[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 102: Kemunculan



...****************...


" ……… Siapa dia? "


Noelle yang kesadarannya belum pulih sepenuhnya menatap gadis itu dengan bingung.


Gadis itu memiliki penampilan seperti anak berusia sekitar lima atau enam tahun. Rambutnya yang berwarna putih platinum menghiasi kulit porselennya yang tipis, membuatnya terlihat sangat tidak manusiawi.


Olivia yang juga masih dalam keadaan setengah sadar terlihat bingung dengan keberadaan anak itu. Ia mengedipkan matanya yang lembab beberapa kali dan menggaruk rambutnya.


Karena penyelidikan yang mereka lakukan bersama semalam, pikiran mereka jauh lebih merasa lelah dibandingkan tubuh mereka, karena itulah mereka berdua membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pulih.


Wajah mereka yang kusut menunjukkan ekspresi kebingungan yang sangat jelas sementara anak yang tidur tepat di antara mereka bernapas dengan tenang.


"Siapa … Si bola bulu ini? "


Noelle sekali lagi bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari anak itu. Meskipun begitu, Olivia sama sekali tak menjawabnya. Mereka berdua jelas kebingungan dengan kehadiran anak itu yang muncul secara tiba-tiba.


Tak lama kemudian, bola bulu—gadis kecil itu membuka matanya perlahan dan menggeliat di dalam selimut.


Wajahnya terlihat sangat mengantuk. Ia meraih pergelangsn tangan Noelle dan memeluknya sementara matanya perlahan kembali menutup dengan tenang.


Noelle dan Olivia saling memandang dengan bingung dan memikirkan tentang situasi ini. Dalam pikirannya, ia mulai menyusun kronologi yang terjadi hingga sampai pada situasi ini.


Mereka berdua melakukan penyelidikan terhadap semua masalah yang Noelle alami sampai tak ingat waktu → Mereka berdua memutuskan untuk beristirahat dan tidur → Saat mereka bangun, gadis kecil itu sudah ada tepat di antara mereka.


"Apa-apaan?! "


Teriakan Noelle bergema di kamar berukuran 6 × 6 meter itu, membuat tubuh Olivia tersentak dengan refleks.


Dan lebih dari itu, gadis kecil yang tadinya tidur dengan tenang tepat di antara mereka berdua langsung membuka matanya dengan panik dan mulai menangis.


"No-Noelle?! "


Olivia mencoba menenangkan Noelle. Namun, suara tangisan dari gadis kecil yang ada tepat di sampingnya benar-benar membuatnya lengah. Olivia secara refleks langsung memeluk gadis itu dengan erat guna menenangkannya sementara Noelle masih menggaruk kepalanya dengan heran karena peristiwa yang tiba-tiba terjadi.


...****************...


"Hei, Cryll … Apa kau bisa membantuku sedikit? "


Saat Cryll sedang fokus menikmati sarapannya, keberadaan Noelle tiba-tiba muncul di belakangnya dan membuat semua selera makannya langsung menghilang.


"Owh, bung … Kau membuat makananku menjadi hambar," ucap Cryll dengan jengkel dan mulai berbalik.


Begitu ia berbalik sepenuhnya, ia dikejutkan dengan sosok Noelle yang benar-benar tampak suram dengan rambut yang berantakan dan wajah yang tak bernyawa.


Ia tahu kalau Noelle memang menjadi sedikit ridak bernyawa belakangan ini. Namun, ini jauh lebih buruk dari yang ia kira.


Kulitnya menjadi lebih pucat, dan mata kelabunya menjadi lebih gelap seolah kehilangan cahayanya.


" … Apa yang terjadi denganmu? "


" ……… Banyak hal … "


Saat ia mencoba bertanya, Noelle hanya menghindari pertanyaannya dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain dan tertawa dengan pasrah.


Saat ini sekitar pukul sembilan di pagi hari. Di hari yang normal, ini adalah waktu untuk memulai aktifitas. Namun, saat ini jam aktifitas telah dipercepat menjadi satu jam sebelum lonceng pagi berbunyi, yaitu tepat pada pukul delapan pagi.


Ratusan pekerja mulai melakukan pekerjaan mereka untuk menyelesaikan proses rekonstruksi yang kini sedang dilakukan, dan beberapa orang lainnya terlihat sedang sibuk dengan melayani orang-orang dari penampungan.


Di salah satu tenda kantin di area pengungsian, Noelle duduk di kursinya tanpa menggigit makanannya sedikit pun.


Cryll yang ada di hadapannya tentu saja bingung dengan itu. Meskipun begitu, ia mencoba mengabaikan suasana suramnya dan bertanya dengan jelas tentang apa yang terjadi.


" … Bagaimana aku harus mengatakannya … Semua terjadi begitu tiba-tiba, dan boom, aku ada di sini sekarang."


"Tidak, meskipun kau menjelaskannya seperti itu, aku tidak akan mengerti, oke?! "


" ……… "


Dahi Cryll berkedut beberapa kali, sementara ia sendiri sedang berusaha mempertahankan senyum di wajahnya.


Ia dengan jengkel menusukkan garpu logam di genggamannya ke daging panggang yang ada tepat di hadapannya, lalu memakan sebagiannya hanya dengan satu gigitan.


"Hei … Bisakah kau membantuku? "


-–Tentu saja tidak.


Atau setidaknya itulah yang Cryll pikirkan sebelum ia akhirnya melihat wajah pasrah Noelle.


Kenyataannya, ia sama sekali tak tertarik untuk membantu Noelle sekarang, itu karena keinginannya sendiri yang mencoba membatasi 'wilayah pribadi' di antara mereka.


Urusan pribadi Noelle hanya akan tetap menjadi urusan pribadinya sendiri. Itu adalah pemikiran yang ia miliki. Meskipun begitu, entah mengapa ia tak dapat menggunakan idealismenya itu di saat seperti ini.


Cryll hanya mampu menghela napas pasrah dan bertanya pada Noelle dengan jengkel.


" … Tergantung pada apa yang kau butuhkan … "


Mendapat respon baik dari Cryll membuat wajah Noelle langsung menjadi cerah, matanya langsung menunjukkan cahaya harapan yang samar pada Cryll yang duduk di hadapannya.


"Terima kasih! Sungguh, terima kasih! Sebenarnya aku sangat membutuhkan bantuanmu! Aku butuh kau untuk pergi ke toko pakaian anak dan membeli beberapa pakaian untukku! "


"Kau gila, ya? "


Wajah Cryll seketika diwarnai oleh ekspresi jijik yang sangat jelas. Ia memandang Noelle dengan mata merendahkan dan tampak akan meludah ke arah kepalanya kapan saja.


"Aku tahu kalau kau itu aneh, tapi … Aku tidak menyangka kalau kau memiliki ketertarikan seperti itu."


Cryll berdiri dari kursinya dan hendak pergi. Namun, Noelle langsung meraih dan menarik tangannya dengan sangat kuat sehingga Cryll hampir kehilangan keseimbangan dan nyaris terjatuh ke belakang.


Untungnya, ia dapat bertahan dengan menghentakkan satu kakinya dengan kuat ke tanah.


Saat ia berbalik untuk melepaskan pegangan Noelle, ia melihat Noelle yang menatapnya dengan mata gila dan berteriak.


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi, sialan! Kau harus membantuku! Jika kau pergi dari sini, aku bersumpah akan menghantuimu dan semua keturunanmu bahkan jika aku harus mati! Aku akan menyebarkan semua aib yang kau miliki tentang fantasi *piip* yang kau miliki! Aku bersumpah kau tidak akan bisa hidup tenang lagi, oke?! Aku juga akan memberitahu semua orang kalau kau memiliki selera *piip* terhadap wanita dengan umur di atas 70 tahun! "


"Itu fitnah yang terlalu kejam bahkan untuk dirimu! "


"Berisik! Seolah aku peduli dengan itu! Pokoknya kau harus membantuku untuk keluar dari situasi ini bagaimanapun caranya! Atau aku akan menyebarkan ribuan jilid buku dengan judul 'Fantasi *piip* yang Liar Bersama Cryll! ' dan sekuel dengan judul 'Pose *piip* yang Luar Biasa Menggairahkan' ke seluruh dunia! Aku juga akan memberitahu semua orang di keluargamu tentang itu! "


Mereka berdua saling berteriak dan mulai menarik perhatian semua orang yang ada di tenda.


Saat Cryll menyadari kalau perhatian publik mulai diarahkan padanya, ia sadar kalau ia sudah dipermainkan oleh Noelle sejak memasuki tenda.


Noelle sengaja membawanya ke tenda yang lebih ramai dari tempat mereka sebelumnya sehingga ia bisa memberikan ancaman yang lebih besar pada Cryll.


Tepat di depannya, ia melihat Noelle yang tersenyum dengan kejam sambil menarik kedua tangannya dan memohon untuk bantuannya.


Tak perlu menunggu sampai Cryll menolak, reputasi tentangnya sudah akan hancur begitu ia meninggalkan Noelle di sini. Bagaimanapun, semua teriakan Noelle sebelumnya sudah didengar oleh semua orang di tenda dan membuat mereka menatap Cryll dengan pandangan bertanya-tanya sekaligus jijik.


Cryll mendecakkan lidahnya dan langsung membawa Noelle pergi dari tempat itu.


Setelah menemukan tempat yang tepat, Cryll bertanya dan memulai pembicaraan.


"Jadi, apa yang kau butuhkan di sana? "


"Ikut saja dulu, aku akan menjelaskannya nanti," jawab Noelle.


Tak lama kemudian, mereka akhirnya sampai di salah satu toko pakaian yang masih buka dan Noelle tanpa mengatakan apa pun lagi langsung masuk ke area pakaian anak-anak dan membeli beberapa set pakaian dari sana.


Pakaian yang ia beli adalah model gaun one Piece putih yang nyaman dan mudah untuk digunakan, dengan ukuran yang seperti akan muat di tubuh anak usia lima tahun.


Cryll tentu saja bingung dengan alasan mengapa Noelle membeli itu, tapi ia tidak menanyakan apa pun dan mengikuti Noelle dalam diam.


Begitu tiba di rumahnya, Noelle langsung memberikan kantung kertas dengan beberapa set pakaian di dalamnya itu pada Olivia yang sudah menunggunya.


Mereka berdua tidak saling mengatakan apa pun, dan Olivia langsung memasuki kamar dengan kantung yang baru saja diberikan Noelle.


Saat Noelle dan Cryll sedang menunggu di sofa di ruang tamu dengan suasana tegang, Stella dan Chloe muncul dari kamar tempat Charlotte sedang diistirahatkan saat ini.


Mereka yang sejak beberapa waktu lalu belum keluar kamar tentu saja kebingungan dengan suasana yang terbentuk di antara Noelle dan Cryll.


Mereka berdua memiringkan kepala mereka secara bersamaan dan berjalan menghampiri kedua lelaki itu.


"Apa yang kalian lakukan? " tanya Stella.


Cryll menoleh padanya, dan menjawab, "Entahlah, Noelle memaksaku untuk membantunya, tapi … Aku belum tahu apa itu."


Jawaban yang diberikan Cryll tidak begitu jelas sehingga Stella dan Chloe masih kebingungan. Namun, tak butuh waktu lama bagi mereka semua untuk mengerti masalahnya.


Pintu kamar Noelle terbuka, dan Olivia keluar dari sana, bersama dengan seorang anak perempuan dengan usia yang terlihat seperti lima atau enam tahun.


Gadis itu menggunakan pakaian yang baru saja dibelikan Noelle padanya, dan dia menggandeng tangan Olivia dengan erat seolah tak mau melepaskannya.


"O-oi … Noelle … Jangan bilang kau … Menculik gadis itu?! "


Cryll langsung mengajukan pertanyaannya dengan takut-takut pada Noelle, sementara Noelle langsung menjawabnya dengan nada yang hampir membentak.


"Tidak mungkin aku melakukan itu, bodoh! "


Saat Noelle membentak pada Cryll, gadis yang menggandeng tangan Olivia itu terlihat terkejut dan langsung bersembunyi menggunakan tubuh Olivia sebagai penghalang antara dia dan Noelle.


Menanggapi itu, Olivia hanya tersenyum masam dan menepuk kepala gadis itu, lalu perlahan menariknya keluar.


" … Siapa dia? " tanya Stella dengan bingung.


Olivia tidak tahu bagaimana harus menjawabnya. Ia hanya tersenyum dengan bingung dan menepuk kepala gadis itu beberapa kali dengan lembut.


"Entahlah, tapi dia tiba-tiba muncul di kamar kami. Saat kami bangun, dia sudah ada. Dan … "


Tidak ada lanjutan dari perkataannys, ia hanya mendorong gadis itu untuk maju sedikit dan menghadap Noelle.


Gadis itu dengan takut mulai memanggil Noelle dengan sebutan yang jelas akan mengejutkan semua orang.


"Pa-Papa … "


" " " ……… " " "


Noelle, bagaimanapun ia hanya mengalihkan wajahnya ke arah lain sehingga tak ada siapa pun di ruangan itu dapat melihat ekspresinya.


"Hei, Noelle … Anak ini … Baru saja memanggilmu 'Papa', 'kan? "


Suara tanpa nada Cryll mengungkapkan pertanyaan yang ingin diucapkan semua orang disana.


Olivia yang ada tepat di belakang gadis itu hanya tersenyum dengan masam dan maju untuk melerai mereka.


Gadis itu mulai memanggil Noelle dengan sebutan 'papa'. Namun, Noelle tetap mengabaikannya. Gadis itu menurunkan wajahnya dengan sedih ketika Noelle bahkan tidak melihat ke arahnya.


Pemandangan itu membuat semua orang di sana kecuali Noelle merasa prihatin, mereka secara refleks langsung memberikan tatapan mencela pada Noelle.


"Apa? "


Noelle yang tak tahan ditatap seperti itu langsung menatap mereka semua dengan jengkel.


"Anak ini … Dia anakmu, 'kan? " tanya Cryll sambil menunjuk gadis itu.


Noelle dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Tidak! Itu tidak mungkin! Aku bahkan tidak pernah melihat wajahnya seumur hidupku! "


"Kebohonganmu terlihat dengan sangat jelas! Wajahnya sangat mirip denganmu, sialan! Dan rambutnya itu! Warna rambutnya juga cocok denganmu! "


"Sudah kubilang itu bukan! Dua orang yang berbeda bisa saja memiliki kemiripan dalam hal genetik mereka! "


"Ya! Tapi tingkat kemungkinannya sangat kecil, oke?! Sudah jelas kalau dia anakmu! "


"Tidak mungkin! Lagi pula usianya terlihat seperti lima atau enam tahun! Tidak mungkin aku bisa memiliki anak di usia yang bahkan belum memiliki pemikiran kotor! "


"Ohh, itu benar."


Noelle menghela napas jengkel pada Cryll yang bersikeras menganggap kalau gadis itu adalah anak Noelle. Ia kemudian menoleh ke gadis yang menatap lantai dengan sedih itu.


"Apa … Papa membenciku? "


(Ughhh … )


Sangat disayangkan, tapi Noelle tidak memiliki banyak ketahanan terhadap sesuatu yang imut. Jadi ia dengan mudah takluk oleh wajah sedih gadis itu.


Sosoknya yang kecil dan cemberut membuat Noelle hampir memeluknya secara refleks. Namun, entah bagaimana ia dapat menahan diri dari melakukan itu.


Mungkin itu juga yang terjadi pada Olivia karena ia menatap gadis itu dengan pandangan hangat dari belakang.


Noelle menggelengkan kepalanya dan berjongkok, menatap gadis itu sambil tersenyum.


"Emm … Aku tidak tahu kenapa kamu memanggilku 'Papa' seperti itu, tapi … Siapa namamu? "


Gadis itu terlihat senang saat Noelle mau berbicara dengannya, lalu wajahnya kembali bingung ketika Noelle meminta namanya.


"Nama? Tapi Papa belum memberiku nama."


" ……… "


Kening Noelle berkedut saat mendengar jawabannya. Ia bahkan tidak tahu namanya sendiri, atau lebih tepatnya, ia tidak memilikinya.


Noelle menggaruk bagian belakang kepalanya dan berniat menanyakan sekitar satu atau dua pertanyaan lagi untuk memastikan beberapa hal.


"Mmhmm … Apa kamu ingat sesuatu? Seperti … Kenapa kamu memanggilku 'Papa' seperti itu? Dan kenapa kamu bisa tiba-tiba muncul di kamarku? "


Alih-alih menjawab, gadis itu hanya memiringkan kepalanya dengan bingung kemudian menatap lantai dengan bibir yang cemberut.


"Aku mengerti … Ini cukup serius … "


Cryll yang tiba-tiba bergumam sendiri menarik perhatian semua orang termasuk Noelle. Noelle memberinya tatapan yang seolah mengatakan 'jelaskan semua yang kau mengerti! ' dengan sedikit aura mengancam.


Meskipun ditatap dengan mata mengancam oleh Noelle, Cryll tampak tak terpengaruh, atau lebih tepatnya, ia sudah terbiasa. Ia hanya mengangkat bahu dan melihat Noelle dengan mata merendahkan.


"Kau, menghamili wanita lain, 'kan? "


Tanpa memakan waktu sedetik pun, sosok Cryll langsung menghilang dari pandangan semua orang.


(Abaikan si sialan itu.)


Tubuh Noelle memancarkan cahaya samar berwarna ungu pekat seperti violet bersamaan dengan menghilangnya Cryll.


Olivia yang melihat cahaya samar yang dikeluarkan tubuh Noelle itu langsung memiringkan kepalanya dengan bingung.


"Noelle … Apa warna mana milikmu selalu seperti itu? "


Bukan hanya Olivia yang penasaran dengan itu, tapi Stella dan Chloe juga memberikan pandangan bertanya-tanya padanya.


Cryll yang sebelumnya menghilang juga tiba-tiba muncul di sampingnya dengan pakaian yang penuh dengan debu dan serpihan kayu.


"Kau benar, warnanya berbeda."


Setiap orang akan memiliki warna mana yang berbeda-beda tergantung pada sifat mana atau jenis sirkuit sihir yang mereka miliki. Itu adalah pengetahuan yang sangat dasar bagi para penyihir.


Belum dipastikan ada berapa banyak warna mana yang ada di dunia ini. Ada terlalu banyak sehingga itu sulit untuk didata.


Noelle dan Olivia memiliki sedikit kemiripan pada ciri mana mereka. Warna milik Noelle adalah putih kebiruan, sedangkan milik Olivia adalah putih yang terlihat sedikit 'berdebu' dengan warna perak.


Berbeda dari ingatan mereka semua, warna mana yang dipancarkan tubuh Noelle saat ini adalah violet. Itu benar-benar kontras dengan yang sebelumnya sehingga semua orang dengan mudah menyadari itu.


Bahkan, Noelle juga bingung dengan perubahan itu.


"Aku tidak tahu … Aku juga baru menyadarinya," ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.


Memikirkan banyaknya masalah yang harus ia pecahkan dalam waktu singkat membuat kepalanya sedikit sakit. Noelle berusaha menenangkan pikirannya dan mencoba untuk menyimpan semua pertanyaan itu untuk nanti.


Untuk saat ini, ia akan kembali ke topik sebelumnya. Noelle kembali menatap gadis itu dengan bingung dan mengelus kepalanya untuk beberapa saat sebelum akhirnya melepaskannya lagi.


Gadis itu terlihat begitu menikmati elusan yang diberikan Noelle sehingga ia memejamkan matanya dengan senang, lalu kembali menunjukkan wajah sedih begitu Noelle melepaskan tangannya.


"Eemm … Apa kamu tahu beberapa hal lain? Seperti … Kenapa kamu yakin kalau aku adalah 'Papamu'? "


Wajah gadis itu berubah dan menatap Noelle dengan ekspresinya yang seolah mengatakan 'Kenapa kamu menanyakan sesuatu yang sudah jelas? '.


" … Papa adalah Papa! "


Hanya itu jawaban yang dia berikan. Tentu saja itu tidaklah cukup untuk menjawab pertanyaan yang dimiliki Noelle.


" … Lalu … Apa kamu tahu sesuatu tentang … Siapa yang melahirkanmu? "


Gadis itu lagi-lagi memiringkan kepalanya dengan bingung. Mungkin karena dia tidak mengerti pertanyaan yang diajukan Noelle.


Olivia maju dan berjongkok di hadapan gadis itu bersama Noelle, lalu mengoreksi pertanyaan yang diajukan Noelle sebelumnya.


"Apa kamu tahu siapa 'Mama'mu? Bisa kamu beritahu kami tentang itu? "


" … Tidak tahu … "


Gadis itu menundukkan kepalanya dengan sedih saat ia menjawab pertanyaan yang diajukan Olivia.


Meskipun begitu, Olivia tak memarahinya karena tak dapat menjawabnya dan justru mengelus kepalanya dengan lembut untuk menenangkannya.


Begitu gadis itu sudah tenang, Olivia menatap Noelle dengan senyum cerah di wajahnya.


"Itu pasti aku, 'kan? "


"Apanya? "


"Itu … Orang yang harusnya menjadi … 'Mama'nya, itu pasti aku, 'kan? "


Suaranya memudar dan harusnya hampir tak terdengar sedikit pun, tapi pertanyaan yang ia ajukan anehnya dapat dengan jelas didengar oleh semua orang di sana. Wajahnya sedikit memerah ketika menyadari itu. Namun, ia tetap memaksakan dirinya untuk mendapatkan jawaban dari Noelle.


"Dari mana kamu mendapatkan keyakinan itu? "


"Bukannya sudah jelas? "


Olivia memiringkan kepalanya dengan bingung, kemudian melanjutkan perkataannya, "Maksudku, lihat dia, penampilannya cukup mirip dengan Noelle, tapi … Rambutnya tidak sepenuhnya putih, itu pasti aku, 'kan? "


(Tidak, meskipun kamu mengatakannya begitu, itu tidak cukup untuk membuat kesimpulan.)


Penampilan gadis itu memang sangat mirip dengan Noelle. Atau lebih tepatnya, gadis itu adalah perwujudan Noelle versi yang lebih feminim. Wajahnya tidak menunjukkan ciri androgini seperti yang dimiliki Noelle, tapi sebagian besar karakteristiknya cukup mirip.


Satu-satunya yang membedakan mereka berdua adalah warna rambut gadis itu memiliki campuran perak platinum yang cerah.


Itu sudah cukup untuk memberikan perbedaan yang sangat jelas di antara keduanya.


Olivia berpikir kalau Noelle tidak mungkin pernah berinteraksi secara intim dengan gadis atau wanita lain selain dirinya, dan campuran warna pada rambut gadis itu juga cukup cocok dengannya.


Karena itulah ia dengan mudah menyimpulkan kalau gadis itu mungkin adalah 'anaknya'.


Walaupun … Itu mungkin hanya keegoisannya sendiri yang memiliki harapan tertentu sehingga ia membuat kesimpulan seperti itu.


"Meskipun kamu mengatakannya seperti itu … Dilihat dari manapun, anak ini memiliki usia sekitar lima atau enam tahun, kau tahu? Tidak mungkin dia akan lahir dan tumbuh besar hanya dalam satu malam."


Begitu Noelle mengatakannya, Olivia mengangguk dengan kecewa. Namun, wajahnya kembali menunjukkan sinar harapan ketika ia memikirkan suatu ide.


"Kalau begitu, sampai kita menemukan asal-usul sejatinya, kita bisa membiarkannya tinggal dengan kita, 'kan? "


Pertanyaan tulus itu diucapkan oleh Olivia dengan penuh harapan pada Noelle.


Noelle sedikit berkonflik dengan ini. Namun, ia tak dapat melakukan apa pun lagi sehingga ia hanya bisa menyetujui permintaan Olivia.


Lagi pula ia tidak cukup kejam untuk membuang seorang anak perempuan ke jalanan begitu saja hanya karena ia tak mengetahui asal-usulnya.


Selain itu, Noelle juga tertarik dengan asal-usul gadis itu. Jika Noelle membiarkannya tinggal dengannya dan Olivia, ia akan memiliki banyak kesempatan untuk menyelidiki beberapa hal.


Dan di sisi lain, Noelle mungkin juga sedikit berharap bahwa keberadaan gadis itu akan membawa perubahan baik pada hidup mereka.


...****************...