![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Pikirkanlah semua pilihannya. Lakukan apa yang menurutmu layak untuk kamu lakukan. Tapi, kalau aku boleh memberikan saran, aku ingin kamu mengambil langkah yang paling tidak kamu inginkan."
...****************...
Kawasan pinggiran kota Eisen.
Di sebuah area yang tidak terlalu ramai penduduknya, terdapat sebuah rumah panggung yang terbuat dari campuran antara batu dan kayu.
Dibandingkan dengan rumah lainnya, jelas kalau rumah itu memiliki gaya arsitektur yang berbeda.
Rumah itu dibangun di atas lahan pribadi, yang berukuran sekitar 50 meter persegi, sedangkan lingkungan sekelilingnya juga termasuk dalam kawasan elit dengan kualitas hidup yang tinggi.
Namun, jika harus mencari perbedaan lain antara rumah ini dengan rumah lainnya, maka semua orang dapat memikirkan jawaban yang sama.
Itu adalah auranya yang suram.
Rumah itu memiliki taman. Meski terlihat hijau, semua orang masih bisa merasakan keanehan yang jelas dari taman itu.
Mungkin dikarenakan aura suram yang terlalu mendominasi, hanya sedikit orang yang berani lewat di depan rumah ini. Bahkan para penjaga yang akan melaksanakan inspeksi rutin setiap minggunya juga merasa agak segan untuk datang.
Alasannya? Sudah jelas.
Di ruang tamu rumah itu, seorang laki-laki berusia sekitar 16 atau 17 tahun sedang duduk di kursi, tampak termenung seolah sedang memikirkan sesuatu dengan sangat serius.
Rambutnya pirang, dan mata hijaunya memiliki cahaya biru yang semakin cerah seiring dengan pertumbuhannya.
Dia adalah Cryll, yang sedang memikirkan sesuatu untuk hidupnya.
Sudah hampir tiga minggu sejak Noelle menghilang, dan hampir semua orang menganggap kalau dia sudah tewas.
Namun, Cryll memiliki suatu keyakinan dalam dirinya. Dia sangat yakin, bahwa Noelle masih hidup di luar sana.
(Aku benar-benar tidak ingin memikirkan ini, tapi … )
Sejak awal, Cryll telah merasakan banyak keganjilan dalam kasus 'tewasnya' Noelle.
Dia tidak tahu dari mana asalnya keganjilan itu, tapi sesuatu dalam dirinya mengatakan kalau Noelle belum mati. Dia masih hidup di luar sana.
Selama tiga minggu ini, Cryll telah dihadapkan pada banyak masalah rumit, dan dia hanya sanggup menyelesaikan setengah di antaranya.
Hal itu tidak dapat dihindari, karena sebagian besar masalah yang ia hadapi adalah sesuatu yang sangat berkaitan dengan Noelle.
Rumah tempat ia berada sekarang, adalah rumah yang Noelle tinggalkan. Di salah satu kamarnya, Olivia sedang mengurung diri, dan tidak pernah keluar selama hampir tiga minggu penuh.
Cryll tinggal di tempat lain, tapi dia akan mengunjungi rumah ini setidaknya dua hari sekali untuk memastikan keadaan semua orang.
Chloe masih tinggal di sini bersama Brackas, sedangkan Stella akan sesekali menginap untuk menemani Chloe.
Untuk Levina, pada awalnya dia jatuh ke kondisi tidur panjang. Setelah keluar dari dungeon itu, dia belum bangun. Dia baru bangun setelah dua minggu sejak Noelle menghilang. Alasannya sendiri tidak diketahui, tapi Cryll dan Chloe memiliki dugaan kalau kondisinya terkait dengan Noelle.
Kelompok Norman? Mereka telah mendapat perintah untuk segera kembali ke ibukota. Meskipun mereka berat melakukannya, mereka tidak bisa melakukan apa pun di hadapan kekuatan otoritas.
Selama ini, tidak ada yang pernah melihat Olivia. Cryll dan Stella bahkan tidak pernah melihat sehelai rambutnya keluar dari kamar.
Satu-satunya yang bisa mengunjungi Olivia adalah Chloe, Levina, dan Brackas yang bisa menggunakan kemampuan sejenis teleportasi, sedangkan untuk Cryll dan Stella hanya bisa menunggu dengan sabar.
" ……… "
Cryll telah berpikir untuk waktu yang lama, tapi pada akhirnya dia tidak dapat menemukan satu jawaban pun atas semua pertanyaannya.
Ada terlalu banyak kepingan puzzle yang menghilang, membuat pemecahan masalah menjadi tidak lengkap.
(Aku tidak percaya si bodoh itu benar-benar sudah mati. Dia pasti masih hidup di suatu tempat.)
Cryll menundukkan kepalanya, melihat pada kakinya sendiri.
(Apa aku … Benar-benar seyakin itu? )
Cryll pada awalnya sangat yakin dengan penilaiannya sendiri. Namun, melihat bagaimana Olivia bahkan sudah tidak menunjukkan tanda kehidupan lagi, dia sadar kalau dia mungkin terlalu percaya diri.
Tentu saja, dia tahu kalau Olivia mengetahui Noelle lebih dari siapa pun dalam hidupnya, karena itulah Cryll cukup percaya pada penilaian Olivia.
Jika Olivia bahkan yakin kalau Noelle sudah mati, bagaimana mungkin Cryll masih percaya kalau Noelle masih hidup sampai sekarang? Apakah itu hanya keyakinan kosong semata?
( … Tidak.)
Dia dengan kuat menggelengkan kepalanya. Rambut pirangnya yang sedikit memanjang belakangan ini bergoyang, dan matanya menjadi sedikit tertutup.
Dia mulai mengingat semua yang ia alami selama tiga minggu ini.
Yang pertama, setelah berhasil keluar dari dungeon, Cryll dan Norman menggantikan Noelle dan memimpin semua orang untuk kembali ke daratan Eisen.
Setelah tiba, mereka segera membuat laporan pada Earl. Mereka memberi tahu semua yang terjadi, dengan sedikit menutupi informasi yang diam-diam mereka kumpulkan secara pribadi.
Earl tidak begitu bereaksi. Dia hanya mengerutkan keningnya dan diam untuk waktu yang sangat lama. Pada akhirnya, mereka tidak mengatakan apa pun lagi dan segera keluar dari ruangannya.
Setelah itu, Chloe langsung membawa pergi Olivia dengan bantuan Brackas, sementara semua orang di kelompok Norman harus kembali ke ibukota karena perintah dari Yang Mulia Raja.
Tepat semenjak itu, Cryll mulai tidak bisa tidur dengan tenang.
Setiap kali ia bangun dari tidurnya, dia selalu merasa telah memimpikan sesuatu yang sangat penting. Namun, dia tidak bisa mengingatnya dengan jelas.
Satu-satunya petunjuk yang ia miliki tentang mimpi itu, adalah suara gadis yang berbicara padanya. Gadis itu seperti sedang memberikan instruksi pada Cryll.
(Sangat disayangkan aku tidak bisa mengingatnya. Padahal ini akan menjadi petunjuk yang bagus … )
Dengan munculnya mimpi itu, Cryll yakin kalau dia terhubung dengan Noelle. Lagi pula, hanya semenjak kepergian Noelle-lah interval kemunculan mimpi anehnya menjadi semakin sering.
Sebenarnya, Cryll sudah membuat keputusan. Namun, dia masih ragu dengan keputusan itu.
Apakah itu karena keputusan yang akan ia ambil ini adalah sesuatu yang ia buat dengan setengah hati? Mungkin itu alasannya. Tapi, di sisi lain, Cryll percaya kalau bukan hanya itu alasan di balik ketidak-yakinannya.
Ada hal lain yang bekerja membentuk keyakinannya, tapi Cryll tidak yakin apa itu.
Pada akhirnya, dia masih menyimpan keputusan ini, tanpa mampu untuk membisikkannya pada siapa pun.
" … Dasar bodoh. Ini semua salahmu aku jadi banyak pikiran seperti ini … "
Cryll bangkit dari kursinya dan menghela napas. Dia meregangkan tubuhnya sejenak, lalu menatap pada pintu kamar Olivia.
Pintu itu masih dilapisi es yang tebal, dan itu juga tidak mencair bahkan setelah banyak waktu berlalu.
" … Aku percaya kalau kau bukanlah orang yang akan membiarkannya bersedih seperti itu, Noelle."
Cryll tersenyum sedih, dan dia berbalik, perlahan berjalan meninggalkan rumah itu.
Karena keraguannya, Cryll memutuskan untuk menunggu sedikit lebih lama lagi.
Namun, tetap saja dia tidak bisa mengulur waktu terlalu lama.
Olivia adalah gadis, atau lebih tepatnya wanita yang sangat terobsesi pada Noelle. Dia menggantungkan seluruh hidupnya pada Noelle, dan semua harapannya juga ada pada Noelle.
Karena itulah, ketika sosok yang begitu penting baginya harus ditarik pergi darinya secara paksa seperti itu, itu akan membuat mentalnya terguncang.
Menurut laporan Chloe, Cryll dan Stella jadi tahu kalau Olivia sudah berulang kali mencoba membunuh dirinya sendiri. Namun, sebagai seorang vampir, dia diberkahi dengan keabadian.
Memikirkannya sejenak, Cryll akhirnya tersenyum masam.
"Apa yang Noelle katakan saat itu memang benar."
"Keabadian adalah berkah bagi yang menolak kematian, tapi itu juga menjadi kutukan bagi orang yang menderita dalam hidupnya."
Itu adalah apa yang Noelle katakan pada saat Cryll mengungkapkan rasa irinya pada Noelle. Sekarang, setelah Cryll memikirkannya lagi, dia mulai paham maksudnya.
"Apa ada yang bisa kulakukan untuknya? "
Cryll menghela napas pasrah dan mulai menutup matanya.
Saat dia melakukan itu, suara seorang gadis secara samar bisa ia dengar dari suatu tempat yang tidak ia ketahui. Suara itu sepertinya ingin memberitahunya sesuatu, tapi tidak peduli bagaimana ia mencoba, Cryll tidak dapat mendengarnya.
"Apa aku … Benar-benar harus melakukan itu? "
...****************...
Keesokan harinya, Cryll kembali datang dan berniat melihat keadaan Stella.
Stella sudah menginap di sana selama tiga hari, dan Cryll mulai khawatir pada kondisinya.
Dia paham, kalau Stella benar-benar mengkhawatirkan Olivia, tapi tidak baik jika dia terus memaksakan dirinya.
Ini adalah pagi yang cerah, namun pikiran Cryll sedikit suram.
Malam tadi, saat ia tertidur, dia kembali bermimpi. Namun, yang membedakan mimpi ini dari mimpi lain yang biasa ia alami, adalah dia bisa mengingatnya dengan cukup jelas.
Cryll ingat sebuah taman bunga dengan pohon besar di tengahnya. Itu adalah tempat ia berdiri. Kelopak bunga, merah dan putih yang tidak terhitung jumlahnya mulai berterbangan dan membentuk suatu sosok.
Namun, Cryll tidak dapat mengingatnya. Sosok itu, hanya menjadi gambaran buram saat ia bangun. Bahkan suara dari sosok itu juga tidak berhasil ia ingat. Seolah, ada sesuatu yang menghalanginya dari mengenali sosok itu.
Yang pasti, Cryll ingat satu kalimat yang sosok itu ucapkan.
"Keputusan terbaik kadang datang dari keputusan yang buruk, ya … "
Itu adalah kalimat sederhana yang berhasil ia ingat. Selain dari itu, tidak ada lagi.
Sekarang ini, Cryll benar-benar bingung karena dihadapkan pada dua keputusan.
Pilihan keputusan pertama yang menurutnya adalah yang terbaik, tapi kata-kata yang dia ingat itu membuatnya kembali mempertimbangkan pilihan kedua, yang jelas-jelas lebih buruk.
" ……… "
Tanpa Cryll sadari, dia telah sampai di rumah yang ditempati Olivia dan yang lain. Cryll berhenti dan menatap rumah itu untuk sejenak, sebelum akhirnya menundukkan kepalanya dengan frustasi.
"Jadi tidak ada pilihan lain, ya … "
Untuk benar-benar mengambil keputusan, Cryll harus menguatkan dirinya. Ini adalah pilihan yang akan mengubah hidupnya. Salah pilih sekali saja, maka sudah pasti dia tidak akan bisa mengulang.
Karena itulah, Cryll butuh waktu untuk mempersiapkan dirinya.
Tapi, waktu untuk itu sudah selesai. Cryll telah sampai pada resolusinya.
Dia kembali mengangkat wajahnya, dan berjalan memasuki rumah. Ketika sampai di ruang tamu, dia segera menemukan Stella yang sedang duduk sambil melihat sebuah buku.
"Buku apa yang kamu baca? " tanya Cryll.
"Aku tidak tahu. Ini ditulis dengan bahasa yang tidak kukenal. Aku menemukannya di salah satu lemari buku milik Noelle."
"Hmm? "
Mendengar itu membuat Cryll penasaran. Dia segera mendekat, dan melihat lembar buku yang sedang diperhatikan Stella.
Isi dari buku itu, adalah barisan kalimat yang ditulis dengan bahasa yang tidak dia mengerti.
Huruf-hurufnya mirip dengan yang ia kenal, tapi susunannya dalam pembentukan satu kata sangatlah asing baginya. Selain itu, ada beberapa simbol tambahan yang sama sekali tidak dia kenal.
(Bahasa apa ini? )
Tidak peduli sedalam apa pun Cryll menggali ingatannya, dia tidak dapat menemukan bahasa yang sesuai.
Sejauh ini, Cryll telah mempelajari sekitar empat bahasa. Meskipun tidak sampai pada tahap mahir, dia setidaknya masih bisa mengenali satu atau dua kosakata yang sesuai dari bahasa tersebut.
Meskipun begitu, kalimat yang ia temukan ini, tidak termasuk dalam bahasa yang ia pahami.
Di saat Cryll sedang berpikir, suara langkah kaki yang agak berat muncul. Kata-kata dengan suara yang halus namun dingin kemudian muncul menyusul.
"Judul itu dibaca 'Entscheidung', yang artinya 'keputusan'. Sedangkan untuk bagian yang kau tunjuk, itu adalah 'schade', yang artinya adalah 'penyesalan'."
Suara itu berasal dari sosok gadis yang sudah lama tidak mereka lihat sosoknya. Itu adalah Olivia, dengan penampilannya yang terlihat berbeda dari yang mereka ingat.
Wajahnya tidak memiliki ekspresi apa pun, jauh lebih kosong dari yang mereka ingat, sedangkan matanya terlihat sama sekali tidak bernyawa.
Rambut peraknya juga menjadi lebih panjang, bahkan nyaris menyentuh lantai. Selain itu, warnanya juga terlihat lebih putih dari warna aslinya.
Keabadiannya sebagai vampir membuatnya dapat bertahan hidup tanpa memerlukan nutrisi dari makanan. Dia akan sedikit lelah dan merasa sakit, tapi itu semua akan pulih setelah meminum sedikit darah.
Mungkin karena itulah penampilan Olivia tidak seburuk yang dikira Cryll dan Stella.
Cryll dan Stella tidak mengatakan apa pun. Keterkejutan mereka membuat mereka tidak tahu harus bereaksi apa.
Olivia tiba-tiba keluar, ini adalah hal yang mengejutkan. Sudah hampir tiga minggu penuh, dan dia bahkan belum mengeluarkan sehelai rambutnya dari pintu itu. Tapi sekarang, dia tiba-tiba muncul, tanpa pemberitahuan apa pun.
Jelas kalau keduanya akan terkejut.
Hanya beberapa detik kemudian, Chloe dan Levina muncul. Mereka juga terkejut saat melihat Olivia, tapi tidak bereaksi terlalu berlebihan. Sebaliknya, mereka dengan tenang berjalan mendekati Olivia, menanyakan tentang keadaannya.
...****************...
Waktu berlalu, dan situasi menjadi lebih tenang.
Sudah sekitar satu jam sejak Olivia keluar dari kamarnya, dan kini dia duduk di sofa, dengan merasakan tatapan penuh keheranan dari Stella.
"Apa yang membuatmu tiba-tiba keluar kamar? "
Olivia tidak menjawab, melainkan menoleh dan menatap kosong pada Cryll yang sedang bersandar di dinding.
" … Apa? "
"Mimpi itu. Kau mendapatkannya, 'kan…? "
Sedetik setelah Olivia menyelesaikan pertanyaannya, Cryll langsung dibanjiri dengan kejutan.
Tentu saja dia mengerti apa yang Olivia maksud. Hanya saja, dia tidak menduga kalau Olivia akan mengetahuinya.
" … Bagaimana kau tahu? "
"Karena aku juga mendapatkannya. Ini bukan kebetulan. Noelle juga sering mengalami ini."
" ……… "
Cryll terdiam sejenak, tidak tahu harus menjawab apa. Sekarang, setelah dia memikirkannya lagi, dia ingat kalau Noelle beberapa kali mengeluh tentang mimpi yang dia alami.
Itu adalah mimpi yang tidak bisa ia ingat, sama seperti yang selalu Cryll alami.
Mengetahui kalau itu bukanlah kebetulan, Crylle menjadi sedikit lega. Dia menjadi lega karena menyadari kalau mimpi itu tidak muncul dengan sendirinya, melainkan karena pengaruh asing.
Yang menjadi masalahnya, pengaruh apa yang membuat mimpi itu sampai muncul? Pemahaman Cryll tentang domain mimpi ini agak kurang. Satu-satunya pengalaman luar biasa yang pernah ia alami dan berkaitan dengan domain mimpi, adalah saat ia masuk ke alam mimpi kolektif.
" … Apa kau ingat isi mimpi itu? "
Cryll mencoba bertanya, tapi Olivia tidak mengatakan apa pun selain memberikan gelengan kepala.
Olivia tidak mengingat apa pun. Apa dia juga tidak mengetahui informasi apa pun? Lalu, bagaimana Cryll bisa mengingat satu kalimat dari sosok yang muncul dari mimpinya?
(Tidak, yang lebih penting … )
"Kenapa mimpi itu muncul pada kita … "
Jika itu hanya Noelle dan Olivia, maka Cryll akan paham. Bagaimanapun, kedua orang itu memiliki keterkaitan yang sulit untuk dipisahkan.
Namun, apa hubungannya dengan Cryll? Dia tidak tahu apa pun.
Justru, kemunculan mimpi ini hanya membuatnya semakin kesulitan dalam pengambilan keputusannya.
Di sisi lain, Stella dan Chloe sama sekali tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Kecepatan pikiran keduanya tidak sanggup menyamai percakapan antara Cryll dan Olivia.
Namun, di saat salah satu dari mereka ingin bertanya, Cryll telah membuat keputusannya.
"Aku … Berencana pergi."
" … Pergi? "
Yang pertama bereaksi adalah Stella, sementara yang lainnya sedikit terlambat.
"Ya. Aku yakin, Noelle masih hidup. Karena itulah, aku ingin pergi untuk mencarinya."
Terdengar seperti keputusan bodoh yang setengah matang. Semua orang secara alami berpikir begitu.
Stella menganggap ini gila, tapi dia tidak bisa membantah saat menerima tatapan Cryll.
Dia sudah membuat keputusannya. Cryll benar-benar mengambil keputusan yang ia sendiri anggap itu tidak mungkin.
"Keputusan terbaik kadang datang dari pilihan terburuk, ya … "
Dia bergumam dengan suara yang hampir tidak bisa didengar siapa pun.
Tidak ada yang bisa melarang Cryll. Lagi pula, mereka semua juga memiliki keyakinan kalau Noelle tidak benar-benar mati.
Stella tidak terlalu paham, tapi dia berasumsi kalau keabadian yang Noelle miliki cukup untuk membuatnya selamat dari bencana besar.
Pada dasarnya mereka semua memiliki keyakinan yang sama terhadap satu hal, namun alasan di baliknya adalah sesuatu yang berbeda.
Olivia percaya kalau Noelle masih hidup, itu karena dia sangat mempercayainya. Dia hanya bingung, apa yang menyebabkan Noelle menjauh darinya.
Meskipun dia selalu mendekatkan dirinya dengan Noelle, pada akhirnya Noelle selalu terasa jauh.
Apakah Noelle sengaja menjauhinya? Kenapa? Apakah dia mengganggu? Begitulah pikiran Olivia selama ini.
Sedangkan untuk Chloe dan Levina, mereka tidak bisa menemukan alasannya, tapi mereka yakin kalau Noelle tidak akan benar-benar meninggalkan mereka.
"Begitukah? Lalu kau bisa pergi sekarang."
Olivia berkata dengan cepat, tidak menutupi kebingungannya.
Di sini, Stella merasakan keanehan yang jelas. Jika itu berkaitan dengan Noelle, Olivia seharusnya menjadi lebih bersemangat. Tapi, yang ada di hadapannya adalah sosok yang terlihat tidak percaya diri.
Olivia tampaknya memahami apa yang Stella pikirkan, jadi dia hanya menunduk dan membalas, "Bahkan jika aku mencari Noelle, apa Noelle akan kembali? Noelle menjauhiku, jadi akan lebih baik kalau aku tidak mengganggunya."
(Tidak, itu salah.)
Stella tidak sanggup mengungkapkan apa yang ia pikirkan. Baginya, apa yang Olivia katakan itu lebih seperti kebohongan.
Olivia tidak akan mengatakan sesuatu seperti itu. Dia bukanlah gadis yang akan pasrah hanya karena satu hal buruk menimpanya. Stella sangat yakin dengan itu.
Namun, di sisi lain dia juga salah paham. Olivia mengatakan itu, karena dia sudah tidak tahu apa lagi yang harus dia lakukan.
Ada saat di mana mereka semua belum kembali ke Eisen. Itu adalah saat di mana mereka semua masih berada di kapal hantu, sedang berlayar menuju tempat yang entah di mana letaknya. Pada saat itu, Stella sedang berkeliling, tapi dia tidak sengaja mendengar Anzu yang sedang bergumam sendirian.
"Membuatnya terlalu bergantung padamu itu tidak baik, loh, Noelle."
Sekarang Stella sepenuhnya paham dengan apa yang dimaksud Anzu.
Benar, sejauh pengamatannya selama ini, Stella telah menemukan satu fakta yang sulit dibantah.
Noelle dan Olivia saling ketergantungan satu sama lain. Mereka sudah pada tahap yang di mana jika salah satunya menghilang, maka satu yang lain akan dalam situasi yang sangat buruk.
Sifat saling ketergantungan itulah yang menjadi pedang bermata dua untuk diri mereka masing-masing.
Olivia mengangkat wajahnya sedikit, lalu melanjutkan, "Tapi, jika kau berniat untuk pergi dan mencari Noelle … Aku akan memberikan sedikit bantuan."
Suaranya bergetar, tapi dia berusaha agar tidak ada kesalahan yang terucap.
Olivia memiliki firasat tentang alasan Noelle meninggalkannya, tapi dia sama sekali tidak berani memikirkan itu. Apa Noelle akan marah jika dia membantu pencariannya? Apa dia boleh ikut campur? Pertanyaan itu berulang kali muncul dan membuat Olivia bimbang.
Kedua tangannya mengepal, dan matanya menjadi sedikit lebih hidup. Namun, itu bergetar seolah berusaha menahan sesuatu agar tidak keluar.
(Kurasa aku tidak boleh melihat ini.)
Cryll dengan cepat menutup matanya, dan menjaga agar telinganya tidak mendengar apa pun.
Ini dia lakukan karena dia menghormati baik itu Noelle maupun Olivia. Dia tidak ingin melihat ekspresi sedih dari kedua orang itu.
Tak lama kemudian, Olivia akhirnya menjadi lebih tenang. Dia mengangkat satu tangannya, lalu mengkonsentrasikan kekuatannya menjadi suatu pusaran.
Pusaran kekuatan yang merupakan sihir elemen spasial kemudian mereda, dan digantikan dengan suatu objek yang mirip seperti pelindung lengan. Olivia kemudian menyerahkan itu pada Cryll.
"Alat sihir ini memiliki tipe elemen spasial, dan kau bisa menggunakan gudang spasial milikmu sendiri dengan itu."
Tanpa ada penjelasan lebih lanjut, sosok Olivia menghilang. Kemudian, Chloe yang sejak tadi diam mulai berjalan mendekati Cryll.
Bayangan di bawah kakinya mulai bergerak, dan itu terangkat seolah menyelimuti tubuh Cryll. Tak lama kemudian, bayangan itu memadat, dan menjadi suatu jubah hitam pekat yang menutupi tubuh Cryll.
"Tolong temukan Tuan."
Sosoknya bersama Levina kemudian tenggelam ke dalam bayangannya sendiri.
Dengan begitu, satu-satunya yang tersisa di sana adalah Cryll dan Stella.
...****************...