisa melihat perbedaan antara keduanya.


Makhluk mitos yang terlahir secara alami, dan makhluk mitos yang mencapai tahap pendewaan melalui ritual. Ada perbedaan yang amat signifikan pada keduanya. Jelas, makhluk mitos yang terlahir secara alami akan lebih unggul jika diadu dengan yang buatan.


『Lost Traveler memang tidak punya pengikut, tapi sejak awal dia adalah penghuni kosmos. Aku tidak tahu detail tentang dia, tapi dia itu gila, lawan terburuk bagi mereka yang masih menjaga kewarasan dengan memanfaatkan para pengikut, seperti yang dilakukan wanita serigala itu.』


(Menjaga kewarasan? )


Noelle tidak membutuhkan Noir untuk menjelaskan ini. Dia sudah memahaminya.


(Jadi bahkan dewa juga bisa terkena pengaruh kosmos, ya …. Apa kondisinya sama seperti saat manusia mengalami kondisi Berserk? )


Dewi Penjaga Malam Zelica seharusnya memiliki resistensi terhadap aura kotor yang ada di kosmos. Namun, cara Noir menjelaskannya seolah-olah Dewi Zelica juga tengah berjuang untuk mempertahankan kondisi normalnya sendiri di tengah aura kosmos itu.


『Justru karena dia adalah dewa dia menjadi semakin rentan. Masih banyak yang posisinya di atas wanita serigala itu, dan karena itulah dia tidak bisa secara sembarangan pergi menjelajah kosmos.』


Noelle masih kesulitan memahami hal itu.


Dia berpikir kalau dewa pasti akan baik-baik saja dengan pencemaran dari kosmos. Namun, kelihatannya tidak begitu.


Dewa menjadi semakin rentan mungkin karena mereka sudah tidak terikat pada aturan yang membatasi manusia. Mereka memiliki aturan tersendiri, yang sayangnya tidak memberi mereka terlalu banyak perlindungan.


『Ini sedikit terlalu awal, tapi biarkan aku memberimu peringatan. Semakin jauh kau menapaki jalan pendewaan, maka semakin jauh pula kau dari kemanusiaan.』


...****************...


Noelle menyipitkan mata dan pergi ke kamarnya sendiri di lantai dua penginapan.


Masih banyak yang harus dilakukan. Yang terpenting untuk saat ini adalah dia harus mendapatkan dokumen identitas baru.


Dokumen identitasnya sebagai Noah Ashrain sudah tidak berguna karena sosok itu sudah mati sekarang. Noelle juga tidak berniat meminta bantuan Ructus Damian untuk membuatkannya dokumen identitas baru. Karena jika begitu, maka hutangnya akan bertambah.


Meningkatkan jumlah hutan pada satu orang bukanlah hal yang bagus. Noelle tahu itu dengan pasti. Terlebih lagi, jika lawan transaksinya adalah manusia yang licik.


Noelle duduk di kursi santai yang ada di kamarnya, dan mulai memperhatikan gambaran kasar mengenai jadwalnya yang telah ia tuliskan di buku harian.


Besok, dia ada rencana untuk kembali ke kota Féncen. Alasannya adalah karena dia ingin mencari tahu sesuatu.


Tentu saja, sesuatu yang ia cari itu bukanlah hal sederhana. Ini mengharuskannya untuk menunggu dengan sabar, dan membuat rencana sebaik mungkin sehingga tidak akan ada satu pun kesalahan.


Noelle berencana menyusup ke Gereja Dewi Zelica di kota Féncen, dan mencari informasi mengenai generasi lama Asterisk. Mungkin saja ada sesuatu yang mereka simpan di sana.


Alasan kenapa dia memilih gereja di kota Féncen adalah karena dia sudah akrab dengan strukturnya. Noelle bisa mencari di gereja kota Vulip, tapi gereja ini masih sangat asing, dan Noelle tidak tahu resiko apa yang menantinya. Karena itulah, kembali ke Féncen adalah pilihan yang masuk akal.


Dia juga ingin memeriksa makamnya sendiri di sana.


Tentang dokumen identitas, rasanya itu sudah bukan masalah. Noelle berencana kembali ke Féncen, dan di sana dia bisa meminta bantuan Kino untuk membuatkannya dokumen identitas baru.


Noelle percaya pada kemampuan dan koneksi Kino. Dia pasti mengenal seseorang yang mampu membuatkan dokumen identitas palsu tanpa kesulitan.


Mengambil pulpen dari meja, Noelle mulai menuliskan rencana terperinci untuk tindakan dia selanjutnya.


Sebenarnya, dia juga tidak terlalu mengenal gereja di Féncen. Namun setidaknya, Noelle paham kalau ada sistem pergantian penjaga, dan dia juga tahu sedikit struktur bawah tanah karena pernah memasukinya.


Ada jalur bawah tanah yang cukup kompleks di bawah gereja. Jalur itu menghubungkan setiap ruangan yang dikontrol ketat, sehingga tidak sembarang orang bisa masuk.


Ada beberapa lantai, dan Noelle hanya tahu dua lantai pertama yang berisi persediaan makanan. Jika tebakannya benar, maka antara lantai tiga dan seterusnya seharusnya menjadi ruang arsip tempat penyimpanan berkas informasi lama.


Yang menjadi masalahnya saat ini adalah Noelle tidak tahu sistem keamanan seperti apa saja yang terpasang di gereja.


Tapi karena itulah dia akan segera membuat rencana tambahan.


Noelle dengan cepat berpikir, dan menuliskan semua idenya di buku catatan. Hingga akhirnya, struktur kasar rencana berhasil diselesaikan.


Tahap pertama dari rencananya adalah menyamar menjadi orang biasa, yang selama dua minggu penuh akan berdoa di gereja untuk mengamati jadwal pergantian penjaga dan pendeta.


Berikutnya, temukan celah dalam waktu pergantian penjaga. Bagian ini sangat penting karena akan berpengaruh besar pada rencananya.


Ketiga, yaitu mengenali sistem keamanan.


Tak perlu dikatakan, bagian ketiga memang sangat penting karena akan membantu proses infiltrasi nantinya.


Tahap keempat, yaitu penyelinapan. Noelle berencana mengubah wujudnya menjadi kabut asap dan menyelinap masuk untuk menemukan ruang arsip.


Tentu saja, dia memiliki rencana cadangan untuk tahapan ini. Jika rupanya sistem keamanan gereja menghalanginya untuk bertransformasi menjadi kabut asap, maka Noelle tak memiliki pilihan lain selain menyamar menjadi tunawisma yang menerima bakti dari gereja, lalu menahan salah satu penjaga yang ia temui, dan meniru wujudnya menggunakan otoritas Dominasi. Dengan begitu, dia akan memiliki kesempatan untuk memasuki struktur bawah tanah.


Tahap kelima adalah pencarian ruang arsip. Noelle tidak tahu apa pun, tapi dia memiliki tebakan. Ini seharusnya tidak akan terlalu sulit.


Tahap terakhir, yaitu tahap keenam, adalah bagian termudah dan menyenangkan; menyelinap keluar dari gereja dengan semua informasi di tangan.


Rencananya sederhana, dan bahkan beberapa tidak perlu dimasukkan ke dalam daftar. Meski begitu, Noelle masih harus mengantisipasi langkah tak terduga dari lawannya.


Untuk sekarang rancangan itu hanya akan menjadi rancangan kasar, dan belum pasti ia gunakan dalam aksi.


Noelle juga sedang sibuk untuk memikirkan solusi tambahan dalam beberapa masalah tak terlihat.


Dengan buku kecil si satu tangannya, Noelle pindah dan duduk di pinggir ranjang, lalu menatap ke langit siang di luar jendela.


Ini rencana yang nekat, tapi Noelle tetap akan melakukannya. Lagi pula, yang dia korbankan bukanlah identitas asli, melainkan wajah orang asing yang tidak dia kenal.


Memeriksa ulang rancangannya, Noelle menemukan beberapa kesalahan, dan segera mengoreksinya. Setelah itu, dia fokus untuk memikirkan solusi tambahan untuk beberapa masalah lain.


Setelah selesai, Noelle langsung mengangguk puas dan menutup bukunya.


Dia segera berdiri, menutup jendela, dan melompat ke ranjangnya sendiri. Seketika, wujud besar Grei Noctis menyusut menjadi sosok Noelle yang asli.


Rencana akan dilaksanakan tanggal 7 November, dua hari lagi. Sampai saat itu tiba, dia akan menghemat tenaga sebanyak mungkin.


...****************...