![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Sekarang, ke mana kita akan pergi? "
Setelah keluar dari pondok aneh itu, kini mereka bertiga kembali dihadapkan pada pertanyaan yang sama dengan yang sebelumnya.
Pusaran awan itu memang membawa mereka keluar dari pondok itu, tapi mereka justru dibawa ke tempat yang sama anehnya.
Mereka bertiga berdiri di jalan, menghadap tiga lorong batu yang tampaknya mengarah ke tempat yang berbeda-beda.
"Kenapa kita tidak coba masuki tempat itu satu per satu? "
Cryll memberikan saran yang tidak masuk akal. Noelle hanya bisa menghela napas pasrah sambil menatapnya dengan sinis.
"Apa kau masokis? Aku punya firasat kalau akan sulit bagi kita untuk kembali setelah masuk ke sana. Jadi kita harus memilih jalan mana yang menurut kita benar."
" … Aku sedikit buruk dalam menebak sesuatu, jadi aku akan menyerahkan masalah ini pada kalian," ucap Norman sambil mundur selangkah.
"Kalau begitu," sambung Noelle. "Kenapa kita tidak menentukan jalannya dengan cara kita masing-masing? Setelah itu, baru kita akan menentukan jalan mana yang akan kita pilih."
Usul Noelle terdengar cukup bagus bagi mereka berdua. Ketiganya saling menatap sejenak, sebelum akhirnya mengangguk.
Mereka mundur beberapa langkah ke belakang dan mencari posisi untuk diri mereka sendiri.
Noelle berhenti tepat di tengah-tengah tempat itu, dan mengeluarkan salah satu pedangnya. Pedang yang ia keluarkan adalah jenis estoc dengan gagang yang berbentuk salib dan bilah yang sangat tipis.
Noelle menempelkan ujung pedang estoc itu di tanah, dan melepaskan tangannya yang menahan pedang itu. Kemudian, pedang itu bergoyang sejenak sebelum akhirnya jatuh dengan gagang yang mengarah tepat ke gua yang ada di kanan.
"Kanan, ya … "
Noelle mengangguk dan melihat ke arah Cryll dan Norman.
Seperti yang ia pikirkan, mereka berdua juga memiliki cara mereka sendiri untuk menentukan arah.
Norman menggunakan sebuah botol kaca yang ia putar di tanah, sedangkan Cryll memakai kerikil yang ia jentikkan dengan jarinya sambil menutup mata.
Semuanya mengarah ke kanan. Mereka saling menatap sejenak, lalu mengangguk secara bersamaan. Setelah itu, ketiganya langsung berlari memasuki gua yang ada di kanan, tanpa mengetahui apa yang sebenarnya ada di sana.
...****************...
"Gua yang normal … Aku harap apa yang ada di sini juga normal seperti kelihatannya … "
Cryll diam-diam mengeluh saat dia melihat punggung Noelle dan Norman yang tengah menyelidiki sekelilingnya.
Jalan yang telah mereka bertiga buat sebelumnya, yaitu gua yang mengarah ke kanan, tampaknya cukup normal.
Itu adalah sebuah gua besar yang gelap dan dipenuhi stalaktit yang meneteskan air asin.
Hanya berdasarkan informasi itu saja sudah cukup bagi mereka bertiga untuk mendaoatkan kesimpulan tentang di mana mereka berada. Ini adalah dungeon bawah laut, setidaknya mereka yakin akan hal itu.
Sementara Noelle dan Norman masih menyelidiki sekitarnya, Cryll menyadari sesuatu yang aneh mulai terjadi.
Itu adalah gundukan batu dengan posisi yang tak wajah tepat di depan kaki Noelle. Bukan hanya posisinya yang tak wajar, tapi pada bagian dasar batu itu juga terlihat menempel, tapi juga tak melekat pada tanah di bawahnya.
Secara alami, Cryll tahu apa itu.
" … Noelle … Kurasa kau harus mundur dari sana segera."
Noelle berbalik dan memiringkan kepalanya dengan bingung pada Cryll, tapi itu sudah terlambat. Satu kakinya sudah menginjak batu itu, dan batu yang diinjak itu tampak tenggelam ke tanah.
Tepat seperti dugaan Cryll, itu adalah suatu tombol yang mungkin akan mengaktifkan perangkap.
Noelle juga menyadarinya, dan dia dengan mata kosongnya menatap ke tanah tempat ia berpijak.
"Minus satu poin untukmu, kurasa," ucap Norman sambil bersiap dengan senjatanya.
Sebuah lingkaran sihir berukuran besar kemudian muncul. Cahaya yang menyilaukan mulai keluar dari sana, membuat pandangan mereka sedikit terbutakan.
Tak lama kemudian, muncullah segerombolan musuh. Itu adalah sekelompok undead berjenis skeleton.
" … Hanya ini? "
"Tunggu, kenapa bisa ada undead di sini? "
"Lupakan tentang itu. Mereka hanya sekelompok skeleton, bukanlah hal yang sulit untuk menghabisi mereka."
Cryll maju sambil menarik pedangnya, tapi segera dihentikan oleh Noelle.
"Apa? "
Noelle menggelengkan kepalanya sejenak, dan mengerutkan keningnya. "Coba pikirkan, kenapa bisa ada undead di sini? Padahal, kita ada di dungeon yang mungkin belum pernah dijelajahi sebelumnya. Dari mana mayat-mayat itu berasal? "
Pada dasarnya, undead tidak mungkin muncul dengan sendirinya. Butuh katalis untuk menciptakan mereka. Tulang belulang manusia sebenarnya sudah cukup untuk menciptakan satu skeleton, tapi … Dengan jumlah sebesar ini, Noelle tidak bisa membayangkan berapa banyak katalis yang harus digunakan untuk menciptakannya.
"Lupakan tentang itu. Kita ada di dungeon, apa saja bisa terjadi. Apa kau ingat pohon yang menumbuhkan kepala sebagai buahnya itu? Itu tidak masuk akal, 'kan? "
" … Kurasa kau benar."
Logika Noelle anehnya tidak dapat berfungsi dengan baik di tempat ini. Dia benar-benar menjadi bingung karena semua hal aneh yang terus terjadi di sekitarnya
Noelle menarik Langen dari sarungnya, dan berniat menyerang bersama Cryll.
Musuhnya hanyalah sekawanan skeleton biasa, mereka adalah monster dengan kekuatan yang bahkan jauh lebih lemah dari seekor goblin. Ini bukanlah masalah besar.
(Benar, ini bukan masalah.)
Noelle berusaha meyakinkan dirinya sendiri, dan mulai bersikap untuk menyerang. Tapi, suara teriakan peringatan dari Norman tiba-tiba membuatnya tersadar.
"Tidak! Jangan mendekati mereka! "
Norman segera menarik kerah baju Cryll, dan membuatnya menjauh dari kawanan skeleton itu. Melihatnya, Noelle sontak ikut menurunkan senjatanya sendiri dan melompat mundur ke posisi yang sama dengan Norman.
"Apa yang kau lakukan?! "
Hanya dari suaranya saja Norman sudah sadar kalau Cryll cukup marah. Tapi, itu tidak bisa menjadi alasan untuk membiarkannya mendekati para skeleton itu.
"Jangan mendekati mereka. Mereka masih belum selesai."
Begitu Norman mengatakannys, berbagai informasi mulai memasuki kepala Noelle.
Noelle melebarkan matanya dan hampir saja tertawa mencela diri ketika menyadari kelalaiannya. Bagaimana bisa dia tidak menyadarinya? Aliran sihir yang mencurigakan itu, semua sangat jelas. Lingkaran sihirnya masih ada, dan energi sihir dalam jumlah besar masih disuntikkan kepada para skeleton.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku punya firasat buruk … "
Noelle diam-diam menurunkan senjatanya dan bersiap untuk segala kemungkinan, sedangkan Cryll yang sudah lepas dari cengkeraman Norman juga meningkatkan kewaspadaannya.
Tak lama kemudian, para skeleton mulai mengangkat tangan mereka setinggi tulang rusuk bawah mereka, dan suatu cahaya mulai menampakkan diri di tangan itu.
Cahaya asing itu berkumpul dan memanifestasikan dirinya di tangan para skeleton. Dan ketika manifestasinya selesai, mereka bertiga hanya bisa memasang senyum kaku sambil memberikan tatapan tak percaya.
"Apa-apaan itu … Bagaimana mereka bisa memilikinya? "
Apa yang ada di tangan para skeleton itu adalah senjata. Tapi, itu bukanlah senjata normal seperti pedang atau tombak. Melainkan senapan mesin yang tampaknya memiliki fungsi penembakan yang otomatis dan kapasitas peluru yang besar.
"Oke, ini mulai menakutkan."
"Kau tahu? Aku tidak pernah menyangka kalau mimpi burukku saat masih kecil akan menjadi kenyataan tepat pada hari ini."
Noelle dan Norman yang memahami kekuatan serangan senjata itu seketika mundur beberapa langkah sambil mengambil posisi untuk melarikan diri. Sementara itu, Cryll tidak terlalu mengerti dengan jenis senjata modern, jadi dia masih diam terpaku tanpa menyadari bahaya yang akan segera datang.
Bunyi klik muncul, Noelle dan Norman seketika melarikan diri dengan kecepatan penuh ke arah mereka datang sebelumnya. Dan tentu saja, Noelle juga tak akan melupakan Cryll.
Rantai darah yang Noelle ciptakan langsung mengikat Cryll dan dengan paksa membawanya pergi.
"Sebaiknya kita ingat untuk tidak melakukan cara konyol itu untuk menentukan arah! "
"Aku bawa kompas! Seharusnya kita pakai itu tadi! "
Sementara suara tembakan masih bergema tepat di belakang mereka, keduanya telah melarikan diri dengan kecepatan yang mereka sendiri mungkin tidak akan menduganya.
Karena akan sulit untuk terus membawa Cryll dalam posisi itu, Noelle akhirnya melepaskan Cryll. Dia pun ikut melarikan diri tanpa mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Bahkan meskipun mereka telah melarikan diri sejauh mungkin dari tempat itu, tampaknya para skeleton masih mengejar. Suara tembakan dari rentetan peluru terus bermunculan, dan Noelle sadar kalau jaraknya dengan para skeleton tidak terlalu jauh.
Akhirnya, dia mengeluarkan dua gelang hitam dari gudang spasialnya dan memberikan satu pada Cryll, sementara satunya dia pakai sendiri.
"Pakai ini, dan gunakan《Accel》padaku! "
"Ini … Proto apalah itu? Apa kau yakin?! Aku yakin aku sudah mengatakannya, tapi menggunakan《Accel》di tempat sempit seperti ini bukanlah ide yang bagus! "
"Katakan itu jika kau mempunyai sesuatu yang bisa menahan peluru yang cepatnya melebihi kecepatan suara! "
Tentu saja Cryll tidak memiliki sesuatu seperti itu. Mungkin pertahanan Geist mampu melindunginya, tapi Cryll ragu kalau Geist sanggup menahan rentetan serangan dari sesuatu yang berkecepatan suara seperti semua peluru itu.
"Ahh! Baiklah! Baiklah! Jangan salahkan aku jika sesuatu terjadi! "
Cryll langsung memasang gelang itu di tangannya, dan di saat yang sama juga bersiap untuk mengaktifkan《Accel》.
"《Accel》"
Gelombang sihir berwarna keunguan mulai mengalir keluar dari tubuh Noelle, dan Noelle seketika berhenti bergerak.
《Accel》sudah diaktifkan padanya, dan kini otaknya telah bekerja dengan akselerasi yang mengerikan.
(Bagus, dengan ini aku bisa melakukannya.)
Dia mengangguk pada dirinya sendiri, lalu menarik Langen yang telah berubah bentuk menjadi sebuah pedang satu tangan yang normal. Ukurannya tidak terlalu panjang, tapi juga tidak terlalu pendek. Itu diatur agar sesuai dengan luas gua yang sempit ini.
Noelle maju dan mendekati semua peluru itu dalam satu langkah, kemudian mengayunkan pedangnya untuk menyingkirkan semua peluru itu dalam satu gerakan.
Setelah itu, ia langsung menonaktifkan fungsi《Accel》. Semua telah kembali dengan normal, dunia kembali memiliki warnanya.
Semua peluru yang sebelumnya ditembakkan pada mereka kini jatuh berhamburan di tanah.
Bahkan tanpa Noelle menggunakan《Accel》sekali pun, dia masih bisa menyingkirkan peluru yang bergerak dengan melebihi kecepatan suara. Hanya saja, ia ragu kalau ia bisa menghentikan banyak peluru sekaligus.
"Noelle! Langit-langitnya! "
Teriakan dari Cryll membuatnya kembali tersadar. Noelle melihat ke atas, dan seketika mendapatkan puing batu yang menimpa wajahnya.
Dia tidak merasakan sakit apa pun, tapi guncangan yang diterima otaknya cukup membuatnya syok sehingga Noelle tak bergerak untuk sesaat.
Sementara itu, beberapa puing batu lain mulai berjatuhan.
Cryll dan Norman secara bersamaan maju demi menyelamatkan Noelle. Cryll menarik kerah baju Noelle dengan benang pengait yang ia sembunyikan, dan Norman menggunakan penguatan pada kakinya sehingga ia bisa menendang semua puing-puing itu ke arah lain.
Bebatuan yang Norman tendang tentunya tak diarahkan secara sembarangan. Norman dengan hati-hati membidik tepat pada lorong batu yang sangat panjang itu, dan memblokirnya hanya dengan memanfaatkan puing batu yang ada.
Namun, Norman rasa itu masih belum cukup. Dia kembali menggunakan penguatan pada tubuhnya, dan melemparkan sebuah batu berukuran genggaman pada dinding yang dibuat dari puing batu itu.
Dinding itu seketika runtuh, dan gelombang kejut yang dihasilkan membuat semua puing batu yang menyusun dinding itu seketika terpental jauh ke depan, menabrak tepat pada kerumunan skeleton yang mengejar mereka.
Skeleton yang menerima lemparan batu itu seketika hancur, dan tulang mereka berserakan. Senjata mereka juga berjatuhan sehingga membuat formasi skeleton itu berantakan.
Norman berniat menggunakan kesempatan itu untuk lari, tapi ia justru menerima rentetan tembakan timah panas dari para skeleton yang tersisa.
Sihir penghalang fisik yang ia miliki tampaknya tidak cukup untuk menghentikan kemampuan penetrasi dari senjata modern, jadi Norman hanya bisa dengan panik menggerakkan tubuhnya agar semua peluru itu meleset.
"Norman! Cepat ke sini! "
"Baiklah! "
Norman merespon panggilan Cryll, lalu mengambil satu kerikil yang ada di hadapannya.
Dia memegang kerikil itu dengan posisi tangan seolah ingin menjentikkannya.
Lingkaran sihir, dan kilatan muncul di tangannya, rambut cokelatnya sedikit demi sedikit mulai terangkat ke atas karena aliran listrik yang ada di tubuhnya, dan matanya semakin menyipit tajam ketika ia membidik para skeleton itu.
Dia sudah mengacaukan formasi skeleton itu sebelumnya, jadi seharusnya ini akan berhasil. Para skeleton butuh waktu untuk kembali mengatur formasi setelah kehilangan banyak anggota mereka.
"Bahkan jika mereka membawa senapan sekali pun, mereka tetaplah sekumpulan tulang yang lemah! "
Dengan teriakan itu, Norman melepaskan tembakannya menggunakan satu kerikil.
Kerikil itu seketika melesat, menciptakan kilatan cahaya yang mengikuti di belakangnya layaknya sebuah after image.
Dinding dan langit-langit batu yang dilewati kerikil itu mulai bergetar, dan perlahan runtuh. Tapi, setidaknya itu tidak akan terjadi sampai semua skeleton yang tersisa menerima hantaman yang sangat kuat dari satu kerikil yang Norman tembakkan itu.
Kerikilnya menabrak salah satu skeleton, dan seketika meledakkannya hingga hancur lebur. Gelombang kejut yang dihasilkan juga ikut menghancurkan skeleton lainnya, bersama dengan dinding dan langit-langit yang mulai runtuh.
"Cepat ke sini! "
"Baiklah! "
Tersenyum dengan penuh kemenangan sejenak, Norman kemudian berbalik dan berlari mengejar Cryll.
"Di mana kalian?! "
Tidak peduli ke mana Norman berlari, dia tak dapat menemukan sosok Cryll atau bahkan Noelle. Deteksinya juga tidak dapat menjangkau mereka.
"Maju tujuh langkah dari tempatmu berdiri, dan melompatlah ke kiri! Ini jalan rahasia yang baru kami temukan! "
"Tujuh langkah … "
Norman melakukan semuanya tepat seperti yang Cryll instruksikan. Hingga akhirnya, is melompat ke dinding yang ada di sebelah kirinya, dan mendarat tepat di sebuah gua yang agak berbeda dari tempat sebelumnya.
Di sana, ia melihat Cryll yang sedang membantu Noelle bersandar pada dinding.
"Apa kalian baik-baik saja? " tanya Norman.
Cryll mengangguk, dan menjawab, "Aku baik-baik saja, tapi … Noelle bertingkah aneh."
"Aneh? "
Norman memiringkan kepalanya dengan bingung, dan melihat pada Noelle.
Di sana, Noelle terlihat sedang diam menatap langit-langit dengan mata kosong.
"Apa kejadian tadi membuat otaknya rusak? "
"Haruskah aku memukul kepalanya? "
"Tolong jangan, dia akan semakin parah jika kau melakukan itu."
Mereka berdua menghabiskan waktu selama beberapa saat untuk mendiskusikan apa yang harus mereka lakukan pada Noelle, tapi tampaknya itu sudah tidak perlu.
Noelle kembali sadar dengan sendirinya, dan mulai memijat pelipisnya sendiri. "Sialan, pengelihatanku berkunang-kunang … Rasanya aku bisa merasakan ada sesuatu yang menyentuh otakku secara langsung … "
"Itu perumpamaan yang cukup mengerikan, jadi tolong hentikan.
"Hmm? Kalian … "
Dia diam sejenak saat melihat Cryll dan Norman. Cryll mulai curiga apakah Noelle kehilangan ingatannya atau sesuatu, tapi kemudian ia sadar kalah dirinya telah mengkhawatirkan sesuatu yang bodoh.
Butuh waktu hingga kesadarannya kembali sepenuhnya. Noelle langsung menyipitkan matanya untuk mempercepat proses perbaikan pengelihatan. Setelah itu, dia langsung menokeh pada Cryll dan Norman.
"Apa yang terjadi pada sekumpulan tulang sialan itu? "
Cryll menoleh pada Norman, dan menunggu jawabannya juga. Tapi, Norman justru memberikan jawaban yang sedikit melenceng dari harapan mereka.
"Aku tidak tahu apakah mereka semua mati atau tidak, tapi … Aku sudah menimpa mereka dengan batu dan menutup jalannya. Seharusnya kita aman."
Memang sedikit berbeda dari harapan Noelle dan Cryll, tapi mereka berdua tidak dalam posisi bisa mengeluh mengingat mereka sendiri tidak melakukan apa pun selain melarikan diri.
"Kerja bagus karena sudah menahan mereka," ucap Noelle sambil berusaha bangun.
Satu tangannya disandarkan pada dinding, dan tangan yang lain memegangi kepalanya sendiri yang terasa sakit saat ia mencoba berdiri untuk pertama kalinya setelah beberapa waktu.
"Sudah lama aku tidak merasakan sakit kepala ini … Kurasa tertimpa bebatuan adalah hal yang mengerikan bahkan jika kau tidak bisa merasakan sakit sekali pun."
Sakit kepala itu berasal dari otaknya yang mendapatkan guncangan hebat dari kuar, jadi kemampuan peniadaan rasa sakit sama sekali tidak berfungsi padanya.
Sekarang Noelle memikirkannya, mungkin peniadaan atau resistensi rasa sakit hanya akan menetralisir rasa sakit yang didapat dari luar. Jadi, jika ada sesuatu yang membentur kepalanya dan membuat otaknya berguncang hebat, dia masih akan tetap merasakan dampaknya.
"Ughh … Benar-benar menjengkelkan."
Menyadari kalau dia tidak akan bisa bangun dalam waktu dekat, Noelle kembali duduk, dan berniat untuk bersandar.
Namun, saat ia mencoba menyandarkan punggungnya ke dinding di belakangnya. Ia langsung tenggelam ke sana.
Gelap, tidak ada apa pun di sana. Hanya kegelapan total. Dan secara perlahan, segala sesuatu menjadi semakin jelas.
Dia kini ada di sebuah ruangan, yang dicat dengan warna kuning kehijauan. Ruangan yang kosong, tak ada apa pun di sana. Benar, tak ada apa pun, selain dinding, dinding, dan dinding.
Hanya ada dinding, tersebar di seluruh tempat, layaknya sebuah labirin.
Noelle dengan cemas memperhatikan sekelilingnya, hanya untuk terjatuh tanpa daya dengan helaan napas pasrah yang keluar dari mulutnya.
"Setelah skeleton dengan senapan … Kali ini justru backroom, huh … Aku sendiri di sini … Aku harap setidaknya Cryll dan Norman mau menemaniku … "
Harapannya seketika terkabul, seolah ada seorang dewa pengabul harapan yang berdiri tepat di sampingnya, dan langsung mengabulkan harapannya.
Cryll dan Norman langsung muncul dari udara kosong, dan terjatuh ke lantai dengan bunyi yang cukup keras.
" … Kalian baik-baik saja? "
Noelle bertanya dengan itikad baik karena ia cukup khawatir dengan kondisi mereka berdua. Dan hasilnya …
"Sialan! Apa-apaan itu?! Kenapa bajingan itu membawa kita ke sini! Aku tidak mau terjebak lagi! Tolong bawa aku keluar! "
"Noelle … Bisakah kau berhenti mengharapkan sesuatu yang tidak masuk akal? "
" … Memangnya … Apa yang terjadi pada kalian? "
Noelle sudah memiliki firasat tentang hal ini, tapi ia tetap bertanya. Baginya, ini sama saja seperti tindakan bunuh diri. Menanyakan hal ini pada mereka berdua sama artinya dengan memicu kemarahan seorang bayi yang memegang detonator pengaktifan bom nuklir.
"Kenapa kau tidak pikirkan saja sendiri?! "
Cryll tampaknya tidak memiliki niat untuk memberi tahu Noelle tentang hal itu. Hasilnya, Norman berbicara menggantikannya.
"Tepat setelah menghilangnya dirimu, sebuah informasi muncul di kepala kami. Itu adalah harapanmu yang ingin kami ikut terjebak di sini."
"Ahh … Bagaimana aku harus mengatakannya … Maaf, kurasa … "
...****************...