![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Ahh ya … perkenalkan, aku adalah Norman vilce Nothernos, aku dan Cryll berteman sejak kami masih di akademi."
Norman memperkenalkan dirinya pada Noelle dengan ceria, tapi Noelle masih membatu dengan wajah pucat.
(Sialan … Tidak ku sangka orang yang paling tidak ingin kutemui justru menjadi yang pertama muncul di hadapanku!! Ahhh brengsek … )
Noelle menggerutu di pikirannya sendiri saat ia masih diam membatu.
" … Hey, Noelle … Apa kau baik-baik saja? "
Khawatir karena Noelle tidak mengatakan apa-apa, Cryll langsung bertanya pada Noelle untuk memastikan.
"Ahh … Nn, aku baik-baik saja."
Suaranya sedikit bergetar dan wajahnya pucat. Meski begitu, Noelle tetap berusaha mempertahankan wajah datar dan memasang senyum palsu yang biasa ia gunakan pada orang asing.
Dia mengangkat tangannya untuk menjabat tangan Norman dan mulai memperkenalkan dirinya.
"Namaku Noelle Lynneheim, aku mengenal Cryll saat turnamen di Suiren."
Sambil menyembunyikan ketegangannya, Noelle bersalaman dengan Norman.
"Lynneheim ya … Aku belum pernah mendengar nama itu … Apa kau berasal dari negara lain? "
"Begitulah."
Noelle berkeringat dingin saat ia harus berkenalan dengan menggunakan nama keluarga yang ia buat untuk bersenang-senang.
Bagaimanapun, Noelle tahu kalau Norman adalah pangeran kerajaan, sehingga tidak heran jika Norman mengetahui sesuatu tentang daftar keluarga di Kerajaan Nothernos.
"Norman … Kau mengganggu pelanggan lain."
Saat Norman ingin mengatakan sesuatu, seseorang memanggilnya dari belakang dan mengejutkan Noelle.
(Ahhhh sialan!!! Tentu saja akan jadi begini! Kenapa aku tidak memikirkannya sejak awal …!)
Noelle menjerit di hatinya saat melihat orang, atau lebih tepatnya kelompok yang memanggil Norman.
Bagaimanapun Noelle merasakan sensasi yang sama dengan yang ia rasakan saat melihat Norman tadi.
Dan berdasarkan daftar reinkarnator yang diberikan Anastasia padanya, Noelle tahu kalau ada beberapa reinkarnator lain yang menjadi anggota keluarga bangsawan di dunia ini.
Jadi ia seharusnya sudah menebak pertemuan ini akan terjadi pada saat yang berdekatan dengan saat ia bertemu dengan Norman.
Tapi Noelle sedang dalam keadaan panik sehingga ia tidak sempat untuk memikirkan kemungkinan ini.
"Ahh … Iris, aku hanya menyapa Cryll sebentar."
Norman berbalik menatap orang yang memanggilnya.
Noelle yang mendengar nama itupun juga langsung membeku sambil menggenggam erat gelas di tangannya.
(Iris … Apa itu Iris sera Alexandria? Dia kalau tidak salah … Manami Tohka 'kan? Lalu Norman vilce Nothernos adalah Arata … Ahh sial … Akan berbahaya jika Olivia dan Charl ada di sini, dan juga … )
Gadis berambut merah itu sedikit menarik perhatian Noelle, saat ia mengetahui kalau namanya adalah Iris, ia langsung menggigil.
Noelle meringis saat memikirkan kemungkinan yang akan terjadi, dan saat ia melihat ke belakang sosok Norman dan Iris yang sedang mengobrol, ada beberapa orang lagi yang mendatangi mereka dan membuat Noelle hanya mampu menghela nafas pasrah.
(Sialan kau Cryll.)
Ia mengutuk Cryll di pikirannya saat ia berusaha memikirkan solusi untuk keluar dari masalah ini sambil menikmati wine di tangannya.
Cryll yang duduk di depan Noelle hanya dengan santai menikmati cemilan pembuka yang disediakan di meja mereka sambil menunjukkan ekspresi polos seolah dia tidak bersalah.
Bagaimanapun Cryll sudah lebih dulu menyerah untuk mengurus masalah ini.
Saat Noelle melirik ke arah Norman yang dengan susah payah berusaha mengatakan sesuatu pada Iris, Noelle hanya menghela nafas untuk yang ke sekian kalinya dan berpikir kalau situasinya sudah sedikit mereda.
Iris sudah menyeret Norman pergi duduk di meja untuk yang cukup berdekatan dengan mereka.
Setelah Norman duduk, Iris berjalan kembali ke tempat Noelle.
"Maaf atas perilaku temanku, dia memang sedikit tidak terkendali." Tohka meminta maaf pada Noelle seraya menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa, sepertinya dia sedang sangat bersemangat."
Noelle dengan senyumnya yang sempurna berkomentar tentang Norman, namun…
(Brengsek … Cepatlah pergi dari hadapanku! Menyingkirkan sebelum Olivia dan Charl datang ke sini sialan …!)
Ia berusaha mengusir Iris di pikirannya. Noelle benar-benar tidak ingin terlihat lebih jauh dengan kelompok Norman sehingga otaknya bekerja dengan kekuatan penuh untuk menemukan solusi agar Olivia dan Charlotte tidak bertemu dengan mereka.
"Ngomong-ngomong … Apakah kita pernah bertemu di suatu tempat? Wajahmu terlihat tidak asing bagiku … "
(Aaaaaaaaaaaahhhh sialaaan!!!! Berhenti memikirkan itu!!! Kita belum pernah bertemu sebelumnya! Belum! Dan aku juga lebih baik untuk tidak pernah bertemu dengan kalian!!! )
"Mhmmm … Kurasa tidak … Aku baru saja tiba di negara ini beberapa bulan yang lalu, jadi wajahku seharusnya masih sangat asing 'kan? Dan jika kita benar-benar pernah bertemu sebelumnya … Tidak mungkin aku bisa melupakan wajahmu yang cantik itu."
Noelle dengan sempurna mengatakan kalimat yang benar-benar berlawanan dengan apa yang ia pikirkan sambil memasang senyum elegan.
Mendapatkan kata-kata godaan dan tatapan serius dari Noelle, Iris langsung memiliki rona merah muda di pipinya saat matanya berkeliaran dengan tidak nyaman.
"A-ahh … Kau terlalu memujiku."
(Hehe, pada akhirnya dia tetaplah gadis yang tidak tahan digoda … )
"Tapi aku berkata jujur … Meskipun aku ini pelupa, tidak mungkin aku bisa melupakan orang secantik dirimu ini."
Wajah Iris semakin memerah. Dia tampak ingin mengatakan sesuatu, tapi bibirnya hanya bergerak tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Setelah beberapa saat, akhirnya Iris memulihkan ketenangannya dan menunduk pada Noelle sambil tersenyum malu.
"Ka-kalau begitu, aku permisi dulu … Teman-temanku yang lain sudah menungguku di sana."
"Baiklah~ Temui aku kapan saja jika kau punya masalah." kata Noelle sambil mengedipkan salah satu matanya.
(Aku berharap hidupmu penuh dengan keberuntungan agar kau tidak pernah muncul di hadapanku.)
"A-aku akan melakukannya nanti … Kalau begitu aku akan pergi sekarang … Cryll, sampai jumpa lagi nanti."
"Oke~"
Tidak seperti sebelumnya, kali ini Cryll membalas dengan ceria saat ia melihat Iris yang berjalan meninggalkan mereka.
Cryll dengan senyum cerah menatap Noelle sambil menggoyangkan gelasnya.
" … Apa? Tatapanmu menjijikkan."
Noelle bertanya padanya, namun Cryll tetap diam sambil menyipitkan matanya dengan senyum licik.
" … Katakan sesuatu sialan."
" … Hehehe."
Cryll tidak bisa menahan tawanya, dia terus gemetar saat matanya terus menatap tajam pada Noelle.
"Ada apa denganmu? " tanya Noelle dengan ekspresi jijik.
Ditatap oleh Noelle dengan pandangan merendahkan membuat mata Cryll semakin menyipit dan senyumnya menjadi lebih tajam.
"Kau terlihat sudah terbiasa menggoda seorang gadis~"
"Lagipula keterampilan semacam itu cukup dibutuhkan untuk bertahan hidup di masyarakat."
"Hee~ Tapi kau terlihat lebih ahli dari yang kubayangkan~"
"Itu hanya karena kau terlalu payah dalam menilai sesuatu." ucap Noelle dengan nada merendahkan.
Cryll sama sekali tidak merasa terhina, ia terus melanjutkan kata-katanya.
"Ya ya, itu benar … Kemampuanmu dalam menggoda seorang gadis jauh lebih tinggi dari yang kubayangkan … Kau bahkan menggoda Nona Iris dengan mudah tadi~"
" … Hey."
Firasat Noelle mulai tidak enak, ia merasa kalau Cryll akan melakukan sesuatu yang berbahaya baginya.
"Dan Nona Iris juga sudah punya tunangan, kau tahu … Dia adalah pangeran ke-empat kerajaan Nothernos, Norman yang berbicara denganmu tadi … "
" ……… "
"Noelle Lynneheim, seorang petualang baru yang sudah mencapai rank-C dalam waktu singkat, telah menggoda tunangan seorang pangeran … Kurasa aku memiliki sesuatu yang menarik untuk dilaporkan pada Nona Olivia nanti … "
" … 30 persen bayaran ku dalam misi kali ini akan menjadi milikmu."
"Aku akan meminta 40."
(Bajingan ini … )
Noelle berusaha menurunkan angkanya, tapi Cryll hanya menggelengkan kepalanya.
" … 30 persen ditambah 7 koin emas."
Cryll lagi-lagi menggelengkan kepalanya.
"Dengar sini kau bajingan … "
Dengan begitu, Noelle dan Cryll terus melakukan tawar menawar dengan dibumbui kata-kata hinaan disetiap tawaran mereka. Namun pada akhirnya, Cryll sepakat untuk mendapatkan 30 persen ditambah 5 koin emas seperti yang ditawarkan Noelle diawal tadi.
...****************...
Setelah beberapa saat menunggu dengan suasana hati yang buruk, akhirnya seorang pelayan berjalan mendatangi Noelle.
"Tuan, tamu Anda adalah empat orang gadis dengan Nona Olivia sebagai tunangan Anda, apa itu sudah sesuai? "
Pelayan itu bertanya dengan wajah senang, dia mungkin mempertimbangkan suasana hati Noelle yang tiba-tiba suram.
"Ya, itu benar … Tolong bawa mereka ke sini."
"Sesuai permintaan Anda."
Membungkuk sejenak, pelayan itu akhirnya pergi membelakangi Noelle.
"Apa akhirnya mereka selesai? "
Cryll bertanya dengan lemas di depannya.
"Begitulah, sebaiknya kau persiapkan dirimu … "
Suara Noelle semakin mengecil saat ia melihat ke arah pelayan yang mendatanginya dari arah pintu depan.
Cryll juga sama seperti Noelle, ia benar-benar diam membeku sambil menguatkan tangannya agar tidak menjatuhkan gelas yang berisi wine.
Bagaimanapun, di belakang pelayan itu ada sosok gadis yang sudah mereka tunggu sejak tadi.
Beberapa pelanggan di sekitar mereka juga tampak memulai keributan saat melihat kelompok Olivia yang mendatangi meja Noelle.
Ada seorang pelanggan pria yang berniat berdiri dan menghampiri Olivia, namun segera ditampar jatuh oleh wanita di sebelahnya, dan ada beberapa pelanggan yang menjatuhkan peralatan makan mereka karena tidak fokus sehingga seorang pelayan langsung berlari menghampirinya untuk memberikan yang baru.
"Maaf karena telah membuat Anda menunggu Tuan, tamu Anda telah tiba." kata si pelayan sambil tersenyum penuh arti.
"A-ahh ya, terimakasih … "
Noelle dengan sedikit tergagap berterimakasih pada pelayan itu dan tersenyum.
"H-hey Noelle … Apakah mataku mulai rusak, atau … Stella memang tampak sangat berbeda dari biasanya … "
(Jangan tanya aku, Olivia juga terlihat seperti itu.)
Cryll dengan suara ketakutan berusaha bertanya pada Noelle, namun keadaan Noelle juga tidak terlalu berbeda dengannya sehingga Noelle hanya bisa diam dan hanya menjawab di pikirannya.
"Fufu~ Apakah Noelle terkejut? Aku menghabiskan banyak waktu untuk menyiapkan semua ini."
" ……… "
Noelle entah mengapa tidak mampu mengatakan apapun. Ia benar-benar diam membeku dengan matanya yang terus menatap Olivia yang berdiri di depannya.
Penampilan Olivia tidak begitu berbeda dari biasanya, ia menggunakan gaun klasik hitam dengan bahu terbuka, serta rok sambung panjang sampai lutut dengan aksen hitam-biru tua yang sangat cocok dengan gaun klasiknya.
Olivia juga menggunakan beberapa aksesoris seperti kalung dan anting dari emas putih yang tampak bersinar saat terkena cahaya serta pita biru tua yang diikat rapih tampak benar-benar melengkapi rambut peraknya yang dibiarkan tergerai sampai pinggang.
Sepatu high heels hitam yang Olivia kenakan juga membuat tubuhnya yang sudah ideal itu terlihat semakin tinggi dan elegan.
Olivia hanya menggunakan sejumlah riasan tipis di wajahnya agar tidak menghilangkan kecantikan naturalnya.
penampilan itu tidak berbeda jauh dari 'gothic Olivia' yang biasa, namun aura di sekitar Olivia terasa begitu berbeda sehingga Noelle hanya bisa diam mengaguminya.
Setelah beberapa saat diam membatu, Noelle akhirnya sadar dan langsung berdiri untuk menyiapkan tempat duduk Olivia bersama seorang pelayan yang tiba-tiba muncul dari belakang.
Cryll juga langsung sadar dan mengikuti gerakan Noelle. Ia benar-benar tampak canggung karena sudah lama sejak ia terakhir kali melihat Stella menggunakan gaun mewah.
Tentu Stella akan menggunakan gaun mewah jika dia diundang ke suatu pesta, tapi penampilan Stella saat ini benar-benar berbeda dari yang diingat Cryll.
Stella menggunakan gaun putih berlengan pendek dengan pinggiran yang dijahit menggunakan benang biru langit, menjadikan gaun itu memiliki kombinasi warna yang sempurna.
Rambut persiknya yang biasanya diikat dengan kuncir kuda, kali ini dibiarkan tergerai bebas dengan beberapa helai rambut sampingnya diikat kepang.
Itu benar-benar penampilan yang polos, namun entah bagaimana Stella tampak begitu mempesona sehingga menarik banyak perhatian pelanggan di sekitarnya.
Mungkin karena Olivia yang menjadikannya sebagai boneka dandan, dia tampak sedikit lelah, tapi dia jelas sangat senang dengan perubahan yang dibuat Olivia padanya.
Noelle diam-diam memuji Stella sementara ia menepuk kepala Olivia dengan senyum senang yang tampak berbeda dari biasanya.
"Olivia sudah berusaha keras."
Olivia tampak begitu terkejut saat Noelle tiba-tiba menepuk kepalanya, namun ia langsung menyipitkan matanya dengan ekspresi senang dan menatap Noelle dengan tatapan panas.
Noelle menepuk kepala Olivia karena ini adalah tempat umum yang penuh dengan orang, jika mereka ada di penginapan, Noelle tanpa ragu akan langsung memeluk Olivia saat itu juga.
"Ehehe~ Noelle~ Bagaimana dengan Charl dan Chloe? Aku sudah berusaha mendandani mereka juga."
"Hmm~"
Noelle melihat ke arah Charlotte dan Chloe yang duduk tak jauh dari kursinya, mereka berdua duduk dengan dibantu seorang pelayan yang terus melayani Noelle sejak awal dia memasuki restoran.
Charlotte menggunakan blush putih berlengan panjang dengan pinggiran biru yang sama dengan yang ada di gaun one-piece Stella, serta pita hitam yang diikat rapih di kerah blusnya.
Olivia juga memasangkannya dengan rok hitam pendek, mirip seperti yang sering digunakan Charlotte di hari normal.
Penampilannya tidak begitu ramai, Olivia benar-benar mempertimbangkan kenyamanan Charlotte dalam menggunakan pakaiannya. Charlotte biasanya menggunakan kemeja putih tanpa lengan serta pita hitam yang merapikan rambut pirangnya, namun kali ini Olivia membuat Charlotte memakai blus lengan panjang dan melepas pita yang mengikat rambutnya.
Hanya dengan sedikit perubahan pada pakaian dan riasan yang dikenakannya, itu sudah membuat Charlotte menjadi sangat berbeda dari biasanya.
Chloe yang duduk di sampingnya juga tampak berbeda dari biasanya.
Chloe menggunakan gaun gothic yang pernah Olivia gunakan saat ia masih seumuran dengan Chloe, itu memberi kesan nostalgic pada Noelle yang sudah lama tidak melihat gaun itu dipakai seseorang.
Olivia memberikan Chloe gaun lamanya karena itu terlihat cocok di tubuh kecil Chloe, dan rambut hitam panjangnya juga akan semakin cocok jika dipadukan dengan gaun model gothic kuno yang memberikan kesan mewah.
(Ahhh Chloe terlihat sangat imut~ Aku berharap aku bisa memeluknya~)
Noelle senang saat melihat semua orang puas dengan hasil dandanan Olivia, namun lebih dari itu, Noelle juga senang ketika melihat Olivia bersenang-senang dalam mendandani orang lain.
Saat mereka masih berdua di kastil vampir, Olivia sama sekali tidak memiliki 'boneka' untuk dirias, jadi ia biasanya menggunakan Noelle sebagai subjek percobaannya.
Merias diri sendiri dan merias orang lain adalah hal yang berbeda dari segi kesulitan maupun hasil, jadi ia butuh orang lain untuk digunakan sebagai boneka percobaannya.
Untungnya Noelle memiliki tipe wajah yang androgini sehingga ia cocok dengan semua model fashion yang dipikirkan Olivia.
Dan berkat itu juga, Noelle jadi lebih terbiasa saat melakukan cross dress.
Noelle tersenyum pahit saat memikirkan fakta ironis itu sementara Olivia ikut menikmati wine yang sudah dituangkan di gelasnya.
Olivia tidak begitu tahan dengan alkohol, jadi Noelle hanya mengizinkannya untuk mencicipi itu sedikit, sedangkan Charlotte lebih memilih untuk meminum jus bersama Chloe karena mereka berdua tidak pernah mencicipi minuman beralkohol.
"A-Aya … No …? "
Saat Noelle sedang sibuk melamun sendirian, tanpa ia sadari Iris sudah mendekati mereka dan menggumamkan nama Olivia di kehidupan sebelumnya.
Meskipun Iris hanya bergumam, suaranya dengan jelas sampai ke telinga Noelle, Olivia, dan Charlotte yang sedang duduk dengan tenang.
Tentu saja, Olivia secara refleks langsung menoleh dan menatap Iris dengan wajah terkejut.
Tidak hanya Olivia, bahkan Charlotte dan Norman yang jaraknya agak jauh dari mereka.
Tentu saja Noelle langsung menampar keningnya sendiri saat ia menyadari kecerobohannya yang terjadi lagi.
Ia benar-benar dilengahkan oleh penampilan Olivia yang terlalu mempesona baginya sehingga ia tanpa sadar melupakan kenyataan kalau kelompok reinkarnasi lain sedang ada di dekat mereka.
Charlotte yang duduk tepat di samping Olivia juga menatap Iris dengan wajah penuh kejutan.
Awalnya ia tidak mengenal Iris, namun berkat instingnya yang semakin menajam berkat evolusi menjadi [Malaikat Jatuh], ia dengan mudah langsung mengenali kalau Iris yang ada di hadapannya adalah seorang reinkarnasi sama seperti dirinya.
Charlotte benar-benar terkejut sehingga ia secara refleks langsung menatap Noelle dengan pandangan bertanya-tanya.
Noelle yang ditatap olehnya justru tidak menyadari itu dan masih mengerutkan keningnya sambil menggigit kukunya sendiri, otaknya dengan kecepatan penuh terus berusaha menemukan solusi untuk melarikan diri sari situasi ini.
Olivia dan Iris terus saling menatap dengan wajah terkejut. Iris tanpa sadar menjatuhkan garpu di tangannya dan mulai bertanya dengan suara bergetar.
"A-apa kau … Ayano …? "
" … Toh … Ka …? "
...****************...