![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Noelle sudah tahu tentang [7 Deadly Sins], tapi dia belum pernah melihat skill dari [7 Heavenly Virtues].
Lagipula Olivia memiliki 《Lust》 yang mewakili *****, dan Charlotte memiliki 《Wrath》 yang mewakili kemarahan atau kemurkaan.
Keduanya adalah skill dari [7 Deadly Sins].
Isis menjelaskan, bukanlah hal yang mudah untuk mendapatkan skill dari kedua seri itu, seseorang harus memenuhi persyaratan tertentu hanya untuk mendapatkan skill-nya.
"Saat tekad dan tindakanmu telah diakui oleh sistem utama dunia, maka kau akan dipilih sebagai orang yang akan memiliki skill itu, dalam kasus pacarmu itu … Mungkin dia memiliki 'hasrat' yang teramat besar untukmu, sehingga sistem dunia melihat tindakannya sebagai 'dosa' … Akibatnya, dia mendapatkan 《Lust》, lalu ada Charlotte … Dia memiliki 《Wrath》 mungkin karena energi negatif yang dia kumpulkan"
(Energi negatif … Kalau tidak salah itu … 'Mental Polution'! )
Noelle mengingat-ingat sebentar, dan akhirnya menemukan penjelasan yang diberikan Anastasia padanya.
"Benar sekali, gadis Charlotte itu telah mengumpulkan banyak energi negatif yang disebabkan oleh 'kemarahan', itu seharusnya memasukkannya ke dalam mode berserk karena tubuh dan jiwa manusia tidak mungkin bertahan dari energi negatif itu, tapi dia memiliki berkah Dewi Anastasia yang melekat pada jiwanya sehingga dia bisa mempertahankan kewarasannya dan mengubah energi itu menjadi bahan untuk menciptakan skill 《Wrath》, dan mengubah ras-nya menjadi Malaikat jatuh"
(Itu masuk akal … Lalu? Apalagi yang kau tahu? )
Noelle memaksa Isis untuk terus memuntahkan informasi, tapi Isis sendiri sudah kehabisan informasi untuk dibagikan pada Noelle.
"Hanya sebatas itu yang kutahu, semakin kuat skill yang kau miliki, semakin berat pula beban pada jiwamu, tapi karena kalian memiliki berkah Dewi Anastasia, kalian setidaknya aman sekarang"
(Sial … Aku masih penasaran tentang seluk-beluk skill ini)
Noelle sedikit kecewa, tapi dia benar-benar ningin mendapatkan informasi yang berguna dari Isis.
Noelle diam sejenak, lalu dia kembali berbicara pada Isis dengan ragu-ragu.
( ……… Rasanya sebuah ide gila baru saja muncul di kepalaku …… )
"Hoo? Apa itu? ", Isis bertanya dengan tertarik.
Maka Noelle pun menjelaskan teori yang dia miliki.
Ini berkaitan dengan alasan mengapa orang-orang di dunia ini sangatlah lemah.
Berdasarkan yang dijelaskan Isis tadi, semua skill dari orang yang mati akan kembali ke sistem utama dunia dan didaur ulang menjadi energi. Namun, karena sistem yang diciptakan Anastasia, energi yang dikembalikan pada dunia menjadi berkurang jumlahnya karena sebagian energi itu diambil untuk mempertahankan segel dengan menggunakan sistem Anastasia.
Jika energinya sedikit, maka sangat tidak dimungkinkan untuk menciptakan sebuah skill yang kuat untuk manusia, dan itu menyebabkan mereka melemah.
(Meskipun yang ini sedikit melenceng, namun ini akan semakin memperkuat dugaanku … Dimasa lalu seharusnya ada seseorang yang mengetahui seluk-beluk tentang sistem Anastasia, dan orang itu lah yang membatasi level semua orang … Karena menurutku, level adalah cara untuk mengukur kekuatan jiwa seseorang)
" ……… Itu masuk akal", Isis mendengarkan semua penjelasan Noelle dengan wajah serius.
Noelle berpikir, kemungkinan besar bahkan Anastasia tidak bisa menahan sistem dunia untuk memberikan skill yang kuat pada seseorang karena pada dasarnya itu adalah siklus alami yang diciptakan dewa pencipta.
Jika seseorang telah mencapai pengalaman dan memenuhi syarat tertentu, maka sistem utama dunia akan secara otomatis mengakuinya dan memberikan orang itu skill yang kuat berdasarkan apa yang telah dia capai. Bahkan Anastasia sendiri tidak dapat menghentikan hal alami itu.
'Untuk menciptakan skill yang kuat, dibutuhkan energi yang sangat besar sebagai bahan'
Jika skill sekuat itu benar-benar akan tercipta, maka energi yang digunakan untuk menciptakannya pastilah sangat besar, itu akan menyebabkan berkurangnya pemasokan energi dari sistem untuk mempertahankan segel Raja Iblis.
(Semuanya mulai terhubung, sosok 'pengacau' yang menyebabkan melemahnya semua ras di dunia, adalah sosok yang mengetahui tentang kekurangan sistem yang diciptakan Anastasia … Jadi dia membatasi perkembangan level manusia agar jiwa mereka tidak menjadi semakin kuat … Semakin kuat jiwa mereka, semakin besar pula kesempatan untuk mendapatkan skill yang kuat, itu akan menyebabkan masalah untuk Anastasia)
Noelle dengan serius menjelaskan pada Isis. Mendengarkannya, Isis dengan serius berpikir di kepalanya dan berbicara pada Noelle.
"Itu semua masuk akal … Jika sistem utama dunia mulai berhenti memasok energi untuk mempertahankan segel, maka segel itu hanya bisa bertahan sampai 10.000 tahun dengan menggunakan energi 'cadangan' yang didapatkan sebagai hasil dari menumbalkan para Dewa dan Malaikat"
(Benarkan … Lagipula, jika ada banyak pemilik skill yang kuat tiba-tiba bermunculan, itu akan mengacaukan keseimbangan alam …Ngomong-ngomong … Apa kau tahu seseorang yang memiliki skill yang kuat? )
Menanggapi pertanyaan Noelle, Isis tampak berpikir sejenak dan kemudian kembali berbicara.
"Sejauh yang kulihat sejauh ini, tidak ada yang lebih kuat daripada [7 Deadly Sins] dan [7 Heavenly Virtues] … Mungkin ada yang lebih kuat, tapi aku tidak tahu", Isis dengan pasrah menggelengkan kepalanya.
"Bahkan aku tidak tahu detailnya, mungkin Anastasia juga tidak … Bagaimanapun, semua skill yang ada di dunia saat ini telah ada bahkan saat ras pertama menginjakkan kakinya di dunia … Hanya Chronoa yang mengetahui semua detail tentang dunia ini, bagaimanapun … Dia adalah Dewa Pencipta"
(Mmhhmm … Itu merepotkan … Baiklah! dimana Chronoa sialan ini? Aku akan berkunjung ke rumahnya untuk memak— Maksudku bertanya tentang dunia! )
"Kau baru saja ingin mengatakan 'memaksa' kan?! Iya kan?! Menyerah saja, Chronoa berada di luar jangkauanmu saat ini"
'Tch', Noelle mendecakkan lidahnya dengan kesal begitu dia mulai diremehkan oleh Isis.
Tapi Noelle tetap tidak menyangkal itu. Dibandingkan sosok yang menciptakan dunia, Noelle mungkin tidak lebih dari seonggok sampah yang secara kebetulan terlahir.
(Baiklah, tapi setidaknya beritahu aku … Dimana Chronoa sekarang? )
"Aku tidak tahu"
(Eh? )
"Ku bilang aku tidak tahu! "
(Tunggu, kau mengetahui banyak hal tentang dunia ini, bagaimana mungkin kau bisa kehilangan penciptamu sendiri ?! )
Noelle mulai jengkel pada Isis yang terus membantahnya. Isis, bagaimanapun dia hanya berteriak tidak mungkin dengan suara histeris.
"Bagaimana mungkin aku bisa mengetahui tentangnya?! Dia bahkan tidak pernah muncul secara langsung! Dan aku juga sudah tidak bisa merasakan hawa keberadaannya lagi meskipun itu sangat kuat sebelumnya! "
(Binggo)
"Ah—"
Noelle bisa merasakan kalau dirinya tersenyum saat ini, dan tubuh Isis benar-benar gemetaran seperti hewan kecil.
(Bisa kau jelaskan perkataanmu tadi? )
Tidak ada jalan keluar, semua pintu telah ditutup untuk Isis.
Maka Isis pun kembali menjelaskan dengan pasrah.
Menurut penjelasannya, dia tiba-tiba tersadar di tempat yang gelap ini bersama Noelle. Dia sendiri tidak mengerti mengapa, tapi karena Noelle ada di hadapannya, pasti ada suatu pemicu yang menyebabkan semua ini.
Terlebih lagi, dia tidak bisa merasakan kehadiran Chronoa. Chronoa memiliki aura yang menyatu dengan alam dan seringkali disalah pahami sebagai energi alami, namun semua energi besar yang meluap dari tubuhnya bahkan tidak lebih dari aura-nya saja.
Karena itulah Isis seharusnya bisa menemukan keberadaan Chronoa dalam keadaan normal, namun saat ini, hawa keberadaan Chronoa menjadi semakin tipis setiap berlalunya waktu.
Isis sempat panik ketika itu terjadi, tapi dia kembali menenangkan pikirannya setelah merasakan kehadiran dari Chronoa meskipun itu sangat jauh.
(Jadi, pada akhirnya … Kau sama sekali tidak tahu ya … )
"Nn"
Isis menundukkan kepalanya dengan kecewa. Noelle memiliki keinginan untuk mengelus kepalanya, tapi dia memiliki Olivia yang sedang menunggunya sekarang.
(Sangat disayangkan … Baiklah, akan kuselidiki sendiri nanti)
"Nn, satu lagi … Sebaiknya kau—"
Sebelum Isis menyelesaikan kalimatnya, Noelle terbangun dan duduk di kasur dengan penuh keringat.
(Eh? Apa yang? )
Tubuhnya sudah tidak mati rasa, dan dia juga bisa menggerakkan tubuhnya dengan bebas. Tapi itu terjadi terlalu tiba-tiba.
Noelle dengan hati-hati melihat ke sekeliling kamar dan baru menyadari kalau Olivia menatapnya dari samping dengan wajah cemas.
"Olivia … "
Suara ******* ringan keluar dari mulut Noelle begitu ia memanggil nama kekasihnya itu, Olivia juga memandang Noelle dengan berlinang air mata.
Tubuhnya yang gemetar itu memeluk Noelle dengan lembut dan mengabaikan semua keringat yang menempel di kulitnya.
"Noelle … Syukurlah"
Dengan suara yang bergetar dan hampir terisak, Olivia terus menggumamkan nama Noelle.
Sesuatu yang lembut menekan dada Noelle dan hampir membuatnya 'bereaksi', tapi Noelle mengabaikan itu dan menikmati pancaran kehangatan yang disalurkan melalui tubuh mereka saat mereka terus berpelukan.
"Olivia … Apa yang terjadi? "
Setelah Olivia menjadi lebih tenang, Noelle bertanya padanya. Olivia menjawab dengan suara yang masih agak bergetar sambil terus memeluk Noelle dari depan.
"Noelle menggumamkan banyak hal, tubuhmu juga sangat panas, aliran sirkuit sihirmu kacau, dan kau tidak bangun meskipun aku memanggilmu berkali-kali"
Olivia mengatakan itu semua sambil mengencangkan pelukannya pada Noelle.
Noelle yang melihat itu pun langsung mengelus bagian belakang Olivia dengan lembut sambil mengatakan 'Maaf karena membuatmu khwatir', seperti itu.
"Nn"
Olivia menjawab dengan mengangguk dan perlahan melonggarkan pelukannya pada Noelle, namun sama sekali tidak melepaskannya.
Olivia duduk di pangkuan Noelle dengan berhadapan sambil melingkarkan lengannya di leher Noelle. Dan Noelle juga memeluk lembut Olivia di bagian pinggangnya.
Itu membuat mereka terlihat seperti koala yang tidak bisa lepas dari pohonnya.
"Noelle … Apa yang terjadi? "
Olivia menatap Noelle dengan mata yang kuat. Pupil obsidian miliknya tampak bersinar saat ia menatap Noelle.
(Ahh … Kau benar-benar mampu membuatku tidak berdaya … )
Noelle benar-benar tidak bisa membantah Olivia, jadi dia menceritakan semuanya.
Noelle menceritakan tentang pertemuan dengan Isis, pembahasan tentang sistem, skill, segel, dan yang lainnya.
Dan respon Olivia adalah …
"Begitu … "
Olivia bergumam saat ia kembali mengencangkan pelukannya pada Noelle.
"Jika memang begitu … Maka skala permasalahannya menjadi lebih besar … Aku ingin Noelle mengandalkanku juga"
Olivia menempelkan tubuhnya pada Noelle yang tak mengenakan baju apapun untuk menutupi dadanya.
"Apa maksudmu? "
Noelle berpura-pura tidak paham, tapi Olivia justru mengencangkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya di dada Noelle.
"Noelle terlalu sering bekerja sendiri belakangan ini, jadi … Tolong libatkan aku kali ini"
Suaranya cukup pelan, namun jelas. Emosi Olivia benar-benar disampaikan melalui pelukannya dengan Noelle.
"Tapi … "
Noelle agak ragu sejenak, dia benar-benar tidak ingin melibatkan Olivia dalam masalah.
Ini bukanlah hal yang sepele, dan terlebih lagi, masih ada permasalahan Charlotte dan Chloe yang mengalami kemunduran ingatan.
Akan banyak hal yang harus dikerjakan Noelle. Dan itu semua akan menjadi berbahaya jika Olivia terlibat.
"Apakah Noelle tidak mempercayaiku? "
Suaranya yang bertanya dengan gemetar bergema di telinga Noelle. Noelle menatap Olivia dan melihat Olivia mengencangkan pelukannya pada Noelle.
"Tentu saja aku mempercayaimu", Kata Noelle.
" Kalau begitu … Kau seharusnya lebih percaya diri untuk melibatkanku dalam masalah ini", Jawab Olivia dengan lembut.
"Tapi … "
Noelle tidak sempat menyelesaikan kalimatnya, dia dikejutkan dengan gerakan Olivia yang menarik diri untuk lepas dari pelukan.
" "………" "
Keheningan memenuhi ruangan, kedua mata mereka saling menatap satu sama lain, menyampaikan apa yang ingin mereka katakan.
Satu detik, dua detik, setiap detiknya terasa seperti keabadian, mereka tidak bergerak dan hanya saling menatap.
Tiba-tiba Olivia mengulurkan kedua tangannya dan menarik kepala Noelle ke dadanya sendiri. Noelle tidak mampu menolak, jadi ia dengan lembut menyandarkan kepalanya di dada Olivia.
"Aku ingin Noelle mengandalkanku"
"Mhmm"
Noelle tidak mampu menjawab Olivia, dia hanya bergumam seolah mulutnya telah disegel.
Olivia terus berbicara sambil mengelus rambut albino Noelle dengan lembut.
"Aku tidak ingin Noelle meninggalkanku"
"Tidak mungkin aku meninggalkanmu", Bantah Noelle secara spontan, tapi dia ditahan dengan sensasi kelembutan di kepalanya.
"Fufu~ Aku tahu kalau Noelle tidak akan meninggalkanku, tapi … Aku tidak ingin menjadi beban untukmu"
Suaranya yang lembut disertai kehalusan tangannya yang terus mengelus rambut Noelle.
Olivia terus menyisir rambut putih Noelle dengan jari-jarinya, meskipun warna rambutnya agak terlihat tidak sehat, itu sangatlah lembut sehingga Olivia bisa tahan berhari-hari hanya untuk mengelus rambut Noelle.
Benang putih pucat itu terus melewati sela-sela jari Olivia yang lembut, Noelle benar-benar telah dibuat tidak berdaya.
Sambil terus memeluk Noelle di dadanya, Olivia lanjut berbicara.
"Aku tidak ingin menjadi gadis yang hanya bisa dilindungi olehmu Noelle"
"Mhmm"
"Aku ingin kita berada di tempat yang sama, di posisi yang setara, saling melindungi … Aku tidak ingin bersembunyi di belakangmu"
" ……… Ya … ", Jawab Noelle setelah keheningan panjang.
Mendapatkan jawaban dari Noelle, Olivia tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil terus menggerakkan tangannya untuk mengelus rambut Noelle.
"Bagus, kalau begitu … Mohon kerjasama-nya ya … Noelle"
" … Baiklah"
Noelle ragu sejenak, namun kembali dilelehkan oleh kelembutan Olivia yang memanjakannya.
Olivia menarik Noelle untuk berbaring di ranjang tanpa melepaskan kepala Noelle yang ia peluk dengan erat di dadanya, menarik selimut dan menutup matanya tanpa menghentikan tangannya yang terus merawat Noelle.
Noelle hanya bisa menikmati kehangatan tubuh Olivia dengan kesadarannya yang tersisa.
Maka tujuan Noelle untuk saat ini telah ditetapkan.
Ia harus bertemu dengan pencipta dunia, Chronoa.
Noelle tidak tahu mengapa, tapi ia merasa harus segera bertemu dengannya.
Tentu ada masalah tentang Harold yang menjadi target balas dendam Charlotte, kemunduran ingatan yang Charlotte dan Chloe alami, dan tentang Isis yang ia temui di mimpinya, tapi Noelle entah bagaimana akan mengatasi semua masalah itu satu-persatu.
Memikirkan itu di kepalanya, Noelle menutup matanya dan tidur di pelukan Olivia yang tak berhenti menyalurkan kehangatan tubuhnya.
Mereka terus tidur dengan berpelukan seperti itu dan tidak mau lepas sampai akhirnya Charlotte menarik mereka dengan paksa saat siang.
...****************...
(AN: Isis yang ku-tulis disini bukanlah nama kelompok atau organisasi, bukan! Itu adalah nama, cara penyebutan namanya adalah Aisis)