![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Beberapa tahun yang lalu, ada suatu kultus atau organisasi keagamaan sesat yang menganjurkan penganutnya untuk melakukan tindakan bunuh diri."
"Itu cukup gila."
Awalnya Earl sedikit bermasalah untuk menceritakan kejadian di masa lalu itu pada Noelle dan Cryll. Namun, ia tak melihat pilihan lain sehingga ia harus menceritakan semua yang ia ketahui.
"Organisasi keagamaan itu berawal di salah satu negara kerajaan tetangga yang terletak di antara kerajaan kita dengan Kekaisaran Alacrylia. Awalnya mereka hanya berupa kelompok pemujaan kecil dengan para warga dari pemukiman kumuh sebagai anggota. Karena kelompok mereka yang tidak begitu berpengaruh pada kehidupan di kota, mereka diabaikan, tapi itu semua adalah awal dari semua kekacauan yang kelak akan menenggelamkan kerajaan itu."
Saat Earl menjelaskan, Noelle tak lupa untuk mencatat semua hal penting yang disebutkan Earl. Ia benar-benar tak mau ketinggalan satu pun informasi penting. Lagi pula belakangan ini ia semakin ragu dengan ingatannya.
"Organisasi keagamaan itu menggunakan semua cara untuk meningkatkan anggota dan pengaruhnya. Pembunuhan, ancaman, narkoba, dan berbagai tindak kejahatan lainnya. Tak butuh waktu lama sampai akhirnya mereka meningkatkan pengaruhnya sampai ke kalangan aristokrat lokal. Beberapa bangsawan bergabung dengan iming-iming peningkatan kekayaan dan status. Namun, itu adalah sebuah kesalahan."
Kecepatan peningkatan organisasi itu dapat dibilang mengerikan. Bahkan mereka tak sampai memakan waktu dua tahun penuh untuk meningkatkan pengaruhnya dalam kehidupan bermasyarakat di kerajaan itu.
"Pemimpin organisasi itu menganjurkan tindak bunuh diri pada pengikutnya dengan alasan 'menunjukkan iman' dan 'ketaatan' terhadap sosok 'Dewa sejati', tapi, siapa pun yang dapat melihat tindakannya selama ini dapat dengan jelas menyimpulkan kalau itu semua hanyalah kedok."
"Memangnya apa yang dia lakukan? " tanya Noelle.
"Dia meminta banyak 'sumbangan' dari para pengikutnya. Sumbangannya berupa sesuatu yang bernilai dan berharga seperti uang dan perhiasan. Dari sini, kalian seharusnya dapat dengan jelas mengetahui maksudnya, 'kan? "
Earl menatap Noelle dan Cryll dengan senyum dingin.
Tak perlu memakan waktu lama sampai akhirnya Noelle dan Cryll memahami itu. Mereka berdua langsung mengangguk dengan serius.
"Penipuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, ya … Meminta mereka untuk melakukan bunuh diri dengan kedok iman dan kepercayaan terhadap dewa cukup berguna untuk menghapus kesaksian dan bukti dari korban," ucap Noelle sambil menyilangkan kedua lengannya.
Di zaman yang masih dalam tahap perkembangan kemanusiaan, pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan suatu penyelidikan terhadap kejahatan belum cukup tinggi.
Jika mereka ditemukan tewas bunuh diri, maka mereka akan ditetapkan sebagai bunuh diri. Pemeriksaan lebih lanjut mengenai kasus seperti ini cukup sulit untuk dilakukan karena kurangnya bukti fisik.
Di dunia dengan banyak keberadaan monster, hidup adalah sesuatu yang sangat murah harganya. Mereka bisa kehilangan nyawa mereka kapan saja dengan alasan apa saja.
Dengan anjuran bunuh diri yang ada di sekte keagamaan tersebut, pemimpin dan para eksekutif sekte atau organisasi adalah orang yang paling diuntungkan. Mereka dapat sepenuhnya memanfaatkan dan mengeksploitasi suatu kenyataan yang ada di dunia itu.
Orang mati tak bisa bicara. Namun, jika mereka mati dalam keadaan tak wajar, pihak berwajib pastinya akan langsung dapat menemukan keberadaan sosok atau pihak ketiga yang menyebabkan kematian itu.
Tapi, lain halnya jika mereka mati karena suatu tindak bunuh diri. Para pelaku atau pihak ketiga yang bisa jadi menyebabkan kematian itu dapat dengan mudah lolos dari dakwaan, dan jika kegiatan mereka berhasil diendus, mereka dapat menggunakan orang lain sebagai kambing hitam.
Semuanya terlalu jelas bagi Noelle dan Cryll. Itu adalah skema yang cukup mudah dimengerti. Namun, sulit untuk ditebak di awal.
"Lalu, apa yang terjadi pada mereka? "
Begitu Noelle bertanya, Earl melanjutkan penjelasannya.
"Singkat cerita, dalam waktu kurang lebih enam tahun, pemimpin atau orang yang mendirikan sekte itu berhasil ditangkap dan akan dijatuhi hukuman mati karena dianggap telah menistakan kepercayaan terhadap Dewa yang sudah ada, tapi hukumannya berhasil dikurangi entah bagaimana. Dari yang sebelumnya hukuman mati, berubah menjadi hukuman tahanan penjara selama empat tahun."
" … Itu keringanan yang terlalu gila."
Noelle mengerutkan keningnya dengan jengkel. Ia dapat menebak kalau itu adalah ulah para pejabat yang memiliki kekuasaan terhadap pengadilan. Mereka mengurangi hukuman pemimpin sekte itu dengan imbalan sejumlah uang.
Noelle yakin dengan tebakan itu. Karena, hal yang sepenuhnya dilakukan untuk mengumpulkan kekayaan pribadi ini telah berubah menjadi skema politik untuk para pejabat tingkat tinggi. Skema pohon politik itu telah menumbuhkan suatu buah yang dinamakan 'korupsi'.
"Ya. Saat proses pengadilan terhadap pemimpin sekte ini berlangsung, para pejabat yang memiliki kekuasaan di atas pengadilan langsung mencuri kesempatan dan sepenuhnya memanfaatkan keberadaan pemimpin sekte."
Meskipun pemimpin sekte itu adalah orang yang gila dan haus akan harta, ia tetaplah seorang manusia yang terlahir secara alami. Dan salah satu keinginan alami seorang manusia adalah 'hidup'.
Tentunya dia akan menerima kesempatan yang diberikan para pejabat itu untuk menyelamatkan dirinya. Namun, kebebasan dan haknya telah dirampas sepenuhnya begitu ia menerima tawaran itu.
"Tapi, itu tidak berakhir di sana, 'kan? "
Noelle bertanya dengan curiga, dan Earl pun mengangguk.
"Tepat saat dua tahun masa tahanannya, baik pemimpin sekte dan semua pejabat yang diduga memberikan dukungan padanya saat pengadilan, mereka semua ditemukan tewas bunuh diri karena membenturkan kepala mereka sendiri ke dinding berulang kali. Di dinding tempat mereka membenturkan kepala mereka, ada tulisan yang dibuat dengan darah mereka sendiri. Tulisan itu ditulis dalam bahasa Aino lokal dan memiliki arti 'Semua penyimpangan akan dimusnahkan'."
Noelle tak bisa menahan dirinya dari mengerutkan dahinya dengan curiga saat mendengar itu semua.
Aino, itu adalah nama salah satu bangsa yang diduga mendiami benua Gardiant sebelum invasi Raja iblis dimulai.
Tidak banyak informasi yang dimiliki tentang bangsa itu. Satu-satunya peninggalan mereka hanyalah ratusan reruntuhan yang dapat ditemukan di titik tertentu di benua. Bahasa Aino berhasil ditemukan di salah satu reruntuhan itu dan mendapatkan terjemahannya beberapa tahun kemudian.
Setelah menghubungkan semua titik-titik yang ada, Noelle dan Cryll mau tak mau langsung menghubungkan bangsa Aino dengan reruntuhan yang akan mereka selidiki. Namun, Earl dengan mudah menggelengkan kepalanya seolah menyadari apa yang mereka pikirkan.
"Reruntuhan yang akan kalian selidiki sama sekali tidak ada hubungannya dengan bangsa Aino."
"Bagaimana kau bisa seyakin itu? " tanya Noelle.
"Reruntuhan yang ditinggalkan bangsa Aino memiliki ciri khas berupa gaya arsitektur yang unik dan terkesan mewah. Sedangkan reruntuhan yang akan kalian selidiki ini memiliki gaya arsitektur yang abstrak dan tak teratur, dan juga, sama sekali tidak ada hal yang menandakan peninggalan bangsa Aino di sana."
Cryll pun membalas, "Tapi, tulisan yang dibuat dalam bahasa Aino lokal ditemukan di lokasi kematian pemimpin sekte dan para pejabat itu, 'kan? Kenapa itu justru dikaitkan dengan reruntuhan yang tidak ada hubungannya dengan bangsa Aino? "
Wajar bagi Cryll untuk menanyakan itu. Lagipula, bantahan yang diberikan Earl untuk menolak kesimpulan mereka justru menghasilkan lubang lain yang membuat kasus ini menjadi semakin membingungkan.
"Selain itu, apa hubungannya dengan Terneth? Bukankah dalam ceritamu tadi, sama sekali tidak ada yang melibatkan Terneth? "
"Kau benar, tapi kau juga salah. Saat masa sekte itu masih berkuasa, Terneth masih menjadi petualang dengan peringkat menengah bersama teman-temannya. Mereka juga tidak pernah mengunjungi negara yang menjadi markas utama negara itu. Tapi, Terneth pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan metode yang sama, dan tulisan dalam bahasa Aino lokal yang dibuat dengan darahnya sendiri ditemukan tepat di dinding tempat ia membenturkan kepalanya."
Sekte itu memang menganjurkan pengikutnya untuk melakukan tindak bunuh diri, tapi Earl sama sekali tidak menjelaskan tentang cara yang mereka gunakan untuk melakukannya.
"Aku baru akan menjelaskan ini pada kalian."
Hening sejenak, Earl kemudian melanjutkan, "Semua orang yang mati dalam keadaan membenturkan kepala ke dinding hanyalah orang-orang yang menjadi pemimpin, dan para pejabat yang bersangkutan. Anggota pemuja itu justru tidak pernah melakukannya. Sebagian besar dari mereka bunuh diri dengan meminum racun atau menusuk jantung mereka dengan pedang, dan selain itu, sama sekali tidak ada jejak berupa tulisan dalam bahasa Aino lokal di sekitar mayat mereka."
"Bahkan jika kau mengatakan itu, semuanya masih abu-abu."
"Itu benar. Sesuatu seperti metode unuh diri yang mereka lakukan adalah hal yang mereka putuskan sendiri. Tapi, mau tak mau kau juga jadi berpikiran kalau Terneth ada hubungannya dengan mereka, 'kan? "
"Jelas."
Noelle dan Cryll mengangguk.
"Sejauh ini aku sudah mengerti, tapi … Apa hubungannya dengan reruntuhan yang akan kami selidiki? " tanya Noelle.
Tersenyum simpul, Earl menghentikan pekerjaannya dan membuka salah satu laci di mejanya.
"Itulah hal yang aku ingin kalian selidiki. Kalian harus mencari tahu apa hubungan antara sekte itu dengan reruntuhan yang baru ditemukan ini."
"Haa?! "
Baik Noelle maupun Cryll tidak bisa menahan diri mereka dari berteriak bingung. Bagaimanapun, antara reruntuhan yang akan mereka selidiki, dengan sekte sesat yang berkuasa beberapa tahun yang lalu, hampir tak ada hubungan pasti di antara mereka.
Mereka diminta untuk mencari suatu hubungan antara kedua hal yang bahkan hampir tak bersangkutan sejak awal, wajar saja bagi mereka berdua untuk bingung.
"Sebenarnya ini baru berupa kecurigaanku, tapi … Kurasa semuanya saling berhubungan."
Earl tampak begitu yakin dengan itu. Noelle hanya bisa menghela napas pasrah dan membuat beberapa perhitungan kecil di kepalanya.
"Bagaimana kau bisa seyakin itu? "
Earl diam sejenak, sebelum akhirnya menjawab, "Entahlah, insting, mungkin? "
...****************...
"Dan begitulah, kami akan pergi sebentar untuk melakukan tugas penyelidikan ini."
Setelah Earl menjelaskan detail misi ini pada Noelle dan Cryll, mereka berdua langsung kembali dan menyiapkan barang-barang mereka.
Noelle menjelaskan situasinya pada semua orang yang ada di sana. Olivia dan Stella hanya bisa mengangguk menyetujui itu. Mereka ingin ikut membantu, tapi misi ini hanyalah misi penyelidikan biasa, bukanlah sesuatu yang memiliki resiko berbahaya seperti menghilangnya nyawa.
Noelle dan Olivia masih belum memutuskan nama untuk gadis itu. Lagipula Noelle juga masih belum sepenuhnya percaya dengannya. Bisa saja gadis itu adalah keberadaan yang dapat membahayakan mereka. Jadi, sampai situasinya mereda, Noelle baru akan mengurus masalah ini satu per satu.
"Noelle, aku sudah menyiapkan semua barang-barangku."
Cryll muncul di belakangnya sambil membawa sebuah tas kulit kecil di pinggangnya. Karena ini hanya misi penyelidikan, mereka hanya perlu membawa semua yang mereka perlukan.
Dalam misi kali ini, Noelle dan Cryll akan berpisah dan menyelidiki reruntuhan yang berbeda untuk menghemat waktu. Mereka sudah sepakat kalau Noelle akan pergi ke area reruntuhan di barat yang ada di sekitar sarang monster, dan Cryll akan pergi ke arah sebaliknya, tempat yang relatif aman.
Mungkin akan ada bandit atau penjahat yang menghalangi perjalanan mereka, tapi itu bukanlah masalah. Earl sudah memberi mereka kebebasan untuk sesuka hati memperlakukan para bandit dan penjahat yang menghalangi mereka.
"Kalau begitu, kami pergi."
Olivia dan Stella mengantar mereka berdua sampai ke gerbang, sedangkan Chloe tinggal di rumah untuk mengurus Charlotte dan gadis itu.
Perjalanan menuju area reruntuhan tidak akan memakan waktu lebih dari dua jam jika mereka berlari dengan sihir penguatan pada kaki mereka. Noelle dan Cryll berpisah di percabangan jalan dan pergi ke area yang telah disepakati masing-masing.
Melihat ke sekitarnya, Noelle sama sekali tak menemukan siapa pun. Ia langsung mengeluarkan pedangnya yang berupa gabungan antara Verstand dan Langen.
Ia langsung mengeluarkan beberapa pedang lain dan mengendalikannya untuk menghabisi semua monster yang mengintai di sekitarnya. Meskipun tidak memiliki kecerdasan tinggi seperti manusia, para monster memiliki keunggulan berupa kekuatan mereka. Jika dibiarkan, mereka akan membahayakan semua orang yang akan melewati jalan itu.
Meskipun, bukan berarti Noelle peduli pada mereka.
"Seharusnya ada di sekitar sini … "
Ia menggali ingatannya dan mencocokkan tempat yang disebutkan Earl dengan sarang monster yang ada di ingatannya. Tak butuh waktu lama baginya untuk menemukan sarang monster itu.
Dan seperti yang ia duga, sudah tidak ada monster di sana. Beberapa mayat mereka masih berserakan di tanah, sedangkan mayat para warga desa yang diculik sudah sepenuhnya dibereskan.
Noelle berpikir kalau ini mungkin perbuatan utusan yang dikirim oleh Earl untuk menghabisi monster yang tersisa.
Noelle tanpa mengatakan apa pun lagi langsung melanjutkan perjalanannya menuju titik yang telah diberitahukan Earl padanya.
Saat ini sudah hampir siang hari, dan karena hujan deras yang terjadi terus menerus sejak beberapa hari yang lalu, tanah tempat Noelle berpijak sudah dipenuhi lumpur dan menyulitkan pergerakannya. Ia hanya bisa menggunakan sihir gravitasi untuk terbang dan memperhatikan sekelilingnya.
Setelah hampir tiga jam perjalanan udara, Noelle akhirnya tiba di reruntuhan yang diberitahukan Earl padanya.
Noelle memperhatikan sekelilingnya dan tak menemukan satu pun makhluk hidup, lalu memutuskan untuk turun dan mempersiapkan dirinya.
"Aku penasaran apa Cryll sudah sampai di tempatnya … "
Tidak seperti dirinya yang bisa melakukan perjalanan udara dengan mudah, Cryll sama sekali tidak memiliki sihir yang memungkinkannya untuk terbang. Jadi dia pasti sedang kesulitan saat ini. Medan yang berlumpur sangat tidak menyenangkan, tapi jika itu Cryll, dia seharusnya bisa mengatasinya dengan mudah.
Atau setidaknya itulah yang Noelle pikirkan.
Noelle menyipitkan matanya dan melihat penampakan reruntuhan yang ada di hadapannya.
Seperti yang Earl katakan, gaya arsitektur dari sisa-sisa reruntuhan itu abstrak dan cenderung tak beraturan. Benar-benar berbeda dari gaya arsitektur yang dimiliki bangsa Aino.
Pilar pendukung dan dindingnya yang tampak seperti bata marmer putih itu sudah ternoda oleh lumut dan debu di beberapa bagiannya. Meskipun begitu, warna putih murni dari marmer itu sama sekali tak menghilang.
Pemandangan di sekitarnya terlalu aneh untuk dijelaskan. Sisa-sisa atap batu yang berserakan di tanah menambah kesan sakral yang sudah menguasai tempat itu sejak awal. Dan meskipun area di luar reruntuhan dipenuhi oleh lumpur yang kotor, hanya reruntuhan ini yang masih mempertahankan bentuk dan warnanya.
Noelle tanpa mengatakan apa pun lagi langsung berjalan memasuki reruntuhan sambil memperhatikan sekelilingnya.
Perintah yang diberikan Earl hanya untuk menyelidiki tempat ini, tapi Noelle benar-benar bingung dari mana ia harus memulainya.
Sama sekali tidak ada jejak kehidupan di sana, seolah tempat itu benar-benar telah ditinggalkan sepenuhnya sejak beberapa generasi.
Satu-satunya bagian yang utuh dari reruntuhan itu adalah dinding marmer putih murni yang berdiri dengan kokoh di bagian yang tampaknya menjadi aula. Dan tepat di dinding itu pula, ada berbagai lukisan yang terbentuk dari susunan kaca patri dalam berbagai warna.
Noelle menggambar semua apa yang ia lihat di buku catatannya dan mulai menyelidiki itu. Ia hanya bisa mulai menyelidiki dari bagian itu karena dinding dan lukisan itulah satu-satunya yang tersisa.
Lukisan kaca patri berbentuk lingkaran sempurna di tengah dinding itu menampilkan sosok wanita pirang tak berwajah dengan pedang yang menancap di dadanya, sementara di kedua sisinya adalah dua bayi bersayap yang sedang membelai tangan wanita itu.
Selain wanita tanpa wajah dengan dua bayi bersayap tadi, ada pula susunan kaca patri yang membentuk wujud delapan orang yang sedang berbaris berdampingan.
Dan tepat di atas semua susunan itu, Noelle tiba-tiba menyadari susunan kaca patri lain yang membuat suatu bentuk bintang dengan delapan sudut. Setiap sudut pada bintang itu dibuat dengan warna yang berbeda, dan menghasilkan suatu pemandangan yang sangat kontras.
Noelle tidak mengerti maksud dari semua susunan kaca patri itu, tapi ia memutuskan untuk menggambar semuanya saat ini.
Begitu ia selesai menggambar semuanya, barulah ia menyadari keberadaan tulisan yang tertera di setiap lingkaran. Semua tulisan itu dibuat dengan mengikuti pola yang melingkar dan ditulis dalam bahasa asing.
"Bukankah ini … "
Dahi Noelle berkedut saat ia melihat tulisan itu. Itu bukanlah bahasa yang dapat ia pahami jika ia tidak memiliki skill pemahaman bahasa, tapi ia merasa pernah melihat bentuk tulisan itu sebelumnya.
Ada empat baris kalimat di sana yang ditulis dengan dua bahasa dan susunan huruf aneh yang berbeda-beda, tapi setiap dua baris kalimat yang ditulis dalam bahasa yang berbeda memiliki arti yang sama.
Yang pertama adalah [ ᓭᒷᒲ⚍ɾ ᛫ ⅰ!ᒷ⧶ǁ¦ᒲⅰ!ɾ⧶˧ɾ⧶ ᛫ ɾꖌɾ⧶ ᛫ ⟍̅¦ᒲ⚍ᓭ⧶ɾ⍑ꖌɾ⧶ ], yang memiliki arti [Semua penyimpangan akan dimusnahkan].
Lalu yang kedua adalah [ ມⅵ∠ᘎ≍ ᛫ ᕞⅵᔕ𝕧ๅ∠ᕞ≍⨅≍ᔕ ᛫ ≍⊐≍ᔕ ᛫ ᮴ๅ∠ᘎມᔕ≍Ξ⊐≍ᔕ ], yang memiliki arti yang sama dengan baris kata pertama, yaitu [Semua penyimpangan akan dimusnahkan].
Baris ketiga bertuliskan [ ⏛ⅵᔕๅΞ ᛫ ⏛ⅵ⦢⊐ᘎ∠ᕞᘎᒧ╷᛫ ⫝ⅵ⦢ᴝ≍᮴ๅᒧ≍Ξ ᛫ ᕞⅵ⦢ᘎ⏛≍Ξ≍ᔕ ], yang berarti [Benih berkumpul, terjadilah perubahan].
Dan baris terakhir bertuliskan [ ⦣ᒷ⧶¦⍑ ᛫ ⦣ᒷ∷ꖌ⚍ᒲⅰ!⚍ꖎ ᛫ ⅂ᒷ∷⫶ɾ⟍̅¦ꖎɾ⍑ ᛫ ⅰ!ᒷ∷⚍⦣ɾ⍑ɾ⧶ ], yang berarti sama dengan kalimat di baris ketiga, yaitu [Benih berkumpul, terjadilah perubahan].
Noelle tidak mengerti maksudnya. Ia hanya terus mencatat dan menggambar semua yang ia lihat.
Apakah tulisan itu adalah pesan yang ditujukan kepada umat atau kaum tertentu? Ia tak dapat memutuskan jawabannya. Terlalu sedikit informasi yang ia miliki.
Kalimat di baris pertama dan baris kedua adalah kalimat yang sama yang dibuat oleh para pejabat yang terlibat dengan ketua sekte itu saat mereka bunuh diri. Noelle tentunya langsung memutuskan kalau ada suatu hubungan antara reruntuhan ini dengan kematian mereka yang tidak wajar.
Saat ia memikirkan itu, pemandangan di sekitarnya mulai menghilang dan kabut putih mulai menutupi dirinya.
"Ohh, sial."
...****************...
Di saat yang sama dengan ditelannya Noelle oleh kabut misterius itu, kabut yang sama juga menelan beberapa orang dari berbagai daerah di dunia.
Total orang yang ditelan oleh kabut itu adalah tepat delapan orang.
Kawasan hutan yang belum dipetakan, Eisen — Noelle.
Area perbatasan rawan konflik, Republik Waldenholt — Damian van Houten.
Gereja kecil di perbatasan, Holy Kingdom Quinnella — Lucia Khora.
Pemukiman kumuh Ibukota Kerajaan Nothernos, Zeltis — Ethan.
Dungeoun of Greed, lantai ke-78 — Tania.
Enzio Great Labyrinth, area pusat — Arnaz.
Kuil puncak gunung suci [Haten], kawasan netral Elfrieden — Asher.
Sarang monster, area yang belum dipetakan, pinggiran Kekaisaran Alacrylia — Colyn.
Dengan adanya kabut yang menelan delapan orang itu, roda gigi sejarah dunia telah bergerak ke arah yang tidak terduga.
Saat ini, di kastil kerajaan Nothernos, Zeltis. Louise, Sang Raja sedang tertawa terbahak-bahak sambil duduk di singgasananya.
"Kuhuhu … KUHAAHAHAHA!!! Sialan! Wanita sialan itu!! Dia selalu mendahului pergerakanku!!! Meskipun aku mengetahui segalanya! Wanita itu! Dia selalu selangkah di depanku! AHAHAHA!!! Sialan! "
...****************...