![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Sebenarnya … Apa yang sedang terjadi di sini … "
Noelle dengan wajah frustaai mencoba bertanya pada Cryll yang sedang duduk diam dan menutup mata di sampingnya.
Menanggapi itu, Cryll membuat raut muka yang serius, kemudian menghela napasnya dengan pasrah.
"Aku tidak yakin, tapi … Kurasa mereka akan terlihat dalam misi penyerangan yang akan kita lakukan hari ini? "
Noelle melebarkan matanya dengan terkejut ketika mendengar jawaban Cryll.
"Awalnya aku juga bingung, tapi … Tampaknya Terneth sialan itu yang telah memberi mereka izin untuk mengikuti kita."
" ……… "
Cryll menambahkan kata-katanya dan membuat Noelle semakin mengerutkan keningnya dengan tidak senang sambil melirik Norman yang duduk di sofa di hadapannya.
Keikutsertaan kelompok pangeran seharusnya tidak mungkin karena misi yang akan mereka jalankan tidak memiliki cukup informasi yang jelas.
Itu bisa saja mengancam nyawa pangeran jika ada suatu kesalahan dalam informasi.
Tentu saja guild yang akan menjadi pihak yang dituntut jika ada sesuatu yang buruk terjadi pada pangeran dan anggota keluarga bangsawan lainnya.
(Sebenarnya apa yng bajingan itu pikirkan … )
Sama sekali tidak ada keuntungan yang akan Terneth dapatkan jika ia melibatkan kelompok pangeran dengan misi yang akan Noelle jalankan, kecuali–
(Terneth ingin melibatkan kami dalam proses kudeta, ya … )
Setelah ia memikirkannya, ia sama sekali tidak memiliki informasi tentang kapan rencana kudeta Terneth akan mulai terealisasi, karena itu ia mengalami kebuntuan dalam membuat rencana pelarian.
Sementara Noelle sedang sibuk dengan pikirannya, pintu lagi-lagi terbuka dan secara kebetulan menampilkan sosok yang sedang ia curigai di pikirannya saat ini.
"Maaf membuat kalian menunggu lama, aku memiliki beberapa pekerjaan yang harus kuselesaikan sebelum datang ke sini."
Terneth dengan ramah menyapa semua orang yang berkumpul di ruang pertemuan.
"Aku lihat semua orang sudah berkumpul di sini, kalau begitu … Langsung saja kita mulai pertemuannya."
Terneth menepuk tangannya, kemudian semua pintu dan jendela yang ada di ruangan itu langsung tertutup dan terkunci sekaligus.
Seorang kesatria yang berdiri di belakang Norman tampak waspada saat Terneth melakukan itu, namun Norman langsung mengangkat tangannya untuk menghentikan gerakannya.
"Maaf karena aku tiba-tiba melakukannya, tapi … Belakangan ini aku mendeteksi adanya beberapa mata-mata dari negara lain yang berada di kota ini. Jadi, demi keamanan Yang Mulia Pangeran dan yang lain, aku harus memperketat keamanan."
Terneth menjelaskan dengan wajah bermasalah. Noelle berpikir kalau 'mata-mata' yang ia maksud mungkin adalah dirinya yang pernah menyusup ke dalam mansion dan membuat kekacauan yang cukup besar di sana.
"Tidak masalah. Dari pada itu, bisa kau jelaskan apa yang sedang terjadi di sini? Kau bisa, 'kan? "
Noelle bertanya dengan tatapan yang mengancam. Terneth yang menjadi sasaran tatapan itu kemudian tersenyum sambil menghapus keringat dingin yang muncul di dahinya.
"Y-yahh … Kau tahu … Aku tidak bisa mengatakannya di sini, jadi … Ikut aku."
Terneth menarik tangan Noelle dan dengan cepat membawanya jauh ke sudut ruangan.
Terneth dengan waspada memperhatikan sekelilingnya dan kemudian berbisik pada Noelle.
"Yahh … Yang Mulia Pangeran memintaku untuk diikutsertakan dalam misi penyerangan yang kuserahkan padamu, dan … Aku tidak memiliki cukup kekuatan politik untuk menolak permintaan Yang Mulia … Menolak permintaannya sama saja dengan mengirimkan kepalaku ke lubang guillotine, dan tentu saja aku tidak mau itu. Jadi … Aku hanya bisa menyetujuinya … "
Noelle dengan raut tidak senang mendecakkan lidahnya sambil bergumam 'dasar tidak berguna', kemudian bertanya dengan bingung.
"Tunggu, untuk melibatkan anggota keluarga kerajaan ke dalam misi berbahaya seperti ini, apa kau sudah memiliki izin? "
Terneth dengan wajah yakin menjawab Noelle.
"Tentang itu tidak masalah, aku sudah mendapatkan izin dari Earl secara langsung dalam hal ini."
"Begitu ya … Eh, tunggu … Apa Earl ada di kota ini? "
"Hmm? Ya, tentu saja. Walaupun dia sangat sibuk dengan penelitian sihirnya sehingga ia tidak memiliki waktu untuk muncul di hadapan publik."
" … Begitu, ya … "
Puas dengan jwaban Terneth, Noelle tersenyum sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali, kemudian kembali ke tempat duduknya.
(Mungkin aku bisa menggunakannya … )
Noelle diam-diam tersenyum saat memikirkan itu.
Sementara itu, Terneth yang mengikuti Noelle telah kembali ke posisinya dan dengan ramah menyatukan tangannya.
"Nah, karena masalahnya sudah teratasi, sekarang ada baiknya kalian membuat persiapan kalian sebaik mungkin karena ini mungkin akan menjadi misi yang cukup berbahaya."
Norman mengangguk dengan penuh pengertian.
Bagaimanapun, ia sudah diberitahu tentang monster serangga yang menjadi target mereka. Dan ada pula kemungkinan kalau monster itu telah membuat kelompok baru dengan sisa-sisa monster yang melarikan diri dari stampede.
Norman tidak tahu situasi di Suiren saat stampede berlangsung, tapi ia bisa membayangkannya hanya dengan mendengar berita yang beredar.
Sementara ia dan kelompoknya masih sibuk saling berbicara tentang persiapan mereka, Noelle menyela dan menatap Terneth.
"Bicara tentang persiapan, bagaimana dengan permintaanku? Apa semuanya sudah siap? "
"Tentang itu tidak ada masalah. Semuanya sudah selesai. Silahkan tunggu di sini sebentar."
Terneth segera keluar dari ruangan. Selang beberapa menit, ia kembali bersama dua orang dengan membawa beberapa kotak yang penuh dengan senjata tajam.
"Letakkan semuanya di sana," ucap Terneth pada dua orang di belakangnya.
Terneth dan kedua orang itu kemudian meletakkan kotak yang mereka bawa tepat di hadapan Noelle.
"Ini semua pesananmu, aku harap itu sesuai dengan yang kau inginkan."
Semua kotak yang Terneth dan dua orang itu bawa berisi penuh dengan pedang dan pisau yang terlihat seperti masih baru.
" … Tuan, apa itu? "
Kesatria yang sejak tadi diam di belakang Norman bertanya dengan penasaran pada Terneth.
Tidak hanya dia, tapi semua orang kecuali orang-orang di kelompok Noelle terlihat sangat penasaran dan bertanya-tanya pada Terneth.
Orang-orang yang sering terlibat dengan Noelle sudah lebih dulu terbiasa ketika melihat tumpukan senjata tajam. Lagipula itu terkait dengan gaya bertarung Noelle yang cukup unik.
Setelah melihat kotak itu, Noelle berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri kotak yang dipenuhi dengan senjata itu.
"Cryll, bantu aku."
"Memangnya kau butuh? "
Cryll dengan mengangkat satu alisnya bertanya pada Noelle, yang Noelle balas dengan tatapan dingin.
"Baiklah, baiklah," ucap Cryll sambil mengangkat tubuhnya dan menghampiri Noelle.
Perhatian orang-orang di kelompok Norman tertuju pada Noelle dan Cryll yang berada di lantai.
"Hmm? "
Selagi mereka sedang sibuk memeriksa kualitas setiap senjata yang dibawakan Terneth untuk mereka, Cryll dengan penasaran mencoba membuka percakapan.
"Itu … Tentang rakun itu … Kenapa kau membawanya kemari? "
" ……… "
Gerakan Noelle berhenti dan pandangannya beralih ke Olivia.
Olivia yang sejak tadi duduk diam sedang menatap tajam pada mata rakun kecil yang duduk di pangkuannya.
Itu adalah rakun yang Noelle temukan saat mereka masih di ruang pertemuan penginapan tadi.
Noelle menyerahkannya pada Olivia untuk diurus sementara ia akan menyelesaikan beberapa masalah terlebih dahulu.
Rakun itu dengan patuh menuruti kata-kata Noelle dan duduk diam di pangkuan Olivia sambil menatapnya.
Olivia dan rakun itu sudah saling menatap selama beberapa waktu sejak mereka memasuki ruangan.
Jika dilihat sekilas, itu hanya terlihat seperti seorang gadis cantik yang sedang bermain dengan boneka binatangnya, tapi … Yang ada di pangkuan Olivia itu adalah rakun asli.
"Yahh, kai tahu … Aku sudah mengenal rakun itu untuk waktu yang cukup lama … Meskipun itu baru beberapa minggu sih."
"Hmm? "
Noelle tersenyum kecil, kemudian kembali bercerita sambil tanpa henti memeriksa semua senjata itu.
"Kau ingat kota tempat kita pertama bertemu setelah kau meninggalkan Suiren? Aku menemukan dia di sana."
" … Kapan? "
Cryll dengan penasaran memiringkan kepalanya.
Tidak hanya Cryll, tapi semua orang di sekitar mereka juga fokus mendengarkan Noelle karena mereka juga cukup penasaran dengan rakun itu.
"Kau ingat ada hari yang di mana aku menghilang tanpa kabar dari pagi hingga malam? Sebenarnya saat itu aku sedang berada di luar area kota."
"Jadi kau di sana, ya, dasar brengsek?! "
-–Aku mencarimu selama berjam-jam karena beberapa orang aneh terus mengejarku dengan menggunakan namamu!
Setidaknya itu yang ingin Cryll katakan, tapi ia menahannya karena tahu kalau Noelle akan mengabaikannya.
"Saat aku sedang berjalan-jalan di hutan, aku menemukan kawanan serigala yang sedang berkumpul di satu tempat. Tentu saja aku penasaran, jadi aku menghabisi semua serigala itu, dan melihat apa yang mereka kerumuni."
"Saat itu lah aku menemukan rakun kecil itu, ia dalam keadaan lemas dan hampir mati dengan luka gigitan serta cakaran yang memenuhi tubuhnya."
" … Kau menolongnya? Tidak seperti dirimu … "
"Kasar sekali. Meskipun begini, aku tidak memiliki ketahanan yang tinggi terhadap sesuatu yang imut. Aku sudah membuktikannya sendiri sejak lama."
Noelle dengan raut tidak senang membalas kata-kata Cryll.
Memang benar kalau Noelle tidak memiliki ketahanan yang cukup bagus ketika melawan sesuatu yang imut. Terutama hewan yang imut.
Saat ia melihat kucing atau pun hewan-hewan lain yang menurutnya imut, ia akan secara refleks dan tanpa sadar berhenti melakukan aktivitasnya dan mulai mengelus mereka.
Itu adalah masalah yang cukup merepotkan untuk Noelle yang menginginkan kehidupan yang efisien.
"Yahh, tentu saja aku tidak akan menolong sesuatu begitu saja. Saat itu aku ingin melakukan beberapa eksperimen."
" … Eksperimen, ya … "
Cryll dengan senyum kecut mengulangi perkataan Noelle.
"Rakun itu terluka parah saat pertama kali aku menemukannya, dan aku tiba-tiba tertarik untuk mencoba 'apa yang akan terjadi padanya jika aku memberikan darahku'."
Berdasarkan apa yang terjadi pada Chloe, jawabannya seharusnya sudah jelas.
Semua makhluk yang mengkonsumsi darahnya akan mengalami regenerasi dan berubah menjadi vampir.
Tentu saja itu akan terjadi hanya jika ia memberikan persetujuannya.
Karena akan merepotkan jika ada musuh yang tiba-tiba meminum darahnya dan mengalami peningkatan kekuatan yang aneh.
Cryll tidak tahu tentang Noelle yang seseorang dari ras vampir, tapi ia tahu kalau Noelle memiliki beberapa kemampuan terkait darahnya.
Jadi ia tidak terlalu kaget ketika mendengar Noelle melakukan eksperimen dengan darahnya.
"Tapi … Berlawanan dengan harapanku … Rakun itu hanya mengalami regenerasi penuh terhadap lukanya. Dan tidak hanya itu, bahkan semua virus dan penyakit yang dimiliki rakun itu juga ikut menghilang bersama luka-kukanya."
"Eh? Bukankah itu hal yang bagus? "
Cryll bertanya dengan wajah heran. Tanpa sadar, ia sudah menyelesaikan pekerjaannya dalam memeriksa kualitas semua senjata yang diberikan Terneth.
"Tentu itu hal yang bagus, tapi … "
(Aku berharap ada sesuatu yang lebih hebat terjadi … )
Noelle tetap diam dan menyimpan pemikiran itu hanya di kepalanya saja.
"Yahh … Karena tidak ada apa pun yang terjadi padanya, aku segera meninggalkannya setelah ia selesai beregenerasi, tapi … Tidak kusangka kalau si kecil ini akan mengikutiku sampai ke sini … "
Noelle berkata sambil perlahan berdiri menghampiri Olivia.
Ia sudah menghitung dan memeriksa semua senjata yang diberikan Terneth padanya, dan jumlahnya menjadi sesuai dengan apa yang ia minta setelah ia mendapatkan jumlah tambahan dari Cryll.
Kebanyakan hewan liar akan menjadi sangat jinak ketika menghadapi orang yang telah ditolongnya.
Dan itu juga berlaku di dunia ini. Rakun itu benar-benar menjadi sangat terikat pada Noelle setelah ditolong dari ambang kematian.
Itu membuat senyum senang muncul di bibir Noelle, lalu ia mengangkat rakun itu dengan kedua tangannya.
Rakun itu dalam diam menatap Noelle sambil memiringkan kepalanya dengan gerakan yang imut.
" … Apa Noelle ingin memeliharanya? "
Olivia bertanya dengan tatapan lembut terarah padanya. Menanggapi itu, Noelle hanya tersenyum masam dan meletakkan rakun itu kembali ke pangkuan Olivia.
"Itu akan sulit … "
Noelle tidak mengatakan apa pun lagi dan kembali ke tumpukan pedang yang diletakkan di lantai olehnya dan Cryll.
Noelle satu per satu memasukkan semua pesan itu ke dalam gudang spasial miliknya sambil mengabaikan tatapan heran dari semua orang yang tertuju padanya.
Kesatria yang sejak tadi diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun kemudian mengerutkan keningnya dengan kesal dan menatap Terneth dengan pandangan merendahkan.
"Hey, siapa bajingan itu? "
...****************...