![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Haha … Kurasa kita telah membangkitkan sesuatu yang konyol … "
Cryll hanya mampu tertawa kering saat ia menyaksikan perubahan yang terjadi pada badut itu.
Beberapa tentakel transparan yang kering itu membengkokkan dirinya sendiri saat warna hitam berlumpur perlahan mengisi kekosongan.
Tawa badut itu semakin keras, dan perubahan pada tubuhnya perlahan menambahkan beberapa perubahan lain.
Ratusan, dan ribuan belatung yang secara perlahan mulai terlihat warnanya itu bertumpuk satu sama lain di sekujur tubuh si badut yang telah berubah menjadi hybrid kalajengking-kepiting.
"Menjijikkan … "
Norman mengerutkan keningnya sendiri saat dia melihat sosok si badut. Noelle, bagaimanapun juga tidak bisa mengatakan apa pun untuk bereaksi.
Dia hanya bisa menyuarakan hal sederhana yang sedang ia pikirkan.
"Yahh, setidaknya kita punya sesuatu yang pasti untuk dilawan sekarang … "
Ketiganya langsung terdiam, tidak tahu harus mengatakan apa saat melihat transformasi badut itu telah selesai.
Meskipun mereka sedikit cemas dengan kemunculan monster yang tiba-tiba ini, anehnya mereka merasakan kelegaan tertentu sekarang.
Itu mungkin karena mereka merasa lebih santai ketika menemukan satu tujuan yang pasti.
Bertarung melawan monster aneh ini lebih baik daripada harus berkeliling tanpa arah, berusaha menemukan petunjuk yang mungkin tidak ada di sana.
Perlahan, badut yang telah berubah menjadi monster itu mengeluarkan suara teriakan yang sangat keras. Mulutnya terbuka sedikit, tapi suara nyaring yang memekakkan telinga langsung keluar disertai dengan gelombang kejut yang luar biasa kuat.
Cryll dan Norman langsung menancapkan pedang mereka ke tanah, mengerutkan kening dan menggertakkan gigi mereka dalam upaya untuk tidak terlempar karena gelombang kejutnya. Dilihat secara jelas, mereka berdua tidak terlalu terganggu dengan suara teriakannya.
Telinga mereka hanya sedikit berdengung, dan itu tidak memberikan dampak buruk apa pun selain kehilangan keseimbangan mereka sedikit.
Namun, itu tak berlaku untuk Noelle.
Dia menciptakan sebuah duri yang terbuat dari darah, melilit kakinya sendiri dan menancapkan duri itu ke tanah agar ia tidak bergerak dari posisinya. Kedua tangannya dengan susah payah berusaha menutup telinganya, guna memblokir semua suara yang masuk.
Meskipun begitu, semua upata yang ia lakukan itu sia-sia. Suara jeritan mengerikan itu masih bergema dan masuk ke telinganya tanpa halangan.
Rangsangan yang diterima gendang telinga Noelle sudah cukup untuk membuatnya meringis kesakitan.
Darah mulai mengalir keluar dari telinga dan lubang hidungnya, tapi itu tak lama sebelum Noelle akhirnya mulai beradaptasi dengan situasi ini.
Dia perlahan melepaskan tangannya, dan menarik napas panjang guna menenangkan diri.
(Telingaku terlalu sensitif, ini mengerikan. Aku mungkin harus mencari solusi untuk lain waktu … )
Tak lama kemudian, dia akhirnya kembali tenang. Dia berdiri dengan kokoh dan memperhatikan badut yang telah berubah menjadi monster itu. Teriakannya mulai memudar, dan digantikan dengan agresifitas dari tentakel kurusnya yang menggeliat tak beraturan.
Salah satu tentakel itu dengan cepat melesat ke arah mereka, menunjukkan bagian lancip yang mengingatkan Noelle pada ujung tombak.
Ketiganya langsung melompat ke arah yang berbeda untuk bersiap dengan serangan lain, tapi Norman tak mau menunggu lebih lama, jadi dia langsung menembakkan beberapa peluru dihir ke arah tentakel itu, dan beberapa lagi tepat di bagian tengah tubuh badut yang telah berubah menjadi monster.
"Kondisi ini … Apa dia mengalami berserk? "
Noelle tak melewatkan satu kata pun yang Norman gumamkan. Dia bertanya-tanya di dalam hatinya, tidak begitu mengerti maksud Norman.
Jika itu kondisi berserk, maka Noelle cukup tahu dengannya. Lagi pula, Charlotte yang sebelumnya berada di timnya nyaris saja mengalami kondisi itu sebelum akhirnya diselamatkan oleh berkah dari Anastasia.
Berhasil terhindar dari kondisi itu, dan berevolusi menjadi ras lain. Sejauh ini, pemahaman Noelle terhadap kondisi berserk mungkin masih kurang. Dia belum benar-benar memahami efek dari kondisi itu.
Meskipun dia pemasaran, ini tidak seperti dia bisa menanyakan apa pun.
Situasinya sekarang tidak mengizinkannya untuk melakukan itu!
Noelle melompat dari tempatnya berdiri, dan menemukan sebuah bola api yang muncul dan menelan batuan yang sebelumnya ia jadikan pijakan. Dia kemudian mendarat di batuan lain, dan mulai mengobservasi monster itu.
Membiarkan Norman dan Cryll mengambil alih situasinya untuk sementara, Noelle langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari solusi di kepalanya.
Namun, dia kekurangan informasi. Dia tidak pernah melihat jenis monster itu sebelumnya. Dia juga tidak pernah menyaksikan seorang badut yang tiba-tiba saja berubah menjadi monster. Itu jelas tidak masuk akal.
Salah satu jawaban yang berhasil Noelle temukan di sini adalah; seseorang telah mengendalikan situasi dari balik layar. Tapi, itu menimbulkan pertanyaan lain. Siapa dalangnya?
Untuk sekarang, Noelle akan mengesampingkannya sejenak, dan fokus pada permasalahan yang ada di depannya. Dia akan menggunakan semua informasi yang ia miliki untuk menuntaskan masalah ini; dan untuk melakukan itu, ia membutuhkan beberapa informasi.
Yang pertama, monster jenis apa itu? Wujudnya seperti hybrid antara kalajengking dan kepiting. Mengabaikan tentakel aneh yang tumbuh di sana, bentuk dasarnya sudah cukup aneh dan tidak jelas..
Yang kedua, apa keunggulan monster itu? Untuk pertanyaan yang ini, Noelle sudah menemukan sebagian besar jawabannya.
Monster itu memiliki kemampuan untuk menyerang dengan menciptakan bola lahar yang diselimuti api panas. Selain itu, dia juga menggunakan anggota tubuhnya untuk mengatasi serangan jarak dekat.
Tentakel yang tumbuh di sana tampaknya tidak begitu memberikan pengaruh yang kuat, tapi Noelle akan tetap waspada dan memasukkan tentakel itu ke dalam daftar senjata yang dimiliki monster itu.
Kulitnya sangat keras, sehingga akan sulit bagi senjata tajam untuk menembusnya. Mungkin menggunakan senjata berat seperti palu atau kapak akan berhasil, dan Noelle juga bisa mencoba menyerang menggunakan kekuatan Langen.
Berdasarkan semua informasi itu, Noelle menemukan satu kesimpulan akhir.
Monster yang kini dihadaoinya bersama Cryll dan Norman, adalah jenis monster yang menyerang dengan mengandalkan fisiknya, sekaligus sesuatu seperti sihir yang memanifestasikan bola lahar.
Singkatnya, dia memiliki elemen yang terkait dengan api.
Jika Noelle mengaitkannya dengan hukum elemen yang ia ketahui, seharusnya monster itu akan kesulitan dalam mengatasi sihir air!
Noelle menciptakan sebuah bola air raksasa sebagai percobaan, dan tanpa ragu melemparkannya ke arah monster itu. Mengabaikan Cryll dan Norman yang jelas-jelas masih di sana.
Itu berhasil, setidaknya Noelle tahu itu. Monster itu mulai terlihat tidak nyaman dan memberontak dalam upaya untuk melepaskan diri dari penahanan sihir air Noelle.
Tapi, kegembiraannya tak berlangsung lama, karena gelembung raksasa yang menenggelamkan monster itu seketika menguap menjadi kepulan gas panas.
"Apa dia bisa memanaskan kulitnya sendiri? Mengingat dia bisa mengeluarkan bola lahar itu … Kurasa ini masih dalam batas normal."
Noelle mencoba terlihat setenang mungkin saat dia menganalisis situasinya.
"Aku akan berusaha melupakan yang kau lakukan barusan. Apa kau sudah punya solusi? "
Cryll tiba-tiba muncul di sampingnya dengan keadaan yang basah kuyup. Norman juga ikut muncul dengan keadaan yang sama.
"Aku tidak tahu. Dia memiliki terlalu banyak lapisan pertahanan. Jika kita bisa menembus kulitnya, kita mungkin bisa melakukan sesuatu, tapi … "
"Itu akan sulit, ya … "
Norman secara naluriah memahami situasinya. Sejenak, dia melirik pada pedang hitam yang menggantung di pinggang Noelle, dan mengusulkan untuk menggunakan itu.
Namun, Noelle dengan ragu menjawabnya. "Aku mungkin bisa menggunakannya, tapi … Akan sulit untuk mendekat. Biar pun aku bisa beregenerasi tanpa batas selama masih memiliki sihir, aku tidak tahu apakah akan ada bagian tubuhku yang utuh ketika bersentuhan dengan lahar panas."
Kemampuannya dalam mengendalikan suhu tubuh sangat tidak berguna di sini. Mungkin akan berhasil jika yang dihadapi hanyalah kobaran api biasa, tapi ini adalah lahar yang sangat panas, Noelle bahkan belum pernah mencoba memasukkan satu jarinya ke dalam lahar panas untuk menguji kekuatan regenerasi yang ia miliki.
"Selain itu … " Noelle menambahkan dalam keheningan, "Kita tidak tahu titik kelemahannya. Jadi akan sangat gegabah jika kita menyerang tubuhnya secara acak tanpa memperhitungkannya. Aku tidak ingin menjadi yang ditumbalkan di sini, setidaknya aku akan memilih Cryll untuk mengisi posisi itu."
"Serius, aku akan berpura-pura untuk tidak mendengar apa yang baru saja kau katakan di poin terakhir. Jika itu kelemahannya, kurasa kita hanya bisa mencarinya sendiri mulai sekarang."
"Kau benar. Setelah kita menentukan kelemahannya, Noelle bisa langsung menyerang tanpa ragu."
Norman berpikir sejenak, dan kemudian menatap Noelle. "Bagaimana dengan itu? Kami akan memberikan beberapa bantuan agar kau bisa mendekat, apa kau setuju dengan itu? "
Noelle mengangguk. "Tentu, itu akan terjadi setelah kita berhasil menemukan kelemahannya. Aku tidak akan meminta kompensasi apa pun untuk ini, jadi bersyukurlah."
" ……… "
Norman tak menjawabnya lagi, dan kembali bersiap menyerang dengan Aligma di tangannya.
"Senjata ini sempurna. Memiliki kombunasi serangan jarak dekat dan jarak jauh, tapi efisiensinya dalam menebas cukup buruk karena bentuk bilahnya. Kau mungkin harus memodifikasinya lagi nanti."
"Akan kuberitahu Glantz tentang itu."
Awalnya Noelle meminta Glantz menciptakan Zwei Aligma karena ia ingin senjata yang efisiensi dalam kedua jenis serangan. Tapi, belakangan ia mulai jarang menggunakannya. Ia sadar kalau pergerakannya menjadi sangat terbatas saat menggunakan Aligma. Setidaknya, Langen atau Verstand bisa ia atur ukurannya sesuka hati.
Karena ia jarang dan hampir tidak pernah menggunakan senjata itu, ia jadi tidak keberatan untuk meminjamkannya pada Norman.
Noelle memegang Langen di tangan kanannya, sementara tangan kirinya ia fokuskan untuk mengendalikan sihir. Di pergelangan tangan kanannya, terdapat rantai kecil yang melilit bersama dengan sebuah aksesoris yang terlihat seperti pedang perak. Itu adalah Verstand yang telah ia atur ukurannya.
Dengan begini, ia bisa tetap menggunakan kekuatan Verstand bahkan saat dia tidak terlihat sedang memegangnya.
Noelle mengalirkan kekuatan sihirnya ke tangan kirinya, sementara Cryll dan Norman telah berpindah dari posisi mereka.
Kini, mereka bertiga berdiri dalam posisi mengepung monster itu dengan pola segitiga.
Norman siap menembak dengan Aligma, sementara Cryll melapisi tubuhnya dengan kerangka dari Geist.
Noelle sendiri mengangkat tangan kirinya setinggi dada, dan menciptakan bola air yang terus berputar di atas telapak tangannya.
Seolah telah menunggu mereka, monster itu kembali mengeluarkan jeritan yang memekakkan telinga, tapi itu sudah tidak memberikan pengaruh apa pun lagi karena Noelle telah membiasakan telinganya sendiri.
Cryll tanpa ragu melompat dan memberikan tebasan cepat pada salah satu kaki monster badut itu, sementara Norman memberikan dukungan dengan menembakkan peluru zihir ke arah luka yang berhasil Cryll buat.
Luka dari tebasan pedang Cryll tidak begitu fatal, hanya sedikit menggali ke dalam daging monster badut itu. Tapi, karena itulah bantuan Norman menjadi sangat penting.
Peluru sihir yang Norman tembakkan mendaray tepat di luka tebasan, dan membuat luka tambahan yang kemudian langsung memutuskan kaki monster badut itu.
Namun, tampaknya itu belum cukup.
Monster itu tidak mengeluarkan jeritan mengerikan itu lagi, dan justru menyerang Cryll menggunakan salah satu kakinya yang tajam.
Cryll dengan ahli bergerak untuk menghindar, tapi kesulitan menyadari serangan lain yang datang dari atasnya.
Itu adalah tentakel ramping dari monster badut itu. Tentakelnya telah memanjang dan menargetkan Cryll sebagai samsaknya.
Untungnya, Noelle menyadarinya lebih cepat dan mengeluarkan beberapa pedang yang kemudian menebas tentakel itu hingga putus.
Potongan tentakel dan kaki yang terjatuh di tanah itu menggeliat dengan cara yang menjijikkan, lalu perlahan berubah menjadi lahar panas yang melelehkan tanah.
"Kelihatannya dia tidak memiliki kemampuan regenerasi … "
Noelle dengan cermat mengamati situasinya, dan mulai membuat penilaian.
"Terus serang seperti sebelumnya! Dia tidak bisa beregenerasi! Targetkan kaki, capit, atau ekor sengat itu! "
Bahkan jika semua yang ditargetkan bukanlah kelemahannya, setidaknya itu akan mengurangi jumlah bagian yang dapat disebut sebagai 'kelemahannya'.
"Kau mengatakannya dengan mudah! Tapi benar-benar sulit untuk bergerak di sini! "
Cryll menggerutu saat dia melompat dari satu baru ke bebatuan lainnya, demi menghindari bola lahar yang terus ditembakkan. Namun, dia tetap berusaha melakukan 'tugasnya'.
Cryll dengan gesit melompat dan menghindari semua bola lahar yang diarahkan padanya, lalu mendarat tepat di sebelah monster badut itu.
Dia mengayunkan pedangnya sendiri dengan berputar 360 derajat, dengan mudah memutuskan tiga kaki sekaligus.
Dengan tambahan momentum dan kekuatan dari pedang Geist, bukanlah hal yang mustahil untuk langsung menembus kulitnya! Walaupun itu sebenarnya sangatlah menguras tenaga secara mental sehingga ia tak mau melakukannya.
Di saat Cryll sedang berpikir tentang bagian mana lagi yang harus ia targetkan, sebuah bayangan besar melintas di atas kepalanya.
Cryll sontak menoleh ke atas, mematuhi instingnya yang memerintahkannya untuk melompat menjauh, tapi ia tak menemukan bebatuan terdekat yang bisa ia jadikan sebagai pijakan, sehingga akhirnya dia tetap diam di tempat, bersiap untuk serangan yang akan datang.
Itu adalah ekor sengat yang terlihat sangat keras, tapi telah dibagi menjadi beberapa segmen yang membuatnya terlihat seperti mempertahankan penampilan asli dari kalajengking.
Namun, saat Cryll hendak memberikan respon apa pun, dua serangan dari arah yang berbeda masing-masing muncul dan membuat sengat itu terjatuh ke tanah, lalu berubah menjadi genangan lahar yang mengerikan.
Dia melihat Noelle dan Norman sedang memberikan dukungan mereka.
Noelle mengirimkan sebuah kapak yang terus berputar ke arah sengat itu, sedangkan Norman menembakkan beberapa peluru sihir yang terkonsentrasi ke titik yang sama dengan yang Noelle serang.
Dilihat dari cara kapak itu terbang, Cryll yakin kalau Noelle melemparnya menggunakannya tenaga semata, tanpa bantuan telekinesis dari Vertand.
Cryll tidak membuang waktu lagi, dia memanfaatkan kesempatan itu dengan melompat dari posisinya, lalu menggunakan rantai untuk bergelantungan di langit-langit, sebelum akhirnya terjatuh dan menemukan pijakan untuk mendarat.
"Setidaknya sengatnya sudah tidak ada sekarang. Selanjutnya, serang bagian capit! "
Monster badut itu sendiri memiliki empat capit secara total. Itu sesuai dengan jumlah gabungan capit yang dimiliki kepiting dan kalajengking.
Cryll dan Norman dengan mudah mengangguk, lalu bersiap untuk memberikan serangan lain saat mata mereka berusaha memindai celah.
Noelle sendiri tak bergerak dari posisinya, dia terus memperhatikan monster badut itu tanpa bergeming sedikit pun. Punggungnya lurus, dan tatapannya yang tajam dengan jeli memindai semua bagian pada monster itu.
Akhirnya, ia menemukan sesuatu yang mungkin bisa dijadikan petunjuk.
Itu adalah tubuh sejati badut yang menjadi inti untuk monster itu.
Dia seharusnya sudah menyadari ini sejak awal, tapi entah mengapa menjadi lengah dan tidak mampu melihat petunjuk yang sudah sangat jelas.
Mungkin karena ia menganggap kalau tubuh badut itu tidak lebih dari katalis belaka. Badut itu berubah menjadi monster ketika tubuhnya terbelah, itu membuat Noelle berpikir kalau badut itu mungkin tidak ada kaitannya dengan kelemahan monster.
Diam-diam Noelle tersenyum mencela diri sambil bersiap untuk melompat. "Butuh waktu lama bagiku untuk menyadarinya. Kurasa tempat ini memiliki efek yang dapat melambatkan proses berpikirku … "
Noelle sedikit menekuk kedua kakinya, dan melompat tinggi ke atas, lalu mengendalikan tubuhnya sendiri untuk jatuh tepat di atas monster itu.
Dari atas, dia melihat Cryll dan Norman terus menghujani badut itu dengan berbagai serangan, hingga akhirnya mereka berdua berhasil memotong dan melenyapkan semua capit dan kaki monster itu.
Satu-satunya yang menjadi gangguan sekarang adalah tentakel ramping dan kering yang ada di tubuh monster itu, juga kulitnya yang keras.
Tapi itu seharusnya tidak akan menjadi masalah. Noelle bisa mengatasinya sendiri.
Detik kemudian, Noelle akhirnya mendarat dengan keras di tubuh monster itu.
Kedua kakinya dengan kuat menginjak dan menciptakan retakan besar di permukaan kulit yang sangat keras itu, lalu pedang di tangan kanannya juga ditancapkan di titik yang sama, sehingga semburan cairan merah yang merupakan darah bersuhu tinggi itu mengalir keluar dengan sangat deras.
Semburan darahnya benar-benar kuat, dan jumlah darah yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Itu sudah cukup untuk menciptakan genangan darah yang lengket di bawah sepatu bot kulit Noelle.
Cryll dan Norman secara bersamaan mendaratkan serangan lain, dan membuat jeritan mengerikan itu kembali muncul.
Noelle tak berhenti, dia berjalan maju sambil menyeret pedangnya yang masih menancap di tubuh monster itu.
Hingga akhirnya, Noelle sampai di depan tubuh badut yang kini sudah tak dapat dikenali itu.
"Seharusnya dialah yang mengendalikan monster sialan ini! "
Noelle menarik pedangnya, dan dengan kuat langsung menusukkannya ke kepala bedut yang sebelumnya sudah terbelah itu.
Jeritan menjadi semakin kuat, dan Noelle hampir tak dapat menahan posisinya sehingga dia sedikit berlutut sambil menutup telinganya.
"Jangan bercanda denganku … Kau badut brengsek! "
Noelle sebisa mungkin meredam emosi kemarahannya, melampiaskannya dengan cara menusukkan pedangnya berkali-kali pada tubuh badut itu.
Dia juga mengeluarkan beberapa pedang lain yang kemudian ia kendalikan untuk memberikan serangan tambahan.
Tak lama kemudian, suara jeritan yang mengerikan itu memudar, dan monster serta badut itu berhenti menunjukkan tanda-tanda akan kehidupan.
Noelle bernapas dengan berat, dan memperhatikan badut itu dengan seksama. Dia sudah mati, setidaknya Noelle bisa memastikan itu.
Setelah semua tusukan dan serangan yang dia berikan, tubuh badut itu sudah direduksi menjadi tumpukan daging yang menjijikkan.
Satu-satunya yang tersisa dari tanda karakternya hanyalah topeng yang kini sudah hancur sebagian besar bagiannya.
Setelah memastikan badut itu sudah tewas, Noelle dengan napas berat terjatuh dan duduk di atas mayat monster, berusaha mengatur napasnya sekaligus mendapatkan pendengarannya kembali.
"Apa kau baik-baik saja? "
Norman muncul beberapa saat kemudian. Napas Noelle sudah kembali normal, dan pikirannya perlahan menjadi jernih.
Noelle melihat ke arah Norman yang mengulurkan tangan padanya, yang kemudian ia terima lalu berdiri dengan bantuan tangan itu.
Di saat itu, Cryll tiba-tiba muncul.
"Apa dia sudah–"
Sebelum dia bisa menyelesaikan kata-katanya, Noelle dan Norman dengan kompak menggunakan tangan mereka untuk menutup mulutnya.
" "Jangan sekali-sekali kau mengucapkan kalimat itu! " "
Cryll hanya bisa diam, tanpa bisa mengerti maksudnya. Dia juga bingung dengan Noelle dan Norman yang bisa kompak di saat yang aneh.
...****************...