[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 263: Diskusi (2)



...****************...


Itu adalah sebuah mansion keluarga yang terletak di area kelas satu kota Féncen.


Mansion tua, dan jarang ditinggali, namun terlihat bersih dan sangat terawat. Jelas, yang mengurus mansion ini adalah orang yang sangat teliti sehingga tidak meninggalkan satu pun detail kecil yang berantakan.


Saat ini, di mansion itu, para pelayan dengan raut muka tegas dengan cepat membuat persiapan, di saat seorang pria tua berseragam Kepala Pelayan memberikan perintah pada mereka.


Hari sudah malam, tapi itu tidak membuat semua orang bersantai. Pada saat seperti ini, mereka harus mengerahkan semua kemampuan mereka untuk memberikan hasil yang sempurna.


Karena, hari ini adalah hari di mana Tuan mereka akhirnya datang berkunjung.


Di luar mansion, turun dari kereta kuda yang mewah dengan lambang keluarga bangsawan adalah seorang pria muda, berambut perak dan memiliki figur wajah yang halus dan lembut.


Dengan matanya yang hitam pucat itu, dia memindai area luar mansion, lalu tersenyum pada pelayan yang sudah menunggunya.


"Lama tidak bertemu, Robert. Senang melihatmu baik-baik saja," ucap pria muda itu pada seorang pria tua, yang merupakan Kepala Pelayan.


"Suatu kesenangan untuk bisa menyambut Anda di sini lagi, Tuanku. Masuklah, saya sudah membuat banyak persiapan untuk Anda."


"Terima kasih, tapi aku hanya berkunjung untuk tiga hari, kupikir kau tidak perlu berlebihan salm membuat persiapan."


Menghiraukan tatapan bermasalah dari Robert, pria berambut perak itu tersenyum masam dan melangkahkan kakinya dengan ringan menuju pintu utama mansion.


Begitu dia masuk, yang memyambutnya adalah aula mansion yang mewah, dengan banyak dekorasi yang berlebihan.


Meskipun ini bukanlah sesuatu yang dia sukai, dia hanya bisa menerima itu semua dengan senyum kecut. Formalitas memang hal yang sangat menyebalkan.


Dia kemudian berhenti, menatap sejenak pada dinding putih marmer yang ada di sampingnya. Tatapannya fokus pada sebuah lambang besar yang terpajang di sana—sebuah lambang yang disusun oleh dua ekor singa saling berhadapan, dengan sebuah pedang yang mengarah ke atas tepat di antara keduanya.


Itu adalah lambang keluarga Grandbell, sebuah lambang yang dianggap sakral bagi semua anggota keluarga. Sebuah lambang yang diwariskan atas semua prestasi dan kontribusi leluhur mereka, serta pengabdian yang tanpa batas kepada Republik Waldenholt.


Pria itu—Nantz sil Grandbell, yang merupakan satu-satunya pewaris yang akan membawa kehormatan nama Grandbell di punggunya, hanya menatap kosong pada lambang itu, sebelum akhirnya beralih melihat ke sebuah lukisan besar yang ada di bawah lambang keluarga.


Di sana, terpajang empat sosok. Masing-masing dari mereka memiliki figur yang mirip, dengan rambut perak dan mata hitam sebagai ciri utamanya. Satu-satunya yang berbeda di sana adalah sang ibu, yang memiliki rambut berwarna kecokelatan yang indah.


Di pelukan sang ibu itu, sesosok bayi yang tidak teridentifikasi jenis kelaminnya terlihat sedang tertidur pulas.


Robert, yang sejak tadi diam menunggu sampai Tuannya bergerak, tiba-tiba mengangkat kepala dan ikut melihat pada lukisan itu.


"Apa Anda datang untuk berkunjung ke makamnya, Tuan? "


Nantz menutup matanya dan tersenyum, lalu melirik pada langit malam di balik kaca patri yang mewah.


"Benar. Sudah hampir enam belas tahun sejak kelahirannya. Aku akan semakin sibuk nanti, jadi mungkin aku tidak akan sempat berkunjung tepat waktu di hari kelahirannya."


Dengan senyum perih di wajahnya, Nantz lanjut berjalan ke kamar pribadinya, dan meletakkan semua barang bawaannya di sana. Di belakang, beberapa pelayan mencoba membantu, tapi dihentikan oleh Robert yang paham betul dengan kebiasaan Tuannya yang penyendiri ini.


Nantz melihat pintu kamar ditutup rapat oleh Robert, lalu menghela napas. Tidak peduli seberapa sering ia melaluinya, dia tetap merasa tidak nyaman dengan semua perlakuan ini.


Rasanya aneh saat seorang keturunan bangsawan, terutama yang mewarisi nama terhormat seperti Grandbell, memiliki kebiasaan seperti orang biasa. Tapi, kenyataannya Nantz memang meras lebih nyaman untuk menjalani harinya sebagai orang biasa.


Semenjak kepergian sang ayah dan ibunya yang tercinta, Nantz harus menanggung semua bebang keluarga Grandbell di punggungnya, tapi itu bukan masalah, mengingat usianya yang sudah cukup matang.


Hanya saja, tidak dapat dipungkiri kalau dia menjadi sedikit kesepian.


Dia belum memiliki tunangan, juga belum memiliki seorang calon yang kemungkinan akan dia nikahi.


Nantz hanya menghabiskan hari-harinya tenggelam dalam pekerjaan, dan mengingat semua anggota keluarga yang ia sayangi.


Saat kilas balik mulai muncul di benaknya, Nantz segera menggeleng ringan, dan melihat tiga bulan dengan ukuran yang berbeda menggantung di langit.


"Apa kamu baik-baik saja, Sirius? "


...****************...


Di kamarnya yang gelap tanpa sedikit pun penerangan, Noelle berbaring di ranjang sambil menatap langit-langit dengan pandangan kosong.


Di meja yang ad di samping ranjangnya, terdapat sangkar besi berisi dua ekor tikus kecil. Salah satu tikus itu tertidur, sementara yang satu lagi masih sibuk memasukkan kacang-kacangan ke dlam mulutnya.


Dengan keheningn yang membuat nyaman itu, Noelle akhirnya bersuara.


"Hei, apa yang sebenarnya terjadi saat aku kehilangan kesadaran? "


『Hehe, banyak hal yang terjadi, apa kau yakin ingin mendengar semuanya? 』


"Yahh, kalau kau tidak keberatan, maka jelaskan saja."


Sejenak, tak ada yang berbicara di antara keduanya, tapi detik kemudian tikus yang dirasuki oleh Noir itu berbaring di tempat sambil menatap Noelle.


『Seperti yang sudah kau tahu, aku mengambil alih kontrol tubuhmu setelah kau kehilangan kesadaran. Caranya? Sebenarnya cukup mudah. Aku hanya perlu mendominasi tubuhmu agar menurutiku. Alasanku dapat melakukannya adalah karena perlawanan darimu telah berkurang.』


"Tapi tetap saja … tubuh utamamu harusnya masih ada di Taman Kabut itu, 'kan? Bagaimana kau bisa mengeluarkan kekuatan sebesar itu? "


Berdasarkan rincian yang Noelle dengar, dapat disimpulkan bahwa Noir telah melakukan sesuatu yang besar. Dengan keadaan Noir saat ini, seharusnya tidak mungkin baginya untuk mempengaruhi dunia nyata di luar penghalang segelnya.


Tapi, masih ada cara lain untuk mengatasi masalah itu.


Penjelasan Noir membuat Noelle mengangguk. "Maka itu masuk akal."


Masih banyak yang ingin Noelle tanyakan, tapi Noir tidak mungkin akan menjawab semuanya. Maka, Noelle menyusun semua pertanyaan yang akan ia keluarkan, dan membuang pertanyaan yang kemungkinan tidak akan dijawab oleh Noir.


"Saat percakapanmu dengan 'Dia' sebelumnya, apa yang kau maksud dengan《All Fiction》? "


Pertanyaan mengenai hubungan antara Noir dengan Swallow Life Order dan keluarga besar dari bangsa Aino mungkin menarik, tapi Noelle lebih penasaran dengan yang satu itu.


Itu terdengar seperti nama sebuah skill, tapi Noelle tidak pernah mendengarnya sebelumnya.


Mungkin itu wajar, mengingat betapa beragamnya skill yang dimiliki orang-orang di dunia ini.


Sama seperti manipulasi darah seperti miliknya, tidak semua orang bisa memiliki skill yang sama. Pastinya itu juga berlaku untuk《All Fiction》yang Noir sebutkan sebelumnya.


Tentu saja, meskipun menanyakan hal ini, Noelle tidak begitu berharap akan jawabannya. Namun, Noir justru menjawab dengan sangat ringan.


『《All Fiction》adalah otoritas kedua, yang melambangkan imajinasi Tuhan.』


"Tuhan yang kau maksud itu … apa itu dewa Chronoa? "


Noelle melirik ke arah tikus yang dirasuki Noir, dan melihat tikus itu mengangguk. Itu sudah cukup untuk menjadi konfirmasi.


Ada banyak informasi mengenai siapa Tuhan yang sebenarnya, dan banyak aliran sesat yang bermunculan karena mereka mengaku bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah Tuhan sejati.


Itu mirip dengan yang pernah Noelle lihat di berita saat masih di bumi. Berita tentang penganut sekte sesat sering kali bermunculan, dan membuatnya merinding saat laporan mengenai ritual-ritual yang mereka lakukan keluar.


Swallow Life Order adalah contoh nyata dari sekte sesat itu. Mereka memiliki anggapan bahwa Tuhan sejati adalah Tuhan yang mereka sembah.


"Ini pembahasan yang agak sensitif, huh … "


Noelle sendiri tidak pernah membayangkan kalau dia akan terlibat sejauh ini. Mungkin, sudah tidak ada jalan untuk melarikan diri. Dia sudah tahu terlalu banyak, dan tidak mungkin berbagai pihak akan membiarkannya begitu saja.


Menghela napas berat, Noelle kemudian mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan, lalu kembali bertanya dengan suara pasrah.


"Sekarang, apa yang kau maksud dengan otoritas? Apa itu hal yang sama dengan otoritas 'Dominasi' yang kau miliki? "


Noelle memiliki sedikit pemahaman tentang apa itu otoritas, tapi mungkin yang Noir maksud adalah otoritas yang berbeda dari yang ia ketahui.


Sejauh yang Noelle ketahui, otoritas adalah domain, atau kekuasaan dan kekuatan yang dimiliki seorang dewa.


Ambil Noir sebagai contoh; otoritasnya adalah dominasi, dan itu artinya dia memiliki kekuasaan atas domain dominasi, yang sebenarnya mencakup banyak hal.


Contoh lainnya ada pada 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu'. 'Dia' memiliki otoritas yang terkait dengan domain ingatan, otoritas domain yang terkait erat dengan nama kehormatan yang 'Dia' miliki.


Setelah memikirkan banyak hal, barulah Noelle menyadarinya.


Kekuatan seorang dewa bukanlah kekuatan yang begitu absurd, tetapi kekuatan yang masih terkait dengan nama mereka sendiri.


Nama kehormatan Anastasia adalah 'Dewi Cinta dan Harapan', yang artinya 'Dia' memiliki otoritas yang sesuai dengan domain hati seseorang.


『Pada intinya itu sama dengan yang kau pikirkan. Tapi, ada perbedaan mencolok antara otoritas biasa dengan otoritas Tuhan.』


"Apa itu? "


Tidak ada perubahan pada ekspresi maupun posisi Noelle. Namun, dia telah bersiap untuk mencatat semua penjelasan Noir di benaknya.


『Otoritas Tuhan, artinya itu adalah ororitas yang hanya dimiliki oleh Tuhan.《All Fiction》itu adalah otoritas kedua, yang melambangkan imajinasi Tuhan. Secara total, ada tujuh otoritas yang terkait langsung dengan Chronoa, dengan yang pertama melambangkan kekuatan'Nya' untuk menciptakan segala sesuatu.』


Noelle sudah tidak terkejut dengan Noir yang tiba-tiba memberikan penjelasan panjang. Dia tidak akan protes, karena itu tidak ada gunanya.


"Tunggu, dari yang kupikirkan, otoritas selalu terkait dengan nama kehormatan. Apa nama kehormatan Chronoa? "


Setelah Noelle memikirkannya, tidak pernah ada yang menyinggung nama Chronoa.


Satu-satunya nama yang sering muncul adalah Anastasia, seorang dewi yang muncul di tengah keputusasaan seluruh dunia atas penyerangan Raja Iblis.


『'Space-Time King Chronoa', itu adalah nama kehormatan'Nya'.』


Nama itu berkaitan dengan 'waktu' dan 'ruang', tapi seperti yang dikatakan Noir, otoritas milik Tuhan sejati adalah hal yang berbeda. Itu mencakup keseluruhan dari kekuatan yang 'Dia' miliki.


Satu nama itu memiliki tujuh otoritas, Noelle tidak bisa membayangkan bagaimana otoritas itu bisa jatuh ke tangan yang salah.


"Tunggu, bagaimana kau memilikinya? "


Tawa kering lagi-lagi muncul dari tikus itu.


『Keh–hehe … 』


『Entahlah, bagaimana ya? Aku juga penasaran.』


Kelihatannya itu adalah salah satu hal yang tidak mungkin Noir jawab.


...****************...