![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Bulan baru? "
Charlotte bertanya sambil memiringkan kepalanya. Dia tidak memahami maksud dari kata-kata Olivia.
"Unn … Saat dalam fase bulan baru, kekuatan kami sebagai vampir akan melemah dengan drastis … Sebaliknya, saat sedang purnama, kekuatan kami akan bertambah"
"Terdengar klise"
Olivia menjelaskan dengan senyum kecil dan membuat Charlotte mengerutkan dahinya.
"Benar kan? "
Kata Olivia dengan terkikik kecil, lalu kembali menjelaskan.
"Saat fase bulan baru, kekuatan kami akan berkurang drastis … Kami tidak akan berbeda dari manusia kebanyakan pada saat seperti itu"
"Begitu … "
Charlotte berpikir kalau itu pasti akan merepotkan. Bagaimanapun, kehilangan kekuatan dan menjadi manusia normal hanya karena alasan sepele sangatlah menyebalkan.
Ketika dia memikirkan itu, dia benar-benar beruntung karena mendapatkan malaikat jatuh sebagai hasil evolusinya. Bagaimanapun, malaikat jatuh tidak memiliki fase yang akan membuat mereka menjadi lemah.
Charlotte kembali membuka mulutnya untuk berbicara, tapi kemudian,
"Huh? Ngghh—"
Rasa sakit tiba-tiba menyerang kepalanya. Itu seperti sengatan listrik yang disertai dengan benturan keras dan terbakar dengan suhu tinggi.
"Charl?! "
Olivia bertanya dengan wajah cemas, Charlotte yang melihat itu hanya memaksakan senyum dan berkata,
"A-aku baik-baik saja"
Meskipun wajahnya penuh dengan keringat, dia berhasil menahan rasa sakit itu. Beberapa saat kemudian, rasa sakitnya menghilang sepenuhnya seolah itu tidak pernah ada.
Rasa sakit yang ia rasakan sangatlah singkat sehingga Charlotte sempat berpikir kalau itu semua adalah hayalannya belaka.
"Haaahhh … Haahhh … Apa yang terjadi … "
Dengan wajah yang pucat dan penuh keringat, Charlotte menanyakan itu. Rasa sakit itu tiba-tiba saja muncul dan menghilang setelah beberapa saat.
"Apa itu tadi … Charl? "
Olivia bertanya padanya dengan cemas.
"Aku tidak tahu … "
Charlotte hanya menjawabnya dengan suara samar saat dia menyipitkan matanya.
(Apa … Yang baru saja terjadi …?)
...****************...
Sementara itu, di suatu jalan di distrik merah.
Noelle dengan santai berjalan sambil memperhatikan sekelilingnya.
Dia baru saja keluar dari bar setelah duduk di sana selama lebih dari satu jam, namun dia tidak mendapatkan informasi apapun yang akan berguna untuknya.
Kebanyakan informasi yang dia dapatkan adalah hal-hal yang tak berguna seperti tiga ukuran tubuh pelacur, atau yang lainnya.
Karena itulah, meskipun dia berjalan dengan santai, wajah Noelle menampilkan ekspresi rumit antara kekecewaan dan kesal.
"Hei kau"
"Hmm? "
Saat dia dengan tenang berjalan melewati beberapa bangunan yang tampaknya masih aktif, sebuah suara memanggilnya dari belakang.
Noelle berbalik dan menatap orang yang memanggilnya itu, namun yang dia lihat adalah seorang pria tua memegang tongkat yang menopang tubuhnya.
Pria tua itu terlihat bisa jatuh kapan saja jika tongkatnya disingkirkan.
" … Siapa? "
Noelle dengan waspada bertanya pada pria tua itu. Kewaspadaannya memang terlihat berlebihan, namun itu wajar, lagipula, meskipun orang di depannya terlihat sudah sangat tua, dia memancarkan aura yang seolah bisa menghancurkan apapun di sekitarnya.
Wajar jika Noelle menjadi waspada pada pria itu. Dia sudah bersiap dengan Verstand dan Langen yang sudah diubah menjadi aksesoris gelang.
Menatap Noelle sejenak, pria tua itu akhirnya berbicara.
"Tidak perlu waspada begitu, aku hanya pria tua biasa yang ingin memberikan sesuatu padamu"
"………? "
Wajah Noelle semakin kebingungan. Mengabaikan itu, pria tua itu terus berbicara dan memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan, namaku adalah Jasper … Kau bebas memanggilku apapun sesukamu"
Pria itu dengan sopan memperkenalkan dirinya dan menatap Noelle yang belum menurunkan kewaspadaannya sedikitpun.
"Yahh, tidak ada waktu lagi … Aku harus memberikan ini padamu"
Jasper bergumam dan akhirnya mengeluarkan sebuah kotak usang dari balik jubahnya.
"Ini adalah sesuatu yang sudah diwariskan turun temurun di keluargaku, barang ini diberikan oleh seseorang yang menyelamatkan keluarga kami di masa lalu … Orang yang memberikan barang ini pada leluhur ku menitipkan sebuah pesan yang mengatakan kalau suatu saat di masa depan, seseorang akan muncul, dan orang itu harus mendapatkan barang ini bagaimanapun caranya"
"………"
Noelle menatap kotak usang itu dengan mata curiga, kemudian dia mengambil kotak tersebut dan membolak-balikkannya.
Memperhatikan itu, Jasper lanjut berbicara.
"Meskipun itu sangat lemah, Orang-orang di keluargaku memiliki kemampuan untuk sedikit mengintip ke masa depan … Dan ramalanku mengatakan kalau kau adalah orang yang harus mendapatkan barang ini"
Noelle memperhatikan penjelasan Jasper dengan tenang, kemudian dia lanjut menatap kotak usang itu.
"Hei, siapa yang menitipkan ini? "
Noelle bertanya, namun tidak ada yang menjawab. Itu wajar, karena sama sekali tidak ada orang di sekitarnya.
Jasper yang tadi berbicara dengannya … Telah menghilang dalam seketika.
Noelle semakin menyipitkan matanya ketika dia dengan serius memindai sekitarnya, namun pada akhirnya ia tetap tidak menemukan apapun.
Jasper sudah benar-benar menghilang baik dari pandangan, maupun dari radar deteksinya.
" … Aneh"
Noelle menghela nafas dan mengangkat bahu, kemudian dia kembali menatap kotak itu.
Menatap kotak itu dengan curiga, Noelle kemudian menghela nafas panjang sekali lagi.
Dia akhirnya memutuskan untuk membukanya.
Kotak itu sangatlah usang, kayu yang digunakan sebagai bahannya sudah benar-benar lapuk dan tergerus oleh waktu.
Namun Noelle memperhatikan kalau kotak itu sudah dirawat dengan sangat baik sehingga kerusakannya hanyalah kelapukan karena usia kayu.
(Tampaknya mereka tidak menggunakan sihir pelestarian untuk menjaga kotak ini)
Ketika dia membuka kotak itu, dia menemukan sebuah benda hitam mengkilap. Benda itu terlihat seperti topeng mata yang biasa digunakan untuk pesta, hanya saja … Tidak ada lubang untuk mata melihat.
Bentuknya juga aneh, itu dibuat untuk menutupi wajah bagian atas dan memiliki sisi yang lancip ke atas di bagian batang hidung, itu juga terlihat seperti topeng itu memiliki banyak lapisan.
Sebuah topeng mata, namun tidak memiliki lubang mata untuk melihat.
Ketika Noelle melihat topeng ini, dia mau tak mau langsung berpikir untuk apa barang itu sebenarnya.
Selain itu, topeng yang ada di hadapannya mengeluarkan semacam aura keagungan yang tak dapat disentuh.
Namun, aura itu seolah menarik Noelle untuk menggunakannya.
Namun ketika dia memakainya, pandangannya menjadi jauh lebih jelas dari sebelumnya.
(Ini … Clairvoyance …?)
Noelle menilai kalau pandangannya menjadi lebih jelas adalah karena topeng tersebut memiliki efek enchantmen clairvoyance di dalamnya. Jadi meskipun topeng itu tidak memiliki lubang untuk bagian mata, dia masih bisa melihat sekelilingnya dengan jelas.
Terlebih lagi, topeng tersebut juga memiliki efek penghalang pengenalan … Barang yang sempurna untuk penyamaran.
Noelle melihat bayangan dirinya sendiri di pantulan cermin. Topeng hitam itu benar-benar kontras namun cocok dengan kulitnya yang pucat dan rambutnya yang seputih salju.
Noelle tidak tahu siapa yang memberikan topeng itu pada leluhur Jasper, namun Noelle sangat berterimakasih padanya.
Kemampuan 《Alchemy》 milik Noelle belum pada tingkat dimana dia bisa memasukkan lebih dari satu jenis enchantmen pada satu barang.
Jadi dia benar-benar berterimakasih pada orang itu. Terlebih lagi, 《Clairvoyance》 adalah salah satu dari skill tingkat tinggi yang termasuk dalam kategori《Evil Eye》.
Noelle dan Olivia sendiri mendapatkan skill 《Clairvoyance》 berkat buku skill yang mereka temukan di perpustakaan kastil vampir.
Memiliki buku skill adalah hal yang nyaman, jika seseorang memiliki kecocokan dengan skill yang dimasukkan ke dalam buku skill, maka orang itu akan secara instant mendapatkan skill nya.
Hanya saja, buku skill itu cenderung sangat mahal. Terlalu mahal hingga seseorang bisa membeli sebuah mansion besar di ibukota hanya dengan menukarkan satu buku itu.
Ada banyak jenis 《Evil Eye》, namun Noelle dan Olivia hanya memiliki kecocokan dengan 《Clairvoyance》, dan tidak yang lain.
(Mungkin aku harus membiarkan Charlotte untuk mendapatkan satu atau dua skill dari buku itu … )
Noelle memikirkan itu ketika dia hendak berjalan kembali, namun dia tiba-tiba mendengar suatu percakapan dengan pendengarannya yang super tajam.
"Kudengar misi yang diberikan pada Crimson gagal total ya … "
Mendengar nama kode 'Crimson', Noelle semakin tertarik dan menghapus keberadaannya untuk mendekati kedua pria yang sedang mengobrol itu.
Dia berencana menguping percakapan mereka. Bagaimanapun, itu berkaitan dengan target balas dendam Charlotte.
"Yahh, itu sangat disayangkan … Padahal dia adalah salah satu super rookie dari 《Red Eagle》"
Seorang pria dengan nada acuh dan santai mengatakan itu pada pria di depannya.
Pria di depannya itu memiliki penampilan yang cukup kasar dan dengan batang cerutu terselip diantara jari-jarinya.
"Harold terlalu acuh pada bawahannya, dia mengirimkan seorang pemula pada misi yang cukup berbahaya seperti membunuh putri bangsawan yang dikelilingi prajurit berpengalaman"
Pria dengan tampang kasar itu memberikan komentarnya sendiri dan membuat pria santai itu mengerutkan keningnya.
"Harold ya … Sejujurnya dia menyebalkan … Dia hanya bermain dengan wanita dan membunuh sesuka hatinya"
Pria itu berkata dengan ekspresi tidak senang. Pria kasar di depannya hanya menghisap cerutunya dan menghembuskan asap itu ke udara.
Dia pun kembali berbicara.
"Aku setuju kalau dia menyebalkan, tapi kita tidak bisa membuangnya begitu saja … Dia cukup kuat dan layak menjadi pion untuk tuan … Jadi kau mungkin harus bersabar lebih lama lagi"
" … Hei … Kenapa tuan memperkerjakan orang seperti Harold? Pria itu benar-benar berkebalikan dengan kepribadian tuan kau tahu? Dan aku juga tidak terlalu menyukainya"
Pria santai itu berbicara dengan murung saat matanya menunjukkan kebingungan yang jelas. Pria kasar dengan cerutu menjawabnya setelah berpikir sejenak.
"Itu … Tentu saja … Harold adalah pion yang dibutuhkan dalam rencana tuan untuk mengabulkan keinginannya … Sebagai bawahannya, kita harus mematuhi tuan dan harus bekerjasama dengan Harold meskipun kita membencinya"
Pria dengan cerutu itu berbicara dengan pandangan yang kuat dan tegas, matanya menunjukkan kilatan penghormatan seolah melihat sesuatu yang ia kagumi.
Melihat pria dengan cerutu di depannya, pria santai itu hanya tersenyum masam dan berbicara dengan tenang.
"Haha … Kau benar-benar … Dibandingkan dengan semua pemimpin lainnya, sepertinya kaulah yang paling menghormati tuan lebih dari apapun"
" … Tentu saja … Lagipula … Aku memiliki banyak hutang budi padanya"
Pria itu berkata dengan nada kerinduan dan penuh penghormatan saat dia menghembuskan asap dari cerutu nya.
(Jadi pria Harold itu juga dibenci oleh rekan sesamanya ya … )
(Jika memungkinkan … Aku ingin bekerja sama dengan kedua pria itu untuk menyingkirkan Harold, tapi … Kurasa itu tidak mungkin … Huh … )
Alasannya adalah karena Noelle mendengar salah satu pria itu mengatakan kalau Harold adalah pion yang berguna untuk orang yang mereka sebut 'tuan'.
Jika Noelle menyingkirkan Harold sekarang, itu sama saja dengan membunuh pion yang akan berguna bagi orang itu.
Membunuh Harold bukanlah masalah, justru akan lebih berbahaya lagi jika Noelle melepaskannya sambil memperhitungkan kegunannya sebagai pion 'orang itu'.
Hanya saja, Noelle masih tidak mengetahui apa tujuan 'orang itu', akan beresiko jika dia membantu mereka tanpa tahu tujuan mereka yang sebenarnya.
Dan sebaliknya, jika dia menyingkirkan Harold sebelum mereka mencapai tujuannya, Noelle justru akan bermusuhan dengan 'orang itu'.
Itu hanya akan melibatkan Olivia dan Charlotte dalam bahaya, dan dia tidak ingin itu.
Dari yang ia dengar barusan, seharusnya 'orang itu' adalah orang yang memiliki posisi diatas Harold, dan dia sepertinya juga memimpin beberapa kelompok yang sama seperti 《Red Eagle》. Itu adalah kesimpulan yang didapatkan Noelle setelah mendengar percakapan mereka.
Noelle terus berjalan untuk pulang menuju penginapan, namun sebuah kertas terbang ke arahnya.
Melihat kertas itu, Noelle dengan cepat menangkapnya saat masih kertas itu masih terbang di udara.
Dia memperhatikan kertas itu, dan membukanya.
Sebagai catatan, Noelle masih menggunakan topeng yang Jasper berikan padanya. Jadi dia menyingkir dari jalanan utama dan pergi ke celah antara bangunan.
Kertas itu berisi tulisan dan sebuah gambar.
(Ini … Apakah ini untuk Lindsey itu … ?)
Kertas itu berisi semacam kode angka, hanya dengan menyatukan beberapa bagian dan melakukan pencocokan dengan huruf-huruf tertentu, Noelle bisa dengan jelas membacanya.
(Apa ini … Gunung … Hutan … ? … Danau … Dan satu lagi … Apa ini … )
Tidak seperti Olivia, Noelle tidak terlalu ahli dalam memecahkan suatu teka-teki, jadi ia agak sedikit terlambat menyadarinya.
Pesan tersebut menunjukkan suatu lokasi.
...****************...
Jalanan berbatu yang dikelilingi pepohonan itu benar-benar gelap, hanya sinar bulan yang menjadi penerangan untuk tempat itu.
Namun Noelle dengan santai berjalan tanpa terganggu sedikitpun dengan kegelapan itu.
Noelle terus berjalan, itu akan menjadi pemandangan aneh jika seseorang melihatnya. Alasannya tentu saja karena tempat itu sangat gelap, dan Noelle memakai topeng.
Mata Noelle sudah terbiasa dengan kegelapan, dan dia juga memiliki skill 《Night Vision》, jadi jalanan hutan di malam hari bukan lah masalah untuknya.
(Jika surat itu benar … Maka ini pasti tempatnya)
Dihadapannya adalah mulut gua yang cukup besar hingga 4 atau 5 orang bisa masuk ke sana.
Noelle menghapus hawa keberadaannya dan berjalan masuk ke gua tersebut.
(Yang benar saja … Pantas saja terlihat sangat gelap di luar … Cabang gua ini menghasilkan ilusi)
Noelle telah tiba di jalur bercabang, salah satu jalan tersebut terlihat cukup terang, dan yang satunya sangat gelap.
Itu karena posisi jalur cabang yang terang itu terletak di tempat yang terlihat benar-benar tertutup oleh dinding gua itu.
Hanya dengan sedikit mengubah posisi, dinding gua itu akan menghasilkan semacam ilusi optik.
Saat dia memfokuskan telinganya, Noelle mendengar sesuatu dari dalam cabang gua itu.
(Hmm?)
Suara itu cukup samar meskipun lokasinya ada di gua yang seharusnya menggemakan suara, jadi Noelle memutuskan untuk mendekat.
"Tch … Kenapa kau tidak pernah melakukan pekerjaanmu dengan benar dasar ******! "
Ketika Noelle sampai di dekat sumber suara, yang dia lihat adalah seorang pria menendang tubuh seorang gadis.
Pria itu memiliki penampilan yang kasar, tubuhnya dipenuhi dengan otot yang kencang, dan dengan sebuah kapak besar di sisinya.
Sebaliknya, gadis yang dia tendang tadi hanya menggunakan pakaian lusuh menggunakan sebuah kerah besi di lehernya, dan gelang besi yang mengekang tangannya.
Hanya dengan melihat itu, Noelle bisa tahu kalau gadis itu adalah seorang budak.
"Aku sudah berulangkali mengatakannya, tapi kau tetap melakukan kesalahan yang sama, menyingkir dari hadapanku kau ******! "
Pria itu terus menendang dan memukuli gadis itu di seluruh tubuhnya hingga berdarah.
Beberapa pria yang ada di sana hanya menonton dengan ketakutan tanpa membantu sama sekali. Tampaknya mereka adalah rekan pria itu, dan sedang takut karena pria itu sedang dalam suasana hati yang buruk.
(Nah sekarang … Apakah aku harus menolong gadis itu?)
Meskipun dihadapkan pada pemandangan mengerikan itu, Noelle hanya berdiri dan dengan dingin memikirkan apa yang harus ia lakukan.
Jika ia menolong gadis itu, maka dia pasti akan terlibat dalam sesuatu yang merepotkan, dan tidak akan ada masalah jika dia meninggalkannya.
"Tch, kau membuatku jengkel! "
"Urkk … T-tolong"
Pria itu semakin tidak sabaran dan akhirnya menusuk lengan gadis itu dengan pecahan botol kaca yang ada di tangannya.
"Tch … Oy kalian … Cepat urus dia, jangan terlalu kasar padanya karena dia masih bisa dijual"
Pria tadi melemparkan gadis itu begitu saja dan memerintahlan kelompok pria yang sedang duduk di sudut ruangan.
"B-baik! "
Salah satu pria berdiri dan menjawab dengan takut-takut. Dia dengan goyah menghampiri gadis yang terbaring dengan tubuh penuh luka dan darah.
(Maaf, aku ingin menyelamatkannya, tapi … Tidak ada untungnya bagiku)
Satu-satunya keuntungan yang didapatkan Noelle dari gadis itu adalah penampilannya yang cukup cantik.
Dia memiliki rambut hitam dan mata hitam obsidian yang mengingatkannya pada warna mata Olivia.
Hanya saja, itu tampak lebih gelap dari warna obsidian milik Olivia.
Hanya itu satu-satunya yang menarik bagi Noelle.
Noelle berniat untuk berbalik dan pergi, namun tiba-tiba perhatiannya tertarik pada mata gadis itu.
Gadis itu, jelas sekali sedang menatapnya.
Gadis itu menatapnya dengan mata kosong dan tak bernyawa, namun masih ada keinginan untuk hidup di sana.
Ketika dia memperhatikan mata gadis itu, pria besar tadi dengan kasar duduk di kursinya dan berbicara pada dirinya sendiri.
"Babi sialan itu … Kenapa dia masih belum mengirim seseorang?! "
Dia memukul meja di hadapannya ketika dia berteriak.
"Meskipun kami sudah menangkap satu-satunya yang tersisa dari abyss clanman, kenapa babi itu masih belum di sini sialan?! "
(Hoo?)
Noelle tidak jadi berbalik, dia justru tersenyum kecil dan berjalan menuju pria itu.
"Sialan! Bukanlah hal yang mudah untuk menangkapnya! "
"Hei"
Pria itu terus berteriak sambil memukul meja, namun segera berhenti ketika Noelle memanggilnya dari belakang.
"A-Siapa?! "
"Bukan siapa-siapa … Hanya orang yang kebetulan lewat"
"Ap—"
Sebelum pria itu berbicara lagi, Noelle langsung meraih kepala pria itu dan membenturkannya ke tanah.
(Aku yakin tadi dia mengatakan Abyss clanman … Apa itu sungguhan? Berdasarkan catatan yang kubaca di kastil … Seharusnya klan itu telah musnah beberapa ratus tahun yang lalu)
Jika gadis itu benar-benar berasal dari klan Abyss clanman, maka mata hitam gelap itu masuk akal.
(Meskipun menyelamatkannya akan membawa banyak resiko … Aku sedikit tertarik dengan itu, dan kebetulan … Ada sesuatu yang ingin ku coba)
"S-siapa kau?! Lepaskan aku brengsek! "
Pria itu terus meronta untuk dilepaskan, namun itu hanya membuat Noelle semakin mengencangkan cengkramannya pada kepala pria itu.
"Arghh! "
"Hey jawab pertanyaanku … Apa dia benar-benar klan Abyss? "
Noelle bertanya pada pria itu sambil menguatkan tangannya.
Rasanya kepala pria itu mengeluarkan semacam suara deritan seolah kepala itu akan pecah kapan saja.
"S-siapa kau? Jawab pertanyaanku sialan! "
"Harusnya aku yang mengatakan itu … Ketahui posisimu … Sampah! "
Beberapa pria yang tadinya menyiksa gadis itu terjatuh ketakutan melihat pemimpin mereka dengan mudah dikalahkan oleh Noelle.
Noelle kemudian mengangkat salah satu tangannya dan mengeluarkan lingkaran sihir besar di udara.
"《Reign》"
Begitu Noelle menyebutkan mantra skill nya, sebuah bola hitam kecil keluar dari tangannya, dan lingkaran sihir tadi langsung menarik dirinya secara vertikal dan menjadi tumpukan lingkaran sihir dengan pola geometris yang rumit.
Bola hitam itu melayang, kemudian terjatuh dan menenggelamkan dirinya di tanah.
Dan seketika, ruangan berubah.
Ruangan berbatu yang tadinya terang, telah berubah sepenuhnya. Dinding batu yang tidak rata tadi telah berubah menjadi batu merah yang tampak mengerikan.
Tempat itu juga penuh dengan berbagai jenis alat penyiksaan, genangan darah dan gumpalan daging tersebar dimana-mana.
Semua orang yang ada di sekitarnya tadi juga dipindahkan ke ruang itu, termasuk gadis yang penuh luka tadi.
Kengerian ruangan itu tidak bisa dijelaskan lagi, namun hanya dari melihatnya saja, semua orang di sana secara alami mengetahuinya.
Ruangan itu adalah neraka penyiksaan.
(Sepertinya 《Reign》 telah berhasil, namun ini menguras hampir semua kekuatan sihir ku … Sihir ini gila)
Skill 《Reign》 adalah jenis sihir dengan atribut spatial, sihir ini dapat menciptakan suatu ruang dimana penciptanya akan sepenuhnya berkuasa di ruangan itu.
Itu adalah sihir mengerikan dan sangat kuat yang diciptakam oleh Noelle setelah meneliti tumpukan buku yang berkaitan dengan sihir spatial.
"D-dimana ini sialan?! "
"Ini? Ahh … Ini adalah neraka yang kuciptakan untuk sampah sepertimu"
Noelle terlalu fokus pada sihirnya sehingga ia melupakan pria yang sejak tadi dia dorong ke tanah.
"Apa-apaan?! "
Meskipun Noelle masih menggunakan topeng yang menutupi matanya, pria itu bisa dengan jelas merasakan kalau Noelle sedang menatapnya dengan pandangan merendahkan.
"Yahh … Sihir ini masih dalam tahap uji coba, jadi kau seharusnya bersyukur … Karena kau bisa menjadi orang pertama yang mencobanya"
Kata Noelle dengan senyum iblis di wajahnya.
...****************...