[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 67: Manusia (1)



(AN: Maaf, kesehatanku agak memburuk belakangan ini sehingga membuat otakku sulit bekerja, jadi … Yahh … Begitulah … )


...****************...


"Yahh, untuk sekarang sebaiknya kita rahasiakan itu."


Noelle dengan suara pelan memperingatkan Charlotte.


"Ingat, jangan sampai teori liarku itu sampai didengar orang lain, karena itu akan menjadi masalah besar."


Charlotte dengan mata bergetar berusaha menganggukkan kepalanya.


Meskipun Noelle berbicara dengan suara yang hampir tak bisa dibedakan dari biasanya, tekanan yang ia pancarkan saat memperingatkan Charlotte sangat berbeda sehingga membuat Charlotte bergidik.


Charlotte dengan ragu menganggukkan kepalanya dan membuat Noelle seketika tersenyum.


Begitu ia merasa telah berhasil meyakinkan Charlotte, ia langsung kembali pada buku yang ia baca sejak tadi. Tanpa menyadari keberadaan Cryll yang berjalan menghampirinya.


"Yo, apa kau sudah menemukannya? "


Cryll menepuk bahu Noelle dan membuat Noelle tersentak sedikit, ia benar-benar menjadi lengah ketika ia bersemangat seperti tadi.


Namun, kemampuannya dalam berakting cukup bagus untuk langsung memasang wajah datar dan menatap Cryll.


Noelle pun menggelengkan kepalanya dengan ekspresi kecewa.


"Percuma … Kurasa itu adalah jenis monster yang belum terdaftar."


"Begitu ya … Aku juga tidak menemukan apapun, dan aku juga sudah meminta Stella untuk mencari petunjuk di buku tentang serangga, tapi … Sama sekali tidak ada petunjuk."


Mereka berdua menghela napas pasrah begitu mereka selesai berbagi informasi.


Pada malam sebelumnya, mereka sempat bertengkar hebat karena Noelle 'menumbalkan' namanya sebagai pelaku. Tapi, hari ini mereka bertindak dengan normal seolah tidak ada apapun yang terjadi pada malam itu.


Charlotte yang melihat tingkah mereka mau tak mau membuat senyum masam karena itu mengingatkannya pada pertengkaran anak-anak.


"Masih ada kemungkinan kalau Terneth menyembunyikan sesuatu, tapi … Untuk sekarang kita lebih baik terus mencari informasi sebanyak yang kita bisa."


"Ya, aku setuju denganmu."


Noelle dan Cryll saling menatap dengan mata menyipit, kemudian menganggukkan kepala mereka secara kompak.


Charlotte terlihat kebingungan ketika melihat mereka berdua, tapi ia mengabaikannya dan ikut mencari beberapa informasi dengan membaca beberapa buku yang telah Noelle pinjamkan padanya.


"Ngomong-ngomong … Apa itu? " tanya Cryll sambil menunjuk piring yang penuh dengan puding.


"Itu puding," Noelle menjawab tanpa melirik nya sedikitpun.


"Terlihat berbeda dari yang pernah kulihat … "


"Yahh, cicipi saja … Tidak ada perbedaan yang mencolok tentang rasanya … Tapi buatan Olivia jelas lebih enak."


Cryll menatapnya dengan kebingungan, kemudian mengalihkan pandangannya pada puding itu.


Noelle meliriknya dan tersenyum masam.


(Kurasa Olivia terlalu bersemangat sehingga membuat porsinya menjadi terlalu besar … )


...****************...


"Ahh, ini percuma! "


Cryll dengan kesal menggaruk kepalanya dan membanting buku yang sejak tadi ia pegang ke meja dengan suara keras.


"Sama sekali tidak ada informasi tentang mereka! Bahkan jika ada, aku cukup yakin kalau informasi itu dirahasiakan oleh pihak Guild atau bahkan Terneth bajingan itu sendiri! "


Cryll dengan frustasi menenggelamkan wajahnya ke meja dan bergumam.


"Jika dia memang mengetahui sesuatu, kenapa dia tidak memberitahu kami … "


Baik Noelle maupun Cryll entah bagaimana yakin kalau Terneth tengah menyembunyikan sesuatu dari mereka.


Mereka berdua tidak memiliki dasar atas kecurigaan itu, tapi insting mereka berkata lain.


Noelle dan Cryll adalah tipe orang yang akan mempertimbangkan dan mematuhi insting mereka, jadi mereka dengan terburu-buru mulai mencari informasi yang disembunyikan itu entah bagaimana.


" … Bahkan Noelle belum menemukan apapun … "


Cryll dengan raut tidak senang menolehkan kepalanya ke belakang dan melihat ratusan buku yang ditumpuk menjadi sebuah benteng.


Meskipun ia benci mengakuinya, tapi Cryll tahu siapa yang lebih baik di antara mereka berdua dalam kemampuan analisis.


Kemampuan sejati Cryll terletak pada kekuatannya dalam pertarungan, serta kecermatannya dalam mengamati situasi. Ia benar-benar tidak terlalu berguna dalam hal analisis informasi.


Lain halnya dengan Noelle, Cryll menganggap ia adalah perwujudan dari 'kesempurnaan' karena ia memiliki banyak kemampuan hebat dalam dirinya.


" ……… Sialan … "


Noelle lebih unggul darinya jika itu tentang kemampuan otak. Bukan berarti Cryll itu bodoh, ia hanya kalah sedikit dari Noelle.


Kemampuan pemahaman Noelle juga hanya 'sedikit' lebih tinggi dari Cryll.


" ……… "


Cryll dengan murung menghela napasnya dan beranjak dari kursinya, lalu berjalan memasuki celah yang terbentuk di antara tumpukan buku-buku itu.


"Hey, aku berniat keluar, apa kau mau ikut? "


Cryll memanggil Noelle dengan suara pelan guna untuk tidak mengganggunya.


Olivia dan yang lain telah pergi meninggalkan perpustakaan, dan hanya mereka berdua yang tersisa sekarang.


Noelle benar-benar tidak bergerak dari posisinya dan dengan fokus terus membaca buku satu per satu, meskipun pada akhirnya ia sama sekali tidak menemukan apa yang ia cari.


Noelle melirik Cryll sejenak, kemudian menolehkan pandangannya pada semua buku yang menumpuk di sekitarnya.


"Ahh, sudah selama ini, ya … Mhmm, aku akan ikut."


Noelle menggosok matanya sejenak, kemudian berdiri.


"Kebetulan, ada satu tempat yang harus kita kunjungi," ucap Noelle sambil merapihkan pakaiannya yang kusut.


"Tempat? "


Cryll bertanya sambil memiringkan kepalanya.


"Mhmm, kita akan mengunjungi pandai besi yang Terneth pilihkan untuk membuat permintaanku," jawab Noelle tanpa basa-basi.


Cryll dengan nada bercanda menunjuk ratusan buku yang menjulang tinggi di belakang Noelle.


Noelle melihat itu dan kembali menatap Cryll dengan wajah datar.


"Sejujurnya aku benar-benar ingin langsung pergi dan meninggalkan tumpukan buku itu begitu saja, tapi … Aku sudah terlanjur menyusunnya, jadi akan kukembalikan sebagian besar buku itu ke rak mereka masing-masing."


Begitu Cryll memperhatikannya lebih dekat, itu semua buku itu disusun dengan rapih berdasarkan dari rak mana Noelle mendapatkannya. Dengan cara itu, Noelle bisa lebih mudah mengembalikan semua buku itu menggunakan kemampuan telekinesis dari Verstand.


Sesaat kemudian, seberkas cahaya terang mulai berkumpul di genggaman Noelle dan membentuk wujud pedang berwarna perak.


Saat itu juga, buku-buku yang ditumpuk itu mulai melayang bebas dan kembali ke rak tempat mereka masing-masing.


Noelle tanpa ragu menceritakan kelemahannya dalam menggunakan kekuatan Verstand, yaitu ia hanya dapat mengendalikan lima objek sekaligus pada saat yang sama.


Namun, ia mampu mengatasi kelemahan itu dengan sistem 'pengelompokan' yang diterapkan Noelle.


Seharusnya Noelle sama sekali tidak menceritakan itu pada Cryll karena terlalu beresiko, tapi ia tanpa ragu tetap menceritakannya.


Lagipula mereka tidak memiliki alasan untuk bermusuhan, sehingga mereka berdua secara alami menjadi lengah.


Setelah beberapa saat menyaksikan pemandangan menakjubkan dari ratusan buku yang melayang memenuhi ruangan dan satu per satu mengisi rak buku yang kosong, Cryll bertepuk tangan ringan sejenak dan mengajak Noelle untuk segera keluar.


Untungnya, mereka telah memasang penghalang yang mampu menghapus keberadaan mereka sehingga tidak ada satupun orang di perpustakaan yang melihat aksi mereka.


Setelah keluar dari gedung perpustakaan, Noelle secara refleks menyipitkan matanya karena silaunya cahaya matahari sore.


Langit yang berwarna oranye terang seketika memenuhi pandangannya segera setelah ia membuka mata.


" … Sepertinya kita terlalu lama di dalam … "


"Mhmm, aku tidak menyadarinya karena terlalu fokus dengan buku yang kubaca … "


Perhitungan mental Noelle menjadi kacau karena pikirannya difokuskan untuk mencari informasi, karena itulah ia tidak menyadari sudah berapa lama ia di sana.


"Baiklah, sekarang … Di mana pandai besi yang kau bicarakan itu? Terneth hanya mengabarimu, jadi aku tidak tahu tempatnya."


Cryll bertanya pada Noelle sambil melihat sekelilingnya.


Area di sekitar mereka mulai sepi dari aktivitas, tapi ini masih terlalu terang untuk mengakhiri aktivitas, sehingga masih banyak orang yang berkeliaran di mana-mana.


"Lokasinya tidak jauh dari sini, kita bisa mencapainya dengan melewati jembatan."


Ucap Noelle sambil membaca peta kecil di tangannya.


" ……… Peta ini cukup detail, dari mana kau mendapatkannya? "


"Aku membelinya saat kita ada di koloseum bawah tanah. Di sana juga ada pasar gelap, ingat? "


Peta yang Noelle beli berisi segala informasi tentang semua bangunan yang ada di distrik pemukiman dan distrik perdagangan secara keseluruhan, jadi Cryll sedikit terkejut saat melihatnya.


Bahkan, di peta itu juga terdapat bangunan yang ditandai sebagai markas guild Assassin yang disamarkan menjadi toko bunga.


Ada juga peta yang mencakup semua bangunan di area kumuh, tapi Noelle tidak membeli yang itu karena ia bisa menjelajahi-nya sendiri nanti.


" … Baiklah, aku tidak tahu tentang harganya, tapi aku yakin itu cukup mahal … Untuk saat ini, ayo pergi."


Cryll dengan wajah membatu berjalan mengikuti Noelle yang menyusuri jalanan sambil melihat peta-nya.


...****************...


"Seharusnya di sini … "


"Noelle … Apa kau benar-benar yakin ini tempatnya? Bagaimanapun … "


—Bukankah ini hanya bangunan tua yang tak terawat?


Itulah yang ingin Cryll katakan, tapi ia tidak sempat menyelesaikan perkataannya karena Noelle sudah menerobos masuk melewati pintu kayu yang terlihat rapuh itu.


"Hey~ Apa ada orang di sini? "


"N-Noelle … Kupikir kita harusnya tidak langsung masuk begitu saja … "


Cryll dengan panik berusaha menghentikannya, tapi Noelle hanya menataonya dengan mata seolah melihat sesuatu yang aneh.


" … Cryll … Kau sedikit lebih berisik daripada biasanya hari ini … Apa kau sakit? Sebaiknya kau beristirahat."


"Aku sehat! Sangat sehat! Kenapa kau menanyakan itu?! Dan hentikan ekspresi anehmu itu! Itu menjijikkan! "


"Hey~ Apa ada orang di sini? Jawab aku sebelum aku meledakkan tempat ini."


"Di mana sopan santunmu dasar bocah brengsek."


Bukan Cryll yang menjawabnya, melainkan suara serak yang muncul dari tepat di belakang mereka.


"Ohh, kau di sana! Hawa kehadiranmu sangat lemah sehingga aku tidak menyadarinya! "


Noelle dengan terkejut melihat ke arah sumber suara itu dan menemukan seorang pria yang tampak berada di usia pertengahan 40-an, sedang duduk di hammock yang tergantung tepat di antara kedua pilar yang menopang rumah itu.


" … Noelle … Bukankah ini sangat mencurigakan? "


Cryll maju mendekati Noelle dan bertanya dengan berbisik padanya.


Noelle tidak mengubah ekspresinya dan menjawab Cryll dengan suara yang sangat rendah.


"Tentu saja itu sangat mencurigakan! Aku sama sekali tidak merasakan kehadirannya, kau tahu?! "


Tidak seperti saat Cryll yang memanggil Noelle secara tiba-tiba saat di perpustakaan, Noelle saat ini memiliki konsentrasinya secara penuh memperhatikan lingkungan sekitarnya sehingga ia seharusnya segera menemukan keberadaan pria itu, tapi Noelle sama sekali tidak menyadarinya sampai saat pria itu sendiri yang menunjukkan dirinya.


Meskipun jantung Noelle berdetak dengan sangat keras dan cepat sehingga membuat ia khawatir orang lain bisa mendengar suaranya, Noelle mempertahankan senyumnya dengan mengandalkan kemampuan akting yang ia miliki.


" ……… Sialan … "


Pria itu menghela napas panjang dan mendecakkan lidahnya, kemudian menatap Noelle.


"Apa yang kau mau? Dasar preman."


( ……… Dia mengajakku berkelahi ya … )


Noelle dengan dahi dan pipi yang berkedut memikirkan itu sambil dengan susah payah mempertahankan senyumnya.


...****************...


(AN: *Maaf, tapi hanya ini yang sanggup ku tulis di kondisi ku saat ini, aku berniat mempercepat alurnya agar aku bisa menulis plot utamanya dengan segera, tapi … Otakku benar-benar kosong karen*a kondisi tubuhku … )