[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 196: Kabut mimpi (1)



...****************...


Sementara semua orang sedang bersuka cita karena berhasil dipertemukan kembali dengan rekan-rekan mereka, kabut abu-abu yang melapisi lingkungan sekitar mereka perlahan mulai menebal, membuat mereka secara alami merasakan ada sesuatu yang salah.


"Apa yang terjadi? "


Norman sudah menenangkan dirinya dan langsung menghampiri Noelle. Namun, Noelle sendiri tidak memiliki sesuatu yang bisa menjawabnya.


Tanpa menunggu mereka memahami situasinya, kabut menjadi semakin tebal saat pengelihatan mereka mulai pudar, menjadi lebih gelap dari sebelumnya.


Noelle dengan hati-hati tetap memeluk Olivia, meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak melepaskan gadis itu. Namun, tak lama kemudian, kesadarannya mulai pudar, seolah telah ditarik oleh kekuatan yang misterius.


Dalam upayanya yang mencoba untuk tetap bangun, Noelle melihat ke sekitar, dan menemukan kalau semua orang sudah jatuh ke tanah, bernapas dengan lembut seolah mereka sedang tidur. Bahkan Brackas yang seekor serigala pun ikut tertidur bersama mereka.


Kekuatan pada kaki Noelle mulai melemah, dan dia perlahan terjatuh ke tanah. Dia melihat ke sosok yang ada di pelukannya, dan menemukan kalau Olivia sudah lebih dulu tertidur.


Hal itu membuat kekuatan perlahan meninggalkan tubuh Noelle, dan membuatnya kehilangan keinginan untuk bangun.


Tak lama kemudian, belum sampai lima menit sejak mereka semua dipertemukan, situasi yang aneh sudah kembali terjadi.


...****************...


Olivia dengan sangat berat mencoba untuk membuka matanya, dan secara alami meraba di sekitarnya. Namun, selama apa pun dia mencoba, dia tidak bisa merasakan kehadiran Noelle.


Hal itu membuatnya memberikan reaksi yang hebat. Dia terbangun dengan mata yang menyapu sekelilingnya. Kemampuannya dalam deteksi telah dimaksimalkan, dan mencoba untuk mencari keberadaan Noelle dengan semua cara.


Hasilnya, dia menemukannya. Hawa keberadaan Noelle dapat ia rasakan, tapi dia tidak bisa mendeteksinya dengan koneksi yang tercipta antara dirinya dengan Noelle.


Ini jelas situasi yang aneh. Olivia mengetahui setiap karakteristik kehadiran Noelle seperti dia yang memahami setiap inchi dari tubuhnya. Meskipun begitu, tak dapat dipungkiri kalau dia masih sedikit bergantung pada hubungan yang dibuat《Oath of Blood》untuk mendeteksi kehadirannya.


Apa yang sebenarnya terjadi, sehingga Olivia tidak bisa merasakan koneksi dari《Oath of Blood》? Pertanyaan itu membuatnya bingung sejenak, tapi Olivia segera memulihkan ketenangannya dan mulai mengalihkan perhatiannya ke sekelilingnya.


Sebelum dia mulai pergi mencari Noelle, dia harus memahami situasi di sekitarnya sendiri, sehingga tidak akan ada kecelakaan yang terjadi.


Olivia berdiri, dan melihat setiap sudut yang bisa dia temukan.


Dari hal itu, ia tahu kalau dirinya berada di suatu tebing, yang menghadap sebuah kastil hitam raksasa dengan banyak menara beratap runcing di sekelilingnya.


Di bawah tebing tempat ia berdiri, sebuah sungai yang tidak diketahui seberapa dalamnya itu mengalir dengan sangat deras, mungkin akan dengan mudah menghanyutkan setiap orang yang terjatuh ke dalamnya.


Air di sungai warnanya agak kehitaman, seolah telah membawa lumpur yang sangat pekat dari suatu tempat.


Olivia berbalik, dan menemukan hutan belantara dengan banyak kehadiran makhluk buas darinya. Namun, itu semua terasa begitu aneh.


Kabut abu-abu tipis yang lebih tebal dari sebelumnya membuatnya sedikit kesulitan untuk melihat, tapi dia masih bisa merasakan semua yang ada di sana dengan jelas, seolah kabut itu tidak ada di sana.


Berdasarkan hawa keberadaan Noelle yang berhasil ia rasakan, ia tahu kalau Noelle ada di sisi lain tebing. Namun, dia tidak bisa pergi secara sembarangan. Ada pun usulan untuk menggunakan sihir gravitasi, Olivia sudah menguncinya setelah mencobanya sejenak beberapa saat yang lalu.


Sihir masih berfungsi, tapi itu memiliki efek yang jauh lebih lemah, dan durasi yang lebih singkat dari seharusnya.


Kesimpulan pertama Olivia adalah kabut abu-abu yang menyelimuti area ini pasti telah meredam sedikit kekuatannya. Jika Olivia memaksa untuk terbang ke sisi lain tebing—area tempat kastil besar itu berada, dia pasti akan kehilangan kendali akan sihirnya. Itu dikarenakan betapa tebalnya kabut misterius yang menyelimuti area itu.


Olivia dengan wajah sedikit cemas mencoba mempercepat langkahnya, dengan harapan akan menemukan jalan untuk ke sisi lain tebing.


Di perjalanannya, Olivia beberapa kali diserang oleh berbagai monster. Kebanyakan dari mereka adalah monster aneh yang bisa terbang.


Tubuh mereka kecil, dan wujud mereka sedikit humanoid, dengan dua pasang sayap putih keabu-abuan yang tumbuh di punggung. Wajah mereka mengerikan, dan tubuhnya benar-benar kurus sehingga kulit abu-abu pucat itu dengan jelas menonjolkan semua tulang di tubuhnya.


Mereka semua bukanlah masalah, karena ketahanan tubuh mereka cukup lemah. Namun, pergerakan mereka yang lincah saat berada di udara benar-benar merepotkan, sehingga Olivia harus memakai《God Speed》untuk meningkatkan akurasi tebasan pedangnya.


Begitu sampai di tengah hutan, Olivia melihat ke langit—melihat pada langit gelap berawan dengan bulan raksasa yang berwarna merah darah, menyinari semua yang ada di bawahnya dengan sinar merah yang samar-samar dan pucat.


"Bulannya benar-benar berbeda … Tidak ada bintang juga, aku tidak memiliki petunjuk arah … "


Olivia menggeleng, berkata pada dirinya sendiri bahwa hanya dengan mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Dia hanya terus berjalan, mengikuti instingnya dan sesekali berjalan memutar untuk menghindari monster kuat yang kehadirannya tiba-tiba dia rasakan.


Pada saat itu, dia merasakan sesuatu yang membuatnya semakin panik. Kehadiran Noelle sebelumnya … Menjadi lebih lemah!


Itu mungkin karena jaraknya sudah sedikit melebar dengan Noelle, tapi Olivia langsung membantah kesimpulan itu, berpikir kalau dia seharusnya masih bisa merasakan kehadiran Noelle dengan jelas dari sini.


Berbagai hal muncul di pikiran Olivia, membuatnya semakin cemas dengan keadaan Noelle.


Dia pun langsung berlari, ke arah yang ia tentukan dengan bantuan instingnya.


Insting Olivia sendiri sudah seperti ramalan, jadi itu seharusnya akurat. Tapi, tidak peduli seberapa jauh dia bejalan, dia masih tidak bisa menemukan jalan yang menghubungkan antara dua tebing.


Maka, satu-satunya cara yang tersedia baginya, adalah dengan melintasi sungai secara langsung.


Untuk melakukan itu, ia harus menemukan dataran rendah yang bisa menyamai ketinggian sungai. Dengan itu, dia bisa memikirkan berbagai cara untuk sampai ke tempat Noelle.


Contohnya, dia bisa membekukan permukaan sungai untuk jangka waktu tertentu, dan memanfaatkan kesempatan itu untuk menyeberanginya.


Tapi, dengan betapa tebalnya kabut dengan efek《Magic Interference》di bawah sana, Olivia tidak bisa memperkirakan waktu yang tepat untuk batas waktu sihirnya.


Olivia mulai kembali berlari, berusaha mengganti kekhawatirannya dengan motivasi untuk bertemu dengan Noelle.


Di tengah perjalanannya, kabut yang menyelimuti hitam tiba-tiba menjadi semakin tebal, dan awan yang menutupi langit juga perlahan menghilang, membuat bulan merah raksasa itu memancarkan sinar merah crimson yang kurang mengenakkan.


Olivia tiba-tiba merasa bahwa suhu di sekitarnya tiba-tiba turun secara drastis. Perasaan merinding mulai menjalari tubuhnya, membuatnya secara refleks melihat ke sekeliling. Namun, dia tidak menemukan apa pun.


Olivia kemudian melihat ke langit, menatap bulan merah raksasa itu. Dia merasakan keanehan dari sana, tapi tak dapat menjelaskan keanehan seperti apa itu.


Rasanya cukup akrab, dan seolah ada sesuatu yang terhubung dengannya. Namun, Olivia tak dapat mengetahui perasaan keakraban itu.


Dengan menghubungkan beberapa titik, dia akhirnya memiliki beberapa kesimpulan sederhana.


Kemungkinan pertamanya, bulan merah raksasa itu memiliki kaitan yang kuat dengan rasa vampir. Itu karena vampir akan menjadi melemah secara drastis saat fase bulan baru.


Olivia mengingat pemandangan bulan baru pertama yang dia ingat, dan ia merasakan sensasi yang serupa dengan yang ia rasakan saat ini.


Rasanya, bulan baru yang melemahkan vampir itu ada hubungannya dengan bulan crimson raksasa ini. Meskipun begitu, bulan crimson ini tampaknya tidak memiliki efek negatif apa pun padanya.


(Ini aneh … Perasaan yang sangat serupa, tapi … Fase bulan baru di tempat biasa sama sekali tidak memiliki warna merah, juga seharusnya ada tiga satelit di sini, lalu … Dari mana semua ini berasal? )


Olivia memiliki tebakan kalau semua ini hanyalah ilusi. Dia bisa yakin tentang hal itu karena ia memiliki ingatan tentang dirinya yang perlahan tertidur di pelukan Noelle saat mereka masih di tempat yang penuh dengan kabut aneh itu. Singkatnya, Olivia yakin kalau ini semua hanyalah mimpi!


Entah bagaimana, kabut itu membuat mereka jatuh ke dalam kondisi tidur, dan membuat mereka semua memasuki dunia mimpi.


Itu adalah fondasi yang bagus untuk sebuah kesimpulan, tapi Olivia masih kekurangan informasi.


Dia lanjut berlari, berusaha mengesampingkan sensasi aneh yang ia rasakan.


Setelah beberapa menit berlari menyusuri hutan, Olivia akhirnya menemukan jalan tanah yang sedikit menurun, mengarah ke bawah.


Dia tanpa ragu langsung mengambil jalan itu, dan sesekali melompat dengan bantuan sihir es miliknya untuk mencegahnya dari insiden 'tergelincir'.


Kabut sudah semakin tebal, dan jarak pandangnya perlahan mulai menurun. Namun, itu bukanlah masalah. Dia masih bisa melihat hingga 200 meter tanpa ada masalah.


Paling-paling dia hanya akan bertemu monster secara tiba-tiba. Jika itu terjadi, maka dia hanya perlu mengalahkannya saja.


Tak perlu waktu lama bagi Olivia untuk sampai di lokasi yang menjadi tujuannya.


Olivia tetap diam saat dia menatap pada sungai besar dengan arus yang sangat deras itu. Sebagai percobaan, Olivia mencoba menggunakan sihir spasial miliknya, dan berhasil mengeluarkan sebuah pedang yang sudah berkarat.


(Sihir ruang masih berfungsi, yang artinya … Tempat ini masih memungkinkan kami untuk mengakses beberapa hal yang berasal dari luar … )


Setelah memperkuat kesimpulannya, Olivia segera melemparkan pedang berkarat itu ke sungai, dan menyaksikan apa yang terjadi padanya.


Tak memakan waktu hingga dua detik, pedang itu langsung menghilang, dan puluhan serpihan logam kasar sesekali terbang seiring dengan kuatnya arus.


Olivia mau tak mau sedikit menelan ludahnya saat ia menyaksikan kekuatan destruktif yang mengerikan itu.


Sungai itu bukanlah makhluk hidup, jadi dia pasti tidak memiliki akal. Tapi, kekuatan yang dia miliki bisa sangat merusak, sehingga akan sangat berbahaya bagi seseorang untuk masuk ke dalamnya.


(Setelah masuk, aku pasti tidak akan bisa keluar lagi … )


Menggelengkan kepalanya, apa yang Olivia lakukan setelah itu adalah memeriksa ketebalan kabut.


Dia masih bisa melihat dengan cukup jelas, tapi kabut itu tetap saja tebal. Jadi, mungkin pengaruh dari《Magic Interference》akan sama kuatnya.


Permukaan sungai itu segera membeku, tapi langsung hancur hanya dalam beberapa detik kemudian.


Dari hal itu, Olivia bisa tahu kalau ada dua hal yang menyebabkan sihirnya hancur.


Yang pertama adalah efek dari《Magic Interference》yang menetralkan sihirnya. Lalu, ada pengaruh dari derasnya arus sungai yang tidak membeku. Kuatnya tekanan air itu menyebabkan keretakan parah pada es Olivia, sekaligus mempercepat proses pelelehannya.


Mungkin air di sungai itu memiliki sedikit sifat korosif.


Usai memantapkan pikirannya, Olivia segera mundur beberapa langkah, mengambil ancang-ancang untuk berlari secepat mungkin.


Dia menarik napas panjang, dan menghembuskannya, lalu segera berlari sambil bersiap dengan sihirnya.


Olivia melompat, dan menggunakan sihir esnya untuk membekukan permukaan sungai, yang kemudian hanya bertahan selama kurang dari tiga detik. Namun, itu sudah cukup karena Olivia langsung mendaratkan kakinya di permukaan es sebelum es itu hancur. Dengan begitu, dia bisa mengambil kembali momentum untuk melompat.


Olivia mengulangi proses yang sama beberapa kali, sambil sesekali menggunakan penghalang untuk melapisi kakinya agar tidak terpeleset dari es.


Setelah beberapa waktu, Olivia akhirnya sampai di daratan yang dipisahkan oleh sungai itu.


Olivia menciptakan sebuah pijakan dari esnya, dan di saat yang sama juga menciptakan sebuah cakar yang tersambung dengan sebuah rantai es. Dia menancapkan cakar itu ke tanah di depannya, dan menarik dirinya sendiri ke sana.


Olivia dengan lembut mendarat di tanah yang becek, memiliki gumpalan lumpur yang sit untuk disingkirkan. Setelah itu, dia tidak bisa menahan diri untuk menghela napas lega sambil merasakan berbagai pencapaian di pikirannya.


Dia melihat ke sekeliling, lalu memeriksa koneksi Noelle dengan menggunakan《Oath of Blood》. Hasilnya, masih nihil. Koneksinya dengan Noelle masih belum pulih, tapi Olivia masih bisa merasakan kehadirannya dari tempatnya berdiri sekarang.


Posisi Noelle sudah tidak jauh darinya. Dia pun mulai berlari dengan tidak sabar, dan berusaha mencapai lokasi Noelle hanya dengan bermodalkan petunjuk samar dari rasa kehadirannya.


...****************...


Di tempat lain, di sebuah ruangan besar dengan banyak buku dan cein yang tergeletak di sekitarnya, Noelle perlahan membuka matanya.


Dia melihat ke sekeliling dengan bingung, sebelum akhirnya merasakan kejanggalan yang sangat jelas. Dia mulai sedikit panik, dan beralih melihat dirinya sendiri di salah satu cermin.


Hasilnya, yang dia lihat adalah sosok bocah laki-laki berambut hitam dengan mata merah dan memiliki wajah yang terlihat tanpa ekspresi.


Noelle seketika melebarkan matanya saat dia memahami situasinya. Dia kembali menjadi anak-anak! Terlebih lagi, penampilannya saat ini adalah penampilannya saat masih menjadi Canaria Izaya!


"Apa yang terjadi … "


Noelle bingung, dan di saat yang sama juga panik. Namun, dia tidak membiarkan rasa takut mengambil alih dirinya sendiri. Mengambil kendali atas tubuhnya, dia kemudian mulai mengingat semua hal yang terjadi sebelum ia bangun di tempat ini.


Setelah dia mengingatnya, dia langsung sadar. Dia sedang berada di dunia mimpi!


Kabut itu pastilah membuatnya tertidur secara paksa, dan menariknya menuju dunia mimpi. Jika memang begitu, maka seharusnya Olivia dan yang lainnya juga ada di sini.


Tapi, di mana dia sekarang? Dan apa yang terjadi dengan tubuhnya? Apa dia dipengaruhi oleh kekuatan yang ada di balik dunia mimpi ini?


Tidak ada gunanya memikirkannya, batin Noelle. Dia segera melihat ke sekelilingnya, dan menemukan sebuah pintu besar.


Tanpa ragu, dia berjalan menuju pintu itu, membukanya, dan langsung berjalan ke luar.


Seketika, cahaya merah crimson yang datang dari sebuah bulan merah raksasa menimpa tubuhnya, membuatnya secara alami mengerutkan kening.


Melihat ke sekelilingnya, dia sadar kalau dia sedang berada di sebuah bangunan yang besar; mungkin sebuah mansion. Atapnya berbentuk kubah, dan memiliki kaca tembus pandang yang melengkung di sana.


Dari kaca itulah sinar dari bulan bisa masuk.


Kabut abu-abu tipis samar-samar dapat ia lihat memenuhi ruangan, tapi tampaknya sama sekali tidak ada pengaruh yang diberikan kabut itu, tidak seperti kabut yang membawanya masuk ke tempat ini.


Noelle berjalan ke sekitarnya, dan merasakan keanehan lainnya. Dia benar-benar menjadi lebih mudah lelah! Apa mungkin karena fisiknya yang menjadi anak-anak lagi? Melihat dari kondisinya sekarang, Noelle mungkin bukanlah vampir yang kuat lagi, melainkan hanya anak manusia normal seperti dirinya di masa lalu.


Noelle bersandar pada dinding, dan menatap cermin yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Detik kemudian, dia menyadari situasinya. Noelle segera menutup matanya dalam upaya untuk tidak melihat cermin itu lebih dari tiga detik.


Noelle memiliki banyak pemahaman tentang mistisme dan berbagai ritual yang berbahaya, jadi dia secara alami tahu hal apa saja yang harus ia hindari. Salah satunya, adalah menatap langsung pada cermin misterius selama lebih dari tiga detik.


Cermin biasanya digunakan untuk beberapa ritual yang berbahaya, seperti ritual yang dilakukan untuk berhubungan dengan 'makhluk luar'. Karena itu, menatap langsung pada sebuah cermin misterius seperti yang ada di hadapannya saat ini adalah hal yang sangat berbahaya.


Noelle sudah mengalihkan pandangannya. Namun, sayangnya dia sedikit terlambat.


Pikirannya saat itu kosong sejenak, sehingga membuatnya menatap cermin itu selama kurang lebih lima detik.


Noelle paham dengan kecerobohan yang baru saja dia lakukan, dan hanya bisa menggigit bibirnya dengan pasrah saat menyadari situasinya.


Dia langsung berbalik dan berlari menjauhi cermin itu, berusaha agar tidak melihatnya lagi.


Namun, keberuntungan tidak berpihak padanya kali ini.


Di tengah pelariannya, beberapa cermin lain muncul dari berbagai tempat di sekitarnya, menampilkan sosok yang serupa dengan dirinya saat ini.


Semua cermin itu memiliki sosok Noelle berdiri diam di dalamnya, dan itu sangat berlawanan dengan Noelle yang kini sedang berlari.


Tak lama kemudian, sosoknya di cermin perlahan mulai memudar, digantikan dengan pemandangan dari sosok lain yang tiba-tiba muncul.


Sosok itu tampak seperti seorang remaja laki-laki yang normal. Hanya saja, dia memiliki rambut yang putih, kulit pucat, dan mata keabu-abuan.


Tidak salah lagi, itu adalah dirinya sendiri saat dalam wujud Noelle! Yang membedakan, sosok Noelle yang tercermin di saja memiliki aura yang sangat mengerikan terpancar darinya.


Noelle sudah berhenti berlari, dan dengan penuh antisipasi menyaksikan perubahan yang terjadi pada cermin.


Cermin itu mulai bergerak, dan sosok Noelle remaja di dalamnya perlahan berjalan keluar dari cermin.


Yang pertama keluar adalah tangannya, mencuat dari cermin yang terlihat seperti genamgan air yang tenang, lalu diikuti dengan kepala, tubuh atas, dan kemudian tubuh bawahnya.


Seorang Noelle palsu sudah berdiri di depannya, dengan memegang dua bilah pedang di masing-masing tangannya.


Saat menyaksikan ini, Noelle sudah memiliki perkiraan tentang musuh apa yang dia hadapi. Karena dia menyadari itulah, dia langsung mencoba berlari.


"Tidak ada gunanya! Aku tidak bisa mengalahkan diriku sendiri dalam wujud ini! "


Saat ini dia sedang terjebak dalam tubuh anak-anak yang merupakan tubuhnya sendiri saat masih menjadi Iza, sedangkan sosok yang dihadapinya saat ini adalah dirinya sendiri, Noelle dengan tubuh remaja dan kekuatan vampir yang nyata.


Perbedaan kekuatannya sangatlah jelas! Tidak mungkin dia bisa menang dengan tubuh lemah Izaya kecil!


Noelle mundur beberapa langkah, lalu berniat pergi dari tiruannya. Namun, bumi sempat ia melakukan itu, sosok Noelle palsu sudah menghilang, lalu muncul kembali di hadapannya dengan mata merah menyala.


Noelle palsu segera menendang tubuh Izaya kecil, sehingga membuatnya langsung terpental ke samping, menabrak rak buku yang keras hingga menghancurkannya sedikit.


Noelle yang asli meringis kesakitan saat ia menyadari kalau daya toleransinya terhadap rasa sakit telah benar-benar berkurang, membuatnya langsung merasakan sakit yang berlebihan di sekujur tubuhnya.


Noelle mencoba bangun, tapi tak bisa. Dia kemudian sadar kalau kaki kirinya sudah patah. Ekspresinya semakin terdistorsi saat dia menyadari betapa lemahnya tubuh ini.


Tak bisa bergerak lagi, Noelle hanya bisa terduduk di lantai, menatap Noelle palsu yang perlahan mendekatinya, dengan beberapa pedang tajam yang melayang di sekitarnya.


"Aku benar-benar tidak bisa membayangkan diriku menyerang seorang anak tak bersalah … "


Noelle tersenyum masam sejenak, lalu ….


Sebuah ledakan terjadi. Itu berasal dari sisi lain dinding yang cukup jauh dari lokasinya saat ini.


Tak lama kemudian, sesosok gadis yang sudah sangat ia kenal muncul. Rambut perak Olivia berkibar saat ia melihat bolak-balik antara Noelle dengan Izaya.


Ini seharusnya membuatnya bingung. Namun, dia tanpa ragu langsung maju, dan menendang perut samping Noelle palsu yang matanya dipenuhi kebencian itu.


Dihadapkan dengan kekuatan dari seorang vampir sejati, Noelle palsu langsung terpental jauh ke belakang. Tubuhnya beberapa kali menabrak objek yang ada, lalu langsung menghancurkannya dalam seketika.


Setelah memastikan bahwa Noelle palsu tidak akan mengganggu dalam waktu dekat, Olivia langsung menghampiri Noelle yang masih terjebak di tubuh anak-anak Izaya.


Olivia langsung memberinya tatapan bingung, sebelum beralih ke kekhawatiran yang sangat jelas.


Dengan sihirnya, Olivia langsung menyembuhkan semua luka Noelle, lalu menatapnya dengan sedikit bingung.


"Noelle apa yang terjadi pada Noelle? "


Saat Olivia menanyakan itu, rasanya Noelle dapat melihat rona merah yang samar muncul di pipi gadis itu.


...****************...