[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 65: Masalah (2)



...****************...


Matahari telah terbenam seolah menyembunyikan dirinya dari dunia, dan bulan muncul menggantikannya, jalanan dan kanal-kanal kecil perlahan mulai sepi dari aktivitas masyarakat.


Langit yang tadinya cerah perlahan mulai memudar dan digantikan oleh warna yang lebih gelap.


"Haaaa … "


Helaan napas panjang itu datang dari seorang gadis yang sedang duduk diam di ranjangnya yang empuk, memandangi langit malam yang ditaburi bintang.


Itu adalah Olivia yang sejak beberapa jam yang lalu, terus memandangi langit dengan mata sayu.


(Kapan Noelle akan kembali … )


Olivia dengan lemas menenggelamkan wajahnya di bantal yang sejak tadi ia peluk.


Beberapa jam telah berlalu sejak pertemuannya dengan Lilith dan reinkarnasi yang lain, dan selama itu juga ia telah mengurung dirinya di kamar penginapan karena dipenuhi rasa bersalah dan perasaan khawatir.


Ia sudah membersihkan tubuhnya dengan sihir, jadi ia tidak perlu ke pemandian yang memiliki resiko untuk bertemu dengan Lilith lagi, lagipula ia tidak benar-benar ingin pergi keluar dengan suasana hati seperti itu.


"Uuuu … Noelle … "


Olivia dengan wajah yang lebih merah dari sebelumnya mengangkat kepalanya dengan tidak sabaran dan langsung melompat ke ranjang.


Ia berguling-guling beberapa kali di sana dan akhirnya berhenti dengan posisi tengkurap.


Noelle sama sekali belum kembali sejak siang tadi, itu membuat Olivia merasa sedikit bosan dan kesepian.


Bahkan saat mereka hanya tinggal berdua di kastil vampir, Olivia entah bagaimana tidak pernah merasa bosan karena Noelle selalu di sisinya.


Mereka melakukan segala hal untuk mengisi waktu. Membaca buku, memainkan beberapa permainan kartu dan papan, berburu, mengadu kecerdasan, dan melatih fisik dan sihir mereka.


Itu adalah kegiatan yang sangat monoton sehingga akan membunuh seseorang dengan rasa bosan, tapi Olivia menghabiskan waktunya dengan bahagia saat itu.


Ia benar-benar menjadi terlalu bergantung pada Noelle, karena itulah ia sekarang menjadi sedikit bingung tentang apa yang harus ia lakukan saat sendirian.


Ia ingin menghubungi Noelle melalui telepati, namun takut untuk mengganggunya.


Sebenarnya ia sudah menghubungi Noelle beberapa kali sebelumnya, namun Noelle sama sekali tidak merespon panggilan telepatinya.


Ia juga bertanya pada Brackas tentang apa yang Noelle lakukan, tapi Brackas tidak menjawab pertanyaan Olivia dan dengan ragu meninggalkan ia sendirian.


Meskipun Olivia juga seorang vampir kelas Raja seperti Noelle, ia hanya terdaftar sebagai sub-summoner untuk semua familiar yang diciptakan Noelle, jadi semua familiar Noelle tidak memiliki kewajiban untuk menjawab Olivia meskipun mereka mungkin merasa sangat bersalah.


Mereka secara alami mengetahui kalau Olivia adalah 'keberadaan yang sangat penting' untuk Tuan mereka, Noelle, jadi mereka akan dengan sangat patuh langsung menuruti perintah Olivia.


Namun, prioritas utama mereka tetaplah Noelle, jika Noelle melarang mereka untuk mengungkapkan informasi apapun pada Olivia, mereka akan dengan berat hati menyetujuinya.


Olivia berpikir kalau Noelle pasti telah memerintahkan Brackas untuk tidak membocorkan informasi apapun pada siapapun tentang apa yang sedang ia lakukan.


Untungnya, Olivia mengetahui kalau Noelle masih berada di kota ini berkat skill 《Oath of Blood》 yang ia dan Noelle miliki.


Berkat skill itu, Noelle dan Olivia saling terikat dan mampu mengetahui lokasi serta kondisi kesehatan masing-masing.


Noelle masih di kota ini dan sedang mengerjakan sesuatu yang penting. Setidaknya itulah alasan yang sedang Olivia gunakan untuk mempertahankan kewarasannya.


Jika bisa, Olivia ingin pergi keluar dan mencari Noelle sendiri, tapi itu cukup sulit dilakukan di kota ini.


Olivia sudah tahu tentang kebiasaan Noelle yang suka berjalan-jalan tak tentu arah di setiap kota yang mereka kunjungi, ia juga sangat mengetahui kalau Noelle sangat kuat untuk melindungi dirinya sendiri dari bahaya yang mengincarnya saat sedang berjalan-jalan, tapi mau tak mau ia khawatir tentang Noelle akan secara tidak sengaja terlibat dengan konflik organisasi atau kelompok.


Lagipula, Noelle itu semacam magnet yang akan menarik banyak masalah yang menyusahkan.


Pada titik ini, Olivia tidak akan terkejut jika esok hari Noelle memberitahunya kalau ia terlibat dengan seorang bangsawan kelas atas.


Sementara tubuh dan hatinya benar-benar gelisah untuk menunggu kedatangan Noelle, Olivia entah bagaimana mampu menahan dirinya dari irasionalitas yang akan menguasai pikirannya.


Perlahan, pandangannya memudar dan menjadi gelap sepenuhnya.


Olivia perlahan membuka matanya yang terasa amat berat dan dengan linglung memperhatikan sekelilingnya.


( … Apa aku … Tertidur …?)


Olivia melihat ke luar jendela dan memperhatikan kalau langit sudah benar-benar gelap.


Hampir tidak ada kehadiran seorangpun di jalanan dan kanal selain para prajurit yang sedang melakukan patroli mereka.


(Noelle … Belum kembali … )


Olivia menggosok matanya dan menguap sedikit lalu berdiri untuk membersihkan wajahnya.


Sepertinya ia menunggu terlalu lama dalam keadaan bosan sehingga ia tanpa sadar tertidur.


Bantal yang ia peluk selama ia tertidur mulai terasa lengket karena air liur yang menetes dari bibir Olivia.


Menyadari kenyataan itu, Olivia kemudian dengan buru-buru membersihkan wajahnya dengan sedikit merona.


Ia berniat keluar untuk mencari Noelle setelah ia mengganti pakaiannya, untungnya kehadiran Noelle masih bisa dideteksi dengan 《Oath of Blood》 yang menandakan kalau ia masih ada di kota ini.


Setelah mengganti pakaiannya menggunakan kemeja putih dan blus merah muda yang sederhana, ia membuka pintu kamar untuk segera keluar, namun ada seseorang yang menyambutnya tepat di depan pintu itu.


Itu adalah Stella yang menatapnya dengan pandangan khawatir.


"Stella? "


Olivia bertanya untuk memastikan. Menilai dari posisi bulan, seharusnya saat ini sudah tengah malam.


Olivia tidak tahu pasti waktunya karena penghitungan mentalnya menjadi kacau saat ia tertidur, tapi seharusnya Stella tidak keluar pada waktu seperti ini.


"Itu … Cryll belum kembali, jadi … Aku berniat pergi mencarinya, tapi … Aku tidak tahu dia di mana … "


Ekspresi khawatir terpampang sangat jelas di wajahnya.


(Ahhh … )


Menyadari situasinya, Olivia kemudian tersenyum hangat dan berusaha menenangkan Stella.


"Noelle juga belum kembali, aku yakin mereka berdua sedang bersama saat ini, aku akan keluar untuk mencari mereka."


"Itu … Bi-bisakah aku ikut? " ucap Stella dengan tergesa-gesa.


"Hmm? Aku tidak keberatan, tapi … Apa itu baik-baik saja? Ini sudah tengah malam … "


Olivia khawatir karena Stella mungkin belum terbiasa dengan keluar malam.


Itu benar-benar berbeda dengan Olivia yang sudah sering keluar di malam hari untuk mencari Noelle yang sedang berpetualang sendirian.


Olivia tidak perlu khawatir dirinya akan diserang, ia memiliki kemampuan untuk melindungi diri, dan dia juga bisa menghilangkan hawa keberadaannya untuk menghindari musuh.


Tapi tidak dengan Stella. Ia adalah seorang putri yang benar-benar terlindung dan kebetulan memiliki kemampuan sebagai seorang petualang.


Kemampuan terbesarnya terletak pada kemampuan panahan yang berbasis serangan berjarak jauh. Itu sama sekali tidak cocok untuk perlindungan darurat.


"E-entah bagaimana aku akan aman! Karena itu, tolong biarkan aku ikut."


" …… Baiklah, tetap di dekatku."


Olivia menyetujuinya setelah merenung sedikit. Dari ekspresinya, Olivia sadar kalau Stella benar-benar khawatir, jadi ia terpaksa membawanya untuk menghilangkan kekhawatirannya.


"Aahhh, bisakah aku ikut dengan kalian? "


Saat mereka hendak pergi meninggalkan kamar Olivia, Charlotte dan Chloe memunculkan kepalanya dari sela pintu kamar mereka yang terbuka.


"Hm? Tidak masalah sih, tapi … Kenapa? " tanya Olivia dengan penasaran sambil memiringkan kepalanya.


Charlotte kemudian dengan canggung menjelaskan alasannya.


"Itu … Aku sama sekali tidak mendengar … Suara kalian … Malam ini … Jadi … Itu membuatku sedikit khawatir … "


" " ……… " "


Hening sejenak, dan tepat setelah Olivia memproses penjelasan Charlotte di kepalanya, wajahnya seketika menjadi merah padam.


"A-ayo pergi sekarang! "


Olivia berusaha mengalihkan pembicaraan dan pergi dengan terburu-buru.


Meskipun rona merah di wajahnya sama sekali tidak menghilang untuk beberapa saat kedepan.


Dan berkat keheningan di kamar Olivia tadi, Charlotte tidak perlu repot-repot memasang peredam suara di kamarnya.


...****************...


"Seharusnya di sekitar sini … "


Olivia dengan ragu menolehkan kepalanya ke segala arah untuk menemukan lokasi Noelle.


"Apa kau yakin dengan itu? Bagaimanapun … Bukankah ini hanya lapangan kosong? "


Charlotte dengan bingung memperhatikan sekelilingnya.


Olivia pergi ke tempat Noelle seharusnya berada dengan memanfaatkan skill 《Oath of Blood》, tapi skill itu justru membimbingnya ke salah satu pulau kosong yang rata dengan tanah.


Sangat jelas kalau pulau itu masih dalam tahap pembangunan karena ada banyak peralatan dan bahan-bahan konstruksi di mana-mana.


( … Apa ada yang salah dengan skill ini, tapi … Seharusnya Noelle ada di sekitar sini … )


Setelah memastikan lokasi di sekitarnya, kelompok Olivia sama sekali tidak menemukan jejak-jejak kehadiran seorangpun di tempat itu.


(Mungkin … )


Olivia mencoba menggunakan deteksinya sambil melirik ke tanah sejenak.


( ……… Dapat.)


"Aku sudah menemukan di mana Noelle berada, seharusnya Cryll juga bersamanya … Ayo kita ke sana."


"Ke mana? " tanya Stella dengan ekspresi kejutan.


Olivia diam sejenak, lalu menjawab dengan satu sudut bibirnya terangkat ke atas.


"Bawah tanah."


...****************...


" … Aku baru tahu ada tempat seperti ini di Eisen … "


Charlotte menatap sekelilingnya dengan wajah terkejut dan sorak kagum.


" … Ini benar-benar tempat yang akan didatangi oleh Noelle." ucap Olivia dengan wajah datar seraya melirik pemandangan di sekitarnya.


Sementara di belakang mereka adalah dua orang pria bersenjata yang tergeletak pingsan di tanah dengan keadaan hampir membeku.


" … Ini tempat yang luar biasa … "


Chloe dengan pandangan terkagum-kagum hampir tidak bisa menahan keinginannya untuk berlarian seperti anak-anak, tapi Olivia memintanya untuk menahan diri.


Saat ini mereka ada di suatu tempat di bawah tanah Eisen. Setelah beberapa menit pencarian, mereka akhirnya menemukan jalan untuk pergi ke tempat ini.


Mau tak mau Olivia dan Charlotte kagum dengan arsitektur yang begitu rapih sehingga mampu menahan semua bangunan yang ada di atas tanah.


Terlebih, dengan kondisi kota yang sebagian besar wilayahnya diisi oleh air.


"Ini terlalu ramai untuk sebuah pertunjukkan biasa … "


Tidak seperti bagian daratan yang sudah kosong dan hampir tak ada orang, tempat yang mereka datangi justru dipenuhi dengan banyak orang dari berbagai ras.


Tempat semua orang itu berkumpul adalah bangku penonton di tempat seperti arena Koloseum.


Koloseum itu mengingatkan Olivia pada Suiren, sehingga ia bertanya-tanya apakah semua kota besar selalu memiliki Koloseum tempat berlangsungnya pertunjukkan.


" … Bagaimana kita bisa menemukan Noelle dan Cryll di tempat seperti ini … "


Olivia hanya menghela nafas dan kemudian menunjuk ke arah salah satu pria yang berdiri dengan tenang di tengah arena.


"Itu Noelle."


"Eh? … Serius? Bukankah dia tampak sangat berbeda?! "


Charlotte melihat ke arah yang ditunjuk Olivia dan langsung dibuat tercengang.


Bagaimanapun, sosok yang ditunjuk Olivia memiliki penampilan yang sangat berbeda dengan Noelle yang ia kenal.


Orang itu memiliki rambut hitam pekat yang sangat kontras dengan rambut albino Noelle yang Charlotte ingat.


Tentu saja postur tubuh dan tingginya sama persis dengan Noelle, tapi ada terlalu banyak perbedaan yang mencolok sehingga Charlotte dan Stella tidak bisa mempercayai Olivia.


Saat mereka dengan tercengang memperhatikan sosok yang diduga sebagai Noelle itu, orang itu mulai menarik pedangnya dan membuat posisi kuda-kuda yang sangat khas.


"Nn, itu benar-benar Noelle."


" … Bagaimana kau bisa seyakin itu … "


Olivia tersenyum dan menjawab.


"Itu mudah, aku dan Noelle terikat kontrak abadi yang ditanamkan pada jiwa kami, jadi jika Noelle ada di sekitarku, aku akan langsung menyadarinya meskipun penampilannya berbeda."


'Kontrak abadi' yang dimaksud Olivia adalah skill 《Oath of Blood》, skill itu mirip dengan kontrak familiar yang akan berlangsung seumur hidup. Hanya saja, 《Oath of Blood》 adalah salah satu skill karakteristik ras vampir, jadi hanya Noelle dan Olivia yang bisa menggunakannya.


Tentu Chloe juga bisa, tapi ia tidak memiliki pasangan untuk melakukan itu. Lagipula ia sudah terikat kontrak familiar dengan Noelle sejak ia menjadi vampir.


"Selain itu … "


Olivia melanjutkan penjelasannya tanpa mengalihkan pandangan dari Noelle yang diduga menyamar itu.


"Kuda-kuda yang dia lakukan tadi adalah kuda-kuda yang diajarkan Vain pada kami, seharusnya tidak ada siapapun selain kami yang menggunakannya."


Tentu ada kemungkinan kalau gaya bertarung itu digunakan oleh pihak kesatria kerajaan karena itu adalah gaya bertarung warisan pahlawan, tapi Olivia akan mengambil pilihan aman untuk menjawab Charlotte.


" …… "


Charlotte tidak mengatakan apapun lagi dan ikut menonton 'Noelle' yang berdiri di tengah arena.


Semua orang yang berdiri di arena menggunakan baju zirah dan senjata di tangan mereka, hanya dari itu semua orang yakin kalau itu adalah semacam turnamen pertarungan.


Sama seperti penonton, semua peserta juga menggunakan topeng yang menutupi wajah mereka, mungkin untuk menghindari identitas mereka dikenal.


Lonceng berbunyi dengan nyaring dan sorak-sorai penonton menggema dengan keras di ruangan bawah tanah itu.


Disaat yang sama pula, 'Noelle' segera memutar pedangnya dan melompat maju menuju salah satu lawan.


Lawannya tampak terkejut dengan sosok 'Noelle' yang muncul secara tiba-tiba, tapi ia langsung mengembalikan ketenangannya dan menangkis serangan 'Noelle'.


'Noelle' hanya menggunakan satu pedang panjang di salah satu tangannya untuk menyerang, sedangkan tangan yang lain menggenggam belati dengan panjang sekitar 30 sentimeter.


Begitu serangannya ditangkis, 'Noelle' kembali menyerang menggunakan belati di tangannya tanpa melepaskan pedang itu.


Belati itu dengan cepat menggores lengan lawannya yang sibuk menangkis pedang 'Noelle' dan membuatnya mengucurkan darah.


'Noelle' melompat mundur setelah menyerang pria itu, lalu mendarat di tanah dengan lembut.


" … Gaya bertarungnya agak berbeda dengan Noelle … "


Charlotte berkomentar dengan agak ragu, namun Olivia menjawab keraguannya dengan sangat mudah.


"Itu karena Noelle tidak menggunakan gaya bertarung yang paling dia kuasai."


Charlotte bertanya-tanya apa maksudnya, tapi Olivia tidak mengatakan apapun dan terus menonton 'Noelle' yang telah kembali menyerang lawannya.


'Noelle' kembali melompat maju ke arah lawan yang berbeda, lalu mengayunkan pedangnya secara vertikal untuk menyerang selagi ia masih di udara, namun, lawannya dengan mudah menangkis itu meskipun ia terlihat agak sedikit kesakitan karena posisi 'Noelle' yang menggunakan pedangnya untuk menjadi tumpuan berat badannya.


'Noelle' tanpa mengubah posisinya di udara dengan cepat menggerakkan kakinya untuk menyerang leher lawannya menggunakan tendangan menyamping.


Tulang kering 'Noelle' dengan keras menabrak leher lawannya dan membuat lawannya terpental beberapa meter lalu pingsan.


Setelah itu, 'Noelle' dengan cepat mengubah posisinya dan menancapkan pedangnya di tanah untuk menjadi tumpuan, lalu memberikan tendangan berputar pada salah satu lawan yang mendatanginya dari belakang.


Punggung kaki 'Noelle' menabrak siku lawannya dengan sangat kuat sehingga lawannya langsung terpental beberapa meter dalam keadaan menyedihkan berupa tangan yang bengkok.


Mungkin 'Noelle' baru saja menghancurkan sendi engselnya.


Dan tepat sebelum 'Noelle' mendarat di tanah, ia melemparkan belatinya ke arah lawan yang berjarak cukup jauh darinya.


Belati yang dilemparkan 'Noelle' dengan mudah terbang dan menembus paha orang itu lalu membuatnya terjatuh dengan sangat keras karena serangan kejutan itu.


Ia telah menyingkirkan tiga lawan sekaligus tanpa menginjakkan kakinya di tanah.


Aksi yang dilakukannya begitu cepat sehingga itu hanya akan menjadi gerakan sekilas jika dilihat dari rekaman, tapi semua penonton bersorak sangat keras untuk menyemangatinya.


Mungkin karena aksi 'Noelle' yang begitu cepat, beberapa peserta lainnya memutuskan untuk bekerjasama dan menyerang Noelle disaat yang sama.


Anehnya 'Noelle' justru tersenyum dan mengambil dua belati dari sabuknya.


Begitu beberapa lawan mulai berkumpul mengelilinya, 'Noelle' dengan gerakan sekilas langsung muncul tepat di hadapan salah satu lawannya.


'Noelle' dengan cepat mengayunkan belatinya dan menebas tepat di dada lawannya.


Setelah itu, ia langsung melempar belati di tangan kanannya ke arah lawan yang berniat menyerangnya dari belakang.


Belati itu dengan lancar menembus zirah kulit dan menancap di bahu orang itu.


'Noelle' tanpa membuang satu detikpun langsung meraih pergelangan tangan lawan yang ia tebas tadi, lalu menariknya dengan paksa.


Orang yang ditarik dengan paksa oleh 'Noelle' itu sudah dalam keadaan pingsan karena efek kejutan, tapi 'Noelle' masih menariknya dengan paksa, lalu dengan kuat mengayunkan tubuh orang itu dan membuatnya menabrak lawannya yang lain dengan tubuhnya.


'Noelle' terus mengayunkan tubuh orang itu dengan kuat dan menyingkirkan semua lawannya seolah ia sedang menggunakan gada.


Menggunakan tubuh orang lain sebagai senjata terdengar seperti ide yang sangat brutal, namun 'Noelle' tanpa memiliki rasa bersalah tetap melakukannya.


Setelah menyingkirkan beberapa orang sekaligus menggunakan tubuh itu, 'Noelle' kemudian melemparkannya ke salah satu lawan dan membuatnya terjatuh karena bobot yang dilemparkan padanya secara tiba-tiba.


'Noelle' yang masih terlihat segar seolah ia tidak kehilangan sedikitpun energi, langsung menghampiri seseorang di hadapannya, dan langsung memberikan pukulan pada perutnya dengan sangat kuat.


Lawannya terpental jauh ke belakang dan menabrak dinding dengan sangat kuat sehingga menciptakan banyak retakan besar pada dinding yang tebal itu.


Setelah itu, 'Noelle' menggunakan kakinya untuk menendang betis orang di belakangnya yang sudah bersiap untuk mengayunkan pedangnya pada 'Noelle'.


Sebelum orang itu terjatuh karena kehilangan keseimbangan setelah mendapat tendangan dari 'Noelle', 'Noelle' langsung menangkap tangannya dan memutar tubuh orang itu di udara, lalu langsung melemparnya pada lawannya yang lain.


"Bagaimana aku harus mengatakannya … Dia benar-benar Noelle … "


Charlotte dengan wajah datar berkomentar saat menonton pertarungan yang dilakukan 'Noelle'.


"Nn, Noelle benar-benar tidak bisa menahan diri jika itu tentang pertarungan. Noelle akan langsung menghabisi lawannya."


Komentar itu datang dari Olivia yang tanpa berkedip sekalipun terus menonton pertarungan 'Noelle'.


"Tuan hebat! " ucap Chloe dengan mata berbinar.


"Noelle ada di sini, itu artinya … Cryll juga pasti di sekitar sini 'kan?! "


Sementara Olivia, Charlotte, dan Chloe memberikan komentar yang berbeda-beda tentang pertarungan 'Noelle', Stella dengan panik bertanya pada Olivia.


"Cryll … Mungkin … Itu."


Setelah memeriksa sekelilingnya dengan deteksi, Olivia kemudian menunjuk ke satu titik di bangku penonton.


Stella secara refleks langsung melihat ke arah yang ditunjuk Olivia.


Itu adalah tempat yang cukup mewah yang terlihat sangat berbeda dengan tempat penonton lain. Kemungkinan itu adalah bangku VIP.


Ada seorang laki-laki berambut merah dengan menggunakan topeng mata sedang tersenyum lebar menatap tumpukkan koin dan kertas di meja tepat di hadapannya.


Dengan rambut yang berwarna merah cerah, dan menggunakan topeng yang menutupi bagian atas wajahnya, Stella agak sedikit ragu dengan identitasnya, namun langsung yakin setelah ia melihatnya untuk beberapa saat.


"Benar! Itu Cryll! Rambutnya berbeda, tapi aku yakin itu Cryll! "


Stella dengan semangat berniat berlari menghampiri 'Cryll', tapi Olivia menarik tangannya dan memintanya untuk diam sebentar.


"Gunakan ini jika kalian ingin pergi." ucap Olivia sambil menunjukkan empat buah topeng wajah yang sama dengan yang dipakai penonton.


Charlotte, Stella, dan Chloe masing-masing mengambil satu, kemudian segera memakainya.


"Hee~ Jadi warna rambut mereka berubah karena topeng ini … "


Setelah mereka berempat menggunakan topeng itu, mereka langsung dikejutkan dengan perubahan yang tiba-tiba pada warna rambut mereka.


Rambut perak Olivia segera berubah menjadi hitam pekat seperti 'Noelle', begitu juga dengan tiga gadis lainnya.


"Kalau begitu, ayo kita datangi mereka."


Olivia dengan senyum yang sedikit menyeramkan mulai berjalan memutari koloseum untuk pergi ke tempat 'Cryll' berada.


...****************...


"Tunggu! Ini adalah tempat khusus! Kalian dilarang memasukinya! "


Setibanya mereka di tempat di mana 'Cryll' duduk, mereka justru tidak diizinkan masuk oleh seorang yang tampaknya menjadi penjaga di tempat itu.


Olivia tampak kesal, ia berniat untuk menyingkirkan orang ini segera, tapi segera berhenti memikirkan itu setelah 'Cryll' berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri mereka.


"Permisi, apa ada masalah? " tanya 'Cryll' pada penjaga.


"Ahh, tidak. Hanya beberapa orang yang mencoba masuk ke area khusus tanpa izin."


"Hmm? "


'Cryll' melirik kelompok Olivia begitu penjaga itu selesai menjelaskannya, kemudian ia tersenyum dan kembali pada penjaga itu.


"Kenapa tidak biarkan saja mereka? "


"Tidak, itu … "


Penjaga itu terlihat sedikit bermasalah. Tampaknya area khusus telah benar-benar menjadi tanggung jawabnya sehingga ia harus menjaga tempat itu sebisa mungkin.


"Tidak apa, tidak apa … Aku yakin rekanku juga akan dengan senang hati menyambut gadis cantik seperti mereka."


"Heee~ jadi kalian akan dengan senang hati menerima siapapun asalkan dia cantik, ya … Hehe, baiklah baiklah.~"


Suara datar tanpa emosi itu datang dari Stella yang sedang menggunakan topengnya.


Meskipun bibirnya melengkung dengan senyuman, tapi matanya tidak.


'Cryll' yang tidak mengetahui identitas para gadis di hadapannya hanya bisa memiringkan kepalanya dengan bingung.


Tapi itu hanya sesaat sebelum badai sesungguhnya datang.


Begitu Cryll menolehkan kepalanya ke Olivia yang menggunakan topeng, senyumnya langsung membeku.


Meskipun gadis di depannya menggunakan topeng dan merubah warna rambutnya, tidak mungkin dia tidak mengenali gelombang mana berwarna putih yang terpancar dari tubuhnya.


Itu adalah mana yang terus membuat kekacauan di kehidupannya.


Olivia dan Stella kemudian membuka topengnya dan menunjukkan wajah mereka yang tersenyum pada 'Cryll' yang diam membeku.


(Ahh … Aku akan mati … )


Tidak seorangpun yang mampu mendengar jeritan batinnya~


...****************...