[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 231: Strange symbiosis (1)



...****************...


Setelah masuk dan mengunci kamar apartemennya, Noelle segera meletakkan sangkar yang berisi dua ekor tikus putih itu di atas meja.


Dalam keheningan dan kegelapan ruangan yang tidak memiliki penerangan apa pun, Noelle melihat bolak-balik antara dua ekor tikus dengan selembar kertas di tangannya.


Di atas kertas itu, sebuah simbol rumit terbentuk dengan indah.


Ini adalah simbol yang sama dengan yang ditunjukkan oleh salah satu Dewa Luar. Noelle bisa mengingat semua detail simbolnya tanpa hambatan apa pun. Namun, yang menjadi masalahnya, dia tidak tahu bagaimana cara menggunakannya.


Dewa Luar itu, hanya mengatakan untuk menanamkan simbol ini ke tubuh seekor tikus. Tapi, bagaimana cara melakukannya sendiri tidak pernah ia beritahukan.


"Apa ini artinya … Aku harus bereksperimen sendiri? "


Noelle dengan jengkel menggaruk bagian belakang kepalanya, untuk sejenak mempertimbangkan apakah ia harus memulainya sekarang atau tidak.


Dia tidak terlalu terburu-buru, dan dia juga tidak memiliki pertanyaan apa pun untuk ditanyakan. Jadi, tidak masalah meski dia tidak melakukan pemanggilannya sekarang.


"Untuk sekarang … "


Noelle meletakkan selembar kertas itu di atas meja, lalu mengambil salah satu tikus, dan meletakannya di atas kertas itu.


Tikus putih itu memberontak sejenak, tapi aliran sihir yang Noelle keluarkan membuatnya tenang seketika. Tikus itu berbaring di atas kertas, seolah tidak peduli dengan apa yang akan terjadi padanya.


Melihat ini, Noelle langsung memulai percobaannya.


Pertama-tama, dia akan mengalirkan energi sihirnya pada simbol ini, dan melihat apakah ada reaksi yang dihasilkan. Jika tidak, maka dia hanya perlu mencari cara lain.


Pancaran energi sihir yang berwarna violet itu menyebar sejenak, tapi semua itu kemudian diserap oleh kertas seolah ada kekuatan yang menariknya.


Simbol yang ada di atas kertas itu bersinar sejenak, lalu padam seolah tidak ada yang terjadi.


"Tidak terjadi apa pun, tapi … Aku bisa dengan jelas merasakan sihirku di kertas ini.


Karena efek penenang yang Noelle suntik dengan sihirnya, tikus itu tidak memberontak sedikit pun. Noelle dengan lembut mengangkat tikus itu sedikit, lalu membungkus tubuh kecilnya dengan kertas tadi.


"Ini beresiko membunuhnya, tapi … Aku tidak akan tahu hasilnya tanpa melakukan percobaan."


Menghela napas sejenak, Noee kemudian mengangkat satu jari, dan menyalakan api kecil di ujung jarinya.


Dia berniat membakar kertas itu, dengan harapan bahwa simbol yang terukir di atasnya akan 'menempel' sempurna dengan tikus.


Kertas yang membungkus tikus terbakar, dan bau gosong yang disertai dengan jeritan kecil dari tikus itu muncul.


Fenomena itu berlangsung selama beberapa saat, sampai akhirnya kertas sudah hangus tanpa sisa, dan tikus itu bangun dengan rambut yang sedikit gosong. Lalu—


"Ohh, aku akhirnya terhubung. Bagus, kau melakukannya dengan baik."


—Sebuah suara yang terdengsr seperti milik anak laki-laki muncul di kepala Noelle. Ini persis seperti telepati, tapi sensasi yang diberikannya sangatlah berbeda dari telepati yang pernah Noelle lakukan.


"Apa kau … "


"Tidak perlu berbasa-basi. Aku yakin kau sudah punya tebakan tentang siapa aku ini. Langsung saja, apa saja yang ingin kau tanyakan? "


Pihak lain sudah mengkonfirmasi bahwa dirinya adalah identitas yang sesuai dengan yang Noelle tebak.


" … Kenapa kau tahu kalau aku ingin menanyakan sesuatu? "


"Bukan sesuatu, tapi banyak. Aku yakin kau akan menanyakan banyak hal. Bagaimana aku mengetahuinya? Heh, kau makhluk biologis yang suka berkembang biak masihlah terlalu bodoh untuk mengelabuiku. Wajahmu menunjukkan semua yang perlu kuketahui."


Tikus itu berdiri dan mencicit pada Noelle. Itu menatap langsung pada matanya, tapi tidak ada sedikit pun intimidasi yang berhasil ia keluarkan.


Saat ini, Noelle sangat ingin berkata kasar, tapi mengingat pihak lain adalah seorang dewa, dia segera membuang pemikiran itu.


"Baiklah, kau menang. Pertanyaan pertama, siapa sebenarnya kau ini? "


"Hmm? Kau yakin ingin menanyakan itu? Aku yakin kau sudah cukup mengenalku. Apa itu tidak cukup? "


Dahi Noelle berkedut, tapi dia tetap berusaha menjaga ketenangannya.


"Aku hanya ingin mengetahuinya berdasarkan sudut pandangmu sendiri. Dari yang kutahu, kau adalah seorang dewa, 'kan? Sesuatu seperti Dewa Luar, atau semacamnya."


"Baiklah, itu pertanyaan yang bagus. Aku akan menjawabnya."


Tikus itu kembali ke posisinya—berjalan dengan empat kaki, dan mendekati sangkar besi tempat dia ditahan sebelumnya.


"Agak sulit untuk menjelaskannya. Tapi, aku adalah makhluk yang kalian semua sebut sebagai dewa. Tapi, aku bukanlah dewa asli dari dunia ini. Aku adalah dewa dari 'dunia luar'. 'Dunia lain', 'dimensi lain', 'luar angkasa' … Kalian memiliki banyak sebutan untuk itu, tapi kami memiliki satu nama yang lebih tepat."


"Apa itu? "


Tikus putih yang dijadikan wadah itu diam sejenak, seolah sedang menunggu waktu yang tepat untuk melanjutkan kata-katanya. Lalu, dia berbalik, dan menatap Noelle langsung dengan matanya.


"Kosmos."


Dua pasang mata merah itu saling menatap, seolah sedang menganalisis pikiran masing-masing. Namun, tidak ada yang bisa dibaca dari seekor tikus, dan pikiran Noelle benar-benar berantakan saat ini, sehingga tidak mungkin untuk dibaca secara jelas.


"Kosmos … Bukankah itu … "


Noelle tidak asing dengan istilah itu, tapi dia juga tidak akrab dengannya.


Dari yang ia ketahui, kosmos adalah suatu sistem dalam alam semesta yang teratur atau harmonis. Yang artinya, jika 'dunia luar' yang dimaksud ini sama dengan 'kosmos' yang Norlle pahami, maka ini akan membawakan banyak hal untuk Noelle pikirkan.


Dulunya ada sebuah peradaban yang tak jauh berbeda dari yang sekarang. Yang membedakannya dari era sekarang, ras dengan kecerdasan yang tinggal di peradaban itu hanya ada dua, yakni manusia dan dragonoid.


Anastasia mengatakan, kalau peradaban itu hampir hancur karena serangan monster dari luar angkasa. Namun, mempertimbangkan banyak hal, Noelle menemukan kesimpulan kalau monster tidak mungkin bisa bertahan hidup di luar angkasa.


Bisa jadi, monster yang Anastasia maksud saat itu, adalah para 'Dewa Luar' yang sedang bertamu.


Tentu saja, entitas asing dan tak dikenal seperti dewa tidak membutuhkan unsur-unsur dasar seperti oksigen untuk bertahan hidup.


Ini memang hanya kesimpulan sementara yang Noelle buat, tapi persentase kebenarannya juga cukup tinggi.


Sambil menjaga agar ekspresinya tetap netral, Noelle mulai mengatur semua isi pikirannya.


(Kelihatannya aku belum bisa bertanya tentang sejarah masa lalu dunia ini, tapi … Kurasa aku masih bisa menanyakan beberapa hal yang penting … )


Berdasarkan apa yang 'Dia' katakan sebelumnya, Noelle dapat berasumsi kalau dirinya diizinkan untuk menanyakan lebih dari satu pertanyaan.


"Pertanyaan berikutnya; saat kami menyerbu pulau itu … Kenapa kau mengirim kami ke dalam dungeon? Apa karena kebetulan kami berada di atas dungeon yang kau buat? "


"Jawabannya adalah tidak. Aku benar-benar baru menciptakan dungeon itu setelah kalian semua tiba. Tentang kenapa aku mengirim kalian semua ke sana, aku yakin kau sudah tahu jawabannya."


Noelle sudah punya tebakan yang kuat tentang ini, tapi dia masih tidak yakin. Sekarang, sosok yang dimaksud telah memberikan konfirmasi yang membenarkan kesimpulannya.


Satu per satu jawaban dari pertanyaannya terungkap, dan ini membuat Noelle senang. Hampir saja, ia kehilangan kendali atas ekspresinya dan dengan terang-terangan mengaku kalau dia butuh informasi itu.


"Kerja sama dengan Voyager, ya … Lalu, apa itu artinya Terneth benar-benar sudah bergabung dengan mereka? "


Noelle memang sudah menduga kalau Terneth ada hubungannya dengan para Voyager, tapi dia masih tidak menyangka kalau dia benar-benar akan bergabung dengan organisasi itu.


Setelah keheningan yang cukup panjang, tikus itu akhirnya kembali berbicara.


"Tepat seperti yang kau kira. Makhluk itu bergabung dengan kami. Tapi, dia dibiarkan bergabung karena para petinggi membutuhkan sesuatu darinya."


"Dia bergabung hanya karena memiliki apa yang para petinggi butuhkan, ya … Lalu, kenapa kau memberikan bantuan padanya, pada 'mereka' semua? "


"Jawabannya sangatlah sederhana; karena aku tidak bisa menolak."


Jawaban itu membuat pertahanan ekspresi Noelle runtuh sepenuhnya. Dia mengerutkan keningnya, dan menatap tikus putih itu dengan penuh kecurigaan.


"Apa itu artinya … Mereka membuatmu tidak bisa melakukan apa pun selain patuh? "


"Itu benar," jawab tikus itu singkat sambil menganggukkan kepalanya sekali.


Situasinya lebih menakutkan dari yang Noelle duga.


Sebelumnya, dia tidak pernah menyangka kalau pihak Voyager bisa membuat satu Dewa Luar patuh. Tapi, buktinya sudah ada di hadapannya sekarang. Tidak ada gunanya meragukan semua itu.


Tikus itu berbalik, dan melanjutkan, "Sayangnya tidak hanya aku. Beberapa entitas asing lainnya juga terjebak dan terpaksa melakukan apa yang diperintahkan oleh Voyager."


Sekarang semuanya justru membingungkan. Noelle tidak akan heran jika organisasi sekelas Voyager bisa mengendalikan suatu negara. Namun, mengendalikan lebih dari satu sosok Dewa Luar jelas merupakan sesuatu yang di luar nalar.


"Tapi … Dari yang kulihat, kau masih memiliki sedikit kebebasan untuk bertindak, ya? Dengan memanfaatkan kekuatanmu, Terneth bisa saja langsung menghabisi kami semua saat itu. Tapi, dia justru tidak melakukannya. Itu karena kau, 'kan? "


"Kau menebaknya dengan baik. Syukurlah kau sedikit lebih pintar daripada para primata itu. Kau benar, mereka memang tidak bisa menahan kami sepenuhnya. Tapi, bahkan meski kami bisa bergerak dengan bebas, bukan berarti segel yang mereka gunakan itu lemah."


"Segel … "


Segel apa yang bisa digunakan untuk menakluklan Dewa Luar? Noelle tidak bisa membayangkannya.


"Aku tidak tahu apa yang mereka gunakan sebagai segel itu, tapi … Kurasa aku sudah memiliki tebakan untuk itu."


(Ahh … )


Noelle sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Mereka berencana menciptakan, dan membuka sesuatu yang mereka sebut sebagai Pan-dora menggunakan bulu malaikat."


"Bulu malaikat? "


Untuk sejenak, gambaran malaikat yang pernah turun ke Eisen seketika muncul ke benak Noelle.


"Bulu malaikat adalah apa yang mereka cari. Tidak perlu berbasa-basi, aku tahu kalau kau adalah anggota Asterisk, jadi aku akan langsung mengatakannya. Kau tahu tentang rencana penciptaan senjata malaikat, 'kan? "


Noelle tidak menjawab, melainkan hanya mengangguk.


"Rencana penciptaan senjata malaikat ini, membutuhkan sesuatu yang disebut sebagai bulu malaikat untuk menjadi katalisnya. Aku tidak tahu pasti, tapi mereka sepertinya sedang merencanakan sesuatu dengan semua senjata itu. Yahh, aku bahkan tidak tahu apakah itu benar-benar senjata atau bukan."


"Senjata malaikat … "


Jika apa yang 'Dia' katakan sebelumnya saling berhubungan, maka sangat mudah untuk menebak kalau Pan-dora yang dimaksud itu adalah senjata malaikat. Namun, entah mengapa Noelle merasa tidak yakin.


Ketika itu mulai menyangkut masalah dengan Voyager, kepalanya selalu sakit karena harus memikirkan banyak hal sekaligus.


"Baiklah, sudah cukup membicarakan mereka. Aku tidak bisa mempertahankan kondisi ini lebih lama lagi. Satu hal yang ingin kusampaikan, adalah kau harus berhati-hati. Kau sedang berada di Republik, tempat yang menjadi markas para anggota inti dari Voyager."


"Aku akan menghubungimu lagi nanti, untuk membahas suatu kesepakatan. Untuk sekarang, segera beri makan tikus ini. Dia benar-benar kekurangan nutrisi! "


Dengan suara itu bergema di kepalanya, sosok yang merasuki tikus segera menghilang, dan keheningan kembali menguasai ruang tamu apartemen Noelle yang masih gelap gulita.


...****************...