[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 268: Masalah Lecca



...****************...


Banyak hal yang terjadi tadi malam, tapi itu tidak mengganggu Noelle sedikit pun.


Setelah tidur semalaman, pikirannya jadi lebih jernih, dan perasaan mengerikan seperti sedang ditatap entitas tak dikenal itu telah menghilang.


Di kamarnya yang telah dibereskan, Noelle sibuk meregangkan tubuhnya, dan setelah selesai, dia langsung keluar dari kamar, menuju gereja yang letaknya tak jauh dari sana.


Tubuhnya diselikuti kabut hitam, dan pakaiannya seketika berganti menjadi jubah gereja.


Hari ini, Noelle mendapatkan tugas mingguan untuk melayani gereja. Dia harus membantu misa pagi, pembersihan rutin, dan pembagian amal untuk para gelandangan.


(Tidak kusangka akan datang hari di mana aku melayani gereja.)


Noelle menghela napas ringan, seringan langkah yang ia ambil. Pekerjaan ini tidak dia lakukan karena sukareka, melainkan karena perintah yang memang harus dituruti.


Ada perbedaan mencolok antara pekerja asli dengan pekerja relawan. Perbedaan mencoloknya adalah para relawan tidak memiliki emblem yang dikenakan di jubah mereka. Untuk Noelle sendiri, dia memiliki emblem gereja, jadi orang tidak mungkin salah mengiranya sebagai relawan.


Gereja sendiri ukurannya cukup besar, dan saat sampai ke sana, Noelle langsung mengambil jalan yang hanya bisa dilalui oleh anggota.


Banyak ruangan di lorong rahasia ini, dan dia langsung masuk ke salah satunya. Di sana, beberapa orang lain sedang menunggu. Sama seperti Noelle, mereka juga anggota Lunatic Order yang dikirim untuk menjalani tugas mingguan di gereja.


"Maaf, apa aku membuat kalian menunggu?"


"Tidak, kami juga baru datang," ucap seorang wanita yang mungkin seusia dengan karakter Noah.


Noelle tersenyum pada mereka semua, dan duduk di salah satu kursi setelah meletakkan barang-barangnya di atas meja.


Tak lama kemudian, muncul seorang pria tua berpakaian pendeta.


Satu per satu anggota, termasuk Noelle langsung berdiri saat pendeta itu masuk ke ruangan.


"Duduklah," ucap pendeta tua itu sambil tersenyum tipis.


Pintu ruangan langsung ditutup, dan tidak satu pun percakapan akan bocor keluar. Setelah memastikan semua keamanan, pendeta tua itu melihat ke sekeliling, dan mengangguk.


"Sperti biasanya, tugas kalian telah ditentukan. Kalian bisa lihat sendiri jadwalnya nanti. Tapi, ingatlah untuk tidak terlalu ribut, karena kita sedang kedatangan tamu dari pusat hari ini."


(Tamu dari gereja pusat? )


Dia pasti orang yang penting. Tidak hanya Noelle, tapi semua orang berpikir begitu.


Salah satu dari mereka mengangkat tangannya dan bertanya, "Permisi, Pak. Siapa tamunya? Aku khawatir kami tidak akan bisa mengenalinya nanti."


Itu jelas menjadi masalah. Namun, pendeta itu hanya tersenyum.


"Kalian ingat kasus pengejaran Swallow Life Order yang dilakukan beberapa hari yang lalu? Kami berhasil mengamankan mayat seseorang bernama Moldy dan Silis. Diduga sebagai anggota dari Swallow Life Order dan Hermit Cult."


"Ya, lalu? "


Apa itu ada hubungannya? Pikir orang itu sambil memiringkan kepalanya sedikit.


"Tamu yang datang hari ini adalah orang yang akan 'menginterogasi' mereka. Aku yakin kalian sudah pernah mendengar namanya. Beliau adalah [Telinga Tuhan], Nyonya Ilya."


Itu adalah nama yang belum pernah Noelle dengar. Namun, melihat reaksi terkejut dari orang-orang di sekitarnya, jelas kalau wanita yang disebut Nyonya Ilya ini adalah orang yang penting.


Tepukan tangan dari pendeta memecah keributan, dan semua orang akhirnya kembali tenang. Pendeta itu kemudian melihat ke sekeliling sekali lagi, dan tersenyum lembut.


"Baiklah, itu saja. Kalian bisa mulai mengerjakan tugas kalian sekarang, dan ingatlah untuk bekerja sama dengan para relawan."


"Baik! "


...****************...


Tugas pertama yang Noelle dapatkan adalah membantu membereskan ruang doa setelah misa pagi.


Tidak banyak yang bisa dibersihkan, jadi tugasnya relatif mudah. Setelah Noelle menyelesaikan semuanya, dia memilih untuk duduk dan beristirahat sebentar.


Suasana di ruang doa benar-benar membuatnya nyaman. Itu tenang dan hening, tapi tidak membuat merinding. Noelle sejenak menutup matanya saat hembusan angin yang lembut menerpa wajahnya.


Dia membuka mata, mencoba melihat dari mana datangnya angin itu, tapi tak ada siapa pun.


Di hadapannya, patung Dewi Zelica yang terpahat dengan sangat indah masih diam, tanpa ada pergerakan sedikit pun, selayaknya sebuah patung batu. Namun, suara ketukan muncul secara tiba-tiba dari samping, dan Noelle mau tak mau menoleh ke sana.


Di kursi yang tak jauh darinya, ada seorang wanita berpakaian pendeta yang telah dimodifikasi sedikit menjadi bentuk gaun biarawati. Wanita itu menyatukan kedua telapak tangannya, tampak sangat serius saat dia berdoa.


Sehelai kain hitam menutup bagian matanya, membuat Noelle seketika teringat dengan Lucia. Sejenak, dia berpikir kalau itu memang Lucia, tapi kemudian dia sadar kalau rambut dan proporsi tubuhnya berbeda.


Wanita itu kemudian melepas tangannya, dan menoleh ke arah Noelle. Meskipun dia mungkin tidak bisa melihat menembus kain itu, dia masih bisa dengan jelas merasakan keberadaan Noelle.


Tersenyum lembut sejenak, wanita itu kemudian bangkit dan berjalan tanpa suara ke arahnya, membuat Noelle meningkatkan kewaspadaannya.


"Noelle Lynneheim," ucap wanita itu tiba-tiba.


Noelle tidak bergerak, dan dengan tenang membalas 'tatapan' wanita itu. Tentu saja, dia tetap waspada. Tangannya siap mengambil senjata kapan saja untuk menyerang.


"Yang Mulia ingin berbicara dengan'Nya'," lanjut wanita itu.


Tak perlu dikatakan lagi, Noelle sudah tahu maksudnya.


Sambil mengerutkan keningnya sedikit, Noelle membiarkan Noir berbagi kontrol tubuh dengannya. Seketika, sebuah mahkota hitam muncul di atas kepalanya, dan bagian tubuhnya yang lain berubah mengikuti karakteristik Noir.


Di saat itu juga, Noelle bisa merasakan sosok wanita di depannya diselimuti aura yang aneh. Terasa menenangkan, tapi juga menakutkan. Perasaan itu begitu kontras sehingga Noelle yang sudah merasa waspada hanya bisa mengerutkan keningnya sambil merasakan gemetar di seluruh tubuh.


Namun, mulutnya bergerak sendiri tanpa ia sadari.


"Keh-hehe, sudah lama tidak berbicara denganmu, Serigala. Apa kita harus merayakan reuni ini? "


Kalimat itu saja sudah cukup untuk membuat Noelle memahaminya.


Hanya ada satu keberadaan yang ia pikirkan saat mendengar kata serigala. Terutama, itu pastilah keberadaan yang setara dengan Noir sehingga Noir berkata begitu.


Vesperi Goddess Zelica. Keberadaannya setara, atau bahkan lebih tinggi dari Noir. Dia juga ingat dengan deskripsi Olivia tentang seekor serigala berkaki delapan dengan dua ekor kembar.


Noelle tanpa sadar menggerakkan matanya dan melihat pada sosok wanita itu, yang ia duga sebagai [Telinga Tuhan] Ilya.


Tidak ada perubahan pada penampilannya, tapi jelas kalau yang berbicara sekarang bukanlah Ilya, melainkan Dewi Zelica itu sendiri.


"Ya, sebenarnya cukup mengejutkan melihatmu berkeliaran bebas di sini."


'Dia' tersenyum, tapi Noelle dengan jelas merasakan makna lain di balik senyumannya.


Noir pastinya juga menyadari itu, karena dia hanya tertawa dan menyipitkan matanya sambil menatap Ilya yang dirasuki Dewi Zelica.


"Sayangnya aku belum bebas. Segel yang kalian semua berikan padaku terlalu kuat, jadi aku mengandalkan bocah ini agar aku bisa merasakan kebebasan sedikit."


Selama percakapan itu, Noelle tidak mengatakan apa pun. Dia hanya diam, mendengarkan semua percakapan mereka sambil berusaha memahami setiap maksud di baliknya.


Ini adalah percakapan antara dua dewa, tidak mungkin itu akan menjadi percakapan yang sederhana.


"Nah, cepat katakan apa yang kau inginkan. Aku yakin kau tidak turun ke sini hanya untuk menyapaku, kan? "


Tubuh Noelle bergerak dengan sendirinya, dan kali ini dia menyilangkan kaki, sambil meletakkan lengan kanannya ke puncak samdaran kursi.


Melihat itu, reaksi dari Dewi Zelica hanyalah senyuman tipis. Kulit putih pucat, dan rambut hitam berkilau Ilya sangat cocok dengan gambaran Dewi Zelica yang pernah ia lihat.


"Dengan otoritas pencurianmu, aku ingin kau membantuku."


"Dan? Apa itu? "


"Aku yakin kau sudah tahu. Lecca sudah dicuri."


Noelle meragukan telinganya.


Lecca adalah nama salah satu satelit alami yang mengirbit pada planet ini. Mungkin ada sesuatu yang lain yang bernama Lecca, tapi saat Noelle mendengar nama itu, bulan di langit adalah satu-satunya yang ia pikirkan.


Apa yang sebenarnya terjadi? Sebelum Noelle ingin menanyakan itu, dia bisa merasakan pita suaranya bergetar nyaring.


"Keh-hehe … hehe …. Lost Traveler, ya? "


(Lost Traveler? Apa-apaan nama itu? )


Itu nama yang aneh, tapi dari cara Noir mengatakannya, Noelle yakin kalau itu bukanlah nama biasa.


Ilya yang sedang dirasuki Dewi Zelica kemudian mengangguk. Senyum masih terpajang, tapi itu menjadi lebih dingin dari sebelumnya.


Sebelum dia sempat memikirkan alasannya, Noir kembali berbicara.


"Sayang sekali, tapi aku tidak bisa membantumu. Seperti yang sudah kukatakan, aku masih belum bebas dari segel yang kalian buat."


Noir sama sekali tidak menyinggung keuntungan apa yang ia dapat dari ini. Justru, dia mengeluh tentang dirinya yang masih disegel.


"Begitu, ya? Sayangnya aku tidak akan bisa membebaskanmu. Lagi pula, kau sudah mengambil alih otoritasku di sana."


Noelle ingat. Noir pernah mengendalikan kabut pembawa mimpi di Taman Kabut, dan membuat semua orang masuk ke alam mimpi kolektif. Ternyata jawabannya sesuai dengan yang pernah ia pikirkan.


Noir benar-benar sudah mengambil alih kekuatan Dewi Zelica di sana. Kalau begitu, sudah tidak mungkin bagi Dewi Zelica untuk ikut campur, karena kekuatannya bahkan sudah tidak termasuk unsur yang membentuk segel.


"Hehe, lalu tidak ada yang bisa kulakukan untuk sekarang."


"Kau benar. Kalau begitu, aku permisi."


Aura yang menyelubungi Ilya tiba-tiba menghilang, dan Ilya yang asli kini berdiri di hadapan Noelle. Dia tersenyum dan membungkuk sedikit, lalu berjalan pergi.


Ruang doa kembali ke keheningannya yang menenangkan, dan Noir langsung mengembalikan kontrol tubuh pada Noelle.


Ini saat yang tepat untuk bertanya.


"Hei, apa yang sebenarnya terjadi? "


Suara yang bergema di benaknya menjawab sambil tertawa.


『Kau ingat dengan pelajaranku semalam? Lecca adalah Noble Armament milik wanita serigala itu, yang kau kenal dengan nama Zelica. Wujudnya adalah sebuah kastil besar yang ada di bulan kedua.』


(Jadi Noble Armament benar-benar memiliki bentuk yang beragam, ya … )


Noelle sudah tidak terlalu terkejut dengan wujud seperti mahkota, tapi dia tidak menyangka kalau ada keberadaan yang Noble Armament kepunyaannya mengambil wujud sebuah kastil.


『Hehe, karena Noble Armament pada dasarnya merupakan perwujudan dari hati dan jiwa seseorang, itu tidak memiliki wujud pasti. Kastil Lecca adalah salah satunya, tapi kau akan terkejut saat melihat Noble Armament mengambil wujud sebuah dunia itu sendiri.』


( … Itu akan menjadi hal yang mengerikan.)


"Benar …. Kenapa milikmu wujudnya mahkota? Dan apa namanya? "


『Milikku bernama Cinder Crown. Kenapa itu berwujud mahkota? Entahlah, aku sendiri penasaran dengan itu.』


Noir tahu jawabannya, tapi dia tidak berniat memberitahukan itu pada Noelle. Pemikiran itu adalah hasil yang Noelle dapatkan setelah menganalisis Noir sedikit.


Dibandingkan itu, mencari tahu sendiri tampaknya jauh lebih muda.


Cinder Crown, jika diartikan ke bahasa lokal akan menjadi 'Mahkota Abu'. Itu memiliki makna yang belum Noelle pahami.


『Keh-hehe, tidak perlu repot-repot memikirkannya. Makna dari Noble Armament bukanlah sesuatu yang begitu penting.』


Itu tidak benar. Noelle ingin membantah, tapi dia tidak bisa.


Perwujudan dari hati dan jiwa seseorang, tidak mungkin sesuatu seperti itu tidak memiliki makna.


Pasti ada yang tersembunyi di baliknya.


(Yahh, kurasa itu bukan urusanku sekarang.)


Noelle tertarik untuk mencari jawaban dari pertanyaan itu, tapi ia memiliki prioritas lain sekarang.


"Hei, siapa Lost Traveler itu? "


Berdasarkan apa yang Noelle dengar, Lost Traveler adalah keberadaan yang berhasil mencuri Lecca, Noble Armament milik Dewi Zelica. Itu seharusnya sudah cukup untuk informasi, tapi ia tertarik dengan situasinya.


Terlebih lagi, ini adalah situasi di mana Dewi Zelica harus meminta bantuan dari sosok yang telah dia dan dewa lainnya segel.


『Dia mirip seperti si kecil yang sering berbicara denganmu melalui tikus itu.』


Keberadaan yang mirip dengan 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu'. Maka pasti jawabannya adalah Dewa Luar.


" … Apa tujuannya mencuri Lecca?


『Jawabannya sangatlah sederhana. Semua dewa luar yang berasal dari kosmos ingin turun ke planet ini, tapi mereka tidak bisa karena ada lapisan penghalang tebal yang diciptakan Chronoa dan dipertahankan oleh para dewa.』


『Tidak seperti tikus kecil dan si tua yang bisa mengakali cara turun ke sini, mereka sama sekali tidak bisa berpikir, dan otoritas mereka juga tidak memungkinkan mereka untuk memaksa masuk. Tapi berbeda dengan Lost Traveler, dia bisa memaksa masuk dengan cara menyelinap.』


"Menyelinap? "


Kerutan di kening Noelle menjadi semakin dalam. Percakapan ini berubah menjadi lebih rumit dari yang ia pikirkan.


『Itulah yang sedang terjadi. Lecca berada di luar planet, jadi penghalang Chronoa tidak ikut menyelimutinya. Karena itu dia bisa mengambil alih kepemilikannya dari wanita serigala. Dan dengan melakukan itu, dia bisa turun ke planet ini sedikit demi sedikit.』


" … Bukankah itu buruk? "


Situasi di mana salah satu dewa luar mencoba memaksa turun ke bumi, itu adalah hal yang sulit untuk diterima. Terlalu mengerikan sampai-sampai Noelle tidak mau membayangkan akan seperti apa dampaknya.


Bahkan meski dewa tidak bisa memberikan pengaruh langsung di dunia fisik ini, mereka masih bisa mengeluarkan pengaruh dengan cara membuat kontrak dengar seseorang.


Tentunya, pasti ada satu atau dua orang yang cukup gila untuk membuat kontrak dengan dewa luar.


"Lalu, apa yang akan kau lakukan? "


Noelle sudah tahu kalau Noir menolak permintaan bantuan Dewi Zelica, tapi tetap saja dia tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.


『Hehe, untuk sekarang memang tidak ada yang bisa kulakukan. Keadaanku yang sekarang tidak memungkinkanku untuk menanggung sesuatu sebesar dan sejauh Lecca, Noble Armament milik wanita serigala itu.』


Itu artinya dia bisa melakukannya dengan kondisi prima. Noelle melirik ke samping, sesekali mencoba mendeteksi siapa pun yang mendekati ruang doa.


Setelah memastikan tidak ada siapa pun di sana, Noelle segera berdiri, bersiap melanjutkan pekerjaannya sambil tetap mendengarkan Noir.


『Jangan terlalu khawatir, Noelle. Wanita serigala itu tidak begitu lemah sehingga dia akan langsung menyerah setelah Noble Armament-nya dicuri. Selain itu, aku berencana membantunya sedikit dalam pertarungan nanti. Tapi tentu saja, sebelum bisa melakukan itu, kau harus memperkuat kendalimu terhadap otoritas.』


" … Jadi pada akhirnya aku terlibat, ya … "


Ini bukan lagi masalah yang dimiliki manusia, melainkan entitas para dewa itu sendiri. Sejak awal kelahirannya, Noelle tidak pernah menyangka kalau hidupnya akan bergerak ke arah ini.


Tapi, tidak masalah meski dia harus berurusan dengan semua itu. Asalkan, dia tidak kehilangan siapa pun yang ingin dia lindungi. Para dewa itu gila, mungkin ada yang lebih gila dari Noir. Jika mereka berniat, mereka bisa saja langsung menghancurkan semua yang ada di belakang Noelle.


Saat menyadari itu, Noelle tanpa sadar langsung menegakkan punggungnya, dan berharap agar sesuatu seperti itu tidak pernah terjadi.


...****************...