[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 199: Taman di Atas Kabut (1)



...****************...


Semua orang secara serempak melihat pada Kaira, namun Kaira tidak bingung sedikit pun. Dia menarik napas panjang, dan menatap mereka semua satu per satu, sebelum akhirnya berhenti di Norman.


Kemudian, dia berbicara, "Aku yakin kalian semua bingung dengan situasinya. Tapi, aku ingin kalian semua berbagi informasi tentang apa yang kalian alami sebelumnya. Informasi sekecil apa pun akan sangat berharga kalau kalian mau memberikannya."


Dia dengan hati-hati memilih kata-katanya, dan sengaja untuk menghindari kata yang dianggap sebagai provokatif dan pemaksaan. Ketika Noelle melihatnya, Noelle mau tak mau mengakui kemampuan Kaira dalam membimbing percakapan.


Beberapa orang saling menoleh untuk sejenak, dan kemudian Werli berkata, "Aku tidak tahu persis apa yang sebenarnya terjadi. Saat itu, aku tiba-tiba bangun di sebuah sel penjara yang sangat kotor dan memiliki banyak kerangka manusia … Kurasa aku sedikit takut, jadi aku tidak memeriksa tempat itu lebih lanjut, dan memilih untuk bersembunyi … "


Werli awalnya sedikit ragu untuk mengatakan itu, tapi ia kemudian sadar kalau situasinya tidak begitu baik, jadi dia harus mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi.


Tentu saja, dia memotong beberapa informasi. Salah satu informasi yang tidak dia sebutkan, adalah bisikan yang biasa dia dengar menjadi lebih kuat dan semakin gila saat ia berada di penjara itu.


Untungnya, semua kembali normal ketika Werli kembali ke taman ini. Ocehan yang dia dengar itu sangatlah gila, sampai-sampai dia mungkin akan ikut menggila jika ia mendengarnya lebih lama lagi.


Bahkan perlindungan yang diberikan Anastasia masih belum cukup untuk meredamnya.


Di saat dia tengah frustasi saat memikirkan betapa banyaknya kelemahan yang ia miliki, suara lain muncul, itu berasal dari Alan.


"Aku muncul di tengah pemakaman. Mayat-mayat yang dikuburkan di sana langsung bangkit dan mencoba menyerangku. Tapi, tubuh mereka langsung hancur saat bersentuhan dengan benda fisik apa pun."


Kaira mengangguk, dan melihat ke arah yang lain, berharap mereka semua akan menceritakan apa yang mereka alami.


Setelah melihat Alan dan Werli menceritakan bagian mereka, mau tak mau yang lain jadi kehilangan keraguan untuk menyembunyikan apa yang terjadi pada mereka.


Satu per satu, cerita mereka semua dikumpulkan.


Semua orang benar-benar muncul di tempat yang acak dan tidak menentu. Dari kata-kata mereka, kelihatannya mereka ditempatkan di posisi yang agak berjauhan satu sama lain.


Kaira bisa menemukan Noelle dan Olivia adalah sebuah keberuntungan, tapi dia tidak tahu apa yang terjadi pada mereka sebelum itu. Jadi, dia secara alami menoleh pada mereka berdua.


Olivia sadar kalau dia tidak memiliki pilihan lain. Dalam situasi seperti ini, tidak akan menjadi masalah jika dia menceritakan sebagian kisahnya. Itu justru akan membantunya memecahkan masalah yang sebenarnya terjadi.


"Aku muncul di dekat hutan, tepatnya di tepi jurang. Di depanku, ada kastil hitam raksasa yang entah milik siapa. Jauh di dasar jurang, ada sungai dengan arus yang sangat deras, dan kabut yang ada di sana juga sangat tebal, aku sedikit kehilangan kendali akan sihirku untuk beberapa saat."


Apa yang dia ucapkan itu adalah kebenaran yang sama sekali tidak ditutupi. Hanya saja, dia sedikit merahasiakan detail kecil yang ada agar dia bisa mencaritahunya sendiri.


Salah satu detail kecil yang ia sembunyikan, adalah sensasi aneh yang ia dapatkan dari bulan merah itu.


Kaira mengangguk, lalu melihat pada Noelle.


Noelle sedikit keberatan untuk menceritakannya, tapi ia sadar kalau tidak ada gunanya menyembunyikan itu.


"Aku muncul di dalam kastil itu, di salah satu ruangan yang mungkin adalah perpustakaan. Tidak seperti kalian, aku muncul dalam wujud anak-anakku. Saat itu, ada banyak cermin yang tiba-tiba muncul, dan langsung mengeluarkan salinan diriku yang ini dengan hampir sempurna."


Noelle sedikit menyembunyikan kenyataan kalau dia ada dalam situasi sulit saat itu, jadi dia tidak keberatan untuk menceritakan yang lainnya.


Tentu saja, tidak mungkin baginya untuk mengatakan kalau dia mengalami kecelakaan yang sangat serius, dan harus bergantung pada Olivia untuk pertolongan.


Olivia mengerti itu, jadi dia hanya tersenyum masam. Selanjutnya, Kaira sendiri memiliki ekspresi terkejut.


Dia sedikit terkejut dengan bagian cerita Noelle yang menjelaskan tentang cermin itu.


(Cermin yang mampu meniru penampilan dan kekuatan sejati orang itu … Terdengar sedikit mengerikan … )


Untungnya Noelle memberikan penjelasan tambahan kalau tiruan yang keluar dari cermin hanya akan memiliki kekuatan, dan bukan kecerdasan dari orang yang disalin itu.


Untuk sejenak, mereka bingung dengan penjelasan Noelle, tapi segera mengerti setelah beberapa saat.


Mereka sempat membayangkan bagaimana sosok Noelle akan menyerang tanpa akal dan pikiran.


Perbincangan berlanjut, dan akhirnya mereka sampai pada orang terakhir. Itu adalah Norman.


Semua orang memperhatikan Norman, dan menunggu jawaban darinya. Namun, Norman terlihat kebingungan sejenak.


"Aku … Kurasa aku awalnya muncul di sebuah taman … Dengan banyak salib mengelilinginya … Ada seorang gadis dan seorang laki-laki, tapi … Aku tidak yakin siapa mereka. Selanjutnya … Aku kehilangan kesadaranku dan … Aku tiba-tiba muncul di aula kastil raksasa yang Noelle katakan sebelumnya.


"Aku mencoba keluar, tapi aku tersesat. Tempat itu tiba-tiba menjadi labirin. Selanjutnya, yang aku tahu aku sudah kembali ke tempat ini … "


Hal pertama yang sebagian orang itu pikirkan ketika mendengar cerita Norman, adalah proyeksi ingatan dari orang yang tidak diketahui di Taman Kenangan sebelumnya.


Latar tempatnya cocok dengan penjelasan Norman, dan dua orang yang muncul di sana kemungkinan besar adalah orang yang sama dengan seorang pria dan gadis yang muncul di proyeksi ingatan itu.


Sebelumnya, tepat sebelum mereka keluar dari Taman Kenangan, mereka sudah sepakat untuk merahasiakan semua yang mereka lihat, berpura-pura kalau mereka tidak pernah melihat itu sebelumnya. Tentu saja, hal itu hanya berlaku untuk ingatan yang muncul dari sumber yang tidak diketahui.


Untuk ingatan semua orang yang memang mereka miliki sejak awal, itu adalah hak mereka untuk memberitahukannya pada orang lain atau tidak.


Noelle bisa merasakan perubahan besar pada udara di di sekitarnya, dan dia dengan jelas yakin kalau ada yang salah dengan semua orang.


Kembali sebelum kelompoknya datang ke tempat ini, mereka sama sekali tidak menginjakkan kaki di Taman Kenangan, jadi wajar bagi mereka untuk tidak mengetahui apa pun.


Noelle melirik ke samping, dan melihat ekspresi Olivia yang tidak memiliki banyak perubahan. Meskipun begitu, bagi Noelle yang sudah bersamanya untuk waktu yang lama, dia bisa dengan jelas merasakan perubahan darinya.


Saat ini, Olivia menyadari tatapan Noelle. Dia ingin membalas menatap Noelle, tapi itu akan menjadi canggung karena dia tidak tahu apakah dia ingin memberitahukan Noelle tentang apa yang ia lihat dari proyeksi ingatan.


Untuk mengalihkan perhatiannya, Olivia mulai mengingat proyeksi ingatan lainnya. Itu adalah ingatan tentang dirinya sendiri, bersama Noelle di sebuah taman dengan siklus waktu yang berulang.


Olivia mendekati Levina, dan berjongkok, menatapnya dengan lembut. "Apa yang terjadi padamu? "


Levina kebingungan sejenak, tapi dengan kecerdasannya yang cukup baik, dia segera menjawab, "Kastil Ataraxia … "


...****************...


(Ataraxia … )


Ini adalah pertama kalinya mereka semua mendengar tentang nama itu.


Kaira sudah tidak tahan dengan rasa penasarannya, jadi dia lebih dulu bertanya, "Apa itu Ataraxia? "


Levina terlihat agak ketakutan saat melihat Kaira yang seolah sedang mendesaknya itu, Namun, dia segera memberanikan dirinya, tidak ingin memalukan Noelle yang berdiri diam di belakangnya.


"Kastil Ataraxia … Kastil yang Papa ciptakan untuk para Archon."


Kata 'Papa' di sana jelas merujuk pada Noelle. Semua orang secara serempak melihat pada Noelle, mempertanyakan apa yang pernah dia lakukan sehingga menciptakan kastil seperti itu.


Namun, Noelle sendiri bahkan tidak tahu jawabannya.


Jawaban yang Levina berikan itu memperkuat teorinya tentang waktu dunia yang telah diulang kembali. Namun, itu memberinya pertanyaan lain; sebenarnya, apa yang dilakukan oleh dirinya di waktu itu?!


Noelle hampir memijat pelipisnya sendiri, tapi untungnya dapat menahan diri dengan menghela napas kasar.


"Aku sama sekali tidak tahu tentang itu," ucapnya sambil menggelengkan kepala.


Setelah itu, keheningan kembali menguasai. Kaira tengah sibuk berpikir, dan tiba-tiba didatangi oleh Rico.


"Apa kau menemukan pesan yang kutinggalkan? "


Dia tidak repot berbasa-basi, dan langsung ke intinya. Suaranya cukup rendah, bertujuan agar tidak ada orang lain yang mendengar percakapannya.


Kaira merespon dengan menganggukkan kepalanya. "Aku menemukannya bersama mereka berdua," ucapnya sambil melirik pada Noelle dan Olivia yang juga masih diam, berpikir dalam keheningan.


Rico mengangguk seolah mengatakan 'Begitu, ya … ' lalu kembali menatap Kaira. "Bagaimana? Apa kau menemukan petunjuk lain? "


Hening sejenak, Kaira dengan pasrah langsung menggelengkan kepalanya. Dia merasa agak berat untuk mengatakan ini, tapi dia hanya bisa mengkonsultasikan masalah ini dengan Rico.


"Sayangnya tidak. Tapi, aku yakin Olivia menemukan sesuatu. Saat itu dia sedang memeriksa area dengan kepadatan mana kotor yang tinggi, dan dia tiba-tiba diam. Bisa disimpulkan kalau dia pasti menemukan sesuatu."


"Aku mengerti … Lalu? "


Kaira berpikir sejenak, lalu kembali menjawab, "Sebenarnya, hanya itu. Setelah kejadian itu, kami memutuskan untuk pergi mencarimu atau Norman. Tapi, pada akhirnya kami sampai di tempat yang kemungkinan besar merupakan manifestasi dari mimpi Norman."


Kali ini dia tidak repot-repot menutupinya. Dia dan Rico sudah berbagi pemahaman yang sama tentang situasi ini, jadi tidak akan ada masalah yang terjadi jika mereka saling mengungkapkan informasi.


Kemudian, Kaira menjelaskan semuanya, tentang manifestasi mimpi Norman yang dia lihat bersama Noelle dan Olivia.


Setelah mendengarnya, ekspresi Rico sedikit membeku. Dia kemudian menggeleng sambil menghela napas lelah.


"Aku ingat kalau dia sedikit terobsesi untuk membawa negara ini ke era revolusi Industri … "


...****************...


Sementara itu, di tempat yang tak jauh dari posisi Kaira dan Rico berada, Noelle dan kelompok sedang duduk di sana, membicarakan pengalaman aneh mereka selama perjalanan alam mimpi.


Berkat penjelasan dari semua orang, Cryll, Stella, dan Chloe akhirnya mengerti situasinya.


Tebakan Noelle cukup benar. Berkah yang melekat pada jiwa mereka membuat mereka semua tetap sadar selama alam mimpi ini. Namun, jika seseorang tidak memilikinya, maka mereka akan tetap dalam kondisi setengah sadar di sana, menunggu sampai mereka bangun sepenuhnya.


Untuk sekarang, Noelle tidak akan menjawab pertanyaan Cryll yang menyinggung tentang bagaimana dia dan semua orang bisa tetap bangun. Dia memiliki prioritas lain.


Itu adalah penyelidikan tentang seperti apa kontitusi tubuhnya saat masih kecil!


Dengan situasi yang terjadi, Noelle sampai pada kesimpulan kalau kondisi yang dia alami sebelumnya sempat terjadi karena pengaruh mimpi seseorang. Dan mimpi yang menyebabkan itu semua adalah mimpi milik Olivia!


Dia mungkin bermimpi basah tentang sosok Noelle—atau lebih tepatnya Izaya saat masih kecil.


Karena mimpinya, itu memberikan pengaruh langsung pada Noelle, menyebabkan tubuhnya kembali ke saat dia masih anak-anak.


Namun, ini juga menghasilkan pertanyaan dengan jawaban membingungkan lainnya.


Bagaimana dia bisa mempertahankan kesadaran di sana? Sementara berkahnya seharusnya 'belum' dia miliki saat itu.


Apa karena pengaruh dari kekuatan atau aura vampir? Atau mungkin karena levelnya yang tinggi, sehingga memberikan resistensi sampai tahap tertentu? Bagaimanapun, jawabannya membingungkan.


Level seseorang tidak begitu berpengaruh pada kekuatan yang mereka miliki. Itu hanya akan meningkat sedikit saat seseorang mencapai batas potensinya; dan hasil untuk semua itu adalah peningkatan kecil pada kekuatan yang mereka niatkan untuk ditingkatkan.


Noelle tidak pernah berharap untuk mendapatkan Lucid Dream saat dia naik level, jadi dia seharusnya tidak memiliki kekuatan seperti itu. Dan bahkan meski dia memilikinya, kekuatan itu akan menghilang ketika tubuhnya kembali ke wujud anak-anak.


(Berkah … Level … Mimpi … Ketahanan seseorang … Stabilitas mental? Kondisi pikiran mungkin berpengaruh … )


Noelle mengerutkan keningnya saat berbagai petunjuk muncul di benaknya. Namun, pada akhirnya dia tidak menyuarakan semuanya, dan justru berteriak kesal, "Ahh, sial! Ini semua terlalu membingungkan! "


...****************...