[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 146: Cryll Rescue Act (3)



...****************...


" "《Resonance》" "


Teriakan serentak itu berasal dari Muku dan Waka.


Tubuh mereka berdua seketika ditutupi oleh cahaya putih yang aneh. Meskipun begitu, mereka tampak sudah terbiasa dengan keanehan itu.


Keduanya secara bersamaan bergerak ke arah yang berbeda, dan mengayunkan pisau mereka pada seorang bocah yang berdiri dengan tenang di samping kristal besar itu.


Jika orang luar melihatnya, maka apa yang mereka pikirkan mungkin hanyalah dua orang remaja yang sedang merundung seorang anak dengan kekuatan mereka.


Tapi, kenyataannya tidak begitu.


Sebelumnya, Muku dan Waka telah menghabiskan waktu beberapa menit hanya untuk menghadapi bocah itu. Tapi, semua yang mereka lakukan itu sia-sia.


Jangankan melukainya, Muku dan Waka bahkan tak dapat mendekati bocah itu secara sembarangan.


Bocah itu mengangkat satu tangannya, dan mengayunkannya dengan ringan di udara. Seketika, belasan kaca transparan yang berbentuk lancip mulai bermunculan dari tanah, melindungi dirinya dari serangan yang Muku dan Waka lakukan.


"Brengsek! Aku tidak pernah mendengar tentang elemen kaca sebelumnya! "


Waka berteriak dengan kesal saat dia terus melompat untuk menghindari semua pecahan kaca yang mulai menyerbu dirinya dengan Muku.


Keduanya bergerak dengan sangat alami untuk menghindari serangan itu. Sementara di saat yang sama juga berusaha mencari celah agar bisa menyerang bocah itu entah bagaimana.


Muku melempar sebuah pisau ke arah bocah itu, tapi pisau yang ia lempar justru tertarik dan berhenti tepat di sekitar bola kristal itu.


"Efek magnet itu menjengkelkan! "


Muku mendecak dengan sebal, dan berlari menuju kristal itu untuk mengambil pisaunya kembali, sementara Waka menyerang untuk mengalihkan perhatian bocah itu darinya.


Waka berlari mendekati bocah itu, dan menggunakan dua pedang pendek di tangannya untuk menghancurkan semua kaca yang menghalanginya, dan entah bagaimana bisa mendekati bocah itu.


Namun, beberapa kaca kembali bermunculan dan menyerangnya dari segala arah. Waka tak sempat menghindari itu, tapi Muku datang tepat waktu untuk menyelamatkannya.


Muku menarik kerah pakaian Waka dan membawanya mundur sehingga menciptakan jarak yang cukup lebar antara dirinya dan bocah itu.


"Sulit untuk menyerangnya ketika semua kaca itu terus melindunginya. Tapi, kita juga tidak bisa melakukan serangan jarak jauh," ucap Waka setelah ia menganalisis situasinya.


Muku mengangguk sebagai tanda persetujuan. "Selain itu, magnet yang dihasilkan bola logam itu juga sangat mengganggu. Efek tarikannya cukup kuat, tapi kurasa ada batas jarak di mana efek magnetisnya tidak akan bekerja."


"Yang artinya … "


"Nn. Entah bagaimana kita harus memancingnya agar dia keluar dari tempat ini. Itu juga akan lebih menguntungkan untuk kita."


Apa yang Muku katakan itu memang benar. Kekuatan mereka berdua berfokus pada pertarungan jarak dekat dengan serangan kombinasi. Bertarung di ruang sempit dengan medan magnet seperti itu akan menjadi hal yang sangat tidak menguntungkan untuk mereka.


Namun, saat mereka sedang merencanakan upaya penyerangan terhadap bocah itu, teriakan Norman bergema di ruangan, dan memasuki telinga mereka.


"Muku! Waka! Bawa mereka semua keluar! "


Secara alami, Muku dan Waka mengerti apa maksudnya. Mereka saling menangguk dan melompat maju secara bersamaan, dan menargetkan bocah itu.


Bocah itu masih diam tanpa mengatakan apa pun, dia kemudian membuat semua kaca di sekitarnya menyerang Muku dan Waka, lalu di saat yang sama melindungi dirinya sendiri.


Waka menendang salah satu kaca yang memiliki bentuk duri tajam itu, dan mengarahkannya pada Muku, sementara Muku yang menerima itu langsung menangkap dan melemparnya kembali ke arah bocah itu.


Kaca tidak termasuk dalam unsur logam, jadi seharusnya itu tidak akan terpengaruh oleh gelombang magnetik yang masih memenuhi tempat itu.


Tak berhenti di sana, Waka juga langsung berlari dan menghancurkan semua kaca yang menghalanginya, lalu melemparkan salah satu pedang pendeknya pada Muku.


Seolah mengabaikan gelombang magnet, pedang itu dengan mudah sampai ke tangan Muku yang sudah bersiaga di posisi yang sangat efektif.


Muku maju dan mengayunkan pedang itu untuk membelah semua kaca yang menghalanginya, dan mencoba sebaik mungkin agar tak menghancurkan kaca itu.


Bagaimanapun, kaca adalah material yang sangat berbahaya jika terpecah menjadi beberapa bagian.


Begitu Muku akhirnya mencapai jarak yang cukup untuk menyerang bocah itu, beberapa kaca kembali bermunculan dan menghalanginya.


Meskipun begitu, gerakan Muku tidak berhenti. Dia kembali mengayunkan pedangnya dan menghancurkan semua kaca itu lalu, perlahan memperpendek jaraknya dengan bocah itu.


Tentu saja, dia juga mendapatkan berbagai dukungan dari Waka.


Sebenarnya, kedua pedang yang Waka miliki itu saling tersambung dengan sebuah kabel sihir. Memang tidak terlihat di permukaan, kabel itu baru akan muncul ketika energi dari sirkuit sihir yang Waka miliki saling beresonansi dengan sirkuit sihir Muku.


Normalnya, hal seperti menghubungkan dua sirkuit sihir seperti itu adalah hal yang tidak mungkin dilakukan. Tapi, mereka berdua memiliki sedikit keunikan.


Meskipun tidak memiliki hubungan apa pun di dunia ini, mereka berdua terlahir kembali dengan skill aneh yang dapat menghubungkan kesadaran dan sirkuit sihir mereka berdua.


Skill itu dinamakan《Resonance》.


Bagaimana mereka bisa mendapatkannya tak luput dari kenyataan tentang hubungan mereka di kehidupan sebelumnya.


Saat masih di bumi, Muku dan Waka adalah saudara kembar fraternal dengan gen identik, dan berjenis kelamin yang berbeda.


Ada perbedaan yang mencolok dalam hal seperti sifat mereka. Tapi, itu tidak mengubah kenyataan kalau mereka berdua tetaplah bersaudara.


Meskipun terlahir kembali di dunia lain dengan garis keluarga yang berbeda, hubungan batin yang dimiliki sepasang saudara kembar seperti mereka itu sedikit terlalu kuat sehingga hubungan itu akhirnya bangkit dalam bentuk suatu skill.


Dan itulah bagaimana skill unik mereka,《Resonance》bisa bangkit.


Setelah perjuangan yang sedikit melelahkan, Muku akhirnya mencapai jarak yang tepat dengan bocah itu. Dia pun langsung melempar pedang di tangannya dan di saat yang sama juga mengalirkan energi sihirnya ke dalam pedang itu.


Sebuah kabel mulai muncul di gagang pedang yang Muku lemparkan, dan tersambung ke gagang pedang yang masih ada di tangan Waka.


Dengan begitu, semua sudah berada di posisinya masing-masing.


Pedang yang Muku lemparkan berputar dan melilit bocah itu dengan kabel sihirnya, lalu mengencang dengan cepat sehingga tidak memberi bocah itu waktu untuk menggunakan kekuatannya.


Waka tanpa mengatakan apa pun lagi langsung menarik kabel itu, dan dengan mengandalkan penguatan pada kekuatan fisiknya, dia langsung mengayunkan kabel itu, membuat bocah yang terlilit olehnya juga ikut terpental jauh menembus dinding, dan terbang ke luar bangunan.


Mereka berhasil membawa bocah itu ke luar jangkauan medan magnet yang sangat mengganggu itu.


Norman yang melihatnya langsung tersenyum, dan langsung bertindak sesuai dengan yang telah ia rencanakan sebelumnya. Dia menoleh pada Iris.


"Iris."


Iris tanpa mengatakan apa pun langsung mengangguk, dn mengayunkan cambuknya untuk melilit wanita yang sepertinya bernama Zei itu.


Cambuknya berhasil melilit tubuh Zei tanpa mendapatkan perlawanan yang berarti darinya, dan Iris segera mengayunkan cambuk itu bersama Zei yang terlilit di dalamnya.


Begitu mendapatkan momentum yang tepat, dia lalu melemparkan Zei ke arah Muku dan Waka, yang pada akhirnya langsung direspon dengan Waka yang menangkap kaki Zei, dan melemparkannya ke luar.


Norman mengangguk ketika melihat itu, dia kemudian langsung berlari ke arah Noelle.


"Noelle! Bisa kau bawa pria itu ke luar! Buat dia berkumpul dengan kedua temannya! "


Pendengaran Noelle sangatlah tajam, jadi dia dengan sangat jelas bisa mendengar apa yang Norman instruksikan itu.


Noelle tidak tahu tentang apa yang Norman rencanakan, tapi mungkin akan lebih baik jika dia mengikutinya.


Prioritasnya sekarang adalah menemukan Cryll, dan menyelamatkannya. Jadi dia tidak bisa membuang waktu lebih lama lagi di tempat ini.


Noelle mengangguk, dan sosoknya menghilang dari pandangan Norman.


Pria yang sebelumnya sedang bertarung dengannya tampak terkejut sejenak, namun segera menyiapkan senjatanya dalam posisi bertahan begitu menyadari serangan yang akan datang dari Noelle.


Suara dentingan yang dihasilkan dari dua logam tajam yang saling bertabrakan itu bergema, dan membuat pria itu mundur sejenak karena gelombang kejutnya.


Dia kemudian menggerakkan kakinya untuk memperkuat posisinya, dan bersiap menerima serangan lain dari Noelle.


Namun, serangan yang dimaksud itu datang dengan cara yang tak pernah ia duga.


Tubuhnya tiba-tiba terasa sangat berat. Dia mengerahkan banyak tenaga hanya untuk berdiri dan mencegah dirinya sendiri untuk berlutut.


Gravitasi yang menekan tubuhnya semakin kuat, tapi itu bukanlah masalah untuknya. Dia mengayunkan senjatanya tepat waktu, dan menebas tepat di betis Noelle yang sedang mengarahkan tendangannya padanya.


Mendapatkan serangan itu, Noelle langsung menghentikan serangannya dan hampir secara refleks melompat jauh ke belakang.


Tebasan yang diberikan pria itu di kakinya tidak begitu buruk. Memang itu menggali cukup dalam di dagingnya, tapi itu bukan masalah bagi Noelle yang bisa beregenerasi dengan cepat.


Norman yang melihat situasinya mau tak mau berpikir apakah Noelle benar-benar bisa mengatasinya, atau tidak. Tapi, dia memutuskan untuk menyerahkan hal itu pada Noelle sendiri karena dia masih memiliki pekerjaan lain.


Norman bersama Iris berlari ke tempat Muku dan Waka sedang menunggu, sementara Noelle tertinggal di belakang, masih bertarung dengan pria itu.


Luka tebasan di kakinya telah menghilang, dan kini Noelle sudah siap kembali menyerang. Dia melihat ke arah Norman dan Iris, dan berpikir kalau mereka mungkin sudah tidak akan melihatnya lagi sekarang.


Noelle melukai ujung jari tangannya sendiri, dan mengeluarkan beberapa tetes darah dari sana.


Pria itu terlihat bingung saat melihat bagaimana Noelle melukai dirinya sendiri. Tapi, itu juga membuatnya menjadi semakin waspada.


Sebuah pedang panjang dengan model katana muncul di tangan Noelle.


Bagian gagang dan bilahnya berwarna merah pekat, menunjukkan jejak dari bahan yang menciptakan pedang itu.


"Sekarang, mereka sudah tidak bisa melihatku. Jadi ini seharusnya baik-baik saja."


Alasan Noelle tidak menggunakan kemampuannya dalam mengendalikan darah adalah karena ia tidak ingin terlalu mengekspos kekuatannya di hadapan Norman dan yang lain.


Setidaknya, ia ingin tetap merahasiakan itu sampai misi pemyelamatan ini selesai.


Tentu saja, alasan dibalik itu semua adalah karena masih ada kemungkinan kalau ia akan berhadapan dengan Norman sebagai musuh.


Jadi, sampai semua masalah ini selesai, ia tidak akan menunjukkan semua kekuatannya.


Namun, berusaha menangkis senjata yang terbuat dari darah Noelle adalah suatu kesalahan fatal.


Tepat sebelum bagian ujungnya menabrak senjata pria itu, pedang di tangan Noelle berubah bentuk dengan cara yang menjijikkan.


Bilahnya melebar, dan bagian pinggirnya tampak terkelupas seperti bunga yang sedang mekar. Semua bagian yang terkelupas itu kemudian bergerak sendiri dan menyerang pria itu dari semua arah, melewati semua pertahanannya dengan sangat mudah.


"Sayangnya, aku tidak terlalu ahli menahan diri. Jadi … "


Tubuh pria itu dengan mudah ditembus oleh ujung pedang Noelle, dan membuatnya mengalami luka yang sangat fatal.


Tak berselang lama setelah itu, tubuh pria itu terjatuh tanpa daya ke tanah dengan sejumlah darah yang masih mengalir dari semua lukanya.


Meskipun begitu, Noelle sama sekali tidak terpengaruh, dan dengan mata kosong menatap tubuh pria itu.


(Kupikir aku akan merasakan perubahan, tapi … )


Sama sekali tidak ada tanda kalau dirinya telah berubah.


Itu bagus, tapi itu juga buruk baginya.


Sisi baiknya, ia bisa menghabisi musuhnya tanpa ragu sedikit pun seperti yang baru saja ia lakukan. Dan sisi buruknya adalah, dia tidak bisa mendapatkan hasil yang telah ia harapkan.


Yahh, bukan waktunya untuk memikirkan itu.


Noelle mengalihkan pandangannya dari mayat pria itu, dan melihat ke sekeliling.


Struktur bangunan ini persis seperti yang Harold ceritakan padanya. Tampaknya informasi yang dia miliki benar-benar akurat. Bahkan jumlah penjaga yang tersisa di sini juga tepat seperti yang dia katakan.


Noelle tidak ingin mengakuinya, tapi jika dibandingkan dengan dirinya, Harold jauh lebih ahli dalam mengumpulkan informasi. Mungkin itu karena perbedaan dalam jumlah pengalaman yang mereka miliki.


Noelle kemudian berjalan mendekati pecahan kaca yang berserakan di tanah, dan mengambilnya.


Sama sekali tidak ada jejak sihir dari kaca itu. Itu benar-benar seperti pecahan kaca biasa. Tapi, mengingat bagaimana bocah itu mengeluarkannya seperti sihir, Noelle jadi sedikit meragukannya.


Apa mungkin itu adalah sesuatu yang lain? Mungkin saja.


Seketika, ingatan tentang serangan pilar cahaya yang menargetkan dirinya bersama orang-orang di kelompok pangeran itu terlintas di benaknya.


Serangan itu bukanlah sihir. Tapi itu sangat mematikan. Noelle sudah membuat perkiraan kalau pelaku penyerangan itu adalah Terneth, tapi dia tidak tahu bagaimana orang itu bisa melakukannya.


Berdasarkan semua kejadian yang melibatkannya selama ini, sudah pasti kalau Terneth terlibat dalam kelompok yang sekarang sedang menahan Cryll.


Itu sudah menjadi jawaban yang valid, dan bukan prediksi semata.


Terlalu banyak yang tidak dia ketahui tentang tempat ini. Musuh juga tampaknya memiliki kekuatan yang aneh. Informasi yang Harold berikan mungkin tidak akan cukup.


Untuk mengatasi itu, ia mungkin harus beralih ke rencananya yang lain.


Noelle mengayunkan lengannya, dan pedang darah di tangannya itu seketika menghilang. Dan seolah waktu telah diputar mundur, darah yang menjadi bahan untuk menciptakan pedang itu langsung masuk kembali ke luka di jari Noelle, sebelum akhirnya luka itu menghilang.


Menatap kristal bulat itu sejenak, Noelle kemudian berjalan meninggalkan tempat itu, menuju tempat di mana Norman dan yang lain sedang menunggu.


Begitu Noelle sampai, dia melihat bocah dan wanita yang bersama pria itu sebelumnya kini sedang duduk dengan tubuh diikat menggunakan cambuk Iris yang tajam.


"Apa yang kalian lakukan padanya? " tanya Noelle.


Norman menoleh, dan menatapnya dengan bingung. Tatapannya seolah mengatakan 'apa yang orang ini katakan? '.


"Aku berniat menahan mereka sebentar untuk introgasi, tapi … "


"Itu akan sulit, ya … "


Norman mengangguk, menyetujui apa yang Noelle katakan.


Memang, Noelle ragu kalau kedua orang yang kini sedang ditahan itu akan dengan mudah memberitahunya semua informasi yang ia butuhkan tentang tempat ini.


Namun, meskipun ia tahu tentang itu, tidak salahnya untuk mencoba.


Noelle berjalan dan mendekati wanita itu, dan menjambak rambutnya, membuat wanita itu menatap matanya dengan penuh amarah.


"Apa kau membunuhnya? " tanya wanita itu.


"Kalau iya, memangnya kenapa? Apa kau akan membalaskan kematiannya? "


Wanita itu tersenyum sinis. "Tidak mungkin, 'kan? Kami tidak memiliki hubungan apa pun. Bagaimanapun, baik aku maupun pria itu hanyalah sandera di tempat ini."


(Sandera? )


Alis Noelle sedikit berkedut saat mendengarnya. Meskipun begitu, ia tetap berusaha menahan otot wajahnya agar tidak membuat ekspresi apa pun, dan kembali bertanya pada wanita itu.


"Kalau tidak salah, namamu Zei, 'kan? "


"Zei hanyalah nama kode yang diberikan padaku oleh mereka. Aku tidak memiliki nama asli. Terserah padamu ingin memanggilku apa."


"Kalau begitu, aku akan memanggilmu Zei."


" … Terserah padamu."


Noelle mengangguk, dan menoleh pada Norman.


"Apa kalian sudah mencoba menanyakan sesuatu padanya? "


Bukan Norman yang menjawabnya, tapi Waka. Dia menghampiri Noelle dan memberikan laporan.


"Kami sudah menanyakan beberapa hal padanya. Tapi, dia hanya menjawab sedikit dengan kata-kata yang acak. Itu mungkin tidak akan menjadi informasi yang berguna."


Mengatakan itu, Waka menyerahkan secarik kertas pada Noelle.


Sebelumnya, Waka telah mencatat semua hasil interogasi itu, sehingga ia bisa memberikannya pada Noelle untuk diperiksa.


Tapi, Waka sendiri juga ragu dengan apa yang ia tulis di sana. Sama sekali tidak ada yang penting. Semua yang wanita itu katakan adalah informasi yang sudah dia dan semua orang ketahui. Hanya saja, wanita itu menambahkan beberapa kalimat acak yang sedikit membingungkan.


Noelle menerima kertas itu, dan membaca semua yang tertulis di sana. Sesekali ia memperhatikan wanita itu sedikit tersenyum saat melihatnya membaca kertas laporan.


" … Begitu, ya … "


Noelle tersenyum tipis. Jika dibaca dengan normal, kertas itu memang hanya berisi informasi sederhana yang sudah dia ketahui. Tapi, beberapa kata dan kalimat acak yang terdapat di dalamnya dapat digabungkan dengan kalimat lain, sehingga menghasilkan suatu kode yang berisi informasi penting.


Beberapa informasi baru yang Noelle dapatkan setelah memecahkan kode itu adalah berapa banyak ruangan yang ada di bangunan itu, berapa lantai yang ada di bawah tanah, dan di ruangan mana Cryll ditahan.


Itu semua adalah informasi yang belum ia ketahui sampai akhirnya ia mendapatkannya sendiri dari Zei.


"Kau hanya bisa mengungkapkannya lewat kode, ya? Apa mereka melakukan sesuatu sehingga kau tidak bisa membocorkan informasi ini? "


Noelle memperhatikan tindik hitam yang ada di bawah bibir Zei. Meskipun samar, Noelle dapat merasakan suatu energi sihir yang mengalir di dalamnya. Jadi itu mungkin adalah perangkat yang membuat Zei tidak dapat membocorkan informasi secara sembarangan.


"Kau bisa menebaknya dengan baik," jawab Zei sambil mempertahankan senyum sinisnya, sebelum ia akhirnya melanjutkan.


"Tapi, itu semua mungkin tidak akan berguna untukmu. Mereka sudah tahu kalau kalian semua akan menyerang tempat ini, dan aku yakin kalau mereka sudah mengacak struktur bangunan ini agar semua informasi yang kalian miliki jadi tidak valid."


"Tidak masalah. Ini sudah cukup. Aku berterima kasih atas kerja samamu. Sebagai gantinya, apa kau ingin dibebaskan? "


Noelle kemudian melirik seorang bocah yang ditahan bersama Zei. Sejak tadi, bocah itu sama sekali tidak berbicara dan hanya diam seperti patung. Ekspresi wajahnya bahkan tidak berubah sedikit pun.


Merespon pertanyaan Noee, Zei kemudian menggelengkan kepalanya. "Jika bisa, aku ingin dibebaskan. Tapi, kurasa itu tidak mungkin, ya … "


" … Apa maksudmu? "


Senyum di wajah Zei semakin melebar, sementara matanya menyipit dengan tajam. Semua itu membuat wajahnya terlihat seperti sedang tersenyum penuh ekstasi.


"Mereka itu sangat waspada, kau tahu? Tidak mungkin mereka akan meninggalkan kami di sini hanya untuk menghadapi kalian, sementara kami bahkan tidak memiliki kekuatan yang cukup."


Begitu Zei mengatakannya, Noelle akhirnya tersadar. Dia langsung melompat mundur, lalu berteriak pada Norman dan yang lain.


"Cepat menjauh! "


Norman dan yang lain tak memiliki waktu untuk mempertanyakan apa maksudnya. Mereka hanya dengan patuh mengikuti instruksi Noelle dan melompat mundur, menjauhi Zei dan bocah itu.


Iris bahkan meninggalkan cambuknya agar cambuk itu terus menahan Zei dan bocah itu di tempat.


Tak lama kemudian, tubuh Zei dan bocah itu bersinar, sebelum akhirnya meledak.


Ledakannya tidak terlalu besar, tapi itu menghasilkan gelombang kejut yang cukup untuk menghancurkan dinding logam yang ada di sekitarnya.


Berkat instruksi Noelle yang datang tepat waktu, Norman dan yang lain berhasil selamat dari ledakan itu. Namun, Zei dan bocah yang menjadi sumber ledakan itu sama sekali tidak selamat.


Tubuh mereka hancur. Pakaian, daging dan organ dalam yang menjadi jejak akan keberadaan mereka berserakan di lantai, dengan penuh darah yang menggenanginya.


Untungnya, semua orang yang bersama Noelle saat ini sudah cukup terbiasa dengan pemandangan seperti itu. Jadi mereka hanya merasa sedikit terkejut ketika melihat tubuh Zei dan bocah itu tiba-tiba meledak.


Namun, tetap saja. Itu adalah kematian yang tak terduga bahkan bagi Noelle.


Dia benar-benar tidak memperkirakan hal ini.


Jika memang semua orang yang ada di bangunan ini memiliki kondisi yang sama dengan Zei dan bocah itu, maka semua pasti dalam kondisi yang sangat kacau sekarang.


Memikirkannya begitu, Noelle tiba-tiba merasa khawatir dengan Olivia. Tapi seharusnya itu tidak masalah, Olivia yang bersama Stella saat ini sedang berada di luar jangkauan semua penjaga. Jadi dia seharusnya aman.


"Tch, kita harus cepat! "


(Aku harap kau tidak menjadi bom daging juga, Cryll.)


...****************...