[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 274: Twilight Memorandum



...****************...


Noelle akhirnya bisa berdamai dengan gejolak di hatinya. Saat ini, dengan penampilan sebagai Grei Noctis dia berjalan santai menuju stasiun kereta.


Surat identitasnya sebagai Noah Ashrain sudah tidak berguna, dan dia sebelumnya juga menyempatkan diri untuk membuat yang baru.


Biayanya lebih mahal dibandingkan saat dia membuat kesepakatan dengan Damian.


Sambil menunggu keretanya datang, Noelle duduk di ruang tunggu dan membeli koran yang baru saja terbit.


Tidak seperti biasanya, hari ini mulai banyak orang yang membaca koran, meski memang hanya mereka yang mampu membelinya saja yang melakukannya.


Dalam waktu empat hari ini, ada banyak perubahan yang terjadi pada Republik, terutama pada kota Féncen. Harga pangan mulai naik, dan keamanan kota mulai menurun.


Bahkan, para petugas yang biasanya berjaga pun digantikan oleh 'relawan' dari Gereja Dewi Zelica.


Noelle membaca lembar pertama, dan langsung memahami alasannya.


"Pria itu benar-benar punya peran yang penting, huh …. "


Salah satu alasan terbesar mengapa situasi mulai memburuk di kota ini adalah karena tidak adanya Nantz sil Grandbell.


Awalnya tidak banyak orang yang mengetahui ini, tapi Nantz sil Grandbell benar-benar memegang beberapa posisi penting sekaligus di dalam pemerintahan daerah.


Hal ini sudah berlangsung selama turun temurun. Keluarga Grandbell memang disebut sebagai 'Monster Politik' karena keahlian mereka yang tidak perlu diragukan lagi dalam hal politik.


Noelle tidak begitu peduli pada detailnya, tapi dia bisa dengan jelas melihat banyaknya pengaruh yang dimiliki Nantz.


Pengaruh terbesar Nantz ada pada bidang administrasi daerah, serta negosiasi penting dengan perusahaan-perusahaan tertentu.


Wajar saja kepergiannya akan berdampak pada situasi ekonomi kota.


Sulit untuk menemukan pejabat yang jujur dan berintegritas seperti dirinya


Noelle membalik koran ke halaman berikutnya, dan membaca poin penting yang ada di sana,


Nantz sil Grandbell dinyatakan tewas bersama pelayannya saat kebakaran hebat yang melanda mansion keluarga Grandbell.


Pada saat kebakaran terjadi, hanya ada Nantz dan kepala pelayan Robert, sedangkan sisanya sudah dipulangkan sesuai jadwal rutin mereka.


Rencananya berhasil. Mereka benar-benar menganggap kalau Nantz mengalami kecelakaan hingga tewas


Meski itu kabar baik, Noelle masih belum bisa tenang.


Apa yang akan terjadi berikutnya adalah masalahnya.


Akan bagus jika kematian palsu Nantz dan Robert dapat berlangsung selamanya. Namun, jika pihak pemerintahan dan gereja benar-benar serius, maka mereka bisa saja langsung menemukan kebenaran di balik skenario Nantz dan Noelle.


Itu adalah kemungkinan yang ingin Noelle hindari. Karena jika mereka berhasil mengungkap kebohongan Nantz, secara otomatis Noelle juga akan terlihat mengingat dia berperan dalam pelaksanaan rencana Nantz.


Noelle menghela napas dan menutup korannya. Dia kemudian melempar itu ke gudang spasial miliknya, dan berdiri untuk menunggu kereta yang suaranya saja sudah terdengar dari kejauhan.


Dia tidak memiliki tujuan tetap, namun untuk saat ini, ada satu hal yang masih menggangu pikirannya.


Karena itulah, Noelle memutuskan untuk mengunjungi satu kota lain lebih dulu.


...****************...


Dua belas jam di kereta dengan tiket penumpang kelas dua benar-benar menjadi hal yang cukup menyulitkan.


Fasilitasnya tidak sebaik yang Noelle duga. Di sana, penumpang diberikan ruangan kecil yang ditempati dua penumpang lainnya. Jadi, satu ruangan akan ditempati maksimal tiga orang. Bisa lebih jika penumpang membawa orang lain bersama mereka.


Kali ini, Noelle duduk bersama seorang pria paruh baya yang banyak mendengkur saat dia tertidur. Wajahnya juga sangat merah, dengan beberapa botol alkohol nyaris menyelinap keluar dari tasnya.


Bau alkohol yang sangat kuat memenuhi ruangan yang ditempati Noelle, dan itu benar-benar tidak tertahankan.


Satu-satunya alasan dia memilih untuk duduk di kursi kelas dua adalah karena dia ingin berhemat. Perjalanan juga hanya akan memakan waktu dua belas jam. Itu terlalu boros jika dia memesan tiket penumpang kelas satu.


Sebelum kereta sampai di stasiun perhentian, Noelle sudah keluar dari ruangannya. Dan saat kereta berhenti dengan suara yang sangat berisik, Noelle langsung melompat menjauhi gerbong.


Sesaat setelah aksinya itu, banyak tatapan mulai diarahkan padanya, tapi aura menindas dari 'Grei Noctis' sudah cukup untuk membuat mereka mengalihkan pandangan lagi.


Noelle menghela napas, dan segera pergi ke tempat tujuannya.


Cukup melihat sekali ke peta, dan dia sudah tahu di mana lokasi tempat yang ia tuju.


Tak butuh waktu lama hingga Noelle akhirnya sampai di tempat yang dimaksud.


Kota ini, kota Vulip merupakan salah satu kota dengan jumlah penduduk paling padat di Republik. Letaknya yang dikelilingi empat kota lain dari segala arah membuatnya sering dikunjungi, dan jauh dari para monster.


Noelle diam dan memperhatikan bangunan besar di hadapannya. Sebuah gereja, dengan empat menara diposisikan mengelilingi bangunan utama gereja seperti persegi.


Seperti kebanyakan gereja di Republik, gereja yang Noelle kunjungi saat ini merupakan Gereja Dewi Penjaga Malam Zelica.


Dia datang bukan untuk berdoa, melainkan untuk bertemu dengan seseorang.


Pada saat ini, dia sama sekali tidak khawatir dengan para Lunatic Order yang mengawasinya secara diam-diam.


Di dalam gereja cukup sepi, mungkin karena misa sudah selesai sejak lama. Hanya ada satu orang yang duduk di barisan paling depan, dan Noelle segra menghampirinya, lalu duduk tepat di sampingnya.


Seorang wanita muda, yang sosoknya mungkin tidak akan bisa Noelle lupakan.


Kain hitam yang menutupi mata itu begitu mencolok sehingga siapa pun tak akan kesulitan melihatnya di tengah kerumunan.


Wanita itu menyatukan kedua telapak tangannya, dan dengan serius berdoa pada patung dewi yang dipajang di altar.


Noelle tidak mengatakan apa pun, dan hanya menunggu sampai wanita itu selesai.


Setelah menyelesaikan doanya, wanita itu—[Telinga Tuhan] Ilya langsung menoleh ke arah Noelle sambil tersenyum.


"Lama tidak bertemu. Aku harus ucapkan selamat karena telah berhasil menipu masa," ucapnya dengan santai.


(Jadi beginilah akhirnya, huh …. )


Bukannya terkejut, Noelle justru merasa lega.


Ini sesuai dengan yang dia harapkan.


Pada awalnya, dia datang ke kota ini hanya untuk memastikan apakah [Telinga Tuhan] Ilya masih mengenalinya atau tidak.


Dia tahu Ilya berada di sini berkat informasi yang beredar di gereja kota Féncen.


"Terima kasih, tapi aku gagal menipumu," jawab Noelle dengan perasaan ringan.


[Telinga Tuhan] Ilya tidak segera menjawabnya, dan hanya balas 'menatap' melalui kain hitam yang menutupi matanya itu.


"Tentu saja. Itulah kenapa aku disebut [Telinga Tuhan]. Aku bisa mendengar semua percakapanmu dengan Nantz sil Grandbell."


(Ahhh, tentu saja akan begitu.)


Noelle belum begitu paham dengan gelar [Telinga Tuhan], tapi mudah untuk menghubungkannya.


Mungkin, [Telinga Tuhan] memiliki hubungan yang dekat dengan Mata Tuhan milik Auger Lucia.


Tak memperhatikan isi pikiran Noelle, Ilya melanjutkan. "Lalu, bagaimana dengan penawaran sebelumnya? Apa kau akan menerimanya? "


Penawaran yang Ilya maksud adalah permintaan Dewi Zelica pada Noir.


Sebenarnya, Noelle tidak ada hubungannya dengan ini. Namun, beberapa saat yang lalu, Noir telah memintanya untuk berdiskusi mengenai hal ini pada Ilya. Setelah itu, Noir sama sekali tidak ikut dalam percakapan apa pun.


"Apa keuntungan yang aku atau Noir dapat setelah membantu kalian? "


Bahkan membantu seorang dewa pun tidak akan ada gunanya jika tidak ada keuntungan yang didapat.


Mendengar itu, reaksi Ilya adalah tertawa kecil lalu tersenyum lembut.


"Sejujurnya, Nona masih belum memikirkan hadiah yang pantas untukmu. Tapi, kemungkinan besar kamu akan mendapatkan berkah dariNya."


Sejak awal, permintaan itu ditujukan pada Noir secara pribadi. Noelle sama sekali tidak terlibat.


Namun, karena dia saat ini adalah pasangan kontrak Noir, dia tidak memiliki pilihan selain harus terlibat dengan hal-hal seperti ini.


Berkah dari Dewi Zelica kedengarannya bagus, tapi sepertinya itu terlalu sedikit untuk usaha yang akan dia keluarkan.


"Misinya adalah mendapatkan kembali Lecca yang dicuri, 'kan? " tanya Noelle guna meminta konfirmasi.


"Benar sekali," jawab Ilya.


Noelle kembali diam untuk berpikir, lalu segera mengangkat kepalanya.


"Kalau begitu ini akan sulit."


Mendapatkan pertanyaan penuh dengan rasa penasaran dari Ilya membuat Noelle tidak berkutik sejenak. Meski begitu, dia sudah punya jawabannya.


Noelle balas tersenyum sambil menyipitkan matanya sedikit.


"Untuk mendapatkan Lecca kembali, aku harus terlibat dengan seorang dewa dari dunia luar, 'Lost Traveler'. Juga … kau mungkin sudah tahu, tapi batuan bulan itu semacam racun yang akan membuatku melemah."


Noelle sudah berapa kali mengalami pelemahan berkat batu bulan itu. Sampai saat ini, dia belum terlalu paham tentang mengapa bulan dapat membuatnya melemah.


Yang merepotkan, Noelle tidak bisa membiarkan Noir mengambil alih pembicaraan kali ini. Negosiasi ini harus dia selesaikan sendiri.


"Vampir, ya … ini sedikit merepotkan."


"Benar." Noelle mengangguk beberapa kali dengan penuh kepastian. Dia benar-benar tidak ingin terlibat dalam masalah ini.


Lagi-lagi Ilya mengabaikan Noelle, dan terus bergumam sendiri.


"Vampir adalah salah satu ras yang sangat sensitif dengan aura kotor dari kosmos yang berkumpul di bulan. Wajar kau bisa terpengaruh olehnya."


(Kosmos ….)


Noelle mengerutkan keningnya. Dugaannya tentang bulan sedikit meleset.


Memang, kata 'kosmos' masih menjadi kosakata baru di kamus Noelle. Pertama kali dia mendengar sebutan itu saat 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu' bercerita padanya.


Jika ucapan 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu' itu benar, maka kosmos adalah tempat para dewa luar berada. Itu termasuk 'Lost Traveler' yang mencuri Lecca dari Dewi Zelica.


"Kalau begitu aku tidak punya pilihan. Aku tidak bisa membantu apa pun sekarang."


Arti lainnya, Noelle bisa membantu jika kekuatannya sudah sangat berkembang.


Tapi, itu masih belum pasti. Noelle belum mengembangkan keinginan untuk membantu Dewi Zelica. Lagi pula, terlalu sedikit keuntungan yang akan ia dapatkan.


Jika itu berkah, dia sudah memilikinya dari Anastasia. Mendapatkan satu lagi dari dewa lain mungkin hal yang bagus, tapi Noelle belum membutuhkannya untuk sekarang.


Terlebih lagi, hadiah itu tidak sebanding dengan resiko yang harus ia terima.


Sejenak, tidak ada balasan dari Ilya. Wanita itu tetap tersenyum dengan wajah yang sulit dimengerti.


Matanya tidak terlihat, jadi Noelle kesulitan dalam membaca ekspresinya yang sebenarnya.


"Baiklah, jadi, apa yang kamu inginkan semisal kamu menerima permintaan ini? "


" … Aku belum bisa memutuskan."


Sejak awal, Noelle tidak memiliki kebutuhan yang mendesak. Kalaupun ada, itu masih pada batas kemampuannya sendiri. Belum ada sesuatu yang mengharuskannya mendapat bantuan dari pihak besar seperti Dewi Zelica.


Mendapat jawaban itu, Ilya tersenyum.


"Kalau begitu, kamu bisa memutuskan hadiahnya sendiri nanti. Untuk sekarang, aku ingin kamu menerima berkah. Dengan begitu, setidaknya kamu akan aman dari teror yang diberikan kosmos."


Bukan tanpa alasan Dewi Zelica memiliki gelar 'Maharani Horor' dan 'Pelindung Malam' pada nama kehormatanNya.


Sejak awal, Noble Armament milikNya berada di luar angkasa, tempat yang paling layak untuk disebut kosmos. Tidak mungkin 'Dia' tidak memiliki ketahanan terhadap hal yang ada di kosmos.


Karena itulah, berkah dariNya dapat melindungi Noelle dari ancaman kosmos.


Menyadari fakta ini, Noelle semakin merinding.


Kemungkinan dirinya akan terlibat dalam masalah ini menjadi sangat tinggi sekarang.


"Maksudmu … apa aku akan mendapatkan berkah dari Dewi? "


Ilya langsung mengangguk. "Benar. Anggap saja ini sebagai pembayaran di muka. Bagaimanapun, situasinya mulai memburuk belakangan ini."


Ilya tidak menjelaskan lebih lanjut, tapi itu karena dia tahu kalau itu tidak perlu.


Noelle pasti akan bertanya pada Noir tentang situasinya.


(Mendapatkan berkah dari satu dewa lagi bukan hal yang buruk, tapi … masalah ini terlalu berlebihan.)


Kepercayaan dirinya sontak menghilang saat dia mendengar tentang masalah ini.


Ilya tampaknya menyadari kegelisahan Noelle. Dia tersenyum lembut, dan berjalan mendekat. Kini, bibirnya nyaris menyentuh telinga Noelle.


"Bagaimana kalau hadiahnya adalah 'bantuan'? Kamu sedang mencari sesuatu yang terlibat dengan masa lalu, bukan? Aku yakin Dewi bisa membantumu setelah kekuatanNya pulih."


Tawaran itu terdengar sangat tidak nyata.


Belum diketahui seberapa tajam pendengaran Ilya sebenarnya, tapi dia bisa tahu tentang pembicaraan yang Noelle lakukan secara diam-diam. Yang artinya, Ilya juga tahu kalau Noelle sedang mencari jawaban atas teka-teki masa lalu dan pengulangan waktu yang dilakukan 'Charlotte'.


(Kenapa aku selalu bertemu dengan orang yang merepotkan? )


Pertama dengan Nantz yang bisa melihat kebenaran di balik kebohongan, dan sekarang Ilya yang bisa mendengar apa pun tanpa diketahui seberapa luas jangkauannya.


Selain itu, baik itu 'Mata Tuhan' ataupun 'Telinga Tuhan' sepertinya saling terkait satu sama lain.


(Apa selanjutnya aku akan terlibat dengan 'Tangan Tuhan'? )


Noelle menggelengkan kepalanya, dan menghela napas pasrah.


Pembicaraan ini bergantung padanya. Namun, dia yakin kalau Noir tahu, atau setidaknya telah memprediksi semua keputusan yang akan ia ambil.


Hadiahnya menggiurkan. Sebenarnya, Noelle sudah hampir pasrah dengan semua teka-teki ini. Membutuhkan banyak waktu untuk membongkar sedikit faktanya, dan itu membuat Noelle merasa sedikit kesal.


Tanpa tahu berapa banyak sisa waktu yang dia miliki, semua teka-teki ini terasa seperti tantangan dengan sebuah bom yang akan meledak setiap saat.


"Aku tidak bisa jamin tentang hasilnya, tapi aku akan menerima itu."


Tidak ada pilihan lain. Belakangan ini Noelle memang selalu dihadapkan pada jalan buntu, sehingga membuatnya harus mengambil keputusan yang tak disukainya.


Mendengar itu, Ilya langsung tersenyum, meski Noelle tidak yakin apakah dia benar-benar tersenyum mengingat matanya yang sama sekali tak terlihat.


"Kalau begitu kita sudah selesai. Mari anggap tidak ada yang terjadi di sini. Semua akan selesai saat kamu tidur."


Setelah mengucapkan beberapa patah kata, Ilya langsung berjalan pergi. Seolah penghalang yang tak terlihat telah ditembus dan dihancurkan, sosok Ilya menghilang bersamaan dengan suasana sunyi yang menguasai gereja sebelumnya.


Tanpa Noelle sadari, banyak orang telah menghadiri gereja untuk berdoa.


...****************...


Noelle bersandar pada bangku taman yang diletakkan tepat di depan pintu masuk gereja. Banyak orang lalu lalang, dan mereka semua dengan mudah mengabaikan Noelle.


Kehadirannya yang tipis, disertai penampilannya yang serba putih itu membuat sosoknya seperti hantu. Sulit bagi orang-orang untuk mencoba mengganggunya.


Noelle tetap duduk di sana dan menghabiskan banyak waktunya dengan melamun. Tanpa sadar, waktu berlalu, dan langit berubah menjadi oranye.


Noelle mengangkat kepalanya, lalu menghela napas pasrah. Dia kemudian bangkit, dan sosoknya seketika diselimuti oleh asap hitam yang mengerikan.


Hanya dalam hitungan detik, sosok Noelle sudah menghilang, membuatnya cocok dengan sebutan hantu.


Hingga akhirnya, sosoknya kembali muncul dari pusaran asap hitam yang terbentuk di puncak atap bangunan utama gereja.


Noelle memperhatikan keseluruhan kota Vulip dari tempat itu, dan tanpa sadar menutup matanya untuk menikmati angin yang menenangkan.


Kota ini indah. Noelle ingin menghabiskan waktunya untuk menjelajahi setiap keindahan kota ini. Jika bisa, dia ingin melakukannya bersama Olivia.


Dia ingin berbagi semua keindahan ini dengannya, tapi dia sadar kalau itu sudah tidak mungkin.


Matanya yang telah terbuka itu kembali menyipit saat menerima sinar dari matahari yang muncul dari ufuk barat.


Lonceng gereja berbunyi keras, menandakan waktu malam yang sudah tiba. Tak lama kemudian, sosoknya kembali diselimuti asap hitam. Dia sudah tidak ada di puncak gereja itu.


Tanpa disadari siapa pun, sosok pria tinggi, tampan dengan tatapan yang dingin dan tajam muncul di tengah jalanan yang cukup ramai.


Rambutnya yang berwarna rami cerah itu disisir dengan kasar ke atas menggunakan tangan, sementara matanya yang biru tua sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan pada segala sesuatu di sekitarnya.


Mantel hitam bergaris birunya berkibar seolah ada angin yang meniup.


Noelle menatap langit oranye tanpa ada ketertarikan khusus di matanya, dan tanpa sadar membentuk senyuman keji.


"Ayo kita mulai lagi cerita ini."


...****************...


[Arc Twilight Memorandum — Selesai]


...****************...