[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 280: Peniru di dalam Cermin (1)



...****************...


Semua menghitam, tidak ada apa pun, tapi Cryll masih bisa merasakan semua objek di sekitarnya.


Tak lama kemudian, semua kembali normal. Adegan-adegan itu telah menghilang sepenuhnya.


Cryll, yang tidak bisa memahami apa pun dari situasi itu hanya bisa terdiam.


Baginya, pemandangan yang baru saja ia lihat itu adalah sesuatu yang sangat sulit dijelaskan. Luar biasa, mengagumkan, dan mengerikan. Berbagai pemikiran dengan emosi yang berbeda muncul dan bergejolak di dalam dirinya.


Biarpun dia memiliki firasat tentang siapa sebenarnya sosok pirang itu, dia masih tidak berani untuk memikirkannya.


Kenyataan jauh lebih mengerikan jika dia mengetahuinya.


Cryll yang memiliki gejolak emosi di dalam dirinya itu hanya bisa terdiam, lalu menghela napas sesaat setelah menenangkan diri.


Yang lebih aneh lagi, kenapa dia bisa melihat itu? Apa ada sesuatu yang diinginkan dungeon ini darinya? Cryll mencoba memikirkannya, tapi dia tetap tidak bisa menemukan jawaban dari pertanyaan itu.


Memikirkan semua hal yang memusingkan tidak akan ada gunanya. Pada akhirnya, Cryll hanya bisa menghela napas pasrah.


Dia kemudian melihat ke sekeliling, dan tatapannya tertuju pada mansion yang sejak tadi tidak mengalami perubahan sedikit pun.


Berkat apa yang dia lihat sebelumnya, rasa kantuk dan lelah sudah menghilang, dan kini dia bisa langsung melanjutkan ekspedisi.


Memasuki mansion, Cryll segera mengikuti instingnya untuk pergi ke koridor panjang di sebelah kanan. Dan begitu sampai di ujung, apa yang menyambutnya adalah ruangan yang penuh dengan cermin.


Cermin dalam berbagai bentuk dan ukuran. Bahkan ada juga yang melengkung atau membengkok, sehingga sosok Cryll yang terpantul di sana terlihat sedikit mengerikan.


Ruangan ini begitu penuh dengan cermin, sehingga rasanya sudah tidak ada tempat lagi untuk meletakkan barang lain.


Dengan rasa penasarannya yang kian memuncak, Cryll menyentuh salah satu permukaan cermin dengan jarinya. Lalu—


"Apa? "


Jarinya tenggelam, dan tidak bisa ditarik. Justru, seluruh tubuhnya, dimulai dari jari tangannya terasa seperti tersedot ke dalam cermin itu.


Cryll mencoba menarik jarinya dengan sekuat tenaga, tapi cermin itu seperti tidak mau melepaskannya.


Tidak memiliki pilihan lain, dengan tangannya yang lain, Cryll seketika mengambil belati yang ia gantungkan di pinggang, dan menusukkan ujungnya ke permukaan cermin itu.


Namun, lagi-lagi hal yang aneh terjadi.


Bukannya pecah, cermin itu justru menerima belati Cryll.


Belatinya secara perlahan tenggelam ke dalam cermin, dan Cryll langsung melepaskan pegangannya terhadap belati itu.


"Ke mana belati itu pergi? "


Cermin itu sudah sepenuhnya menenggelamkan belatinya, dan Cryll yang penasaran mencoba mencari tahu dengan mengintip. Namun, dia sendiri tahu kalau itu sia-sia.


Tidak ada cara untuk melawan. Cryll dengan cepat memahami ini.


Jika dia mencoba melawan, maka tarikan dari cermin akan semakin kuat. Tapi sayangnya, mengurangi kekuatan di tubuhnya tidak akan membuat cermin itu berhenti. Itu terus menghisap tubuh Cryll yang tidak memiliki tanda perlawanan apa pun.


"Apa aku harus mencobanya? "


Cryll berpikir keras untuk sejenak, lalu mengangkat bahunya.


"Yahh, aku tidak akan tahu kalau aku tidak mencoba. Bukan berarti aku bisa melepaskan diri dari ini."


Cryll tidak pasrah, tapi dia juga tidak melawan. Sebaliknya, dia dengan tenang melompat dan secara sukarela masuk ke dalam cermin itu.


...****************...


Segalanya gelap, tak ada yang bisa dilihat.


Rasa lelah masih belum lepas dari dirinya, tapi Cryll tetap berusaha membuka matanya.


Cahaya mulai muncul, dan secara berangsur-angsur menerangi ruangan tempat dia berada.


Lantai tempat ia pingsan terlihat seperti batu yang benar-benar mengkilap, sedangkan dinding dan atapnya diisi penuh dengan cermin.


Di saat kesadarannya perlahan pulih, Cryll langsung melompat dengan penuh keterkejutan, dan dengan waspada melihat ke sekelilingnya.


Entah bagaimana mengatakannya, ini begitu membingungkan sekaligus mengerikan.


Lantai, dinding dan atap, semuanya diisi oleh cermin dengan berbagai bingkai yang berbeda. Ada yang berbingkai kayu dengan ukiran yang mewah, dan ada juga yang benar-benar sederhana dan tanpa ukiran atau hiasan apa pun.


Sulit untuk menemukan jalan keluar, karena ke mana pun ia melihat, hanya ada pantulan dari dirinya, dan cermin di belakangnya. Secara singkat, hampir mustahil untuk menemukan jalan keluar hanya dengan mengandalkan pengelihatan.


Untuk saat ini, Cryll menjaga dirinya agar tetap tenang dan meraba-raba cermin di sekitarnya. Dengan begitu, setidaknya dia tahu ke mana dia akan dan harus pergi.


Yang menjadi masalahnya, ke arah mana pun Cryll pergi, hanya ada cermin di setiap sisi. Seolah ini benar-benar merupakan labirin yang terbuat dari jutaan cermin.


Selain itu, semakin jauh ia menjelajah, rasanya suara bisikan mulai muncul dan menghantui Cryll dengan rasa kebingungan.


Tidak ada apa pun di sekitarnya selain cermin, dan suara itu seperti muncul langsung dari kepalanya sendiri.


Semakin lama, bisikan itu semakin kuat, dan Cryll mulai kehilangan kesabarannya.


"Diamlah! "


Memukul kepalanya sendiri, Cryll kemudian menarik pedang, dan mengayunkannya secara acak ke ruang di sekitarnya, membuat beberapa cermin mengalami keretakan dan bahkan beberapa pecah.


『Mau sampai kapan kau berbohong pada dirimu sendiri? 』


Suara yang lebih jelas akhirnya muncul, dan membuat Cryll seketika mengangkat wajahnya.


Kata-kata yang diucapkannya itu seperti menusuk langsung ke titik terlemahnya.


Cryll terhuyung mundur, dan menabrak cermin di belakangnya. Detik kemudian, dia hanya bisa bersandar sambil terus mendengarkan kata demi kata yang dibisikkan langsung ke otaknya.


『Berbentilah melakukan hal yang sia-sia, dan terima kenyataannya. Kau sebenarnya hanya takut, 'kan? 』


"Diam …."


『Kau begitu takut, sehingga kau tidak mau menerimanya. Yang bisa kau lakukan, hanyalah berpura-pura tidak menyadarinya, dan melakukan sesuatu untuk mengalihkan perhatianmu darinya. Sama seperti yang sedang kau lakukan sekarang.』


Terdengar suara retakan.


Itu bukanlah suara imajinatif yang muncul di kepalanya, melainkan suara dari sesuatu yang benar-benar retak.


Cryll tanpa sadar memukul cermin di sampingnya hingga itu pecah. Begitu dia menyadarinya, dia langsung melihat kepalan tangannya sendiri yang berlumuran darah.


Darah yang terus menetes akhirnya jatuh ke lantai, untuk sejenak bersinar, dan akhirnya menghilang.


Bahkan meski Cryll tidak tahu apa yang sedang dibicarakan oleh suara itu, secara naluri dia paham maksudnya. Karena itulah, Cryll, yang memahami perasaannya sendiri lebih dari siapa pun dibuat ketakutan.


Rasa takut itu memuncak saat dia merasa pemilik suara itu tersenyum padanya.


『Kau bisa mengingatnya, tapi kau memilih untuk lupa. Dasar penakut.』


Kata-kata itu membuat Cryll nyaris kehilangan akalnya.


Dia menarik pedangnya sendiri tanpa sadar, dan mengayunkannya dengan gerakan yang lebar.


Semua cermin yang ada di sekitarnya seketika pecah setelah terbagi menjadi dua, dan Cryll dibiarkan sendirian dengan serpihan kaca yang berserakan di lantai.


Anehnya, hanya kaca yang hancur, sedangkan bingkainya masih utuh, memperlihatkan ratusan cermin lain di sisi itu. Namun, Cryll tidak dalam keadaan yang bisa memperhatikannya.


Suara itu memang benar. Dia takut, entah itu pada orang lain, atau bahkan dirinya sendiri.


Namun, lebih dari apa pun, dia takut pada ingatan yang perlahan bangkit melalui mimpinya.


Dia merasa jika dia mengingatnya, sebuah beban yang amat berat akan langsung diberikan padanya. Karena itulah, Cryll memilih untuk tidak mengingatnya, meski ia tahu kalau itu adalah sesuatu yang penting.


Semua keyakinan itu tergoyahkan begitu ia memasuki tempat ini.


Cryll mengerutkan keningnya dan masih melihat ke sekeliling dengan khawatir, cemas jika tiba-tiba suara itu akan muncul lagi.


Namun, berlawanan dengan harapannya, pecahan cermin yang berserakan di lantai mulai memancarkan cahaya pudar sejenak, sebelum akhirnya berkumpul dan membentuk suatu sosok manusia, yang penampilannya sudah tidak asing lagi baginya.


Rambut pirang yang cerah, dengan mata biru kehijauan dan postur tinggi. Itu tidak lain adalah dirinya sendiri.


Sangat mirip, atau bahkan layak untuk disebut 'tiruan yang sempurna'.


Untuk sejenak, Cryll tidak tahu harus melakukan apa. Kepalanya dipenuhi dengan rasa kebingungan yang amat memusingkan, dan itu perlahan-lahan menggerogoti kewarasannya.


Dirinya yang lain tersenyum tajam, dan menarik pedangnya sendiri yang serupa dengan miliknya. Kemudian—


Tiruan sempurna dirinya itu maju dan menebas Cryll yang tanpa perlindungan, membuat Cryll terjatuh ke lantai dengan luka yang cukup fatal.


Tiruan itu sepertinya menahan diri, karena jika dia serius, dia bisa saja langsung membunuh Cryll yang sedang lengah.


"Berdirilah, kau pecundang," ucap peniru itu dengan suara yang amat dingin.


Cryll tidak ingat dia pernah berbicara dengan suara seperti itu. Namun, tak diragukan lagi, itu adalah suaranya sendiri.


Detik berlalu, dan Cryll perlahan bangkit dengan menggunakan pedangnya sendiri sebagai tumpuan.


"Apa kau … yang berisik di kepalaku sejak tadi? "


"Kau sudah menebak, dan kau sudah tahu jawabannya. Tapi, kau masih bertanya? "


Peniru itu memasukkan jari kelingking ke telinganya dengan wajah jengkel, dan dia menatap Cryll dengan pandangan merendahkan, seolah Cryll adalah sampah terendah dan terkotor yang pernah dia lihat.


"Kau sudah diberi banyak kesempatan untuk ingat dan mengetahuinya, tapi kau memilih untuk tetap lupa. Brengsek, kau benar-benar brengsek."


Lagi-lagi, peniru itu mengangkat pedangnya, dan mengayunkannya dengan kecepatan yang tak terlihat oleh mata.


Namun, Cryll telah sadar, dan menangkis serangan itu dengan pedangnya sendiri.


Tak berhenti di sana, peniru itu kembali mengayunkan pedangnya dari segalah arah untuk menyerang Cryll, tapi Cryll terus menerus menangkisnya hingga tak ada celah lagi untuk menyerang.


Sekarang Cryll mengerti.


Tidak hanya penampilan, tapi cara berpikir, ingatan, pengalaman, gaya bertarung, dan pergerakan tubuhnya identik dengan yang ia miliki.


Dia benar-benar tiruan yang sempurna dari dirinya.


Ketenangan adalah hal yang ia utamakan saat ini. Karena itulah, Cryll tidak memiliki waktu untuk jatuh dalam hasutan peniru itu.


Sebagai percobaan, dia mencoba mengayunkan pedangnya secara diagonal dari bawah kiri, tapi peniru itu dengan mudah menangkisnya. Akhirnya, Cryll membelokkan lintasan tebasannya ke bagian perut kanan, tapi lagi-lagi peniru itu sanggup melihat lintasan serangannya.


Bahkan cara berpikir pun sama. Cryll benar-benar kehabisan akal sekarang.


Jika peniru ini memiliki segala aspek dalam dirinya, maka hampir tak ada kesempatan bagi Cryll untuk menang.


Tidak seperti Noelle yang memadukan banyak gaya bertarung menjadi satu gaya yang tetap, pilihan gaya bertarung Cryll sangatlah sederhana.


Itu terdiri dari tebasan tersembunyi sebilah pedang.


Meski memiliki teknik tambahan seperti penggunaan dua pedang, pada akhirnya gaya bertarungnya hanya berfokus pada serangan langsung yang merupakan tipuan, lalu dilanjutkan dengan tebasan tersembunyi yang sebenarnya merupakan serangan asli.


Teknik sederhana seperti itu, tidak akan mempan pada tiruan sempurna dirinya, yang jelas mengetahui semua teknik bertarungnya.


Sayangnya tidak ada siapa pun di sini. Jika tidak, Cryll bisa saja melakukan serangan gabungan dengan mereka, sama seperti yang biasa ia lakukan dengan Noelle.


Dihadapkan pada situasi ini, pilihan pertama Cryll adalah mengambil jarak terlebih dahulu. Setelah itu, dia menembakkan rantai jangkarnya ke cermin terdekat, dengan harapan dapat menggunakan itu sebagai pengecoh.


Tapi sayangnya, peniru itu paham dengan apa yang ingin dia lakukan, karena dia sendiri justru ikut mengeluarkan rantai jangkarnya untuk melilit rantai Cryll.


"Hehe, kau akhirnya serius. Kalau begitu, ayo lakukan ini! "


Cryll palsu menyeringai dan menarik rantainya sendiri, membuat Cryll asli yang masih terhubung dengan rantainya sendiri mau tak mau tertarik maju.


Untungnya, dia telah menguatkan kakinya sedemikian rupa sehingga tumpuannya tak akan goyah begitu saja.


Akhirnya, Cryll memegang rantainya, dan menggunakan sihir yang baru-baru ini ia pelajari.


"Hmm? "


Aliran listrik, merambat melalui rantai yang terbuat dari logam, membuat peniru itu sontak melepaskan genggamannya pada rantai.


"Ahh, benar juga. Tidak kuduga kau akan menggunakannya sekarang."


Listrik itu adalah sesuatu yang ia ciptakan dengan sihir.


Setelah mengalami banyak pertarungan, Cryll semakin sadar akan kekurangannya.


Meski ia tidak begitu berbakat dalam sihir, setidaknya dia bisa menggunakan beberapa asalkan itu tidak membebani sirkuit sihir dan mana dalam tubuhnya. Dan listrik ini, adalah salah satu bentuk paling sederhana dari sihir yang baru-baru ini ia pelajari.


"Aku baru siap. Ayo tanding ulang."


...****************...