![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Keesokan harinya, Chloe akhirnya bangun.
Noelle, Olivia, serta Charlotte berkumpul di kamar mereka dan mulai menanyai keadaan Chloe.
" … Aku tidak merasa ada yang berbeda … ", jawab Chloe dengan sedikit linglung.
Dia telah tertidur selama 2 hari penuh, namun dia terbangun tanpa masalah apapun seolah memang tidak ada yang terjadi padanya.
(Syukurlah tubuhnya tidak terpengaruh karena hal itu … Tapi … Kenapa Brackas masih belum bangun juga …?)
Noelle bertanya-tanya dengan sedikit keheranan. Meskipun Chloe telah bangun tanpa masalah, namun Brackas sama sekali belum menyelesaikan evolusinya.
Dalam ingatan Noelle tentang evolusi monster, biasanya monster yang diberi nama dan sang pemberi akan bangun disaat yang bersamaan ketika mereka berevolusi.
Dan dalam kasus yang cukup jarang, monster akan menyelesaikan evolusi mereka lebih dulu dibandingkan si pemberi nama.
Itu bisa terjadi karena perbedaan dalam kapasitas mana milik mereka.
(Apakah itu artinya … Kapasitas mana milik Chloe jauh lebih kecil dibandingkan Brackas? Maka itu masuk akal … )
Jika kesimpulan Noelle benar, maka akan butuh waktu yang lebih lama bagi Brackas untuk terbangun sambil terus menyerap energi sihir milik Chloe yang telah beregenerasi dengan cepat.
Lagi-lagi Noelle hampir melupakannya, tapi Chloe adalah manusia yang ia ubah menjadi vampir dengan darahnya sendiri, jadi kapasitas mana milik Chloe seharusnya telah menjadi lebih besar daripada manusia normal.
Namun anehnya itu tidak terjadi pada Chloe. Memang ada peningkatan pesat pada kekuatan fisik dan pengendalian skill-nya, namun peningkatan pada kapasitas mana milik Chloe sangat sedikit. Terlalu sedikit sampai-sampai Noelle sempat melupakan kalau ia telah mengubah Chloe menjadi vampir.
(Yahh … Ayo berharap agar itu baik-baik saja … )
Noelle diam sejenak, lalu dia kembali berbicara dengan ceria.
"Nah, Kalau begitu tidak akan ada masalah. Chloe baru saja bangun, jadi ada baiknya jika dia beristirahat untuk beberapa waktu"
Olivia dan Charlotte mengangguk setuju setelah mendengar keputusannya.
"Baiklah, lalu … Apa yang akan kalian lakukan setelah ini? ", tanya Noelle sambil memiringkan kepalanya.
Olivia dan Charlotte berpikir sejenak, namun akhirnya mereka sepakat untuk tetap tinggal di penginapan sambil merawat Chloe.
Olivia mengaku ia ingin melatih beberapa kemampuannya sehingga akan berguna untuk pertarungan, sementara Charlotte tetap di penginapan karena dia tidak tahu harus apa jika ia keluar.
"Kalau begitu, aku akan keluar sebentar … Aku akan kembali saat sore nanti … Mungkin"
"Nn, kalau begitu … Hati-hati", ucap Olivia sambil tersenyum lembut.
...****************...
"Dilihat secara menyeluruh … Kota ini benar-benar lebih kecil dibandingkan dengan kota Suiren … "
Komentar ringan itu datang dari Noelle yang dengan santai melangkahkan kakinya sambil melihat-lihat sekelilingnya dengan penuh perhatian.
Tangan kanannya sedang memegang apel merah yang sudah setengah digigit sementara matanya dengan fokus tertuju pada semua tempat di kota.
(Aku penasaran apakah ada perpustakaan di sini … )
Tidak ada hiburan sama sekali di dunia ini, jadi Noelle yang benci rasa bosan benar-benar merasa tersiksa.
Jika ia tidak sedang dalam misi yang diberikan guild, sebagian waktu luangnya akan ia habiskan dengan berlatih atau membaca buku. Dan jika ia memiliki waktu luang yang lebih banyak lagi, ia akan masuk ke kasino untuk berjudi.
Noelle sedang dalam suasana hati yang tidak bersemangat untuk berjudi, jadi ia mencari pelampiasan lain dengan pergi ke perpustakaan.
Setidaknya itulah yang ia lakukan ketika dia berada di kota Suiren. Tapi saat ini ia sedang ada di kota lain dan sedang dalam misi, jadi ia tidak bisa sembarangan mengambil permintaan apapun dari guild.
Noelle berkeliling jalanan utama kota untuk beberapa saat namun—
"Seperti yang ku duga … Perpustakaan sebesar itu hanya ada di kota besar seperti Suiren, huh … Yahh, setidaknya ada beberapa toko buku di sini"
Noelle dengan kecewa menghela nafas dan memasuki salah satu toko buku yang ia temukan saat berkeliling tadi.
Begitu ia memasuki toko, seketika aroma khas dari kertas tua mulai memasuki hidungnya yang sensitif.
Noelle sempat bersin sedikit karena ia menghirup debu saat ia sedang menikmati aroma kertas tua itu.
" ……… "
Noelle tidak bisa menahan untuk melebarkan matanya dengan takjub begitu ia melihat isi ruangan.
Ruangan itu tidak begitu luas, justru akan lebih tepat untuk mengatakan kalau ruangan itu cukup sempit sehingga hanya 2 orang yang bisa melewati lorong pada saat yang sama.
Noelle tanpa sadar melonggarkan bibirnya dan tersenyum kecil begitu ia melihat pemandangan yang mungkin tidak akan bisa ia dapatkan di bumi.
Ada tumpukan buku yang diletakan sebuah meja yang cukup besar, namun bahkan tumpukan buku itu hampir memenuhi meja sehingga Noelle hampir tidak menyadari seorang pria tua berkacamata yang sedang duduk sambil menulis di sebuah buku tipis.
Pria tua itu menatap Noelle dan kemudian tersenyum ramah. Noelle tidak bisa menahan senyumnya dan membalas sapaan pria tua itu.
Sama sekali tidak ada pembicaraan diantara mereka, namun Noelle dengan suasana hati yang baik lanjut berjalan menelusuri lorong-lorong yang tercipta diantara barisan rak-rak buku yang tersusun rapih.
Aroma dari kertas tua dan kayu-kayu rak yang lembab itu terasa sangat alami dan menenangkan untuk Noelle. Ditambah dengan suasana tenang berkat sepinya pengunjung yang datang semakin membuat Noelle bersemangat dan hampir membuatnya berpikir untuk tinggal di sini untuk selamanya.
(Tentu saja itu hanya bercanda)
Noelle tersenyum masam dan kembali mengalihkan pandangannya untuk melihat barisan buku-buku yang tertata rapih di rak kayu usang itu.
(Tidak ada yang menarik … Kurasa aku akan mengambil buku secara acak)
...****************...
"Sama sekali tidak ada, huh … Yahh, aku sudah menebak itu … Tidak mungkin informasi yang ku inginkan bisa ada di tempat ini"
Setelah beberapa jam duduk dan membaca banyak buku, Noelle akhirnya menghela nafas lelah dan melirik ke tumpukan buku yang ada di meja tepat di hadapannya.
Di depan kursi yang diduduki Noelle saat ini adalah sebuah meja dengan ukuran yang cukup besar sehingga seorang pria dewasa bisa berbaring di atasnya.
Namun meja yang besar itu terasa sangat sempit karena tumpukan buku yang diletakan di atasnya secara sembarangan.
Tumpukan buku itu adalah semua buku yang sudah dibaca Noelle di toko itu. Hanya dalam beberapa jam, Noelle telah menamatkan belasan hingga puluhan buku.
Itu semua berkat kecepatan proses pikirannya dan buku-buku yang dia baca kebanyakan sangatlah tipis sehingga bahkan seorang anak bisa menamatkannya dalam beberapa menit.
Meskipun dia telah menamatkan banyak buku dalam waktu singkat, Noelle dengan kecewa menjatuhkan bahunya dan mengembalikan semua buku itu ke tempatnya.
Dari semua buku yang ia baca, sama sekali tidak ada buku yang mencantumkan informasi yang dia inginkan.
Yah, Noelle berpikir itu wajar. Lagipula jika informasi yang dia inginkan benar-benar ada, itu tidak akan berada di toko kecil seperti ini.
Informasi yang diinginkan Noelle bukanlah sesuatu yang bisa dengan mudah ia dapatkan. Sebaliknya, informasi itu pastilah sangat rahasia dan hampir tidak ada siapapun yang mengetahuinya.
(Ini merepotkan … Aku harus mencari itu segera … Lebih cepat lebih baik)
Noelle menyembunyikan ekspresi wajahnya yang dengan jelas menunjukkan ketidaksenangan, lalu berjalan menuju pria tua berkacamata yang tampaknya seorang pemilik toko tersebut.
"Terimakasih karena telah mengizinkanku 'bermain' di sini … Aku akan pergi sekarang"
"Hmm? Ohh, anak muda yang barusan … Tidak masalah, datang lagi kapan saja kau mau"
Pria tua itu dengan ramah tersenyum pada Noelle dan berdiri untuk memberinya kartu nama.
"Terimakasih"
Awalnya Noelle harus membayar biaya sewa agar dia bisa membaca buku di tempat tanpa harus membelinya, namun pria tua itu melihat Noelle begitu asik membaca tumpukan buku sehingga saat Noelle ingin membayarnya, pria tua itu justru tersenyum senang dan mengizinkan Noelle untuk tinggal lebih lama tanpa membayar.
(Sungguh, ada banyak orang baik di dunia ini … Meskipun jumlah orang jahat juga tidak kalah)
Senyum Noelle tiba-tiba menghilang.
Ia kembali memikirkan buku-buku yang sempat ia baca di toko tadi. Kebanyakan buku itu adalah biografi tua dan sejarah-sejarah yang telah Noelle ketahui, ada juga beberapa buku mantra sihir yang menarik untuk dicoba, namun sama sekali tidak ada buku yang memiliki informasi yang dicari Noelle.
Alasan Noelle terkesan sangat tergesa-gesa dalam mencari itu karena informasi itu bisa saja menjadi penyelamat hidupnya dan Olivia.
Informasi yang dia inginkan adalah 'mantra sihir yang mampu membuatnya melakukan perjalanan antar-dunia'.
Noelle sudah lama menyadari ini, tapi … Dunia tempat dia tinggal saat ini sama sekali tidak aman. Ada banyak kejadian mengerikan yang bahkan dilupakan dalam sejarah, dan ada semakin banyak marabahaya yang akan terjadi di masa depan.
Untunglah dia mengetahui itu karena Anastasia entah bagaimana dengan senang hati memberinya informasi penting itu. Ditambah pertemuannya dengan Isis di dalam mimpinya yang akhirnya juga memberi Noelle informasi penting tentang segel raja iblis atau sesuatu seperti itu.
Karena itulah, Noelle bertanya-tanya mengapa seorang dewa seperti Anastasia dengan senang hati membocorkan informasi penting itu padanya.
Apa tujuan Anastasia dan Isis memberitahunya itu semua? Apakah itu karena mereka ingin Noelle membantu menyelamatkan dunia karena dia memiliki kekuatan seorang raja vampir? Itu adalah kemungkinan terkuat yang dimiliki Noelle.
Karena dia berpikir kalau dia akan dimanfaatkan untuk menyelamatkan dunia, Noelle jadi ingin melarikan diri. Dia sama sekali tidak tertarik dengan gelar sebagai pahlawan yang menyelamatkan dunia.
Adalah hal yang konyol untuk menyia-nyiakan hidupnya untuk tujuan yang mustahil seperti itu.
Kehormatan? Dipuja sebagai pahlawan? Atau berakhir dengan kebahagiaan dan bergelimang harta? Noelle sama sekali tidak tertarik dengan itu. Lagipula semua itu adalah hal-hal yang baru akan ia dapatkan jika tujuannya menyelamatkan dunia telah tercapai.
Jika ia gagal, ia tidak akan mendapatkan semua itu. Melainkan hanya berakhir dengan menyedihkan di medan perang dengan tangan yang berlumuran darah dan dosa.
Tentu akan bagus jika ia berhasil, namun ada kemungkinan mengerikan lainnya yang bisa terjadi di antara semua kebahagiaan itu.
Dia bisa saja dikhianati dan dibuang setelah tugasnya terpenuhi. Jika begitu, itu tidak ada bedanya dengan berakhir menyedihkan di medan perang.
Dari semua rute yang telah Noelle pikirkan, ada terlalu banyak 'bad end' dibandingkan 'happy end' sekalipun itu adalah rute kemenangan yang dimana ia mencapai perannya sebagai pahlawan.
Kenapa dan bagaimana dia harus bertarung melawan sosok tirani raja iblis yang bahkan telah menguasai dunia selama 300 tahun? Lalu kenapa dan bagaimana dia harus berjuang melawan musuh-musuh yang tidak jelas asal-usulnya yang bahkan ras kuno seperti dragonoid saja gagal mengalahkannya dan harus mengorbankan diri mereka? Itu semua tidak ada artinya.
Hanya ada kemungkinan mengerikan yang bisa Noelle pikirkan.
Karena itulah ia ingin melarikan diri ke dunia lain bersama Olivia. Noelle entah bagaimana yakin kalau ada dunia lain lagi yang berbeda dengan bumi dan lebih aman dari dunia tempat dia tinggal saat ini. Jika ia bisa melarikan diri ke tempat itu, maka setidaknya ia bisa menikmati hidup abadi dengan tenang tanpa terganggu.
Tujuan itu mungkin terkesan egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri, namun apa salahnya menjadi egois jika itu bisa menyelamatkan hidupnya?
Mungkin hanya Anastasia yang ingin dia membantu menyelamatkan manusia, Noelle sama sekali tidak menaruh kecurigaan terhadap Isis.
Bahkan Noelle sendiri merasa bingung tentang mengapa ia begitu lengah di hadapan Isis.
Noelle memandang langit yang mulai gelap dan terus berjalan, namun ia merasakan kejanggalan yang sangat jelas di jalanan ini.
( ……… Aku tersesat lagi … )
Noelle dengan jengkel menggaruk kepalanya dan berjalan memutar untuk kembali ke jalanan utama.
Akan berbahaya jika ia terus maju di jalanan itu. Lagipula tempat yang baru saja ia lewati adalah daerah kumuh. Jalanan di wilayah itu sangatlah sepi, namun Noelle bisa dengan jelas merasakan puluhan keberadaan manusia sedang mengawasinya.
Noelle dengan perasaan berat hati berusaha menyeret kakinya melewati daerah itu, dia bahkan tidak repot-repot menutupi ekspresi kesalnya.
"Aduh- Hei! "
Saat dia sedang melangkah menyusuri jalanan yang sudah cukup ramai dengan orang, Noelle tanpa sadar menabrak seseorang.
Dari yang terlihat, dia adalah seorang bocah laki-laki dengan pakaian usang dan rambut acak-acakan serta tubuh yang kotor.
"Ahh, maaf … Aku tidak melihatmu"
Noelle mengulurkan tangannya untuk menolong bocah laki-laki yang baru saja ia tabrak.
Bocah laki-laki itu terjatuh dan terduduk di tanah sambil mengerang kesakitan, lalu tangannya dengan cepat meraih tangan yang diulurkan Noelle.
Bocah itu berdiri dan mengeluarkan ekspresi kesakitan, lalu dia berteriak dengan marah:
"Lihat-lihat kalau jalan! "
Setelah meneriakkan itu, bocah itu langsung berlari.
"Dia payah", ucap Noelle tanpa repot-repot menyembunyikan senyuman liciknya.
Noelle memasukkan tangannya ke kantung bajunya lalu mengeluarkan sebuah dompet.
Begitu Noelle memeriksa isi dompetnya, ia tanpa sadar melebarkan matanya dan tersenyum.
"Heee~? 5 keping koin emas, ya … Kau memiliki hasil buruan yang bagus, bocah"
"Yahh, bahkan jika kau memiliki hasil buruan yang bagus, aku sudah merampas hasil buruanmu sih", ucap Noelle tanpa menghilangkan senyumnya.
Dompet yang ia pegang bukanlah dompetnya. Noelle merampas dompet itu dari bocah laki-laki yang ia tabrak tadi.
Lagipula bocah tadi juga seorang pencuri.
Noelle hanya mencuri dari pencuri.
Bocah tadi juga berniat merampas barang Noelle, namun sangat disayangkan karena gerakan tangan Noelle jauh lebih cepat dan ahli daripada bocah itu.
Alhasil, Noelle mendapatkan uang itu tanpa kehilangan sepeserpun sedangkan bocah tadi sedang menangis karena kehilangan uang hasil buruannya.
Alasan Noelle mengetahuinya cukup sederhana. Jalanan yang ia lewati cukup luas untuk beberapa orang melewatinya secara bersamaan, dan kebetulan jalan itu juga sedang cukup sepi.
Jadi hampir tidak ada alasan bagi bocah itu untuk menabrak Noelle kecuali dia sengaja melakukannya.
"Yahh … Dibandingkan dengan jumlah uangku, ini sangat sedikit, tapi … Ahh sudahlah"
Noelle melemparkan dompet itu ke kantung spasialnya dan lanjut berjalan tanpa rasa bersalah.
"Hmm? Ini … "
Tiba-tiba matanya tertarik pada sesuatu yang berkilau di tanah.
Noelle memungut itu dan melihatnya dari dekat.
(Bukankah anting-anting ini … )
Itu adalah barang yang cukup familiar untuknya.
Itu adalah anting-anting kecil dengan motif sederhana yang terbuat dari perak dan dihiasi permata merah di tengahnya.
"Tidak salah lagi … Haha, tidak ku sangka aku akan menemukan ini di sini", ucap Noelle tanpa menahan senyum masamnya.
"Jadi kalian lewat sini ya … Yahh, tidak heran sih … Lagipula kota ini adalah satu-satunya rute yang menghubungkan dari kota Suiren ke kota berikutnya"
Noelle diam sejenak memandangi anting-anting itu, kemudian dia tersenyum dan lanjut berjalan.
"Sebaiknya ku simpan saja, aku yakin dia tidak sengaja menjatuhkan ini dan sedang menangis karena menyadari ini hilang"
...****************...
[Baca juga ->> 'Sekigan Petals' di NOVELTOON]